Supari Muslim, dkk.

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3
Penulis

Untuk SMK
: Supari Muslim Joko Puput Wanarti R

Perancang Kulit

: TIM

Ukuran Buku MUS t

:

17,6 x 25 cm

MUSLIM, Supari Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK /oleh Supari Muslim, Fahmi PoernJoko, Puput Wanarti R ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vii, 580 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Istilah : Lampiran. B dst ISBN : 978-979-060-097-3 ISBN : 978-979-060-100-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

Bab V : Manajemen pembangkitan. berisi tentang cara pengoperasian dan pemeliharaannya pada pusat-pusat listrik.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Bab X: Transformator tenaga. berisi tentang pembangkitan tenaga listrik. dan laporan kerusakan. dan mutu tenaga listrik. iii . latihan dan tugas. Bab III : Masalah operasi pada pusat-pusat listrik. berisi tentang: manajemen biaya operasi. proses penyaluran tenaga listrik. pemeliharaan. Bab VI : Gangguan. berisi tentang beberapa SOP pada PLTU. termasuk di dalamnya berisi keselamatan kerja. latihan dan tugas. pemeliharaan pusat pembangkit. pemeliharaan dan perbaikan mesin listrik. dan keselamatan kerja. prinsip kerja. alat pengaman. Materi yang disajikan berbasis kondisi riil dilapangan dan didalamnya juga berisi format-format yang berlaku di perusahaan. masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik. yaitu: Bab I : Pendahuluan. Bab VIII : Sistem pemeliharaan pada pembangkit listrik tenaga air. Buku Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini terdiri dari 13 Bab. berisi tentang instalasi pada pusat pembangkit listrik. dan perbaikan mesin listrik. unit AVR. sistem excitacy. Bab IX: Standart operational procedure (SOP). latihan dan tugas. latihan dan tugas. BAB VII : Pemeliharaan sumber arus searah. pemeliharaan transformator. pengaman relay (proteksi). latihan dan tugas. Bab IV : Pembangkit dalam sistem interkoneksi. instalasi pada pusat pembangkit listrik. Bab II : Instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik. atas rahmat dan hidayahnya sehingga penulisan buku dengan judul: Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini dapat kami selesaikan sesuai dengan jadwal waktu yang diberikan. dan pemeliharaannya serta latihan dan tugas. dan diuraikan juga mengenai pemeliharaan. suku cadang. berisi tentang gangguan. jenis-jenis pusat pembangkit listrik. pemeliharaan accu. berisi tentang kegiatan pemeliharaan generator dan governor. pemeliharaan genset. latihan dan tugas. laporan pemeliharaan. berisi tentang: pemakaian baterai akumulator dalam pusat pembangkit listrik dan pemeliharaannya. latihan dan tugas. switchgear. keselamatan kerja. berisi tentang operasionalisasi dan pemeliharaan pada sistem interkoneksi. pengoperasian. latihan dan tugas. pemeliharaan dan perbaikannya. SOP genset. jenis peralatan. gangguan-gangguan dan pemeliharaan mesin listrik generator arus searah. manajemen pemeliharaan. sistem interkoneksi.

buku Teknik Pembangkit Tenaga Listrik berujud seperti keadaannya sekarang. Penulis iv Pembangkitan Tenaga Listrik . komunikasi dengan kawat. latihan dan tugas. Bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati dan ucapan terima kasih. rangkaian transmisi. sistem instalasi dan rumus-rumus yang berkaitan dengan crane dan lift. Bab XIII Alat-alat ukur. Memelihara Proteksi. walaupun tidak setiap sub kompetensi diuraikan sendirisendiri tetapi juga saling berkaitan. Susunan buku dari awal sampai akhir secara lengkap. Untuk itu dalam kesempatan yang berharga ini kami sampaikan banyak terima kasih dan penghargaan. tetapi isi buku materi telah membahas: Dasar Dasar Kelistrikan dan Elektronika. Buku dapat disusun atas bantuan berbagai pihak. sistem pengereman. komunikasi gelombang mikro. komunikasi radio. Memelihara Generator. Selain itu juga berisi tentang cara pemeliharaan. Memelihara DC Power. komunikasi dengan pembawa saluran tenaga. cara pemeliharaan alat ukur pada sistem tenaga listrik serta latihan dan tugas. berisi tentang: tentang jenis motor yang digunakan. berisi tentang klasifikasi telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. pada lampiran juga dibahas tentang undang-undang keselamatan kerja dan penaggulangan kebakaran yang terkait dengan pembangkitan tenaga listrik. Kesemua isi dalam ke tiga belas bab mencerminkan secara lebih lengkap untuk mencapai kompetensi program keahlian pembangkitan tenaga listrik. Disadari bahwa isi maupun susunan buku ini masih ada kekurangan. serta Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP). pemeliharaan. termasuk ucapan terimakasih disampaikan kepada saudara Indra Wiguna dan Gigih Adjie Biyantoro yang teah banyak membantu. berisi tentang prinsip kerja. dan Memelihara Switchgear dan implementasinya. sehingga dengan merujuk kepada referensi yang digunakan. latihan dan tugas. Memelihara Gen-set. sistem kontrol. Memelihara Instalasi Listrik Unit. Memelihara Kontrol Instrumen. Memelihara Peralatan Elektronik.Bab XI: Crane dan elevator/lift. Memelihara Transformator. cara penggunaan dan pemakaian. seperti yang tercantum dalam daftar isi. Susunan Bab tersebut di atas disusun berdasarkan Kurikulum 2004 beserta kompetensinya. Bab XII: Telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. Memelihara Crane. Memelihara Peralatan Komunikasi. Selain ke tiga belas bab di atas.

Latihan W. Saluran Kabel antara Generator sinkon 3 phasa dan Rel D. Sistem Excitacy K. Pengawatan Bagian Sekunder S. I. Baterai Aki H. PENDAHULUAN A. Sistem Pengukuran L. E. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK A. Proteksi Rel (Busbar) O. Perkembangan Isolasi Kabel U. Arus Hubung Singkat R. Cara Pemeliharaan T. F. Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) F. Pembumian Bagian-Bagian Instalasi J. D. Transformator I. Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik C. Instalasi Penerangan bagian vital P. Tugas BAB III MASALAH OPERASI PADA PUSAT-PUSAT LISTRIK Daftar Isi vii . Sistem Proteksi M. Instalasi Pemakaian Sendiri G. Generator Asinkron V. H. Perlindungan Terhadap Petir N. Instalasi listrik Generator sinkron 3 phasa B. Pembangkitan Tenaga Listrik B. Jenis-jenis Sakelar Tenaga E. Rel (Busbar) C. Instalasi Telekomunikasi Q. Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem Interkoneksi Proses Penyaluran Tenaga Listrik Mutu Tenaga Listrik Latihan Tugas Iii V vii 1 1 10 14 16 20 21 23 24 24 25 25 43 48 49 72 75 78 81 104 105 108 109 113 116 117 118 122 123 126 129 133 144 144 145 BAB II.DAFTAR ISI Halaman SAMBUTAN DIREKTORAT PSMK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BUKU JILID 1 BAB I. G.

Latihan G. Manajemen Operasi B. Laporan Kerusakan F. D. Latihan M Tugas BAB V MANAJEMEN PEMBANGKITAN A. PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN-MESIN LISTRIK A. Prosedur Pembebasan Tegangan dan Pemindahan Beban I. Neraca Energi F. Laporan Pemeliharaan E. N. O. Faktor-faktor dalam Pembangkitan E. Otomatisasi K. H. Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Sinkron 235 235 236 242 244 246 248 249 252 259 261 262 264 264 265 265 267 271 272 273 280 280 281 281 284 viii Pembangkitan Tenaga Listrik . Koordinasi Pemeliharaan D. E.A. Suku Cadang D. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja H. Pemeliharaan dan Perbaikan Generator Sinkron B. F. G. C. M. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Unit Pembangkit Khusus Pembangkit Listrik Non Konvensional Bahan Bakar Turbin Cross Flow Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Pemadam Kebakaran Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Latihan Tugas 145 160 180 184 189 198 206 209 211 213 224 225 228 230 234 234 BUKU JILID 2 BAB IV PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI A. Tugas BAB VI GANGGUAN. L. Sistem Interkoneksi dan Sistem yang Terisolir B. Kendala-Kendala Operasi L. Manajemen Pemeliharaan C. B. I. P. Konfigurasi Jaringan J. Keandalan Pembangkit G. J. K. Gangguan. Perkiraan Beban C. Gangguan.

Ganguan-gangguan dan pemeliharaan Mesin Listrik Generator Arus Searah C. Latihan F. Kegiatan Pemeliharaan Generator dan Governor Unit I B. Pemakaian Baterai Akumulator dalam Pusat Pembangkit Tenaga Listrik B. Shut Down Unit (Operator Boiler Lokal) K. Gangguan. Latihan H. Pengoperasian PadaTurning Gear J. UNIT Start Up Very Hot Condition E. Tugas BAB IX STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) A. EXCITACY DAN SYSTEM CONTROL A. dan Perbaikan Motor Asinkron D Pemeriksaan Motor Listrik E. Pemeliharaan dan SOP Pada Pusat Pembangkit L. Gangguan. Membelit Kembali Motor Induksi 3 Phasa G. Kegiatan Pemeliharaan Mingguan ACCU Battery D. Relay Proteksi 287 293 299 307 345 345 347 347 364 390 390 391 393 395 396 398 399 399 401 401 412 415 417 419 421 422 424 425 426 426 437 448 448 449 449 466 477 Daftar Isi ix . SWITCHGEAR.C. RELAY PROTECTION. Prosedur Start Kembali Setelah Gangguan Padam Total F. Latihan N. Tugas BAB VIIII SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) A. SOP Genset M. Kegiatan Pemeliharaan Transformator I (6/70 kV) C. Tansformator Tenaga B. Normal Stop Untuk Electrical Control Board G. Pemeliharaan. Switchgear C. Tugas BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH A. Shut Down Unit (Operator BTB) H. Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Induksi 1 phasa F. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down D. Prosedur Operasi Start Dingin PLTU Perak Unit III/IV C. Latihan D. Umum B. Tugas BUKU JILID 3 BAB X TRANSFORMATOR DAYA. Shut Down I. BFP dan CWP C. Keselamatan Kerja E.

D. E. F. G. H.

Sistem Excitacy Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) Pemeliharaan Sistem Kontrol Latihan Tugas

478 482 488 491 491

BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. Crane B. Instalansi Lift/Elevator C. Pemeliharaan Crane dan Lift D. Latihan E. Tugas BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. Klasifikasi Telekomunikasi Untuk Industri Tenaga Listrik B. Komunikasi dengan Kawat C. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga D. Rangkaian Transmisi E. Komunikasi Radio F. Komunikasi Gelombang Mikro G. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik H. Latihan I. Tugas BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK A. Amperemeter B. Pengukuran Tegangan Tinggi C. Pengukuran Daya Listrik D. Pengukuran Faktor Daya E. Pengukuran Frekuensi F. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik G. Alat-Alat Ukur Digital H. Megger I. Avometer J. Pemeliharaan Alat Ukur K. Latihan L. Tugas LAMPIRAN A. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN B. DAFTAR ISTILAH LAMPIRAN C. DAFTAR TABEL LAMPIRAN D. DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN E. DAFTAR RUMUS LAMPIRAN F. SOAL-SOAL LAMPIRAN 1. UU Keselamatan Kerja LAMPIRAN 2. Penanggulangan Kebakaran

493 493 513 519 522 522 523 523 524 525 530 533 537 540 541 541 543 543 547 550 553 558 562 566 578 579 579 581 581

x

Pembangkitan Tenaga Listrik

Pembangkitan Tenaga Listrik

451

BAB X Transformator Daya, Switchgear, Relay Protection, Excitacy dan Control System
Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan) dengan frekuensi sama). Dalam operasi umumnya, transformator-transformator tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan atau proteksi. Sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV, dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan. A. Tansformator Tenaga 1. Klasifikasi transformator tenaga Transformator tenaga dapat di klasifikasikan pemasangan dan cara pendinginannya. 1. Pemasangan Pemasangan dalam Pemasangan luar

menurut

sistem

2. Pendinginan Menurut cara pendinginannya dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Fungsi dan pemakaian Transformator mesin (untuk mesin-mesin listrik) Transformator Gardu Induk Transformator Distribusi 2) Kapasitas dan Tegangan Contoh transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan daya di atas 1000 MVA ditunjukkan pada Gambar X.1

452

Pembangkitan Tenaga Listrik

(a) transformator 1100MVA

(b) transformator 4500MVA

(c ) Transformator 1000MVA Gambar X.1
Contoh Transformator 3 Phasa dengan Tegangan Kerja di Atas 1100 kV dan Daya di Atas 1000 MVA

Dalam usaha mempermudah pengawasan dalam operasi, transformator dapat dibagi menjadi: transformator besar, transformator sedang, dan transformator kecil. 2. Cara kerja dan fungsi tiap-tiap bagian transformator Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing a. Bagian utama 1) Inti besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau eddy current.

Pembangkitan Tenaga Listrik

453

2) Kumparan transformator Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan, dan kumparan tersebut diisolasi, baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan menggunakan isolasi padat seperti karton, pertinax dan lain-lain. Pada transformator terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder. Jika kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menimbulkan induksi tegangan, bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka mengalir arus pada kumparan tersebut, sehingga kumparan ini berfungsi sebagai alat transformasi tegangan dan arus. 3) Kumparan tertier Fungsi kumparan tertier diperlukan adalah untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tertier selalu dihubungkan delta atau segitiga. Kumparan tertier sering digunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt, namun demikian tidak semua transformator daya mempunyai kumparan tertier. 4) Minyak transformator Sebagian besar dari transformator tenaga memiliki kumparankumparan yang intinya direndam dalam minyak transformator, terutama pada transformator-transformator tenaga yang berkapasitas besar, karena minyak transformator mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan juga berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi dan minyak transformator harus memenuhi persyaratan, yaitu: kekuatan isolasi tinggi penyalur panas yang baik, berat jenis yang kecil, sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat viskositas yang rendah, agar lebih mudah bersirkulasi dan memiliki kemampuan pendinginan menjadi lebih baik titik nyala yang tinggi dan tidak mudah menguap yang dapat menimbulkan baha tidak merusak bahan isolasi padat sifat kimia yang stabil

1 di bawah ini. Tabel X. yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator.2.(15 C) o Kinematik . 5) Bushing Hubungan antara kumparan transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing.1 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru No 1 3 Sifat Minyak Isolasi Kejernihan o Masa Jenis (20 C) o Vikositas (20 C) o Kinematik . Angka Kenetralan b.05 Dielektrik Ketahanan Oksidasi a. . Kotoran mgKOH/ g% < 0.454 Pembangkitan Tenaga Listrik Minyak transformator baru harus memiliki spesifikasi seperti tampak pada Tabel X.03 Tidak Korosif Metode Uji IEC 296 IEC 296 IEC 296 Tempat Uji Di tempat Lab Lab 4 5 6 7 8 9 IEC 296A IEC 296A IEC 296 IEC 296 Tegangan Tembus kV/2.895 <40 <25 <800 <1800 >140 >100 <30 < 40 <0.(30 C) Titik Nyala Titik Tuang Angka Kenetralan Korosi Belerang Satuan 3 g/cm cSt cSt cSt o C o C mgKOH/g Klas I/ Klas II Jernih <0.5mm > 30 > 50 Faktor Kebocoran < 0.40 < 0. yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator.10 10 IEC156& IEC 296 IEC 250 IEC 474 & IEC 74 IEC 74 Lab Lab Lab Lab Ditempat/ Lab Ditempat/ Lab Lab Sumber: Crostech Oil Tes Report Untuk minyak isolasi pakai berlaku untuk transformator berkapasitas > I MVA atau bertegangan > 30 kV sifatnya seperti ditunjukkan pada Tabel X.

5 70-170 kV mm < 70 kV > 30 kV/2. untuk membentuk badan tangki bersirip dengan siripnya .Pembangkitan Tenaga Listrik 455 Tabel X. pemotongan dan proses pengelasan otomatis. diantaranya adalah: a) Jenis sirip (tank corrugated) Badan tangki terbuat dari pelat baja bercanai dingin yang menjalani penekukan.2 .0 All Voltage G/mm Lab Ditempat/ Lab Lab Lab Lab Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC 5 6 7 8 All Voltage < 0.2 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Sifat Minyak Isolasi Tegangan tembus Kandungan Air Tegangan Peralatan Batas yang diperbolehkan Metode Uji IEC 156 ISO 760 IEC 93 & IEC 250 o (90 ) IEC 93& IEC 247 IEC 93 & IEC 247 IEC 296 IEC 296 IEC 296 Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC No 1 2 Tempat Uji Di tempat/ Lab Lab 3 4 Faktor Dielektrik Tahanan Jenis Angka Kenetralan Sedimen Titik Nyala Tegangan Permukaan Kandungan Gas > 170 kV > 50 kV/2. Terdapat beberapa jenis tangki.2.5mg/KOH Tidak terukur penurunan maximum o 15 C >15 x103 -1 Nm > 170kV 9 6) Tangki dan konservator Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendan minyak transformator berada atau (ditempatkan) di dalam tangki. pada tangki dilengkapi dengan sebuah konservator. Untuk menampung pemuaian pada minyak transformator.5 > 170 kV mm < 170 kV < 20 mg/L < 30mg/L All Voltage < 0.

Transformator ini umumnya dilengkapi dengan konservator dan digunakan untuk 25. Tutup dan dasar tangki terbuat dari plat baja bercanai panas yang kemudian dilas sambung kepada badan tangki bersirip membentuk tangki corrugated ini. b) Jenis tangki Conventional Beradiator Jenis tangki terdiri dar badan tangki dan tutup yang terbuat dari mild steel plate (plat baja bercanai panas) ditekuk dan dilas untuk dibangun sesuai dimensi yang diinginkan. .2. yang ditunjukkan pada Gambar X.000.00 kVA. sedang radiator jenis panel terbuat dari pelat baja bercanai dingin (cold rolled steel sheets). Umumnya transformator di bawah 4000 kVA dibuat dengan bentuk tangki corrugated.456 Pembangkitan Tenaga Listrik berfungsi sebagai radiator pendingin dan alat bernapas pada saat yang sama.

Pembangkitan Tenaga Listrik 457 Keran Pengisi Minyak Bushing) Tangki Arester Radiator Sensor Minyak Kipas Angin Keran pembuang minyak Sensor Tekanan Gas Sensor Suhu Tap Changer Gambar 2 Gambar X.2 Transformator Tipe Conventional Beradiator (Sumber Trafindo. 2005) c) Hermatically Sealed Tank With N2 Cushined Tipe tangki ini sama dengan jenis conventional tetapi di atas permukaan minyak terdapat gas nitrogen untuk mencegah kontak antara minyak dengan udara luar .

458 Pembangkitan Tenaga Listrik b. Sistem pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara: Alamiah (natural) Tekanan/paksaan (forced). Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan. maka untuk mengurangi adanya kenaikan suhu yang berlebihan tersebut pada transformator perlu juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang bergungsi untuk menyalurkan panas keluar transformator. akan merusak isolasi transformator. dan tergantung jenisnya. c) Alat pernapasan Karena adanya pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara luar. b) Tap Changer (perubah tap) Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load). minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. maka perlu adanya indikator yang dipasang pada transformator. Kedua proses di atas disebut pernapasan transformator. Permukaan minyak transformator akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus pada minyak transformator. pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroscopis. Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa udara. d) Indikator Untuk mengawasi selama transformator beroperasi. minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. minyak dan air. Indikator tersebut adalah sebagai berikut: indikator suhu minyak indikator permukaan minyak . gas. Peralatan Bantu a) Pendingin Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. sebaliknya bila suhu minyak turun. Bila suhu minyak tinggi. maka suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. maka untuk mencegah hal tersebut.

tembaga atau katup berpegas. Peralatan Proteksi a) Relai Bucholz Relai Bucholz adalah relai alat atau relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan transformator yang menimbulkan gas. dan sebagainya. sebagai pengaman tangki transformator terhadap kenaikan tekan gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah dari kekuatan tangi transformator. Fungsinya adalah mengamankan terhadap gangguan di dalam transformator. Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Bedanya relai ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan pemutus tenaga (PMT). . c) Relai Diferensial Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator. c. b) Relai tekanan lebih Relai ini berfungsi hampir sama seperti Relai Bucholz. Pengaman tekanan lebih. diantaranya adalah: Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa Hubung singkat antar phasa Hubung singkat antar phasa ke tanah Busur api listrik antar laminasi Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. plastik. antara lain adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan. alat ini berupa membran yang terbuat dari kaca.Pembangkitan Tenaga Listrik 459 indikator sistem pendingin indikator kedudukan tap. d) Relai Arus lebih Berfungsi mengamankan transformator arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari transformator tersbut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat.

Pengujian Jenis Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah transformator yang mewakili transformator lainnya yang s ejenis. yaitu: a. Pengujian jenis terdiri dari pengujian: pengujian kenaikan suhu pengujian impedansi . sebagaimana diuraikan juga dalam IEC 76 (1976). b. 3. g) Relai Termis Alat ini b erfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi pada kumparan. Pengujian Rutin Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator. untuk menunjukkan bahwa semua transformator jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput oleh pengujian rutin. Pengujian atau pemeliharaan transformator Pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-1982 dengan melalui tiga macam pengujian.460 Pembangkitan Tenaga Listrik e) Relai tangki tanah Alat ini berfungsi untuk mengamankan transfor-mator bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator. meliputi: pengujian tahanan isolasi pengujian tahanan kumparan pengujian perbandingan belitan pengujian vector group pengujian rugi besi dan arus beban kosong pengujian rugi tembaga dan impedansi pengujian tegangan terapan (Withstand Test) pengujian tegangan induksi (Induce Test). Besaran yang diukur di dalam relai ini adalah kenaikan temperatur. akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. f) Relai Hubung tanah Fungsi alat ini adalah untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah.

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger. Harga tahanan isolasi ini digunakan untuk kriteria kering tidaknya transformator. untuk menghindari kegagalan yang fatal dan pengujian selanjutnya. Pada saat melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang diusahakan sama dengan suhu udara sekitar. e. pengukuran dilakukan antara: sisi HV-LV sisi HV-Ground sisi LV-Groud X1/X2-X3/X4 (transformator 1 phasa) X1-X2 dan X3-X4 ) transformator 1 phasa yang dilengkapi dengan circuit breaker. Pengujian khusus meliputi : pengujian dielektrik pengujian impedansi urutan nol pada transformator tiga phasa pengujian hubung singkat pengujian harmonik pada arus beban kosong pengujian tingkat bunyi akuistik pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak. Pengujian rutin Yang termasuk pengujian rutin adalah pengukuran tahanan isolasi. . Pengujian khusus Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis. Pengukuran tahanan kumparan Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus. d. Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga transformator. Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi transformator. lebih baik yang menggunakan baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil.Pembangkitan Tenaga Listrik 461 c. juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian yang terhubung singkat. oleh karenanya diusahakan arus pengukuran kecil. dilaksanakan atas persetujuan pabrik denga pembeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih transformator dari sejumlah transformator yang dipesan dalam suatu kontrak.

Pemeriksaan vector group . f. misalnya merk Jemes G.phasa b .55005 atau Cat. g.phasa a d) Transformator 1 phasa (terminal X1-X4 dengan X2-X3 dihubung singkat). No. 550100-47. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.phasa A .phasa C .phasa b . yaitu antara terminal: 1) Pengukuran pada terminal tegangan tinggi a) Pada transformator 3 phasa .phasa c .phasa c . Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu. toleransi yang diijinkan adalah: a.phasa B . setelah coil transformator diassembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang.5 % dari rasio tegangan atau b. 0. sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki. Biddle Co Cat.462 Pembangkitan Tenaga Listrik Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 Ohm adalah Wheatstone Bridge. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR). No.phasa B . pengujian kedua ini bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap transformator telah terpasang secara benar dan juga untuk pemeriksaan vector group transformator.phasa a .phasa C .phasa A b) Transformator 1 phasa Terminal H1-H2 untuk transformator double bushing dan Terminal H dengan Ground untuk transformator single bushing dan pengukuran sisi tegangan rendah c) Pada transformator 3 phasa . Pengukuran dilakukan pada setiap phasa transformator. Pengukuran perbandingan belitan Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping. sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double Bridge.

Lama pengujian tergantung pada besarnya frekuensi pengujian dan waktu pengujian maksimum adalah 60 detik. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi paking dan las transformator.Pembangkitan Tenaga Listrik 463 Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal transformator positif atau negatif. k. . Standar dari notasi yang dipakai adalah Additive dan Subtractive. h. Pengukuran rugi dan arus beban kosong Pengukuran dilakukan untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi histerisis dan eddy current dari inti besi ( core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian tersebut. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekuensi yang digunakan harus dinaikkan sesuai denga kebutuhan. Pengujian kebocoran tangki Pengujian kebocoran tangki dilakukan setelah semua komponen transformator sudah terpasang. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai dengan standar uji dan dilakukan pada: sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan waktu pengujian 60 detik j. Pengujian dilakukan sekitar 3 jam apakah terjadi penurunan tekanan. i. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan nitrogen (N2) sebesar kurang lebih 5 psi dan dilakukan pengamatan pada bagian-bagian las dan paking dengan memberikan cairan sabun pada bagian tersebut. suhu acuan 75ºC. Pengujian tegangan terapan (Withstand Test) Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body tangki. Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Pengujian tegangan induksi Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari tiap-tiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan transformator.

Pengujian jenis (Type Test) a) Pengujian kenaikan suhu Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan kumparan transformator yang disebabkan oleh rugi-rugi transformator apabila transformator dibebani. Hal ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari transformator. maka tegangan tersebut hampir didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada : . pada transformator dengan tapping maksimum 5% pengujian dilakukan pada tapping nominal. b) Pengujian tegangan impulse Pengujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem isolasi transformator terhadap tegangan surja petir. . yaitu rugi beban penuh dan rugi beban kosong.antar lilitan transformator .464 Pembangkitan Tenaga Listrik l. Pada transformator dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada tappng tegangan terendah (arus tertinggi). Bila transformator mengalami tegangan lebih. Pengujian ini juga bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas transformator sudah cukup effisien atau belum.antar layer transformator . Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk gelombang tertentu. pengujian dilakukan dengan memberikan arus transformator sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi transformator. oli juga berfungsi sebagai isolasi.5 mm setelah purifying Peralatan yang dapat digunakan misalnya merk hipotronics type EP600CD.antara coil dengan ground c) Pengujian tegangan tembus oli Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan mengetahui kemampuan dielektrik oli. Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh.5 mm sebelum purifying > = 50 KV/2.1 : 1982. Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai denga standart SPLN 49 . IEC 158 dan IEC 296 yaitu: > = 30 KV/2.

Pemasangan pipa-pipa penghubung antara transformator dengan mesin purifikasi 2. Pengel udara dalam pipa 3.0 terjadi pada saat proses purifikasi. Pencampuran Minyak Transformator Shell Diala B dengan Univolt 80 Minyak transformator memiliki dua fungsi yang sangat signifikan. Pembukaan inlet dan outlet valve 4. Proses pencampuran minyak transformator shell Diala B dengan Univolt 8. uji korosi . Tetapi pada praktiknya di lapangan masih ditemui penggunaan dan pencampuran minyak transformator antara merk Shell Diala B dengan Univolt 80. Pencampuran terjadi ketika minyak transformator di dalam transformator memiliki merk. Setelah counter berhenti dan tombol reset menyala. yaitu sebagai pendingin d isolator. Berikut adalah langkahlangkah atau proses purifikasi minyak transformator: 1. titik nyala. viskositas kinematik pada 20 derajat celcius. Sifat yang diuji adalah berat jenis pada 20 derajat celcius. 4. Untak mengetahui keandalan dari penggunaan minyak Shell Diala B. usahakan pada saat pengambilan contoh oli tidak tersentuh tangan atau terlalu lama terkena udara luar karena oli ini sangat sensitive tempatkan contoh oli pada alat tetes nyalakan power alat tetes tekan tombol start dan counter akan mencatat secara otomatis sejauh mana kemampuan dielektrik oli tersebut. Penambahan minyak transformator dari additional oil hose 5.Pembangkitan Tenaga Listrik 465 Cara pengujian adalah sebagai berikut: bersihkan tempat contoh oli dari kotoran dengan mencucinya dengan oli sampai bersih ambil contoh oli yang akan diuji. Univolt 80 dan campurannya dilakukan pengujian terhadap tujuh sampel dari minyak baru tersebut. Shel Diala B dan Oil additional oil hose memiliki merk Univolt 80. PLN sebagai perusahaan penyedia an listrik nasional beserta LMK menetapkan bahwa minyak transformator standar yang digunakan di Indonesia adalah Shell Diala B. Filterisasi Pencampuran kedua jenis minyak ini dilakukan dengan mengacu hasil pengujian atau pemeriksaan terhadap sampel-sampel yang dilakukan di Laboratorium PLN. tekan tombol reset untuk mengembalikan ke posisi semula hasil pengujian tegangan tembus diambil rata-ratanya setelah dilakukan 5 (lima) kali dengan selang waktu 2 menit. angka kenetralan.

5. Keselamatan Kerja Peraturan-peraturan dasar yang menyangkut semua peralatan listrik berlaku pula untuk nsformator dengan berapa ciri khas. Maksud melepaskan sisi sekunder menjaga kemungkinan terjdinya suatu umpan balik setelah dilepaskan. Pentanahan ini baru dilepaskan setelah semua pekerjaan selesai. Berdasarkan hasil uji viskositasnya. Bila mengadakan perbaikan dan pemeliharaan sebuah transformator yang perlu dan penting untuk diperhatikan adalah melepaskan transformator dari semua hubungan pada sisi primer maupun pada sisi sekunder. Berdasarkan hasil pengupan nampak bahwa sifat-sifat campuran kedua. minyak masih berada diantara sifat-sifat kedua minyak. ini berarti tidak ada pengaruh reaksi antara rninyak Shell Diala B dengan Univolt 80 yang dapat menyebabkan sifat-sifat bergeser dari sifat-sifat awalnya. Jika mempergunakan sekering kawat lebur ini perlu disimpan untuk menjaga sengaja dipasang lagi oleh orang lain. Setelah dilepaskan. kumparan primer dan skunder dihubungkan dengan tanah untuk menghilangkan kemungkinan masih adanya sisa. pentanahan bejana transformator diperiksa apakah berada dalam keadaan baik. Kedua jenis minyak ini memiliki sifat-sifat awal yang sesuai dengan spesifikasi minyak isolasi berdasarkan SPLN 49-1. harus dan perhatikan bahwa di dalam bejana tidak akan terdapat suatu tekanan. alat pembukannya dikunci dalam posisi terbuka. Walaupun jaraknya lebih jauh. Jika .1982. Dari viskositasnya tampak bahwa kedua jenis minyak transformator ini termasuk kelas satu. Pencampuran memiliki perbandingan. tegangan tembus dan ketahanan oksidasi (kadar kotoran). Jika bejana akan dibuka karena diperlukan pemeriksaan didalamnya. energi di dalam transformator. Hal ini dilakukan dengan bantuan sebuah katup yang terletak di atas cairan isolasi.466 Pembangkitan Tenaga Listrik pengeringan tembaga. campuran minyak Shell Diala B dengan Univolt 80 dalam berbagai perbandingan termasuk dalam kelas satu. Shell Diala B dan campurannya memiliki sifat penyerapan terhadap udara luar yang relatif sama. yaitu: Kode Contoh I Kode Contoh II Kode Contoh III Kode Contoh IV Kode Contoh V Kode Contoh VI Kode Contoh VII Univolt 80 100% Univolt 80 80% Shell Diala B 20% Univolt 80 60% Shell Diala B 40% Univolt 80 50% Shell Diala B 50% Univolt 80 40% Shell Diala B 60% Univolt 80 20% Shell Diala B 80% Shell Diala B 100%. Minyak Univolt 80.

