Supari Muslim, dkk.

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3
Penulis

Untuk SMK
: Supari Muslim Joko Puput Wanarti R

Perancang Kulit

: TIM

Ukuran Buku MUS t

:

17,6 x 25 cm

MUSLIM, Supari Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK /oleh Supari Muslim, Fahmi PoernJoko, Puput Wanarti R ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vii, 580 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Istilah : Lampiran. B dst ISBN : 978-979-060-097-3 ISBN : 978-979-060-100-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

berisi tentang gangguan. BAB VII : Pemeliharaan sumber arus searah. latihan dan tugas. pemeliharaan dan perbaikannya. proses penyaluran tenaga listrik. jenis peralatan. dan diuraikan juga mengenai pemeliharaan. pemeliharaan. Bab VIII : Sistem pemeliharaan pada pembangkit listrik tenaga air. dan keselamatan kerja. pemeliharaan pusat pembangkit. Buku Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini terdiri dari 13 Bab. gangguan-gangguan dan pemeliharaan mesin listrik generator arus searah. Bab VI : Gangguan. pemeliharaan genset. jenis-jenis pusat pembangkit listrik. Materi yang disajikan berbasis kondisi riil dilapangan dan didalamnya juga berisi format-format yang berlaku di perusahaan. termasuk di dalamnya berisi keselamatan kerja. dan laporan kerusakan. sistem excitacy. latihan dan tugas. prinsip kerja. berisi tentang cara pengoperasian dan pemeliharaannya pada pusat-pusat listrik. masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik. manajemen pemeliharaan. switchgear. berisi tentang beberapa SOP pada PLTU. latihan dan tugas. berisi tentang instalasi pada pusat pembangkit listrik. unit AVR. latihan dan tugas. sistem interkoneksi. Bab II : Instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik. latihan dan tugas. latihan dan tugas. instalasi pada pusat pembangkit listrik. dan pemeliharaannya serta latihan dan tugas. berisi tentang kegiatan pemeliharaan generator dan governor. berisi tentang: pemakaian baterai akumulator dalam pusat pembangkit listrik dan pemeliharaannya. atas rahmat dan hidayahnya sehingga penulisan buku dengan judul: Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini dapat kami selesaikan sesuai dengan jadwal waktu yang diberikan. pemeliharaan transformator. laporan pemeliharaan. berisi tentang: manajemen biaya operasi. pengoperasian. latihan dan tugas. SOP genset.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. yaitu: Bab I : Pendahuluan. pemeliharaan accu. dan mutu tenaga listrik. berisi tentang operasionalisasi dan pemeliharaan pada sistem interkoneksi. alat pengaman. Bab V : Manajemen pembangkitan. pemeliharaan dan perbaikan mesin listrik. suku cadang. latihan dan tugas. Bab IV : Pembangkit dalam sistem interkoneksi. pengaman relay (proteksi). Bab III : Masalah operasi pada pusat-pusat listrik. Bab X: Transformator tenaga. berisi tentang pembangkitan tenaga listrik. dan perbaikan mesin listrik. Bab IX: Standart operational procedure (SOP). iii . keselamatan kerja.

Memelihara Peralatan Komunikasi. Penulis iv Pembangkitan Tenaga Listrik . seperti yang tercantum dalam daftar isi. cara pemeliharaan alat ukur pada sistem tenaga listrik serta latihan dan tugas. Selain ke tiga belas bab di atas. Bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati dan ucapan terima kasih. latihan dan tugas. sehingga dengan merujuk kepada referensi yang digunakan. Memelihara Crane. Disadari bahwa isi maupun susunan buku ini masih ada kekurangan. komunikasi gelombang mikro. Memelihara Peralatan Elektronik. berisi tentang klasifikasi telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. latihan dan tugas. Memelihara DC Power. walaupun tidak setiap sub kompetensi diuraikan sendirisendiri tetapi juga saling berkaitan. dan Memelihara Switchgear dan implementasinya. serta Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP). Memelihara Gen-set. tetapi isi buku materi telah membahas: Dasar Dasar Kelistrikan dan Elektronika. komunikasi dengan kawat. pemeliharaan. Memelihara Instalasi Listrik Unit. berisi tentang prinsip kerja. sistem pengereman. Bab XII: Telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. Selain itu juga berisi tentang cara pemeliharaan. Memelihara Transformator. pada lampiran juga dibahas tentang undang-undang keselamatan kerja dan penaggulangan kebakaran yang terkait dengan pembangkitan tenaga listrik. Untuk itu dalam kesempatan yang berharga ini kami sampaikan banyak terima kasih dan penghargaan. Kesemua isi dalam ke tiga belas bab mencerminkan secara lebih lengkap untuk mencapai kompetensi program keahlian pembangkitan tenaga listrik. Bab XIII Alat-alat ukur. sistem kontrol. Memelihara Proteksi. berisi tentang: tentang jenis motor yang digunakan. Susunan Bab tersebut di atas disusun berdasarkan Kurikulum 2004 beserta kompetensinya. sistem instalasi dan rumus-rumus yang berkaitan dengan crane dan lift. Memelihara Kontrol Instrumen. komunikasi radio. cara penggunaan dan pemakaian. Susunan buku dari awal sampai akhir secara lengkap. Buku dapat disusun atas bantuan berbagai pihak. rangkaian transmisi. termasuk ucapan terimakasih disampaikan kepada saudara Indra Wiguna dan Gigih Adjie Biyantoro yang teah banyak membantu.Bab XI: Crane dan elevator/lift. buku Teknik Pembangkit Tenaga Listrik berujud seperti keadaannya sekarang. komunikasi dengan pembawa saluran tenaga. Memelihara Generator.

Jenis-jenis Sakelar Tenaga E. Perlindungan Terhadap Petir N. Sistem Proteksi M. Baterai Aki H. Sistem Excitacy K. Generator Asinkron V. Sistem Pengukuran L. E.DAFTAR ISI Halaman SAMBUTAN DIREKTORAT PSMK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BUKU JILID 1 BAB I. Transformator I. Tugas BAB III MASALAH OPERASI PADA PUSAT-PUSAT LISTRIK Daftar Isi vii . Perkembangan Isolasi Kabel U. Cara Pemeliharaan T. D. Instalasi Telekomunikasi Q. Proteksi Rel (Busbar) O. H. G. Instalasi Pemakaian Sendiri G. Arus Hubung Singkat R. I. Instalasi Penerangan bagian vital P. Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) F. Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik C. Instalasi listrik Generator sinkron 3 phasa B. PENDAHULUAN A. Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem Interkoneksi Proses Penyaluran Tenaga Listrik Mutu Tenaga Listrik Latihan Tugas Iii V vii 1 1 10 14 16 20 21 23 24 24 25 25 43 48 49 72 75 78 81 104 105 108 109 113 116 117 118 122 123 126 129 133 144 144 145 BAB II. Latihan W. F. Pembangkitan Tenaga Listrik B. Rel (Busbar) C. Pengawatan Bagian Sekunder S. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK A. Saluran Kabel antara Generator sinkon 3 phasa dan Rel D. Pembumian Bagian-Bagian Instalasi J.

Manajemen Pemeliharaan C. M. Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Sinkron 235 235 236 242 244 246 248 249 252 259 261 262 264 264 265 265 267 271 272 273 280 280 281 281 284 viii Pembangkitan Tenaga Listrik . L. Koordinasi Pemeliharaan D. F. C. Latihan G. Konfigurasi Jaringan J. Manajemen Operasi B. Prosedur Pembebasan Tegangan dan Pemindahan Beban I. Laporan Pemeliharaan E. Otomatisasi K. Perkiraan Beban C. E. Gangguan. P. O. H. Sistem Interkoneksi dan Sistem yang Terisolir B. Laporan Kerusakan F. G. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Unit Pembangkit Khusus Pembangkit Listrik Non Konvensional Bahan Bakar Turbin Cross Flow Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Pemadam Kebakaran Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Latihan Tugas 145 160 180 184 189 198 206 209 211 213 224 225 228 230 234 234 BUKU JILID 2 BAB IV PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI A. D. J. Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja H. Neraca Energi F. I. Tugas BAB VI GANGGUAN. Kendala-Kendala Operasi L. N. B. Faktor-faktor dalam Pembangkitan E. K. Pemeliharaan dan Perbaikan Generator Sinkron B.A. Keandalan Pembangkit G. Gangguan. Suku Cadang D. PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN-MESIN LISTRIK A. Latihan M Tugas BAB V MANAJEMEN PEMBANGKITAN A.

Gangguan. Pemakaian Baterai Akumulator dalam Pusat Pembangkit Tenaga Listrik B. Prosedur Start Kembali Setelah Gangguan Padam Total F. Prosedur Operasi Start Dingin PLTU Perak Unit III/IV C. Shut Down Unit (Operator Boiler Lokal) K. Shut Down I. Keselamatan Kerja E. Pemeliharaan dan SOP Pada Pusat Pembangkit L. SWITCHGEAR. UNIT Start Up Very Hot Condition E. Shut Down Unit (Operator BTB) H. Tansformator Tenaga B. BFP dan CWP C. Kegiatan Pemeliharaan Mingguan ACCU Battery D. Tugas BUKU JILID 3 BAB X TRANSFORMATOR DAYA. Latihan D.C. Gangguan. EXCITACY DAN SYSTEM CONTROL A. Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Induksi 1 phasa F. Tugas BAB VIIII SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) A. Pengoperasian PadaTurning Gear J. RELAY PROTECTION. Umum B. Kegiatan Pemeliharaan Transformator I (6/70 kV) C. Switchgear C. Relay Proteksi 287 293 299 307 345 345 347 347 364 390 390 391 393 395 396 398 399 399 401 401 412 415 417 419 421 422 424 425 426 426 437 448 448 449 449 466 477 Daftar Isi ix . Tugas BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH A. Kegiatan Pemeliharaan Generator dan Governor Unit I B. Latihan H. Latihan F. Normal Stop Untuk Electrical Control Board G. dan Perbaikan Motor Asinkron D Pemeriksaan Motor Listrik E. Tugas BAB IX STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) A. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down D. Membelit Kembali Motor Induksi 3 Phasa G. Latihan N. Pemeliharaan. Ganguan-gangguan dan pemeliharaan Mesin Listrik Generator Arus Searah C. SOP Genset M.

D. E. F. G. H.

Sistem Excitacy Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) Pemeliharaan Sistem Kontrol Latihan Tugas

478 482 488 491 491

BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. Crane B. Instalansi Lift/Elevator C. Pemeliharaan Crane dan Lift D. Latihan E. Tugas BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. Klasifikasi Telekomunikasi Untuk Industri Tenaga Listrik B. Komunikasi dengan Kawat C. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga D. Rangkaian Transmisi E. Komunikasi Radio F. Komunikasi Gelombang Mikro G. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik H. Latihan I. Tugas BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK A. Amperemeter B. Pengukuran Tegangan Tinggi C. Pengukuran Daya Listrik D. Pengukuran Faktor Daya E. Pengukuran Frekuensi F. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik G. Alat-Alat Ukur Digital H. Megger I. Avometer J. Pemeliharaan Alat Ukur K. Latihan L. Tugas LAMPIRAN A. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN B. DAFTAR ISTILAH LAMPIRAN C. DAFTAR TABEL LAMPIRAN D. DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN E. DAFTAR RUMUS LAMPIRAN F. SOAL-SOAL LAMPIRAN 1. UU Keselamatan Kerja LAMPIRAN 2. Penanggulangan Kebakaran

493 493 513 519 522 522 523 523 524 525 530 533 537 540 541 541 543 543 547 550 553 558 562 566 578 579 579 581 581

x

Pembangkitan Tenaga Listrik

Pembangkitan Tenaga Listrik

451

BAB X Transformator Daya, Switchgear, Relay Protection, Excitacy dan Control System
Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan) dengan frekuensi sama). Dalam operasi umumnya, transformator-transformator tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan atau proteksi. Sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV, dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan. A. Tansformator Tenaga 1. Klasifikasi transformator tenaga Transformator tenaga dapat di klasifikasikan pemasangan dan cara pendinginannya. 1. Pemasangan Pemasangan dalam Pemasangan luar

menurut

sistem

2. Pendinginan Menurut cara pendinginannya dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Fungsi dan pemakaian Transformator mesin (untuk mesin-mesin listrik) Transformator Gardu Induk Transformator Distribusi 2) Kapasitas dan Tegangan Contoh transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan daya di atas 1000 MVA ditunjukkan pada Gambar X.1

452

Pembangkitan Tenaga Listrik

(a) transformator 1100MVA

(b) transformator 4500MVA

(c ) Transformator 1000MVA Gambar X.1
Contoh Transformator 3 Phasa dengan Tegangan Kerja di Atas 1100 kV dan Daya di Atas 1000 MVA

Dalam usaha mempermudah pengawasan dalam operasi, transformator dapat dibagi menjadi: transformator besar, transformator sedang, dan transformator kecil. 2. Cara kerja dan fungsi tiap-tiap bagian transformator Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing a. Bagian utama 1) Inti besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau eddy current.

Pembangkitan Tenaga Listrik

453

2) Kumparan transformator Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan, dan kumparan tersebut diisolasi, baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan menggunakan isolasi padat seperti karton, pertinax dan lain-lain. Pada transformator terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder. Jika kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menimbulkan induksi tegangan, bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka mengalir arus pada kumparan tersebut, sehingga kumparan ini berfungsi sebagai alat transformasi tegangan dan arus. 3) Kumparan tertier Fungsi kumparan tertier diperlukan adalah untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tertier selalu dihubungkan delta atau segitiga. Kumparan tertier sering digunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt, namun demikian tidak semua transformator daya mempunyai kumparan tertier. 4) Minyak transformator Sebagian besar dari transformator tenaga memiliki kumparankumparan yang intinya direndam dalam minyak transformator, terutama pada transformator-transformator tenaga yang berkapasitas besar, karena minyak transformator mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan juga berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi dan minyak transformator harus memenuhi persyaratan, yaitu: kekuatan isolasi tinggi penyalur panas yang baik, berat jenis yang kecil, sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat viskositas yang rendah, agar lebih mudah bersirkulasi dan memiliki kemampuan pendinginan menjadi lebih baik titik nyala yang tinggi dan tidak mudah menguap yang dapat menimbulkan baha tidak merusak bahan isolasi padat sifat kimia yang stabil

5) Bushing Hubungan antara kumparan transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing. yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator. yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator.895 <40 <25 <800 <1800 >140 >100 <30 < 40 <0.10 10 IEC156& IEC 296 IEC 250 IEC 474 & IEC 74 IEC 74 Lab Lab Lab Lab Ditempat/ Lab Ditempat/ Lab Lab Sumber: Crostech Oil Tes Report Untuk minyak isolasi pakai berlaku untuk transformator berkapasitas > I MVA atau bertegangan > 30 kV sifatnya seperti ditunjukkan pada Tabel X. Tabel X. .(15 C) o Kinematik .454 Pembangkitan Tenaga Listrik Minyak transformator baru harus memiliki spesifikasi seperti tampak pada Tabel X. Kotoran mgKOH/ g% < 0.03 Tidak Korosif Metode Uji IEC 296 IEC 296 IEC 296 Tempat Uji Di tempat Lab Lab 4 5 6 7 8 9 IEC 296A IEC 296A IEC 296 IEC 296 Tegangan Tembus kV/2.1 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru No 1 3 Sifat Minyak Isolasi Kejernihan o Masa Jenis (20 C) o Vikositas (20 C) o Kinematik .(30 C) Titik Nyala Titik Tuang Angka Kenetralan Korosi Belerang Satuan 3 g/cm cSt cSt cSt o C o C mgKOH/g Klas I/ Klas II Jernih <0.2.40 < 0.1 di bawah ini.05 Dielektrik Ketahanan Oksidasi a.5mm > 30 > 50 Faktor Kebocoran < 0. Angka Kenetralan b.

Pembangkitan Tenaga Listrik 455 Tabel X. Terdapat beberapa jenis tangki. untuk membentuk badan tangki bersirip dengan siripnya .5 70-170 kV mm < 70 kV > 30 kV/2. pada tangki dilengkapi dengan sebuah konservator.0 All Voltage G/mm Lab Ditempat/ Lab Lab Lab Lab Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC 5 6 7 8 All Voltage < 0. diantaranya adalah: a) Jenis sirip (tank corrugated) Badan tangki terbuat dari pelat baja bercanai dingin yang menjalani penekukan. Untuk menampung pemuaian pada minyak transformator.2 .2.5mg/KOH Tidak terukur penurunan maximum o 15 C >15 x103 -1 Nm > 170kV 9 6) Tangki dan konservator Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendan minyak transformator berada atau (ditempatkan) di dalam tangki.2 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Sifat Minyak Isolasi Tegangan tembus Kandungan Air Tegangan Peralatan Batas yang diperbolehkan Metode Uji IEC 156 ISO 760 IEC 93 & IEC 250 o (90 ) IEC 93& IEC 247 IEC 93 & IEC 247 IEC 296 IEC 296 IEC 296 Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC No 1 2 Tempat Uji Di tempat/ Lab Lab 3 4 Faktor Dielektrik Tahanan Jenis Angka Kenetralan Sedimen Titik Nyala Tegangan Permukaan Kandungan Gas > 170 kV > 50 kV/2. pemotongan dan proses pengelasan otomatis.5 > 170 kV mm < 170 kV < 20 mg/L < 30mg/L All Voltage < 0.

Transformator ini umumnya dilengkapi dengan konservator dan digunakan untuk 25.00 kVA. b) Jenis tangki Conventional Beradiator Jenis tangki terdiri dar badan tangki dan tutup yang terbuat dari mild steel plate (plat baja bercanai panas) ditekuk dan dilas untuk dibangun sesuai dimensi yang diinginkan.000. Tutup dan dasar tangki terbuat dari plat baja bercanai panas yang kemudian dilas sambung kepada badan tangki bersirip membentuk tangki corrugated ini.2. yang ditunjukkan pada Gambar X. Umumnya transformator di bawah 4000 kVA dibuat dengan bentuk tangki corrugated.456 Pembangkitan Tenaga Listrik berfungsi sebagai radiator pendingin dan alat bernapas pada saat yang sama. . sedang radiator jenis panel terbuat dari pelat baja bercanai dingin (cold rolled steel sheets).

2 Transformator Tipe Conventional Beradiator (Sumber Trafindo.Pembangkitan Tenaga Listrik 457 Keran Pengisi Minyak Bushing) Tangki Arester Radiator Sensor Minyak Kipas Angin Keran pembuang minyak Sensor Tekanan Gas Sensor Suhu Tap Changer Gambar 2 Gambar X. 2005) c) Hermatically Sealed Tank With N2 Cushined Tipe tangki ini sama dengan jenis conventional tetapi di atas permukaan minyak terdapat gas nitrogen untuk mencegah kontak antara minyak dengan udara luar .

minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. maka untuk mengurangi adanya kenaikan suhu yang berlebihan tersebut pada transformator perlu juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang bergungsi untuk menyalurkan panas keluar transformator. maka suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. d) Indikator Untuk mengawasi selama transformator beroperasi. Kedua proses di atas disebut pernapasan transformator. gas. Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa udara. b) Tap Changer (perubah tap) Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah. Bila suhu minyak tinggi. Permukaan minyak transformator akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus pada minyak transformator. akan merusak isolasi transformator. pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroscopis.458 Pembangkitan Tenaga Listrik b. dan tergantung jenisnya. maka perlu adanya indikator yang dipasang pada transformator. c) Alat pernapasan Karena adanya pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara luar. Sistem pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara: Alamiah (natural) Tekanan/paksaan (forced). maka untuk mencegah hal tersebut. Peralatan Bantu a) Pendingin Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load). minyak dan air. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan. Indikator tersebut adalah sebagai berikut: indikator suhu minyak indikator permukaan minyak . sebaliknya bila suhu minyak turun.

Fungsinya adalah mengamankan terhadap gangguan di dalam transformator. alat ini berupa membran yang terbuat dari kaca. c) Relai Diferensial Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator. antara lain adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan. d) Relai Arus lebih Berfungsi mengamankan transformator arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari transformator tersbut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. diantaranya adalah: Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa Hubung singkat antar phasa Hubung singkat antar phasa ke tanah Busur api listrik antar laminasi Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. sebagai pengaman tangki transformator terhadap kenaikan tekan gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah dari kekuatan tangi transformator. Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Peralatan Proteksi a) Relai Bucholz Relai Bucholz adalah relai alat atau relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan transformator yang menimbulkan gas. c. dan sebagainya. tembaga atau katup berpegas.Pembangkitan Tenaga Listrik 459 indikator sistem pendingin indikator kedudukan tap. Pengaman tekanan lebih. b) Relai tekanan lebih Relai ini berfungsi hampir sama seperti Relai Bucholz. plastik. . Bedanya relai ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan pemutus tenaga (PMT).

Pengujian Rutin Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator. Pengujian atau pemeliharaan transformator Pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-1982 dengan melalui tiga macam pengujian. b. g) Relai Termis Alat ini b erfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi pada kumparan. akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. sebagaimana diuraikan juga dalam IEC 76 (1976). f) Relai Hubung tanah Fungsi alat ini adalah untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah. Besaran yang diukur di dalam relai ini adalah kenaikan temperatur. meliputi: pengujian tahanan isolasi pengujian tahanan kumparan pengujian perbandingan belitan pengujian vector group pengujian rugi besi dan arus beban kosong pengujian rugi tembaga dan impedansi pengujian tegangan terapan (Withstand Test) pengujian tegangan induksi (Induce Test).460 Pembangkitan Tenaga Listrik e) Relai tangki tanah Alat ini berfungsi untuk mengamankan transfor-mator bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator. Pengujian jenis terdiri dari pengujian: pengujian kenaikan suhu pengujian impedansi . Pengujian Jenis Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah transformator yang mewakili transformator lainnya yang s ejenis. untuk menunjukkan bahwa semua transformator jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput oleh pengujian rutin. yaitu: a. 3.

juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian yang terhubung singkat. . lebih baik yang menggunakan baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil. Pada saat melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang diusahakan sama dengan suhu udara sekitar. Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga transformator. oleh karenanya diusahakan arus pengukuran kecil. dilaksanakan atas persetujuan pabrik denga pembeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih transformator dari sejumlah transformator yang dipesan dalam suatu kontrak. Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi transformator. Pengujian rutin Yang termasuk pengujian rutin adalah pengukuran tahanan isolasi. e. pengukuran dilakukan antara: sisi HV-LV sisi HV-Ground sisi LV-Groud X1/X2-X3/X4 (transformator 1 phasa) X1-X2 dan X3-X4 ) transformator 1 phasa yang dilengkapi dengan circuit breaker.Pembangkitan Tenaga Listrik 461 c. Pengujian khusus Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis. untuk menghindari kegagalan yang fatal dan pengujian selanjutnya. d. Pengukuran tahanan kumparan Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus. Pengujian khusus meliputi : pengujian dielektrik pengujian impedansi urutan nol pada transformator tiga phasa pengujian hubung singkat pengujian harmonik pada arus beban kosong pengujian tingkat bunyi akuistik pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak. Harga tahanan isolasi ini digunakan untuk kriteria kering tidaknya transformator. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger.

setelah coil transformator diassembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang. pengujian kedua ini bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap transformator telah terpasang secara benar dan juga untuk pemeriksaan vector group transformator.462 Pembangkitan Tenaga Listrik Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 Ohm adalah Wheatstone Bridge. Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.phasa B . No. Biddle Co Cat. toleransi yang diijinkan adalah: a. misalnya merk Jemes G. g. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR).phasa C .phasa a .5 % dari rasio tegangan atau b. No.phasa A . sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double Bridge.phasa c . yaitu antara terminal: 1) Pengukuran pada terminal tegangan tinggi a) Pada transformator 3 phasa . Pemeriksaan vector group .55005 atau Cat. Pengukuran dilakukan pada setiap phasa transformator.phasa b . f.phasa a d) Transformator 1 phasa (terminal X1-X4 dengan X2-X3 dihubung singkat). 550100-47. Pengukuran perbandingan belitan Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping.phasa B .phasa b . 0.phasa A b) Transformator 1 phasa Terminal H1-H2 untuk transformator double bushing dan Terminal H dengan Ground untuk transformator single bushing dan pengukuran sisi tegangan rendah c) Pada transformator 3 phasa .phasa C . sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki.phasa c .

Standar dari notasi yang dipakai adalah Additive dan Subtractive. Pengukuran rugi dan arus beban kosong Pengukuran dilakukan untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi histerisis dan eddy current dari inti besi ( core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian tersebut. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan nitrogen (N2) sebesar kurang lebih 5 psi dan dilakukan pengamatan pada bagian-bagian las dan paking dengan memberikan cairan sabun pada bagian tersebut. suhu acuan 75ºC. k. Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka.Pembangkitan Tenaga Listrik 463 Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal transformator positif atau negatif. Pengujian tegangan terapan (Withstand Test) Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body tangki. Pengujian dilakukan sekitar 3 jam apakah terjadi penurunan tekanan. Pengujian kebocoran tangki Pengujian kebocoran tangki dilakukan setelah semua komponen transformator sudah terpasang. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi paking dan las transformator. Pengujian tegangan induksi Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari tiap-tiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan transformator. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai dengan standar uji dan dilakukan pada: sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan waktu pengujian 60 detik j. Lama pengujian tergantung pada besarnya frekuensi pengujian dan waktu pengujian maksimum adalah 60 detik. i. Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekuensi yang digunakan harus dinaikkan sesuai denga kebutuhan. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. h. .

Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk gelombang tertentu. oli juga berfungsi sebagai isolasi.5 mm setelah purifying Peralatan yang dapat digunakan misalnya merk hipotronics type EP600CD. Hal ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari transformator. Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai denga standart SPLN 49 . IEC 158 dan IEC 296 yaitu: > = 30 KV/2.antar lilitan transformator . Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh. Pengujian jenis (Type Test) a) Pengujian kenaikan suhu Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan kumparan transformator yang disebabkan oleh rugi-rugi transformator apabila transformator dibebani. .464 Pembangkitan Tenaga Listrik l.antara coil dengan ground c) Pengujian tegangan tembus oli Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan mengetahui kemampuan dielektrik oli. yaitu rugi beban penuh dan rugi beban kosong. maka tegangan tersebut hampir didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada : . Pada transformator dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada tappng tegangan terendah (arus tertinggi).antar layer transformator . b) Pengujian tegangan impulse Pengujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem isolasi transformator terhadap tegangan surja petir. pengujian dilakukan dengan memberikan arus transformator sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi transformator. Bila transformator mengalami tegangan lebih. pada transformator dengan tapping maksimum 5% pengujian dilakukan pada tapping nominal. Pengujian ini juga bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas transformator sudah cukup effisien atau belum.5 mm sebelum purifying > = 50 KV/2.1 : 1982.

Pemasangan pipa-pipa penghubung antara transformator dengan mesin purifikasi 2. titik nyala. Pencampuran terjadi ketika minyak transformator di dalam transformator memiliki merk. Penambahan minyak transformator dari additional oil hose 5. Univolt 80 dan campurannya dilakukan pengujian terhadap tujuh sampel dari minyak baru tersebut. Berikut adalah langkahlangkah atau proses purifikasi minyak transformator: 1. Untak mengetahui keandalan dari penggunaan minyak Shell Diala B. Shel Diala B dan Oil additional oil hose memiliki merk Univolt 80. angka kenetralan. 4. tekan tombol reset untuk mengembalikan ke posisi semula hasil pengujian tegangan tembus diambil rata-ratanya setelah dilakukan 5 (lima) kali dengan selang waktu 2 menit. usahakan pada saat pengambilan contoh oli tidak tersentuh tangan atau terlalu lama terkena udara luar karena oli ini sangat sensitive tempatkan contoh oli pada alat tetes nyalakan power alat tetes tekan tombol start dan counter akan mencatat secara otomatis sejauh mana kemampuan dielektrik oli tersebut. Filterisasi Pencampuran kedua jenis minyak ini dilakukan dengan mengacu hasil pengujian atau pemeriksaan terhadap sampel-sampel yang dilakukan di Laboratorium PLN. Proses pencampuran minyak transformator shell Diala B dengan Univolt 8. Setelah counter berhenti dan tombol reset menyala. Tetapi pada praktiknya di lapangan masih ditemui penggunaan dan pencampuran minyak transformator antara merk Shell Diala B dengan Univolt 80. Pencampuran Minyak Transformator Shell Diala B dengan Univolt 80 Minyak transformator memiliki dua fungsi yang sangat signifikan. uji korosi . PLN sebagai perusahaan penyedia an listrik nasional beserta LMK menetapkan bahwa minyak transformator standar yang digunakan di Indonesia adalah Shell Diala B. viskositas kinematik pada 20 derajat celcius. Pembukaan inlet dan outlet valve 4. Sifat yang diuji adalah berat jenis pada 20 derajat celcius.0 terjadi pada saat proses purifikasi. Pengel udara dalam pipa 3. yaitu sebagai pendingin d isolator.Pembangkitan Tenaga Listrik 465 Cara pengujian adalah sebagai berikut: bersihkan tempat contoh oli dari kotoran dengan mencucinya dengan oli sampai bersih ambil contoh oli yang akan diuji.