Perlu merupakan suatu prosedur tetap bila seseorang memasuki sebuah bejana transformator. hidung dan bibir yang dapat menjadi serius. setelah pekerjaan selesai dan sebelum disambungkan pada sumber pada sumber listrik. Bahan askarel ini hendaknya jangan terkena kulit karena mempunyai efek. B. tang dan lain sebagainya tidak tertinggal di dalam jika pekerjaan selesai. dan yang tepat diperiksa. agar dijaga dan dibantu oleh seorang lain yang berada di luarnya. Perhatian yang khusus harus diberikan bila transformator mempergunakan bahan askarel sebagai cairan isolasi.2. perlu diperhatikan bahwa semua keadaan telah aman dan baik. terutama pada mata.2 Contoh Vacuum Interrupter .Pembangkitan Tenaga Listrik 467 dipergunakan gas. mulai bejana transformator harus dikosongkan dan diisi dengan udara bersih. Perhatian agar alat-alat seperti obeng. karena uapnya racun. Transformator yang berisi askarel hendaknya juga jangan dibuka jika masih berada dalam keadaan pahas. agar hal itu dilakukan ditempat yang mempunyai ventilasi yang baik. Sebaliknya disusun suatu daftar peralatan yang dipakai. Vacuum Interrupter (VI) Beberapa peralatan pengaman pada system pembangkitan tenaga listrik antara lain adalah Vacuum Interrupter (VI). Jika tidak dapat dihindari untuk membuka transformator dalam keadaan panas. Gambar X. Switchgear 1. ditunjukkan pada Gambar X. dan personil perlu dihindari dari kena uapnya.

300 kV. dan 72. dan 72. 245 kV.3 Gas Insulated Switchgear (GIS) Gambar X. Gas Switchgear Combined (GSC) yang memiliki tegangan kerja 550kV.4.5kV. 84kV.5kV seperti ditunjukkan pada Gambar X.3 yang memiliki tegangan kerja 550kV.5kV Gambar X. 4 (a) Gas Switchgear Combined (GSC) 550kV . 300kV. (a) Gas Insulated Switchgear (GIS) 550kV (b) Gas Insulated Switchgear (GIS) 300kV (c) Gas Insulated Switchgear (GIS) 84kV (d) Gas Insulated Switchgear (GIS) 72. Switchgear Macam-macam switchgear antara lain adalah Gas Insulated Switchgear (GIS) seperti ditunjukkan pada Gambar X.468 Pembangkitan Tenaga Listrik 2.

5 kV .Pembangkitan Tenaga Listrik 469 Gambar X.4 (c) Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV Gambar X.4 (d) Gas Switchgear Combined (GSC) 72. 4 (b) Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV Gambar X.

4000A Gambar X.470 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.5 menunjukkan Gas Combined Swithgear (GCS) yang memiliki tegangan kerja 550kV. 4000A Gambar X.5kV . 6 menunjukkan C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) Gambar X.6 (a) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72.5 Gas Combined Swithgear (GCS) 550kV.

6 (b) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24kV Gambar X.5 .Pembangkitan Tenaga Listrik 471 Gambar X.6 (c) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 12kV Gambar X. 7 Dry Air Insulated Switchgear 72.

472 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.5kA Features no usage of SF6 gas no gas-liquefaction in any ambient temp. (liquefaction point: -180 deg C) longer life & Easier maintenance than GCB .9 Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72.8 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145kV Gambar X.5 kV Current: 1250 to 2000A Rated breaking current: up to 31.

5kA Features superb interrupting performance compact low pressure of SF6 insulation gas reduction of maintenance and installation costs optimal arrangement of major equipments (VCB.10 Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72.Pembangkitan Tenaga Listrik 473 Gambar X.5kV Gambar X. ES BCT.5kV current : up to 2000A rated breaking current : up to 31. VT and LA) reduction of installation spac 72. 11 VCS (Vacuum Combined Switchgear) . DS.

current : 630 to 3150A rated breaking current : up to 25kA/ 40kA Features high performance even in the worst case scenario.13 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit voltage 24 kV . such as out-of-phase breaking high speed re-closing duty server circuit conditions switching capacitors reducted maintenance costs no fire hazard compact and light weight Gambar X.6kV to 36kV Gambar X.5kV . 12 VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door unit voltage : 3.474 Pembangkitan Tenaga Listrik voltage : 72.

Pembangkitan Tenaga Listrik

475

Gambar X.14
Oil-Immersed Distribution Transformers
voltage : 7.2kV to 36kV power : 750kVA to 3000kVA

Gambar X.15
SF6 Gas-Insulated Transformer

3. Gangguan-gangguan pada Pemutus (Pemutus Tenaga Rusak atau Meledak) Penyebab kerusakan pada pemutus tenaga antara lain adalah: a. Arus hubung singkat melewati kemampuan pemutus tenaga (PMT) L a n g k a h p e n c e g a h a n n y a adalah mengganti PMT yang memiliki kemampuan memutus arus hubung singkat yang lebih besar dengan tingkat hubung singkat. b. Kegagalan pada sistem proteksinya Penyebab kegagalan pada sistem proteksi antara lain: 1) Baterai accu tegangannya lemah 2) Relay tidak bekerja dan atau terbakar 3) Pengawatan pada bagian s k u n d e r u n t u k s i s t e m proteksi hubung singkat 4) Kerusakan pada kont ak-kontak dalam PMT 5) Mekanisme penggerak (motor listrik) pada PMT macet

476

Pembangkitan Tenaga Listrik

Langkah untuk mencegah kegagalan antara lain adalah pada sistem proteksi perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh dan secara periodik.

Gambar X.16
Cast Resin Transformer

Gambar X. 17
Sheet-Winding (standard; aluminum optional; copper)
3-phase 50Hz 10,000kVA 22/6.6kV

Pembangkitan Tenaga Listrik

477

Gambar X. 18
Gambar-Gambar Short Circuit Breaking Tests

Gambar X.19
Short-Time Withstand Current Test

478

Pembangkitan Tenaga Listrik

Gambar X. 20
Alternating Current Withstand Voltage Test

Gambar X.21
Internal Arc Test of Cubicle

C. RELAI PROTEKSI Relai adalah sebuah alat yang bekerja secara otomatis mengatur/ memasukkan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya perubahan rangkaian yang lain Relai proteksi adalah suatu relai listrik yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik terhadap kondisi abnormal.

Disconnecting Switch – PMT/PMB (Pemutus Tenaga dan Pemutus Beban). Fungsi dan peranan relai proteksi adalah mengamankan operasi peralatan pembangkit dari kecelakaan atau kerusakan yang fatal. Gambar X. Circuit Breaker. Sistem Excitacy Sistem excitacy adalah sistem mengalirnya pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator listrik. Battery dan Pengawatan. Sistem excitacy dengan sikat Sistem excitasi menggunakan sikat. transformator bantu dan motor-motor listrik pemakaian sendiri suatu pembangkit listrik. Yang dimaksud dengan perangkat sistem proteksi adalah: Relai. Trafo tegangan (PT/ Potential Transformer) dan Trafo arus (CT/Current Transformer).Pembangkitan Tenaga Listrik 479 Relai proteksi pembangkit adalah suatu relai proteksi yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik seperti generator. yaitu: (1) Sistem eksitasi dengan menggunakan sikat (brush excitation) dan (2) Sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation). Sistem eksitasi pada generator listrik terdiri dari 2 macam. 1. transformator utama.22 Slide Shows D. Jka menggunakan sumber listrik listrik yang berasal dari generator AC atau menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) medan magnetnya adalah magnet permanent. sumber tenaga listrik berasal dari sumber listrik yang berasal dari generator arus searah (DC) atau generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan terlebih dahulu dengan menggunakan rectifier. sehingga menghasilkan tenaga listrik dan besar tegangan output bergantung pada besarnya arus excitacy. .

Keuntungan system excitation tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). Sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) Penggunaan sikat atau slip ring untuk menyalurkan arus excitasi ke rotor generator mempunyai kelemahan karena besarnya arus yang mampu dialirkan pada sikat arang relative kecil. komutator dan slip ring 3) Pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terjadi kerusakan isolasi karena melekatnya debu karbon pada farnish akibat sikat arang 4) Mengurangi kerusakan (trouble) akibat udara buruk (bad atmosfere) sebab semua peralatan ditempatkan pada ruang tertutup 5) Selama operasi tidak diperlukan pengganti sikat. Untuk mengatasi keterbatasan sikat arang. Pilot exciter Pilot exciter merupakan bagian stator exciter. demikian juga penyaluran arus yang berasal dari pilot exciter ke main exciter. Fungsinya adalah sebagai bahan magnit karena ada arus yang mengalir . field generator dan bus exciter atau kabel tidak diperlikan lagi 7) Biaya pondasi berkurang. pada PLTU menggunakan tipe MEC-3200. sebagai contoh. sehingga menngkatkan keandalan operasi dapat berlangsung kontinyu pada waktu yang lama 6) Pemutus medan generator (Generator field breaker). antara lain adalah: 1) Energi yang diperlukan untuk excitacy diperoleh dari poros utama (main shaft). Untuk mengalirkan arus eksitasi dari main eksiter ke rotor generator menggunakan slip ring dan sikat arang. sehingga keandalannya tinggi 2) Biaya perawatan berkurang karena pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terdapat sikat. tegangan listrik arus bolak balik diubah atau disearahkan menjadi tegangan arus searah untuk mengontrol kumparan medan exciter utama (main exciter). sebab aluran udara dan bus exciter atau kabel tidak memerlukan pondasi 3. Bagian-bagian dari sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) pada PLTU Secara garis besar sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) adalah sebagai berikut: a. merupakan belitan jangkar. pada generator pembangkit menggunakan system eksitasi tanpa menggunakan sikat (brushless excitation).480 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam lemari penyearah. 2.

Generator AC yang berfungsi sebagai AC exciter adalah generator sinkron. Rotating rectifier terletak pada poros utama. AC rectifier AC rectifier adalah bagian exciter yang berputar seporos dengan kumparan jangkar generator. Kondisi terbuka terjadai pada saat turbin akan berhenti atau mati (triping). Sifat kemagnitan ini akan membangkitkan GGL (Gaya Gerak Listrik) pada jangkar akibat induksi magnit dan daya yang dihasilkan sesuai dengan nilai kemagnitan yang dimiliki. 2) Stator Stator merupakan again dari PMG yang tidak bergerak dan berfungsi membangkitkan tegangan AC dan tegangan tersebut dipakai untuk beban. Permanen Magnet Generator (PMG) Permanen Magnet Generator (PMG) seporos dengan poros generator utama sehingga PMG dapat menghasilkan daya apabila generator berputar. pada saat ini turbin beroperasi pada kecepatan rendah kondisi rangkaian breaker pada kondisi terbuka (open) karena generator . Breaker rangkaian medan harus pada kondisi tertutup (close) ketika generator mencapai kecepatan tinggi dengan nilai yang telah diseting. Jadi total semua rectifier untuk 3 phasa yang dipergunakan adalah 18 buah karena pada tiap-tiap phasa memiliki 6 buah kirim dan masuk Tegangan dari generator AC yang berfungsi sebagai Exciter disearahkan sebagai sumber Excitacy genartor utama. e.Pembangkitan Tenaga Listrik 481 pada kumparan tersebut dengan menggunakan PMG (permanent magnet generator) sebagai sumber tegangan utamanya. Setiap phasa mempunyai dua pasang rectifier sebagai jalan keluar masuknya arus. Field circuit breaker Breaker rangkaian medan (41E) dioperasikan oleh motor listrik yang dioperasikan secara manual. d. c. yaitu: 1) Magnit permanen Merupakan bagian rotor dari PMG yang sejenis dengan generator utama yang terbuat dari besi yang memiliki sifat kemagnitan yang kuat atau sering disebut magnit permanent. b. Tentunya penyetingan ini telah diatur oleh perusahaan. PMG memiliki dua bagian utama. Rotating Rectifier Rotating rectifier merupakan rangkaian penyearah gelombang penuh tiga fasa dua arah kirim kembali.

13V. Manfaat dari ini adalah untuk menyeimbangkan tegangan induksi generator satu dengan yang lainnya. . Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. Alat ini menyerupai trafo step down dalam fungsinya untuk menurunkan tegangan dari 110 volt menjadi tegangan 6 volt.5 KV seperti tegangan Generator pembangkit PLTU Perak saat ini. Alat ini berfungsi untuk mengatur atau menseting besarnya masukan pada AVR yang digunakan untuk mengatur besarnya tegangan generator AC. 9V. h. 9V. Voltage adjuster (90 R) Merupakan pengatur tegangan excitacy. Yang tentunya alat ini berbentuk tep-tep untuk memilih besar tegangan outpunya. 15V dan untuk nilai tegangan yang lainnya.482 Pembangkitan Tenaga Listrik utama tidak berbeban dan tidak membutuhkan tegangan untuk menghasilkan output. Sehingga output generator mempunyai tegangan yang sama untuk memikul beban yang sama pula. Voltage output Merupakan pengatur tegangan exscitacy. 15V. f. yaitu pada saat pembangkit mulai running atau berhenti (triping). yaitu bila menggunakan dua generator atau lebih. Apabila tegangan tepat diatas 9 V maka output generator akan bertambah besar. Alat ini mengatur atau menyeting besarnya masukan pada AVR yang untuk menentukan besarnya tegangan induksi generator. i. 12V. yang berarti Voltage adjuster (90 R) merupakan alat untuk menseting besar tegangan output generator utama dan juga bila sebaliknya. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. dan lain-lain. g. Manual voltage regulator (70 E) Digunakan untuk pengaturan tegangan penguatan secara manual. 12V. Alat ini seperti halnya trafo step down dikarenakan alat ini menurunkan tegangan dari 110V menjadi 6V. Biasanya alat ini dioperasikan pada saat AVR belum bekerja secara maksimal akibat belum adanya sumber tegangan untuk bekerja secara optimal. sehingga yang dipilih tegangan 9 Volt. saat ini tegangan output PMG tidak dapat menyuplai tegangan yang dibutuhkan oleh AVR sehingga exsitacy pada generator harus dioperasikan secara manual. Cross current compensator (CCC) Cross current compensator dioperasikan pararel pada generator. tentunya dengan putaran sama. yang berarti tegangan tep dipilih 9 V maka tegangan output generator 13.

Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator maka AVR akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter. Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan (excitacy) pada exciter. : DC 20A. Yang tentunya alat ini seperti regulator pada umumnya dengan cara mengubah jumlah kutub untuk mengubah besar tegangan. Ini terdapat suatu indikator tegangan excitacy. Dan juga sebaliknya apabila tegangan output Generator melebihi tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. Dengan demikian apabila terjadi perubahan tegangan output Generator akan dapat distabilkan. 20A. 400Hz. Data-data automatic voltage regulator (AVR) pada unit III dan IV sebagai berikut : Model Tipe Regulation Input Voltage Output Voltage Output Current : Of Tyrystor Auxomatic Voltage Regulator System : VRG-PMH II. AVR secara otomatis dikarenakan dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis. : AC 125 V 350 420 HZ. Sistem pengoperasian Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah dikarenakan beban sangat mempengaruhi tegangan output generator. Serta mendapat sensor dari potencial transformer (PT) dan current transformer (CT). E. AVR dioperasikan dengan mendapat satu daya dari permanen magnet generator (PMG) dengan tegangan 110V.Pembangkitan Tenaga Listrik 483 Untuk bekerja 70E ini dengan putar searah jarum jam atau berlawanan. : Within ± 1 %. Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) 1. : DC 130 V. Alat ini bilamana diputar searah jarum jam untuk menambah sumber tegangan excitacy dan sebaliknya diputar berlawanan bilamana untuk mengurangi tegangan excitacy. .

Sensing circuit Tegangan tiga phasa generator diberikan pada sensing circuit melewati PT dan 90R terlebih dahulu.484 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. Keluaran dari comparative amplifier dan keluaran dari over excitation limiter (OEL) adalah tegangan negative dan dari tegangan negatif kemudian pada masukan OP201. Ini akan dihilangkan dengan cara memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing voltage. Keuntungan dari sensing circuit adalah mempunyai respon yang cepat terhadap tegangan output generator. Ketika over excitation limiter (OEL) atau minimum excitation limiter (MEL) tidak operasi maka keluaran dari comparative amplifier dikuatkan oleh OP201 dan . Comparative amplifier Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing circuit dengan set voltage. Selisih tegangan disebut dengan error voltage. dan R34 adalah rangkaian penguat utama atau penguatan tingkat terendah. Amplifier circuit Aliran arus dari D11. dan diratakan oleh rangkaian kapasitor dan resistor dan tegangan ini dapat diatur dengan VR (Variable Resistan).23 Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator b. D12. Sensing voltage Output voltage of generator Gambar X. dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan kemudian disearahkan dengan rangkaian dioda. Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator berbanding lurus seperti ditinjukkan pada Gambar X. Besar sensing voltage dengan set voltage tidak mempunyai nilai yang sama sehingga selisih/rentang besar tegangan tersebut. c.23. Bagian-bagian pada unit AVR a.

Auto-manual change over and mixer circuit pada operasi manual pengaturan tegangan penguatan medan generator dilakukan oleh 70E. OP401 adalah Amplifier untuk balance meter hubungan antara tegangan masuk dan tegangan keluaran dari OP201 dan OP401 diperlihatkan pada bagan berikut.24 Rangkaian Amplifier d. e. Limited circuit Limited circuit adalah untuk penentuan pembatasan lebih dan kurang penguatan (excitation) untuk pengaturan tegangan output pada sistem excitacy. VR125 untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 untuk pembatas minimal dari keluaran terminal C6. f. dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi manual maka AVR (automatic voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. R34 R35 D11 D13 OP201 OP301 D14 Comparative Amplyfier D12 Auto Manual Cange Over and Mixer Circuit OEL MEL Damping Circuit OP401 Balance Meter Gambar X. Phase syncronizing circuit Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor dengan menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara mengubah besarnya sudut sinyal pada gerbang tyristor.Pembangkitan Tenaga Listrik 485 OP301 masukan dari OP301 dijumlahkan dengan keluaran dari dumping circuit. Auotomatic manual change over and mixer circuit Rangkaian ini disusun secara Auto-manual pemindah hubungan dan sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatan medan generator. Dan apabila rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus medan generator. Rangkaian phase sinkronisasi berfungsi untuk mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai dengan tegangan output dari batas sinkronisasi dan juga sinyal kontrol yang diberikan pada tyristor di bawah ini terdapat gambar sinkronisasi .

h.25 Diagram Minimum Excitasi Limiter . i. Rangkaian inijuga digunakan untuk membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang telah diseting. Dumping circuit Dumping circuit akan memberikan sensor besarnya penguatan tegangan dari AC exciter dan untuk diberikan ke amplifier circuit dengan dijadikan feed back masukan terminal OP301. Dan juga menggunakan fuse (sekring) yang digunakan sebagai pengaman lebur dan juga dilengkapi dengan indikator untuk memantau kerja dari tyristor yang dipasang pada bagian depan tyristor untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun pararel dan ketika terjadi kesalahan atau putus salah satunya masih dapat beroperasi. Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi operasional dari generator yaitu dengan mendeteksi keluaran tegangan dan arus pada generator. Rangkaian ini akan m emberikan batas sinyal pada rangkaian AVR apabila melebihi eksitasi minimum. Unit tyristor Merupakan susunan dari tyristor dan dioda. kemudian output dari MEL ( Minimum Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier. j. MEL (minimum excitacy limiter) MEL (minimum eksitasi limiter) yaitu untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan pada generator dan adanya penambahan penguatan (excitacy) untuk meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan. Thyristor firing circuit Rangkaian ini sebagai pelengkap tyristor untuk memberikan sinyal kontrol pada gerbang tyristor. Current Fa ctor Ke AVR Voltage Factor Amplifier Gambar X.486 Pembangkitan Tenaga Listrik g.

Rangkaian ini untuk menaikkan sinyal dan menurunkan sinyal yang dikendalikan oleh 70E. Automatic follower Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan pengaturan secara manual oleh 70E. Hal tersebut dijadikan pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada generator dengan adanya perubahan beban.Pembangkitan Tenaga Listrik 487 k.26 Blok Diagram Automatic Follower . Pengoperasian ini digunakan untuk pengaturan manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitacy yang telah disesuaikan. Amplifier Circuit Discrimination Circuit 70E Raising Circuit 70E M 70E Raising Circuit Amplifier Circuit Gambar X. Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal error. Automatic Ffollower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal tegangan error dan pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat nilai nol. Kondisi pengoperasian generator dan pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal tegangan error. Dengan cara memutar 70E untuk mengendalikan sinyal pada rangkaian ini. Hal tersebut digunakan untuk menjaga kesetabilan tegangan pada generator.

27 Diagram Excitacy .488 Pembangkitan Tenaga Listrik CCC 90R MEL AVR 70E Auto-Manual Mixer Automatic Field Follower Tyrister Amplifier 41E G Generator AC Exciter PMG Gambar X.

pengawatan rangkaian dan pengotrolan suatu transformator.Pembangkitan Tenaga Listrik 489 Sensing Circuit Comparative Amplifier Amplifier Circuit Auto-Manual Change Over And Mixer Circuit 70E CEL MBL Dumping Circuit Automatic Follower Thyristor Firing Circuit Phasa Syncronizing C Thyristor Firing Circuit G Generator AC Exiter PMG Gambar X. Contoh: Ada sebuah transformator sistem kontrol magnetis. elektronik/digital dan bahkan kontrol sistem komputer. Secara spesifik kumparan dan bagian mekanik setiap transformator sama. rangkaian dan pengontrolan suatu transformator sangat spesifik dan satu sama lain berbeda. tergantung dari tingkat keandaiannya. Pemeliharaan Sistem Kontrol Yang dibahas dalam topik ini tentang rangkaian dan kontrol transformator yang meliputi perbaikan relai-relai (proteksi). kontrol .28 Diagram AVR F. Lain halnya dengan alat proteksi.

kontrol transformator serta perbaikannya. Kerusakan umumnya terjadi pada sambungan kabel pada terminal terlepas dan tahanan pentanahan di atas standar. dan rangkaian Kerusakan pada sumber tenaga dan pengawatan. memperbaiki atau mengganti pengawatan dan . counter dan regulator. Adapun kerusakan alat proteksi. Tindakan perbaikan adalah dengan m emperbaiki sambungan/terminal pengawatan. Tindakan perbaikan adalah dengan mengganti terminal sambungan kabel. Apabila pengelolaan perawatan tentang perawatan rangkaian dan terminal transformator dilaksanakan dengan intensif. Kerusakan umumnya pada indikator minyak. 1) Kerusakan tap changer (perubah tap). circuit breaker dan pengaman arus lebih. b. bongkar pasang/mengganti circuit breaker dan menguji atau mengganti pengaman arus lebih. kontrol dan rangkaian transformator tidak akan terjadi. Dan memperbaiki pentanahan dengan memeriksa elektroda dan mengganti terminal sambungnya. bagian mekanik macet. mengkalibrasi counter dan menguji serta menyeting regulator dengan relai maupun manual. Kerusakan pada umumnya pada penyambungan pengawatan. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. bongkar pasang bagian mekanik. indikator pendingin.490 Pembangkitan Tenaga Listrik Jadi disini gamba-gambar rangkaian. maka kerusakan terhadap alat proteksi. kontrol dan relai-relai (proteksi) serta buku petunjuk pemeliharaan sangat menentukan dan diperlukan dalam perbaikan transformator. antara lain: a. 2) Kerusakan indikator minyak. Kerusakan pada terminal utama dan pentanahan. Tindakan perbaikan adalah dengan menyetel posisi kontak point dan atau mengganti. sensor indikator pendingin dan sensor temperatur. dan mengganti alat-alat sensor permukaan minyak. memperbaiki. dan indikator temperatur tidak menunjuk angka. Selain itu juga memeriksa. pendingin dan temperatur. Tetapi walaupun demikian dapat saja terjadi kerusakan-kerusakan di luar perhitungan. Kerusakan umumnya pada dudukan kontak utama.

menseting. Transformator I Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 150 kVA Tegangan Primer 5.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 3. Tindakan perbaikan adalah dengan mengkalibrasi. relairelai tidak sesuai setting atau tidak bekerja dan sumber daya DC tidak m e n g e l u a r k a n t e g a n g a n a t a u t e g a n g a n d i bawah n o r m a l . 4) Kerusakan kontaktor-kontaktor. limit switch dan terminal-terminalnya. limit switch dan terminal control Kerusakan umumnya pada kontaktor. sehingga didpatkan muatan yang seimbang.000-6. Data transformator seperti ditunjukkan di bawah ini.75% . Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. 5) Alat-alat ukur tidak mununjuk sempurna atau rusak Kerusakan umumnya pada penunjukan yang tidak akurat atau tidak m e n u n j u k d a n t r a n s f o r m a t o r u k u r t i d a k b e r f u n g s i . prosentase impedansi sama. memeriksa atau menyetel dan memperbaiki limit switch dan memeriksa atau memperbaiki serta mengganti terminalterminal. Bagaimana pengaruhnya terhadap keseimbangan muatan jika dua transformator yang memiliki prosentase impedansi tidak sama.Pembangkitan Tenaga Listrik 491 memeriksa relairelai yang berhubungan dengan indikator. memeriksa atau memperbaiki relai-relai serta memeriksa atau memperbaiki serta mengganti penyearah dan pengontrol sumber daya DC serta perbaiki penguatannya. sumber daya DC dan pengawatannya Kerusakan umumnya pada alarm tidak mengeluarkan sinyal. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. r elai. memperbaiki atau mengganti alat-alat ukur dan memeriksa serta memperbaiki pengawatannya serta memeriksa atau dapat melakukan perbaikan transformator ukur. memperbaiki alarm. memperbaiki dan atau mengganti kontak point kontaktor. Contoh soal Transformator yang dipararel syaratnya adalah perbandingan tegangan. 3) K e r u s a k a n alarm proteksi.740-6.

000 V Tegangan skunder 231 V Transformator II Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 100 kVA Tegangan Primer 5. Tugas Buat laporan kegiatan yang anda lakukan dan diskusikandengan teman anda dengan didampingi guru .4 x 250 90kVA 64. dan system pengaman yang ada di bengkel anda dengan bimbingan guru dan teknisi H.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 4.1 40 : 24.000-6.4% Saklar pada transformator I =6. Latihan Laksanakan pemeliharaan transformator.492 Pembangkitan Tenaga Listrik Saklar pada transformator I =6. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator II adalah sebesar: 24.4 Jumlah daya transformator I dan II =150 + 100 = 250 kVA Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator I adalah sebesar: 40 x250 155kVA 64.75 4. excitacy.000 V Tegangan skunder 231 V Penyelesaian: PI PII : ZtrafoI ZtrafoII 150 100 : 3.740-6. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung pada rel pengumpul adalah 150 sebesar x 250 240kVA 155 G.

satu motor listrik untuk keperluan berjalan dan 1 (satu) motor listrik lainnya untuk jalan rel. Sedangkan untuk kecepatan putaran yang dipilih adalah bergantung dari berat beban. Sistem kontrol yang dignakan pada crane jenis ini adalah menggunakan pengendal (pengontrolan) dengan kontaktor-kontaktor yang dilengkapi dengan saklar push-button. dalam hal ini putaran kanan dan kiri. Motor listrik untuk mengangkat beban pada crane Motor listrik yang digunakan memiliki dapat diatur arah putarannya. crane yang dimiliki PT Dok dan Perkapalan (Persero). Dengan pengontrolan. kecepatan putaran dapat diatur. Namun demikian jika dikehendaki dengan kecepatan putaran yang tinggi. Crane Tower. sehingga motor listrik dapat beroperasi secara maksimal. Besar kecilnya daya motor listrik bergantung dari berdasarkan daya beban. 2. Sebagai contoh. maka tinggal mengubah bentuk belitannya . maka menggunakan putaran dengan kecepatan rendah. Misalnya untuk mengangkat beban dengan kecepatan putaran tunggi atau rendah atau menurunkan beban dengan menggunakan kecepatan putaran tinggi atau rendah. Crane gantung berjalan adalah mesin berjalan mesin yang berjalan di rel yang ditopang oleh bangunan yang memiliki troli dan diperlengkapi dengan kerekan yang berjalan melintang di rel yang bertumpu pada bangnan untuk mengangkat beban. dan Crane Derek. pipa dan peralatan kapal lainnya. Pengantar Crane adalah alat untuk pelayan beban mekanis atau muatan yang dilengkapi dengan kerekan untuk mengangkat benda dan berfungsi juga untuk menggerakkan benda yang diangkat melalui ruangan. Macammacam crane adalah: Crane Gantung berjalan.Crane dan Elevator (Lift) 493 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. Pada crane di perusahaan ini menggunakan 3 (tiga buah) motor listrik yang masing-masing satu motor untuk mengangkat beban. Contoh penggunaan adalah pada PT DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero) untuk mengangkat plat baja. karena crane yang dimiliki kapasitas 16 ton. Crane 1.

1 Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Keterangan gambar K1 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kanan K2 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kiri K3 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kanan K4 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kiri . Gambar XI. Gambar X. Rangkaian Pengendali Kecepatan Motor Listrik Dahlander Untuk mengatur hubungan belitan digunakan alat yang disebut main winding menggunakan rangkaian kontaktor.1 menunjukkan gambar pengawatan untuk mengatur kecepatan (rendah dan tinggi) pada motor listrik untuk crane.494 Pembangkitan Tenaga Listrik (karena motor listrik yang dimiliki jenis belitannya dahlander) belitannya dahlander dengan tujuan jika bebannya besar. dan 3.

8m (11-1) Keterangan: F = Gaya benda(N-Newton) M = masa tau berat (kg) 9. 4. dan untuk mengoperasikan motor dengan kecepatan tinggi kearah kiri maka kita harus menekan S5 maka motor akan berputar cepat kearah kiri dengan syarat tidak menekan tombol selain S5. Pada kondisi ini. Untuk menentukan tenaga atau force gravitasi bumi adalah: F 9. putaran motor listrik kearah kiri. Rumus-rumus yang terkait dengan crane a.8 = grafitasi bumi .2 Single Line Diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Jika tombol S2 ditekan. Dengan menekan tombol S4 terus menerus maka motor akan berputar dengan kecepatan tinggi kearah kanan dengan ketentuan tidak boleh menekan tombol lain selain S4.Crane dan Elevator (Lift) 495 Gambar XI. kontaktor K1 bekerja karena pada sistem control ini tidak memakai sistem penguncian maka operator harus menekan terus menerus supaya motor listrik dapat bekerja terus menerus juga.

Tenaga Mekanik W = F . dengan diameter pully 1 meter.8 x12 177.8m 9.496 Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh: Hitung nilai tenaga pada masa 12 kg Penyelesaian: F F F 9.5 =300 N Gaya pada saat pengereman dengan jarak 2 meter adalah T = 150/2 = 75 N c. hitung jarak pengereman jika motor berhenti 2 m dan gaya pengereman Penyelesaian: F = T/R=150/0. d Joule Keterangan: W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) d = jarak pemindahan benda dalam meter (m) (11-3) Contoh: .d.6 N b. Torsi mekanik T = F. 3 Contoh gambar menentukan torsi mekanik Keterangan: T = Torsi dalam Newton Meter (NM) F = gaya (Force) dalam Newton (N) d = Jarak benda dalam satuan meter Contoh: Torsi motor pada saat start 150 N -M. (N-m) F d (11-2) Gambar XI.

Gambar XI.10 = 4. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power. 1 HP = 746 Watt). tentukan gaya dan tenaga pada benda. 5 . d = 490. 900 J d. Daya mekanik P=W.8.Crane dan Elevator (Lift) 497 Jika berat benda 50 kg pada ketinggian 10 m seperti ditunjukkan pada Gambar 5 di bawah ini. Gambar XI.8. 4 Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik F = 9.t Watt (11-4) Keterangan P = daya mekanik dalam Watt (W) W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) t = waktu kerja dalam detik Contoh: Motor untuk lift dengan berat benda 500 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik.50 = 490 N W = F. m = 9.

55= konstanta Contoh Gambar XI.d = 4.000/12 = 12.8.4 HP e. m = 9. 6 Contoh Gambar Menentukan Daya Motor Listrik .55 (11-5) Keterangan P = daya mekanik motor (W) T = Torsi motor (N-m) N = kecepatan motor dalam radial per menit (rpm) 9.498 Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh gambar menentukan daya mekanik Penyelesaian: F = 9. Daya motor listrik P nT Watt 9.250 /746 = 16.250 Watt = 12.25 kW P = 12.000 J Daya motor P = W/t P = 147.8 x 500 = 4.900 x 30 = 147.900 N W=F.

(T/9. Penyelesaian: T= F/R = (25-5) x 0.5 HP f.700 rpm.95) = 1. Jari-jari pully 0.000/92 = 163 kW Output mekanik motor = 150 kW Rugi-rugi pada motor P1-Po = 163 kW-150 kW = 13 kW .1 m.700 x (2/9.1 = 2 N-m P = n.Crane dan Elevator (Lift) 499 Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 25 N dan pemberat 5 N.95) = 356 W Motor yang dipilih untuk mengangkat beban adalah 0. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Efisiensi mesin listrik η Po x100% P1 (11-6) Keterangan ? = efisiensi dalam satuan persen (%) Po = daya output (W) P1 = daya input Contoh: Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh. Penyelesaian P1= Po/ ? = 150. Hitung daya output jika putaran motor 1.

Energi kinetik pada putaran dan momen enersi Ek =5. Penyelesaian Total berat bus M = 6.400 x 27.48 x 10-3 Jn 2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule 2 J = Momen Enersi dalam kg-m n = kecepatan putara (rpm) -3 2 5.8 m/s Besarnya Energi kinetik Ek =1/2 m.82 = 3.25 Mega Joule (MJ) h.48 x 10 constanta dari (p /1800) (11-8) . H itung total energi kinetiknya dan hitung energi kinetik sampai bus berhenti.500 Pembangkitan Tenaga Listrik g.928 J = 3.245.V2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule M = masa benda dalam kg V = kecepatan benda dalam m/s (meter/detik} (11-7) Contoh: Bus dengan berat 600 kg memindah benda dengan kecepatan 100 km/jam dan berpenumpang 40 orang dengan berat 2400 kg. Energi Kinetik Ek =1/2 m.400 kg Kecepatan V = 100 km/jam = (100x1000)/3600 detik = 27.000 + 2.V2 = ½ x 8.400 = 8.

8002 = 3. 7 Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Penyelesaian a.400 x 0. 8 Contoh gambar menentukan energi kinetik pada putaran dan momen enersi pada roda 2 pully .1 Mega Joule (MJ) Contoh Roda memiliki 2 ring dan poros seperti pada Gambar XI.52)/2 = 175 kg-m 2 b. Energi kinetik Ek = 5.48 x 10-3 Jn 2 = 5.48x10-3x175x 1. Pada ring diberi beban 80 kg dan 20 kg Tentukan momen enersi pada roda Gambar XI.r2 = (1. Momen inersia b.8. Energi kinetik pada roda jika kecepatannya 1. Hitung a.400 kg diameter 1 m dan lebar atau ketinggian 225 mm. Momen inersia J = m.800 rpm Gambar XI.Crane dan Elevator (Lift) 501 Contoh Roda berbentuk tabung dari logam dengan berat 1.

502 Pembangkitan Tenaga Listrik Penyelesaian Enersi pada ring luar J1 = m (R12 + R22)/2 = 80 (0.6 kg-m 2 Soal latihan 1. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut.6 kg-m2 Total momen enersi pada roda adalah: J = J1 + J2 = 10 + 0. Radius pully 0.700 rpm.6 = 10.42 + 0. .1 m. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh. 2.32)/2 = 10 kg-m 2 Pada ring dalam J2 = m L2/12 = 20 (0.62)/12 = 0. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N. Hitung daya output jika putaran motor 1.

Waktu yang dibutuhkan oleh motor tersebut untuk benar-benar berhenti tergantung pada kelembaman motor. Metode pengereman diterapkan berdasarkan pada . Apa bila kita berkeinginan mengontrol rate/tingkat gerak motor waktu bergerak pelan atau berhenti. beban dan friksi motor itu sendiri. Pengereman Motor AC Sebuah motor akan berhenti bergerak bila diputus hubungkan dari suplai daya.Crane dan Elevator (Lift) 503 Tabel XI.1 Momen Inersi Gerak dan Putaran 5. maka memerlukan tindakan pengereman.

(3) Dengan menggunakan DC terhadap lilitan motor pada saat suplay ac diputus hubungkan. dan (4) Mengandalkan energi yang dihasilkan motor pada saat motor tersebut digerakkan beban.504 Pembangkitan Tenaga Listrik aplikasi. Terdapat berbagai cara agar pengereman motor bisa dilakukan termasuk cara-cara berikut: (1) Dengan memakai perangkat friksi mekanik untuk memberhentikan dan menahan beban. (2) Dengan memberi arus gerak rotasi motor. Motor hanya digerakkan dalam satu arah dan harus benar-benar berhenti pada saat tombol stop ditekan.9 ditununjukkan susunan Plug. Mekanik 2. biaya dan hasil yang diharapkan. kebutuhan akan rangkaiaan. Plug Prinsip kerja dan gambar diagram rangkaian masing-masing metoda diuraikan sebagai berikut: 1) Plug Breaking Plug Braking merupakan pengereman motor dengan cara membalikkan arah motor sehingga motor dapat menghasilkan daya torsi penyeimbang dan membentuk daya perlambatan.9 Rangkaian Control Plug .daya yang ada. Pada Gambar XI. Stop F Start R F OL’s O F4 Zero Speed Switch F R Gambar XI. Dinamik 3. Empat macam metoda pengereman yang banyak dipakai adalah sebagai berikut: 1. Regeneratif 4.

10 menunjukkan Rangkaian Daya Plugging. . Secara normal saklar tersebut pada keadaan tidak beroperasi. Saklar kecepatan nol tersebut dioperasikan dengan motor. 2) Pengereman Dinamik Pengereman Dinamik adalah sebuah metoda pengereman untuk motor induksi AC dengan cara menerapkan sebuah sumber DC pada lilitan stator dari sebuah motor setelah suplai diputus hubungkan. Pada saat motor berrotasi kontak-kontak saklar menutup dan tetap menutup sampai motor berhenti secara total.Crane dan Elevator (Lift) 505 L1 L2 L3 1 K1 2 4 6 1 4 6 K2 3 5 2 3 5 M 3~ Gambar XI. Pengereman dinamik terkadang disebut juga sebagai pengereman elektronik. Gambar XI.10 Rangkaian Daya Plugging Untuk diperhatikan bahwa saklar kecepatan nol digunakan pada rangkaian ini.

Single diagram rangkaian daya pengereman dinamik ditunjukkan pada Gambar XI. setelah dilakukan pengereman dinamik. Pengereman dinamik tidak menghentikan motor secara total tetapi hanya memperlambat motor secara tiba-tiba.3 kali arus terukur. Biasanya sistem mekanik yang harus digunakan untuk menghentikan motor. 3) Pengereman Regeneratif Pengereman jenis regeneratif motor AC adalah sebuah sistem pengoperasian dimana motor induksi digerakkan oleh beban diatas kecepatan sinkron. motor rotor lilit.11 menunjukkan contoh rangkaian daya dan k ontrol pengereman dinamik. prinsip penggunaannya sama dengan yang digunakan terhadap motor jangkar hubung singkat (sequirrel-cage). agar bisa menghasilkan daya torsi pengereman yang sesuai maka ukuran sumber dc diperkirakan 1.12. K1 L3 L2 L1 Step Down orTransfmator 1 3 5 2 4 6 W V U M 3~ 1 3 2 4 6 K2 5 Gambar XI. Gambar XI. motor bertindak seperti sebuah generator induksi dan membentuk daya torsi pengereman. Sumber DC disambungkan melalui sebuah step-down transformer (penurun tegangan) dan rectifier. Pada saat motor digerakkan pada kecepatan sinkron tersebut.506 Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem pengereman ini biasanya digunakan dengan.11 Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik . Ukuran sebenarnya hanya ditentukan oleh resistansi lilitan stator sehingga tegangan harus berukuran rendah. Untuk pengereman dinamik. Energi yang dibentuk motor dialirkan kembali menuju saluran suplay.

Gambar XI.13 Pengereman Regeneratif .12 Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Contoh pengereman regeneratif diterapkan pada Trem.Crane dan Elevator (Lift) 507 Gambar XI.13 menunjukkan pengereman regeneratif diterapkan L1 L2 L3 Rectifier DC Supply Ke Belitan Penguat CS DC Machine No. 2 M3~ DC Machine No 1 Lift Counter Weight Gambar XI.

15.14. pengereman mekanik adalah cara memberhentikan motor listrik dengan memberlakukan gesekan atau friksi motor.508 Pembangkitan Tenaga Listrik 4) Pengereman Mekanik Sesuai dengan namanya. Contoh.14 Pengereman Dinamik Rem tersebut bekerja setelah daya hilang. solenoid diberi energi menjaga agar armature atau jangkar tetap tertutup. . dengan rem dinamik tidak akan bisa memberhentikan motor secara total sehingga diperlukan penggunaan rem mekanik menahan motor setelah daya diputus hubungkan. yaitu blok rem mengunci motor dengan daya kerja pegas. Friksi tersebut diterapkan dengan cara yang sama seperti halnya blok rem mobil seperti ditunjukkan pada Gambar XI. Solenoid tersebut disambungkan secara langsung pada saluran suply motor seperti ditunjukkan pada Gambar XI. Rem mekanik dipakai pada sistem pengereman yang ada tidak cukup untuk membawa motor sehingga benar-benar berhenti. Pada saat daya dihubungkan. Spiral dengan sepatu untuk mengunci motor Sepatu Rem Jangkar Selenoid Gambar XI. pegas tertahan balik sehingga tetap mengerem motor. Solenoid rem dapat disambungkan antara dua saluran suplai atau antara satu dari suplai tersebut dan netral. Dengan armature tertutup.

pengereman secara mekanik dengan menggunakan friksi mekanik yaitu kampas sangatlah diperlukan sebagai penahan beban apabila motor itu dalam keadaan tidak bekerja.Crane dan Elevator (Lift) 509 Gambar XI. sehingga motor ini harus kuat secara elektrik dan mekanik. hanya saja cara kerjanya yang berbeda.15 Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL 6. beban akan j tuh ke bawah akibat adanya a gaya gravitasi bumi karena tidak adanya pengereman tersebut. Karena perjalanan troli dan perjalanan crane sering tidak memerlukan kendali kecepatan. maka motor ini kebanyakan dipergunakan untuk keperluan ini. termasuk motor arus bolak-balik dan arus searah. Akan tetapi untuk keluaran nominal dari 200kW atau kurang. Pengereman mekanik sendiri pada dasarnya hampir sama dengan rem tromol pada kendaraan. pelayanan dan perawatan sederhana dan biaya instalasi rendah. Karena ditakutkan pada saat motor tersebut menahan beban. Motor Area 1) Pengereman pada Motor Area Motor yang dipergunakan untuk crane. Pada . Motor crane sering mengalami berulang kali pengasutan. kebanyakan dipergunakan motor tak serempak. Khusus pada motor sebagai pengangkat beban seperti pada motor area. pengereman dan pembalikan putaran dan sewaktu-waktu berbeban lebih.

Untuk motor yang menggunakan pengereman mekanik seperti yang dijelaskan di atas. Akibatnya. arus juga tidak mengalir pada spul. motor tersebut dilengkapi dengan komponen penghasil magnet. Belitan Stator Pondasi Motor Besi Pendorong 100 VDC As Rotor Sangkar Kampas Rem Pegas Spool Gambar XI. penyearah tegangan karena rangkaian magnet (spool) tersebut membutuhkan sumber tegangan DC. Secara otomatis. cara kerjanya secara elektrik. dan ada juga yang menggunakan sistem hidrolik. motor area akan melakukan pengereman pada saat motor tidak dalam bekeja.16 Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area 2) Sistem Kerja Perlu ditekankan sebelumnya. sehingga kemagnetan pada spool akan hilang. kampas terdorong oleh besi pendorong akibat gaya pegas dari pegas yang dipasang sedemikian rupa sehingga kampas rem mendesak pondasi motor dan motor akan mengerem. Dalam posisi seperti ini motor dalam keadaan tidak bekerja atau mendapatkan tegangan. . Tetapi dalam penjelasan ini dibahas tentang pengereman mekanik dengan cara elektro magnetik. Sedangkan pada saat pengereman itu sendiri telah ditekankan di depan bahwa motor dalam keadaan tidak bekerja atau tidak mendapatkan tegangan.510 Pembangkitan Tenaga Listrik Motor. Spool rem membutuhkan tegangan DC agar supaya dapat menghasilkan magnet yang kemudian menarik besi pendorong kampas sehingga motor tidak berputar dan keadaaan mengerem. Secara garis besar konstruksi dan pengereman motor area ditunjukkan pada Gambar XI. yaitu dengan cara elektro magnetik.16. Jadi pengereman ini mengandalkan pegas untuk mendorong kampas ke pondasi motor.

mempunyai laju rendah. 4. 2. akan tetapi mempunyai kerugian remnya mudah aus. Cara ini sesuai bagi motor dengan keluaran sampai sekitar 75 kW. 3. Daya :11 kW Arus nominal: 29 Ampere Tegangan : 380 V AC Frequensi : 50 Hz Putaran : 1450 rpm dan 2940 rpm Gambar XI. Maka sistem pengereman seperti ini sangat cocok untuk motor area pada crane 10 T yang memiliki spesifikasi sebagai berikut 1.Crane dan Elevator (Lift) 511 Pada cara ini motor pengangkat juga dijalankan untuk penurunan. 5.17 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton .

512 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.19 Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton Untuk mengangkat Kapal B.18 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Gambar XI. Instalasi Lift/ Elevator .

Salah satu ujungnya diikat ada sangkar (lift cabine) sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas. 1) Bagian-bagian Lift Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift dan elevator adalah: a) Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi susunan gedung b) Sangkar Lift Cabine berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. Untuk menjaga keselamatan para penumpang. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar XI. mulai dari PHB utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Dalam cabine lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada lantai tertentu. turun ke bawah selanjutnya diikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar. baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi.Crane dan Elevator (Lift) 513 Pemberian tenaga listrik pada lift dan atau elevator harus berasal dari cabang tersendiri. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan cabine lift tidak memerlukan tenaga yang besar d) Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk). yaitu sebesar 45% lebih. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan alat pengaman c) Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz dengan tenaga 3 sampai dengan 5 PK dan bahkan dalam perkembangannya dayanya lebih besar. satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift. pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box yang dipasang: a) Cabine lift berukuran 1400x350x2100mm . Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang bdigerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya.20.

Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah. Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada kereta api) . Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman. 50 Hz.202 kg b. 380V. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga. e. sedang pada kedudukan paling bawah.000kg+45% x 2 ton=2. masih ada ruang bebas setinggi 175 cm. Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. Untuk kapasitas daya yang lebih tinggi maka jumah lantai yang dapat dilayani lift lebih besar atau banyak g) Instalasi lift melayani bebarapa lantai pada contoh ini.5 PK. Pada saat cabine berkedudukan di tempat yang paling atas. Penentuan berat cabine dipengaruhi oleh berat cabine ditambah dengan 45% muatan = 2. dan 1450 rpm. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman berganda d. dan bergantung jumlah lantai bangunan 2) Macam peralatan dan pengaman pada lift a. masing-masing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. 3 phasa. masih ada ruang bebas dengan jarak 75 cm c.514 Pembangkitan Tenaga Listrik b) Kekuatan penumpang maximum 6 orang (450 kg) dan atau bergantung kapasitas daya lift c) Kecepatan lift 45m/menit d) Pintu lorong dan pintu cabine memiliki daun pintu sendiri-sendiri berupa pintu ginsir atau yang terbaru hanya pintu lorong e) Diantara pintu tersebut masih ada pintu pengaman f) Motor listrik sebagai penggeraknya memiliki daya 2. lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti.

Diantara daun pintu lorong dan daun pintu cabine terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika. g. pintu macet. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik.Crane dan Elevator (Lift) 515 f. dan lain-lainnya. . Pada saat lift berhenti. sumber tegangan mati. Pada cabine terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai. Pada cabine terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. pintu lorong dan pintu cabine akan membuka dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang.

516 Pembangkitan Tenaga Listrik PT KM Tiga alur kabel baja TP PP Pintu DC A BP B C D Pintu PPN Balancee Gambar XI.20 TP Konstruksi Lift .

Crane dan Elevator (Lift) 517 Keterangan Gambar XI. .20 PT PP TP PPN KM DC BP TP A B C D E KB : : : : : : : : : : : : : : Piringan traksi untuk 3 kabel baja Piringan pengatur jalannya sangkar cabine (tempat beban) Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman Piringan penegang Kamar mesin tepat di atas lorong lift Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncurm sebagai rem Batang peluncur Tonggak pengaman Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B Tabung besi cor Kerangka cabine bagian atas (frame atas) Pegas (pir) penyerap getaran Moer pemasang pegas atau pir dengan kunci pengaman Kabel baja Contoh gambar pengawatan pada lift ditunjukkan pada Gambar XI.21 di halaman berikut.

518 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI. Pemeliharaan Crane dan Lifft .21 Contoh Pengawatan Lift C.

Crane dan Elevator (Lift) 519 Pemeliharaan crane dan lift secara umum hampir sama. Selain pemeriksaan juga dilakukan pembersihan pada landasan luncur atau pacu dan ril. Bersihkan talang atau ril landasan gerakan dan beri pelumasan c. Periksa bagian cabine. segera lakukan penggantian dan jika teromol remnya sudah aus segera lakukan penggantian h. Segera lakukan perbaikan jika ditemukan bagian yang tidak beres. Pemeliharaan kawat baja penarik. sistem kelistrikan dan sistem keamanan manusia serta kesehatan dan keselamatan kerja 1. Periksa bagian sistem pengereman (khususnya pengerema mekanik) dan pengereman mekanik maupun elektrik. hanya jika pada lift sistem pengamannya lebih banyak. pemeriksaan keausan dan kekerasan baut mur sistem mekanik b. Pekerjaan pemeliharaan meliputi pemeliharaan pada sistem mekanik. Apakah kekuatan mekanis cabine masih memenuhi syarat dan apakah gerakan cabine tidak terhalang oleh benda lain . Periksa ikatan pada cabine. dalam hal ini pemeriksaan sistem pelumasan antara talang atau ril sebagai landasan meluncur dari gesekan crane dan lift. apakah sudah ada bagian kawat yang sudah terputus sebagian. Selain itu ruang gerak untuk pekerjaan pemeliharaan lift lebih kurang leluasa. pemberat dan kelengkapan lainnya. meliputi pemeriksaan sistem pelumas. Jenis pengereman dan prinsip kerja serta komponen lainnya g. putar kanan kiri dan naik turun. Pemeliharaan rel sebagai tumpuan. meliputi pemeriksaan kelenturan kawat baja dan jika sudah kering beri tambahan pelumas sehingga kelenturannya meningkat d. diantaranya adalah: a. karena jika tidak ditangani akan cepat menyebar ke kawat lainnya e. periksa apakah rem sudah aus dan kekerasan pegas apakah masih cukup atau sudah lembek dan apakah gerakannya tidak terhalang benda lain. Jika pegasnya sudah lembek. Periksa kawat baja. Pemeliharaan pada sistem mekanik Pemeliharaan sistem mekanik. Apakah masih kuat atau sudah mengalami kelembekan ikatan f. Jika pengereman dengan menggunakan sistem mekanis. baik pada crane maupun lift. apakah ikatan cukup kuat atau sebaliknya. Pemeliharaan sistem mekanik maju mundur. baik pengaman mekanik maupun pengaman sistem kelistrikan serta pengaman manusia.

Sistem pengaman. tespen. Pemeriksaan pada sistem pengaman pintu keluar masuk barang dan manusia (khusus untuk lift) dan apakah pintu darurat masih bekerja dengan optimal atau tidak l. Kerusakan pada sistem k elistrikan akan berdampak pada sistem mekanik serta dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan benda yang diangkat dan dipindahkan serta keselamatan benda di sekitarnya 3. Lakukan perbaikan ringan maupun sedang dengan diketahui dan disetujui atasan langsung Pemeliharaan dilakukan secara rutin tiap hari karena jika tidak dilakukan faktor resikonya sangat tinggi. Pemeliharaan pada generator pembangkit listrik. Laporan disampaikan secara tertulis dan lisan kepada atasan langsung untuk mendapat perhatian dan di analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan m. Gunakan tool kit untuk teknisi listrik agar peralatan lebih lengkap dan digunakan berdasarkan kebutuhannya b. meliputi: a. prosedurnya sesuai dengan pemeliharaan yang ada dalam bab lain buku ini .520 Pembangkitan Tenaga Listrik i. obeng. lakukan pemeriksaan apakah pengaman masih dapat bekerja dengan sempurna menggunakan alat kerja listrik (tespen. Pemeliharaan sistem kelistrikannya Pemeliharaan pada sistem kelistrikan sangat diperlukan dan diharuskan karena jika tidak dipelihara akan terjadi kerusakan. Buat laporan secara tertulis kegiatan pemeliharaan dan kejadiankejadian yang ditemui sesuai format yang sudah disediakan selama pada saat pemeriksaan atau pemeliharaan. Periksa pada sistem penggeraknya. 2. Selain itu kerusakan mekanis akan berdampak pada kerusakan pada sistem kelistrikannya dan sebaliknya. multi tester. baik bagi keselamatan dan keamanan manusia maupun keamanan barang yang diangkat dan atau dipindahkan. apakah sudah mengalami penurunan yang besar atau tidak. Jika sudah mengalami penurunan lakukan perbaikan k. Pemeliharaan pada sistem kelistrikan. palu. Periksa kecepatan sistem penggeraknya. tang dan lainnya. apakah masih memilki kekuatan sesuai dengan benda yang diangkut dan atau dipindahkan j. Pelihara bagian motor listrik (sesuai prosedur) yang ada untuk pemeliharaan motor listrik di bab lain buku ini c.

Pemeliharaan sebaiknya dilakukan pada saat crane dan lift tidak beroperasi d. lakukan penggantian kabel. Lakukan pemeriksaan besarnya sumber tenaga listrik. Pakai seragam kerja sesuai dengan standart yang ditentukan. karena jika tidak dipelihara juga berpengaruh pada kinerja sistem. Keselamatan kerja Keselamatan kerja sangat perlu diperhatikan dan ditaati dalam bekerja atau beraktivitas lainnya. sepatu pengaman b. sambungan dan pengawatannya masih rapi atau tidak. alarm. diantaranya adalah helm pengaman. Jika terlalu rendah maka kinerja sistem tidak optimal.Crane dan Elevator (Lift) 521 d. Pemeriksaan terkait dengan besar tegangan sumber apakah terjadi kenaikan atau penurunan karena jika terlalu tinggi dapat merusak peralatan kelistrikan dan kontrol serta indikator dan alrm serta penerangan. baik sumber listrik arus bolak balik sebagai penggerak motor maupun sumber listrik arus searah dan penyearah karena sumber listrik arus searah sebagai sumber listrik bagi sistem alarm dan lampu indikator dan keperluan lainnya. Dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan crane dan lift. Bekerjalah dengan peralatan yang memadai (bawa toll kit). Pemeliharaan sumber tenaga listrik. Pemeriksaan sambungan diperlukan karena jika kurang kuat akan terjadi loncatan bunga api dan akan berpengaruh pada sistem kelistrikan e. yang perlu diperhatikan adalah apakah tahanan isolasi. baik SOP untuk manusia di tempat kerja maupun SOP peralatan yang dipelihara dan diperbaiki. Pemeliharaan sistem pengendali crane atau lift. Jika tahanan isolasi sudah rendah. termasuk lift macet 4. Pemeliharaan pada sistem instalasi. Periksa alat komunikasi. pengontrolan kelengkapan. dan lampu indikator yang ada pada cabine lift karena ada kemungkinan gangguan darurat pada cabine. Apakah kinerja sistem pengendali masih baik atau mengalami kerusakan f. dan melakukan pemeliharaan lebih mudah serta memperkecil faktor kelupaan bekerja dengan peralatan yang lengkap c. karena lebih mudah pemeliharaan. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. Sediakan dan pelihara peralatan serta kelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja e. . Lakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan. g. kaca pengaman.

Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.026 60 1000. v .0227 kg/m E. 2 Jelaskan langkah dan tata cara pemeliharaan dan perbaikan pada crane dan lift. J.522 Pembangkitan Tenaga Listrik D.11 0.5 m/s momen 60.11.5 m/detik dengan dibebani 60. Panjang sabuk 90 m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1. Latihan 1. Lakukan tugas praktik kerja lapangan di industri perbaikan dan pemeliharaan lift atau pada kantor dan sejenisnya yang memiliki teknisi crane dan lift serta dan buat laporan kegiatan . Tugas 1.026 kg/jam. Sabuk ini akan bekerja terus menerus dengan kecepatan 1.2π 32πmeter.43 kg t v s 1. J 114.048. 2 2 2 ϖm 114.m.5m/detik.048.72 J 5.rad / sec Momen 1 1 2 .0227kgm 2 Jadi momen inersia pada poros motor listrik adalah 0.5 m/detik untuk memindahkan beban seberat 1000.5 90 60 det 90 m 1. 2.Tentukan momen pada poros motor listrik Penyelesaian Pada saat panjang saat panjang sabuk 90 meter dengan kecepatan 1.72 5.43kg / menit 960 ϖ m 60 .

Klasifikasi Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik Yang termasuk dalam telekomunikasi untuk industri tenaga listrik adalah semua fasilitas telekomunikasi yang diperlukan dalam pengelolaan perusahaan tenaga listrik. 1. Komunikasi radio mobil sangat berguna dalam pemeliharaan saluran transmisi. telekomunikasi lewat pembawa PLC. sistem telekomunikasi harus tetap dapat bekerja dengan sempurna. dan lainnya. Telekomunikasi untuk kebutuhan ini sistemnya tidak boleh digunakan bersama dengan kebutuhan lainnya. Dalam keadaan terjadi gangguan pada sistem tenaga. bencana alam atau bencana-bencana lainnya. Fasilitas peralatan telekomunikasi yang sesuai untuk pembagian beban adalah komunikasi radio. Jenis telekomunikasi yang digunakan adalah telekomunikasi dengan kawat bagi sistem tenaga yang kecil dan telekomunikasi dengan radio atau dengan pembawa saluran tenaga Power Line Carrier (PLC) bagi sistem tenaga listrik yang besar. Komunikasi untuk Pembagian Beban Komunikasi untuk pembagian beban digunakan dengan maksud untuk memungkinkan pembagian beban secara cepat dan tidak terganggu. . Bahkan perlu disediakan suatu sistem telekomunikasi cadangan. saluran transmisi. Makin maju perusahaan makin penting adanya fasilitas yang dapat diandalkan dan komunikasi yang cepat dan handal. 2.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 523 BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. operasi. Jaringan telekomunikasi merupakan sistem syaraf dalam pengelolaan perusahaan. Sistem telekomunikasi ini dapat dibagi menjadi 3 macam. antara lain adalah penyediaan dan kebutuhan. untuk pemeliharaan dan untuk keperluan administratif. pengamanan dan pemeliharaan. saluran distribusi dan lainnya berjalan dengan baik dan lancar. gardu (substation). yaitu komunikasi untuk pembagian beban (loaddispatching). Komunikasi untuk Pemeliharaan Komunikasi untuk pemeliharaan dengan maksud agar komunikasi antara pusat listrik (power station).

60 kHz dengan jumlah saluran bicara antara 1-3.1. Frekuensi untuk komunikasi pembawa adalah antara 3 . Kadang-kadang yang dipakai untuk keperluan terakhir ini adalah saluran komunikasi cadangan guna tugas-tugas tersebut terdahulu. Komunikasi untuk Administratif Komunikasi untuk keperluan administratif digunakan dalam hubungan antara kantor pusat. B. Kelemahannya adalah komunikasi dengan kabel lebih mahal dan lebih menyulitkan apabila terjadi kerusakan. kantor daerah dan kantor cabang.dilihat pada Gambar XII. Komunikasi dengan Kawat 1. Sering saluran komunikasi untuk pemeliharaan digunakan juga untuk keperluan administratif. Dengan menggunakan tiang distribusi sebagai saluran udara telekomunikasi maka biayanya lebih murah. Saluran Telekomunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat tidak sesuai untuk pemakaian pada rangkaian yang penting atau pemakaian jarak jauh. Komunikasi dengan kabel dipakai karena stabilitasnya lebih terjamin dibandingkan dengan komunikasi lewat saluran udara. misalnya tiang distribusi. Sistem transmisi suara dilakukan dengan cara menyalurkan arus listrik untuk komunikasi sesuai dengan frekuensi suara.1. Beberapa keterangan mengenai kabel telekomunikasi ditunjukkan pada Tabel XII. Sistem Transmisi Alat Komunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat dapat dibagi menjadi dua sistem. interferensi dari saluran tenaga terhadap kawat komunikasi. gempa. 2. komunikasi jenis ini masih dipakai pada jarak pendek karena pertimbangan ekonomis. Saluran udara dapat dipasang pada tiang-tiang yang khusus dan dapat dipasang pada tiang-tiang yang juga dipakai untuk keperluan lain. karena karakteristik kelistrikannya lebih baik dan lebih kuat. karena pengaruh yang besar dari angin ribut. Meskipun demikian. Jenis-jenis fasilitas telekomunikasi yang ada pada industri tenaga listrik secara bagan dapat. .524 Pembangkitan Tenaga Listrik 3. Pada sistem transmisi pembawa dengan menyalurkannya sesudah mengubah frekuensi suara menjadi frekuensi gelombang pembawa. Saluran telepon yang dipasang pada tiang saluran tenaga berupa kabel. yakni sistem transmisi suara dan sistem transmisi pembawa. banjir. angin topan.