Jika bejana akan dibuka karena diperlukan pemeriksaan didalamnya. Setelah dilepaskan. Maksud melepaskan sisi sekunder menjaga kemungkinan terjdinya suatu umpan balik setelah dilepaskan. Keselamatan Kerja Peraturan-peraturan dasar yang menyangkut semua peralatan listrik berlaku pula untuk nsformator dengan berapa ciri khas.1982. 5. tegangan tembus dan ketahanan oksidasi (kadar kotoran). Kedua jenis minyak ini memiliki sifat-sifat awal yang sesuai dengan spesifikasi minyak isolasi berdasarkan SPLN 49-1. Walaupun jaraknya lebih jauh. Berdasarkan hasil uji viskositasnya. harus dan perhatikan bahwa di dalam bejana tidak akan terdapat suatu tekanan. alat pembukannya dikunci dalam posisi terbuka. campuran minyak Shell Diala B dengan Univolt 80 dalam berbagai perbandingan termasuk dalam kelas satu. Jika . minyak masih berada diantara sifat-sifat kedua minyak. Dari viskositasnya tampak bahwa kedua jenis minyak transformator ini termasuk kelas satu. Pencampuran memiliki perbandingan. Bila mengadakan perbaikan dan pemeliharaan sebuah transformator yang perlu dan penting untuk diperhatikan adalah melepaskan transformator dari semua hubungan pada sisi primer maupun pada sisi sekunder. Jika mempergunakan sekering kawat lebur ini perlu disimpan untuk menjaga sengaja dipasang lagi oleh orang lain. pentanahan bejana transformator diperiksa apakah berada dalam keadaan baik. energi di dalam transformator. ini berarti tidak ada pengaruh reaksi antara rninyak Shell Diala B dengan Univolt 80 yang dapat menyebabkan sifat-sifat bergeser dari sifat-sifat awalnya. Berdasarkan hasil pengupan nampak bahwa sifat-sifat campuran kedua. Hal ini dilakukan dengan bantuan sebuah katup yang terletak di atas cairan isolasi. kumparan primer dan skunder dihubungkan dengan tanah untuk menghilangkan kemungkinan masih adanya sisa.466 Pembangkitan Tenaga Listrik pengeringan tembaga. yaitu: Kode Contoh I Kode Contoh II Kode Contoh III Kode Contoh IV Kode Contoh V Kode Contoh VI Kode Contoh VII Univolt 80 100% Univolt 80 80% Shell Diala B 20% Univolt 80 60% Shell Diala B 40% Univolt 80 50% Shell Diala B 50% Univolt 80 40% Shell Diala B 60% Univolt 80 20% Shell Diala B 80% Shell Diala B 100%. Minyak Univolt 80. Pentanahan ini baru dilepaskan setelah semua pekerjaan selesai. Shell Diala B dan campurannya memiliki sifat penyerapan terhadap udara luar yang relatif sama.

hidung dan bibir yang dapat menjadi serius. terutama pada mata. agar hal itu dilakukan ditempat yang mempunyai ventilasi yang baik. Vacuum Interrupter (VI) Beberapa peralatan pengaman pada system pembangkitan tenaga listrik antara lain adalah Vacuum Interrupter (VI).2. mulai bejana transformator harus dikosongkan dan diisi dengan udara bersih. ditunjukkan pada Gambar X. B. dan personil perlu dihindari dari kena uapnya. Perhatian agar alat-alat seperti obeng. dan yang tepat diperiksa. Jika tidak dapat dihindari untuk membuka transformator dalam keadaan panas. Bahan askarel ini hendaknya jangan terkena kulit karena mempunyai efek. agar dijaga dan dibantu oleh seorang lain yang berada di luarnya. Sebaliknya disusun suatu daftar peralatan yang dipakai.2 Contoh Vacuum Interrupter . Perhatian yang khusus harus diberikan bila transformator mempergunakan bahan askarel sebagai cairan isolasi. Perlu merupakan suatu prosedur tetap bila seseorang memasuki sebuah bejana transformator. karena uapnya racun. Gambar X. Transformator yang berisi askarel hendaknya juga jangan dibuka jika masih berada dalam keadaan pahas.Pembangkitan Tenaga Listrik 467 dipergunakan gas. perlu diperhatikan bahwa semua keadaan telah aman dan baik. Switchgear 1. tang dan lain sebagainya tidak tertinggal di dalam jika pekerjaan selesai. setelah pekerjaan selesai dan sebelum disambungkan pada sumber pada sumber listrik.

dan 72. 300 kV.5kV. 84kV. Switchgear Macam-macam switchgear antara lain adalah Gas Insulated Switchgear (GIS) seperti ditunjukkan pada Gambar X.468 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. dan 72.5kV seperti ditunjukkan pada Gambar X.5kV Gambar X. Gas Switchgear Combined (GSC) yang memiliki tegangan kerja 550kV.3 yang memiliki tegangan kerja 550kV.4. 300kV. (a) Gas Insulated Switchgear (GIS) 550kV (b) Gas Insulated Switchgear (GIS) 300kV (c) Gas Insulated Switchgear (GIS) 84kV (d) Gas Insulated Switchgear (GIS) 72.3 Gas Insulated Switchgear (GIS) Gambar X. 4 (a) Gas Switchgear Combined (GSC) 550kV . 245 kV.

4 (d) Gas Switchgear Combined (GSC) 72.Pembangkitan Tenaga Listrik 469 Gambar X.4 (c) Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV Gambar X.5 kV . 4 (b) Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV Gambar X.

4000A Gambar X. 6 menunjukkan C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) Gambar X.5kV .470 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.5 Gas Combined Swithgear (GCS) 550kV. 4000A Gambar X.5 menunjukkan Gas Combined Swithgear (GCS) yang memiliki tegangan kerja 550kV.6 (a) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72.

6 (b) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24kV Gambar X.5 .Pembangkitan Tenaga Listrik 471 Gambar X. 7 Dry Air Insulated Switchgear 72.6 (c) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 12kV Gambar X.

472 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.9 Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72. (liquefaction point: -180 deg C) longer life & Easier maintenance than GCB .5 kV Current: 1250 to 2000A Rated breaking current: up to 31.5kA Features no usage of SF6 gas no gas-liquefaction in any ambient temp.8 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145kV Gambar X.

11 VCS (Vacuum Combined Switchgear) .Pembangkitan Tenaga Listrik 473 Gambar X. ES BCT.5kA Features superb interrupting performance compact low pressure of SF6 insulation gas reduction of maintenance and installation costs optimal arrangement of major equipments (VCB.10 Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72.5kV current : up to 2000A rated breaking current : up to 31. DS. VT and LA) reduction of installation spac 72.5kV Gambar X.

such as out-of-phase breaking high speed re-closing duty server circuit conditions switching capacitors reducted maintenance costs no fire hazard compact and light weight Gambar X. 12 VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door unit voltage : 3.5kV .13 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit voltage 24 kV .474 Pembangkitan Tenaga Listrik voltage : 72.6kV to 36kV Gambar X. current : 630 to 3150A rated breaking current : up to 25kA/ 40kA Features high performance even in the worst case scenario.

Pembangkitan Tenaga Listrik

475

Gambar X.14
Oil-Immersed Distribution Transformers
voltage : 7.2kV to 36kV power : 750kVA to 3000kVA

Gambar X.15
SF6 Gas-Insulated Transformer

3. Gangguan-gangguan pada Pemutus (Pemutus Tenaga Rusak atau Meledak) Penyebab kerusakan pada pemutus tenaga antara lain adalah: a. Arus hubung singkat melewati kemampuan pemutus tenaga (PMT) L a n g k a h p e n c e g a h a n n y a adalah mengganti PMT yang memiliki kemampuan memutus arus hubung singkat yang lebih besar dengan tingkat hubung singkat. b. Kegagalan pada sistem proteksinya Penyebab kegagalan pada sistem proteksi antara lain: 1) Baterai accu tegangannya lemah 2) Relay tidak bekerja dan atau terbakar 3) Pengawatan pada bagian s k u n d e r u n t u k s i s t e m proteksi hubung singkat 4) Kerusakan pada kont ak-kontak dalam PMT 5) Mekanisme penggerak (motor listrik) pada PMT macet

476

Pembangkitan Tenaga Listrik

Langkah untuk mencegah kegagalan antara lain adalah pada sistem proteksi perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh dan secara periodik.

Gambar X.16
Cast Resin Transformer

Gambar X. 17
Sheet-Winding (standard; aluminum optional; copper)
3-phase 50Hz 10,000kVA 22/6.6kV

Pembangkitan Tenaga Listrik

477

Gambar X. 18
Gambar-Gambar Short Circuit Breaking Tests

Gambar X.19
Short-Time Withstand Current Test

478

Pembangkitan Tenaga Listrik

Gambar X. 20
Alternating Current Withstand Voltage Test

Gambar X.21
Internal Arc Test of Cubicle

C. RELAI PROTEKSI Relai adalah sebuah alat yang bekerja secara otomatis mengatur/ memasukkan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya perubahan rangkaian yang lain Relai proteksi adalah suatu relai listrik yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik terhadap kondisi abnormal.

Jka menggunakan sumber listrik listrik yang berasal dari generator AC atau menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) medan magnetnya adalah magnet permanent.Pembangkitan Tenaga Listrik 479 Relai proteksi pembangkit adalah suatu relai proteksi yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik seperti generator. Sistem excitacy dengan sikat Sistem excitasi menggunakan sikat. Sistem Excitacy Sistem excitacy adalah sistem mengalirnya pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator listrik. Circuit Breaker.22 Slide Shows D. sehingga menghasilkan tenaga listrik dan besar tegangan output bergantung pada besarnya arus excitacy. Fungsi dan peranan relai proteksi adalah mengamankan operasi peralatan pembangkit dari kecelakaan atau kerusakan yang fatal. Disconnecting Switch – PMT/PMB (Pemutus Tenaga dan Pemutus Beban). sumber tenaga listrik berasal dari sumber listrik yang berasal dari generator arus searah (DC) atau generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan terlebih dahulu dengan menggunakan rectifier. Gambar X. Battery dan Pengawatan. transformator utama. transformator bantu dan motor-motor listrik pemakaian sendiri suatu pembangkit listrik. Trafo tegangan (PT/ Potential Transformer) dan Trafo arus (CT/Current Transformer). 1. . Sistem eksitasi pada generator listrik terdiri dari 2 macam. Yang dimaksud dengan perangkat sistem proteksi adalah: Relai. yaitu: (1) Sistem eksitasi dengan menggunakan sikat (brush excitation) dan (2) Sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation).

antara lain adalah: 1) Energi yang diperlukan untuk excitacy diperoleh dari poros utama (main shaft). Untuk mengatasi keterbatasan sikat arang. field generator dan bus exciter atau kabel tidak diperlikan lagi 7) Biaya pondasi berkurang. sebagai contoh. sehingga keandalannya tinggi 2) Biaya perawatan berkurang karena pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terdapat sikat. merupakan belitan jangkar. Untuk mengalirkan arus eksitasi dari main eksiter ke rotor generator menggunakan slip ring dan sikat arang. pada generator pembangkit menggunakan system eksitasi tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). sebab aluran udara dan bus exciter atau kabel tidak memerlukan pondasi 3. 2. Pilot exciter Pilot exciter merupakan bagian stator exciter.480 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam lemari penyearah. Keuntungan system excitation tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). pada PLTU menggunakan tipe MEC-3200. sehingga menngkatkan keandalan operasi dapat berlangsung kontinyu pada waktu yang lama 6) Pemutus medan generator (Generator field breaker). Bagian-bagian dari sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) pada PLTU Secara garis besar sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) adalah sebagai berikut: a. Sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) Penggunaan sikat atau slip ring untuk menyalurkan arus excitasi ke rotor generator mempunyai kelemahan karena besarnya arus yang mampu dialirkan pada sikat arang relative kecil. tegangan listrik arus bolak balik diubah atau disearahkan menjadi tegangan arus searah untuk mengontrol kumparan medan exciter utama (main exciter). Fungsinya adalah sebagai bahan magnit karena ada arus yang mengalir . demikian juga penyaluran arus yang berasal dari pilot exciter ke main exciter. komutator dan slip ring 3) Pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terjadi kerusakan isolasi karena melekatnya debu karbon pada farnish akibat sikat arang 4) Mengurangi kerusakan (trouble) akibat udara buruk (bad atmosfere) sebab semua peralatan ditempatkan pada ruang tertutup 5) Selama operasi tidak diperlukan pengganti sikat.

Kondisi terbuka terjadai pada saat turbin akan berhenti atau mati (triping). Rotating Rectifier Rotating rectifier merupakan rangkaian penyearah gelombang penuh tiga fasa dua arah kirim kembali. Jadi total semua rectifier untuk 3 phasa yang dipergunakan adalah 18 buah karena pada tiap-tiap phasa memiliki 6 buah kirim dan masuk Tegangan dari generator AC yang berfungsi sebagai Exciter disearahkan sebagai sumber Excitacy genartor utama. e.Pembangkitan Tenaga Listrik 481 pada kumparan tersebut dengan menggunakan PMG (permanent magnet generator) sebagai sumber tegangan utamanya. yaitu: 1) Magnit permanen Merupakan bagian rotor dari PMG yang sejenis dengan generator utama yang terbuat dari besi yang memiliki sifat kemagnitan yang kuat atau sering disebut magnit permanent. c. Breaker rangkaian medan harus pada kondisi tertutup (close) ketika generator mencapai kecepatan tinggi dengan nilai yang telah diseting. Rotating rectifier terletak pada poros utama. PMG memiliki dua bagian utama. Tentunya penyetingan ini telah diatur oleh perusahaan. AC rectifier AC rectifier adalah bagian exciter yang berputar seporos dengan kumparan jangkar generator. Generator AC yang berfungsi sebagai AC exciter adalah generator sinkron. Setiap phasa mempunyai dua pasang rectifier sebagai jalan keluar masuknya arus. Field circuit breaker Breaker rangkaian medan (41E) dioperasikan oleh motor listrik yang dioperasikan secara manual. pada saat ini turbin beroperasi pada kecepatan rendah kondisi rangkaian breaker pada kondisi terbuka (open) karena generator . Sifat kemagnitan ini akan membangkitkan GGL (Gaya Gerak Listrik) pada jangkar akibat induksi magnit dan daya yang dihasilkan sesuai dengan nilai kemagnitan yang dimiliki. d. b. Permanen Magnet Generator (PMG) Permanen Magnet Generator (PMG) seporos dengan poros generator utama sehingga PMG dapat menghasilkan daya apabila generator berputar. 2) Stator Stator merupakan again dari PMG yang tidak bergerak dan berfungsi membangkitkan tegangan AC dan tegangan tersebut dipakai untuk beban.

Alat ini seperti halnya trafo step down dikarenakan alat ini menurunkan tegangan dari 110V menjadi 6V.482 Pembangkitan Tenaga Listrik utama tidak berbeban dan tidak membutuhkan tegangan untuk menghasilkan output. yang berarti Voltage adjuster (90 R) merupakan alat untuk menseting besar tegangan output generator utama dan juga bila sebaliknya. f. tentunya dengan putaran sama. Yang tentunya alat ini berbentuk tep-tep untuk memilih besar tegangan outpunya. 12V. Alat ini mengatur atau menyeting besarnya masukan pada AVR yang untuk menentukan besarnya tegangan induksi generator. Voltage output Merupakan pengatur tegangan exscitacy. . 15V. 15V dan untuk nilai tegangan yang lainnya. Sehingga output generator mempunyai tegangan yang sama untuk memikul beban yang sama pula. yaitu bila menggunakan dua generator atau lebih. dan lain-lain. Apabila tegangan tepat diatas 9 V maka output generator akan bertambah besar. saat ini tegangan output PMG tidak dapat menyuplai tegangan yang dibutuhkan oleh AVR sehingga exsitacy pada generator harus dioperasikan secara manual. Manual voltage regulator (70 E) Digunakan untuk pengaturan tegangan penguatan secara manual. sehingga yang dipilih tegangan 9 Volt. Biasanya alat ini dioperasikan pada saat AVR belum bekerja secara maksimal akibat belum adanya sumber tegangan untuk bekerja secara optimal.5 KV seperti tegangan Generator pembangkit PLTU Perak saat ini. Voltage adjuster (90 R) Merupakan pengatur tegangan excitacy. i. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. Alat ini berfungsi untuk mengatur atau menseting besarnya masukan pada AVR yang digunakan untuk mengatur besarnya tegangan generator AC. 12V. yaitu pada saat pembangkit mulai running atau berhenti (triping). 9V. 13V. Alat ini menyerupai trafo step down dalam fungsinya untuk menurunkan tegangan dari 110 volt menjadi tegangan 6 volt. Manfaat dari ini adalah untuk menyeimbangkan tegangan induksi generator satu dengan yang lainnya. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. h. 9V. Cross current compensator (CCC) Cross current compensator dioperasikan pararel pada generator. yang berarti tegangan tep dipilih 9 V maka tegangan output generator 13. g.

Serta mendapat sensor dari potencial transformer (PT) dan current transformer (CT). AVR secara otomatis dikarenakan dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis. Data-data automatic voltage regulator (AVR) pada unit III dan IV sebagai berikut : Model Tipe Regulation Input Voltage Output Voltage Output Current : Of Tyrystor Auxomatic Voltage Regulator System : VRG-PMH II. : Within ± 1 %. 400Hz. : DC 130 V. . Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan (excitacy) pada exciter. : DC 20A. Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) 1. Dengan demikian apabila terjadi perubahan tegangan output Generator akan dapat distabilkan. Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator maka AVR akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter. E. : AC 125 V 350 420 HZ.Pembangkitan Tenaga Listrik 483 Untuk bekerja 70E ini dengan putar searah jarum jam atau berlawanan. 20A. Yang tentunya alat ini seperti regulator pada umumnya dengan cara mengubah jumlah kutub untuk mengubah besar tegangan. Dan juga sebaliknya apabila tegangan output Generator melebihi tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. Sistem pengoperasian Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah dikarenakan beban sangat mempengaruhi tegangan output generator. Ini terdapat suatu indikator tegangan excitacy. Alat ini bilamana diputar searah jarum jam untuk menambah sumber tegangan excitacy dan sebaliknya diputar berlawanan bilamana untuk mengurangi tegangan excitacy. AVR dioperasikan dengan mendapat satu daya dari permanen magnet generator (PMG) dengan tegangan 110V.

Sensing circuit Tegangan tiga phasa generator diberikan pada sensing circuit melewati PT dan 90R terlebih dahulu. Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator berbanding lurus seperti ditinjukkan pada Gambar X. dan R34 adalah rangkaian penguat utama atau penguatan tingkat terendah. Comparative amplifier Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing circuit dengan set voltage. c.23. dan diratakan oleh rangkaian kapasitor dan resistor dan tegangan ini dapat diatur dengan VR (Variable Resistan). Keluaran dari comparative amplifier dan keluaran dari over excitation limiter (OEL) adalah tegangan negative dan dari tegangan negatif kemudian pada masukan OP201. Selisih tegangan disebut dengan error voltage.484 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. Keuntungan dari sensing circuit adalah mempunyai respon yang cepat terhadap tegangan output generator. Ketika over excitation limiter (OEL) atau minimum excitation limiter (MEL) tidak operasi maka keluaran dari comparative amplifier dikuatkan oleh OP201 dan . Bagian-bagian pada unit AVR a. Sensing voltage Output voltage of generator Gambar X.23 Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator b. Amplifier circuit Aliran arus dari D11. Besar sensing voltage dengan set voltage tidak mempunyai nilai yang sama sehingga selisih/rentang besar tegangan tersebut. D12. dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan kemudian disearahkan dengan rangkaian dioda. Ini akan dihilangkan dengan cara memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing voltage.

24 Rangkaian Amplifier d. dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi manual maka AVR (automatic voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. VR125 untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 untuk pembatas minimal dari keluaran terminal C6. R34 R35 D11 D13 OP201 OP301 D14 Comparative Amplyfier D12 Auto Manual Cange Over and Mixer Circuit OEL MEL Damping Circuit OP401 Balance Meter Gambar X. e. OP401 adalah Amplifier untuk balance meter hubungan antara tegangan masuk dan tegangan keluaran dari OP201 dan OP401 diperlihatkan pada bagan berikut.Pembangkitan Tenaga Listrik 485 OP301 masukan dari OP301 dijumlahkan dengan keluaran dari dumping circuit. Rangkaian phase sinkronisasi berfungsi untuk mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai dengan tegangan output dari batas sinkronisasi dan juga sinyal kontrol yang diberikan pada tyristor di bawah ini terdapat gambar sinkronisasi . Phase syncronizing circuit Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor dengan menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara mengubah besarnya sudut sinyal pada gerbang tyristor. Dan apabila rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus medan generator. Auotomatic manual change over and mixer circuit Rangkaian ini disusun secara Auto-manual pemindah hubungan dan sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatan medan generator. Auto-manual change over and mixer circuit pada operasi manual pengaturan tegangan penguatan medan generator dilakukan oleh 70E. Limited circuit Limited circuit adalah untuk penentuan pembatasan lebih dan kurang penguatan (excitation) untuk pengaturan tegangan output pada sistem excitacy. f.

25 Diagram Minimum Excitasi Limiter . Rangkaian ini akan m emberikan batas sinyal pada rangkaian AVR apabila melebihi eksitasi minimum. Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi operasional dari generator yaitu dengan mendeteksi keluaran tegangan dan arus pada generator. Thyristor firing circuit Rangkaian ini sebagai pelengkap tyristor untuk memberikan sinyal kontrol pada gerbang tyristor. Current Fa ctor Ke AVR Voltage Factor Amplifier Gambar X. Dumping circuit Dumping circuit akan memberikan sensor besarnya penguatan tegangan dari AC exciter dan untuk diberikan ke amplifier circuit dengan dijadikan feed back masukan terminal OP301. Rangkaian inijuga digunakan untuk membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang telah diseting. j. h. Unit tyristor Merupakan susunan dari tyristor dan dioda. i. kemudian output dari MEL ( Minimum Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier. Dan juga menggunakan fuse (sekring) yang digunakan sebagai pengaman lebur dan juga dilengkapi dengan indikator untuk memantau kerja dari tyristor yang dipasang pada bagian depan tyristor untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun pararel dan ketika terjadi kesalahan atau putus salah satunya masih dapat beroperasi.486 Pembangkitan Tenaga Listrik g. MEL (minimum excitacy limiter) MEL (minimum eksitasi limiter) yaitu untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan pada generator dan adanya penambahan penguatan (excitacy) untuk meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan.

26 Blok Diagram Automatic Follower . Kondisi pengoperasian generator dan pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal tegangan error. Hal tersebut digunakan untuk menjaga kesetabilan tegangan pada generator. Pengoperasian ini digunakan untuk pengaturan manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitacy yang telah disesuaikan. Automatic follower Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan pengaturan secara manual oleh 70E. Dengan cara memutar 70E untuk mengendalikan sinyal pada rangkaian ini. Rangkaian ini untuk menaikkan sinyal dan menurunkan sinyal yang dikendalikan oleh 70E. Amplifier Circuit Discrimination Circuit 70E Raising Circuit 70E M 70E Raising Circuit Amplifier Circuit Gambar X. Automatic Ffollower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal tegangan error dan pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat nilai nol.Pembangkitan Tenaga Listrik 487 k. Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal error. Hal tersebut dijadikan pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada generator dengan adanya perubahan beban.

27 Diagram Excitacy .488 Pembangkitan Tenaga Listrik CCC 90R MEL AVR 70E Auto-Manual Mixer Automatic Field Follower Tyrister Amplifier 41E G Generator AC Exciter PMG Gambar X.

Contoh: Ada sebuah transformator sistem kontrol magnetis.Pembangkitan Tenaga Listrik 489 Sensing Circuit Comparative Amplifier Amplifier Circuit Auto-Manual Change Over And Mixer Circuit 70E CEL MBL Dumping Circuit Automatic Follower Thyristor Firing Circuit Phasa Syncronizing C Thyristor Firing Circuit G Generator AC Exiter PMG Gambar X.28 Diagram AVR F. Pemeliharaan Sistem Kontrol Yang dibahas dalam topik ini tentang rangkaian dan kontrol transformator yang meliputi perbaikan relai-relai (proteksi). Lain halnya dengan alat proteksi. tergantung dari tingkat keandaiannya. rangkaian dan pengontrolan suatu transformator sangat spesifik dan satu sama lain berbeda. kontrol . elektronik/digital dan bahkan kontrol sistem komputer. pengawatan rangkaian dan pengotrolan suatu transformator. Secara spesifik kumparan dan bagian mekanik setiap transformator sama.

Tindakan perbaikan adalah dengan menyetel posisi kontak point dan atau mengganti. dan indikator temperatur tidak menunjuk angka. memperbaiki. pendingin dan temperatur. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. b. Tindakan perbaikan adalah dengan m emperbaiki sambungan/terminal pengawatan. 1) Kerusakan tap changer (perubah tap). kontrol dan rangkaian transformator tidak akan terjadi. maka kerusakan terhadap alat proteksi. Kerusakan pada terminal utama dan pentanahan. dan rangkaian Kerusakan pada sumber tenaga dan pengawatan.490 Pembangkitan Tenaga Listrik Jadi disini gamba-gambar rangkaian. Dan memperbaiki pentanahan dengan memeriksa elektroda dan mengganti terminal sambungnya. counter dan regulator. dan mengganti alat-alat sensor permukaan minyak. bagian mekanik macet. indikator pendingin. Kerusakan umumnya pada dudukan kontak utama. Adapun kerusakan alat proteksi. Selain itu juga memeriksa. sensor indikator pendingin dan sensor temperatur. circuit breaker dan pengaman arus lebih. mengkalibrasi counter dan menguji serta menyeting regulator dengan relai maupun manual. 2) Kerusakan indikator minyak. Apabila pengelolaan perawatan tentang perawatan rangkaian dan terminal transformator dilaksanakan dengan intensif. memperbaiki atau mengganti pengawatan dan . kontrol dan relai-relai (proteksi) serta buku petunjuk pemeliharaan sangat menentukan dan diperlukan dalam perbaikan transformator. bongkar pasang bagian mekanik. Kerusakan umumnya pada indikator minyak. Tetapi walaupun demikian dapat saja terjadi kerusakan-kerusakan di luar perhitungan. antara lain: a. Kerusakan umumnya terjadi pada sambungan kabel pada terminal terlepas dan tahanan pentanahan di atas standar. bongkar pasang/mengganti circuit breaker dan menguji atau mengganti pengaman arus lebih. Kerusakan pada umumnya pada penyambungan pengawatan. kontrol transformator serta perbaikannya. Tindakan perbaikan adalah dengan mengganti terminal sambungan kabel.

Bagaimana pengaruhnya terhadap keseimbangan muatan jika dua transformator yang memiliki prosentase impedansi tidak sama. Tindakan perbaikan adalah dengan mengkalibrasi.Pembangkitan Tenaga Listrik 491 memeriksa relairelai yang berhubungan dengan indikator. Data transformator seperti ditunjukkan di bawah ini. limit switch dan terminal control Kerusakan umumnya pada kontaktor. limit switch dan terminal-terminalnya.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 3. Transformator I Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 150 kVA Tegangan Primer 5. r elai. Contoh soal Transformator yang dipararel syaratnya adalah perbandingan tegangan.000-6. sumber daya DC dan pengawatannya Kerusakan umumnya pada alarm tidak mengeluarkan sinyal. prosentase impedansi sama. menseting. 4) Kerusakan kontaktor-kontaktor. memperbaiki dan atau mengganti kontak point kontaktor. 3) K e r u s a k a n alarm proteksi. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa.740-6. memperbaiki alarm. memperbaiki atau mengganti alat-alat ukur dan memeriksa serta memperbaiki pengawatannya serta memeriksa atau dapat melakukan perbaikan transformator ukur.75% . sehingga didpatkan muatan yang seimbang. relairelai tidak sesuai setting atau tidak bekerja dan sumber daya DC tidak m e n g e l u a r k a n t e g a n g a n a t a u t e g a n g a n d i bawah n o r m a l . Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. memeriksa atau memperbaiki relai-relai serta memeriksa atau memperbaiki serta mengganti penyearah dan pengontrol sumber daya DC serta perbaiki penguatannya. 5) Alat-alat ukur tidak mununjuk sempurna atau rusak Kerusakan umumnya pada penunjukan yang tidak akurat atau tidak m e n u n j u k d a n t r a n s f o r m a t o r u k u r t i d a k b e r f u n g s i . memeriksa atau menyetel dan memperbaiki limit switch dan memeriksa atau memperbaiki serta mengganti terminalterminal.