Jangkauan frekuensinya berbeda untuk setiap Negara. Karena jebakan saluran (line trap) merupakan impedansi tinggi terhadap frekuensi pembawa. Sistem ini dipakai untuk mengaitkan peralatan PLC dengan saluran transmisi pada frekuensi tinggi. Sistem ini sekarang jarang digunakan. sehingga saluran tenaga imenjadi rangkaian transmisi frekuensi tinggi. . maka jebakan ini diserikan dengan saluran transmisi tenaga untuk memperbaiki karakteristik penyaluran gelombang-gelombang pembawa. antara 10 sampai 500 kHz. Ada dua jenis pengaitan dengan kapasitor yaitu sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penala (tuning type). yaitu dimana karakteristik penyaluran syarat lewat pembawa digabungkan dengan karakteristik penyaluran tenaga pada tegangan tinggi diperlukan peralatan pengait (link coupling equipment). Untuk memungkinkan komunikasi dengan cara ini secara effisien. disingkat PLC) dan komunikasi radio. dimana rangkaian penala (termasuk kapasitor pengait) dikaitkan secara seri dengan saluran transmisi dan jenis yang kedua adalah sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penyaring (filter) pengaitan peralatan. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Telekomunikasi dengan pembawa saluran tenaga (PLC) adalah komunikasi dengan cara arus pembawa (carrier current) ditumpukkan (superposed) pada saluran transmisi tenaga.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 525 Untuk komunikasi pembawa dapat dipakai saluran udara maupun kabel. C. tetapi pada industri tenaga listrik lebih senang menggunakan komunikasi dengan pembawa pembawa saluran tenaga (Power Line Carrier. Sistem pengaitan (coupling system ) diklasifikasikan menurut pengaitan induktif dan pengaitan kapasitif. Pengaitan induktif lewat udara menggunakan penghantar yang dipasang sejajar dengan jarak tertentu dari saluran transmisi.

1 Bagan jenis-jenis fasilitas telekomunikasi pada industri Tenaga listrik .526 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

75 (Standart) 1.000 V untuk 1 menit AC 1.000 V untuk 1 menit AC 2.000 M?/Km Di bawah 50 F/Km AC 2.1 Karakteristik dan Struktur Kabel Telekomunikasi Hal Tahanan Isolasi Tahanan Penghantar Antara penghantar dalam dan luar Antara penghantar luar dan kulit luar Impedansi Karakteristik Attenuasi Tahanan Penghantar Tahanan Isolasi Kapasitansi Elektrostatik Antara Penghantar Antara Penghantar dan Tanah (tanpa perisai) Antara Penghantar dan Perisai Antara Perisai dan Tanah Antara Kawat Penolong dan Tanah Impedansi Karakteristik 1 KHz 10 KHz (? ) 30 KHz Attenuasi (dB/Km) 1 KHz 10 KHz 30 KHz Karakteristik Di atas 10 M?/Km Di bawah 20.000V untuk 1 menit Antara 73 5 1 Tegangan Ketahanan (Withstand) Di bawah 3.000V untuk 1 menit AC 3.0 ?/Km Di atas 10.000 V untuk 1 menit 450 (Standart) 150 (Standart) 130 (Standart) 0.7 (Standart) 2.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 527 a.2 (Standart) .000 V untuk 1 menit AC 4. Karakteristik Listrik Tabel XII.000 V untuk 1 menit AC 4.7 ?/Km AC 3.7 dB/Km Di bawah 29.

0 2.5 0.9 0.2 mm (7/0.5 mm Standar 13.9 0.5 2. Komunikasi dengan pembawa saluran tenaga Diameter Luar dari Penghantar (mm) Tebal Isolasi Polythylene (mm) Tenal Vinyl Seath (mm) Diameter Luar (mm) Berat Kira-Kira (kg/km Jumlah Pasangan 5 10 15 20 30 50 0.3 2.1 2.2.5 0.9 0.3.2 mm Maksimum 14 mm Kira-kira 220 kg/km .220 c.528 Pembangkitan Tenaga Listrik b.5 0.9 0. Struktur Kabel PVC Tabel XII.9 0.5 0.5 14 18 20 23 27 34 240 335 455 570 820 1.0 2. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Hal Penghantar Dalam Isolasi Penghantar Luar Sarung Vinyl (sheath) Berat Material Diameter Luar Material Tebal Diameter Luar Material Tebal Standart Diameter Luar Standar Soft copper berlilit Kira-kira 1.0 2.9 0.3 mm Soft copper wire braid 2. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Tabel XII.5 0.4mm) Polyethyline (field type) Kira-kira 3 mm Standart 7.

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 529 (a) Diagram Peralatan Pengait Ke Peralatan PLC CC G KS Dr Penyaring Pengait Feeder Pengaitan Fasa ke Tanah CC 600? -75? Dr G KS C KS Alat Pelindung 400? -75? C KS P1 F1 F2 F1 Ars P Feeder P1 F1 P1 F1 Ars P Feeder CC Dr Dr 130? Penyaring Pengait Feeder Alat Pelindung G KS Pengalihan Fasa ke Fasa (b) Diagram Rangkaian Kapasitor Pengait LT L1 (c) Diagram Rangkaian Wide band Type Line Trap Gambar XII.2 Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) .

Contoh rangkaiannya ditunjukkan dalam Gambar XII. Yang dipakai adalah kapasitor kertas terisi minyak dengan kapasitansi elektrostatis 0. Kerugian pada daerah frekuensi yang diteruskan (passing band) 1 . Rangkaiannya dari jenis trafo seperti ditunjukkan pada Gambar XII.2 CC CF LT LS CB F P PL PS KS O. sedang impedansi frekuensi tingginya memiliki tahanan effektif antara 400 . D. Sebagai penyaring dipakai "band-pass filter".001-0. .1 . kapasitor pengait (Coupling Capacitor).1.I mH. Kapasitor pengait memisahkan saluran transmisi dari peralatan PLC dan bersama penyaring pengait merupakan jaringan empat kutub yang meneruskan frekuensi tinggi.530 Pembangkitan Tenaga Listrik Keterangan Gambar XII.600 Ohm. dan penyaring pengait (Coupling Filter). Rangkaian Transmisi Peralatan pengait (Coupling Equipment) dalam Gardu terdiri dari jebakan saluran (Line Trap). P1 .2. ARS Dr F1. P 2.5 dB ke bawah.002 uF.2. alat penala yang memberikan impedansi frekuensi tinggi yang dikehendaki serta arester yang melindungi peralatan. Sistem kedua ini sekarang banyak dipakai seperti ditunjukkan pada Gambar XII.2 (b). Induktansi kumparan utamanya kira-kira 0. Jebakan saluran terdiri dari kumparan utama yang meneruskan frekuensi siaga. F2 LC Kapasitor pengait (Coupling Capacitor) Penyaring Pengait (Coupling Fixer) Jebakan saluran Pemilah Pemutus Beban Feeder Alat Pelindung Peralatan Komunikasi Pembawa (PLC) Sumber Tenaga Listrik Saklar Pengetanahan Arester Drive Coil Sekring Main Coil PLC dengan saluran dilakukan melalui penyaring pengait dan kapasitor pengait.

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 531 Ada 4 sistem rangkaian transmisi PLC seperti ditunjukkan pada Gambar XII.3. Impedansi frekuensi tinggi dari saluran transmisi berubah menurut komposisi rangkaian dan konstruksi salurannya. diambil 5 dB. Untuk ke empat sistem ini karakteristik transmisinya berbeda. Peralatan PLC yang dipakai adalah jenis satu saluran dan jenis tiga saluran. Contoh spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel XII. .3 Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Lx adalah rugi tambahan dalam pengait fasa-tanah (dB).3. Namun harga-harga berikut ini dapat dipakai sebagai patokan: Untuk pengaitan fasa-tanah Untuk pengaitan antar-fasa Z = 400 ? Z = 600 ? Gambar XII.

4 Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) . 4 Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Tabel XII.532 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

Spesifikasinya berubah dengan frekuensi kerja yang digunakan.160 Hz. maka komunikasi ini tidak dapat dipakai untuk jarak jauh. Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio tertera pada Tabel XII. Penggunaannya tetap akan memegang peranan penting. komunikasinya dimungkinkan untuk jarak jauh. Karena jarang ada pancaran ionosfir untuk gelombang pendek. terutama karena keunggulannya dalam keadaan bencana alam (angin topan. banjir) dibandingkan dengan komunikasi melalui kawat. yaitu frekuensi tinggi sekali (VHF) ke atas. . gelombang pantulan (reflected wave) dalam jarak yang masih dapat dilihat (with in line-off-sight distance). Dalam hal demikian. misalnya bila jalan pancaran itu dipotong oleh gunung yang ideal. Pancaran gelombang radio VHF (30 .70 MHz dan 150 . sering kekuatan medan gelombang lenturan besar sekali. yaitu kira-kira 100 km di luar jarak yang dapat dilihat.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 533 E. Komunikasi Radio Telekomunikasi dengan pesawat radio banyak juga dipakai dalam industri tenaga listrik.300 MHZ) merupakan pancaran dengan gelombang langsung (direct wave). dan gelombang lenturan (diffracted wave) di luar jarak yang dapat dilihat (beyond line-of-sight-distance). Namun.5 Frekuensi yang paling sering dipakai adalah antara 40 .

5 Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio .534 Pembangkitan Tenaga Listrik Tabel XII.

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 535 Gambar XII.5 Contoh Peralatan Radio .

penerima dan antena radio ditunjukkan pada Gambar XII.5 dan Gambar XII.6 Contoh Pemancar Komunikasi radio VHF dari stasion ke stasion digunakan untuk kepentingan lokal dengan I .536 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.6 saluran (CH). Contoh pemancar.6 .

mutu suaranya baik dan keandalannya tinggi.000 MHz. karena harga kapasitor pengait dan jebakan saluran pada . Komunikasi Gelombang Mikro Jangkauan frekuensi untuk komunikasi dengan gelombang mikro (microwave) adalah 300 – 3.000 MHz (dinamakan super-high frequency. Keuntungan yang lain adalah bahwa berisiknya sedikit.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 537 Gambar XII. 2.000-30.7 Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan F. disingkat UHF) dan 3. Dibandingkan dengan komunikasi PLC. Spesifikasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi radio pada frekuensi sekitar 400 MHz ditunjukkan pada Tabel XII. Akhir-akhir ini. biaya pembangunan dengan metoda komunikasi yang lain. disingkat SHF). meskipun ada juga yang menggunakan batas 1. Telekomunikasi dengan gelombang mikro digunakan untuk saluransaluran komunikasi yang terpenting yang memerlukan saluran bicara banyak. yaitu untuk komunikasi antara stasiun dengan rangkaian komunikasi multiplek di bawah 24 saluran (CH). Frekuensi UHF ke atas dinamakan gelombang mikro. Frekuensi yang biasanya digunakan oleh perusahaan listrik adalah frekuensi sekitar (band) 400 MHz.000 MHz dan 7. sistem ini banyak dipakai guna komunikasi radio mobil untuk pemeliharaan saluran tenaga di sekitar kota).4. Cara kerjanya sama dengan komunikasi VHF. komunikasi gelombang mikro lebih murah. Dalam hal demikian.000 MHz. Pancaran gelombangnya terbatas pada jarak yang dapat dilihat.000 MHz (dinamakan ultra-high frequency.

kedudukan geografis) serta pengaruh gelombang pantulan (reflected). Di angkasa bebas (free space). antena parabolis (parabolic antenna) terdiri dari reflektor parabolis dan radiator primer yang meradiasikan gelombang-gelombang ke reflektor. untuk PLC dibutuhkan peralatan yang penguatannya besar karena besarnya tegangan berisik korona terutama pada tegangan tinggi. Ciri telekomunikasi gelombang mikro dimungkinkan oleh mutu antena ini.8. Oleh karena itu pancaran gelombang mikro terbatas pada pancaran gelombang langsung dalam batas jarak yang dapat dilihat (kecuali pancaran gelombang terpencar di troposfir). Makin jauh jarak pancaran gelombang radio dan makin tinggi frekuensinya. Oleh karena itu. stasion radionya harus diletakkan di tempat dimana gejala menghilang tidak akan banyak terjadi. makin besar gejala menghilangnya. Rangkaian itu juga harus direncanakan dengan memperhitungkan terjadinya rugi pancaran karena gejala menghilang tadi. Gelombang-gelombang radio yang direfieksikan kemudian dipancarkan ke depan dengan arah yang tepat. Karena pertimbangan ekonomis antena yang terakhir banyak dipakai oleh perusahaanperusahaan listrik. Fluktuasi ini dinamakan geiala menghilang (fading). Reflektor ini biasanyaberukuran 3 m x 4 m. atau bulat dipikai untuk frekuensi sekitar 7.6. kelembaban. Seperti terlihat pada Gambar XII. Kecuali itu. pengaruh apapun terhadap pancaran gelombang tidak ada.000 MHz. komunikasi gelombang mikro lebih ekonomis dan lebih stabil.000 MHz. eliptis. pesawat pengulang (repeater) dan alat frekuensi . Ini berati. 4 m x 6 m atau 6 m x 8 m. sedang penuntun gelombang (wave guide) persegi. antena reflektor tanduk atau antena parabolis. tekanan udara. bahwa rugi pancaran antara titik pancaran dan titik penerima berubah-ubah tergantung dari refraksi di udara (yang merupakan fungsi dari suhu di tanah. Sebagai antena gelombang mikro digunakan lensa elektromagnetik. bila saluran bicaranya enam atau lebih. untuk memungkinkan pemantulan gelombang menurut arah tertentu digunakan reflektor logam datar yang digunakan reflektor pasif. Peralatan telekomunikasi gelombang mikro terdiri dari pesawat pemancar dan penerima radio. Seperti terlihat pada Gambar XII. Dalam pembangunan rangkaian gelombang mikro. Gelombang mikro dipancarkan menurut garis lurus (seperti cahaya).538 Pembangkitan Tenaga Listrik komunikasi PLC mahal. Sebagai saluran penghubung (feeder line) dipakai kabel koaksial untuk frekuensi sekitar 2. Setiap antena ini dapat disesuaikan dengan kearahan (directivity) yang teliti dan perolehan daya yang tinggi.

Dewasa ini semua peralatan ini sudah ditransistorkan.8. Gambar XII. lalu memancarkannya kembali sesudah memodulasikannya lagi. Contoh pesawat pengulang keadaan padat (solid state) ditunjukkan pada XII. Ada juga sistem heterodin. Sistem terakhir ini jarang dipakai oleh perusahan-perusahaan listrik. yang menguatkan gelombang mikro yang diterima sesudah mengubah frekuensinya menjadi VHF. mendemodulasikannya.8 Lintasan Gelombang Mikro yang Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Panah Menunjukkan Lintasan Gelombang . mengambil bagian videonya.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 539 pembawa. Pesawat pengulang menggunakan sistem relai detektif (detective relay system ) yang menerima gelombang mikro. lalu memancarka kembali sesudah merubah frekuensinya menjadi gelombang mikro.

Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik Pemeliharaan alat komunikasi lebih ditekankan pada pemeliharaan alat yang menghasilkan tenaga listrik DC sebagai sumber tenaga alat komunikasi. Pemeliharaan antene juga berkaitan dengan pengecekan posisi antene dan arah antene. . Karena gerakan angin maka dapat mempengaruhi posisi dan arah antene. membersihkan permukaan antene yang berasal dari bahan almunium dari kotoran debu dan pengaruh kelembaban terhadap permukaan antene. Selain itu pemeliharaan pada antene penerima dan antene pemancar. Kualitas sinyal berkaitan dengan kekuatan suara. sehingga memerlukan pemeliharaan rutin.540 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII. 9 Bagian-Bagian Pemancar (A ) Antena Reflektor Pasif Parabola (B) Gelombang Mikro G. sedangkan kualitas suara berkaitan dengan k ejelasan atau suar jelas dan tidak banyak noise Pemeliharaan antene diantaranya adalah melakukan pengecekan arah antene dan atau parabola. Hal ini terkait dengan kualitas suara dan sinyal.

Kegiatan pada pemeliharaan alat komunikasi melalui kawat diantaranya dapat dilakukan mealalui pemeriksaan kawat yang digunakan. tetapi dalam pemeliharaannya banyak terkait dengan program dan tidak memerlukan pekerjaan mekanik yang banyak. H. termasuk pembersihan kontak-kontak baterai. pemeriksaan pada kontak-kontak sambungan kawat juga harus dipelihara. baik terhadap debu maupun korosi dan oksidasi. Tugas Buat laporan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang telah anda lakukan dan selanjutnya lakukan diskusi dengan didampingi guru. penggantian jika kondisi kawat sudah cacat dan atau terluka. . Hal ini juga berlaku untuk alat komunikasi yang lebih canggih. karena jika alat pendingi tidak bekerja dengan baik. tingkat keregangan pegas penjepit baterai pada pesawat penerima. Selain itu. alat pemancarnya cepat panas dan bahkan dapat terbakar sehingga dampaknya sangat besar terutama alat komunikasi untuk kebutuhan pemeliharaan. Latihan Lakukan pekerjaan mekanis dan elektronik untuk memelihara sistem peralatan komunikasi yang ada di sekolah dengan bimbingan guru dan teknisi bidang sistem telekomunikasi I. Pemeriksaan dan pemeliharaan pada alat komunikasi jenis kabel juga memerlukan perhatian. Pemeriksaan dan pemeliharaan alat pendingin pada peralatan pemancar merupakan masalah yang penting juga pada alat komunikasi.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 541 Pengecekan pada baterai pada pesawat penerima juga sangat memerlukan pemeliharaan.

542 Pembangkitan Tenaga Listrik .

2 menunjukkan desain transformator arus 500 VA. Gambar XIII. Transformator Arus Transformator arus harus memiliki tingkat kepresisian yang tinggi sehingga rasio arus primer dan skunder konstan. maka dayanya antara 15 VA sampai dengan 200 VA. Transformator arus digunakan untuk mengukur dan memonitor arus line dan juga digunakan untuk hubungan ke relai dan terhubung pada sisi skunder. Pengertian ampermeter Ampermeter adalah alat untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada rangkaian berbeban. 60 Hz dengan isolasi untuk tegangan 36 kV . Gambar XIII. Transformator arus tersebut berfungsi untuk menurunkan besarnya arus listrik dan selanjutnya diukur dengan amperemater. 400 A/5 A. tetapi pada bagian ini hanya dibahas Alat Ukur yang berkaitan secara langsung dengan pusat pembangkit listrik.3 menunjukkan transformator arus 50 VA. Batas ukur amperemeter masih terbatas di lapangan. Ampermeter 1. A.Alat Ukur Listrik 543 BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK Alat ukur listrik banyak macamnya. Transformator arus memiliki rasio 150 A/5 Transformator arus cukup aman untuk digunakan pengukuran line jaringan transmisi tegangan tinggi. khusunya untuk mengukur arus listrik yang besar dan sistemnya menggunakan tegangan tinggi. dan besarnya arus yang terukur bergantung pada besarnya arus primer line. 100 A/5 A untuk line sedang Gambar XIII. sehingga harus menggunakan alat transformator arus. Karena transformator arus hanya digunakan untuk pengukuran dan sistem proteksi. 2. Arus nominal transformator sebesar 5 A.1 menunjukkan contoh pengukuran arus dilengkapi transformator arus.

36 kV dihubungkan pada tegangan AC antara line dan netral tegangannya 14. 400 A/5 A. Ampermeter. . 100 A/5 A untuk Line 230 kV Contoh Transformator dengan 500 VA.544 Pembangkitan Tenaga Listrik Tegangan Line 69 kV Ip Primer Transformator Arus BEBAN Skunder Is A Amperemeter 0 -5 A Gambar XIII.2 Desain Transformator Arus 500 VA.4 kV.1 Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Gambar XIII.

Drop tegangan pada primer Penyelesaian: a.5 x 1. 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV .2 Ohm.2 V Rugi tegangan pada sisi skunder adalah 4. E2 = I .Alat Ukur Listrik 545 relai dan sambungan kabel pada sisi skunder dengan total impedansi 1.2 V c. Tegangan primer = 4.5 A b.5 mV Gambar XIII.R = 3. Arus transmisi 280 A.2/80 = 52.2 = 4. 400 A/5 A. Hitung: a. Perbandingan arus I1/I2 = 400/5 = 80 A Perbandingan belitan N1/N2 = 1:80 Arus skunder = 280/80 = 3. Rugi tegangan terminal skunder c. Arus skunder b.3 Transformator Arus 50 VA.

4 Transformator Toroida 1. Laminasi berbentuk ring poros inti. Gambar XIII. Gambar XIII.546 Pembangkitan Tenaga Listrik Selain transformator arus seperti ditunjukkan pada Gambar XIII.000 A/5A untuk Mengukur Arus Line . yaitu transformator arus toroida seperti ditunjukkan pada Gambar XIII. Posisi konduktor primer panjang berada d (LV) dan tegangan menengah dengan isolasi dalam ditengah. Alat tersebut sedang dipasang pada line dengan arus line 100 A pada setiap saat. Toroida CT sederhana dan digunakan pada tegangan rendah.1. Toroida memiliki perbandingan transformasi N dan CT memiliki rasio 1000 A/5 A dan 300 belitan pada belitan skunder.4.5 Transformator toroida tersambung dengan bushing. ada jenis lain tentang transformator arus.

.400 V/115 V. hitung tegangan dan arus line. Pengukuran Tegangan Tinggi Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi tidak dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan skala voltmeter dan demi menjaga keselamatan manusia. rating arus transformator 75/5 A digunakan mengukur pada line transmisi. Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi digunakan alat bantu transformator tegangan.Alat Ukur Listrik 547 Gambar XIII. Jika voltmeter menunjuk 111 V dan ampermeter menunjukkan 3 A. Penyelesaian Besarnya tegangan line adalah E = 111 x (14.900 V Besarnya arus line adalah I = 3 X (75/5) = 45 A B.400/115) = 13.5 Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Contoh Transformator tegangan 14.

Jumlah perbandingan belitan primer dan skundernya adalah 60:1 Tegangan Line 69 kV Primer Transformator tegangan Skunder V Voltmeter AC 0-150 V Gambar XIII. Contoh transformator tegangan yang digunakan untuk mengukur tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII. Terminal primer berada pada bushing yang dihubungkan pada tegangan tinggi dan dihubungkan pada ground. dengan menggunakan perbandingan belitan.6. Pada sisi tegangan tinggi jumlah belitannya lebih banyak jika dibandingkan jumlah belitan pada sisi skunder.3% dan BIL 650 kV.5 kV. Tegangan belitan skunder 115 V dengan tegangan pada masing-masing . 80.6 Transformator Tegangan pada Line 69 kV Hubungan antara jumlah belitan primer dan skunder terhadap besarnya tegangan primer dan skunder pada transformator tegangan dirumuskan sebagai berikut: N1 N2 E1 E2 (13-1) Keterangan N1 adalah jumlan belitan primer N2 adalah jumlan belitan skunder E1 adalah jumlan tegangan primer E2 adalah jumlan tegangan skunder Contoh transformator tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII. Besarnya daya 7. 50/60 Hz dengan tingkat kepresisian 0.548 Pembangkitan Tenaga Listrik Transformator tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan pada sisi tegangan tinggi (primer) menjadi tegangan rendah (skunder).7.000 VA.

tinggi porselin bushing 1.000 V dan ampermeter dengan range 2.Alat Ukur Listrik 549 tap 4 V dengan tinggi 2565 mm. Gambar XIII.8 Contoh Bentuk Amperemeter dan Volmeter .8 Gambar XIII.7 Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh bentuk voltmeter dengan range 9. 500 A produksi General Electric ditunjukkan pada Gambar XIII.880 mm dengan oli 250 L dan berat 740 kg.

550 Pembangkitan Tenaga Listrik C. Dapat pula dikatakan Watt dan kW (kilo Watt) jika faktor daya atau cos f diperhitungkan. Cos f watt.9. untuk daya arus bolak–balik satu phasa P= E .10 Pengukur Daya (Watt-meter 1 phasa) . I. Dalam praktiknya kita tinggal melihat hasil yang telah didata pada alat ukur. 3 Watt untuk daya arus bolak–balik tiga phasa. Lihat skema gambar pengukur daya pada Gambar XIII.9 Kontruksi dasar Watt Meter Keterangan : L – medan lapan (spool arus) P – medan putar (spool tegangan) Gambar XIII. Dalam uraian secara perhitungan. I. Di sini akan kelihatan berapa besar daya yang dipakai pada alat pemakai. Pengukuran Daya Listrik Dalam teori teknik tenaga listrik terurai untuk menentukan besarnya daya listrik yang dipakai dalam satuan Volt Amper (VA) dan yang lebih tinggi kVA (kilo Volt Amper). Gambar XIII. Cos f . besarnya daya (P) adalah: P = E .

13 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa .12 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 551 Gambar XIII.11 Pengukur Daya (Watt-Meter 1 Phasa/3 Phasa) A Gambar XIII.

14 Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Gambar XIII.16 Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat .552 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.15 Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 2 Wattmeter Gambar XIII.

Untuk menghitung Cos f dengan menggunakan rumus: Cos f = P V . Tujuan pengukuran Cos f atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah. prinsip seperti pengukur Watt. . Pengukuran Faktor Daya Dalam pengertian sehari–hari disebut pengukur Cosinus phi (f ). Kumparan didalamnya terdiri dari kumparan arus dan kumparan tegangan. Kita menghendaki bukan penunjukan sudut phasa melainkan penunjukan cosinus phi. memberikan penunjukan secara langsung dari selisih phasa yang timbul antara arus dan tegangan.I (13-2) Keterangan: P = daya dalam satuan watt V = tegangan dalam satuan volt I = arus listrik dalam satuan amper Pengukuran Cos f berdasarkan pada dasar–dasar gerak listrik dapat dianggap sebagai Pengukuran kumparan silang.Alat Ukur Listrik 553 Gambar XIII.17 Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi D.

I3.19 Kopel yang Ditimbulkan Pada kumparan S1 bekerja suatu gaya.I sin (13-3) (13-4) (13-5) . Cos f Gaya pada kumparan S2 besarnya.554 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam proses pengukuran Cos f . K2=C3. prinsip pengukuran bukanlah dituntut hasil yang persis. Gambar XIII.V.I2 I3. K1= C1.I1. Menurut petunjuk–petunjuk dari pembuat atau yang memproduksi alat ukur.Cos (90–f ) = C4.VI. sudut skala penunjukan.Cos f Q = C2.18 Alat Pengukur Cos F Gambar XIII. kesalahan yang diizinkan adalah dua derajat.

cos f sin Kopel k2 adalah.19.I. Gambar XIII. M2=C6.cos Atau tg = C. Kalau arus mendahului.V. dimana kumparan S2 dengan jarumnya berhenti di muka sudut negatif f berarti di sebelah kiri dari garis tengah yang tegak. f 555 (13-6) (13-7) (13-8) Akibatnya bahwa dengan jarum yang dihubungkan dengan kumparankumparan yang dapat bergerak dan yang sikapnya selalu sesuai dengan kumparan S2. kopel ditimbulkan oleh gaya I2 dari I3 karena itu kedua gaya kopel bekerja bersama–sama. tg . Gambar XIII. M1 = C5. memberi penunjukan yang langsung berbanding lurus dengan f .I.Alat Ukur Listrik Kopel yang ditimbulkan oleh k1 adalah.V.20 Pengukur Cos F dengan Kumparan Tegangan yang Tetap dan Inti Besi .sinf .

23 Cosphimeter dengan Azas Kumparan Silang .22 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Gambar XIII .20 Gambar XIII.21 Diagram Vektor Ambar XIII.556 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

26 Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-Garis Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 557 Gambar XIII.27 Sambungan Cosphimeter 1 phasa Gambar XIII.24 Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Gambar XIII.25 Skala Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII.28 Sambungan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa .

Kecuali getaran–getaran dari komponen elektronika. Biasanya yang dipakai rata–rata berkisar 48 Hz sampai dengan 60 Hz. hal ini menyangkut permasalahan dari alat yang dipergunakan.p 120 (13-9) Frekuensimeter bekerja atas dasar azas getaran listrik atau getaran secara mekanis.29 Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII. Dan alat ini banyak ditemukan pada panel–panel PHB. Frekunsi dengan azas resonansi (getaran) listrik jarang temukan. Jadi disambung secara pararel terhadap jaringan listrik. Perlu diingat pada teori dasar dari generator listrik. .558 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII. tertera rumus: Frekuensi f = n. dalam hal ini adalah alat–alat listrik karena alat–alat tersebut sudah mempunyai spesifikasi tertentu untuk getaranya. Penyambungan frekuensi meter sama halnya dengan penyambungan alat ukur Voltmeter. Mengapa getaran ini perlu diketahui. mengingat pembuatannya sangat mahal dan rumit dan disebabkan ruang lingkup penunjukkan jarum penunjuk sangat–sangat sempit hanya berkisar 48 dengan Hz sampai 52 Hz. tetapi yang banyak dipakai adalah frekuensimeter dengan azas mekanik mudah merakitnya.30 Pemasangan secara tidak langsung Cosphimeter phasa tiga E. Pengukuran Frekuensi Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui banyaknya getaran listrik dengan kesatuan Herzt dari sumber pembangkit tenaga listrik.

32 Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar . bila jarak dari perbedaan frekuensinya 0. telah ditetapkan bahwa amplitudo dari defleksinya akan menurun sampai kira–kira 60%.32 menunjukkan prinsip kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. 25 Hz dari frekuensinya.31 Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Dalam perencanaan susunan lidah–lidah bergetar. Getaran dapat dilihat pada tipe lidah bergetar. relatif tidak berjauhan satu sama lain dalam barisnya. memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh arus bolak–balik. dan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolak–balik. Gambar XIII.31 menunjukkan sistem kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. Gambar XIII. masing–masing memiliki perbedaan frekuensinya.Alat Ukur Listrik 559 1. Frekuensi meter Lidah Bergetar Gambar XIII. Sejumlah kepingan plat baja yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar. salah satu lidah akan timbul getaran dan beresonansi. Gambar XIII.