740-6. dan system pengaman yang ada di bengkel anda dengan bimbingan guru dan teknisi H.000 V Tegangan skunder 231 V Transformator II Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 100 kVA Tegangan Primer 5.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 4.4% Saklar pada transformator I =6. excitacy. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator II adalah sebesar: 24. Tugas Buat laporan kegiatan yang anda lakukan dan diskusikandengan teman anda dengan didampingi guru .4 Jumlah daya transformator I dan II =150 + 100 = 250 kVA Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator I adalah sebesar: 40 x250 155kVA 64.492 Pembangkitan Tenaga Listrik Saklar pada transformator I =6.1 40 : 24. Latihan Laksanakan pemeliharaan transformator.000 V Tegangan skunder 231 V Penyelesaian: PI PII : ZtrafoI ZtrafoII 150 100 : 3.75 4. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung pada rel pengumpul adalah 150 sebesar x 250 240kVA 155 G.4 x 250 90kVA 64.000-6.

Namun demikian jika dikehendaki dengan kecepatan putaran yang tinggi. pipa dan peralatan kapal lainnya. dalam hal ini putaran kanan dan kiri. Macammacam crane adalah: Crane Gantung berjalan.Crane dan Elevator (Lift) 493 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. maka menggunakan putaran dengan kecepatan rendah. Besar kecilnya daya motor listrik bergantung dari berdasarkan daya beban. satu motor listrik untuk keperluan berjalan dan 1 (satu) motor listrik lainnya untuk jalan rel. Sistem kontrol yang dignakan pada crane jenis ini adalah menggunakan pengendal (pengontrolan) dengan kontaktor-kontaktor yang dilengkapi dengan saklar push-button. crane yang dimiliki PT Dok dan Perkapalan (Persero). dan Crane Derek. Crane 1. Pada crane di perusahaan ini menggunakan 3 (tiga buah) motor listrik yang masing-masing satu motor untuk mengangkat beban. Crane Tower. Pengantar Crane adalah alat untuk pelayan beban mekanis atau muatan yang dilengkapi dengan kerekan untuk mengangkat benda dan berfungsi juga untuk menggerakkan benda yang diangkat melalui ruangan. Motor listrik untuk mengangkat beban pada crane Motor listrik yang digunakan memiliki dapat diatur arah putarannya. kecepatan putaran dapat diatur. Sedangkan untuk kecepatan putaran yang dipilih adalah bergantung dari berat beban. karena crane yang dimiliki kapasitas 16 ton. Sebagai contoh. sehingga motor listrik dapat beroperasi secara maksimal. Contoh penggunaan adalah pada PT DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero) untuk mengangkat plat baja. Dengan pengontrolan. Misalnya untuk mengangkat beban dengan kecepatan putaran tunggi atau rendah atau menurunkan beban dengan menggunakan kecepatan putaran tinggi atau rendah. Crane gantung berjalan adalah mesin berjalan mesin yang berjalan di rel yang ditopang oleh bangunan yang memiliki troli dan diperlengkapi dengan kerekan yang berjalan melintang di rel yang bertumpu pada bangnan untuk mengangkat beban. maka tinggal mengubah bentuk belitannya . 2.

Gambar X.1 menunjukkan gambar pengawatan untuk mengatur kecepatan (rendah dan tinggi) pada motor listrik untuk crane.494 Pembangkitan Tenaga Listrik (karena motor listrik yang dimiliki jenis belitannya dahlander) belitannya dahlander dengan tujuan jika bebannya besar. Gambar XI. Rangkaian Pengendali Kecepatan Motor Listrik Dahlander Untuk mengatur hubungan belitan digunakan alat yang disebut main winding menggunakan rangkaian kontaktor.1 Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Keterangan gambar K1 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kanan K2 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kiri K3 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kanan K4 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kiri . dan 3.

Untuk menentukan tenaga atau force gravitasi bumi adalah: F 9. Pada kondisi ini.8 = grafitasi bumi . Dengan menekan tombol S4 terus menerus maka motor akan berputar dengan kecepatan tinggi kearah kanan dengan ketentuan tidak boleh menekan tombol lain selain S4. Rumus-rumus yang terkait dengan crane a. putaran motor listrik kearah kiri. dan untuk mengoperasikan motor dengan kecepatan tinggi kearah kiri maka kita harus menekan S5 maka motor akan berputar cepat kearah kiri dengan syarat tidak menekan tombol selain S5.2 Single Line Diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Jika tombol S2 ditekan.8m (11-1) Keterangan: F = Gaya benda(N-Newton) M = masa tau berat (kg) 9. kontaktor K1 bekerja karena pada sistem control ini tidak memakai sistem penguncian maka operator harus menekan terus menerus supaya motor listrik dapat bekerja terus menerus juga.Crane dan Elevator (Lift) 495 Gambar XI. 4.

hitung jarak pengereman jika motor berhenti 2 m dan gaya pengereman Penyelesaian: F = T/R=150/0.5 =300 N Gaya pada saat pengereman dengan jarak 2 meter adalah T = 150/2 = 75 N c. Torsi mekanik T = F. (N-m) F d (11-2) Gambar XI. d Joule Keterangan: W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) d = jarak pemindahan benda dalam meter (m) (11-3) Contoh: .8m 9.d. 3 Contoh gambar menentukan torsi mekanik Keterangan: T = Torsi dalam Newton Meter (NM) F = gaya (Force) dalam Newton (N) d = Jarak benda dalam satuan meter Contoh: Torsi motor pada saat start 150 N -M.496 Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh: Hitung nilai tenaga pada masa 12 kg Penyelesaian: F F F 9.6 N b. dengan diameter pully 1 meter.8 x12 177. Tenaga Mekanik W = F .

900 J d.10 = 4. m = 9. Daya mekanik P=W. Gambar XI. tentukan gaya dan tenaga pada benda.8. 4 Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik F = 9. d = 490.8. 1 HP = 746 Watt).50 = 490 N W = F. 5 .Crane dan Elevator (Lift) 497 Jika berat benda 50 kg pada ketinggian 10 m seperti ditunjukkan pada Gambar 5 di bawah ini. Gambar XI. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power.t Watt (11-4) Keterangan P = daya mekanik dalam Watt (W) W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) t = waktu kerja dalam detik Contoh: Motor untuk lift dengan berat benda 500 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik.

6 Contoh Gambar Menentukan Daya Motor Listrik .25 kW P = 12.900 x 30 = 147. Daya motor listrik P nT Watt 9.55 (11-5) Keterangan P = daya mekanik motor (W) T = Torsi motor (N-m) N = kecepatan motor dalam radial per menit (rpm) 9.8.498 Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh gambar menentukan daya mekanik Penyelesaian: F = 9.d = 4.000/12 = 12. m = 9.4 HP e.55= konstanta Contoh Gambar XI.250 /746 = 16.900 N W=F.8 x 500 = 4.000 J Daya motor P = W/t P = 147.250 Watt = 12.

Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Hitung daya output jika putaran motor 1.Crane dan Elevator (Lift) 499 Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 25 N dan pemberat 5 N.1 m.1 = 2 N-m P = n.95) = 356 W Motor yang dipilih untuk mengangkat beban adalah 0. Penyelesaian P1= Po/ ? = 150. Efisiensi mesin listrik η Po x100% P1 (11-6) Keterangan ? = efisiensi dalam satuan persen (%) Po = daya output (W) P1 = daya input Contoh: Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh.000/92 = 163 kW Output mekanik motor = 150 kW Rugi-rugi pada motor P1-Po = 163 kW-150 kW = 13 kW . Penyelesaian: T= F/R = (25-5) x 0.700 x (2/9.5 HP f.95) = 1. (T/9. Jari-jari pully 0.700 rpm.

400 kg Kecepatan V = 100 km/jam = (100x1000)/3600 detik = 27. Energi kinetik pada putaran dan momen enersi Ek =5.400 = 8.245.500 Pembangkitan Tenaga Listrik g.928 J = 3.000 + 2. Energi Kinetik Ek =1/2 m.48 x 10 constanta dari (p /1800) (11-8) .25 Mega Joule (MJ) h. H itung total energi kinetiknya dan hitung energi kinetik sampai bus berhenti.82 = 3. Penyelesaian Total berat bus M = 6.48 x 10-3 Jn 2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule 2 J = Momen Enersi dalam kg-m n = kecepatan putara (rpm) -3 2 5.400 x 27.8 m/s Besarnya Energi kinetik Ek =1/2 m.V2 = ½ x 8.V2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule M = masa benda dalam kg V = kecepatan benda dalam m/s (meter/detik} (11-7) Contoh: Bus dengan berat 600 kg memindah benda dengan kecepatan 100 km/jam dan berpenumpang 40 orang dengan berat 2400 kg.

400 kg diameter 1 m dan lebar atau ketinggian 225 mm.800 rpm Gambar XI.400 x 0. Momen inersia J = m.52)/2 = 175 kg-m 2 b.1 Mega Joule (MJ) Contoh Roda memiliki 2 ring dan poros seperti pada Gambar XI. 7 Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Penyelesaian a.48x10-3x175x 1. Pada ring diberi beban 80 kg dan 20 kg Tentukan momen enersi pada roda Gambar XI. 8 Contoh gambar menentukan energi kinetik pada putaran dan momen enersi pada roda 2 pully .r2 = (1. Energi kinetik pada roda jika kecepatannya 1. Hitung a.8.8002 = 3. Energi kinetik Ek = 5. Momen inersia b.Crane dan Elevator (Lift) 501 Contoh Roda berbentuk tabung dari logam dengan berat 1.48 x 10-3 Jn 2 = 5.

700 rpm. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh.6 = 10. .62)/12 = 0. Radius pully 0.6 kg-m2 Total momen enersi pada roda adalah: J = J1 + J2 = 10 + 0. 2. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N.32)/2 = 10 kg-m 2 Pada ring dalam J2 = m L2/12 = 20 (0.42 + 0.1 m. Hitung daya output jika putaran motor 1. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut.502 Pembangkitan Tenaga Listrik Penyelesaian Enersi pada ring luar J1 = m (R12 + R22)/2 = 80 (0.6 kg-m 2 Soal latihan 1.

Waktu yang dibutuhkan oleh motor tersebut untuk benar-benar berhenti tergantung pada kelembaman motor. maka memerlukan tindakan pengereman. Metode pengereman diterapkan berdasarkan pada .1 Momen Inersi Gerak dan Putaran 5. beban dan friksi motor itu sendiri. Pengereman Motor AC Sebuah motor akan berhenti bergerak bila diputus hubungkan dari suplai daya.Crane dan Elevator (Lift) 503 Tabel XI. Apa bila kita berkeinginan mengontrol rate/tingkat gerak motor waktu bergerak pelan atau berhenti.

Motor hanya digerakkan dalam satu arah dan harus benar-benar berhenti pada saat tombol stop ditekan. Pada Gambar XI. Regeneratif 4. Plug Prinsip kerja dan gambar diagram rangkaian masing-masing metoda diuraikan sebagai berikut: 1) Plug Breaking Plug Braking merupakan pengereman motor dengan cara membalikkan arah motor sehingga motor dapat menghasilkan daya torsi penyeimbang dan membentuk daya perlambatan.9 Rangkaian Control Plug . Dinamik 3. (3) Dengan menggunakan DC terhadap lilitan motor pada saat suplay ac diputus hubungkan. Stop F Start R F OL’s O F4 Zero Speed Switch F R Gambar XI. Terdapat berbagai cara agar pengereman motor bisa dilakukan termasuk cara-cara berikut: (1) Dengan memakai perangkat friksi mekanik untuk memberhentikan dan menahan beban. dan (4) Mengandalkan energi yang dihasilkan motor pada saat motor tersebut digerakkan beban. biaya dan hasil yang diharapkan.504 Pembangkitan Tenaga Listrik aplikasi.daya yang ada. kebutuhan akan rangkaiaan.9 ditununjukkan susunan Plug. Mekanik 2. (2) Dengan memberi arus gerak rotasi motor. Empat macam metoda pengereman yang banyak dipakai adalah sebagai berikut: 1.

Pada saat motor berrotasi kontak-kontak saklar menutup dan tetap menutup sampai motor berhenti secara total. Gambar XI.10 Rangkaian Daya Plugging Untuk diperhatikan bahwa saklar kecepatan nol digunakan pada rangkaian ini. Saklar kecepatan nol tersebut dioperasikan dengan motor. 2) Pengereman Dinamik Pengereman Dinamik adalah sebuah metoda pengereman untuk motor induksi AC dengan cara menerapkan sebuah sumber DC pada lilitan stator dari sebuah motor setelah suplai diputus hubungkan.Crane dan Elevator (Lift) 505 L1 L2 L3 1 K1 2 4 6 1 4 6 K2 3 5 2 3 5 M 3~ Gambar XI. . Pengereman dinamik terkadang disebut juga sebagai pengereman elektronik.10 menunjukkan Rangkaian Daya Plugging. Secara normal saklar tersebut pada keadaan tidak beroperasi.

506 Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem pengereman ini biasanya digunakan dengan. Pada saat motor digerakkan pada kecepatan sinkron tersebut.3 kali arus terukur. Biasanya sistem mekanik yang harus digunakan untuk menghentikan motor. setelah dilakukan pengereman dinamik. Energi yang dibentuk motor dialirkan kembali menuju saluran suplay. K1 L3 L2 L1 Step Down orTransfmator 1 3 5 2 4 6 W V U M 3~ 1 3 2 4 6 K2 5 Gambar XI. motor bertindak seperti sebuah generator induksi dan membentuk daya torsi pengereman. Ukuran sebenarnya hanya ditentukan oleh resistansi lilitan stator sehingga tegangan harus berukuran rendah. agar bisa menghasilkan daya torsi pengereman yang sesuai maka ukuran sumber dc diperkirakan 1.12. prinsip penggunaannya sama dengan yang digunakan terhadap motor jangkar hubung singkat (sequirrel-cage). Sumber DC disambungkan melalui sebuah step-down transformer (penurun tegangan) dan rectifier. motor rotor lilit. 3) Pengereman Regeneratif Pengereman jenis regeneratif motor AC adalah sebuah sistem pengoperasian dimana motor induksi digerakkan oleh beban diatas kecepatan sinkron. Untuk pengereman dinamik. Single diagram rangkaian daya pengereman dinamik ditunjukkan pada Gambar XI.11 menunjukkan contoh rangkaian daya dan k ontrol pengereman dinamik.11 Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik . Pengereman dinamik tidak menghentikan motor secara total tetapi hanya memperlambat motor secara tiba-tiba. Gambar XI.

Crane dan Elevator (Lift) 507 Gambar XI.13 menunjukkan pengereman regeneratif diterapkan L1 L2 L3 Rectifier DC Supply Ke Belitan Penguat CS DC Machine No. Gambar XI.13 Pengereman Regeneratif . 2 M3~ DC Machine No 1 Lift Counter Weight Gambar XI.12 Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Contoh pengereman regeneratif diterapkan pada Trem.

pengereman mekanik adalah cara memberhentikan motor listrik dengan memberlakukan gesekan atau friksi motor. Pada saat daya dihubungkan.14. Solenoid rem dapat disambungkan antara dua saluran suplai atau antara satu dari suplai tersebut dan netral. Friksi tersebut diterapkan dengan cara yang sama seperti halnya blok rem mobil seperti ditunjukkan pada Gambar XI. solenoid diberi energi menjaga agar armature atau jangkar tetap tertutup. . Solenoid tersebut disambungkan secara langsung pada saluran suply motor seperti ditunjukkan pada Gambar XI.15. Dengan armature tertutup.508 Pembangkitan Tenaga Listrik 4) Pengereman Mekanik Sesuai dengan namanya.14 Pengereman Dinamik Rem tersebut bekerja setelah daya hilang. Spiral dengan sepatu untuk mengunci motor Sepatu Rem Jangkar Selenoid Gambar XI. yaitu blok rem mengunci motor dengan daya kerja pegas. pegas tertahan balik sehingga tetap mengerem motor. Contoh. dengan rem dinamik tidak akan bisa memberhentikan motor secara total sehingga diperlukan penggunaan rem mekanik menahan motor setelah daya diputus hubungkan. Rem mekanik dipakai pada sistem pengereman yang ada tidak cukup untuk membawa motor sehingga benar-benar berhenti.

Akan tetapi untuk keluaran nominal dari 200kW atau kurang. pelayanan dan perawatan sederhana dan biaya instalasi rendah. termasuk motor arus bolak-balik dan arus searah. pengereman dan pembalikan putaran dan sewaktu-waktu berbeban lebih. Karena perjalanan troli dan perjalanan crane sering tidak memerlukan kendali kecepatan. Motor crane sering mengalami berulang kali pengasutan. Khusus pada motor sebagai pengangkat beban seperti pada motor area. pengereman secara mekanik dengan menggunakan friksi mekanik yaitu kampas sangatlah diperlukan sebagai penahan beban apabila motor itu dalam keadaan tidak bekerja.Crane dan Elevator (Lift) 509 Gambar XI. kebanyakan dipergunakan motor tak serempak.15 Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL 6. maka motor ini kebanyakan dipergunakan untuk keperluan ini. Karena ditakutkan pada saat motor tersebut menahan beban. Motor Area 1) Pengereman pada Motor Area Motor yang dipergunakan untuk crane. hanya saja cara kerjanya yang berbeda. beban akan j tuh ke bawah akibat adanya a gaya gravitasi bumi karena tidak adanya pengereman tersebut. Pada . sehingga motor ini harus kuat secara elektrik dan mekanik. Pengereman mekanik sendiri pada dasarnya hampir sama dengan rem tromol pada kendaraan.

Dalam posisi seperti ini motor dalam keadaan tidak bekerja atau mendapatkan tegangan. Spool rem membutuhkan tegangan DC agar supaya dapat menghasilkan magnet yang kemudian menarik besi pendorong kampas sehingga motor tidak berputar dan keadaaan mengerem. motor tersebut dilengkapi dengan komponen penghasil magnet. Untuk motor yang menggunakan pengereman mekanik seperti yang dijelaskan di atas. arus juga tidak mengalir pada spul. Tetapi dalam penjelasan ini dibahas tentang pengereman mekanik dengan cara elektro magnetik. kampas terdorong oleh besi pendorong akibat gaya pegas dari pegas yang dipasang sedemikian rupa sehingga kampas rem mendesak pondasi motor dan motor akan mengerem. Secara otomatis. penyearah tegangan karena rangkaian magnet (spool) tersebut membutuhkan sumber tegangan DC.510 Pembangkitan Tenaga Listrik Motor. motor area akan melakukan pengereman pada saat motor tidak dalam bekeja. yaitu dengan cara elektro magnetik. Akibatnya. .16 Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area 2) Sistem Kerja Perlu ditekankan sebelumnya. cara kerjanya secara elektrik. sehingga kemagnetan pada spool akan hilang. dan ada juga yang menggunakan sistem hidrolik.16. Jadi pengereman ini mengandalkan pegas untuk mendorong kampas ke pondasi motor. Secara garis besar konstruksi dan pengereman motor area ditunjukkan pada Gambar XI. Sedangkan pada saat pengereman itu sendiri telah ditekankan di depan bahwa motor dalam keadaan tidak bekerja atau tidak mendapatkan tegangan. Belitan Stator Pondasi Motor Besi Pendorong 100 VDC As Rotor Sangkar Kampas Rem Pegas Spool Gambar XI.

Crane dan Elevator (Lift) 511 Pada cara ini motor pengangkat juga dijalankan untuk penurunan. 4. mempunyai laju rendah. 2.17 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton . Daya :11 kW Arus nominal: 29 Ampere Tegangan : 380 V AC Frequensi : 50 Hz Putaran : 1450 rpm dan 2940 rpm Gambar XI. 3. akan tetapi mempunyai kerugian remnya mudah aus. Maka sistem pengereman seperti ini sangat cocok untuk motor area pada crane 10 T yang memiliki spesifikasi sebagai berikut 1. Cara ini sesuai bagi motor dengan keluaran sampai sekitar 75 kW. 5.

19 Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton Untuk mengangkat Kapal B. Instalasi Lift/ Elevator .18 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Gambar XI.512 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.

Dalam cabine lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada lantai tertentu. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan alat pengaman c) Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar XI. Untuk menjaga keselamatan para penumpang.20. baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan cabine lift tidak memerlukan tenaga yang besar d) Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk). 1) Bagian-bagian Lift Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift dan elevator adalah: a) Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi susunan gedung b) Sangkar Lift Cabine berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. mulai dari PHB utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box yang dipasang: a) Cabine lift berukuran 1400x350x2100mm .Crane dan Elevator (Lift) 513 Pemberian tenaga listrik pada lift dan atau elevator harus berasal dari cabang tersendiri. yaitu sebesar 45% lebih. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz dengan tenaga 3 sampai dengan 5 PK dan bahkan dalam perkembangannya dayanya lebih besar. Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang bdigerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya. Salah satu ujungnya diikat ada sangkar (lift cabine) sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas. satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift. turun ke bawah selanjutnya diikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar. pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman.

Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah.202 kg b. dan bergantung jumlah lantai bangunan 2) Macam peralatan dan pengaman pada lift a. 50 Hz.000kg+45% x 2 ton=2. masing-masing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman. 3 phasa. Penentuan berat cabine dipengaruhi oleh berat cabine ditambah dengan 45% muatan = 2. Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada kereta api) . sedang pada kedudukan paling bawah. dan 1450 rpm. masih ada ruang bebas setinggi 175 cm. Pada saat cabine berkedudukan di tempat yang paling atas. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman berganda d. Untuk kapasitas daya yang lebih tinggi maka jumah lantai yang dapat dilayani lift lebih besar atau banyak g) Instalasi lift melayani bebarapa lantai pada contoh ini. masih ada ruang bebas dengan jarak 75 cm c. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga. e. lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti. 380V.514 Pembangkitan Tenaga Listrik b) Kekuatan penumpang maximum 6 orang (450 kg) dan atau bergantung kapasitas daya lift c) Kecepatan lift 45m/menit d) Pintu lorong dan pintu cabine memiliki daun pintu sendiri-sendiri berupa pintu ginsir atau yang terbaru hanya pintu lorong e) Diantara pintu tersebut masih ada pintu pengaman f) Motor listrik sebagai penggeraknya memiliki daya 2.5 PK.

Crane dan Elevator (Lift) 515 f. sumber tegangan mati. Diantara daun pintu lorong dan daun pintu cabine terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika. g. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik. pintu macet. Pada cabine terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Pada saat lift berhenti. dan lain-lainnya. . Pada cabine terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai. pintu lorong dan pintu cabine akan membuka dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang.

516 Pembangkitan Tenaga Listrik PT KM Tiga alur kabel baja TP PP Pintu DC A BP B C D Pintu PPN Balancee Gambar XI.20 TP Konstruksi Lift .

Crane dan Elevator (Lift) 517 Keterangan Gambar XI.20 PT PP TP PPN KM DC BP TP A B C D E KB : : : : : : : : : : : : : : Piringan traksi untuk 3 kabel baja Piringan pengatur jalannya sangkar cabine (tempat beban) Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman Piringan penegang Kamar mesin tepat di atas lorong lift Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncurm sebagai rem Batang peluncur Tonggak pengaman Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B Tabung besi cor Kerangka cabine bagian atas (frame atas) Pegas (pir) penyerap getaran Moer pemasang pegas atau pir dengan kunci pengaman Kabel baja Contoh gambar pengawatan pada lift ditunjukkan pada Gambar XI. .21 di halaman berikut.

Pemeliharaan Crane dan Lifft .518 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.21 Contoh Pengawatan Lift C.

Apakah kekuatan mekanis cabine masih memenuhi syarat dan apakah gerakan cabine tidak terhalang oleh benda lain . baik pada crane maupun lift. hanya jika pada lift sistem pengamannya lebih banyak. pemberat dan kelengkapan lainnya. Selain itu ruang gerak untuk pekerjaan pemeliharaan lift lebih kurang leluasa. pemeriksaan keausan dan kekerasan baut mur sistem mekanik b. dalam hal ini pemeriksaan sistem pelumasan antara talang atau ril sebagai landasan meluncur dari gesekan crane dan lift. Jika pengereman dengan menggunakan sistem mekanis. Periksa bagian sistem pengereman (khususnya pengerema mekanik) dan pengereman mekanik maupun elektrik. putar kanan kiri dan naik turun. Pemeliharaan kawat baja penarik. Pemeliharaan rel sebagai tumpuan. Periksa ikatan pada cabine. apakah sudah ada bagian kawat yang sudah terputus sebagian. segera lakukan penggantian dan jika teromol remnya sudah aus segera lakukan penggantian h. diantaranya adalah: a. Apakah masih kuat atau sudah mengalami kelembekan ikatan f. baik pengaman mekanik maupun pengaman sistem kelistrikan serta pengaman manusia.Crane dan Elevator (Lift) 519 Pemeliharaan crane dan lift secara umum hampir sama. Selain pemeriksaan juga dilakukan pembersihan pada landasan luncur atau pacu dan ril. meliputi pemeriksaan kelenturan kawat baja dan jika sudah kering beri tambahan pelumas sehingga kelenturannya meningkat d. apakah ikatan cukup kuat atau sebaliknya. karena jika tidak ditangani akan cepat menyebar ke kawat lainnya e. Pemeliharaan pada sistem mekanik Pemeliharaan sistem mekanik. meliputi pemeriksaan sistem pelumas. Pemeliharaan sistem mekanik maju mundur. Pekerjaan pemeliharaan meliputi pemeliharaan pada sistem mekanik. sistem kelistrikan dan sistem keamanan manusia serta kesehatan dan keselamatan kerja 1. Jenis pengereman dan prinsip kerja serta komponen lainnya g. Segera lakukan perbaikan jika ditemukan bagian yang tidak beres. periksa apakah rem sudah aus dan kekerasan pegas apakah masih cukup atau sudah lembek dan apakah gerakannya tidak terhalang benda lain. Periksa kawat baja. Bersihkan talang atau ril landasan gerakan dan beri pelumasan c. Jika pegasnya sudah lembek. Periksa bagian cabine.

Sistem pengaman. obeng.520 Pembangkitan Tenaga Listrik i. Periksa pada sistem penggeraknya. prosedurnya sesuai dengan pemeliharaan yang ada dalam bab lain buku ini . Periksa kecepatan sistem penggeraknya. Pemeliharaan pada sistem kelistrikan. Jika sudah mengalami penurunan lakukan perbaikan k. lakukan pemeriksaan apakah pengaman masih dapat bekerja dengan sempurna menggunakan alat kerja listrik (tespen. Pemeliharaan pada generator pembangkit listrik. tespen. meliputi: a. Lakukan perbaikan ringan maupun sedang dengan diketahui dan disetujui atasan langsung Pemeliharaan dilakukan secara rutin tiap hari karena jika tidak dilakukan faktor resikonya sangat tinggi. Gunakan tool kit untuk teknisi listrik agar peralatan lebih lengkap dan digunakan berdasarkan kebutuhannya b. Buat laporan secara tertulis kegiatan pemeliharaan dan kejadiankejadian yang ditemui sesuai format yang sudah disediakan selama pada saat pemeriksaan atau pemeliharaan. 2. tang dan lainnya. Pemeriksaan pada sistem pengaman pintu keluar masuk barang dan manusia (khusus untuk lift) dan apakah pintu darurat masih bekerja dengan optimal atau tidak l. Pelihara bagian motor listrik (sesuai prosedur) yang ada untuk pemeliharaan motor listrik di bab lain buku ini c. Kerusakan pada sistem k elistrikan akan berdampak pada sistem mekanik serta dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan benda yang diangkat dan dipindahkan serta keselamatan benda di sekitarnya 3. multi tester. Pemeliharaan sistem kelistrikannya Pemeliharaan pada sistem kelistrikan sangat diperlukan dan diharuskan karena jika tidak dipelihara akan terjadi kerusakan. Selain itu kerusakan mekanis akan berdampak pada kerusakan pada sistem kelistrikannya dan sebaliknya. Laporan disampaikan secara tertulis dan lisan kepada atasan langsung untuk mendapat perhatian dan di analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan m. apakah sudah mengalami penurunan yang besar atau tidak. palu. baik bagi keselamatan dan keamanan manusia maupun keamanan barang yang diangkat dan atau dipindahkan. apakah masih memilki kekuatan sesuai dengan benda yang diangkut dan atau dipindahkan j.

karena lebih mudah pemeliharaan. Jika tahanan isolasi sudah rendah. dan melakukan pemeliharaan lebih mudah serta memperkecil faktor kelupaan bekerja dengan peralatan yang lengkap c. Apakah kinerja sistem pengendali masih baik atau mengalami kerusakan f. Sediakan dan pelihara peralatan serta kelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja e. lakukan penggantian kabel. diantaranya adalah helm pengaman. Lakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan. Dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan crane dan lift. pengontrolan kelengkapan. Pemeliharaan sumber tenaga listrik.Crane dan Elevator (Lift) 521 d. Pemeliharaan sistem pengendali crane atau lift. Pemeliharaan sebaiknya dilakukan pada saat crane dan lift tidak beroperasi d. Pemeliharaan pada sistem instalasi. Pakai seragam kerja sesuai dengan standart yang ditentukan. Bekerjalah dengan peralatan yang memadai (bawa toll kit). karena jika tidak dipelihara juga berpengaruh pada kinerja sistem. Lakukan pemeriksaan besarnya sumber tenaga listrik. sepatu pengaman b. dan lampu indikator yang ada pada cabine lift karena ada kemungkinan gangguan darurat pada cabine. . Pemeriksaan sambungan diperlukan karena jika kurang kuat akan terjadi loncatan bunga api dan akan berpengaruh pada sistem kelistrikan e. termasuk lift macet 4. alarm. g. baik sumber listrik arus bolak balik sebagai penggerak motor maupun sumber listrik arus searah dan penyearah karena sumber listrik arus searah sebagai sumber listrik bagi sistem alarm dan lampu indikator dan keperluan lainnya. Jika terlalu rendah maka kinerja sistem tidak optimal. baik SOP untuk manusia di tempat kerja maupun SOP peralatan yang dipelihara dan diperbaiki. Pemeriksaan terkait dengan besar tegangan sumber apakah terjadi kenaikan atau penurunan karena jika terlalu tinggi dapat merusak peralatan kelistrikan dan kontrol serta indikator dan alrm serta penerangan. Periksa alat komunikasi. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. yang perlu diperhatikan adalah apakah tahanan isolasi. sambungan dan pengawatannya masih rapi atau tidak. Keselamatan kerja Keselamatan kerja sangat perlu diperhatikan dan ditaati dalam bekerja atau beraktivitas lainnya. kaca pengaman.