33.Sin ? t–½ m . Alat Pengukur Frekuensi dari Type Rasio Gambar XIII. 33 Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Alat ukur frekuensi dengan skala penunjukkan sering dibuat sebagai alat ukur rasio (elektro dinamis) lihat Gambar XIII. m.sin ?t) 2= 2 +½ m +2. m . Maka rasio dari I1 dan I akan berubah secara monoton dengan frekuensi–frekuensi 2 yang berubah diatas. Alat ukur frekuensi lidah bergetar atau tipe alat ukur rasio terbatas. sehingga menyebabkan arus–arus mempunyai resonansi pada masing–masing 42 Hz. Agar daerah petunjukkan dapat lebih . . disuperposisikan kepadanya (Gambar XIII. dan frekuensi yang akan diukur dapat diketahui pada skala petunjuk.560 Pembangkitan Tenaga Listrik Gaya yang bekerja pada lidah–lidah bergetar berbanding lurus dengan kuadrat dari fruksi magnet yang tetap yang disebabkan oleh fluksi magnet permanen dan fluksi arus bolak–balik Sin ?t.cos 2 ?t (13-10) 2. Konstanta–konstanta dipilih sedemikian rupa. Arus yang mengalir melalui kumparan M1 dan M2 adalah I1 dan I2 . atau dibawah 50 Hz. Maka petunjuk akan bergetar sesuai dengan rasio tersebut. dalam daerah pengukurannya.32) dengan demikian: ( + m .

maka muatan C. maka alat pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi.C.V. maka sumber daya yang dipergunakan sebagai yang diperlihatkan Gambar XIII.at ukur amper pada setiap periode. Karena terdapat suatu hubungan antara I dan f.V mengalir melalui a. Gambar XIII. V (13-11) Karena terdapat suatu hubungan yang linier abtar I dan f.134. I = f.Alat Ukur Listrik 561 besar. Gambar XIII.34 Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis Pengisisan-Pengosongan Kapasitor Cara kerja alat ukur Bila kontak–kontak dari relai pada gambar terbuka atau menutup pada frekuensi f . C. maka pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi. Arus yang melalui meter amper.35 Kontruksi Frekuensi Lidah . dan demikian arus I yang mengalir melalui alat ukur amper diberikan I = f.

36 Skala Frekuensimeter Lidah F. bila momen tersebut yaitu T dan Td ada dalam keadaan seimbang. arus 1 mengalir melalui Wc mengakibatkan terjadinya fluksi 1. sambil berputar D akan memotong garis–garis fruksi qm dari magnet permanen.Cosf =Km. Dengan demikian kepingan alumunium D.V. dan hasil dari Wp adalah fluksi magnet 2 antara arus yang melalui W c dan W p berbeda 90o. dan Cc adalah inti kumparan arus. Perbedaan ini ditunjukkan oleh Gambar XIII. Lihat Gambar XIII.m didalam kepingan alumunium tersebut.V. menyebabkan terjadinya arus–arus putar yang berbanding lurus terhadap n. W p mempunyai sejumlah kumparan yang banyak dan mempunyai penampang kawat spot yang kecil dibandingkan dengan penampang kawat spot arus.I.N.? . m 2 f Kd.co? = Km . Cp adalah inti kumparan tegangan. Wc adalah arus (lilitan arus). maka D hubungan di bawah berlaku: Kd.37. Bila kepingan alumunium berputar dengan kecepatan n. Wp adalah lilitan kumparan tegangan. Arus–arus putar ini akan memotong gari–garis fluksi m . karena alat ukur ini mempunyai peralatan yang berprinsip kerjanya.38. m 2 (13-12) . Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik 1.562 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII. sehingga kepingan D akan mengalami suatu momen rendaman Td yang berbanding lurus terhadap n? m 2.N. terjadi momen gerak TD yang berbanding lurus terhadap daya beban yang diperlihatkan dalam persamaan. Prinsip Kerja Untuk pengukur energi arus bolak–balik mempergunakan alat ukur type induksi.I.

perputaran dari kepingan tersebut untuk jangka waktu tertentu berbanding dengan energi yang akan diukur.M 2 (13-13) Kd dan Km sebagai suatu konstanta. dari kepingan D adalah berbanding lurus dengan beban V. Dari persamaan tersebut terlihat bahwa kecepatan putar n. . Untuk mencapai perputaran tertentu.Alat Ukur Listrik 563 N= Kd V.I Kd . maka perputaran dari keping D ditransformasikan melalui .38 Arus Eddy pada Suatu Piringan I cos f .37 Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus Bolak-Balik (Jenis Induksi) Gambar XIII. Gambar XIII.

kepada alat penunjuk roda–roda angka transformasi dari kecepatan putar roda angka berputar lebih lambat dibanding dengan kepingan C. Hal ini dicapai dengan melilitkan kumparan F dengan beberapa lilitan terhadap inti lilitan tegangan dan dihubungkan tahanan R. Penyesuaian phasa Agar kepingan bisa diberikan suatu momen yang berbanding lurus terhadap daya beban. hal ini mengakibatkan fluksi kombinasi F2 dari F 2 dan F s mempunyai phasa tinggal terhadap V dengan sudut 90o. Akan tetapi dalam praktiknya sudut phasa lebih kecil 90o yang disebabkan adanya tahanan–tahanan dan kerugian–kerugian isi besi pada inti dari kumparan tegangan W p. Untuk mengkompensasikan ini. Kesalahan dan cara kompensasinya a.39 Prinsip Pengatur Phasa . lihat gambar XIII.564 Pembangkitan Tenaga Listrik sistem mekanis tertentu. suatu penyesuaian phasa di tempatkan pada kumparan itu. 2.39 terlihat bahwa arus I yang mengalir disebabkan oleh fluksi magnetis F2 dan ini membangkit pula fluksi magnetis Fs. Gambar XIII. diperlukan memuat F 2 agar phasanya tertinggal 90o terhadap V. Dengan demikian maka alat penunjuk atau roda angka menunjukkan energi yang diukur dalam kWH (kilo Watt Jam) setelah melalui kalibrasi tertentu.

n .41 Prinsip Suatu Beban Ringan Pada saat arus I kecil demikian pula F1 kecil.F 1 2 akan terjadi. maka F 1 akan besar pula sampai F1m. Suatu shunt magnetis dipasang di dalam inti kumparan arus ditunukkan pada Gambar XIII. akan tetapi pada saat I besar. Momen tersebut akan bekerja berlawanan arahnya dari perputaran.F 12 dan k2 .40 Gambar XIII. Jadi dengan demikian pada beban–beban berat kesalahan negatif yang disebabkan oleh K1 . F 22 . sehingga . Untuk mengurangi kesalahan ini F 1 dibuat kecil. n .Alat Ukur Listrik 565 b.40 Prinsip Suatu Beban Berat Gambar XIII. Penyesuaian pada beban berat Kepingan D pada saat berputar memotong medan 1 dan 2 selain dari qm akan membangkitkan momen k1. F 2 besar dan perputarannya kecil. maka shunt magnet akan memungkinkan fluksi yang berbentuk F1 dari F1 untuk mengalir. akan menimbulkan perlawanan dan menyebabkan kesalahan negatif. pada saat kejenuhan dari fluksi magnet terjadi. Jadi fluksi magnetis yang disebabkan arus dan memotong kepingan D berkurang F1 menjadi (F 1 – F 1).n. Dengan demikian momen gerak yang akan dihasilkan akan bertambah secara perbandingan lebih besar terhadap arus.

c. Alat-Alat Ukur Digital Alat ukur digital menunjukkan kebesaran yang diukur dalam bentuk angka. akan mempunyai phasa terlambat bagian lainnya yang tidak melalui cincin pendek ini. Untuk menghindari hal ini.566 Pembangkitan Tenaga Listrik suatu kompensasi untuk kesalahan negatif pada beban–beban berat akan terjadi. maka momen gesekan akan terjadi dan menyebabkan kesalahan–kesalahan negatif. maka dilakukan dengan jalan membuat lubang kecil pada keping D dan ini berfungsi bila keping D berputar pada saat bagian dilubang melewati medan dari kumparan putar. Gambar XIII. Disamping ini ada keuntungan–keuntungan lain seperti penggunaan sinyal-sinyal digital untuk pencetakan atau perekaman langsung pada pita magnetis . Dengan pengaturan bagian dari fluksi magnetis q2 yang melalui cincin pendek. bahkan sampai angka desimal dan sangat kecil masih dapat ditera dengan teliti. Alat ukur ini sangat peka sekali. Untuk mengatasi ini ditempatkan cincin tembaga yang pendek. kemungkinan untuk meniadakan pengaruh dari momen-momen gesekan.41. Dan alat ini penunjukkan secara langsung dapat dibaca. Mengelakkan putaran pada Beban Kosong Dalam posisi tidak berfungsi atau beban kosong atau tidak ada beban maka kumparan tegangan akan tersambung pada tegangan ini menyebabkan timbulnya medan magnet pada medan putar dan mengakibatkan keping D berputar secara pelan. lihat Gambar XIII. Dengan mengatur posisi dari cincin pendek. d.42 Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) G. Penyesuaian Beban–Beban Ringan Bila kepingan D berputar. maka keping–keping D akan mati.

jika dipergunakan alat ukur digital untuk gejala–gejala tersebut maka perlu diubah pada setiap tempat menjadi besaran digital. Gejala-gejala yang akan diukur kebanyakan berubaf secara kontinu (dalam bentuk analog).44 Beda Antara Metoda Perbandingan dan Metoda Integrasi . Gambar XIII. Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 567 selanjutnya untuk penghubung langsung komputer–komputer alat–alat digital untuk menambah efisiensi pengolahan data.43 Prinsip Votmeter Gigital dengan Metode Perbandingan Gambar XIII. Alat yang untuk mengubah ini disebut pengubah analog digital (A–D converter) dan ini merupakan elemen yang penting bagi alat ukur digital.44 menunjukkan beda antara metoda perbandingan dan metoda integrasi Gambar XIII.43 menunjukkan Prinsip votmeter digital dengan metode perbandingan.

kemudian tegangan standar berkode ini ditunjukkan secara bilangan. Voltmeter Digital Masa sekarang perkembangan penggunaan alat–alat ukur listrik yang serba praktis dan canggih selalu dicari. Karena tegangan input diintegrasikan melalui suatu waktu periode sebanding dengan periode frekuensi gelombang daya jala–jala. Tegangan yang dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding mengatur suatu rangkaian pengatur (witching circuit) melalui suatu rangkaian logik sehingga tegangan standar dapat berubah secara otomatis sampai menyamai tegangan yang diukur. a. Metoda ini mempunyai sifat demikian rupa sehingga perbandingan langsung antara tegangan yang diukur dan tegangan standar menjamin ketelitian dan ketepatan pengukuran. hasilnya diubah menjadi pulsa–pulsa yang kemudian diukur. sehingga pengaruh dari noise pada petunjuk meter dapat dikurangi. Metode perbandingan Voltmeter berdasarkan metoda ini mempunyai suatu tegangan yang standar berkode berubah–ubah. Jenis pengubah tegangan frekuensi Jenis ini merupakan kombinasi dari suatu pengubah tegangan frekuensi dan suatu frekuensimeter jenis penghitung (counter type) jika tegangan yang diukur dipasang pada terminal input. Metoda yang dipakai secara garis besar dapat dibagi dalam metoda perbandingan. metoda integrasi dan metoda potensiometer integrasi. pengubah tegangan frekuensi menghasilkan suatu deretan pulsa sebanding dengan tegangan input dan . terutama peneraan tegangan listrik diciptakan Voltmeter digital.568 Pembangkitan Tenaga Listrik 1. tegangan yang diukur dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding. Metoda Integrasi Dengan metoda ini tegangan diintegrasikan oleh suatu rangkaian integrasi yang mempunyai kelinieran sangat baik. Metoda integrasi ini dapat disub klasifikasikan dalam tiga jenis sabagai berikut: 2. Perbandingan tegangan luar dengan tegangan yang diukur dapat diukur dengan teliti dan tepat dan output berkode dapat dipakai untuk perekaman otomatis dari harga yang diukur. ini sangat pesat sekali dan diciptakan bermacam –macam jenis. maka harga rata–rata “noise” dengan frekuensi jala–jala yang tercampur dalam tegangan input adalah nol. Selain mengukur tegangan. b. Demikian pula noise lain. voltmeter digital dapat pula mengukur tahanan (meter–meter Volt Ohm) atau dapat kedua-duanya tegangan DC dan AC (multi meter).

Sebagai contoh anggap keadaan dimana harus diperlihatkan suatu harga pengukuran 6 digit. 3. maka tegangan yang diukur v1 dapat ditentukan. kedua digit terakhir didapat dengan mengukur beda antara input dan kebesaran analog yang sedang diukur dengan metoda perbandingan. tegangan analog diubah ke lebar waktu (time–width). v2/v1 = t2/ t1. jadi dengan mengukur t2 dan v2 secara teliti dan t1 konstan. Selain itu.Alat Ukur Listrik 569 frekensimeter jenis penghitung menghitung pulsa–pulsa dalam suatu perioda waktu tertentu. Tegangan yang yang diukur dikecilkan atau diperkuat sampai suatu nilai tegangan yang sesuai v1. Jenis “Dual Slope“ Pada jenis ini. pegangan input dimodulasikan dengan lebar pulsa secara teliti dan dihitung beda antara lebar pulsa positif dan negatif. jika perioda waktu dimana sakelar k berada pada –Vs adalah t1 dan berada pada +Vs adalah t 2. Unit pengubah menggunakan suatu rangkaian integrasi. maka vx dapat ditentukan dengan mengukur beda antara lebar antara lebar pulsa–pulsa (t1–t2). suatu tegangan segitiga v dengan perioda antara frekuensi 2 gelombang jala–jala dilakukan berulang–ulang dan jika v2 sama dengan v1. Jika v dipasang sampai output integrator nol 2 disebut t2 maka berlaku. Karena dalam pengubah ini dipakai rangkaian integrasi. yaitu ketelitian dan metoda integrasi diperbaiki dengan menggabungkannya dengan metoda potensiometer.45 . Gambar XIII. maka jenis ini mempunyai keunggulan dari metoda integrasi. (Vx /Vs )(R2/R10=(t1–t2)(t1+t2). Jika v diintegrasikan. i. 4. lalu diintegrasikan selama satu periode waktu tertentu t1 dan kemudian suatu tegangan referensi v2 dengan polaritas berlawanan dari v1 diintegrasikan. maka terjadi pembalikkan polaritas dari sakelar k oleh pembanding (comparator). 5. keempat digit pertama didapat dengan jenis pengubah tegangan frekuensi dan kebesaran digitalnya diubah menjadi suatu kebesaran analog yang diteliti lalu dimasukkan kembali ke input. maka berlaku hubungan. Metoda Potensiometer Integrasi Metoda ini merupakan suatu kombinasi dari metoda perbandingan dan metoda integrasi. maka output integrator mula– 1 mula nol akan mencapai suatu nilai tertentu dan kembali menjadi nilai nol jika v2 diintegrasikan. V x 1 dan tegangan refernsi +Vs atau –Vs . Karena (t1+t2) telah diambil sama dengan perioda dari frekuensi gelombang jala–jala. Jenis modulasi lebar pulsa (jenis feedback) Pada jenis ini. Output integrator v1 mempunyai “slope“ yang merupakan j mlah “slope“ dari u tegangan yang diukur.

. dimana setiap titik pergerakan direkam pada kertas. Tinta diisap oleh tempat tinta yang diam. diteliti atau direkam. arus atau lainnya yang diukur direkam secara otomatis untuk suatu waktu yang panjang. melalui pengisap tinta. Oleh karena pergerakan pena disertai dengan penggesekan antara pena dan kertas. maka kopel penggerak haruslah lebih besar dibandingkan dengan meter listrik yang bergerak bebas. Recorder Alat–alat ukur dengan mana harga tegangan.45 Prinsip Sistem Penghitung dengan Cara Modulasi Lebar Pulsa 6. Penulisan pena Ini dikerjakan dengan mengikat pena pada titik yang ditunjukkan oleh alat listrik. biasanya “recorder“ (perekam). disebut direct writing type recorder. a. atau bentuk gelombang. b. Penulisan boleh dengan pena atau pemetaan. Pena yang dipakai di tunjukkan oleh Gambar XIII. Karena itu tidak mempunyai sensitivitas yangtinggi seperti mikro amper meter.570 Pembangkitan Tenaga Listrik menunjukkan prinsip sistem penghitung dengan cara modulasi lebar pulsa Gambar XIII. Perekam Jenis Langsung (Direct Writing Type Recorder) Pada alat penunjuk listrik.46.

47 Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Biasanya perekaman didapat dalam pena berbentuk busur lingkaran dan beberapa alat dilengkapi dengan alat mekanis untuk mengubah busur ini ke koordinat orthogonal cara pendekatan. Gambar XIII.46 Alat Pencatat Penulis Pena Gambar XIII.47 menunjukkan contoh cara kerja garis lurus alat pencatat penulis langsung .Alat Ukur Listrik 571 Gambar XIII.

disini tidak ada gesekan antara pena dan kertas.49 menunjukkan cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) Gambar XIII. berbeda halnya dengan penulisan pena.48.572 Pembangkitan Tenaga Listrik c.49 Cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) .48 Alat Pencatat Penulis Langsung Gambar XIII. oleh karena itu sensitifitasnya lebih dibandingkan dengan pen. kecuali untuk pemetaan. Bentuk mekanis plotting digambar pada Gambar III. Jenis Pemetaan (Plotting) Titik defleksi yang ditunjukkan oleh instrumen penunjuk listrik dipetakan pada 10 s/d 30 sekon interval pada kertas. Gambar XIII. Tambahan dengan pergantian warna pita untuk setiap plotting.

Gerakan elektromagnet. Gambar XIII. sinar cahaya elektron akan bergerak dengan adanya tegangan pada elektroda penggerak. Sint. Oscilloscope Pemakaian oscillosgraph elektromagnetis dibatasi sampai frekuensi 10 KHz. Jika 2 set elektroda penggerak (deflecting elektrode) diikatkan pada sudut yang benar satu sama lainya seperti gambar.Alat Ukur Listrik 573 7. Dengan adanya elektron yang berpindah diantara elektroda penggerak. dipakai pada elektroda penggerak vertikal. bintik pada screen akan menunjukkan gelombang sinus.50 menunjukkan blok diagram suatu alat pencatat X-Y. Pada elektroda penggerak horizontal dan tegangan v = V. Gambar XIII. Pada oscilloscope gejala yang disebutkan diatas digunakan untuk melukiskan bentuk gelombang. sinar cahaya elektron dalam perjalanan yang lalu pada elektro dan penggerak ini akan bergerak vertikal maupun horizontal dan memukul satu titik pada screen dan ini menyebabkan material screen ber-flourescense dan bintik terang akan kelihatan pada screen. Gambar XIII.50 Blok diagram suatu alat pencatat X -Y .51 menunjukkan penyimpanan suatu sinar elektron dalam suatu CRT. signal arus dipakai dalam sistem kumparan penggerak untuk menghasilkan medan magnet yang kemudian digunakan menggerakkan sinar cahaya elektron. dan untuk gejala frekuensi tinggi dipakai tabung katoda ray untuk mendefleksikan sinar cahaya elektron.

51 Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT Gambar XIII.52 menunjukkan “Blok Diagram” suatu oscilloscope (system ”repetitive sweep”) Gambar XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Oscilloscope (System”Repetitive Sweep”) .574 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” .Alat Ukur Listrik 575 Gambar XIII.53 Hubungan Antara Bentuk Geombang yang Terlibat dan Bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” Gambar XIII.

55 Contoh dari Samping Osciloskop Gambar III.576 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar III.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator Gambar XIII.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII.106 .

59 di bawah ini. antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama ditunjukkan pada Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 577 Gambar XIII. dengan alat penunjukan jarum dan megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga. Sumber tenaga pada megger jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar. . Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa. Jenis megger adalah: megger dengan engkol sebagai pembangkit tegangan. Megger Meger adalah alat untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi.58 Peredam Reaktansi H.

60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer J. sehingga perlu penanganan khusus terhadap alat-alat.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger I. Diberi warna. tebal garis sama A A D D C B B AVO Avometer Gambar XIII. macam dan spesifikasinya. diharapkan . dan mengukur arus listrik (AC dan DC).60. hubungan bintang atau segitiga pada terminal motor harus dilepas. Salah satu contoh penggunaan AVOmeter ditunjukkan pada Gambar XIII. besar tegangan listrik (AC dan DC). Pemeliharaan Alat Ukur Alat-alat yang yang ada di laboratorium dan bengkel listrik banyak jenis. Untuk menunjang pemeliharaan dibutuhkan petugas laboran dan teknisi. Dengan adanya petugas laboran teknisi.578 Pembangkitan Tenaga Listrik U X Y W Z V Mengger ~ 0 Z X Y U V W Gambar XIII. Pada saat mengukur belitan. Avometer Avometer atau multitester berfungsi untuk mengukur besarnya tahan listrik.

dan bebas dari debu. alat ini harus ditempatkan diruangan tertutup yang terbebas dari sinar matahari langsung. Maksud pemeliharaan adalah agar peralatan menukang. komponen-komponen. perlindungan peralatan dari pengaruh suhu dan lingkungan. suhu udara kurang lebih 30 oC. macam. Dari uraian ini. pembersihan kotoran pada solder. Alat yang peka terhadap terhadap kondisi lingkungan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terbebas dari sinar matahari langsung. Ruang lingkup pemeliharaan atau perawatan lebih kurang adalah meliputi penempatan penyimpanan alat-alat. Misalnya seperangkat komputer. . dan pengecekan kondisi peralatan secara berkala (misal pemberian vet secara berkala pada bantalan motor listrik. pemberian minyak pelumas pada alat ukur listrik jarum. dan spesifikasi alat laboratorium atau bengkel. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan yang ada.Alat Ukur Listrik 579 laboratorium dan bengkel listrik terpelihara dengan baik sehingga umur peralatan menjadi lebih panjang. macam. macam dan spesifikasinya. menejemen penggunaan alat. terbebas dari suhu ruangan yang terlalu tinggi. mesin-mesin listrik dan peralatan listrik laboratorium atau bengkel tidak mudah cepat rusak dan efisien kerjanya tinggi. Pemeliharaan merupakan salah satu pekerjaan yang harus ada dalam kegiatan dilaboratorium dan bengkel. agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. Penempatan penyimpanan alat merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. dan pembersihan disc drive pada komputer). Jika dicermati. dan terbebas dari debu. dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan berarti merawat. dan peralatan listrik yang ada di laboratorium atau bengkel. terlalu lembab. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan menukang. pembersihan alat. menyimpan dengan benar sesuai dengan fungsinya. dan spesifikasi alat-alat akan membantu mempermudah laboran dalam memeliharanya. artinya cara menangani alat laboratorium atau bengkel harus dilakukan dengan cara professional. Dengan memahami jenis. Laboran harus betul-betul memahami jenis. Penempatan penyimpanan alat disesuaikan dengan jenis. Pemeliharaan mempunyai tujuan agar supaya alat-alat laboratorium atau bengkel dapat digunakan secara optimal dalam jangka waktu yang relatif lama. menangani alat-alat laboratorium dan bengkel tidak dapat dilakukan dengan cara serampangan. memperlakukan dengan benar. posisi letak penyimpanan. komponenkomponen.

Posisi letak penyimpanan alat juga merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. Ada beberapa alat ukur listrik. misalnya AVO meter. maka pekerjaan pemeliharaan komputer telah dilakukan. . mendatar. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit janm dengan didampingi guru pembina dan teknisi L. mndatar. alat ini tidak ada petunjuk khusus posisi meletakkannya. Sebagai contoh adalah meter-meter listrk (alat pengukuran listrik). Tugas Buat laporan langkah-langkah pemeliharaan yang telah dilakukan di Laboratorium atau bengkel dan kendala-kendalanya. dan miring dengan sudut tertentu. alat ini ada yang cara meletakkanya dengan posisi tegak lurus. Tugas dikumpulkan pada pertemuan Ke 3. atau posisi lain sesuai dengan petunjuk cara meletakkannya. Apabila petunjuk cara meletakkan penyimpanan alat dilanggar. misalnya alat harus diletakkan tegak lurus.580 Pembangkitan Tenaga Listrik Jika pekerjaan seperti ini telah dilakukan. Latihan 1. Keadaan ini dapat diatasi dengan meletakkan AVO meter sedemikian rupa sehingga mudah untuk melihat jenis alat ukur dan mudah dibaca (tidak terbalik) jika dibaca secara langsung K. cepat atau lambat akan berpengaruh pada tingkat ketelitian hasil pengukuran. Posisi letak penyimpanan alat harus diperhatikan petunjuk posisi cara meletakkan alat. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit j dengan didampingi guru pembina dan teknisi 2.

PLN Persero. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik. Surabaya Djiteng Marsudi. Universitas Indonesia. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Transformator Tenaga. Suralaya. 2003. Pembangkitan Energi Listrik. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT. Suralaya. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Transmisi Tenaga Listrik. Suralaya. 2006. 1998. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Penanganan Bahan Bakar. Laporan PI. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan.Daftar Pustaka LAMPIRAN A1 DAFTAR PUSTAKA Abdul Kadir. Surabaya Davit Setyabudi. 2005. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Jakarta Andriyanto. Suralaya. Teknik Elektro FT Unesa. Suralaya. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2003 . Erlangga. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. Laporan PI. Teknik Elektro FT Unesa. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA.

Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin.com/ Jan Machrowski. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan. 1985. Modern Power and Planning System. Joko.co. et.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default.blogspot. 2004. Surabaya IEC 156/1963. America.ekaristi.al. 1987 Hedore Wildi. Electrical Machines & Power System. GBC Measurement. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.sitohangdaribintan.al. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. Power System Dynamic and Stability. 1996. Protective Relay Aplication Guide.com http://members. Tim Alih Bahasa.org http://www.blogberita.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://www.com http://www. Printed in the United Soth of America. the General Electric Company. Prentice Hall.web.com http://www.bumn-ri.indonesiapower. Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. 1963 .com/jasa_tirta1/graphics.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A2 Ermanto.motor-rundirect.com http://www.gtkabel.harianbatampos. Stafford England. 2002.html http://www.firstelectricmotor. Singapore Toronto Joel Weisman. New Jersly http://faizal. New York.com http://www. et.aspx http://www.

Surabaya . Surabaya MS. Azwar Charis. Surabaya Kurikulum SMK Tahun 2004. Teknik Elektro. P. Laporan PI. Kamuraju. Laporan PI. Bambang Djaya. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. 2006. Direktorat Pendidikan Menegah Kejuruan.T. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya. PT. 2000. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan). PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya. 1976 Indrati Agustinah. FT Unesa. Surabaya 1995. P. Bambang Djaya. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.201 (1) A). Sistem Kelistrikan (L. Printed in Singapore P. Perusahaan Umum Listrik Negara. Jakarta. PT. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. Power Transformer. V. PLN. Hakim.KUG/M. High Voltage Enginering. 2006.KKG/M. Conductorjasa Suryapersada. Nurdin.OUI. Teknik Elektro. FT Unesa.T. 2004 Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L.T. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. Surabaya Rahmat R. Joko. Teknik Elektro FT Unesa. Methode Pengujian Transformator Distribusi. Jakarta 1981 Rachma Dewi O. 2005 M.803 (1) A). Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT.Daftar Pustaka LAMPIRAN A3 IEC 76/1976. Laporan PI. 2006.OUI. 2004.

Pengujian Transformator. Jakarta. 2003 Turan. 1982. Japan AE Power Systems Corporation. Laporan PI. Teknik Elektro FT Unesa. All Rights Reserved. . Laporan PI. Surabaya. 1987. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. John Wiley & Sons Yudi Widya N. Modern Power System Analysis. Surabaya Copyright 2003. PT. 1979. Surabaya Yugo F. G. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. Jakarta. Jakarta. 2006. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. Sistem Pengoperasian Genset di PT. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. 2006. 1998 Standar Kompetensi Nasional. SPLN 50 – 1982. Depdiknas RI. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Teknik Elektro FT Unesa.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A4 SPLN 17: 1979.

546 biaya poduksi. 541. 110 dB. 179 delta-delta. 530 deaerator.576 AVR. 564 ambient temperature. 27 distribution planning. 85.482 baterai aki. 552 coupling capacitor. 351 asam sulfat (H2SO4). 402 dual slope. 13 deenergized. 555 circuit breaker. 481 data acquisition. 540 arus hubung singkat. 175 debit air. 96 dekarbonator. 401 avometer. 81 aero derivative. 5. 226 cd (cadmium). 143 AMSSB. 94 chosphimeter. 119 angka oktan. 88 delta-wye. 567 .99 buffer baterey. 353 arus pengisian . 396 accu zuur. 7 dokumen sop. 95 accu battery. 272 control room. 37. 2 daya aktif. 193 centrifuge reclaiming. 529 coupling system. 501 cathodic protection. 5 beban rata-rata. 183 agregat dan piranti.79 cellars. 391 consumable parts. 5 belitan. 486 auxiliary transformer. 78. 487 dinamo exciler. 359 beban harian. 88 diagram AVR.2 diagram excitacy. 115 alarm. 76. 363 air gap. 96 blow down (air ketel). 5 black start. 123 alat ukur digital. 180. 312 automatic follower. 147 boiler. 412 breakdown voltage . 52 circulating water pump. 518 belitan primer. 17. 492 ct/ppt avr. 5 beban puncak. 64 cable duct. 544 arus keluar ke line. 524 crane.. 84. 142 daya. 129 condition based maintenance. 348 bushing. 122 arus line. 143 amperemeter. 39 disconnecting switch. 2 beban tahunan. 349 baterai buffer. 547 amplifier mekanis. 79 assembling. 157 bleaching earth. 85 delta-bintang.546 belitan skunder. 144 cos . 338 baterai akumulator. 109 daya reaktif.528 busur listrik. 223 antene. 27 carrier current. 37 current compensator. 401 compression joint. . 488 diagram beban.Daftar Istilah LAMPIRAN B1 DAFTAR ISTILAH absorben.

28. 95 flashover. 5 interferensi. 40 generator dc tidak keluar tegangan. 364 generator listrik. 97 faktor kapasitas. 370 gangguan mekanis generator. 16 exitacy. 5 instalasi telekomunikasi. 512 instalasi pemakain sendiri. 546 grounding mesh. 556 flused stem system. 40 generator dc shunt 4 kutup. 229 heat exchanger. 458 feeder (saluran). 512 energi listrik. 427 kebenaran OR. 137 grounding plate. 288 gangguan pada mesin dc. 184 heat shrink. 553 generation planning. 6 insulating switch. 364 gangguan. 227 kerja pararel transformator. 24. 133. 350 generator asinkron. 246 field circuit breaker. 93. 24 klasifikasi transformator tenaga. 27. 5 instalasi tegangan tinggi. 5 instalasi lift/elevator. 128 kapasitor penguat. 28. 49 juster werstand. 277 gerbang AND. 87 elevator.557 frekuensi lidah bergetar. geothermal. 396 kemiringan tegangan. 163 elektroda. 282. pemeliharaan dan perbaikan motor asinkron. 2. 429 gerbang OR. generator sinkron 3 phasa. 244 faktor daya. 18 heat recovery steam generator. 248 kebenaran AND. 29 generator penguat utama.428 gerbang NOT. 37 jointing sleeve. 94. 189 glowler. 551 faktor disipasi.133 generator arus searah shunt. 38 generator penguat pilot.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B2 duga muka air (DMA). 174. 197 forced outage rate (for). 234 ground. 360 generator dc.1 generator main excitacy. 556 frekuensi meter. 480 fire. 364 gelombang mikro. 5 generator. 119 instalasi sumber energi. 3. 50 investasi. 350 hygroscopicity. 246 fuel cell. 37 harmonisa. 24 hazard triangle. 529 kendalan pembangkit. 115 frekuensi. 5. 75 instalasi pendingin. 137 hand wheel (shunt regullar). pemeliharaan dan perbaikan generator sinkron. 5 instalasi baterai aki. 428 kedip tegangan. 29 generator dc dengan 2 kutub. 110 frekuensi getar. 5 jenis saklar tenaga. 29 generator sinkron. 24 kegiatan pemeliharaan.233 filtering. 428. 371 gangguan dan kerusakan. 285 gangguan. 5 energi mekanik. 15 faktor beban. 450 kendala operasi. generator terbakar. 373 grindability test. 5 instalasi penerangan. 95 instalasi arus searah. 523 interkoneksi. 159 economizer. 213 gangguan belitan kutub. 37 generator buffer. 245 faktor utilisasi. 4 energi primer. 5 instalasi tegangan rendah. 5 instalasi bahan bakar. 19 gangguan elektrik generator. 184 hubungan jajar baterai akumulator dan generator sunt. 432 .