5 m/s momen 60.522 Pembangkitan Tenaga Listrik D.048. Lakukan tugas praktik kerja lapangan di industri perbaikan dan pemeliharaan lift atau pada kantor dan sejenisnya yang memiliki teknisi crane dan lift serta dan buat laporan kegiatan .72 J 5.72 5.5m/detik.11. v . Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1. 2. J.026 kg/jam.43 kg t v s 1. 2 2 2 ϖm 114. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.2π 32πmeter.5 m/detik dengan dibebani 60.0227kgm 2 Jadi momen inersia pada poros motor listrik adalah 0.026 60 1000.5 m/detik untuk memindahkan beban seberat 1000. Latihan 1. J 114.Tentukan momen pada poros motor listrik Penyelesaian Pada saat panjang saat panjang sabuk 90 meter dengan kecepatan 1.rad / sec Momen 1 1 2 . Panjang sabuk 90 m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Tugas 1.048.0227 kg/m E.5 90 60 det 90 m 1. Sabuk ini akan bekerja terus menerus dengan kecepatan 1. 2 Jelaskan langkah dan tata cara pemeliharaan dan perbaikan pada crane dan lift.43kg / menit 960 ϖ m 60 .m.11 0.

Sistem telekomunikasi ini dapat dibagi menjadi 3 macam. telekomunikasi lewat pembawa PLC. Makin maju perusahaan makin penting adanya fasilitas yang dapat diandalkan dan komunikasi yang cepat dan handal. Komunikasi untuk Pemeliharaan Komunikasi untuk pemeliharaan dengan maksud agar komunikasi antara pusat listrik (power station). 1. Telekomunikasi untuk kebutuhan ini sistemnya tidak boleh digunakan bersama dengan kebutuhan lainnya. . bencana alam atau bencana-bencana lainnya. antara lain adalah penyediaan dan kebutuhan. pengamanan dan pemeliharaan. yaitu komunikasi untuk pembagian beban (loaddispatching). dan lainnya. Jenis telekomunikasi yang digunakan adalah telekomunikasi dengan kawat bagi sistem tenaga yang kecil dan telekomunikasi dengan radio atau dengan pembawa saluran tenaga Power Line Carrier (PLC) bagi sistem tenaga listrik yang besar. untuk pemeliharaan dan untuk keperluan administratif. Komunikasi untuk Pembagian Beban Komunikasi untuk pembagian beban digunakan dengan maksud untuk memungkinkan pembagian beban secara cepat dan tidak terganggu. saluran transmisi. Klasifikasi Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik Yang termasuk dalam telekomunikasi untuk industri tenaga listrik adalah semua fasilitas telekomunikasi yang diperlukan dalam pengelolaan perusahaan tenaga listrik. Dalam keadaan terjadi gangguan pada sistem tenaga.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 523 BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. gardu (substation). 2. Bahkan perlu disediakan suatu sistem telekomunikasi cadangan. Komunikasi radio mobil sangat berguna dalam pemeliharaan saluran transmisi. Fasilitas peralatan telekomunikasi yang sesuai untuk pembagian beban adalah komunikasi radio. sistem telekomunikasi harus tetap dapat bekerja dengan sempurna. saluran distribusi dan lainnya berjalan dengan baik dan lancar. Jaringan telekomunikasi merupakan sistem syaraf dalam pengelolaan perusahaan. operasi.

angin topan. Meskipun demikian. Saluran udara dapat dipasang pada tiang-tiang yang khusus dan dapat dipasang pada tiang-tiang yang juga dipakai untuk keperluan lain. . Komunikasi untuk Administratif Komunikasi untuk keperluan administratif digunakan dalam hubungan antara kantor pusat.524 Pembangkitan Tenaga Listrik 3. karena karakteristik kelistrikannya lebih baik dan lebih kuat. Komunikasi dengan kabel dipakai karena stabilitasnya lebih terjamin dibandingkan dengan komunikasi lewat saluran udara. Jenis-jenis fasilitas telekomunikasi yang ada pada industri tenaga listrik secara bagan dapat. B. yakni sistem transmisi suara dan sistem transmisi pembawa. Saluran telepon yang dipasang pada tiang saluran tenaga berupa kabel. misalnya tiang distribusi. karena pengaruh yang besar dari angin ribut. Frekuensi untuk komunikasi pembawa adalah antara 3 .1. Beberapa keterangan mengenai kabel telekomunikasi ditunjukkan pada Tabel XII.dilihat pada Gambar XII. Sistem transmisi suara dilakukan dengan cara menyalurkan arus listrik untuk komunikasi sesuai dengan frekuensi suara. Saluran Telekomunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat tidak sesuai untuk pemakaian pada rangkaian yang penting atau pemakaian jarak jauh. Kadang-kadang yang dipakai untuk keperluan terakhir ini adalah saluran komunikasi cadangan guna tugas-tugas tersebut terdahulu. komunikasi jenis ini masih dipakai pada jarak pendek karena pertimbangan ekonomis. Sering saluran komunikasi untuk pemeliharaan digunakan juga untuk keperluan administratif.60 kHz dengan jumlah saluran bicara antara 1-3. 2. Pada sistem transmisi pembawa dengan menyalurkannya sesudah mengubah frekuensi suara menjadi frekuensi gelombang pembawa. kantor daerah dan kantor cabang. Komunikasi dengan Kawat 1. gempa. Sistem Transmisi Alat Komunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat dapat dibagi menjadi dua sistem. banjir. interferensi dari saluran tenaga terhadap kawat komunikasi. Dengan menggunakan tiang distribusi sebagai saluran udara telekomunikasi maka biayanya lebih murah.1. Kelemahannya adalah komunikasi dengan kabel lebih mahal dan lebih menyulitkan apabila terjadi kerusakan.

tetapi pada industri tenaga listrik lebih senang menggunakan komunikasi dengan pembawa pembawa saluran tenaga (Power Line Carrier. yaitu dimana karakteristik penyaluran syarat lewat pembawa digabungkan dengan karakteristik penyaluran tenaga pada tegangan tinggi diperlukan peralatan pengait (link coupling equipment). maka jebakan ini diserikan dengan saluran transmisi tenaga untuk memperbaiki karakteristik penyaluran gelombang-gelombang pembawa. C. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Telekomunikasi dengan pembawa saluran tenaga (PLC) adalah komunikasi dengan cara arus pembawa (carrier current) ditumpukkan (superposed) pada saluran transmisi tenaga. Sistem ini sekarang jarang digunakan. Ada dua jenis pengaitan dengan kapasitor yaitu sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penala (tuning type). Karena jebakan saluran (line trap) merupakan impedansi tinggi terhadap frekuensi pembawa. disingkat PLC) dan komunikasi radio. sehingga saluran tenaga imenjadi rangkaian transmisi frekuensi tinggi. Sistem pengaitan (coupling system ) diklasifikasikan menurut pengaitan induktif dan pengaitan kapasitif. dimana rangkaian penala (termasuk kapasitor pengait) dikaitkan secara seri dengan saluran transmisi dan jenis yang kedua adalah sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penyaring (filter) pengaitan peralatan.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 525 Untuk komunikasi pembawa dapat dipakai saluran udara maupun kabel. Sistem ini dipakai untuk mengaitkan peralatan PLC dengan saluran transmisi pada frekuensi tinggi. Jangkauan frekuensinya berbeda untuk setiap Negara. Untuk memungkinkan komunikasi dengan cara ini secara effisien. . Pengaitan induktif lewat udara menggunakan penghantar yang dipasang sejajar dengan jarak tertentu dari saluran transmisi. antara 10 sampai 500 kHz.

1 Bagan jenis-jenis fasilitas telekomunikasi pada industri Tenaga listrik .526 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

000V untuk 1 menit AC 3.000 M?/Km Di bawah 50 F/Km AC 2.000 V untuk 1 menit AC 4.75 (Standart) 1. Karakteristik Listrik Tabel XII.2 (Standart) .000V untuk 1 menit Antara 73 5 1 Tegangan Ketahanan (Withstand) Di bawah 3.000 V untuk 1 menit AC 1.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 527 a.7 ?/Km AC 3.000 V untuk 1 menit AC 2.000 V untuk 1 menit AC 4.000 V untuk 1 menit 450 (Standart) 150 (Standart) 130 (Standart) 0.7 (Standart) 2.1 Karakteristik dan Struktur Kabel Telekomunikasi Hal Tahanan Isolasi Tahanan Penghantar Antara penghantar dalam dan luar Antara penghantar luar dan kulit luar Impedansi Karakteristik Attenuasi Tahanan Penghantar Tahanan Isolasi Kapasitansi Elektrostatik Antara Penghantar Antara Penghantar dan Tanah (tanpa perisai) Antara Penghantar dan Perisai Antara Perisai dan Tanah Antara Kawat Penolong dan Tanah Impedansi Karakteristik 1 KHz 10 KHz (? ) 30 KHz Attenuasi (dB/Km) 1 KHz 10 KHz 30 KHz Karakteristik Di atas 10 M?/Km Di bawah 20.0 ?/Km Di atas 10.7 dB/Km Di bawah 29.

3 mm Soft copper wire braid 2.5 14 18 20 23 27 34 240 335 455 570 820 1.1 2.5 0.2 mm Maksimum 14 mm Kira-kira 220 kg/km .9 0.3 2.5 0.5 2.9 0.0 2. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Hal Penghantar Dalam Isolasi Penghantar Luar Sarung Vinyl (sheath) Berat Material Diameter Luar Material Tebal Diameter Luar Material Tebal Standart Diameter Luar Standar Soft copper berlilit Kira-kira 1. Struktur Kabel PVC Tabel XII.9 0.5 0.9 0.220 c.2 mm (7/0.0 2.4mm) Polyethyline (field type) Kira-kira 3 mm Standart 7.0 2.5 0. Komunikasi dengan pembawa saluran tenaga Diameter Luar dari Penghantar (mm) Tebal Isolasi Polythylene (mm) Tenal Vinyl Seath (mm) Diameter Luar (mm) Berat Kira-Kira (kg/km Jumlah Pasangan 5 10 15 20 30 50 0.5 mm Standar 13. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Tabel XII.3.9 0.5 0.528 Pembangkitan Tenaga Listrik b.2.9 0.

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 529 (a) Diagram Peralatan Pengait Ke Peralatan PLC CC G KS Dr Penyaring Pengait Feeder Pengaitan Fasa ke Tanah CC 600? -75? Dr G KS C KS Alat Pelindung 400? -75? C KS P1 F1 F2 F1 Ars P Feeder P1 F1 P1 F1 Ars P Feeder CC Dr Dr 130? Penyaring Pengait Feeder Alat Pelindung G KS Pengalihan Fasa ke Fasa (b) Diagram Rangkaian Kapasitor Pengait LT L1 (c) Diagram Rangkaian Wide band Type Line Trap Gambar XII.2 Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) .

2 (b).600 Ohm. Rangkaian Transmisi Peralatan pengait (Coupling Equipment) dalam Gardu terdiri dari jebakan saluran (Line Trap).I mH. Sebagai penyaring dipakai "band-pass filter". . Sistem kedua ini sekarang banyak dipakai seperti ditunjukkan pada Gambar XII. Induktansi kumparan utamanya kira-kira 0. Kerugian pada daerah frekuensi yang diteruskan (passing band) 1 .2. P1 .530 Pembangkitan Tenaga Listrik Keterangan Gambar XII.2.1.5 dB ke bawah. Kapasitor pengait memisahkan saluran transmisi dari peralatan PLC dan bersama penyaring pengait merupakan jaringan empat kutub yang meneruskan frekuensi tinggi. kapasitor pengait (Coupling Capacitor). Rangkaiannya dari jenis trafo seperti ditunjukkan pada Gambar XII.001-0. F2 LC Kapasitor pengait (Coupling Capacitor) Penyaring Pengait (Coupling Fixer) Jebakan saluran Pemilah Pemutus Beban Feeder Alat Pelindung Peralatan Komunikasi Pembawa (PLC) Sumber Tenaga Listrik Saklar Pengetanahan Arester Drive Coil Sekring Main Coil PLC dengan saluran dilakukan melalui penyaring pengait dan kapasitor pengait. D. dan penyaring pengait (Coupling Filter). sedang impedansi frekuensi tingginya memiliki tahanan effektif antara 400 . ARS Dr F1. P 2. Jebakan saluran terdiri dari kumparan utama yang meneruskan frekuensi siaga. Yang dipakai adalah kapasitor kertas terisi minyak dengan kapasitansi elektrostatis 0. Contoh rangkaiannya ditunjukkan dalam Gambar XII.002 uF. alat penala yang memberikan impedansi frekuensi tinggi yang dikehendaki serta arester yang melindungi peralatan.2 CC CF LT LS CB F P PL PS KS O.1 .

Namun harga-harga berikut ini dapat dipakai sebagai patokan: Untuk pengaitan fasa-tanah Untuk pengaitan antar-fasa Z = 400 ? Z = 600 ? Gambar XII. Untuk ke empat sistem ini karakteristik transmisinya berbeda. Peralatan PLC yang dipakai adalah jenis satu saluran dan jenis tiga saluran.3. diambil 5 dB.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 531 Ada 4 sistem rangkaian transmisi PLC seperti ditunjukkan pada Gambar XII.3. Impedansi frekuensi tinggi dari saluran transmisi berubah menurut komposisi rangkaian dan konstruksi salurannya. Contoh spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel XII. .3 Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Lx adalah rugi tambahan dalam pengait fasa-tanah (dB).

4 Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Tabel XII.4 Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) .532 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

sering kekuatan medan gelombang lenturan besar sekali. Komunikasi Radio Telekomunikasi dengan pesawat radio banyak juga dipakai dalam industri tenaga listrik. Spesifikasinya berubah dengan frekuensi kerja yang digunakan. yaitu kira-kira 100 km di luar jarak yang dapat dilihat. Penggunaannya tetap akan memegang peranan penting. yaitu frekuensi tinggi sekali (VHF) ke atas. terutama karena keunggulannya dalam keadaan bencana alam (angin topan.160 Hz. dan gelombang lenturan (diffracted wave) di luar jarak yang dapat dilihat (beyond line-of-sight-distance). maka komunikasi ini tidak dapat dipakai untuk jarak jauh. Karena jarang ada pancaran ionosfir untuk gelombang pendek.70 MHz dan 150 . Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio tertera pada Tabel XII. Pancaran gelombang radio VHF (30 . . banjir) dibandingkan dengan komunikasi melalui kawat.5 Frekuensi yang paling sering dipakai adalah antara 40 . Dalam hal demikian.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 533 E.300 MHZ) merupakan pancaran dengan gelombang langsung (direct wave). Namun. gelombang pantulan (reflected wave) dalam jarak yang masih dapat dilihat (with in line-off-sight distance). komunikasinya dimungkinkan untuk jarak jauh. misalnya bila jalan pancaran itu dipotong oleh gunung yang ideal.

534 Pembangkitan Tenaga Listrik Tabel XII.5 Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio .

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 535 Gambar XII.5 Contoh Peralatan Radio .

6 saluran (CH). penerima dan antena radio ditunjukkan pada Gambar XII.5 dan Gambar XII.6 . Contoh pemancar.6 Contoh Pemancar Komunikasi radio VHF dari stasion ke stasion digunakan untuk kepentingan lokal dengan I .536 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 537 Gambar XII. mutu suaranya baik dan keandalannya tinggi.000 MHz (dinamakan ultra-high frequency. Dibandingkan dengan komunikasi PLC.000-30. Akhir-akhir ini. Keuntungan yang lain adalah bahwa berisiknya sedikit. sistem ini banyak dipakai guna komunikasi radio mobil untuk pemeliharaan saluran tenaga di sekitar kota).000 MHz. Telekomunikasi dengan gelombang mikro digunakan untuk saluransaluran komunikasi yang terpenting yang memerlukan saluran bicara banyak.000 MHz dan 7. Pancaran gelombangnya terbatas pada jarak yang dapat dilihat. Dalam hal demikian.000 MHz (dinamakan super-high frequency. Spesifikasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi radio pada frekuensi sekitar 400 MHz ditunjukkan pada Tabel XII. meskipun ada juga yang menggunakan batas 1. komunikasi gelombang mikro lebih murah. Frekuensi UHF ke atas dinamakan gelombang mikro. karena harga kapasitor pengait dan jebakan saluran pada . disingkat UHF) dan 3. biaya pembangunan dengan metoda komunikasi yang lain.4.7 Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan F. Frekuensi yang biasanya digunakan oleh perusahaan listrik adalah frekuensi sekitar (band) 400 MHz. yaitu untuk komunikasi antara stasiun dengan rangkaian komunikasi multiplek di bawah 24 saluran (CH).000 MHz. Cara kerjanya sama dengan komunikasi VHF. 2. disingkat SHF). Komunikasi Gelombang Mikro Jangkauan frekuensi untuk komunikasi dengan gelombang mikro (microwave) adalah 300 – 3.

000 MHz. tekanan udara. Oleh karena itu. eliptis. Kecuali itu. Di angkasa bebas (free space). antena parabolis (parabolic antenna) terdiri dari reflektor parabolis dan radiator primer yang meradiasikan gelombang-gelombang ke reflektor. untuk memungkinkan pemantulan gelombang menurut arah tertentu digunakan reflektor logam datar yang digunakan reflektor pasif. Ciri telekomunikasi gelombang mikro dimungkinkan oleh mutu antena ini. Oleh karena itu pancaran gelombang mikro terbatas pada pancaran gelombang langsung dalam batas jarak yang dapat dilihat (kecuali pancaran gelombang terpencar di troposfir). Peralatan telekomunikasi gelombang mikro terdiri dari pesawat pemancar dan penerima radio. Karena pertimbangan ekonomis antena yang terakhir banyak dipakai oleh perusahaanperusahaan listrik. pengaruh apapun terhadap pancaran gelombang tidak ada. Makin jauh jarak pancaran gelombang radio dan makin tinggi frekuensinya. Ini berati.6. Rangkaian itu juga harus direncanakan dengan memperhitungkan terjadinya rugi pancaran karena gejala menghilang tadi. Fluktuasi ini dinamakan geiala menghilang (fading). Seperti terlihat pada Gambar XII. Dalam pembangunan rangkaian gelombang mikro. Gelombang-gelombang radio yang direfieksikan kemudian dipancarkan ke depan dengan arah yang tepat.000 MHz. atau bulat dipikai untuk frekuensi sekitar 7. untuk PLC dibutuhkan peralatan yang penguatannya besar karena besarnya tegangan berisik korona terutama pada tegangan tinggi. kedudukan geografis) serta pengaruh gelombang pantulan (reflected). Gelombang mikro dipancarkan menurut garis lurus (seperti cahaya). Reflektor ini biasanyaberukuran 3 m x 4 m. sedang penuntun gelombang (wave guide) persegi. bahwa rugi pancaran antara titik pancaran dan titik penerima berubah-ubah tergantung dari refraksi di udara (yang merupakan fungsi dari suhu di tanah. pesawat pengulang (repeater) dan alat frekuensi . stasion radionya harus diletakkan di tempat dimana gejala menghilang tidak akan banyak terjadi. Sebagai saluran penghubung (feeder line) dipakai kabel koaksial untuk frekuensi sekitar 2. Seperti terlihat pada Gambar XII. bila saluran bicaranya enam atau lebih.8. makin besar gejala menghilangnya. Sebagai antena gelombang mikro digunakan lensa elektromagnetik. antena reflektor tanduk atau antena parabolis. kelembaban. 4 m x 6 m atau 6 m x 8 m. Setiap antena ini dapat disesuaikan dengan kearahan (directivity) yang teliti dan perolehan daya yang tinggi. komunikasi gelombang mikro lebih ekonomis dan lebih stabil.538 Pembangkitan Tenaga Listrik komunikasi PLC mahal.

Gambar XII. yang menguatkan gelombang mikro yang diterima sesudah mengubah frekuensinya menjadi VHF. Ada juga sistem heterodin. mendemodulasikannya. lalu memancarkannya kembali sesudah memodulasikannya lagi.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 539 pembawa. lalu memancarka kembali sesudah merubah frekuensinya menjadi gelombang mikro. Contoh pesawat pengulang keadaan padat (solid state) ditunjukkan pada XII.8 Lintasan Gelombang Mikro yang Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Panah Menunjukkan Lintasan Gelombang . Pesawat pengulang menggunakan sistem relai detektif (detective relay system ) yang menerima gelombang mikro. Dewasa ini semua peralatan ini sudah ditransistorkan. Sistem terakhir ini jarang dipakai oleh perusahan-perusahaan listrik. mengambil bagian videonya.8.

. Hal ini terkait dengan kualitas suara dan sinyal. sehingga memerlukan pemeliharaan rutin. sedangkan kualitas suara berkaitan dengan k ejelasan atau suar jelas dan tidak banyak noise Pemeliharaan antene diantaranya adalah melakukan pengecekan arah antene dan atau parabola. 9 Bagian-Bagian Pemancar (A ) Antena Reflektor Pasif Parabola (B) Gelombang Mikro G.540 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII. Pemeliharaan antene juga berkaitan dengan pengecekan posisi antene dan arah antene. Selain itu pemeliharaan pada antene penerima dan antene pemancar. Karena gerakan angin maka dapat mempengaruhi posisi dan arah antene. Kualitas sinyal berkaitan dengan kekuatan suara. membersihkan permukaan antene yang berasal dari bahan almunium dari kotoran debu dan pengaruh kelembaban terhadap permukaan antene. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik Pemeliharaan alat komunikasi lebih ditekankan pada pemeliharaan alat yang menghasilkan tenaga listrik DC sebagai sumber tenaga alat komunikasi.

karena jika alat pendingi tidak bekerja dengan baik. baik terhadap debu maupun korosi dan oksidasi. Pemeriksaan dan pemeliharaan alat pendingin pada peralatan pemancar merupakan masalah yang penting juga pada alat komunikasi. Pemeriksaan dan pemeliharaan pada alat komunikasi jenis kabel juga memerlukan perhatian. . Tugas Buat laporan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang telah anda lakukan dan selanjutnya lakukan diskusi dengan didampingi guru. tingkat keregangan pegas penjepit baterai pada pesawat penerima. H. tetapi dalam pemeliharaannya banyak terkait dengan program dan tidak memerlukan pekerjaan mekanik yang banyak. Selain itu. Hal ini juga berlaku untuk alat komunikasi yang lebih canggih.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 541 Pengecekan pada baterai pada pesawat penerima juga sangat memerlukan pemeliharaan. pemeriksaan pada kontak-kontak sambungan kawat juga harus dipelihara. penggantian jika kondisi kawat sudah cacat dan atau terluka. termasuk pembersihan kontak-kontak baterai. alat pemancarnya cepat panas dan bahkan dapat terbakar sehingga dampaknya sangat besar terutama alat komunikasi untuk kebutuhan pemeliharaan. Kegiatan pada pemeliharaan alat komunikasi melalui kawat diantaranya dapat dilakukan mealalui pemeriksaan kawat yang digunakan. Latihan Lakukan pekerjaan mekanis dan elektronik untuk memelihara sistem peralatan komunikasi yang ada di sekolah dengan bimbingan guru dan teknisi bidang sistem telekomunikasi I.

542 Pembangkitan Tenaga Listrik .

dan besarnya arus yang terukur bergantung pada besarnya arus primer line. Gambar XIII.2 menunjukkan desain transformator arus 500 VA. 100 A/5 A untuk line sedang Gambar XIII. khusunya untuk mengukur arus listrik yang besar dan sistemnya menggunakan tegangan tinggi. Transformator Arus Transformator arus harus memiliki tingkat kepresisian yang tinggi sehingga rasio arus primer dan skunder konstan. Transformator arus memiliki rasio 150 A/5 Transformator arus cukup aman untuk digunakan pengukuran line jaringan transmisi tegangan tinggi. A. 2. tetapi pada bagian ini hanya dibahas Alat Ukur yang berkaitan secara langsung dengan pusat pembangkit listrik.Alat Ukur Listrik 543 BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK Alat ukur listrik banyak macamnya. 60 Hz dengan isolasi untuk tegangan 36 kV . Gambar XIII. Transformator arus tersebut berfungsi untuk menurunkan besarnya arus listrik dan selanjutnya diukur dengan amperemater. Transformator arus digunakan untuk mengukur dan memonitor arus line dan juga digunakan untuk hubungan ke relai dan terhubung pada sisi skunder. Batas ukur amperemeter masih terbatas di lapangan.1 menunjukkan contoh pengukuran arus dilengkapi transformator arus. maka dayanya antara 15 VA sampai dengan 200 VA. Ampermeter 1.3 menunjukkan transformator arus 50 VA. Arus nominal transformator sebesar 5 A. Karena transformator arus hanya digunakan untuk pengukuran dan sistem proteksi. 400 A/5 A. sehingga harus menggunakan alat transformator arus. Pengertian ampermeter Ampermeter adalah alat untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada rangkaian berbeban.

4 kV.1 Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Gambar XIII. 400 A/5 A. 100 A/5 A untuk Line 230 kV Contoh Transformator dengan 500 VA.544 Pembangkitan Tenaga Listrik Tegangan Line 69 kV Ip Primer Transformator Arus BEBAN Skunder Is A Amperemeter 0 -5 A Gambar XIII. . 36 kV dihubungkan pada tegangan AC antara line dan netral tegangannya 14. Ampermeter.2 Desain Transformator Arus 500 VA.

3 Transformator Arus 50 VA. 400 A/5 A.Alat Ukur Listrik 545 relai dan sambungan kabel pada sisi skunder dengan total impedansi 1. Perbandingan arus I1/I2 = 400/5 = 80 A Perbandingan belitan N1/N2 = 1:80 Arus skunder = 280/80 = 3. Drop tegangan pada primer Penyelesaian: a. Rugi tegangan terminal skunder c.2/80 = 52. Arus transmisi 280 A. Tegangan primer = 4. Arus skunder b.5 A b.2 V Rugi tegangan pada sisi skunder adalah 4.2 V c.2 = 4. 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV . Hitung: a.2 Ohm.R = 3.5 mV Gambar XIII.5 x 1. E2 = I .

Posisi konduktor primer panjang berada d (LV) dan tegangan menengah dengan isolasi dalam ditengah. Alat tersebut sedang dipasang pada line dengan arus line 100 A pada setiap saat.1.546 Pembangkitan Tenaga Listrik Selain transformator arus seperti ditunjukkan pada Gambar XIII.4. ada jenis lain tentang transformator arus. Laminasi berbentuk ring poros inti. Toroida CT sederhana dan digunakan pada tegangan rendah. Toroida memiliki perbandingan transformasi N dan CT memiliki rasio 1000 A/5 A dan 300 belitan pada belitan skunder. yaitu transformator arus toroida seperti ditunjukkan pada Gambar XIII. Gambar XIII.4 Transformator Toroida 1.5 Transformator toroida tersambung dengan bushing. Gambar XIII.000 A/5A untuk Mengukur Arus Line .

.5 Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Contoh Transformator tegangan 14.400 V/115 V. Penyelesaian Besarnya tegangan line adalah E = 111 x (14.900 V Besarnya arus line adalah I = 3 X (75/5) = 45 A B. Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi digunakan alat bantu transformator tegangan. Pengukuran Tegangan Tinggi Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi tidak dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan skala voltmeter dan demi menjaga keselamatan manusia.Alat Ukur Listrik 547 Gambar XIII. hitung tegangan dan arus line. rating arus transformator 75/5 A digunakan mengukur pada line transmisi.400/115) = 13. Jika voltmeter menunjuk 111 V dan ampermeter menunjukkan 3 A.

80. Contoh transformator tegangan yang digunakan untuk mengukur tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII. Tegangan belitan skunder 115 V dengan tegangan pada masing-masing . Besarnya daya 7. Pada sisi tegangan tinggi jumlah belitannya lebih banyak jika dibandingkan jumlah belitan pada sisi skunder. dengan menggunakan perbandingan belitan.5 kV.6. 50/60 Hz dengan tingkat kepresisian 0. Terminal primer berada pada bushing yang dihubungkan pada tegangan tinggi dan dihubungkan pada ground.6 Transformator Tegangan pada Line 69 kV Hubungan antara jumlah belitan primer dan skunder terhadap besarnya tegangan primer dan skunder pada transformator tegangan dirumuskan sebagai berikut: N1 N2 E1 E2 (13-1) Keterangan N1 adalah jumlan belitan primer N2 adalah jumlan belitan skunder E1 adalah jumlan tegangan primer E2 adalah jumlan tegangan skunder Contoh transformator tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII.3% dan BIL 650 kV.548 Pembangkitan Tenaga Listrik Transformator tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan pada sisi tegangan tinggi (primer) menjadi tegangan rendah (skunder).000 VA.7. Jumlah perbandingan belitan primer dan skundernya adalah 60:1 Tegangan Line 69 kV Primer Transformator tegangan Skunder V Voltmeter AC 0-150 V Gambar XIII.

Alat Ukur Listrik 549 tap 4 V dengan tinggi 2565 mm.880 mm dengan oli 250 L dan berat 740 kg. 500 A produksi General Electric ditunjukkan pada Gambar XIII.000 V dan ampermeter dengan range 2. Gambar XIII.8 Gambar XIII.8 Contoh Bentuk Amperemeter dan Volmeter . tinggi porselin bushing 1.7 Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh bentuk voltmeter dengan range 9.

Dalam uraian secara perhitungan. Pengukuran Daya Listrik Dalam teori teknik tenaga listrik terurai untuk menentukan besarnya daya listrik yang dipakai dalam satuan Volt Amper (VA) dan yang lebih tinggi kVA (kilo Volt Amper). Cos f .10 Pengukur Daya (Watt-meter 1 phasa) . Cos f watt. 3 Watt untuk daya arus bolak–balik tiga phasa.550 Pembangkitan Tenaga Listrik C. Di sini akan kelihatan berapa besar daya yang dipakai pada alat pemakai. Dalam praktiknya kita tinggal melihat hasil yang telah didata pada alat ukur. Lihat skema gambar pengukur daya pada Gambar XIII. I.9 Kontruksi dasar Watt Meter Keterangan : L – medan lapan (spool arus) P – medan putar (spool tegangan) Gambar XIII. I. untuk daya arus bolak–balik satu phasa P= E . Gambar XIII.9. Dapat pula dikatakan Watt dan kW (kilo Watt) jika faktor daya atau cos f diperhitungkan. besarnya daya (P) adalah: P = E .

11 Pengukur Daya (Watt-Meter 1 Phasa/3 Phasa) A Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 551 Gambar XIII.12 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Gambar XIII.13 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa .

15 Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 2 Wattmeter Gambar XIII.16 Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat .14 Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Gambar XIII.552 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

I (13-2) Keterangan: P = daya dalam satuan watt V = tegangan dalam satuan volt I = arus listrik dalam satuan amper Pengukuran Cos f berdasarkan pada dasar–dasar gerak listrik dapat dianggap sebagai Pengukuran kumparan silang. Kita menghendaki bukan penunjukan sudut phasa melainkan penunjukan cosinus phi. . Untuk menghitung Cos f dengan menggunakan rumus: Cos f = P V . Pengukuran Faktor Daya Dalam pengertian sehari–hari disebut pengukur Cosinus phi (f ). Tujuan pengukuran Cos f atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah. prinsip seperti pengukur Watt. Kumparan didalamnya terdiri dari kumparan arus dan kumparan tegangan.Alat Ukur Listrik 553 Gambar XIII. memberikan penunjukan secara langsung dari selisih phasa yang timbul antara arus dan tegangan.17 Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi D.

Cos f Gaya pada kumparan S2 besarnya.Cos f Q = C2. sudut skala penunjukan.I1.I3.I sin (13-3) (13-4) (13-5) .554 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam proses pengukuran Cos f .19 Kopel yang Ditimbulkan Pada kumparan S1 bekerja suatu gaya.VI.I2 I3. Menurut petunjuk–petunjuk dari pembuat atau yang memproduksi alat ukur.18 Alat Pengukur Cos F Gambar XIII. K2=C3. prinsip pengukuran bukanlah dituntut hasil yang persis.Cos (90–f ) = C4. kesalahan yang diizinkan adalah dua derajat. K1= C1. Gambar XIII.V.

V.I. cos f sin Kopel k2 adalah.19.I. Gambar XIII. f 555 (13-6) (13-7) (13-8) Akibatnya bahwa dengan jarum yang dihubungkan dengan kumparankumparan yang dapat bergerak dan yang sikapnya selalu sesuai dengan kumparan S2. memberi penunjukan yang langsung berbanding lurus dengan f .cos Atau tg = C.Alat Ukur Listrik Kopel yang ditimbulkan oleh k1 adalah. kopel ditimbulkan oleh gaya I2 dari I3 karena itu kedua gaya kopel bekerja bersama–sama.20 Pengukur Cos F dengan Kumparan Tegangan yang Tetap dan Inti Besi . tg .sinf . Kalau arus mendahului. dimana kumparan S2 dengan jarumnya berhenti di muka sudut negatif f berarti di sebelah kiri dari garis tengah yang tegak.V. M2=C6. Gambar XIII. M1 = C5.

23 Cosphimeter dengan Azas Kumparan Silang .21 Diagram Vektor Ambar XIII.22 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Gambar XIII .20 Gambar XIII.556 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

Alat Ukur Listrik 557 Gambar XIII.25 Skala Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII.26 Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-Garis Gambar XIII.28 Sambungan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa .24 Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Gambar XIII.27 Sambungan Cosphimeter 1 phasa Gambar XIII.

tertera rumus: Frekuensi f = n.29 Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII.p 120 (13-9) Frekuensimeter bekerja atas dasar azas getaran listrik atau getaran secara mekanis. Biasanya yang dipakai rata–rata berkisar 48 Hz sampai dengan 60 Hz. dalam hal ini adalah alat–alat listrik karena alat–alat tersebut sudah mempunyai spesifikasi tertentu untuk getaranya.30 Pemasangan secara tidak langsung Cosphimeter phasa tiga E. mengingat pembuatannya sangat mahal dan rumit dan disebabkan ruang lingkup penunjukkan jarum penunjuk sangat–sangat sempit hanya berkisar 48 dengan Hz sampai 52 Hz. Frekunsi dengan azas resonansi (getaran) listrik jarang temukan. Penyambungan frekuensi meter sama halnya dengan penyambungan alat ukur Voltmeter. Jadi disambung secara pararel terhadap jaringan listrik. Perlu diingat pada teori dasar dari generator listrik. tetapi yang banyak dipakai adalah frekuensimeter dengan azas mekanik mudah merakitnya. Mengapa getaran ini perlu diketahui. Pengukuran Frekuensi Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui banyaknya getaran listrik dengan kesatuan Herzt dari sumber pembangkit tenaga listrik.558 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII. . Kecuali getaran–getaran dari komponen elektronika. hal ini menyangkut permasalahan dari alat yang dipergunakan. Dan alat ini banyak ditemukan pada panel–panel PHB.

Alat Ukur Listrik 559 1. salah satu lidah akan timbul getaran dan beresonansi. Gambar XIII. relatif tidak berjauhan satu sama lain dalam barisnya. Gambar XIII. Gambar XIII. dan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolak–balik.32 Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar . telah ditetapkan bahwa amplitudo dari defleksinya akan menurun sampai kira–kira 60%. memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh arus bolak–balik. bila jarak dari perbedaan frekuensinya 0. Frekuensi meter Lidah Bergetar Gambar XIII.31 menunjukkan sistem kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. masing–masing memiliki perbedaan frekuensinya. 25 Hz dari frekuensinya.32 menunjukkan prinsip kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar.31 Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Dalam perencanaan susunan lidah–lidah bergetar. Sejumlah kepingan plat baja yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar. Getaran dapat dilihat pada tipe lidah bergetar.

sin ?t) 2= 2 +½ m +2.cos 2 ?t (13-10) 2. m. Maka rasio dari I1 dan I akan berubah secara monoton dengan frekuensi–frekuensi 2 yang berubah diatas. Agar daerah petunjukkan dapat lebih . dalam daerah pengukurannya. Arus yang mengalir melalui kumparan M1 dan M2 adalah I1 dan I2 . Alat ukur frekuensi lidah bergetar atau tipe alat ukur rasio terbatas.33. m . Alat Pengukur Frekuensi dari Type Rasio Gambar XIII. 33 Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Alat ukur frekuensi dengan skala penunjukkan sering dibuat sebagai alat ukur rasio (elektro dinamis) lihat Gambar XIII. atau dibawah 50 Hz. sehingga menyebabkan arus–arus mempunyai resonansi pada masing–masing 42 Hz. Maka petunjuk akan bergetar sesuai dengan rasio tersebut. dan frekuensi yang akan diukur dapat diketahui pada skala petunjuk.Sin ? t–½ m . Konstanta–konstanta dipilih sedemikian rupa.560 Pembangkitan Tenaga Listrik Gaya yang bekerja pada lidah–lidah bergetar berbanding lurus dengan kuadrat dari fruksi magnet yang tetap yang disebabkan oleh fluksi magnet permanen dan fluksi arus bolak–balik Sin ?t. .32) dengan demikian: ( + m . disuperposisikan kepadanya (Gambar XIII.

dan demikian arus I yang mengalir melalui alat ukur amper diberikan I = f.C.V. maka muatan C.34 Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis Pengisisan-Pengosongan Kapasitor Cara kerja alat ukur Bila kontak–kontak dari relai pada gambar terbuka atau menutup pada frekuensi f . Gambar XIII. maka sumber daya yang dipergunakan sebagai yang diperlihatkan Gambar XIII. maka alat pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi. Karena terdapat suatu hubungan antara I dan f.Alat Ukur Listrik 561 besar.V mengalir melalui a. Arus yang melalui meter amper. maka pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi.134.at ukur amper pada setiap periode. C. I = f. V (13-11) Karena terdapat suatu hubungan yang linier abtar I dan f.35 Kontruksi Frekuensi Lidah . Gambar XIII.

m 2 f Kd. arus 1 mengalir melalui Wc mengakibatkan terjadinya fluksi 1.37. bila momen tersebut yaitu T dan Td ada dalam keadaan seimbang.Cosf =Km.I. Bila kepingan alumunium berputar dengan kecepatan n.co? = Km . dan hasil dari Wp adalah fluksi magnet 2 antara arus yang melalui W c dan W p berbeda 90o. menyebabkan terjadinya arus–arus putar yang berbanding lurus terhadap n. Arus–arus putar ini akan memotong gari–garis fluksi m .38. maka D hubungan di bawah berlaku: Kd. Wp adalah lilitan kumparan tegangan.? .N. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik 1.I.N. Cp adalah inti kumparan tegangan. Perbedaan ini ditunjukkan oleh Gambar XIII. m 2 (13-12) . Lihat Gambar XIII.V. dan Cc adalah inti kumparan arus. sehingga kepingan D akan mengalami suatu momen rendaman Td yang berbanding lurus terhadap n? m 2. W p mempunyai sejumlah kumparan yang banyak dan mempunyai penampang kawat spot yang kecil dibandingkan dengan penampang kawat spot arus.m didalam kepingan alumunium tersebut.36 Skala Frekuensimeter Lidah F. Wc adalah arus (lilitan arus). terjadi momen gerak TD yang berbanding lurus terhadap daya beban yang diperlihatkan dalam persamaan. Dengan demikian kepingan alumunium D. Prinsip Kerja Untuk pengukur energi arus bolak–balik mempergunakan alat ukur type induksi. karena alat ukur ini mempunyai peralatan yang berprinsip kerjanya.562 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.V. sambil berputar D akan memotong garis–garis fruksi qm dari magnet permanen.

38 Arus Eddy pada Suatu Piringan I cos f .M 2 (13-13) Kd dan Km sebagai suatu konstanta.37 Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus Bolak-Balik (Jenis Induksi) Gambar XIII. perputaran dari kepingan tersebut untuk jangka waktu tertentu berbanding dengan energi yang akan diukur. Gambar XIII. Dari persamaan tersebut terlihat bahwa kecepatan putar n.I Kd . Untuk mencapai perputaran tertentu. dari kepingan D adalah berbanding lurus dengan beban V. . maka perputaran dari keping D ditransformasikan melalui .Alat Ukur Listrik 563 N= Kd V.

Gambar XIII. Penyesuaian phasa Agar kepingan bisa diberikan suatu momen yang berbanding lurus terhadap daya beban.564 Pembangkitan Tenaga Listrik sistem mekanis tertentu.39 Prinsip Pengatur Phasa . suatu penyesuaian phasa di tempatkan pada kumparan itu. Dengan demikian maka alat penunjuk atau roda angka menunjukkan energi yang diukur dalam kWH (kilo Watt Jam) setelah melalui kalibrasi tertentu. kepada alat penunjuk roda–roda angka transformasi dari kecepatan putar roda angka berputar lebih lambat dibanding dengan kepingan C. Akan tetapi dalam praktiknya sudut phasa lebih kecil 90o yang disebabkan adanya tahanan–tahanan dan kerugian–kerugian isi besi pada inti dari kumparan tegangan W p. hal ini mengakibatkan fluksi kombinasi F2 dari F 2 dan F s mempunyai phasa tinggal terhadap V dengan sudut 90o. Untuk mengkompensasikan ini. diperlukan memuat F 2 agar phasanya tertinggal 90o terhadap V. 2.39 terlihat bahwa arus I yang mengalir disebabkan oleh fluksi magnetis F2 dan ini membangkit pula fluksi magnetis Fs. Hal ini dicapai dengan melilitkan kumparan F dengan beberapa lilitan terhadap inti lilitan tegangan dan dihubungkan tahanan R. lihat gambar XIII. Kesalahan dan cara kompensasinya a.

Alat Ukur Listrik 565 b. pada saat kejenuhan dari fluksi magnet terjadi. Suatu shunt magnetis dipasang di dalam inti kumparan arus ditunukkan pada Gambar XIII. akan menimbulkan perlawanan dan menyebabkan kesalahan negatif.41 Prinsip Suatu Beban Ringan Pada saat arus I kecil demikian pula F1 kecil. akan tetapi pada saat I besar. Dengan demikian momen gerak yang akan dihasilkan akan bertambah secara perbandingan lebih besar terhadap arus.40 Prinsip Suatu Beban Berat Gambar XIII. Momen tersebut akan bekerja berlawanan arahnya dari perputaran. F 22 .F 1 2 akan terjadi. F 2 besar dan perputarannya kecil. Jadi fluksi magnetis yang disebabkan arus dan memotong kepingan D berkurang F1 menjadi (F 1 – F 1).F 12 dan k2 . sehingga .n . Penyesuaian pada beban berat Kepingan D pada saat berputar memotong medan 1 dan 2 selain dari qm akan membangkitkan momen k1. Untuk mengurangi kesalahan ini F 1 dibuat kecil. maka F 1 akan besar pula sampai F1m.n.40 Gambar XIII. n . maka shunt magnet akan memungkinkan fluksi yang berbentuk F1 dari F1 untuk mengalir. Jadi dengan demikian pada beban–beban berat kesalahan negatif yang disebabkan oleh K1 .

Untuk menghindari hal ini. Alat-Alat Ukur Digital Alat ukur digital menunjukkan kebesaran yang diukur dalam bentuk angka.41. bahkan sampai angka desimal dan sangat kecil masih dapat ditera dengan teliti. maka keping–keping D akan mati. Disamping ini ada keuntungan–keuntungan lain seperti penggunaan sinyal-sinyal digital untuk pencetakan atau perekaman langsung pada pita magnetis . d. maka dilakukan dengan jalan membuat lubang kecil pada keping D dan ini berfungsi bila keping D berputar pada saat bagian dilubang melewati medan dari kumparan putar. Gambar XIII. maka momen gesekan akan terjadi dan menyebabkan kesalahan–kesalahan negatif. Dengan mengatur posisi dari cincin pendek. Dengan pengaturan bagian dari fluksi magnetis q2 yang melalui cincin pendek. akan mempunyai phasa terlambat bagian lainnya yang tidak melalui cincin pendek ini. Penyesuaian Beban–Beban Ringan Bila kepingan D berputar. Dan alat ini penunjukkan secara langsung dapat dibaca. Mengelakkan putaran pada Beban Kosong Dalam posisi tidak berfungsi atau beban kosong atau tidak ada beban maka kumparan tegangan akan tersambung pada tegangan ini menyebabkan timbulnya medan magnet pada medan putar dan mengakibatkan keping D berputar secara pelan. Untuk mengatasi ini ditempatkan cincin tembaga yang pendek.42 Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) G. kemungkinan untuk meniadakan pengaruh dari momen-momen gesekan. Alat ukur ini sangat peka sekali. lihat Gambar XIII.566 Pembangkitan Tenaga Listrik suatu kompensasi untuk kesalahan negatif pada beban–beban berat akan terjadi. c.

Gambar XIII.43 menunjukkan Prinsip votmeter digital dengan metode perbandingan.Alat Ukur Listrik 567 selanjutnya untuk penghubung langsung komputer–komputer alat–alat digital untuk menambah efisiensi pengolahan data. jika dipergunakan alat ukur digital untuk gejala–gejala tersebut maka perlu diubah pada setiap tempat menjadi besaran digital. Gejala-gejala yang akan diukur kebanyakan berubaf secara kontinu (dalam bentuk analog).43 Prinsip Votmeter Gigital dengan Metode Perbandingan Gambar XIII.44 Beda Antara Metoda Perbandingan dan Metoda Integrasi .44 menunjukkan beda antara metoda perbandingan dan metoda integrasi Gambar XIII. Gambar XIII. Alat yang untuk mengubah ini disebut pengubah analog digital (A–D converter) dan ini merupakan elemen yang penting bagi alat ukur digital.

Voltmeter Digital Masa sekarang perkembangan penggunaan alat–alat ukur listrik yang serba praktis dan canggih selalu dicari. Metoda Integrasi Dengan metoda ini tegangan diintegrasikan oleh suatu rangkaian integrasi yang mempunyai kelinieran sangat baik. voltmeter digital dapat pula mengukur tahanan (meter–meter Volt Ohm) atau dapat kedua-duanya tegangan DC dan AC (multi meter). terutama peneraan tegangan listrik diciptakan Voltmeter digital. b. hasilnya diubah menjadi pulsa–pulsa yang kemudian diukur.568 Pembangkitan Tenaga Listrik 1. Metoda yang dipakai secara garis besar dapat dibagi dalam metoda perbandingan. Karena tegangan input diintegrasikan melalui suatu waktu periode sebanding dengan periode frekuensi gelombang daya jala–jala. Metoda ini mempunyai sifat demikian rupa sehingga perbandingan langsung antara tegangan yang diukur dan tegangan standar menjamin ketelitian dan ketepatan pengukuran. Metoda integrasi ini dapat disub klasifikasikan dalam tiga jenis sabagai berikut: 2. pengubah tegangan frekuensi menghasilkan suatu deretan pulsa sebanding dengan tegangan input dan . metoda integrasi dan metoda potensiometer integrasi. kemudian tegangan standar berkode ini ditunjukkan secara bilangan. maka harga rata–rata “noise” dengan frekuensi jala–jala yang tercampur dalam tegangan input adalah nol. Perbandingan tegangan luar dengan tegangan yang diukur dapat diukur dengan teliti dan tepat dan output berkode dapat dipakai untuk perekaman otomatis dari harga yang diukur. a. tegangan yang diukur dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding. sehingga pengaruh dari noise pada petunjuk meter dapat dikurangi. Selain mengukur tegangan. Metode perbandingan Voltmeter berdasarkan metoda ini mempunyai suatu tegangan yang standar berkode berubah–ubah. Demikian pula noise lain. ini sangat pesat sekali dan diciptakan bermacam –macam jenis. Tegangan yang dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding mengatur suatu rangkaian pengatur (witching circuit) melalui suatu rangkaian logik sehingga tegangan standar dapat berubah secara otomatis sampai menyamai tegangan yang diukur. Jenis pengubah tegangan frekuensi Jenis ini merupakan kombinasi dari suatu pengubah tegangan frekuensi dan suatu frekuensimeter jenis penghitung (counter type) jika tegangan yang diukur dipasang pada terminal input.

lalu diintegrasikan selama satu periode waktu tertentu t1 dan kemudian suatu tegangan referensi v2 dengan polaritas berlawanan dari v1 diintegrasikan. jika perioda waktu dimana sakelar k berada pada –Vs adalah t1 dan berada pada +Vs adalah t 2. (Vx /Vs )(R2/R10=(t1–t2)(t1+t2). maka output integrator mula– 1 mula nol akan mencapai suatu nilai tertentu dan kembali menjadi nilai nol jika v2 diintegrasikan. keempat digit pertama didapat dengan jenis pengubah tegangan frekuensi dan kebesaran digitalnya diubah menjadi suatu kebesaran analog yang diteliti lalu dimasukkan kembali ke input. Jenis modulasi lebar pulsa (jenis feedback) Pada jenis ini. maka jenis ini mempunyai keunggulan dari metoda integrasi. yaitu ketelitian dan metoda integrasi diperbaiki dengan menggabungkannya dengan metoda potensiometer. pegangan input dimodulasikan dengan lebar pulsa secara teliti dan dihitung beda antara lebar pulsa positif dan negatif. v2/v1 = t2/ t1. Metoda Potensiometer Integrasi Metoda ini merupakan suatu kombinasi dari metoda perbandingan dan metoda integrasi. Output integrator v1 mempunyai “slope“ yang merupakan j mlah “slope“ dari u tegangan yang diukur. 4. 5. jadi dengan mengukur t2 dan v2 secara teliti dan t1 konstan. Gambar XIII. maka berlaku hubungan. Tegangan yang yang diukur dikecilkan atau diperkuat sampai suatu nilai tegangan yang sesuai v1. Jika v diintegrasikan. kedua digit terakhir didapat dengan mengukur beda antara input dan kebesaran analog yang sedang diukur dengan metoda perbandingan. i. tegangan analog diubah ke lebar waktu (time–width). Jika v dipasang sampai output integrator nol 2 disebut t2 maka berlaku. suatu tegangan segitiga v dengan perioda antara frekuensi 2 gelombang jala–jala dilakukan berulang–ulang dan jika v2 sama dengan v1. Karena dalam pengubah ini dipakai rangkaian integrasi. maka terjadi pembalikkan polaritas dari sakelar k oleh pembanding (comparator). maka tegangan yang diukur v1 dapat ditentukan. V x 1 dan tegangan refernsi +Vs atau –Vs . Sebagai contoh anggap keadaan dimana harus diperlihatkan suatu harga pengukuran 6 digit.45 . Selain itu. maka vx dapat ditentukan dengan mengukur beda antara lebar antara lebar pulsa–pulsa (t1–t2).Alat Ukur Listrik 569 frekensimeter jenis penghitung menghitung pulsa–pulsa dalam suatu perioda waktu tertentu. Unit pengubah menggunakan suatu rangkaian integrasi. Karena (t1+t2) telah diambil sama dengan perioda dari frekuensi gelombang jala–jala. Jenis “Dual Slope“ Pada jenis ini. 3.

dimana setiap titik pergerakan direkam pada kertas.46. diteliti atau direkam. atau bentuk gelombang. Recorder Alat–alat ukur dengan mana harga tegangan. Penulisan boleh dengan pena atau pemetaan. b. . arus atau lainnya yang diukur direkam secara otomatis untuk suatu waktu yang panjang. melalui pengisap tinta.570 Pembangkitan Tenaga Listrik menunjukkan prinsip sistem penghitung dengan cara modulasi lebar pulsa Gambar XIII. Pena yang dipakai di tunjukkan oleh Gambar XIII.45 Prinsip Sistem Penghitung dengan Cara Modulasi Lebar Pulsa 6. disebut direct writing type recorder. biasanya “recorder“ (perekam). Oleh karena pergerakan pena disertai dengan penggesekan antara pena dan kertas. Perekam Jenis Langsung (Direct Writing Type Recorder) Pada alat penunjuk listrik. a. Karena itu tidak mempunyai sensitivitas yangtinggi seperti mikro amper meter. maka kopel penggerak haruslah lebih besar dibandingkan dengan meter listrik yang bergerak bebas. Tinta diisap oleh tempat tinta yang diam. Penulisan pena Ini dikerjakan dengan mengikat pena pada titik yang ditunjukkan oleh alat listrik.

47 Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Biasanya perekaman didapat dalam pena berbentuk busur lingkaran dan beberapa alat dilengkapi dengan alat mekanis untuk mengubah busur ini ke koordinat orthogonal cara pendekatan.Alat Ukur Listrik 571 Gambar XIII. Gambar XIII.46 Alat Pencatat Penulis Pena Gambar XIII.47 menunjukkan contoh cara kerja garis lurus alat pencatat penulis langsung .

berbeda halnya dengan penulisan pena. disini tidak ada gesekan antara pena dan kertas. Jenis Pemetaan (Plotting) Titik defleksi yang ditunjukkan oleh instrumen penunjuk listrik dipetakan pada 10 s/d 30 sekon interval pada kertas. Tambahan dengan pergantian warna pita untuk setiap plotting. oleh karena itu sensitifitasnya lebih dibandingkan dengan pen.48.49 menunjukkan cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) Gambar XIII.572 Pembangkitan Tenaga Listrik c.49 Cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) . kecuali untuk pemetaan. Gambar XIII.48 Alat Pencatat Penulis Langsung Gambar XIII. Bentuk mekanis plotting digambar pada Gambar III.

51 menunjukkan penyimpanan suatu sinar elektron dalam suatu CRT. dan untuk gejala frekuensi tinggi dipakai tabung katoda ray untuk mendefleksikan sinar cahaya elektron. Pada oscilloscope gejala yang disebutkan diatas digunakan untuk melukiskan bentuk gelombang. Oscilloscope Pemakaian oscillosgraph elektromagnetis dibatasi sampai frekuensi 10 KHz.50 Blok diagram suatu alat pencatat X -Y . sinar cahaya elektron dalam perjalanan yang lalu pada elektro dan penggerak ini akan bergerak vertikal maupun horizontal dan memukul satu titik pada screen dan ini menyebabkan material screen ber-flourescense dan bintik terang akan kelihatan pada screen. Sint. Pada elektroda penggerak horizontal dan tegangan v = V. Gambar XIII. Gambar XIII. Gerakan elektromagnet. signal arus dipakai dalam sistem kumparan penggerak untuk menghasilkan medan magnet yang kemudian digunakan menggerakkan sinar cahaya elektron. Jika 2 set elektroda penggerak (deflecting elektrode) diikatkan pada sudut yang benar satu sama lainya seperti gambar. dipakai pada elektroda penggerak vertikal. bintik pada screen akan menunjukkan gelombang sinus.50 menunjukkan blok diagram suatu alat pencatat X-Y. sinar cahaya elektron akan bergerak dengan adanya tegangan pada elektroda penggerak.Alat Ukur Listrik 573 7. Gambar XIII. Dengan adanya elektron yang berpindah diantara elektroda penggerak.

51 Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT Gambar XIII.574 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.52 menunjukkan “Blok Diagram” suatu oscilloscope (system ”repetitive sweep”) Gambar XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Oscilloscope (System”Repetitive Sweep”) .

54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” .Alat Ukur Listrik 575 Gambar XIII.53 Hubungan Antara Bentuk Geombang yang Terlibat dan Bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” Gambar XIII.

55 Contoh dari Samping Osciloskop Gambar III.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII.106 .576 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar III.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator Gambar XIII.