272 laporan dan analisis gangguan.522 komunikasi radio. 554 KWH meter. 236 opjager. 427 pemeliharaan bulanan. 249 lama pemakaian. 306 mencari kerusakan generator sinkron. 512 limited circuit. 79 ohmsaklar. 105 pemeliharaan alat ukur. . 252 pembumian. 391 pemeliharaan alat komunikasi pada pusat pembangkit. 357 oscilloscope. 1 pembebasan tegangan. 484 line matching unit. 105 operation planning. 229 pembangkitan tenaga listrik. 429 operator system. 532 konsumen. 268 medan magnet. 394 motor listrik terbakar. 36 over circuit breaker. 7 konversi energi primer. 79 komunikasi gelombang mikro. 249 magnetic circuit breaker (MCB). 1 konstruksi jaringan distribusi. 384 multiple grounding rod. 382 motor terlalu cepar putarannya. 1 kumparan silang. 236 kualitas tenaga listrik. 391 manajemen operasi. 549 motor area. 567 lighting arrester. 21 NiOH (nikel oksihidrat). 575 mekanisme pemutus tenaga. 386 mesin diesel. 576 pemeliharaan crane dan lift. 116 line. 429 on delay.571 otomatisasi. 565 metode perbandingan. 242. 261 output pilot exciter. 276 partial discharge. 23 K3. 63 main generator. 464 modulasi lebar pulsa. 398.137 mutu tenaga listrik. 433 motor listrik bantu. 37. 193 metode integrasi. 283 menentukan letak kerusakan motor dc. 279 lebar pulsa. 274 laporan pemeliharaan. 17 operasi unit pembangkit. 394 over heating. 511 lift. 119 load forecast. 539 . 394 main exciter. 518 pemeliharaan dan sop. 513 koh (potas kostik). 278 motor tidak mau berputar. 36 output. 536 komunikasi dengan kawat. 271 pemadam kebakaran. 354 minyak transformator. 465 kilo Watt jam. 266 manajemen pemeliharaan. 565 mika saklar. 351 off delay. 444. 2 laporan kerusakan.Daftar Istilah LAMPIRAN B3 keselatanan kerja. 508 motor dahlander. 393 maintenance. 522 komunikasi untuk pemeliharaan. 523 komunikasi dengan pembawa saluran tenaga. 524 komunikasi untuk administratif. 4 koordinasi pemeliharaan. 531 komunikasi gelombang mikro. 88 line trap. 523 komunikasi untuk pembagian beban. 7 operasi. 492 motor listrik. 63 megger. 5 loss of load probability (LOLP). 72 membelit motor listrik.

50 penyimpanan alat ukur. 548 pengukuran faktor daya.522 power plant. 160 PMT gas SF6. 256 pemutus beban (PMB). 268. 145 PLTD. 24 predictive maintenance. 398 pilot exciter. 49 . 50 pemutus tenaga (PMT). 569 pemindahan beban. 546 pengukur energi. 568 penunjuk (register).395. 7 perencanaan subtransmisi. 578 potensiometer. 18 plate tectonic. 21 penyaring pengait. 575 perencanaan distribusi. 568 region. 393 pemeliharaan pmt. 1. 572 rotating rectifier.3. 7 performance test. 459 pemeliharaan triwulan. 393 piston ring. 341 primover. 506 penggerak mula. 208 PLTP. 101 pemetan (plotting). 44 rel tunggal. 23. 282 peredam reaktansi. 564 penyaluran tenaga listrik. 113 relai diferensial. 570 pengatur phasa. 1. 529 penyediaan tenaga listrik. 562 pengereman dinamik. 43 rel ganda. 4 power line carrier (PLC). 474 pemeliharaan PLTU. 47. 391. 184 PLTN. 147 sutm. 14. 392 pemeliharaan pada plta. 459 pengukuran. 507 pengereman plug. 180 primer proteksi. 37. 503 pengereman regeneratif. 190 PLTA. 393 pemeliharaan harian. 198 PLTG. 8 power network analyzer. 392 pemeriksaan transformator. 112 relai proteksi. 11. 63 PMT medan magnit. 488 pemeliharaan sumber dc. 189 PLTU. 63 PMT vacum. 551 pengukuran frekuensi. 3. 443 perbaikan generator sinkron. 391 perkiraan beban. 504 pengereman mekanik. 180 PLTGU. 238 rel (busbar). 11. 545 penulisan pena. 259 saklar. 385 radiator. 1. 3. pemeliharaan periodik.529 recorder. 78. 567 power generator. 391 pemeliharaan instalasi pada pusat pembangkit listrik. 1. 126 pemeliharaan mingguan. 5. 142 pusat listrik tenaga thermo. 236 perubahan temperatur. 474 pemutus tenaga meledak. 17 rangkaian transmisi suara. 9 perbaikan dan perawatan genset. 477 repetitive. 557 pengukuran tegangan tinggi. 1 penghubung. 11. 4 prinsip kerja alat ukur. 78.119. 560 program automatic control. 110. 1 peramalan beban. 391 pemeliharaan sistem kontrol. 57 PMS (Saklar pemisah). 432 pencatat langsung. 170 pemeliharaan rutin. 12 putaran motor terbalik. 11 pusat listrik tenaga hydro. 347 pemeliharaan transformator. 30 run off river.11. 43 relai hubung tanah. 15. 106.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B4 pemeliharaan generator dan governor. 480 rotor turbogenerator. 432 pengujian transformator. 507 pengereman motor. 279 pemutus tenaga. 560 pengukuran daya listrik.

152 turbin uap. 37 start nor mal stop. 412. 446 viskositas. 429 simbol gerbang OR. 546 transformator tenaga. 10 signal generator. 235 sop blower. 478 sistem excitacy tanpa sikat.Daftar Istilah LAMPIRAN B5 saklar pemisah (PMS). 429 single grounding rod. 100 turbin pelton. 109 sistem proteksi. 391 timer. 106. 347 sensing circuit. 395 tegangan line. 151 turbin gas 4. 48 scada. 558 vacuum interrupter (VI). 479 sistem interkoneksi. 493 unit avr. 485 time based maintenance. 6 trichloroethylene. 466 switching.548 wattmeter 3 phasa. 393. 427 system planning. 154 turbin crossflow. 482 unit tyristor. 565 VVA. 235 sistem pengukuran. 348 selenoid. 269 transformator. 37 waduk. 429 . 93 voltage adjuster. 137 sistem excitacy. 20 telekomunikasi. 4. 529 saluran kabel. 36 tahanan isolasi. 203 turning type. 403 type brushlees exiter system. 278. 74 turbin francis. 225 turbin air. 5 tabel kebenaran. 110 sistem yang terisolir. 485 urutan kerja dan tanggungjawab. 429 top overhaul. 6. 142 thyristor circuit. 20. 450 transformator toroida. 508 shut down unit. 102. 549 wattmeter 1 phasa dan 3 phasa. 426 sop sistem kelistrikan.. 159 wattmeter.5 turning gear. 422 sistem distribusi. 8 system logic. 541 transformator rusak. 545 perkembangan teknologi pembangkitan. 481 voltmeter digital. 427 system logic and wiring diagram. 524 ultra-high frequency (UHF).5 trip coil. 273 sop operator boiler lokal. 119 sentral telepon. 256 system grid operation. 523 thermal siphon filter. 545 transmission planning. 548. 552 telekomunikasi melalui kawat. 72. 400 storage. 150 switchgear. 5 turbocharger.49 saluran jebakan. 272 super heater. 35 type rasio. 27 transmisi. 478 sistem excitacy dengan sikat . 545 transformator 3 phasa. 482 sel berbentuk lurus. 96 threshold values. 550 wiring diagram. 4. 428 stator pilot exciter. 427 tahanan geser. transformator tegangan. 484 simbol gerbang AND.573 suku cadang. 425 turbin kaplan. 81 transformator arus. 574 sincronizing circuit. 503 wattmeter 1 phasa.

1 II.2 III.4 VIII.2 III.8 VI.4 III. Pengaman Lebur. Penampang. dan Besarnya Nilai Tahanan pada Suhu 150C Ohm/km Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Pilot Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Generator Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada Motor Listrik Bantu Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Unit I 101 139 216 217 222 222 224 225 244 248 298 299 300 310 311 312 321 336 337 338 339 340 341 393 393 394 394 395 VIII.5 Pembangkitan tenaga listrik LAMPIRAN C1 .7 VI.12 VI.3 III.3 VIII.1 III.6 VI.11 VI.10 VI.3 VI.6 IV. dan Diameter Pipa untuk Penyambungan Motor Induksi Standart Kabel dengan Isolasi Karet dalam Pipa sesuai Standart American Wire Gauge Pemakaian Arus dan Tegangan pada Motor DC dan Motor AC 3 Phasa menurut AEG Format dan Data Fisik yang Dicatat Pada Proses Penerimaan Hasil Inspeksi Kelistrikan Dismanting Data Striping Data Format Data Hasil Pengukuran dan Tes Running Format Proses Pencatatan Tes Kelistrikan Laporan Tes Kelistrikan Inti Stator Laporan Waktu & Kinerja Karyawan Laporan Inspeksi Daftar Diameter.5 III.9 VI.13 Komponen dan Cara Pemeriksaan Transformator Tenaga Tahanan Jenis Berbagai Macam Tanah Serta Tahanan Pentanahan Klasifikasi Serta Data Batu Data Teknis Bahan Bakar Minyak Struktur Molekul Hydrocarbon Aliphatic Komposisi BBM Diesel Produk Soviet Hubungan Tekanan Uap dengan Suhu Komposisi Gas Alam dari Berbagai Tempat Neraca Daya Sistem Neraca Energi Sistem Standar Kebutuhan Hantaran.2 VI.1 VI.4 VI.5 VI.1 IV.2 VIII.1 VIII. Berat dalam kg/km.DAFTAR TABEL Hal II.2 VI.

8 VIII.14 X.12 IX.3 XII.4 XII.7 IX.10 IX.1 XII.11 IX.5 Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Transformator I (6/70 kV) Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada OCB Transformator 70 kV Contoh hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Contoh Hasil Pemeliharaan Accu Istilah-Istilah yang ada Pada SOP PLTU Perak Format Pengesahan Dokumen Daftar Dokumen Terkait Daftar Penerimaan Awal Dokumen Terkendali Daftar Perubahan Dokumen Daftar Induk Perubahan Dokumen Lembar Tanda Terima Dokumen Bagan Alir Dokumen Mutu Kebenaran “AND” Kebenaran “OR” Kebenaran “NOT” Data Transformator Pengaturan Tap Changer Trafo Daya Instruksi Kerja Pemeliharaan Genset Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Bekas Momen Inersi Gerak dan Putaran Karakteritik dan Struktural Kabel Telekomunikasi Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Komunikasi Radio 395 396 396 398 401 402 405 406 408 409 410 411 427 428 428 439 439 446 453 454 502 526 527 527 531 533 LAMPIRAN C2 .1 IX.2 XI.2 XII.7 VIII.8 IX.1 XII.6 IX.3 IX.VIII.9 IX.2 IX.13 IX.6 VIII.1 X.4 IX.5 IX.9 IX.

DAFTAR GAMBAR Halaman I.12 II.3 II.10 I.13 I. 378 Slots Stator Steam Turbin Generator Sinkron 722 MVA 3600 RPM 19kV Rotor Generator 36 Kutub.14 Diagram Proses Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh Diagram Beban Listrik Harian Contoh Power Generator Comersial di India Pengangkatan Transformator Menggunakan Crane Untuk Pengembangan Pusat Pembangkit Listrik Contoh Konstruksi Transmisi Contoh Konstruksi Jaringan Distribusi Sistem Grid Operation pada Power Plant Pembangunan PLTD yang Memperhatikan Lingkungan Aktivitas yang Harus Dilakukan Pada Perencanaan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Blok Diagram Proses Merencanakan Bentuk Sistem Distribusi PLTA Mini Hydro Memanfaatkan Debit Air Proses Penyaluran Air PLTA Mendalan Memanfaatkan Tinggi Jatuh Air Diagram Satu Garis Instalasi Tenaga Lstrik pada Pusat Pembangkit Listrik Sederhana Sebagian dari Sistem Interkoneksi (Sebuah Pusat Pembangkit Listrik Dua Buah GI dan Sub System Distribusi) Propses Penyediaan Tenaga Listrik (Pembangkitan dan Penyaluran) Proses Penyediaan Tenaga Listrik Bagi Konsumen Power Nertweork Analiser Type Topas 1000 Buatan LEM Belgia Generator Sinkron 3 Phasa Pasa Rangkaian Listrik Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Kumparan Stator generator Sinkron ke Phasa Hubvungan Y Hubungan Klem Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Diagram Hubungan Generator dan Transformator 3 Phasa Prinsip Penguatan Pada Generator Sinkron 3 Phasa Generator Sebuah PLTU Buatan Siemen dengan 2 Kutub Rotor Turbo Generator Berkutub Dua Rotor Generator PLTA Kota Panjang (Riau) Berkutub Banyak 57 MW Stator dari Generator Sinkron Diagram Generator Sinkron 500 MW Dengan Penguat Generator DC 2400 kW Stator Generator Sinkron 3 Phasa 500 MVA.2 I.1 I.11 II.17 II.15 I.2 II. 200 RPM.9 I.9 II.7 II. 15 kV.8 I.12 I.5 I.14 I.5 II.4 II.1 II. Pengutan 2400 ADC Hasil Penyearahan Listrik 330 Volt AC 2 3 4 6 7 7 8 9 9 10 12 13 15 21 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 30 31 31 32 32 33 33 Daftar Isi LAMPIRAN D1 .3 I.7 I.6 I.11 I.4 I.10 II.6 II.16 I.8 II.13 II.

22 Prinsip Kerja AVR Brown & Cie II. 1275 rpm (Courtesy of Generator Electric Company USA) II.20 Penguatan Generator Unit I PLTA Mendalan II.46 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT/S 34 34 35 35 36 37 38 39 40 40 41 41 42 42 43 44 45 46 47 48 51 51 52 52 53 53 54 55 56 56 58 58 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D2 .45 PMT SF6 500 kV Buatan BBC di PLN SeKtor TET 500 kV Gandul II. Penguatan 11.40 PMT 150 kV Minyak Banyak di CB Sunyaragi II.37 Pemutus Tenaga dari Udara II 38 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Banyak Sederhana II.29 b.36 Konstruksi Alat Pentahanan II.21 Gambar pengawatan system penguatan generator unit I PLTA di Daerah Mendalan Sumber (PLTA Mendalan) II. 1500 rpm.35 Satu PMT dan Tiga PMS II.44 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Sedikit Secara Sederhana II.34 Saluran antara Generator dan Rel II.39 Konstruksi Kontak-Kontak PMT Minyak Banyak Sederhana II.16 Generator Sinkron Rotor Sangkar Kutub Menonjol 12 Slot II. 50 Hz II.43 Konstruksi Ruang Pemadaman Pada PMT Minyak Sedikit Secara Umum II. 250V.15 Belitan Rotor Salient Pool (Kutub Menonjol) Generator Sinkron 250 MVA II.25 Bagian–Bagian Generator DC 100 kW. Generator Portable (Pandangan Samping) c. Generator Abad 20 Awal II.31 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT Tunggal Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan II. 27 kV.17 Rotor 3 Phasa Steam Turbine Generator 1530 MVA.30 PMS Seksi II.26 Generator DC 2 Kutup dengan Penguatan Tersendiri a.x II.19 Type Brushlees Excitacy System II.23 Bagian–Bagian Generator DC dengan 2 Kutup II. Generator Portable (Pandangan Sudut) Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Tunggal Menggunakan II. Skema Diagram Generator Kompon a. Diagram Skema Generator Shunt a.33 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT 1½ II.32 Dua PMT (PMT Ganda) II.42 PMT Minyak Sedikit 70 kV II.28 b. Generator Shunt dengan Penguatan Sendiri II.18 Rotor Belit 4 Kutup.2 kA 600V DC Brushlees II.41 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT minyak Banyak II. Generator Kompon Panjang Berbeban II.27 b. 4 Kutup.24 Generator DC Shunt 4 Kutup II.

73 II.70 II.73 II.50 II.5 –245 kV Konstruksi Ruang Pemadaman PMT SF6 Secara Sederhana PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi dan Mekanisme PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Secara Umum Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Radial Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Aksial PMT Medan Magnit PMT 500 kV Buatan BBC yang Dilengkapi Resistor PMT 500 kV Buatan BBC Tanpa Dilengkapi Resistor Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Buatan Siemens PMT Udara Hembus dengan Ruang Pemadaman Gas secara Keseluruhan Hubungan Resistor dan Kapasitor dengan Kontak-Kontak Utama PMT Udara Tekan 500 kV Buatan BBC Kondisi Kontak dari Sebuah Saklar Dalam Keadaan Tertutup (a). Instalasi Pusat Listrik Kapasitas 5 MW Sampai 15 MW c. Instalasi Pemakaian Sendiri Pusat Pembangkit Listrik Kapasitas di Bawah 5 MW b.49 II.64 II. Instalasi Sendiri Pada Pusat Listrik dengan Kapasitas di Atas 15 MW Instalasi Baterai dan Pengisiannya 59 59 60 60 61 61 62 63 63 65 65 66 66 67 68 68 69 69 70 70 71 71 72 73 73 75 76 76 77 78 Daftar Isi LAMPIRAN D3 .000 A 362 kV (Courtesy of General Electric) Switchgear High Density MV Circuit Breaker Enclosed 15 Group Enclosed SF6 Vacum Circuit Beaker memiliki Rating 1200 A pada 25.55 II.71 II.72 II.73 II.60 II.51 II.47 II.II. Mulai Membuka (b) dan (c) Sudah Terbuka Lebar Penampung Udara. II.59 II.61 .68 II. dan Katup Penghembus dari Air Blast Circuit Breaker Contoh Circuit Breaker Tiga Phase 1200A 115 kV.69 II.67 II.53 II.54 II.8 kV Dapat Memotong Arus 25 kA Dalam 3 Siklus untuk Sistem 60 Hz (Courtesy of General Electric) Hom-gap Disconnecting Switch 1 kutup 3 phase 725 kV 60 Hz.65 II.58 II. Ruang Pemutus.57 II. kiri posisi terbuka dan kanan tertutup 10 siklus 1200 kA Bill 2200 kV (Courtesy of Kearney) Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas dalam Keadaan Tertutup Dilihat dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT yang Menggunakan Pegas Keadaan Terbuka Dilihat Dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas Dilihat Dari Samping a. 50 Hz (Courtesy of ABB) Air Blast Circuit Breaker 2.62 II.74 XX Potongan PMT untuk Rel Berisolasi Gas SF6 72.56 II.63 II.52 II.66 II.48 II. Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) Circuit Breaker Oil minimum untuk intalasi 420 kV.

92 II.105 II.96 II.98 II.38 kV Transformator 3 Phasa Hubungan Delta-Delta yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa A.84 II.80 II.82 II.76 II.B.86 II.94 II.87 II.107 X Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki Grafik Kapasitas Aki Macam .85 II.103 II.93 II.79 II.99 II.Macam Transformator Pada Unit Pembangkit Listrik Transformator 2 Phase Type OA Transformator 3 Phase Type 1000 MVA Transformator 3 Phasa Transformator 4500 MVA yang Digunakan untuk Station Pembangkit Nuklir Transformator Special pada Pembangkit Tenaga Panas Produksi ABB Transformator 3 Phasa dengan Daya 36 MVA 13.104 II.100 II.81 II.88 II.90 II.101 II.95 II.97 II.102 II.78 II.77 II.83 II.91 II.X II. dan C Dihubungkan Pada Pembangkit Listrik Diagram Hubungkan Delta-Delta Transformator 3 Phasa Dihubungkan Pembangkit Listrik dan Beban (Load) Transformator 3 Phase Hubungan Delta – Bintang yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa Skema Diagram Hubungan Delta-Bintang dan Diagram Phasor Diagram Gambar Contoh Soal Transformator 3 Phase Hubungan Bintang-Bintang Transformator Hubungan Bintang-Bintang dengan Tersier Open Delta Conection Transformator Hubungan Open Delta Susunan Elektroda Untuk Tegangan Searah Jembatan Schering Untuk Mengukur Kapasitansi dan Factor Disipasi Jembatan Schering Pentahanan pada Transformator 3 Phasa Petanahan pada Transformator 3 phasa Pengaturan Tegangan Generator Utama dengan Potensiometer Sistem Excitacy Tanpa Sikat PMT Medan Penguat dengan Tahanan R Pengukuran Daya Aktif Pada Rangkaian Tegangan Tinggi Diagram Pengukuran pada Generator dan Saluran Keluar Bagan Rangkaian Llistrik untuk Sistem Proteksi Kontruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Luar Gedung Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Dalam Gedung Skematik Prinsip Kerja PLC Diagram Blok Remote Terminal Unit (RTU) 79 80 82 82 83 83 84 84 86 87 89 89 90 91 91 92 92 97 98 98 105 106 106 107 108 110 111 112 116 116 117 120 121 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D4 .75 II.106 II.89 II.

7 Intake PLTA di Jawa Barat dengan Kapasitas 4x175 MW III.2 Instalasi Tenaga Air PLTA Bila Dilihat Dari Atas III.19 Siklus Uap dan Air yang Berlangsung dalam PLTU.9 Pipa Pesat PLTA Lamojan III.115 Empat Alat Pentanahan II.113 Foto Dari Sebuah Alat Perekam Kerja (Untuk Pengujian) PMT Buatan Euro SMC II.8 Pipa Pesat dan Gedung PLTA di Jawa Barat III.112 Diagram Satu Garis dari PLTGU.6 Bendungan Waduk PLTA Saguling 4x175 MW dan tampak Rock Fill Dam (sisi kiri) dan Pelimpasan (bagian tengah) serta Pintu Air untuk keamanan III.17 Pembebanan PLTA. Bendungan Beserta Pelimpasannya (Sisi Kiri) dan Gedung PLTA Beserta Air Keluarnya (Sisi Kanan).20 Coal Yard PLTU Surabaya 121 123 125 132 134 135 135 138 138 139 140 140 141 142 143 144 145 146 148 148 149 149 150 150 151 152 152 153 153 154 155 157 158 159 161 165 Daftar Isi LAMPIRAN D5 .109 Pengawatan Skunder dari Suatu Penyulang (Saluran Keluar) yang Diproteksi oleh Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Hubung Tanah II.3 Prinsip Kerja PLTA Run Off River III.14 Turbin Francis dan Generator 4190 M III.120 Bagan Intalasi Pneumatik (Udara Tekan) Sebuah PLTD II.1 Proses Konversi Energi Dalam Pusat Listrik Tenaga Air III.13 Turbin Francis dan Generator 3600 M III.123 Komponen Peralatan Untuk Pengaturan Hidrolik III. di Atas 200 MW III. yang Dayanya Relatif Besar.108 Contoh dari Sebuah PLTU Berdiri Sendiri dengan 3 Unit II. Beban Diusahakan Maksimal tetapi Disesuaikan dengan Tersedianya Air III.II.116 Batang Pentanahan Beserta Aksesorinya II.5 Bendungan II ETA Mrica di Jawa Tengah dengan kapasitas 3 x 60.121 Amplifier Hidrolik II.122 Reservoir Minyak Bertekanan Untuk SIstem kontrol II.12 Turbin Francis Buatan Toshiba III.110 Prinsip Kerja Kontak Reset II.4 Potongan Memanjang Pipa Pesat PLTA Sutami (PLTA dengan Kolam Tando Reservoir) III.10 Ruang Turbin PLTA Cirata di Jawa Barat 6x151 MW III.3 MW.119 Penggunaan Transformator Arus Klem II. III.117 Batang Petanahan dan Lingkaran Pengaruhnya II.118 Cara Mengukur Tahanan Pentanahan II. Turbin Gas Distart Oleh Generatornya yang Dijadikan Motor Start II.114 Data Hasil Pengujian Pemutusan Tenaga II.11 Turbin Kaplan III.15 Turbin Peiton Buatan Toshiba III.111 Berbagai Macam Kabel. Baik Untuk Penyalur Daya Maupun Untuk Pengawatan Skunder dan Kontrol II.16 Hutan Beserta Lapisan Humus & DAS III.18 Duga Muka Air Kolam III.

21 III. Posisi 1 b.450 MW x 3.44 III. Dengan Susunan Silinder V.850 MW Bagian dari HRSG yang BerseNtuhan dengan Gas Buang Blok PLTGU Buatan Siemens yang Terdiri dari Dua Buah PLTG dan Sebuah PLTU Skematik Diagram PLTP Flused Stem Sistem PLTP Siklus Binary Prinsip kerja Mesin Diesel 4 Langkah Prinsip kerja Mesin Diesel 2 Langkah PLTD Sungai Raya Pontianak (Kalimantan Barat 4 x 8 MW.48 III.25 III.33 III. Pondasi Mesin Berada di atas Permukaan Tanah dan Jumlah Silinder 16 dalam Susunan V Kurva Efisiensi Unit Pembangkit Diesel Pompa Pengatur Injeksi BBM a.34 III. Turbin Gas : 112.40 III. Dengan Susunan Silinder Baris 165 166 166 167 167 168 169 177 178 178 181 183 184 185 187 187 188 188 188 197 198 200 200 203 204 204 205 206 207 X LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D6 .26 III 27 III.X III. HP (High Pressure). dan LP (Low Pressure) buatan Siemens Heat-Recovery Steam Generator PLTGU Tambak Lorok Semarang dari Unit PLTG 115 MW PLTGU Grati di Jawa Timur (Pasuruan) Terdiri Dari: Turbin Gas : 112.49 PLTU Paiton Milik PLN Ruang Turbin PLTU Surabaya Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN Jawa Timur Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN 36 Sudu Jalur Jawa Timur Generator dan Turbin 400 MW di Jawa Timur Turbin Uap dan Kondensor Boiler PLTU Perak Rangkaian Proses Demineralisasi Rangkaian Air Ketel Uap Rangkaian Air Ketel Uap Prinsip Kerja Unit Pembangkit Turbin Gas Produk-Produk Turbin Gas Buatan Aistom dan Siemens Konstruksi Ruang Bakar Turbin Gas Buatan Aistom.500 MW. Posisi 3 Turbochanger Bersama Intercooler Gambar potongan dan Rotor Turbochanger Buatan MAN (a) Kompresor (b) Turbin gas Mesin Diesel Buatan MAN dan B & W a.22 III.35 III.28 III.32 III. Keluran Blok: 526.450 MW x 3.29 III. 189. Posisi 2 c.38 III.31 III.36 III. Turbin Uap.39 III.43 III.37 III.41 III. b.30 III. Kompresor Disebelah Kanan dan Turbin di Sebelah Kiri Skema Sebuah Blok PLTGU yang Terdiri dari 3 Unit PLTG dan Sebuah UniT PLTU Diagram Aliran Uap Pada Sebuah PLTGU yang Menggunakan 3 Macam Tekanan Uap.45 III 46 III.47 III.24 III.42 III.23 III. IP (Intermediate Pressure).

Kurva Beban Sistem dan Region Natal Selasa. 11 November 2001 pukul 19.00 = 12. Struktur Molekul Benzene C6H6 Isooctane C8H18 dengan Cabang Methyl CH3+ Struktur Molekul Toluene. Kurva Beban Sistem dan Region Minggu.64 III.54 III.53 III.00 = 10.50 III. Struktur Molekul Cyclopentene C5H8 c. 13 November 2001 Pukul 18. 17 November 2001 pukul 20.000 = 11.500 MW (Netto) e. Kurva Beban Sistem dan Region Sabtu.52 III.454 MW (Netto) b.III.2 Skema Prinsip Kerja PLTN Proses Emulsion Pada Reactor Nuklir Reaktor dengan Air Bertekanan dan Mendidih Sirkuit Dasar Uninterrupted Power Supply Skema dan Prinsip Kerja Short Break Diesel Generating Set Skema dan Prinsip Kerja Short Break Switch Skema Unit Pembangkit Tenaga Angin Prinsip Kerja Fuel Cell a.55 III. Kurva Beban Sistem dan Region Jumat.384 MW (Netto) i.00 = 8.625 MW (Netto) h. 25 Desenber 2001 Pukul 19. Kurva Beban Sistem dan Region Kamis.00 = 12. Kantong Gas Berisi Gas Saja b.215 MW (Netto) f. Kantong Gas Berada di atas Kantong Minyak (Petroleum Gas) Turbin Cross Flow Buatan Toshiba Aliran Air Pendingin dan Uap dalam Kondensor PLTU Pelindung Katodik pada Instalasi Air Pendingin Transformator yang Sedang Mengalami Kebakaran dan Sedang Diusahakan Untuk Dipadamkan dengan Menggunakan Air Sebuah Sistem Interkoneksi yang Terdiri dari 4 Buah Pusat Listrik dan 7 Buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV Gambar Sebuah Sistem Interkoneksi yang terdiri dari 4 buah Pusat Listrik dan 7 buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV a. 12 November 2001 Pukul 19.51 III.099 MW (Netto) 209 209 210 211 212 212 213 214 219 219 219 220 221 224 224 227 227 228 231 235 235 237 237 238 238 239 239 240 240 241 X Daftar Isi LAMPIRAN D7 .577 MW (Netto) d.2001 Pukul 20. Kurva Beban Sistem dan Region Senin.63 III.096 MW (Netto) g.1 IV. Struktur Molekul Cyclopentane C5H1O b.58 III. Kurva Beban Sistem dan Region Rabu.30 = 11.61 III.30 = 12. Kurva Beban Sistem dan Region (Idul Fitri Hari Ke 1) minggu. 16 November 2001 Pukul 18. 16 Des.65 IV.00 = 12.59 III.30 = 12.1 IV. Kurva Beban Sistem dan Region Selasa. Salah Satu Atom H Giganti dengan Rantai Methyl CH3+ a.56 III.495 MW (Netto) c.57 III. 14 November 2001 pukul 19. 15 November 2001 Pukul 18.62 III.60 III.