Sumber tenaga pada megger jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar. Jenis megger adalah: megger dengan engkol sebagai pembangkit tegangan. dengan alat penunjukan jarum dan megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga. Megger Meger adalah alat untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi.Alat Ukur Listrik 577 Gambar XIII.58 Peredam Reaktansi H. antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama ditunjukkan pada Gambar XIII. . Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa.59 di bawah ini.

diharapkan . Avometer Avometer atau multitester berfungsi untuk mengukur besarnya tahan listrik. Salah satu contoh penggunaan AVOmeter ditunjukkan pada Gambar XIII. Dengan adanya petugas laboran teknisi. Pemeliharaan Alat Ukur Alat-alat yang yang ada di laboratorium dan bengkel listrik banyak jenis. sehingga perlu penanganan khusus terhadap alat-alat. dan mengukur arus listrik (AC dan DC). macam dan spesifikasinya. Untuk menunjang pemeliharaan dibutuhkan petugas laboran dan teknisi.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger I.60.578 Pembangkitan Tenaga Listrik U X Y W Z V Mengger ~ 0 Z X Y U V W Gambar XIII. Pada saat mengukur belitan. Diberi warna. tebal garis sama A A D D C B B AVO Avometer Gambar XIII. hubungan bintang atau segitiga pada terminal motor harus dilepas.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer J. besar tegangan listrik (AC dan DC).

pembersihan kotoran pada solder. terbebas dari suhu ruangan yang terlalu tinggi. komponenkomponen. dan spesifikasi alat-alat akan membantu mempermudah laboran dalam memeliharanya. menangani alat-alat laboratorium dan bengkel tidak dapat dilakukan dengan cara serampangan. dan terbebas dari debu. Misalnya seperangkat komputer. memperlakukan dengan benar. menejemen penggunaan alat. . pembersihan alat. dan pengecekan kondisi peralatan secara berkala (misal pemberian vet secara berkala pada bantalan motor listrik. dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan berarti merawat. macam dan spesifikasinya. alat ini harus ditempatkan diruangan tertutup yang terbebas dari sinar matahari langsung. menyimpan dengan benar sesuai dengan fungsinya. dan peralatan listrik yang ada di laboratorium atau bengkel. Pemeliharaan merupakan salah satu pekerjaan yang harus ada dalam kegiatan dilaboratorium dan bengkel. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan yang ada. suhu udara kurang lebih 30 oC. Ruang lingkup pemeliharaan atau perawatan lebih kurang adalah meliputi penempatan penyimpanan alat-alat. Alat yang peka terhadap terhadap kondisi lingkungan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terbebas dari sinar matahari langsung. Jika dicermati. dan bebas dari debu. terlalu lembab.Alat Ukur Listrik 579 laboratorium dan bengkel listrik terpelihara dengan baik sehingga umur peralatan menjadi lebih panjang. dan spesifikasi alat laboratorium atau bengkel. Pemeliharaan mempunyai tujuan agar supaya alat-alat laboratorium atau bengkel dapat digunakan secara optimal dalam jangka waktu yang relatif lama. agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. komponen-komponen. Dengan memahami jenis. macam. pemberian minyak pelumas pada alat ukur listrik jarum. dan pembersihan disc drive pada komputer). Dari uraian ini. artinya cara menangani alat laboratorium atau bengkel harus dilakukan dengan cara professional. posisi letak penyimpanan. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan menukang. Laboran harus betul-betul memahami jenis. Penempatan penyimpanan alat merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. perlindungan peralatan dari pengaruh suhu dan lingkungan. Penempatan penyimpanan alat disesuaikan dengan jenis. macam. mesin-mesin listrik dan peralatan listrik laboratorium atau bengkel tidak mudah cepat rusak dan efisien kerjanya tinggi. Maksud pemeliharaan adalah agar peralatan menukang.

Latihan 1. Ada beberapa alat ukur listrik. mendatar. Posisi letak penyimpanan alat juga merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan.580 Pembangkitan Tenaga Listrik Jika pekerjaan seperti ini telah dilakukan. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit j dengan didampingi guru pembina dan teknisi 2. alat ini ada yang cara meletakkanya dengan posisi tegak lurus. atau posisi lain sesuai dengan petunjuk cara meletakkannya. maka pekerjaan pemeliharaan komputer telah dilakukan. cepat atau lambat akan berpengaruh pada tingkat ketelitian hasil pengukuran. Posisi letak penyimpanan alat harus diperhatikan petunjuk posisi cara meletakkan alat. Tugas dikumpulkan pada pertemuan Ke 3. alat ini tidak ada petunjuk khusus posisi meletakkannya. Tugas Buat laporan langkah-langkah pemeliharaan yang telah dilakukan di Laboratorium atau bengkel dan kendala-kendalanya. Apabila petunjuk cara meletakkan penyimpanan alat dilanggar. misalnya alat harus diletakkan tegak lurus. mndatar. Sebagai contoh adalah meter-meter listrk (alat pengukuran listrik). Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit janm dengan didampingi guru pembina dan teknisi L. misalnya AVO meter. dan miring dengan sudut tertentu. . Keadaan ini dapat diatasi dengan meletakkan AVO meter sedemikian rupa sehingga mudah untuk melihat jenis alat ukur dan mudah dibaca (tidak terbalik) jika dibaca secara langsung K.

Laporan PI. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. PLN Persero. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Suralaya. Suralaya. Suralaya. Suralaya.Daftar Pustaka LAMPIRAN A1 DAFTAR PUSTAKA Abdul Kadir. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. 1998. Universitas Indonesia. Teknik Elektro FT Unesa. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Transmisi Tenaga Listrik. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Jakarta Andriyanto. 2005. Suralaya. 2003 . Erlangga. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Laporan PI. Suralaya. Surabaya Davit Setyabudi. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. 2006. Pembangkitan Energi Listrik. Surabaya Djiteng Marsudi. Penanganan Bahan Bakar. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik. Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. Teknik Elektro FT Unesa. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Transformator Tenaga. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan.

com/jasa_tirta1/graphics.harianbatampos.org http://www.al. the General Electric Company. America. Printed in the United Soth of America.ekaristi.indonesiapower. Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A2 Ermanto. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya. Modern Power and Planning System.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default.com http://www. 1987 Hedore Wildi.bumn-ri.co. New Jersly http://faizal. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan. Power System Dynamic and Stability.blogspot. et.blogberita. 2002.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://www. GBC Measurement.firstelectricmotor. Protective Relay Aplication Guide. et. 1985.motor-rundirect. 1996. New York.web.com http://www.html http://www. Surabaya IEC 156/1963.com http://www.com/ Jan Machrowski.com http://www. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. Joko.com http://members. Stafford England.aspx http://www.al. Tim Alih Bahasa. Singapore Toronto Joel Weisman. Electrical Machines & Power System. Prentice Hall.sitohangdaribintan.gtkabel. 1963 . Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. 2004.

Surabaya Rahmat R. Jakarta 1981 Rachma Dewi O. Perusahaan Umum Listrik Negara. PT. 1976 Indrati Agustinah. Printed in Singapore P. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. FT Unesa. P. Laporan PI. Jakarta.KKG/M. Azwar Charis. Bambang Djaya.OUI. 2006.KUG/M. Kamuraju. Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT. 2005 M. Surabaya 1995. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya.T. P.T. 2006. Teknik Elektro. 2004 Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L. Hakim. PT. Teknik Elektro FT Unesa.T. PLN. Teknik Elektro.Daftar Pustaka LAMPIRAN A3 IEC 76/1976. 2006. Methode Pengujian Transformator Distribusi. Bambang Djaya. Power Transformer. V. 2004. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. Joko. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. Surabaya Kurikulum SMK Tahun 2004. Nurdin. Direktorat Pendidikan Menegah Kejuruan. Conductorjasa Suryapersada.803 (1) A). Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan). Surabaya . Surabaya MS.OUI. High Voltage Enginering. Laporan PI. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta. Laporan PI. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya. 2000.201 (1) A). Sistem Kelistrikan (L. FT Unesa.

1998 Standar Kompetensi Nasional. Jakarta. SPLN 50 – 1982. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Jakarta. Surabaya Yugo F. G. Japan AE Power Systems Corporation. Laporan PI. Pengujian Transformator. Surabaya.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A4 SPLN 17: 1979. Surabaya Copyright 2003. . Depdiknas RI. 2006. John Wiley & Sons Yudi Widya N. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Teknik Elektro FT Unesa. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. 1982. Laporan PI. 1979. All Rights Reserved. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. Teknik Elektro FT Unesa. PT. 2006. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. 1987. 2003 Turan. Sistem Pengoperasian Genset di PT. Modern Power System Analysis. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. Jakarta.

79 assembling. 547 amplifier mekanis. 396 accu zuur.576 AVR. 226 cd (cadmium). 37 current compensator. 272 control room. 175 debit air. 564 ambient temperature. 481 data acquisition. 359 beban harian. 488 diagram beban. 518 belitan primer. 84. 353 arus pengisian . 147 boiler. 402 dual slope. 13 deenergized. 5 beban rata-rata. 115 alarm. 5. 122 arus line. 492 ct/ppt avr. 39 disconnecting switch. 540 arus hubung singkat.. 17. 37. 76. 487 dinamo exciler. 85. 27 carrier current. 501 cathodic protection. 351 asam sulfat (H2SO4). 52 circulating water pump. 110 dB. 88 delta-wye. 363 air gap.99 buffer baterey. 180. 2 daya aktif. 349 baterai buffer. 312 automatic follower.528 busur listrik. 555 circuit breaker. 567 . 94 chosphimeter. 88 diagram AVR. 546 biaya poduksi. 143 amperemeter. 486 auxiliary transformer. . 183 agregat dan piranti. 123 alat ukur digital. 544 arus keluar ke line. 5 belitan. 530 deaerator. 524 crane. 143 AMSSB. 401 compression joint. 193 centrifuge reclaiming. 64 cable duct. 2 beban tahunan. 96 dekarbonator.482 baterai aki. 144 cos . 5 black start. 7 dokumen sop.2 diagram excitacy.Daftar Istilah LAMPIRAN B1 DAFTAR ISTILAH absorben. 401 avometer. 5 beban puncak. 129 condition based maintenance. 157 bleaching earth. 95 accu battery. 529 coupling system. 119 angka oktan. 223 antene. 552 coupling capacitor. 27 distribution planning. 179 delta-delta. 391 consumable parts. 338 baterai akumulator. 541.79 cellars. 96 blow down (air ketel). 142 daya.546 belitan skunder. 85 delta-bintang. 78. 348 bushing. 412 breakdown voltage . 81 aero derivative. 109 daya reaktif.

427 kebenaran OR. 364 gelombang mikro. 370 gangguan mekanis generator. 37 harmonisa. 159 economizer. 5 energi mekanik. 6 insulating switch. 3.428 gerbang NOT. 137 grounding plate. 556 flused stem system. 213 gangguan belitan kutub. 37 jointing sleeve. 553 generation planning. 244 faktor daya. 19 gangguan elektrik generator. 24 kegiatan pemeliharaan. 458 feeder (saluran). 27. 428. 119 instalasi sumber energi. 29 generator sinkron. 5 instalasi baterai aki. 38 generator penguat pilot.233 filtering. 94. 115 frekuensi. 350 generator asinkron. geothermal. 97 faktor kapasitas. 364 gangguan. 371 gangguan dan kerusakan.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B2 duga muka air (DMA). 49 juster werstand. 133. 229 heat exchanger. 5 instalasi penerangan. 396 kemiringan tegangan. 277 gerbang AND. 480 fire. 512 instalasi pemakain sendiri. 4 energi primer. 137 hand wheel (shunt regullar). 184 heat shrink. 350 hygroscopicity. generator terbakar. 15 faktor beban. 373 grindability test. pemeliharaan dan perbaikan motor asinkron. 184 hubungan jajar baterai akumulator dan generator sunt. 5 generator. 28. 546 grounding mesh. 428 kedip tegangan. 523 interkoneksi. 5 jenis saklar tenaga. 24 klasifikasi transformator tenaga. 364 generator listrik. generator sinkron 3 phasa. 5 interferensi. 556 frekuensi meter. 5 instalasi telekomunikasi. pemeliharaan dan perbaikan generator sinkron. 110 frekuensi getar. 512 energi listrik.1 generator main excitacy. 95 instalasi arus searah. 551 faktor disipasi. 5 instalasi lift/elevator. 2. 128 kapasitor penguat. 529 kendalan pembangkit. 93. 5 instalasi tegangan tinggi. 28. 29 generator dc dengan 2 kutub. 37 generator buffer. 234 ground. 282. 95 flashover.557 frekuensi lidah bergetar. 245 faktor utilisasi. 197 forced outage rate (for). 246 field circuit breaker. 163 elektroda. 248 kebenaran AND. 246 fuel cell. 40 generator dc tidak keluar tegangan. 29 generator penguat utama. 174. 432 . 360 generator dc. 429 gerbang OR. 16 exitacy. 450 kendala operasi. 87 elevator. 227 kerja pararel transformator. 18 heat recovery steam generator. 50 investasi. 5 instalasi bahan bakar. 24 hazard triangle. 5. 40 generator dc shunt 4 kutup.133 generator arus searah shunt. 189 glowler. 288 gangguan pada mesin dc. 24. 5 instalasi tegangan rendah. 75 instalasi pendingin. 285 gangguan.

512 limited circuit. 105 pemeliharaan alat ukur. 2 laporan kerusakan. 429 on delay. 444. 427 pemeliharaan bulanan. 36 output. 252 pembumian. 21 NiOH (nikel oksihidrat). 272 laporan dan analisis gangguan. 7 operasi. 5 loss of load probability (LOLP). 394 over heating. 398. 79 komunikasi gelombang mikro. 464 modulasi lebar pulsa. 242. 229 pembangkitan tenaga listrik. 523 komunikasi dengan pembawa saluran tenaga. 17 operasi unit pembangkit. 249 lama pemakaian. 391 manajemen operasi. 193 metode integrasi. 276 partial discharge. 23 K3. . 1 konstruksi jaringan distribusi. 524 komunikasi untuk administratif. 357 oscilloscope. 567 lighting arrester. 279 lebar pulsa. 236 kualitas tenaga listrik. 518 pemeliharaan dan sop. 37. 88 line trap. 465 kilo Watt jam. 236 opjager. 394 main exciter. 522 komunikasi untuk pemeliharaan. 539 . 429 operator system. 382 motor terlalu cepar putarannya. 513 koh (potas kostik). 268 medan magnet. 554 KWH meter. 511 lift. 565 metode perbandingan. 261 output pilot exciter. 266 manajemen pemeliharaan. 249 magnetic circuit breaker (MCB). 7 konversi energi primer. 508 motor dahlander. 384 multiple grounding rod. 63 main generator. 549 motor area. 536 komunikasi dengan kawat. 79 ohmsaklar. 1 kumparan silang. 105 operation planning. 565 mika saklar. 351 off delay. 36 over circuit breaker. 283 menentukan letak kerusakan motor dc. 116 line. 484 line matching unit. 531 komunikasi gelombang mikro.571 otomatisasi. 394 motor listrik terbakar. 119 load forecast.137 mutu tenaga listrik. 393 maintenance. 433 motor listrik bantu. 523 komunikasi untuk pembagian beban. 72 membelit motor listrik. 576 pemeliharaan crane dan lift. 271 pemadam kebakaran. 278 motor tidak mau berputar.Daftar Istilah LAMPIRAN B3 keselatanan kerja. 386 mesin diesel. 492 motor listrik. 575 mekanisme pemutus tenaga. 532 konsumen. 1 pembebasan tegangan.522 komunikasi radio. 354 minyak transformator. 4 koordinasi pemeliharaan. 391 pemeliharaan alat komunikasi pada pusat pembangkit. 274 laporan pemeliharaan. 306 mencari kerusakan generator sinkron. 63 megger.

43 relai hubung tanah. 259 saklar. 23. 180 primer proteksi. 8 power network analyzer. 488 pemeliharaan sumber dc. 480 rotor turbogenerator. 190 PLTA. 1 penghubung. 548 pengukuran faktor daya. 578 potensiometer. 1 peramalan beban. 1. 1. 529 penyediaan tenaga listrik. 145 PLTD. 570 pengatur phasa.119. 474 pemutus tenaga meledak. 238 rel (busbar). 443 perbaikan generator sinkron. 11. 5. 391 pemeliharaan instalasi pada pusat pembangkit listrik. 3. 21 penyaring pengait. 4 prinsip kerja alat ukur. 11. 1.3. 18 plate tectonic.11. 506 penggerak mula. 391 pemeliharaan sistem kontrol. 568 region. 392 pemeriksaan transformator. 568 penunjuk (register). 392 pemeliharaan pada plta. 113 relai diferensial. 503 pengereman regeneratif. 11 pusat listrik tenaga hydro. 11. 393 pemeliharaan pmt. 268. 341 primover. 63 PMT medan magnit. 393 pemeliharaan harian. 189 PLTU. 564 penyaluran tenaga listrik.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B4 pemeliharaan generator dan governor. 398 pilot exciter. 391 perkiraan beban. 63 PMT vacum. pemeliharaan periodik. 504 pengereman mekanik. 385 radiator. 37. 567 power generator. 198 PLTG. 147 sutm.529 recorder. 9 perbaikan dan perawatan genset.522 power plant. 78. 208 PLTP. 106. 432 pengujian transformator. 50 penyimpanan alat ukur. 180 PLTGU. 24 predictive maintenance. 347 pemeliharaan transformator. 12 putaran motor terbalik. 17 rangkaian transmisi suara. 560 program automatic control. 562 pengereman dinamik. 575 perencanaan distribusi. 184 PLTN. 1. 474 pemeliharaan PLTU. 101 pemetan (plotting). 43 rel ganda. 236 perubahan temperatur. 47.395. 459 pengukuran. 3. 110. 7 perencanaan subtransmisi. 569 pemindahan beban. 78. 14. 4 power line carrier (PLC). 551 pengukuran frekuensi. 30 run off river. 256 pemutus beban (PMB). 279 pemutus tenaga. 49 . 44 rel tunggal. 50 pemutus tenaga (PMT). 112 relai proteksi. 15. 170 pemeliharaan rutin. 507 pengereman motor. 57 PMS (Saklar pemisah). 7 performance test. 459 pemeliharaan triwulan. 507 pengereman plug. 477 repetitive. 391. 126 pemeliharaan mingguan. 560 pengukuran daya listrik. 546 pengukur energi. 557 pengukuran tegangan tinggi. 142 pusat listrik tenaga thermo. 160 PMT gas SF6. 432 pencatat langsung. 545 penulisan pena. 393 piston ring. 572 rotating rectifier. 282 peredam reaktansi.

35 type rasio. 508 shut down unit. 72. 549 wattmeter 1 phasa dan 3 phasa. 429 top overhaul. 503 wattmeter 1 phasa. 100 turbin pelton. 272 super heater. 256 system grid operation. 20. 552 telekomunikasi melalui kawat. 81 transformator arus. transformator tegangan. 137 sistem excitacy. 427 tahanan geser. 546 transformator tenaga. 203 turning type. 278. 4. 427 system planning. 484 simbol gerbang AND. 5 tabel kebenaran. 6.Daftar Istilah LAMPIRAN B5 saklar pemisah (PMS). 524 ultra-high frequency (UHF). 347 sensing circuit. 479 sistem interkoneksi. 412. 450 transformator toroida. 529 saluran kabel. 422 sistem distribusi.573 suku cadang. 400 storage. 548. 391 timer. 269 transformator. 48 scada. 225 turbin air. 142 thyristor circuit. 8 system logic. 37 start nor mal stop. 154 turbin crossflow. 102. 478 sistem excitacy tanpa sikat. 36 tahanan isolasi. 403 type brushlees exiter system. 485 time based maintenance. 151 turbin gas 4. 235 sop blower. 482 unit tyristor. 20 telekomunikasi. 541 transformator rusak. 550 wiring diagram. 159 wattmeter. 428 stator pilot exciter. 119 sentral telepon.49 saluran jebakan.. 235 sistem pengukuran. 574 sincronizing circuit. 482 sel berbentuk lurus. 425 turbin kaplan. 493 unit avr. 37 waduk. 545 transformator 3 phasa. 93 voltage adjuster. 110 sistem yang terisolir. 429 . 426 sop sistem kelistrikan.5 turning gear. 348 selenoid. 523 thermal siphon filter. 6 trichloroethylene. 152 turbin uap. 446 viskositas. 273 sop operator boiler lokal. 150 switchgear. 481 voltmeter digital. 545 perkembangan teknologi pembangkitan. 429 single grounding rod. 565 VVA.548 wattmeter 3 phasa. 109 sistem proteksi.5 trip coil. 395 tegangan line. 74 turbin francis. 10 signal generator. 4. 485 urutan kerja dan tanggungjawab. 27 transmisi. 545 transmission planning. 106. 429 simbol gerbang OR. 558 vacuum interrupter (VI). 466 switching. 427 system logic and wiring diagram. 96 threshold values. 5 turbocharger. 393. 478 sistem excitacy dengan sikat .

1 VIII.3 VIII.6 IV.1 IV.6 VI.1 III.9 VI.5 III. dan Diameter Pipa untuk Penyambungan Motor Induksi Standart Kabel dengan Isolasi Karet dalam Pipa sesuai Standart American Wire Gauge Pemakaian Arus dan Tegangan pada Motor DC dan Motor AC 3 Phasa menurut AEG Format dan Data Fisik yang Dicatat Pada Proses Penerimaan Hasil Inspeksi Kelistrikan Dismanting Data Striping Data Format Data Hasil Pengukuran dan Tes Running Format Proses Pencatatan Tes Kelistrikan Laporan Tes Kelistrikan Inti Stator Laporan Waktu & Kinerja Karyawan Laporan Inspeksi Daftar Diameter.5 Pembangkitan tenaga listrik LAMPIRAN C1 .4 VI. Pengaman Lebur.11 VI.2 III. Penampang.1 VI. Berat dalam kg/km. dan Besarnya Nilai Tahanan pada Suhu 150C Ohm/km Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Pilot Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Generator Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada Motor Listrik Bantu Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Unit I 101 139 216 217 222 222 224 225 244 248 298 299 300 310 311 312 321 336 337 338 339 340 341 393 393 394 394 395 VIII.2 VI.DAFTAR TABEL Hal II.4 VIII.3 III.10 VI.12 VI.2 VIII.2 VI.13 Komponen dan Cara Pemeriksaan Transformator Tenaga Tahanan Jenis Berbagai Macam Tanah Serta Tahanan Pentanahan Klasifikasi Serta Data Batu Data Teknis Bahan Bakar Minyak Struktur Molekul Hydrocarbon Aliphatic Komposisi BBM Diesel Produk Soviet Hubungan Tekanan Uap dengan Suhu Komposisi Gas Alam dari Berbagai Tempat Neraca Daya Sistem Neraca Energi Sistem Standar Kebutuhan Hantaran.7 VI.2 III.1 II.8 VI.3 VI.5 VI.4 III.

8 IX.6 IX.2 XII.6 VIII.2 IX.3 XII.1 XII.3 IX.1 X.9 IX.11 IX.4 IX.14 X.VIII.10 IX.8 VIII.7 VIII.7 IX.9 IX.5 Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Transformator I (6/70 kV) Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada OCB Transformator 70 kV Contoh hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Contoh Hasil Pemeliharaan Accu Istilah-Istilah yang ada Pada SOP PLTU Perak Format Pengesahan Dokumen Daftar Dokumen Terkait Daftar Penerimaan Awal Dokumen Terkendali Daftar Perubahan Dokumen Daftar Induk Perubahan Dokumen Lembar Tanda Terima Dokumen Bagan Alir Dokumen Mutu Kebenaran “AND” Kebenaran “OR” Kebenaran “NOT” Data Transformator Pengaturan Tap Changer Trafo Daya Instruksi Kerja Pemeliharaan Genset Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Bekas Momen Inersi Gerak dan Putaran Karakteritik dan Struktural Kabel Telekomunikasi Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Komunikasi Radio 395 396 396 398 401 402 405 406 408 409 410 411 427 428 428 439 439 446 453 454 502 526 527 527 531 533 LAMPIRAN C2 .4 XII.5 IX.2 XI.1 IX.12 IX.13 IX.1 XII.

10 II.1 I.11 II. 200 RPM.15 I. 15 kV.6 I.11 I.14 Diagram Proses Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh Diagram Beban Listrik Harian Contoh Power Generator Comersial di India Pengangkatan Transformator Menggunakan Crane Untuk Pengembangan Pusat Pembangkit Listrik Contoh Konstruksi Transmisi Contoh Konstruksi Jaringan Distribusi Sistem Grid Operation pada Power Plant Pembangunan PLTD yang Memperhatikan Lingkungan Aktivitas yang Harus Dilakukan Pada Perencanaan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Blok Diagram Proses Merencanakan Bentuk Sistem Distribusi PLTA Mini Hydro Memanfaatkan Debit Air Proses Penyaluran Air PLTA Mendalan Memanfaatkan Tinggi Jatuh Air Diagram Satu Garis Instalasi Tenaga Lstrik pada Pusat Pembangkit Listrik Sederhana Sebagian dari Sistem Interkoneksi (Sebuah Pusat Pembangkit Listrik Dua Buah GI dan Sub System Distribusi) Propses Penyediaan Tenaga Listrik (Pembangkitan dan Penyaluran) Proses Penyediaan Tenaga Listrik Bagi Konsumen Power Nertweork Analiser Type Topas 1000 Buatan LEM Belgia Generator Sinkron 3 Phasa Pasa Rangkaian Listrik Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Kumparan Stator generator Sinkron ke Phasa Hubvungan Y Hubungan Klem Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Diagram Hubungan Generator dan Transformator 3 Phasa Prinsip Penguatan Pada Generator Sinkron 3 Phasa Generator Sebuah PLTU Buatan Siemen dengan 2 Kutub Rotor Turbo Generator Berkutub Dua Rotor Generator PLTA Kota Panjang (Riau) Berkutub Banyak 57 MW Stator dari Generator Sinkron Diagram Generator Sinkron 500 MW Dengan Penguat Generator DC 2400 kW Stator Generator Sinkron 3 Phasa 500 MVA.3 II. Pengutan 2400 ADC Hasil Penyearahan Listrik 330 Volt AC 2 3 4 6 7 7 8 9 9 10 12 13 15 21 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 30 31 31 32 32 33 33 Daftar Isi LAMPIRAN D1 .6 II.13 II.9 I.3 I.16 I.2 II.4 II.8 I.13 I.7 I.12 I.2 I.12 II.9 II.7 II.DAFTAR GAMBAR Halaman I.8 II.1 II.5 I.5 II. 378 Slots Stator Steam Turbin Generator Sinkron 722 MVA 3600 RPM 19kV Rotor Generator 36 Kutub.10 I.17 II.4 I.14 I.

2 kA 600V DC Brushlees II. Diagram Skema Generator Shunt a.28 b. Skema Diagram Generator Kompon a. 4 Kutup.17 Rotor 3 Phasa Steam Turbine Generator 1530 MVA.19 Type Brushlees Excitacy System II.42 PMT Minyak Sedikit 70 kV II. 50 Hz II.37 Pemutus Tenaga dari Udara II 38 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Banyak Sederhana II.20 Penguatan Generator Unit I PLTA Mendalan II.30 PMS Seksi II.16 Generator Sinkron Rotor Sangkar Kutub Menonjol 12 Slot II. Generator Kompon Panjang Berbeban II.18 Rotor Belit 4 Kutup.27 b.25 Bagian–Bagian Generator DC 100 kW. Generator Shunt dengan Penguatan Sendiri II.39 Konstruksi Kontak-Kontak PMT Minyak Banyak Sederhana II.22 Prinsip Kerja AVR Brown & Cie II. 1500 rpm.43 Konstruksi Ruang Pemadaman Pada PMT Minyak Sedikit Secara Umum II. 27 kV.23 Bagian–Bagian Generator DC dengan 2 Kutup II. Generator Portable (Pandangan Sudut) Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Tunggal Menggunakan II.40 PMT 150 kV Minyak Banyak di CB Sunyaragi II.26 Generator DC 2 Kutup dengan Penguatan Tersendiri a.15 Belitan Rotor Salient Pool (Kutub Menonjol) Generator Sinkron 250 MVA II.32 Dua PMT (PMT Ganda) II.35 Satu PMT dan Tiga PMS II.36 Konstruksi Alat Pentahanan II. Generator Portable (Pandangan Samping) c.x II. 1275 rpm (Courtesy of Generator Electric Company USA) II.45 PMT SF6 500 kV Buatan BBC di PLN SeKtor TET 500 kV Gandul II.33 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT 1½ II.46 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT/S 34 34 35 35 36 37 38 39 40 40 41 41 42 42 43 44 45 46 47 48 51 51 52 52 53 53 54 55 56 56 58 58 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D2 .44 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Sedikit Secara Sederhana II.21 Gambar pengawatan system penguatan generator unit I PLTA di Daerah Mendalan Sumber (PLTA Mendalan) II.29 b. Penguatan 11.41 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT minyak Banyak II.34 Saluran antara Generator dan Rel II. 250V.24 Generator DC Shunt 4 Kutup II. Generator Abad 20 Awal II.31 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT Tunggal Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan II.

50 Hz (Courtesy of ABB) Air Blast Circuit Breaker 2.58 II.69 II.53 II.57 II.67 II.51 II. Instalasi Pusat Listrik Kapasitas 5 MW Sampai 15 MW c. Instalasi Sendiri Pada Pusat Listrik dengan Kapasitas di Atas 15 MW Instalasi Baterai dan Pengisiannya 59 59 60 60 61 61 62 63 63 65 65 66 66 67 68 68 69 69 70 70 71 71 72 73 73 75 76 76 77 78 Daftar Isi LAMPIRAN D3 .59 II.50 II. Ruang Pemutus. Instalasi Pemakaian Sendiri Pusat Pembangkit Listrik Kapasitas di Bawah 5 MW b.66 II.52 II. Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) Circuit Breaker Oil minimum untuk intalasi 420 kV.8 kV Dapat Memotong Arus 25 kA Dalam 3 Siklus untuk Sistem 60 Hz (Courtesy of General Electric) Hom-gap Disconnecting Switch 1 kutup 3 phase 725 kV 60 Hz.74 XX Potongan PMT untuk Rel Berisolasi Gas SF6 72. Mulai Membuka (b) dan (c) Sudah Terbuka Lebar Penampung Udara.73 II.63 II. dan Katup Penghembus dari Air Blast Circuit Breaker Contoh Circuit Breaker Tiga Phase 1200A 115 kV.72 II.68 II.60 II.54 II. kiri posisi terbuka dan kanan tertutup 10 siklus 1200 kA Bill 2200 kV (Courtesy of Kearney) Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas dalam Keadaan Tertutup Dilihat dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT yang Menggunakan Pegas Keadaan Terbuka Dilihat Dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas Dilihat Dari Samping a.47 II.71 II.5 –245 kV Konstruksi Ruang Pemadaman PMT SF6 Secara Sederhana PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi dan Mekanisme PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Secara Umum Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Radial Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Aksial PMT Medan Magnit PMT 500 kV Buatan BBC yang Dilengkapi Resistor PMT 500 kV Buatan BBC Tanpa Dilengkapi Resistor Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Buatan Siemens PMT Udara Hembus dengan Ruang Pemadaman Gas secara Keseluruhan Hubungan Resistor dan Kapasitor dengan Kontak-Kontak Utama PMT Udara Tekan 500 kV Buatan BBC Kondisi Kontak dari Sebuah Saklar Dalam Keadaan Tertutup (a).64 II.73 II.65 II.73 II.61 .62 II.70 II.000 A 362 kV (Courtesy of General Electric) Switchgear High Density MV Circuit Breaker Enclosed 15 Group Enclosed SF6 Vacum Circuit Beaker memiliki Rating 1200 A pada 25.II. II.49 II.48 II.55 II.56 II.

94 II.102 II.88 II.B.104 II.83 II.75 II.84 II.96 II.85 II.38 kV Transformator 3 Phasa Hubungan Delta-Delta yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa A.97 II.87 II.105 II.80 II.101 II.103 II.99 II.78 II.86 II.81 II.95 II.92 II.107 X Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki Grafik Kapasitas Aki Macam .91 II.82 II.100 II.106 II.93 II.77 II. dan C Dihubungkan Pada Pembangkit Listrik Diagram Hubungkan Delta-Delta Transformator 3 Phasa Dihubungkan Pembangkit Listrik dan Beban (Load) Transformator 3 Phase Hubungan Delta – Bintang yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa Skema Diagram Hubungan Delta-Bintang dan Diagram Phasor Diagram Gambar Contoh Soal Transformator 3 Phase Hubungan Bintang-Bintang Transformator Hubungan Bintang-Bintang dengan Tersier Open Delta Conection Transformator Hubungan Open Delta Susunan Elektroda Untuk Tegangan Searah Jembatan Schering Untuk Mengukur Kapasitansi dan Factor Disipasi Jembatan Schering Pentahanan pada Transformator 3 Phasa Petanahan pada Transformator 3 phasa Pengaturan Tegangan Generator Utama dengan Potensiometer Sistem Excitacy Tanpa Sikat PMT Medan Penguat dengan Tahanan R Pengukuran Daya Aktif Pada Rangkaian Tegangan Tinggi Diagram Pengukuran pada Generator dan Saluran Keluar Bagan Rangkaian Llistrik untuk Sistem Proteksi Kontruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Luar Gedung Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Dalam Gedung Skematik Prinsip Kerja PLC Diagram Blok Remote Terminal Unit (RTU) 79 80 82 82 83 83 84 84 86 87 89 89 90 91 91 92 92 97 98 98 105 106 106 107 108 110 111 112 116 116 117 120 121 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D4 .Macam Transformator Pada Unit Pembangkit Listrik Transformator 2 Phase Type OA Transformator 3 Phase Type 1000 MVA Transformator 3 Phasa Transformator 4500 MVA yang Digunakan untuk Station Pembangkit Nuklir Transformator Special pada Pembangkit Tenaga Panas Produksi ABB Transformator 3 Phasa dengan Daya 36 MVA 13.76 II.79 II.X II.90 II.98 II.89 II.

II.12 Turbin Francis Buatan Toshiba III.13 Turbin Francis dan Generator 3600 M III. Bendungan Beserta Pelimpasannya (Sisi Kiri) dan Gedung PLTA Beserta Air Keluarnya (Sisi Kanan).10 Ruang Turbin PLTA Cirata di Jawa Barat 6x151 MW III.108 Contoh dari Sebuah PLTU Berdiri Sendiri dengan 3 Unit II. yang Dayanya Relatif Besar. Turbin Gas Distart Oleh Generatornya yang Dijadikan Motor Start II.123 Komponen Peralatan Untuk Pengaturan Hidrolik III. Beban Diusahakan Maksimal tetapi Disesuaikan dengan Tersedianya Air III.18 Duga Muka Air Kolam III.7 Intake PLTA di Jawa Barat dengan Kapasitas 4x175 MW III.4 Potongan Memanjang Pipa Pesat PLTA Sutami (PLTA dengan Kolam Tando Reservoir) III.9 Pipa Pesat PLTA Lamojan III.110 Prinsip Kerja Kontak Reset II.8 Pipa Pesat dan Gedung PLTA di Jawa Barat III.19 Siklus Uap dan Air yang Berlangsung dalam PLTU.121 Amplifier Hidrolik II.11 Turbin Kaplan III.5 Bendungan II ETA Mrica di Jawa Tengah dengan kapasitas 3 x 60.118 Cara Mengukur Tahanan Pentanahan II.113 Foto Dari Sebuah Alat Perekam Kerja (Untuk Pengujian) PMT Buatan Euro SMC II.111 Berbagai Macam Kabel.16 Hutan Beserta Lapisan Humus & DAS III.112 Diagram Satu Garis dari PLTGU.1 Proses Konversi Energi Dalam Pusat Listrik Tenaga Air III.116 Batang Pentanahan Beserta Aksesorinya II. Baik Untuk Penyalur Daya Maupun Untuk Pengawatan Skunder dan Kontrol II. III.6 Bendungan Waduk PLTA Saguling 4x175 MW dan tampak Rock Fill Dam (sisi kiri) dan Pelimpasan (bagian tengah) serta Pintu Air untuk keamanan III.122 Reservoir Minyak Bertekanan Untuk SIstem kontrol II.20 Coal Yard PLTU Surabaya 121 123 125 132 134 135 135 138 138 139 140 140 141 142 143 144 145 146 148 148 149 149 150 150 151 152 152 153 153 154 155 157 158 159 161 165 Daftar Isi LAMPIRAN D5 .15 Turbin Peiton Buatan Toshiba III.3 MW. di Atas 200 MW III.17 Pembebanan PLTA.117 Batang Petanahan dan Lingkaran Pengaruhnya II.120 Bagan Intalasi Pneumatik (Udara Tekan) Sebuah PLTD II.3 Prinsip Kerja PLTA Run Off River III.109 Pengawatan Skunder dari Suatu Penyulang (Saluran Keluar) yang Diproteksi oleh Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Hubung Tanah II.2 Instalasi Tenaga Air PLTA Bila Dilihat Dari Atas III.119 Penggunaan Transformator Arus Klem II.115 Empat Alat Pentanahan II.114 Data Hasil Pengujian Pemutusan Tenaga II.14 Turbin Francis dan Generator 4190 M III.

Dengan Susunan Silinder Baris 165 166 166 167 167 168 169 177 178 178 181 183 184 185 187 187 188 188 188 197 198 200 200 203 204 204 205 206 207 X LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D6 . Dengan Susunan Silinder V. IP (Intermediate Pressure).34 III.450 MW x 3. Posisi 1 b.21 III. b.48 III.26 III 27 III. Posisi 3 Turbochanger Bersama Intercooler Gambar potongan dan Rotor Turbochanger Buatan MAN (a) Kompresor (b) Turbin gas Mesin Diesel Buatan MAN dan B & W a.32 III.22 III.X III.37 III. dan LP (Low Pressure) buatan Siemens Heat-Recovery Steam Generator PLTGU Tambak Lorok Semarang dari Unit PLTG 115 MW PLTGU Grati di Jawa Timur (Pasuruan) Terdiri Dari: Turbin Gas : 112. Posisi 2 c. Turbin Uap.36 III.29 III.33 III.44 III.28 III.25 III. Keluran Blok: 526.450 MW x 3.31 III.35 III.43 III.30 III.38 III.23 III.41 III.39 III. Pondasi Mesin Berada di atas Permukaan Tanah dan Jumlah Silinder 16 dalam Susunan V Kurva Efisiensi Unit Pembangkit Diesel Pompa Pengatur Injeksi BBM a.40 III. HP (High Pressure).24 III.850 MW Bagian dari HRSG yang BerseNtuhan dengan Gas Buang Blok PLTGU Buatan Siemens yang Terdiri dari Dua Buah PLTG dan Sebuah PLTU Skematik Diagram PLTP Flused Stem Sistem PLTP Siklus Binary Prinsip kerja Mesin Diesel 4 Langkah Prinsip kerja Mesin Diesel 2 Langkah PLTD Sungai Raya Pontianak (Kalimantan Barat 4 x 8 MW. Turbin Gas : 112.42 III.500 MW.47 III. 189.49 PLTU Paiton Milik PLN Ruang Turbin PLTU Surabaya Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN Jawa Timur Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN 36 Sudu Jalur Jawa Timur Generator dan Turbin 400 MW di Jawa Timur Turbin Uap dan Kondensor Boiler PLTU Perak Rangkaian Proses Demineralisasi Rangkaian Air Ketel Uap Rangkaian Air Ketel Uap Prinsip Kerja Unit Pembangkit Turbin Gas Produk-Produk Turbin Gas Buatan Aistom dan Siemens Konstruksi Ruang Bakar Turbin Gas Buatan Aistom. Kompresor Disebelah Kanan dan Turbin di Sebelah Kiri Skema Sebuah Blok PLTGU yang Terdiri dari 3 Unit PLTG dan Sebuah UniT PLTU Diagram Aliran Uap Pada Sebuah PLTGU yang Menggunakan 3 Macam Tekanan Uap.45 III 46 III.

Struktur Molekul Cyclopentane C5H1O b.51 III. Kurva Beban Sistem dan Region (Idul Fitri Hari Ke 1) minggu.56 III. Kurva Beban Sistem dan Region Selasa. Kurva Beban Sistem dan Region Minggu.384 MW (Netto) i.00 = 12.625 MW (Netto) h.577 MW (Netto) d.60 III.54 III.1 IV. Struktur Molekul Benzene C6H6 Isooctane C8H18 dengan Cabang Methyl CH3+ Struktur Molekul Toluene. Kurva Beban Sistem dan Region Jumat.00 = 8. 16 Des.63 III.30 = 11.000 = 11. 16 November 2001 Pukul 18.58 III. Kurva Beban Sistem dan Region Senin.53 III.1 IV.096 MW (Netto) g. Struktur Molekul Cyclopentene C5H8 c. Salah Satu Atom H Giganti dengan Rantai Methyl CH3+ a.30 = 12.495 MW (Netto) c.50 III. Kantong Gas Berisi Gas Saja b.62 III.64 III.00 = 12.61 III. 17 November 2001 pukul 20.65 IV.00 = 10.215 MW (Netto) f. 15 November 2001 Pukul 18.500 MW (Netto) e. 25 Desenber 2001 Pukul 19.55 III.454 MW (Netto) b.099 MW (Netto) 209 209 210 211 212 212 213 214 219 219 219 220 221 224 224 227 227 228 231 235 235 237 237 238 238 239 239 240 240 241 X Daftar Isi LAMPIRAN D7 .59 III. 13 November 2001 Pukul 18. Kantong Gas Berada di atas Kantong Minyak (Petroleum Gas) Turbin Cross Flow Buatan Toshiba Aliran Air Pendingin dan Uap dalam Kondensor PLTU Pelindung Katodik pada Instalasi Air Pendingin Transformator yang Sedang Mengalami Kebakaran dan Sedang Diusahakan Untuk Dipadamkan dengan Menggunakan Air Sebuah Sistem Interkoneksi yang Terdiri dari 4 Buah Pusat Listrik dan 7 Buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV Gambar Sebuah Sistem Interkoneksi yang terdiri dari 4 buah Pusat Listrik dan 7 buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV a. Kurva Beban Sistem dan Region Sabtu.52 III. Kurva Beban Sistem dan Region Natal Selasa. Kurva Beban Sistem dan Region Rabu. 12 November 2001 Pukul 19.57 III.30 = 12. 11 November 2001 pukul 19. Kurva Beban Sistem dan Region Kamis.III.2 Skema Prinsip Kerja PLTN Proses Emulsion Pada Reactor Nuklir Reaktor dengan Air Bertekanan dan Mendidih Sirkuit Dasar Uninterrupted Power Supply Skema dan Prinsip Kerja Short Break Diesel Generating Set Skema dan Prinsip Kerja Short Break Switch Skema Unit Pembangkit Tenaga Angin Prinsip Kerja Fuel Cell a.2001 Pukul 20.00 = 12. 14 November 2001 pukul 19.

30 = 9. Gambar Prinsip dari PMT dalam Sistem Kubikel d.19 VI.13 VI.11 VI.5 VI.16 VI.17 VI.21 VI.5 IV.6 VI.9 VI. Natal 2001 Dan Tahun Baru 2002 Beban Puncak dan Beban Rata-rata Sistem Hal-hal yang dialami unit pembangkit dalam satu tahun (8760 jam) Penggambaran LOLP = p x t dalam Hari per Tahun pada Kurva Lama Beban a.25 VI. Prosedur Pembebasan Tegangan Pada Penghantar No.22 VI.1 VI.7 VI. 1 Antara Pusat Listrik A dan GI B b.2 VI. Kurva Beban Puncak Idul Fitri 1422 H. Kurva Beban Puncak Tahun Baru Selasa.12 VI.3 VI.7 V.18 VI. Sistem Rel Ganda dengan PMT Ganda Sistem Kubikal a.660 MW (Netto) k.IV.1 VI.23 VI. Prosedur memindah Transformator PS dari Rel 1 ke Rel 2 c.8 VI.20 VI.24 VI. 1 Januari 2002 pukul 19.6 IV. Konfigurasi Rel PMT 1½ pada Pusat Listrik.4 VI.10 VI.26 j.14 VI.15 VI.PMT AB2 berfungsi sebagai PMT Kopel Disturbance Fault Recorder Tipe BEN 5000 buatan LEM (Belgia) Cara Mencari Kerusakan Rangkaian Kutub Cara Memeriksa Kerusakan pada Belitan Kutub Avometer Pemeriksaan Belitan Mesin Listrik 3 Phasa Menggunakan Megger Cara Memeriksa Belitan Kutub Menggunakan Avometer Cara Memeriksa Kutup Motor Sinkron Menggunakan Kompas Motor Induksi Phasa Belah Motor Kapasitor Bagan Proses Produksi Pada Usaha Jasa Perbaikan Simbol Group Belitan Langkah Belitan Nomal dan Diperpendek Belitan Gelung dan Rantai Bentuk Alur dan Sisi Kumparan Jumlah Rangkaian Group pada Satu Phasa Belitan Stator Terpasang pada Inti Jenis Hubungan Antar Group Hubungan antar Group 1 Phasa Belitan Rantai Single Layer Contoh Bentangan Belitan Rantai Lapis Tunggal Contoh Betangan Belitan Notor Induksi 3 Phasa 36 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 Phase 48 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 phasa 24 alur Gambar Skema Langkah Belitan pada Alur Motor Induksi 3 phasa 36 Alur Proses Pemberian Red Oxyde Isolasi Alur Stator Alat Pelindung dan Alat Bantu Memasukkan Belitan pada 241 242 245 247 249 253 257 258 258 260 261 272 283 284 286 287 287 289 301 302 309 312 314 315 316 317 319 320 320 321 322 322 323 324 324 326 327 328 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D8 .4 IV.3 IV. Konfigurasi Rel Ganda pada Pusat Listrik dengan Kondisi PMT Kopel masih Terbuka b.

3 Hubungan Jajar Baterai Akumulator dengan Dua buah Generator Shunt dan Memakai Tiga Hantaran VII.6 Pusat Tenaga Listrik dc Memakai Saklar Sel Berganda VII.28 Untuk Mencari Bagian Mana yang Rusak Gunakanlah Avometer 329 330 342 343 344 344 345 345 346 348 350 352 352 354 355 357 359 362 362 363 365 369 369 371 374 374 375 375 376 376 376 377 378 379 380 381 383 Daftar Isi LAMPIRAN D9 . Atas-Atas Motor Induksi 3 Phasa Crane Double Speed 720 dan 3320 rpm VI.7 Opjager VII.9 Penambahan Belitan Magnet VII.2 Hubungan Jajar dari Baterai Akumulator dan Generator VII.Alur VI.17 Mencari Hubung Singkat Belitan Terhadap Badan VII.35 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa 24 Alur 1500 Rpm VII.30 Skema dan Rangkaian Seri Atas-Bawah.28 Bentuk Belitan dalam Stator dan Proses Pemvarnisan VI.24 Reaksi Jangkar yang Menyebabkan Muculnya Bunga Api VII.13 Pengikat Inti Kutub Terhadap Rangka Mesin Listrik Arus Searah pada Umumnya VII.19 Mencari Hubungan Singkat dengan Badan VII.16 Mencari Hubung Singkat Belitan Jangkar dengan Growler VII.20 Mencari Hubung Singkat terhadap Badan dengan Growler dan Milivoltmeter VII.5 Skema Pemasangan Mika Saklar VII.29 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa untuk Crane Double Speed 720 rpm dan 3320 rpm Star Dalam VI.23 Mencari Putusnya Belitan dengan Mili-Voltmeter VII.18 Gambar Mencari Belitan Jangkar yang Hubung Singkat dengan Badan VII.31 Skema Langkah Belitan Motor 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.27 Pemasukan Belitan Kedalam Alur Stator VI.1 Kontruksi dari Sebuah Saklar Sel Berbentuk Lurus VII.22 Mencari Putusnya Belitan dengan Jarum Magnet VII.25 Arah Menggeser Sikat Setelah Timbul Reaksi Jangkar VII.26 Keadaan Teoritis Reaksi Jangkar pada Motor Arus Searah VII.10 Medan Differensial VII.33 Belitan Motor Induksi Phasa 36 Alur 3000 rpm VI.27 Menggeser Sikat pada Motor Listrik Setelah Timbul Bunga Api VII.12 Rangkaian Magnet dari Mesin Arus Searah pada Umumnya VII.21 Mencari Putusnya Belitan dengan Growler dan Cetusan Bunga Api VII.8 Skema Sebuah Generator dengan Baterai Buffer VII.32 Belitan Motor AC 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.14 Rangka Mesin Listrik Arus Searah yang Retak Rangkanya VII.34 Belitan Motor induksi 3 Phasa 24 Alur 3000 rpm VI.4 Pengisian Baterai aAkumulator Terbagi Beberapa Bagian VII.11 Skema Agregat dari Piranti VII.15 Cara Mencari Belitan Kutub yang Putus VII.

12 X.6 X.21 X.3 X.5 IX.18 X.5 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145 kV Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72.28 XI.1 IX.7 X.10 X.22 X.17 X.11 X.5 kV Gas Combined Swithgear (GCS) 550 kV. Gas Switchgear Combined (GSC) 72. C-GIS (Cubicle type Insulated Switchgear) 12 kV Dry Air Insulated Switchgear 72.1 X.VII. Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV d.6 IX.5 kV VCS (Vacuum Combined Switchgear) VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door Unit VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit Oil-Immersed distribution transformers SF6 Gas – Insulated Transformer Cast Resin Transformer Sheet – Winding (standart: Aluminum Optional Copper) Gambar gambar Short Circuit Breaking Tests Short – Time Witstand Current Test Alternating Current With Stand Voltage Test Internal Arc Test of Cubicle Slide Shows Grafik Hubungan Sensing Tegangan Terhadap Output of Generator Rangkaian Amplifier Diagram Minimum Excitay Limiter Blok Diagram Automatic Follower Diagram Excitacy Diagram AVR Single Line diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander 387 387 407 425 427 428 428 429 436 451 466 467 467 468 468 468 469 469 469 470 470 470 471 471 472 472 473 473 474 474 475 445 476 476 477 477 478 483 484 485 486 487 488 494 493 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D10 .1 Bentuk Lempeng lemel Potongan Kolektor Bagian Alir Start-Stop PLTU PERAK III & IV Grafik Pengoperasian pada Turning Gear Simbol Gerbang AND Simbol Gerbang OR Simbol Gerbang NOT On Delay dan Off Delay pada Timer Contoh Wiring Diagram Sistem Kelistrikan PLTU Perak Contoh Transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan Daya di atas 1000 MVA Contoh Vacuum Interrupter Gas Insulated Switchgear (GIS) a.6 X.29 VII.15 X.2 X.14 X. 4000A Menunjukkan C-GIS (Cubicle Type Gas Insulated Switchgear) a.27 X.23 X.8 X.2 XI.16 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 550 kV b.5 kV Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24 kV c.9 X.25 X.4 IX.19 X.3 IX.26 X.13 X.5 kV b.4 X.20 X.5 X.2 IX. Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV c.24 X.7 X. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72.30 VIII.

XI.3 XI.4 XI.5 XI.6 XI.7 XI.8 XI.9 XI.10 XI.11 XI.12 XI.13 XI.14 XI.15 XI.16 XI.17 XI.18 XI.19 XI.20 XI.21 XII.1 XII.2 XII.3 XII.4 XII.5 XII.6 XII.7 XII.8 XII.9 XIII.1 XIII.2 XIII.3 XIII.4 XIII.5 XIII.6 XIII.7

Pada Crane Contoh Gambar Menentukan Torsi Mekanik Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik Contoh Gambar Menentukan Daya Mekanik Contoh Gambar Menetukan Daya Motor Listrik Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Contoh Gambar Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi pada Roda 2 Pully Rangkaian Control Plug Rangkaian Daya Plugging Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Pengereman Regeneratif Pengereman Dinamik Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton untuk Mengangkat Kapal Konstruksi Lift Contoh Pengawatan Lift Bagan Jenis-Jenis Fasilitas Telekomunikasi pada Industri Tenaga Listrik Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Contoh Peralatan Radio Contoh Pemancar Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan Lintasan Gelombang Mikro Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Bagian-bagian Pemancaran (A) Antena Reflektor pasif Parabola (B) Gelombang Mikro Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Desain Transformator Arus 500 VA, 100A/5 A untuk Line 230 kV Transformator Arus 50 VA, 400 A/5 A, 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV Transformator Toroida 1.000 A/4A untuk Mengukur Arus Line Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Transformator Tegangan pada Line 69 kV Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh Bentuk Amperemeter dan Voltmeter Kontruksi dasar Watt Meter

495 496 496 497 500 500 503 504 505 506 506 507 508 509 510 511 511 515 517 525 528 530 531 534 535 536 538 539 542 542 543 544 545 546 547

XIII.8 XIII.9

547 548

Daftar Isi

LAMPIRAN D11

XIII.10 XIII.11 XIII.12 XIII.13 XIII.14 XIII.15 XIII.16 XIII.17 XIII.18 XIII.19 XIII.20 XIII.21 XIII.22 XIII.23 XIII.24 XIII.25 XIII.26 XIII.27 XIII.28 XIII.29 XIII.30 XIII.31 XIII.32 XIII.33 XIII.34 XIII.35 XIII.36 XIII.37 XIII.38 XIII.39 XIII.40 XIII.41 XIII.42 XIII.43 XIII.44 XIII.45 XIII.46 XIII.47 XIII.48 XIII.49 XIII.50 XIII.51

Pengukuran daya (Watt-Meter 1 phasa) Pengukuran Daya (Watt-Meter 1 Phasa / 3 Phasa) Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 3 Wattmeter Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi Alat Pengukuran Cos Kopel yang Ditimbulkan Pengukuran Cos dengan Kumparan yang Tetap dan Inti Besi Diagram Vektor Ambar XIII.20 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Cosphimeter dengan Azaz Kumparan Siang Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Skala Cosphimeter 3 phasa Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-garis Sambungan Cosphimeter 1 phasa Sambungan Secara tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Pemasangan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 3 Phasa Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis PengisianPengosongan kapasitor Kontruksi Frekuensi Lidah Skala Frekuensimeter Lidah Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus BolakBalik (Jenis Induksi) Arus Eddy pada Suatu Piringan Prinsip Pengatur Phasa Prinsip Suatu Beban Berat Prinsip Suatu Beban Ringan Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) Prinsip Voltmeter Digital dengan Metode Perbandingan Beda Antara Metode Perbandingan dan MetodeIntegrasi Prinsip Sistem Penghitungan dengan Cara Modulasi Lebar Pulsanya Alat Pencatat Penulis Pena Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Alat Pencatat Penulis Langsung Cara Kerja alat Pencatat Penulis Langsung (jenis pemetaan) Blok Diagram Suatu Alat Pencatat X-Y Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT

548 549 549 549 550 550 550 551 552 522 533 554 554 554 555 555 555 555 555 556 556 557 557 558 559 559 560 561 561 562 563 563 564 565 565 568 569 569 570 570 571 572

LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D12

XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Osciloscope (System “Repetitive Sweep”) XIII.53 Hubungan Antara Bentuk Gelombang yang terlibat dan bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” XIII.54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” XIII.55 Contoh dari Samping Osciloskop XIII.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator XIII.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII. 106 XIII.58 Peredam Reaktansi XIII.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger XIII.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer

572 573

573 574 574 574 575 576 576

Daftar Isi

LAMPIRAN D13

Daftar Rumus

LAMPIRAN E1

DAFTAR RUMUS
N0. 1 2 3 4 5 6 Rumus No. Persamaan 2-1 2-2 2-3 2-4 3-1 3-2 Halaman 96 96 97 97 146 195

S 1 q1 . n1 v1 S 1 q1 . n1 .E K ( LS ) / UA
2w P diel U C tan d P k . .H .qkW

G
7 8

11.400. p h
1.102

0 , 96

Pm S.A.I.BMEP x pm - pn.520.Vm 30tm 460
Faktor beban
Faktor kapasitas
Faktor utilitas
FOR

n xk 2 atau 1

3-3 3-4

201 223

9 10

Beban rata - rata Beban Puncak
Produksi 1 tahun Daya terpasang x 8.760

4-1 4-2

244 245

11 12 13 14 15 16 17 18

Beban alat tertinggi Kemampuan alat Jmlh jam gangguan Jmlh jam operasi Jmlh jam gangguan

4-3 4-4 4-5 6-1 6-2 6-3 6-4 6-5

245 246 249 282 282 282 282 282

LOLP p x t
z .f.kd.kp. . . 10–8 . Volt a E = 4,44.N. f.kd.kp. . . 10–8 Volt
E=2,22.

z .f.kd.kp. . . 10–8 .Volt a E = 4,44.N. f.kd.kp. . . 10–8 Volt
E=2,22. E = C. . Volt

60 = 2.60 n 50. z .… p= 1470 fp sin /Tp.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E2 N0. /2 180. Persamaan 6-6 6-7 6-8 6-9 6-10 Halaman 313 313 313 315 319 349 358 359 f .2 p S V konstan V keluar arus EK Jumlah sel I IG EG = 7-1 7-2 7-3 IB EG 27 28 29 RG EG ( EK dEK ) IG+dIG = RG (IG dIG) . . 19 20 21 22 23 R= 24 25 26 Rumus S/phasa p= S 12 alur 3 No. 10 8 Volt a 60 p n . 10 8 = C a 60 dIG : dIB = E=C. . . .IG E EK dEK dIB = B RB dIB = 7-4 360 7-5 7-6 360 360 30 dE K RB 7-7 360 31 32 33 34 35 dE K dE K : RB RG 1 1 dIG : dIB = : RG RB p n E= . z . Volt 7-8 360 7-9 360 7-10 7-11 7-12 366 360 367 .