20 VI.5 IV.17 VI.4 IV.1 VI.15 VI.19 VI.660 MW (Netto) k.11 VI.PMT AB2 berfungsi sebagai PMT Kopel Disturbance Fault Recorder Tipe BEN 5000 buatan LEM (Belgia) Cara Mencari Kerusakan Rangkaian Kutub Cara Memeriksa Kerusakan pada Belitan Kutub Avometer Pemeriksaan Belitan Mesin Listrik 3 Phasa Menggunakan Megger Cara Memeriksa Belitan Kutub Menggunakan Avometer Cara Memeriksa Kutup Motor Sinkron Menggunakan Kompas Motor Induksi Phasa Belah Motor Kapasitor Bagan Proses Produksi Pada Usaha Jasa Perbaikan Simbol Group Belitan Langkah Belitan Nomal dan Diperpendek Belitan Gelung dan Rantai Bentuk Alur dan Sisi Kumparan Jumlah Rangkaian Group pada Satu Phasa Belitan Stator Terpasang pada Inti Jenis Hubungan Antar Group Hubungan antar Group 1 Phasa Belitan Rantai Single Layer Contoh Bentangan Belitan Rantai Lapis Tunggal Contoh Betangan Belitan Notor Induksi 3 Phasa 36 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 Phase 48 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 phasa 24 alur Gambar Skema Langkah Belitan pada Alur Motor Induksi 3 phasa 36 Alur Proses Pemberian Red Oxyde Isolasi Alur Stator Alat Pelindung dan Alat Bantu Memasukkan Belitan pada 241 242 245 247 249 253 257 258 258 260 261 272 283 284 286 287 287 289 301 302 309 312 314 315 316 317 319 320 320 321 322 322 323 324 324 326 327 328 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D8 .30 = 9.22 VI.7 V.14 VI.6 VI.25 VI.12 VI.9 VI. Kurva Beban Puncak Tahun Baru Selasa.3 IV.23 VI. Konfigurasi Rel Ganda pada Pusat Listrik dengan Kondisi PMT Kopel masih Terbuka b.6 IV. Konfigurasi Rel PMT 1½ pada Pusat Listrik. Prosedur Pembebasan Tegangan Pada Penghantar No.2 VI. 1 Januari 2002 pukul 19.16 VI.3 VI.18 VI.IV.10 VI.26 j.13 VI. Kurva Beban Puncak Idul Fitri 1422 H.5 VI.8 VI.4 VI. 1 Antara Pusat Listrik A dan GI B b. Gambar Prinsip dari PMT dalam Sistem Kubikel d. Sistem Rel Ganda dengan PMT Ganda Sistem Kubikal a. Prosedur memindah Transformator PS dari Rel 1 ke Rel 2 c.21 VI. Natal 2001 Dan Tahun Baru 2002 Beban Puncak dan Beban Rata-rata Sistem Hal-hal yang dialami unit pembangkit dalam satu tahun (8760 jam) Penggambaran LOLP = p x t dalam Hari per Tahun pada Kurva Lama Beban a.7 VI.1 VI.24 VI.

12 Rangkaian Magnet dari Mesin Arus Searah pada Umumnya VII.17 Mencari Hubung Singkat Belitan Terhadap Badan VII.25 Arah Menggeser Sikat Setelah Timbul Reaksi Jangkar VII.Alur VI.16 Mencari Hubung Singkat Belitan Jangkar dengan Growler VII.26 Keadaan Teoritis Reaksi Jangkar pada Motor Arus Searah VII.22 Mencari Putusnya Belitan dengan Jarum Magnet VII.13 Pengikat Inti Kutub Terhadap Rangka Mesin Listrik Arus Searah pada Umumnya VII.3 Hubungan Jajar Baterai Akumulator dengan Dua buah Generator Shunt dan Memakai Tiga Hantaran VII.31 Skema Langkah Belitan Motor 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.19 Mencari Hubungan Singkat dengan Badan VII.1 Kontruksi dari Sebuah Saklar Sel Berbentuk Lurus VII.30 Skema dan Rangkaian Seri Atas-Bawah.34 Belitan Motor induksi 3 Phasa 24 Alur 3000 rpm VI.23 Mencari Putusnya Belitan dengan Mili-Voltmeter VII.15 Cara Mencari Belitan Kutub yang Putus VII. Atas-Atas Motor Induksi 3 Phasa Crane Double Speed 720 dan 3320 rpm VI.10 Medan Differensial VII.32 Belitan Motor AC 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.7 Opjager VII.14 Rangka Mesin Listrik Arus Searah yang Retak Rangkanya VII.28 Untuk Mencari Bagian Mana yang Rusak Gunakanlah Avometer 329 330 342 343 344 344 345 345 346 348 350 352 352 354 355 357 359 362 362 363 365 369 369 371 374 374 375 375 376 376 376 377 378 379 380 381 383 Daftar Isi LAMPIRAN D9 .6 Pusat Tenaga Listrik dc Memakai Saklar Sel Berganda VII.27 Menggeser Sikat pada Motor Listrik Setelah Timbul Bunga Api VII.2 Hubungan Jajar dari Baterai Akumulator dan Generator VII.8 Skema Sebuah Generator dengan Baterai Buffer VII.27 Pemasukan Belitan Kedalam Alur Stator VI.29 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa untuk Crane Double Speed 720 rpm dan 3320 rpm Star Dalam VI.4 Pengisian Baterai aAkumulator Terbagi Beberapa Bagian VII.21 Mencari Putusnya Belitan dengan Growler dan Cetusan Bunga Api VII.5 Skema Pemasangan Mika Saklar VII.20 Mencari Hubung Singkat terhadap Badan dengan Growler dan Milivoltmeter VII.24 Reaksi Jangkar yang Menyebabkan Muculnya Bunga Api VII.28 Bentuk Belitan dalam Stator dan Proses Pemvarnisan VI.18 Gambar Mencari Belitan Jangkar yang Hubung Singkat dengan Badan VII.9 Penambahan Belitan Magnet VII.11 Skema Agregat dari Piranti VII.35 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa 24 Alur 1500 Rpm VII.33 Belitan Motor Induksi Phasa 36 Alur 3000 rpm VI.

4 X.25 X. C-GIS (Cubicle type Insulated Switchgear) 12 kV Dry Air Insulated Switchgear 72.6 IX.18 X.6 X.17 X.3 IX. Gas Switchgear Combined (GSC) 72.5 IX. Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV c. 4000A Menunjukkan C-GIS (Cubicle Type Gas Insulated Switchgear) a.8 X.14 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV d.16 X.12 X.20 X.30 VIII.2 XI.1 IX.15 X.19 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 550 kV b.28 XI.27 X. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72.6 X.7 X.5 kV Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72.29 VII.1 X.5 kV b.26 X.5 kV Gas Combined Swithgear (GCS) 550 kV.21 X.10 X.7 X. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24 kV c.5 kV VCS (Vacuum Combined Switchgear) VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door Unit VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit Oil-Immersed distribution transformers SF6 Gas – Insulated Transformer Cast Resin Transformer Sheet – Winding (standart: Aluminum Optional Copper) Gambar gambar Short Circuit Breaking Tests Short – Time Witstand Current Test Alternating Current With Stand Voltage Test Internal Arc Test of Cubicle Slide Shows Grafik Hubungan Sensing Tegangan Terhadap Output of Generator Rangkaian Amplifier Diagram Minimum Excitay Limiter Blok Diagram Automatic Follower Diagram Excitacy Diagram AVR Single Line diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander 387 387 407 425 427 428 428 429 436 451 466 467 467 468 468 468 469 469 469 470 470 470 471 471 472 472 473 473 474 474 475 445 476 476 477 477 478 483 484 485 486 487 488 494 493 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D10 .9 X.22 X.4 IX.24 X.13 X.3 X.1 Bentuk Lempeng lemel Potongan Kolektor Bagian Alir Start-Stop PLTU PERAK III & IV Grafik Pengoperasian pada Turning Gear Simbol Gerbang AND Simbol Gerbang OR Simbol Gerbang NOT On Delay dan Off Delay pada Timer Contoh Wiring Diagram Sistem Kelistrikan PLTU Perak Contoh Transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan Daya di atas 1000 MVA Contoh Vacuum Interrupter Gas Insulated Switchgear (GIS) a.2 IX.11 X.VII.2 X.23 X.5 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145 kV Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72.5 X.

XI.3 XI.4 XI.5 XI.6 XI.7 XI.8 XI.9 XI.10 XI.11 XI.12 XI.13 XI.14 XI.15 XI.16 XI.17 XI.18 XI.19 XI.20 XI.21 XII.1 XII.2 XII.3 XII.4 XII.5 XII.6 XII.7 XII.8 XII.9 XIII.1 XIII.2 XIII.3 XIII.4 XIII.5 XIII.6 XIII.7

Pada Crane Contoh Gambar Menentukan Torsi Mekanik Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik Contoh Gambar Menentukan Daya Mekanik Contoh Gambar Menetukan Daya Motor Listrik Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Contoh Gambar Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi pada Roda 2 Pully Rangkaian Control Plug Rangkaian Daya Plugging Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Pengereman Regeneratif Pengereman Dinamik Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton untuk Mengangkat Kapal Konstruksi Lift Contoh Pengawatan Lift Bagan Jenis-Jenis Fasilitas Telekomunikasi pada Industri Tenaga Listrik Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Contoh Peralatan Radio Contoh Pemancar Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan Lintasan Gelombang Mikro Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Bagian-bagian Pemancaran (A) Antena Reflektor pasif Parabola (B) Gelombang Mikro Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Desain Transformator Arus 500 VA, 100A/5 A untuk Line 230 kV Transformator Arus 50 VA, 400 A/5 A, 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV Transformator Toroida 1.000 A/4A untuk Mengukur Arus Line Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Transformator Tegangan pada Line 69 kV Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh Bentuk Amperemeter dan Voltmeter Kontruksi dasar Watt Meter

495 496 496 497 500 500 503 504 505 506 506 507 508 509 510 511 511 515 517 525 528 530 531 534 535 536 538 539 542 542 543 544 545 546 547

XIII.8 XIII.9

547 548

Daftar Isi

LAMPIRAN D11

XIII.10 XIII.11 XIII.12 XIII.13 XIII.14 XIII.15 XIII.16 XIII.17 XIII.18 XIII.19 XIII.20 XIII.21 XIII.22 XIII.23 XIII.24 XIII.25 XIII.26 XIII.27 XIII.28 XIII.29 XIII.30 XIII.31 XIII.32 XIII.33 XIII.34 XIII.35 XIII.36 XIII.37 XIII.38 XIII.39 XIII.40 XIII.41 XIII.42 XIII.43 XIII.44 XIII.45 XIII.46 XIII.47 XIII.48 XIII.49 XIII.50 XIII.51

Pengukuran daya (Watt-Meter 1 phasa) Pengukuran Daya (Watt-Meter 1 Phasa / 3 Phasa) Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 3 Wattmeter Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi Alat Pengukuran Cos Kopel yang Ditimbulkan Pengukuran Cos dengan Kumparan yang Tetap dan Inti Besi Diagram Vektor Ambar XIII.20 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Cosphimeter dengan Azaz Kumparan Siang Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Skala Cosphimeter 3 phasa Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-garis Sambungan Cosphimeter 1 phasa Sambungan Secara tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Pemasangan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 3 Phasa Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis PengisianPengosongan kapasitor Kontruksi Frekuensi Lidah Skala Frekuensimeter Lidah Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus BolakBalik (Jenis Induksi) Arus Eddy pada Suatu Piringan Prinsip Pengatur Phasa Prinsip Suatu Beban Berat Prinsip Suatu Beban Ringan Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) Prinsip Voltmeter Digital dengan Metode Perbandingan Beda Antara Metode Perbandingan dan MetodeIntegrasi Prinsip Sistem Penghitungan dengan Cara Modulasi Lebar Pulsanya Alat Pencatat Penulis Pena Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Alat Pencatat Penulis Langsung Cara Kerja alat Pencatat Penulis Langsung (jenis pemetaan) Blok Diagram Suatu Alat Pencatat X-Y Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT

548 549 549 549 550 550 550 551 552 522 533 554 554 554 555 555 555 555 555 556 556 557 557 558 559 559 560 561 561 562 563 563 564 565 565 568 569 569 570 570 571 572

LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D12

XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Osciloscope (System “Repetitive Sweep”) XIII.53 Hubungan Antara Bentuk Gelombang yang terlibat dan bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” XIII.54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” XIII.55 Contoh dari Samping Osciloskop XIII.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator XIII.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII. 106 XIII.58 Peredam Reaktansi XIII.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger XIII.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer

572 573

573 574 574 574 575 576 576

Daftar Isi

LAMPIRAN D13

Daftar Rumus

LAMPIRAN E1

DAFTAR RUMUS
N0. 1 2 3 4 5 6 Rumus No. Persamaan 2-1 2-2 2-3 2-4 3-1 3-2 Halaman 96 96 97 97 146 195

S 1 q1 . n1 v1 S 1 q1 . n1 .E K ( LS ) / UA
2w P diel U C tan d P k . .H .qkW

G
7 8

11.400. p h
1.102

0 , 96

Pm S.A.I.BMEP x pm - pn.520.Vm 30tm 460
Faktor beban
Faktor kapasitas
Faktor utilitas
FOR

n xk 2 atau 1

3-3 3-4

201 223

9 10

Beban rata - rata Beban Puncak
Produksi 1 tahun Daya terpasang x 8.760

4-1 4-2

244 245

11 12 13 14 15 16 17 18

Beban alat tertinggi Kemampuan alat Jmlh jam gangguan Jmlh jam operasi Jmlh jam gangguan

4-3 4-4 4-5 6-1 6-2 6-3 6-4 6-5

245 246 249 282 282 282 282 282

LOLP p x t
z .f.kd.kp. . . 10–8 . Volt a E = 4,44.N. f.kd.kp. . . 10–8 Volt
E=2,22.

z .f.kd.kp. . . 10–8 .Volt a E = 4,44.N. f.kd.kp. . . 10–8 Volt
E=2,22. E = C. . Volt

… p= 1470 fp sin /Tp.IG E EK dEK dIB = B RB dIB = 7-4 360 7-5 7-6 360 360 30 dE K RB 7-7 360 31 32 33 34 35 dE K dE K : RB RG 1 1 dIG : dIB = : RG RB p n E= . z . /2 180. . 10 8 Volt a 60 p n .2 p S V konstan V keluar arus EK Jumlah sel I IG EG = 7-1 7-2 7-3 IB EG 27 28 29 RG EG ( EK dEK ) IG+dIG = RG (IG dIG) . .LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E2 N0. Persamaan 6-6 6-7 6-8 6-9 6-10 Halaman 313 313 313 315 319 349 358 359 f . z . . 10 8 = C a 60 dIG : dIB = E=C.60 = 2. Volt 7-8 360 7-9 360 7-10 7-11 7-12 366 360 367 .60 n 50. 19 20 21 22 23 R= 24 25 26 Rumus S/phasa p= S 12 alur 3 No. .

37 B= 38 39 = 40 Rumus Halaman 367 367 367 367 0. Persamaan 7-14 7-15 367 N0.10 E= a 60 Ek .20) 8-1 9-1 9-2 9-3 9-4 11-1 11-2 11-3 11-4 397 431 432 434 434 494 495 495 496 e(t ) N (d / dt ) Vp / Vs Np / Ns V 4. = CI .10 a 60 p n . z .44.V F 9.d Joule P W. Im 7-16 .0007(t .q garis-garis 7-17 41 42 43 B. .t wat t . z .A garis – garis Rm C1 = garis – garis Rm C1 Volt E=C Rm C . .4 N .q 0. Im 7-13 Oersted No. Volt.L.d (N . Im Gauss = B.8 m T F.Daftar Rumus LAMPIRAN E3 36 H= 0. f (Im) garis-garis 7-18 368 7-19 367 7-20 368 44 45 46 47 48 7-21 7-22 7-23 Volt 7-24 Volt 7-25 370 370 381 384 384 p n . . C1 Volt E= Rm = E= C.N F B. f . C n E= 8 8 49 50 51 52 53 54 55 56 57 S20 = St + 0.m) W F. .4 N . .4 N .

LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E4 58 P nT Watt 9.55 11-5 497 .

Faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam memilih jenis penggerak mekanis pada pusat pembangkit listrik 8. Apa yang dimaksud instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik? 7. PLTD. PLTPB. Sebutkan 9 masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik. Jelaskan 2 (dua) keuntungan sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik? 9. Jelaskan secara ringkas proses pembangkitan tenaga listrik pada PLTA. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengembangan pusat pembangkit tenaga listrik? 4. PLTU. dan mana yang paling dominan? 6. Jelaskan faktor apa saja yang menjadi indikator mutu tenaga listrik? BAB II. PENDAHULUAN 1. Bagaimana cara melakukan instalasi pada generator sinkron dan transformator 3 phasa pada pusat pembangkit. Gambarkan proses penyaluran tenaga listrik di Indonesia dengan disertai fungsi masing-masing bagian 10. dan PLTN 2. Sebutkan 5 (lima) kelengkapan pada pusat pembangkit listrik dan fungsinya? 5. Apa yang dimaksud instalasi sendiri pada pusat pembangkit listrik . Jelaskan prinsip kerja switchgear pada pusat pembangkit? 8. Pusat pembangkit jenis apa yang banyak dikembangkan di Indonesia. Bagaimana cara melakukan instalasi kelistrikan pada transformator dan generator sinkron 3 phasa? 3. jawaban dengan disertai gambar 2. Sebutkan jenis dan fungsi saklar tenaga pada pusat pembangkit listrik 7.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F1 SOAL-SOAL LATIHAN BAB I. Jelaskan perbedaan antara rel tunggal dan rel ganda pada pusat pembangkit listrik dengan disertai gambar 6. jawaban disertai dengan penjelasan 3. Bagaimana proses melakukan instalasi dari pusat pembangkit sampai ke transformator? 4. Jelaskan cara dan proses melakukan instalasi excitacy pada generator sinkron 3 phasa 5.

Jelaskan prinsip kerja generator sinkron 30. Sebutkan macam-macam transformator dan fungsinya masingmasing 21. Semua bagian instalasi pusat listrik yang terbuat dari logam harus ditanahkan. Sebutkan 2 macam keuntungan dan kerugian antara pemutus tenaga menggunakan gas SF 6 dibandingkan pemutus tenaga hampa 13. Bagaimana cara melakukan pengukuran besaran listrik pada pusat pembangkit listrik 23. 12. Sebutkan pokok-pokok spesifikasi teknik yang diperlukan dalam membeli pemutus tenaga! 16. 10. Sebutkan relai-relai yang penting untuk memproteksi generator dengan daya di atas 10 MVA! 17. Mengapa pada rel bus dipasang proteksi? 31. Bagaimanakah pengaruh besarnya arus excitacy terhadap besar output tegangan generator sinkron 3 phasa dengan jumlah putaran tetap. Pada bagian depan dan belakang PMT harus dipasang pemisah. Jenis-jenis kabel apa saja yang digunakan untuk instalasi kelistrikan pada pusat pembangkit listri 26. Bagaimana cara melakukan instalasi pada bagian vital pada pusat pembangkit listrik 29. Bagaimana proses melakukan pemeliharaan accu zuur? 20. Sebutkan cara untuk memutus busur listrik dalam pemutus tenaga. Bagaimana cara memelihara pusat pembangkit tenaga listrik 25.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F2 9. Jelaskan mengapa pemutus tenaga dari sistem arus penguat (exitacy) generator harus dilengkapi tahanan yang harus dihubungkan dengan kumparan penguat generator 14. Jelaskan proses kerja pengatur otomatis dari generator berdasarkan prinsip mekanis maupun yang berdasar prinsip elektronik. apa sebabnya? Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar. Apa yang mempengaruhi berat jenis accu zuur? 19. 15. Apa fungsi yang terpenting dari baterai dalam instalasi listrik pusat listrik? 18. apa sebabnya? 11. Bagaimana cara melakukan pengamanan pusat pembangkit listrik terhadap gangguan petir 27. Sebutkan jenis-jenis dan fungsi sistem proteksi pada pusat pembangkit listrik 24. Apa yang dimaksud dengan proteksi rel? 28. baik untuk penguatan tersendiri . Uraikan proses pengujian minyak transformator 22.

Berapa besar daya yang dibangkitkan PLTA? b. Langkah-langkap apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri pada batubara yang ditumpuk di lapangan? 5. Debit air sungai penggerak PLTA ini dalam satu tahun (365 hari) adalah sebagai berikut: Selama 240 hari rata-rata = 60 m3/det Selama 120 hari rata-rata = 10 m3/del Efisiensi rata-rata PLTA i = 80% Ditanya (penguapan air dalam kolam diabaikan): a.0 denga n k urs US$ 1 . Jelaskan prosedur mengoperasikan genset? 8. Efisiensinya pada beban 400 MW 46%. 7. Sebuah PLTGU menggunakan gas sebagai bahan bakar memiliki kapasitas 430 MW beroperasi dengan beban 400 MW selama 24 jam perhari. OPERASI PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Apa fungsi saluran pesat pada PLTA? 3. Berapa besar volume kolam tando yang diperlukan jika PLTA selalu siap operasi penuh sepanjang tahun? d. Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kWh? c. Mengapa hutan di daerah aliran sungai penggerak PLTA perlu dilestarikan? 2. Apa yang terjadi jika derajat keasaman air ketel PLTU melampaui batas.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F3 BAB III. Jika setiap s t an d a r d c u b i c f o o t me ngand ung 922 Bt u dan ha rg a 1 MSCF gas US$ 2. Jika PLTA dioperasikan penuh. langkah apa yang harus dilakukan? 6. Berapa besar produksi kWh yang bisa dicapai PLTA ini dalam satu tahun? e. PLTA mempunyai kolam tando tahunan. Apa kelebihan dan kekurangan unit PLTD dibandingkan unit pembangkit lainnya? 9. berapa hari dapat dilakukan dalam 1 tahun? 4. Sebuah PLTA memiliki tinggi terjun 200 meter dan instalasinya maksimum bisa dilewati air sebanyak 25 m3/detik. Jika daya hantar listrik air ketel melampaui batas yang diperbolehkan. Apa sebabnya bahan bakar minyak dari PERTAMINA yang dapat dipakai untuk turbin gas hanyalah high speed Diesel oil (HSD)? 10.

b e r a p a b e s a r t e g a n g a n ya ng di ba ngkitkan 12. Susunlah neraca energi dan perkiraan biaya bahan bakar sistem untuk bulan Januari. J i k a e x c i t a c y pad a gene rato r sinkro n lepas d an Ge nset t et ap be r put a r da n b e r b e b a n .300. Berapa biaya pembelian gas per hari dan biaya gas per kWh. 11. Bagi an-ba gian apa saja ya ng ha rus dipeli ha ra p ada genset Bab IV. Sebuah sistem tenaga listrik interkoneksi terdiri dari: a. Susunlah neraca daya sistem untuk bulan Januari sampai dengan April b. PLTU dengan 4 unit yang sama 4 x 600 MW c.00/kWh Batasan jam nyala bulanan adalah: PLTA : 700 jam PLTGU : 660 jam PLTU : 660 jam PLTG : 500 jam Faktor beban sistem : 0. Catatan 1 kWh = 3. jika air untuk PLTA diperkirakan bisa memproduksi 360 MWH. PLTGU dengan 2 blok yang sama 2 x (3 x 100 MW + 150 MW) d. PLTA dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW b. PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI 1.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F4 Rp 9. unit ke 4 baru Selesai terpasang bulan Maret Jadwal pemeliharaan unit unit adalah sebagai berikut: Januari Februari Maret April : : : : 1 unit PLTU selama 1 bulan 2 buah unit PLTG selama I bulan 1 blok PLTGU selama 1 bulan 1 unit PLTA selama 1 bulan Perkiraan beban puncak adalah: Januari : 3600 MW Februari : 3610 MW Maret : 3630 MW April : 3650 MW a.00/kWh Biaya bahan bakar PLTGU (gas) rata-rata = Rp l80.00.00/kWh Biaya bahan bakar (minyak) PLTG rata-rata = Rp 800.413 Btu. Biaya bahan bakar PLTU (batubara) rata-rata = Rp l20. PLTG dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW.76 .

Apa manfaat penggunaan SCADA serta komputerisasi dan otomatisasi dalam sistem interkoneksi? 9.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F5 2. 4. 2. Apa tujuan dari manajemen operasi pembangkitan energi listrik? Apa tujuan pemeliharaan unit pembangkitan? Apa yang harus dilaporkan pada pemeliharaan unit pembangkit? Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan operasi pembangkitan? . 3. Mengapa jam nyala unit pembangkit tidak bisa dihitung penuh. Kendala-kendala apa yang harus diperhatikan dalam operasi sistem interkoneksi? 8. Dalam sistem interkoneksi antar perusahaan (negara). Buat data dalam bentuk tabel yang berisi nama. Angka apa yang menggambarkan tingkat keandalan sistem interkoneksi? 4. misalnya untuk bulan Januari 31 x 24 jam = 744 jam? 3. dan jumlah bahan serta alat untuk melakukan kerja jajar 2 generator sinkron 3 phasa 11. Jenis pekerjaan apa yang dapat dilakukan secara otomatisasi pada pusat pembangkit listrik 18. Mengapa dalam pelayanan tenaga listrik harus memperhatikan kontinuitas pelayan beban 15. Bagaimanakan syarat-syarat untuk melakukan kerja jajar 2 (dua) generator sinkron 3 phasa? 10. Kendala-kendala apa saja yang terjadi pada operasi pusat pembangkit listrik BAB V. segi listrik dan kesehatan kerja 16. bagaimana prosedur dalam pembebasan tegangan dan pemindahan beban pada pusat pembangkit listrik 17. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pembangkitan? 14. Apa tugas utama pusat pengatur beban dalam sistem interkoneksi? 6. spesifikasi. Jelaskan bagaimana prosedur membebaskan tegangan sebuah saluran yang keluar dari pusat listrik dalam rangka melaksanakan pekerjaan pemeliharaan? 5. Tindakan apa saja yang dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja ditinjau dari segi mekanis. Dalam rangka untuk tujuan pemeliharaan. MANAJEMEN PEMBANGKITAN 1. Bagaimana langkah-langkah dalam memperkirakan besar beban? 12. bagaimana langkah-langkah dalam melakukan koordinasi pemeliharaan pada sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik 13. angka apa yang perlu diamati untuk menentukan jual beli energi listrik? 7.

Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan pemeliharaaan motor induksi 3 phasa 9. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan unit pembangkit diesel dan PLTU? 9. Dalam melakukan pemeliharaan secara prediktif. Apa yang harus dilaporkan dalam laporan kejadian gangguan pada unit pembangkit? 7. Apa yang dilakukan jika terjadi pada belitan penguat generator sinkron 3 phasa? 3. GANGGUAN. besaran-besaran apa yang harus dianalisis hasilnya? 8. jawaban disertai penjelasan. Jenis kerusakan pada bagian apa yang dapat dikategorikan keruskan berat pada motor listrik 3 phasa 10. Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan kerusakan unit pembangkit? 6. Jenis kerusakan apa yang sering terjadi pada generator sinkron 3 phasa 4. jelaskan apa penyebab dan cara pemeliharaannya 8. Jika sekring pada motor induksi sering terputus. 5.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F6 5. Dimana suku cadang pada pembangkit disimpan 10. Lilitan stator motor listrik terbakar d. Bagaimana cara memperbaiki dan memelihara a. Sebutkan jenis gangguan dan gejala pada generator sinkron dan bagaimana cara mengatasinya? 2. Sebutkan langkah-langkah dalam memelihara generator sinkron 3 phasa 6. Sebutkan jenis penguat pada generator sinkron 3 phasa. Transformator penaik tegangan rusak. Siapa yang memberi rekomendasi untuk operasi dan pemeliharaan yang waktu akan datang BAB VI. Bagaimana cara memelihara motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak mesin pendingin? 11. c. Pemutus tenaga meledak/rusak . PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN ARUS BOLAK BALIK 1. Lilitan stator generator terbakar b. Gangguan dan gejala gangguan apa saja yang sering terjadi pada motor induksi 3 phasa dan bagaimana cara mengatasinya? 7.

Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada transformator yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 5. Apa yang harus dilakukan jika generator DC. Kapan harus dilakukan pemeliharaan pada Accu dan generator DC? BAB VIIII. tegangan yang keluar polaritasnya terbalik? 9. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara baterai akumulator pada pusat pembangkit listrik arus searah? 8. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara generator arus searah pada pusat pembangkit listrik arus searah? 7. Jelaskan fungsi baterai pada pusat pembangkit tenaga listrik arus searah 6. Kegiatan pemeliharaan apa saja yang harus dilakukan pada generator DC dan Sinkron di PLTA? 2. faktor apa saja yang harus dipertimbangkan 2. Jika generator arus searah tidak keluar tegangan. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada transformator? tindakan apa yang harus dilakukan jika besar tahanan isolasi tidak memenuhi persyaratan minimal? . Sebutkan persyaratan untuk menghubungkan jajar generator arus searah dengan baterai akumulator 5. Mengapa pada generator pembangkit dilakukan pengukuran tahanan isolasi dan kapan harus dilakukan? 3. Apa yang harus dilakukan jika kumparan kutub atau kumparan maknit putus? 12. Jelaskan fungsi generator arus searah dalam pusat pembangkit listrik arus searah 3. SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR 1. Apa yang harus dilakukan jika motor DC tidak berputar jika dibebani? 11. Apa yang harus dilakukan jika motor DC putarannya rendah? 10. Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada motor listrik yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 4. Bagaimana cara mengetahui jika kumparan kutup ada yang putus? 13. Untuk pemilihan generator dan motor listrik arus searah (DC).Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F7 BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH 1. Mengapa dilakukan pemeliharaan Accu Battery yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 6. jelaskan faktor apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya 4. Jelaskan langkah-langkah dalam memeriksa dan memelihara jangkar motor DC? 14.

Apa maksud harus mengikuti SOP dalam melakukan pekerjaan? 2. SWITCHGEAR. Sebutkan jenis switchgear dan cara memeliharanya 5. Apa yang dimaksud system excitasi dengan sikat dan prosedur kerja serta pemeliharaannya 7. Jelaskan proses kerja alat pengatur tegangan otomatis (Automatic Voltage RegulatorVR) dan prosedur pemeliharaannya 9. Sebutkan klasifikasi tansformator tenaga dengan diserta penjelasan 2. Bagaimana prosedur pengujian atau pemeliharaan transformator 4. EXCITACY DAN SYSTEM KONTROL 1. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan. Apa tujuan kita harus menggunakan SOP dalam melakukan pekerjaan? 3. Apa yang dimaksud BFP dan CWP C. RELAY PROTECTION. Jelaskan prosedur start dingin pada PLTU? 5. Jelaskan langkah-langkah pada pemeliharaan Genset dengan menggunakan SOP BAB X TRANSFORMATOR DAYA. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan Accu Battery? 10. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) transformator? 8. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down 6. Sebutkan jenis relay proteksi pada pusat pembangkit listri dan fungsi serta prosedur pemeliharaannya 6. STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) 1. Jelaskan langkah-langkah pada Turning Gear 7.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F8 7. Apa definisi dari SOP? 4. Sebutkan bagian-bagian dari sistem excitasi tanpa sikat (Brushless Excitation) pada PLTU 8. Sebutkan bagian-bagian dari unit AVR dengan fungsinya masingmasing 10. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) generator? 9. Sebutkan bagian-bagian transformator tenaga dan fungsi tiap-tiap bagian 3. perbaikan dan pemeliharaan minyak transformator? BAB IX. Jeaskan prosedur pemeliharaan sistem kontrol pada pusat pembangkit listrik .

5 m/s sabuk 90m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Sebutkan fungsi crane pada pusat pembangkit listrik sebutkan jenis-jenis motor listrik ysng sering digunakan pada crane Apa fungsi magnetic contactor mada rangkaian pengendali crane Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada 90 m dengan 1. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di samping. Motor untuk lift seperti gambar di bawah ini tetapi berat benda 600 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik. Pada motor listrik terjadi kerugian sebesar 40%.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F9 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) 1.425 rpm. 7.Tentukan momen pada poros motor listrik 5.1 m. Panjang 1. Berapakah besarnya arus yang diambil oleh dynamo atau generator KEM? 6. 1 HP = 746 Watt). Motor ini dipakai untuk mengangkat barang.5 m/detik dengan dibebani 750 kg/jam. Sebutkan bagian-bagian lift dan fungsinya 9. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N. n= 1425 rpm P1=25 n= 1425 8. 2. Hitung daya output jika putaran motor 1. Jari-jari pully 0. 3. 4. Sebuah motor listrik dengan tenaga 150 DK (1DK = 736 Watt). Penjelasan dengan disertai gambar . Motor listrik dihubungkan pada dynamo (generator) KEM dengan tegangan 400 V. Jelaskan prinsip kerja lift.

Jelaskan prosedur pemeliharaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK 1. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1. hitung jarak pengereman jika motor berhenti 3 m dan gaya pengereman Untuk pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 20 N dan pemberat 5 N. 12.5 m/detik dengan dibebani 50. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phas.000 kg/jam. Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK 1. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi pada jaringan listrik. 13. Sebutkan prosedur pemeliharaan pada lift dan tindakan keselamatan kerja yang harus dilakukan Torsi motor pada saat start 140 N-M. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem transmisi alat komunikasi 4. Panjang sabuk 240m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 2. dan jelaskan perbedaannya 2.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F10 10. 15. Jari-jari pully 0. Jawaban disertai penjelasan dan gambar . Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran arus dengan kapasitas tinggi pada jaringan listrik. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 90 persen dioperasikan dengan beban penuh. 14.Tentukan momen pada poros motor listrik Sebutkan 3 jenis cara pengereman pada motor listrik.1 m.. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan pembawa saluran tenaga 5. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phasa. 11. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi radio 7. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi gelombang mikro 8. Jawaban disertai penjelasan dan gambar 4. dengan diameter pully 1 meter. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan rangkaian transmisi 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan saluran telekomunikasi dengan kawat 3.800 rpm. Sebutkan klasifikasi penggunaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. Hitung daya output jika putaran motor 1. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 3.

Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F11 5. Bagaimana prosedur pengukuran faktor daya menggunakan cosphimeter 9. Bagaimana cara mengukur besarnya tahanan isolasi dengan menggunakan megger (megger dengan dynamo dan diputar engkol dan megger dengan menggunakan baterai 7. Jelaskan prinsi pencatatan besarnya energi listrik. Jelaskan prosedur pengukuran besaran istrik dengan menggunakan oscilloscope 8. Jelaskan prosedur pemeriksaan alat ukur listrik dan cara perbaikannya . Jawaban disertai penjelasan dan gambar 6. Jelaskan prosedur memeliharaan alat ukur listrik 10.

MENJELASKAN UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA YANG BERLAKU DI PLN DAN ANAK PERUSAHAANNYA 2. MENJELASKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN DAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA 4. MENJELASKAN ASPEK-ASPEK P3K 6. MENJELASKAN MACAM-MACAM BAHAYA KECELAKAAN KERJA 3. MENJELASKAN TINDAK LANJUT JIKA TERJADI KECELAKAAN 5. MENJELASKAN ASPEK-ASPEK HOUSE KEEPING . MENJELASKAN CARA-CARA MELAKUKAN PERNAFASAN BUATAN 7.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 Pembangkitan Tenaga Listrik Lampiran : 1 UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA TUJUAN SETELAH MENYELESAIKAN MATA PELAJARAN PESERTA DIHARAPKAN MAMPU : 1.

2 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik KECELAKAAN KERJA ADALAH SUATU KECELAKAAN YANG TERJADI PADA SESEORANG KARENA HUBUNGAN KERJA DAN KEMUNGKINAN DISEBABKAN OLEH BAHAYA YANG ADA KAITANNYA DENGAN PEKERJAAN. KESELAMATAN KERJA ADALAH SUATU BIDANG KEGIATAN YANG DITUJUKAN UNTUK MENCEGAH SUATU BENTUK KECELAKAAN KERJA DILINGKUNGAN DAN KEADAAN KERJA .

PEMANFAATAN SUMBER PRODUKSI SECARA AMAN DAN EFISIEN. . 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG MENDASARI TERBITNYA UNDANG-UNDANG INI ANTARA LAIN : BAHWA SETIAP TENAGA KERJA BERHAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN KESELAMATANNYA. TEKNIK DAN TEKNOLOGI. MEWUJUDKAN UNDANG-UNDANG YANG MEMUAT TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT . BAHWA SETIAP ORANG LAIN YANG BERADA DITEMPAT KERJA PERLU TERJAMIN KESELAMATANNYA.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 3 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. PEMBINDAAN NORMA-NORMA PERLINDUNGAN KERJA. INDUSTRIALISASI.

4 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TERDIRI XI BAB YANG MENGATUR : I II III IV V VI VII VIII IX X XI KEWAJIBAN PENGURUS KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP KECELAKAAN KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA PEMBINAAN PANITIA PEMBINAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PENGAWASAN SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA RUANG LINGKUP TENTANG ISTILAH-ISTILAH BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB .

KOTORAN. MENCEGAH DAN MENGURANGI KECELAKAAN BAHAYA PELEDAKAN DAN MENADAMKAN KEBAKARAN 2. 1 TAHUN 1970 BAB II RUANG LINGKUP ANTARA LAIN MEMUAT : 1.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 5 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. ASAP. RADIASI. SINAR. MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN PENYEBARLUASAN : DEBU PRESIFIKATOR. SUARA DAN GETARAN TIMBULNYA PENYAKIT AKIBAT KERJA : PHISIK MAUPUN PSIKIS. KERACUNAN INFEKSI DAN PENULARAN . UAP. MEMBERI : JALAN PENYELAMATAN DIRI PERTOLONGAN PADA KECELAKAAN ALAT-ALAT PELINDUNG PADA PEKERJA 3. GAS.

Fungsi . MEMELIHARA : PENYEGARAN UDARA. CARA DAN PROSES KERJA 5. KEBERSIHAN.KK .Alat . MEMPEROLEH : PENERAPAN YANG CUKUP DAN SESUAI KEBERSIHAN LINGKUNGAN ALAT KERJA.Produktivitas . ALAT KERJA : . 7. PERLAKUAN DAN PENYIMPANAN.6 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik 4. MENGAMANKAN DAN MEMPERLANCAR PEKERJAAN BONGKAR MUAT. KESEHATAN DAN KETERTIBAN 6.Lingkungan .

1 TAHUN 1970 BAB III KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA ANTARA LAIN MEMUAT : 1. MEMAKAI ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN 3. MEMENUHI DAN MENTAATI SEMUA SYARAT K-3 YANG DIWAJIBKAN 4.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. MEMBERI KETERANGAN YANG BENAR BILA DIMINTA OLEH PEGAWAI PENGAWAS ATAU AHLI KESELAMATAN KERJA 2. MENYATAKAN KEBERATAN KERJA PADA PEKERJAAN DIMANA TEMPAT KERJA SERTA ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN DIRAGUKAN . MEMINTA PENGURUS AGAR DILAKSANAKAN SEMUA SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN 5.

SURAT EDARAN NO. 5. 2. 4. PENGUMUMAN DIREKSI NO. 002/84 TENTANG MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN DILINGKUNGAN PLN.8 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik DASAR-DASAR KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PLN 1. DAN BEBERAPA SE DIREKSI YANG LAIN. INSTRUKSI DIREKSI NO. 005/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANGSINYA. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK. . 3. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA. UNDANG-UNDANG NO.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

9

Pembangkitan Tenaga Listrik

PENGUMUMAN NO. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA KERJA

MENGGUNAKAN PAKAIAN DINAS

MENGGUNAKAN SEPATU KULIT YANG TELAPAKNYA TIDAK PAKAI PAKU CERMAI ( PAKUNYA TIDAK MENONJOL )

MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN KULIT PENDEK

MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG TELINGA

DILARANG MEROKOK

PEKERJA HARUS TERDIRI MINIMAL 2 0 ORANG

10

Pembangkitan Tenaga Listrik

Pembangkitan Tenaga Listrik

SURAT EDARAN NO. 055/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANSIKNYA AGAR PADA DIREKTUR/PEMIMPIN/KEPALA SATUAN PLN AGAR SECEPATNYA MENGAMBIL LANGKAH :

SECARA BERTAHAP MEMENUHI KEBUTUHAN ALAT PENGAMAN KERJA

MEWAJIBKAN PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN BAGI SETIAP PEGAWAI SESUAI DENGAN

PEKERJAANNYA

MEWAJIBKAN KEPADA SEMUA PENGAWAS UNTUK

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

11

Pembangkitan Tenaga Listrik

- Tetap berada ditempat kerja

- Memberi peringatan bagi pegawai yang tidak memakai alat pengaman

- Memberikan petunjuk lisan tertulis tentang syarat-syarat keselamatan kerja untuk

melaksanakan suatu pekerjaan

PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN DIATAS DIKENAKAN SANKSI :

- Tindakan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku, peningkat, pensiun dini dan cuti

kerja

- Tidak diberi tunjangan kecelakaan dinas bila petugas celaka tanpa memakai alat

pengaman kerja

12

Pembangkitan Tenaga Listrik

Pembangkitan Tenaga Listrik

INSTRUKSI DIREKSI NO. 002/84 TENTANG

MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DILINGKUNGAN PLN

MELAKSANAKAN KAMPANYE NASIONAL DALAM MEMASYARAKATKAN K3

UNTUK MEWUJUDKAN K3 YANG BAIK DI PLN DIPERLUKAN PEMBENTUKAN ORGANISASI KK SEJAJAR DENGAN TINGKATAN SEKSI MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PENGAWASAN SECARA EFEKTIF MENGAJUKAN KEBUTUHAN POSTER-POSTER BUKU-BUKU PEDOMAN K3 MELENGKAPI ALAT PENGAMAN KERJA

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 13 Pembangkitan Tenaga Listrik ALASAN UTAMA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA KEMANUSIAAN Manusia adalah makluk Tuhan yang tertinggi Aset perusahaan yang harus dijaga Menjaga supaya perusahaan mendapat untung Management harus baik maka management harus dijaga EKONOMI MANAJEMEN .

14 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TIGA SUMBER KECELAKAAN K E M B A L I MANUSIA METHODE KERJA Karena manusia sifatnya Fleksible Sehingga kawan dalam kegiatan Kerja Methode waktu kerja yang Kurang baik Tempat kerja yang tidak mendukung K E TEMPAT KERJA M A N U S I A .

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 15 Pembangkitan Tenaga Listrik MANUSIA TIDAK MENGETAHUI CARA KERJA YANG BENAR DAN AMAN TIDAK MENGERTI BAHAYA YANG AKAN TIMBUL AKIBAT PEKERJAANNYA TIDAK MENGERTI MAKSUD DAN FUNGSI DARI PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN KURANG MENDAPAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KESELAMATAN KERJA KURANG KOORDINASI DALAM TEAM ATAU ANTAR TEAM CEROBOH. SENDA GURAU. BIMBANG/RAGU TIDAK MENTAATI RAMBU-RAMBU PERINGATAN .

16 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik METHODE KERJA TIDAK MENDAPAT PENJELASAN MENGENAI PROSEDUR KESELAMATAN KERJA PERALATAN KERJA ATAU MESIN TIDAK DILENGKAPI DENGAN PENGAMAN YANG MEMADAI. BAGIAN YANG BERPUTAR DIBERI TUTUP PENEMPATAN PERALATAN SECARA SEMBARANGAN MENGGUNAKAN ALAT TIDAK SEBAGAIMANANYA MESTINYA TEMPAT KERJA RUANG DAN DAERAH SEKITAR KOTOR TATA RUANG DAN PENERANGAN KURANG MEMADAI LANTAI DAN JALAN BANYAK HAMBATAN DAN TUMPAHAN MINYAK PROSEDUR KESELAMATAN KERJA TIDAK DIPENUHI RAMBU-RAMBU PERINGATAN TIDAK LENGKAP .

pemasokan area Pada sektor max. Lingkungan Bahan Kimia Menjalankan Mesin Karena Over load.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 17 Pembangkitan Tenaga Listrik MACAM BAHAYA Benda yang berputar Sakit. MEKANIK PHISIK KIMIA LISTRIK KEBAKARAN DAN LEDAKAN AKIBAT KECELAKAAN KARYAWAN PERUSAHAAN .

18 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TINDAKAN PENCEGAHAN KECELAKAAN KENALI ADANYA YANG DAPAT DITEMPAT KERJA DAN TINDAKAN PENGAMANANNYA HINDARI SITUASI YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN DENGAN MEMBERI TANDATANDA PERINGATAN PADA DAERAH TERTENTU LAKUKAN PERBAIKAN/MODIFIKASI PADA LOKASI YANG DAPAT MENIMBULKAN KECELAKAAN BILA MEMUNGKINKAN SESUAIKAN METHODE KERJA DENGAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA GUNAKAN PERALATAN PENGAMAN YANG SESUAI DENGAN SIFAT KERJANYA TINGKATKAN ASPEK KESELAMATAN DENGAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG BAIK HINDARI TINDAKAN YANG TIDAK AMAN .

KEINDAHAN DAN KERAPIHAN KEINDAHAN. PERUSAHAAN.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 19 Pembangkitan Tenaga Listrik HAUSE KEEPING BISA DIARTIKAN SEBAGAI : PEMELIHARAAN RUMAH TANGGA. ATAU MEMELIHARAAN TEMPAT KERJA Hasil aliran listrik Bahan bakar HUBUNGAN HOUSE KEEPING DENGAN KESELAMATAN KERJA SEMUA ORANG PADA DASARNYA MENYENANGI KEBERSIHAN. KEBERSIHAN DAN KERAPIHAN AKAN MENIMBULKAN RASA NYAMAN TANPA DISADARI RASA NYAMAN AKAN MENINGKATKAN GAIRAH KERJA GAIRAH KERJA MENINGKAT BERARTI PRODUKTIVITAS MENINGKAT .

20 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik PRINSIP – PRINSIP MELAKSANAKAN HOUSE KEEPING BARANG YANG TIDAK BERGUNA. SAMPAH CECERAN MINYAK DLL MERUPAKAN : SUMBER PENYAKIT SUMBER KEBAKARAN BERBAHAYA TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA . BERSERAKAN.

BERSIH. TALI TAMBANG HARUS DIGULUNG DENGAN RAPI MENGANGKAT. KABEL LISTRIK. INDAH & RAPI . MEMINDAHKAN DAN MENUMPUK BARANG HARUS SESUAI PROSEDUR KAMAR GANTI PAKAIAN. TERMASUK SISA-SISA MATERIAL SLANG. TOILET HARUS DIJAGA TETAP BERSIH KEBERSIHAN ADALAH PANGKAL KESELAMATAN JADIKAN KEBIASAAN HIDUP : TERTIB.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 21 Pembangkitan Tenaga Listrik OLEH KARENA ITU BERSIHKAN DAN BUANGLAH DI TEMPAT YANG TELAH DITENTUKAN SETELAH SELESAI BEKERJA KUMPULKAN ALAT DAN BERSIHKAN DAN SIMPAN DITEMPATNYA BERSIHKAN LOKASI TEMPAT KERJA.

Panas AKIBAT KEBAKARAN : HARTA BENDA JIWA KERUSAKAN LINGKUNGAN TIMBUL KERUGIAN Tata Kota Pembangkitan Tenaga Listrik 1 .Udara . YANG DISEBABKAN OLEH API BESAR YANG TIDAK TERKENDALIKAN DAN MERUPAKAN SUATU BERTANDA YANG MENYEBABKAN : .Bahan bakar .Penangggulangan kebakaran Lampiran: 2 KEBAKARAN ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI KEBERADAANNYA.

TIDAK MENGETAHUI CARA/TEKNIK PEMADAMAN YANG BENAR 2 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEBAKARAN KEGAGALAN PADA PEMADAM AWAL / API Alrm/ Detector KETERLAMBATAN DALAM MENGETAHUI AWAL TERJADINYA KEBAKARAN TIDAK ADANYA ALAT PEMADAMAN KEBAKARAN YANG SESUAI Relay TIDAK ADA ATAU KURANG BERFUNGSINYA SISTEM DETEKSI API PERSONIL YANG ADA.

Penangggulangan kebakaran TERJADI API UNSUR API PANAS TITIK NYALA PANAS CAMPUR BIASA TERBAKAR PANAS Pembangkitan Tenaga Listrik 3 .

4 % b.6% .b = 7.05 % TAHAPAN PROSES TERJADINYA API 4 Pembangkitan Tenaga Listrik .3 % .7.6 % BATAS ATAS GAS BATAS BAWAH = 1.Penangggulangan kebakaran BATAS BISA TERBAKAR ADALAH BATAS KOSENTRASI CAMPURAN ANTARA UAP BAHAN BAKAR DENGAN UDARA YANG DAPAT TERBAKAR/MENYALA BILA DIKENAI SUMBER PANAS YANG CUKUP CONTOH : BENSIN = 1.6 % = 1.4 % .6.6 % Kerosin Diesel Oil = 1.

Penangggulangan kebakaran 1. TAHAP PEMBAKARAN TANPA NYALA ( SMOLDERING ) 3. TAHAPAN PERMULAAN ( INCIPIENT ) 2. TAHAP PEMBAKARAN DIBARENGI DENGAN NYALA ( FLAME STAGE ) Pembangkitan Tenaga Listrik 5 .

Penangggulangan kebakaran KLASIFIKASI KEBAKARAN TUJUANNYA : UNTUK LEBIH MEMUDAHKAN. PER. CEPAT DAN TEPAT DALAM PEMILIHAN MEDIA PEMADAMAN DIATUR OLEH: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO.04/MEN/1980 TANGGAL 14 APRIL 1980. SBB : KLAS KEBAKARAN JENIS KEBAKARAN 6 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran A B C D KEBAKARAN LOGAM KEBAKARAN INSTALASI LISTRIK BERTEGANGAN BAHAN BAKARNYA CAIR ATAU GAS YANG MUDAH TERBAKAR BAHAN BAKARNYA BILA TERBAKAR AKAN MENINGGALKAN ARANG DAN ABU PRINSIP TEKNIK PEMADAMAN Pembangkitan Tenaga Listrik 7 .

Penangggulangan kebakaran DENGAN KETEPATAN MEMILIH MEDIA PEMADAM. MAKA AKAN DIDAPAT PEMADAM KEBAKARAN YANG EFEKTIF DENGAN MERUSAK/MEMUTUS KESEIMBANGAN CAMPURAN KETIGA UNSUR DIDALAM SEGI-TIGA API ( BAHAN BAKAR – PANAS – UDARA ) INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA : STARVATION : MENGHILANGKAN ATAU MENGURANGI BAHAN BAKAR. MENGAMBIL YANG BELUM TERBAKAR Ladang minyak 8 Pembangkitan Tenaga Listrik .

SAMPAI SUHU DIBAWAH TITIK NYALA MEMUTUSKAN RANTAI REAKSI PEMBAKARAN KIMIA DAN TEKNIK : ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 1. PASIR / TANAH Solar & bensin Pembangkitan Tenaga Listrik 9 .Penangggulangan kebakaran SMOTHERING : : MENGURANGI KADAR O2 DALAM UDARA : MEMISAHKAN UDARA DARI BAHAN BAKAR DILLUTION COOLING MENDINGINKAN ATAU MENGURANGI PANAS BAHAN YANG TERBAKAR.

SELIMUT API Pendinginan PERLENGKAPAN APAT 3. TALI MANILA 5. GALAH/PENGKAIT 2. Air dan Peralatan Tambahan Ukuran : . LINGGIS ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 Kegunaan : Memadamkan Kebakaran Jenis A Bahan : Pasir.Air : minimum 1 drum 10 Pembangkitan Tenaga Listrik . AIR 1.Penangggulangan kebakaran 2. KAMPAK 3. TANGGA BAMBU 4.Pasir :1 – 2 m3 .

4 ember 3 karung Goni. kapak. tambang min 20 meter.Penangggulangan kebakaran .Perlengkapan tambahan : sekop. Galah 5 m berkait. tangga 4 m PASIR / TANAH SANGAT EFEKTIF UNTUK MEMADAMKAN KEBAKARAN LANTAI TERUTAMA UNTUK KEBAKARAN MINYAK DAPAT JUGA UNTUK PEMADAMAN AWAL SEMUA JENIS KEBAKARAN Pembangkitan Tenaga Listrik 11 .

Penangggulangan kebakaran MEMBENDUNG MINYAK AGAR TIDAK MELUAS PRINSIP PEMADAMAN : MENGISOLASI O2 : PENDINGINAN SMOTHERING COOLING SELIMUT API MEDIANYA KARUNG GONI (BUKAN PLASTIK) YANG DICELUPKAN DALAM AIR SANGAT EFEKTIF UNTUK PEMADAMAN SEMUA JENIS KEBAKARAN KECUALI KEBAKARAN LISTRIK MUDAH DIDAPAT. MURAH HARGANYA DAN MUDAH DALAM PENGGUNAANNYA 12 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTAN AIR MEDIA PEMADAM YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN. KARENA : MUDAH DIDAPAT MUDAH DIANGKUT DAYA SERAP PANAS YANG TINGGI Pembangkitan Tenaga Listrik 13 .

Penangggulangan kebakaran DAYA MENGEMBANG MENJADI UAP YANG TINGGI KELEMAHAN LOKASI HARUS BEBAS DARI LISTRIK UNTUK KEBAKARAN MINYAK. TIDAK BISA DIGUNAKAN SECARA LANGSUNG DAN HARUS DIKABUTKAN PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTI APAR 14 Pembangkitan Tenaga Listrik .

AIR BERTEKANAN Pembangkitan Tenaga Listrik 15 . B. DRY CHEMICAL MULTI PURPOSE : . BAHAN CAIR BAHAN PADAT : DRY POWDER.Penangggulangan kebakaran .Alat pemadam ringan yaitu : YAITU SUATU ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG DAPAT DIBAWA. DIGUNAKAN DAN DIOPERASIKAN OLEH SATU ORANG COCOK UNTUK PEMADAMAN AWAL PADA LOKASI YANG ALIRAN UDARANYA TIDAK DERAS BANYAK JENIS DAN MACAMNYA MUDAH DIDAPAT DIPASARAN UMUM JENIS APAR A.

BUSA KIMIA 16 Pembangkitan Tenaga Listrik . BTM ) C. CBM.CAIRAN MUDAH MENGUAP ( BCF.Penangggulangan kebakaran . .CO2 BUSA ( FOAM ) : . GAS : .BUSA MEKANIK D.

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 17 .

Penangggulangan kebakaran 18 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 19 .

Penangggulangan kebakaran LANGKAH PENGOPERASIKAN APAR TURUNKAN DRY CHEMICAL DARI TEMPATNYA BUKA SLANG DARI JEPITNYA CABUT LEAD SEAL (SEGEL) CABUT PEN PENGUNCI PEGANG HORN DENGAN TANGAN KIRI DAN ARAHKAN KEATAS COBA DITEMPAT SECARA SESAAT. (TANGAN KANAN MENEKAN KATUB) CARI YANG LAIN BAWA KE LOKASI PEMADAMAN KET : JIKA KOSONG JIKA BAIK BAWA APAR KELOKASI KEBAKARAN SEMPROTKAN DRY CHEMICAL DENGAN MENGIBAS-IBAS HORN INGAT : POSISI HARUS SELALU BERADA DIATAS ANGIN 20 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 21 .

Penangggulangan kebakaran PERALATAN UTAMA FIRE HYDRANT Pompa yang pertama mengambil air dari sumber air Untuk mempertahankan tekanan air pada pipa distribusi Untuk menyalurkan air bertempat Tempat dibelakang selang & menyimpan fire Hydrant 1. PIPA DISTRIBUSI / PENYALUR 4. SLANG / HOSE 6. POMPA UTAMA 2. POMPA JOCKY 3. YARD HYDRANT HOSE CABINET Menyalurkan air 5. NOZZEL PENYEMPROT Alat yang diletakan di akhir output air yang Fungsinya untuk membentuk air 22 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 23 .

Penangggulangan kebakaran PENGAMAN TANKI MINYAK DARI BAHAYA KEBAKARAN TANKI MINYAK BBM DILENGKAPI DENGAN BEBERAPA PENGAMAN : TANGGUL / TEMBOK KELILING TANGKI GUNANYA UNTUK MENCEGAH MELUAPNYA MINYAK APABILA TANGKI BBM BOCOR SISTEM HYDRANT DIPASANG PADA KELILING LUAR DARI TANGGUL/TEMBOK PENGAMAN TANGKI SISTEM BUSA BUSA YANG DIBANGKITKAN OLEH PEMBANGKIT BUSA DIALIRKAN MASUK KEDALAM TANGKI TERBAKAR SISTEM PENGABUT SISTEM INI BIASANYA DIGUNAKAN UNTUK MENGAMANKAN KE TANGKI MINYAK RINGAN. DAN DIPASANG SISI LUAR DINDING TANGKI 24 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 25 .

MEMBERIKAN PENDIDIKAN/LATIHAN MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN. MEMBAKAR SAMPAH/KOTORAN DITEMPAT YANG DISEDIAKAN DAN TIDAK DILAKUKAN DIDEKAT BANGUNAN/ GUDANG/TUMPUKAAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR 26 Pembangkitan Tenaga Listrik . BAIK SECARA TEORI MAUPUN PRAKTEK. MAUPUN PEMADAM API TRADISIONAL 2. TIDAK MEROKOK DAN MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS DIDEKAT BARANG-BARANG YANG SUDAH TERBAKAR 5. MENEMPATKAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR DITEMPAT YANG AMAN 3.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN KEBAKARAN : USAHA/TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MENGHINDARKAN ANCAMAN BAHAYA KEBAKARAN YANG MUNGKIN TIMBUL DAPAT DILAKSANAKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. BAIK MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API RINGAN ATAU HYDRANT. KARYAWAN DAN SISWA. MULAI DARI UNSUR PIMPINAN. MENEMPATKAN ANAK-ANAK KUNCI RUANGAN/GUDANG SECARA TERPUSAT (MISALNYA DIPOS SATPAM) 4.

DLL) JIKA PERALATAN TERSEBUT TIDAK DIGUNAKAN ) 10. PENYEDIAAN DAN PEMASANGAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI UNTUK LINGKUNGAN KANTOR. ATAU DITEMPAT KERJA MISALNYA BAHAN SERAT. SISA OLI 11. ANTARA LAIN - DILARANG MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS/MEMBUAT API DILARANG MEROKOK. MATIKAN ALIRAN LISTRIK ( AC. PENERANGAN. PERALATAN PENGAJARAN.Penangggulangan kebakaran 6.BARANG-BARANG TAK TERPAKAI JANGAN DIBIARKAN BERSERAKAN DISEKITAR PERALATAN MESIN. LAP KOTOR.ALAT PEMADAM API RINGAN HARUS DILETAKAN DITEMPAT YANG MUDAH DIAMBIL DAN JANGAN DIHALANGI BENDA LAIN Pembangkitan Tenaga Listrik 27 . TIDAK MEMBUAT SAMBUNGAN LISTRIK SECARA SEMBARANGAN DAN TIDAK MEMASANG STEKER SECARA BERTUMPUK-TUMPUK 7. BAIK JUMLAH MAUPUN JENISNYA 8. DLL YANG SEJENIS SERTA MENTAATI LARANGAN TERSEBUT 9. PEMASANGAN TANDA-TANDA PERINGATAN PADA TEMPAT-TEMPAT YANG RESIKO BAHAYA KEBAKARANNYA TINGGI.

JANGAN MENUMPUK BARANG DIDEPAN PINTU KELUAR 13.BUANG PUNTUNG ROKOK DAN SISA KOREK API PADA ASBAK YANG ADA DAN MATIKAN LEBIH DULU API PADA PUNTUNG ROKOK TERSEBUT 17.SEBELUM TEMPAT KERJA DITUTUP.MENEMPATKAN ALAT-ALAT PEMADAM API PADA TEMPAT YANG MUDAH DIKETAHUI DAN SIAP DIPERGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN PEMADAMAN UNTUK GEDUNG BERTINGKAT.Penangggulangan kebakaran 12. LOKASI PENEMPATANNYA DIBUAT SAMA 28 Pembangkitan Tenaga Listrik . PERIKSA DENGAN SEKSAMA TERUTAMA HAL YANG DAPAT MENYEBABKAN KEBAKARAN MISALNYA : PERALATAN LISTRIK DAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH 16.JAUHKAN TABUNG GAS DARI BAHAN PANAS/SUMBER API 15.BOTOL KALENG DAN TEMPAT PENYIMPANG BAHAN MUDAH TERBAKAR JANGAN BIARKAN TERBUKA 14.

KEPOLISIAN SETEMPAT. MEMADAMKAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI ( APAR.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN KEBAKARAN USAHA/TINDAKAN YANG CEPAT DAN TEPAT UNTUK MENANGGULANGI MENCEGAH MELUASNYA BAHAYA KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN SARANA/ALAT-ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG ADA. NOMOR TELEPON YANG DIPAKAI (KECUALI TELEPON UMUM) TEMPAT KEJADIAN KEBAKARAN. SECEPATNYA MEMBERITAHUKAN/MENGHUBUNGI PERTELEPON KEPADA SATPAM. PMI/AMBULANCE SESUAI DENGAN KONDISI SITUASI LAPANGAN 4. HYDRAN ) 2. MEMBUNYIKAN ALARM/TANDA BAHAYA ( SESUAI DENGAN KETENTUAN ) 3. JENIS YANG TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 29 . APAT. LAPORKAN DENGAN MENYEBUTKAN NAMA PELAPOR . SEBAGAI BERIKUT : 1.

Penangggulangan kebakaran 5. DLL) 8. MENGUSAHAKN PEMADAMAN SEMAMPU MUNGKIN. WADUK. BERITAHU PETUGAS TGENTANG SUMBER AIR KOLAM. JANGANLAH MENGORBANKAN JIWA HANYA UNTUK MENGAMANKAN BENDA YANG PERLU DIPERHATIKAN 30 Pembangkitan Tenaga Listrik . JIWA NILAINYA JAUH LEBIH BESAR DARI BENDA. 7. DILOKASI KEBAKARAN DIHARAP KARYAWAN MENGAMANKAN LOKASI DARI HAL YANG MENGHABAT KELANCARAN PETUGAS MISALNYA JALAN MASUK KELOKASI MEMBUKA PORTAL 6. Parit. SELAMATKAN JIWA DAN BARANG BENDAYANG MASIH BISA DIAMANKAN 9. DENGAN PERALATAN YANG ADA YANG ADA DISEKITAR LOKASI (HYDRANT.

Penangggulangan kebakaran DALAM PEMADAMAN ARAH ANGIN JENIS BAHAN YANG TERBAKAR SITUASI DARI LINGKUNGAN VOLUME BAHAN YANG TERBAKAR ALAT PEMADAM YANG TERSEDIA LAMA TELAH TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 31 .