10 a 60 p n .A garis – garis Rm C1 = garis – garis Rm C1 Volt E=C Rm C .m) W F. .V F 9. C n E= 8 8 49 50 51 52 53 54 55 56 57 S20 = St + 0.20) 8-1 9-1 9-2 9-3 9-4 11-1 11-2 11-3 11-4 397 431 432 434 434 494 495 495 496 e(t ) N (d / dt ) Vp / Vs Np / Ns V 4. Im 7-13 Oersted No.L. .q garis-garis 7-17 41 42 43 B.4 N . f .d Joule P W.8 m T F.4 N .Daftar Rumus LAMPIRAN E3 36 H= 0.t wat t .d (N .0007(t .4 N . Volt. . Im 7-16 .N F B. 37 B= 38 39 = 40 Rumus Halaman 367 367 367 367 0. Im Gauss = B. z .10 E= a 60 Ek . C1 Volt E= Rm = E= C. Persamaan 7-14 7-15 367 N0. z .44. = CI . f (Im) garis-garis 7-18 368 7-19 367 7-20 368 44 45 46 47 48 7-21 7-22 7-23 Volt 7-24 Volt 7-25 370 370 381 384 384 p n . . .q 0.

LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E4 58 P nT Watt 9.55 11-5 497 .

Jelaskan secara ringkas proses pembangkitan tenaga listrik pada PLTA. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Sebutkan 9 masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik. Gambarkan proses penyaluran tenaga listrik di Indonesia dengan disertai fungsi masing-masing bagian 10. Apa yang dimaksud instalasi sendiri pada pusat pembangkit listrik . Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengembangan pusat pembangkit tenaga listrik? 4. Jelaskan prinsip kerja switchgear pada pusat pembangkit? 8. Bagaimana proses melakukan instalasi dari pusat pembangkit sampai ke transformator? 4. Faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam memilih jenis penggerak mekanis pada pusat pembangkit listrik 8. Apa yang dimaksud instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik? 7. jawaban disertai dengan penjelasan 3. jawaban dengan disertai gambar 2. Sebutkan 5 (lima) kelengkapan pada pusat pembangkit listrik dan fungsinya? 5. Jelaskan cara dan proses melakukan instalasi excitacy pada generator sinkron 3 phasa 5.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F1 SOAL-SOAL LATIHAN BAB I. PENDAHULUAN 1. dan PLTN 2. Bagaimana cara melakukan instalasi kelistrikan pada transformator dan generator sinkron 3 phasa? 3. Pusat pembangkit jenis apa yang banyak dikembangkan di Indonesia. Bagaimana cara melakukan instalasi pada generator sinkron dan transformator 3 phasa pada pusat pembangkit. dan mana yang paling dominan? 6. Jelaskan 2 (dua) keuntungan sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik? 9. PLTD. PLTU. Jelaskan perbedaan antara rel tunggal dan rel ganda pada pusat pembangkit listrik dengan disertai gambar 6. PLTPB. Jelaskan faktor apa saja yang menjadi indikator mutu tenaga listrik? BAB II. Sebutkan jenis dan fungsi saklar tenaga pada pusat pembangkit listrik 7.

apa sebabnya? Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar. Semua bagian instalasi pusat listrik yang terbuat dari logam harus ditanahkan. Bagaimana cara melakukan instalasi pada bagian vital pada pusat pembangkit listrik 29. Sebutkan macam-macam transformator dan fungsinya masingmasing 21. Sebutkan 2 macam keuntungan dan kerugian antara pemutus tenaga menggunakan gas SF 6 dibandingkan pemutus tenaga hampa 13. Bagaimana proses melakukan pemeliharaan accu zuur? 20. apa sebabnya? 11. Uraikan proses pengujian minyak transformator 22. Jelaskan proses kerja pengatur otomatis dari generator berdasarkan prinsip mekanis maupun yang berdasar prinsip elektronik. Apa yang mempengaruhi berat jenis accu zuur? 19. Bagaimana cara melakukan pengamanan pusat pembangkit listrik terhadap gangguan petir 27. Bagaimanakah pengaruh besarnya arus excitacy terhadap besar output tegangan generator sinkron 3 phasa dengan jumlah putaran tetap. 15. Jelaskan mengapa pemutus tenaga dari sistem arus penguat (exitacy) generator harus dilengkapi tahanan yang harus dihubungkan dengan kumparan penguat generator 14. Sebutkan jenis-jenis dan fungsi sistem proteksi pada pusat pembangkit listrik 24. 12. Pada bagian depan dan belakang PMT harus dipasang pemisah. Apa fungsi yang terpenting dari baterai dalam instalasi listrik pusat listrik? 18. Apa yang dimaksud dengan proteksi rel? 28. baik untuk penguatan tersendiri . 10. Sebutkan pokok-pokok spesifikasi teknik yang diperlukan dalam membeli pemutus tenaga! 16. Sebutkan cara untuk memutus busur listrik dalam pemutus tenaga. Jelaskan prinsip kerja generator sinkron 30. Bagaimana cara memelihara pusat pembangkit tenaga listrik 25. Bagaimana cara melakukan pengukuran besaran listrik pada pusat pembangkit listrik 23. Jenis-jenis kabel apa saja yang digunakan untuk instalasi kelistrikan pada pusat pembangkit listri 26. Sebutkan relai-relai yang penting untuk memproteksi generator dengan daya di atas 10 MVA! 17.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F2 9. Mengapa pada rel bus dipasang proteksi? 31.

Apa sebabnya bahan bakar minyak dari PERTAMINA yang dapat dipakai untuk turbin gas hanyalah high speed Diesel oil (HSD)? 10. OPERASI PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1.0 denga n k urs US$ 1 . Jika PLTA dioperasikan penuh. 7. Jelaskan prosedur mengoperasikan genset? 8. Mengapa hutan di daerah aliran sungai penggerak PLTA perlu dilestarikan? 2. langkah apa yang harus dilakukan? 6. Jika daya hantar listrik air ketel melampaui batas yang diperbolehkan. berapa hari dapat dilakukan dalam 1 tahun? 4. Berapa besar produksi kWh yang bisa dicapai PLTA ini dalam satu tahun? e. Apa kelebihan dan kekurangan unit PLTD dibandingkan unit pembangkit lainnya? 9. Berapa besar volume kolam tando yang diperlukan jika PLTA selalu siap operasi penuh sepanjang tahun? d. Jika setiap s t an d a r d c u b i c f o o t me ngand ung 922 Bt u dan ha rg a 1 MSCF gas US$ 2. PLTA mempunyai kolam tando tahunan. Debit air sungai penggerak PLTA ini dalam satu tahun (365 hari) adalah sebagai berikut: Selama 240 hari rata-rata = 60 m3/det Selama 120 hari rata-rata = 10 m3/del Efisiensi rata-rata PLTA i = 80% Ditanya (penguapan air dalam kolam diabaikan): a.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F3 BAB III. Sebuah PLTGU menggunakan gas sebagai bahan bakar memiliki kapasitas 430 MW beroperasi dengan beban 400 MW selama 24 jam perhari. Apa yang terjadi jika derajat keasaman air ketel PLTU melampaui batas. Apa fungsi saluran pesat pada PLTA? 3. Efisiensinya pada beban 400 MW 46%. Berapa besar daya yang dibangkitkan PLTA? b. Sebuah PLTA memiliki tinggi terjun 200 meter dan instalasinya maksimum bisa dilewati air sebanyak 25 m3/detik. Langkah-langkap apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri pada batubara yang ditumpuk di lapangan? 5. Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kWh? c.

Sebuah sistem tenaga listrik interkoneksi terdiri dari: a. Susunlah neraca daya sistem untuk bulan Januari sampai dengan April b.00/kWh Biaya bahan bakar PLTGU (gas) rata-rata = Rp l80. PLTA dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW b. Berapa biaya pembelian gas per hari dan biaya gas per kWh. 11. unit ke 4 baru Selesai terpasang bulan Maret Jadwal pemeliharaan unit unit adalah sebagai berikut: Januari Februari Maret April : : : : 1 unit PLTU selama 1 bulan 2 buah unit PLTG selama I bulan 1 blok PLTGU selama 1 bulan 1 unit PLTA selama 1 bulan Perkiraan beban puncak adalah: Januari : 3600 MW Februari : 3610 MW Maret : 3630 MW April : 3650 MW a. Biaya bahan bakar PLTU (batubara) rata-rata = Rp l20.00/kWh Batasan jam nyala bulanan adalah: PLTA : 700 jam PLTGU : 660 jam PLTU : 660 jam PLTG : 500 jam Faktor beban sistem : 0. PLTGU dengan 2 blok yang sama 2 x (3 x 100 MW + 150 MW) d. Bagi an-ba gian apa saja ya ng ha rus dipeli ha ra p ada genset Bab IV. PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI 1.00. b e r a p a b e s a r t e g a n g a n ya ng di ba ngkitkan 12. PLTU dengan 4 unit yang sama 4 x 600 MW c.300.00/kWh Biaya bahan bakar (minyak) PLTG rata-rata = Rp 800.413 Btu. jika air untuk PLTA diperkirakan bisa memproduksi 360 MWH. Susunlah neraca energi dan perkiraan biaya bahan bakar sistem untuk bulan Januari. PLTG dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW. Catatan 1 kWh = 3.76 .LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F4 Rp 9. J i k a e x c i t a c y pad a gene rato r sinkro n lepas d an Ge nset t et ap be r put a r da n b e r b e b a n .

angka apa yang perlu diamati untuk menentukan jual beli energi listrik? 7. Buat data dalam bentuk tabel yang berisi nama. bagaimana langkah-langkah dalam melakukan koordinasi pemeliharaan pada sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik 13. Apa tugas utama pusat pengatur beban dalam sistem interkoneksi? 6. Apa tujuan dari manajemen operasi pembangkitan energi listrik? Apa tujuan pemeliharaan unit pembangkitan? Apa yang harus dilaporkan pada pemeliharaan unit pembangkit? Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan operasi pembangkitan? . Kendala-kendala apa yang harus diperhatikan dalam operasi sistem interkoneksi? 8. Mengapa dalam pelayanan tenaga listrik harus memperhatikan kontinuitas pelayan beban 15. MANAJEMEN PEMBANGKITAN 1. Jelaskan bagaimana prosedur membebaskan tegangan sebuah saluran yang keluar dari pusat listrik dalam rangka melaksanakan pekerjaan pemeliharaan? 5. Jenis pekerjaan apa yang dapat dilakukan secara otomatisasi pada pusat pembangkit listrik 18. Bagaimanakan syarat-syarat untuk melakukan kerja jajar 2 (dua) generator sinkron 3 phasa? 10. 2. misalnya untuk bulan Januari 31 x 24 jam = 744 jam? 3. dan jumlah bahan serta alat untuk melakukan kerja jajar 2 generator sinkron 3 phasa 11. Kendala-kendala apa saja yang terjadi pada operasi pusat pembangkit listrik BAB V. 3. Angka apa yang menggambarkan tingkat keandalan sistem interkoneksi? 4. Mengapa jam nyala unit pembangkit tidak bisa dihitung penuh. spesifikasi. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pembangkitan? 14.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F5 2. Dalam sistem interkoneksi antar perusahaan (negara). Apa manfaat penggunaan SCADA serta komputerisasi dan otomatisasi dalam sistem interkoneksi? 9. segi listrik dan kesehatan kerja 16. Bagaimana langkah-langkah dalam memperkirakan besar beban? 12. Dalam rangka untuk tujuan pemeliharaan. bagaimana prosedur dalam pembebasan tegangan dan pemindahan beban pada pusat pembangkit listrik 17. 4. Tindakan apa saja yang dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja ditinjau dari segi mekanis.

Dalam melakukan pemeliharaan secara prediktif. Jenis kerusakan pada bagian apa yang dapat dikategorikan keruskan berat pada motor listrik 3 phasa 10. Bagaimana cara memelihara motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak mesin pendingin? 11. Sebutkan jenis gangguan dan gejala pada generator sinkron dan bagaimana cara mengatasinya? 2. Apa yang harus dilaporkan dalam laporan kejadian gangguan pada unit pembangkit? 7. Apa yang dilakukan jika terjadi pada belitan penguat generator sinkron 3 phasa? 3. Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan kerusakan unit pembangkit? 6. GANGGUAN. Dimana suku cadang pada pembangkit disimpan 10. Jika sekring pada motor induksi sering terputus. Pemutus tenaga meledak/rusak . jelaskan apa penyebab dan cara pemeliharaannya 8. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan unit pembangkit diesel dan PLTU? 9. c. Lilitan stator generator terbakar b. Jenis kerusakan apa yang sering terjadi pada generator sinkron 3 phasa 4. Lilitan stator motor listrik terbakar d. Gangguan dan gejala gangguan apa saja yang sering terjadi pada motor induksi 3 phasa dan bagaimana cara mengatasinya? 7.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F6 5. PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN ARUS BOLAK BALIK 1. jawaban disertai penjelasan. 5. Bagaimana cara memperbaiki dan memelihara a. Sebutkan langkah-langkah dalam memelihara generator sinkron 3 phasa 6. besaran-besaran apa yang harus dianalisis hasilnya? 8. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan pemeliharaaan motor induksi 3 phasa 9. Transformator penaik tegangan rusak. Sebutkan jenis penguat pada generator sinkron 3 phasa. Siapa yang memberi rekomendasi untuk operasi dan pemeliharaan yang waktu akan datang BAB VI.

Jelaskan fungsi generator arus searah dalam pusat pembangkit listrik arus searah 3. Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada motor listrik yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 4. Kegiatan pemeliharaan apa saja yang harus dilakukan pada generator DC dan Sinkron di PLTA? 2. jelaskan faktor apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya 4. Apa yang harus dilakukan jika motor DC putarannya rendah? 10. Jika generator arus searah tidak keluar tegangan. Kapan harus dilakukan pemeliharaan pada Accu dan generator DC? BAB VIIII. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara baterai akumulator pada pusat pembangkit listrik arus searah? 8. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara generator arus searah pada pusat pembangkit listrik arus searah? 7. Apa yang harus dilakukan jika motor DC tidak berputar jika dibebani? 11. Bagaimana cara mengetahui jika kumparan kutup ada yang putus? 13. Apa yang harus dilakukan jika kumparan kutub atau kumparan maknit putus? 12. Apa yang harus dilakukan jika generator DC. faktor apa saja yang harus dipertimbangkan 2. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada transformator? tindakan apa yang harus dilakukan jika besar tahanan isolasi tidak memenuhi persyaratan minimal? . Mengapa dilakukan pemeliharaan Accu Battery yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 6. Mengapa pada generator pembangkit dilakukan pengukuran tahanan isolasi dan kapan harus dilakukan? 3. Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada transformator yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 5. tegangan yang keluar polaritasnya terbalik? 9. SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR 1. Jelaskan fungsi baterai pada pusat pembangkit tenaga listrik arus searah 6. Untuk pemilihan generator dan motor listrik arus searah (DC). Sebutkan persyaratan untuk menghubungkan jajar generator arus searah dengan baterai akumulator 5. Jelaskan langkah-langkah dalam memeriksa dan memelihara jangkar motor DC? 14.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F7 BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH 1.

Sebutkan bagian-bagian dari unit AVR dengan fungsinya masingmasing 10. Sebutkan bagian-bagian transformator tenaga dan fungsi tiap-tiap bagian 3.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F8 7. Sebutkan jenis relay proteksi pada pusat pembangkit listri dan fungsi serta prosedur pemeliharaannya 6. Jelaskan langkah-langkah pada pemeliharaan Genset dengan menggunakan SOP BAB X TRANSFORMATOR DAYA. perbaikan dan pemeliharaan minyak transformator? BAB IX. Sebutkan jenis switchgear dan cara memeliharanya 5. Apa definisi dari SOP? 4. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) transformator? 8. Apa yang dimaksud system excitasi dengan sikat dan prosedur kerja serta pemeliharaannya 7. Jelaskan proses kerja alat pengatur tegangan otomatis (Automatic Voltage RegulatorVR) dan prosedur pemeliharaannya 9. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan Accu Battery? 10. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) generator? 9. Sebutkan klasifikasi tansformator tenaga dengan diserta penjelasan 2. Jeaskan prosedur pemeliharaan sistem kontrol pada pusat pembangkit listrik . Apa maksud harus mengikuti SOP dalam melakukan pekerjaan? 2. RELAY PROTECTION. Sebutkan bagian-bagian dari sistem excitasi tanpa sikat (Brushless Excitation) pada PLTU 8. Jelaskan prosedur start dingin pada PLTU? 5. Jelaskan langkah-langkah pada Turning Gear 7. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down 6. STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) 1. Apa yang dimaksud BFP dan CWP C. Bagaimana prosedur pengujian atau pemeliharaan transformator 4. SWITCHGEAR. EXCITACY DAN SYSTEM KONTROL 1. Apa tujuan kita harus menggunakan SOP dalam melakukan pekerjaan? 3.

Motor ini dipakai untuk mengangkat barang. Berapakah besarnya arus yang diambil oleh dynamo atau generator KEM? 6.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F9 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) 1. Penjelasan dengan disertai gambar . Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N. Jari-jari pully 0. Jelaskan prinsip kerja lift.425 rpm. 1 HP = 746 Watt). Hitung daya output jika putaran motor 1. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di samping. 7. 4. Sebutkan bagian-bagian lift dan fungsinya 9. Sebuah motor listrik dengan tenaga 150 DK (1DK = 736 Watt). Motor listrik dihubungkan pada dynamo (generator) KEM dengan tegangan 400 V. Panjang 1. 2.5 m/s sabuk 90m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. 3.Tentukan momen pada poros motor listrik 5. Motor untuk lift seperti gambar di bawah ini tetapi berat benda 600 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik.1 m. Sebutkan fungsi crane pada pusat pembangkit listrik sebutkan jenis-jenis motor listrik ysng sering digunakan pada crane Apa fungsi magnetic contactor mada rangkaian pengendali crane Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada 90 m dengan 1. n= 1425 rpm P1=25 n= 1425 8.5 m/detik dengan dibebani 750 kg/jam. Pada motor listrik terjadi kerugian sebesar 40%.

Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut.5 m/detik dengan dibebani 50. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan rangkaian transmisi 6. Jari-jari pully 0. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 90 persen dioperasikan dengan beban penuh. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 3.1 m. dengan diameter pully 1 meter. 12. 11. Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK 1.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F10 10. Jelaskan prosedur pemeliharaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK 1. Jawaban disertai penjelasan dan gambar 4. Panjang sabuk 240m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi pada jaringan listrik. 15. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi gelombang mikro 8. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 2. Hitung daya output jika putaran motor 1. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan pembawa saluran tenaga 5. hitung jarak pengereman jika motor berhenti 3 m dan gaya pengereman Untuk pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 20 N dan pemberat 5 N. dan jelaskan perbedaannya 2.. Jawaban disertai penjelasan dan gambar . Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phasa. 13. 14.000 kg/jam. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran arus dengan kapasitas tinggi pada jaringan listrik. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem transmisi alat komunikasi 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan saluran telekomunikasi dengan kawat 3. Sebutkan prosedur pemeliharaan pada lift dan tindakan keselamatan kerja yang harus dilakukan Torsi motor pada saat start 140 N-M.Tentukan momen pada poros motor listrik Sebutkan 3 jenis cara pengereman pada motor listrik.800 rpm. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi radio 7. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phas. Sebutkan klasifikasi penggunaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik.

Bagaimana cara mengukur besarnya tahanan isolasi dengan menggunakan megger (megger dengan dynamo dan diputar engkol dan megger dengan menggunakan baterai 7. Jelaskan prinsi pencatatan besarnya energi listrik. Bagaimana prosedur pengukuran faktor daya menggunakan cosphimeter 9. Jelaskan prosedur pengukuran besaran istrik dengan menggunakan oscilloscope 8. Jelaskan prosedur pemeriksaan alat ukur listrik dan cara perbaikannya .Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F11 5. Jawaban disertai penjelasan dan gambar 6. Jelaskan prosedur memeliharaan alat ukur listrik 10.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 Pembangkitan Tenaga Listrik Lampiran : 1 UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA TUJUAN SETELAH MENYELESAIKAN MATA PELAJARAN PESERTA DIHARAPKAN MAMPU : 1. MENJELASKAN MACAM-MACAM BAHAYA KECELAKAAN KERJA 3. MENJELASKAN CARA-CARA MELAKUKAN PERNAFASAN BUATAN 7. MENJELASKAN ASPEK-ASPEK P3K 6. MENJELASKAN ASPEK-ASPEK HOUSE KEEPING . MENJELASKAN UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA YANG BERLAKU DI PLN DAN ANAK PERUSAHAANNYA 2. MENJELASKAN TINDAK LANJUT JIKA TERJADI KECELAKAAN 5. MENJELASKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN DAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA 4.

KESELAMATAN KERJA ADALAH SUATU BIDANG KEGIATAN YANG DITUJUKAN UNTUK MENCEGAH SUATU BENTUK KECELAKAAN KERJA DILINGKUNGAN DAN KEADAAN KERJA .2 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik KECELAKAAN KERJA ADALAH SUATU KECELAKAAN YANG TERJADI PADA SESEORANG KARENA HUBUNGAN KERJA DAN KEMUNGKINAN DISEBABKAN OLEH BAHAYA YANG ADA KAITANNYA DENGAN PEKERJAAN.

. TEKNIK DAN TEKNOLOGI. MEWUJUDKAN UNDANG-UNDANG YANG MEMUAT TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT . INDUSTRIALISASI. PEMANFAATAN SUMBER PRODUKSI SECARA AMAN DAN EFISIEN.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 3 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG MENDASARI TERBITNYA UNDANG-UNDANG INI ANTARA LAIN : BAHWA SETIAP TENAGA KERJA BERHAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN KESELAMATANNYA. PEMBINDAAN NORMA-NORMA PERLINDUNGAN KERJA. BAHWA SETIAP ORANG LAIN YANG BERADA DITEMPAT KERJA PERLU TERJAMIN KESELAMATANNYA.

4 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TERDIRI XI BAB YANG MENGATUR : I II III IV V VI VII VIII IX X XI KEWAJIBAN PENGURUS KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP KECELAKAAN KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA PEMBINAAN PANITIA PEMBINAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PENGAWASAN SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA RUANG LINGKUP TENTANG ISTILAH-ISTILAH BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB .

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 5 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. MEMBERI : JALAN PENYELAMATAN DIRI PERTOLONGAN PADA KECELAKAAN ALAT-ALAT PELINDUNG PADA PEKERJA 3. KOTORAN. MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN PENYEBARLUASAN : DEBU PRESIFIKATOR. 1 TAHUN 1970 BAB II RUANG LINGKUP ANTARA LAIN MEMUAT : 1. SUARA DAN GETARAN TIMBULNYA PENYAKIT AKIBAT KERJA : PHISIK MAUPUN PSIKIS. ASAP. GAS. RADIASI. MENCEGAH DAN MENGURANGI KECELAKAAN BAHAYA PELEDAKAN DAN MENADAMKAN KEBAKARAN 2. KERACUNAN INFEKSI DAN PENULARAN . UAP. SINAR.

6 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik 4. KEBERSIHAN. CARA DAN PROSES KERJA 5.Produktivitas .Lingkungan . PERLAKUAN DAN PENYIMPANAN.Alat . MEMPEROLEH : PENERAPAN YANG CUKUP DAN SESUAI KEBERSIHAN LINGKUNGAN ALAT KERJA. ALAT KERJA : . MENGAMANKAN DAN MEMPERLANCAR PEKERJAAN BONGKAR MUAT.Fungsi . 7. KESEHATAN DAN KETERTIBAN 6.KK . MEMELIHARA : PENYEGARAN UDARA.

MEMINTA PENGURUS AGAR DILAKSANAKAN SEMUA SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN 5. MENYATAKAN KEBERATAN KERJA PADA PEKERJAAN DIMANA TEMPAT KERJA SERTA ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN DIRAGUKAN .Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1970 BAB III KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA ANTARA LAIN MEMUAT : 1. MEMAKAI ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN 3. MEMENUHI DAN MENTAATI SEMUA SYARAT K-3 YANG DIWAJIBKAN 4. MEMBERI KETERANGAN YANG BENAR BILA DIMINTA OLEH PEGAWAI PENGAWAS ATAU AHLI KESELAMATAN KERJA 2.

5. 4. 005/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANGSINYA. SURAT EDARAN NO.8 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik DASAR-DASAR KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PLN 1. 002/84 TENTANG MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN DILINGKUNGAN PLN. INSTRUKSI DIREKSI NO. 3. DAN BEBERAPA SE DIREKSI YANG LAIN. . PENGUMUMAN DIREKSI NO. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA. UNDANG-UNDANG NO. 2. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

9

Pembangkitan Tenaga Listrik

PENGUMUMAN NO. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA KERJA

MENGGUNAKAN PAKAIAN DINAS

MENGGUNAKAN SEPATU KULIT YANG TELAPAKNYA TIDAK PAKAI PAKU CERMAI ( PAKUNYA TIDAK MENONJOL )

MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN KULIT PENDEK

MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG TELINGA

DILARANG MEROKOK

PEKERJA HARUS TERDIRI MINIMAL 2 0 ORANG

10

Pembangkitan Tenaga Listrik

Pembangkitan Tenaga Listrik

SURAT EDARAN NO. 055/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANSIKNYA AGAR PADA DIREKTUR/PEMIMPIN/KEPALA SATUAN PLN AGAR SECEPATNYA MENGAMBIL LANGKAH :

SECARA BERTAHAP MEMENUHI KEBUTUHAN ALAT PENGAMAN KERJA

MEWAJIBKAN PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN BAGI SETIAP PEGAWAI SESUAI DENGAN

PEKERJAANNYA

MEWAJIBKAN KEPADA SEMUA PENGAWAS UNTUK

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

11

Pembangkitan Tenaga Listrik

- Tetap berada ditempat kerja

- Memberi peringatan bagi pegawai yang tidak memakai alat pengaman

- Memberikan petunjuk lisan tertulis tentang syarat-syarat keselamatan kerja untuk

melaksanakan suatu pekerjaan

PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN DIATAS DIKENAKAN SANKSI :

- Tindakan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku, peningkat, pensiun dini dan cuti

kerja

- Tidak diberi tunjangan kecelakaan dinas bila petugas celaka tanpa memakai alat

pengaman kerja

12

Pembangkitan Tenaga Listrik

Pembangkitan Tenaga Listrik

INSTRUKSI DIREKSI NO. 002/84 TENTANG

MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DILINGKUNGAN PLN

MELAKSANAKAN KAMPANYE NASIONAL DALAM MEMASYARAKATKAN K3

UNTUK MEWUJUDKAN K3 YANG BAIK DI PLN DIPERLUKAN PEMBENTUKAN ORGANISASI KK SEJAJAR DENGAN TINGKATAN SEKSI MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PENGAWASAN SECARA EFEKTIF MENGAJUKAN KEBUTUHAN POSTER-POSTER BUKU-BUKU PEDOMAN K3 MELENGKAPI ALAT PENGAMAN KERJA

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 13 Pembangkitan Tenaga Listrik ALASAN UTAMA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA KEMANUSIAAN Manusia adalah makluk Tuhan yang tertinggi Aset perusahaan yang harus dijaga Menjaga supaya perusahaan mendapat untung Management harus baik maka management harus dijaga EKONOMI MANAJEMEN .

14 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TIGA SUMBER KECELAKAAN K E M B A L I MANUSIA METHODE KERJA Karena manusia sifatnya Fleksible Sehingga kawan dalam kegiatan Kerja Methode waktu kerja yang Kurang baik Tempat kerja yang tidak mendukung K E TEMPAT KERJA M A N U S I A .

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 15 Pembangkitan Tenaga Listrik MANUSIA TIDAK MENGETAHUI CARA KERJA YANG BENAR DAN AMAN TIDAK MENGERTI BAHAYA YANG AKAN TIMBUL AKIBAT PEKERJAANNYA TIDAK MENGERTI MAKSUD DAN FUNGSI DARI PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN KURANG MENDAPAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KESELAMATAN KERJA KURANG KOORDINASI DALAM TEAM ATAU ANTAR TEAM CEROBOH. BIMBANG/RAGU TIDAK MENTAATI RAMBU-RAMBU PERINGATAN . SENDA GURAU.

BAGIAN YANG BERPUTAR DIBERI TUTUP PENEMPATAN PERALATAN SECARA SEMBARANGAN MENGGUNAKAN ALAT TIDAK SEBAGAIMANANYA MESTINYA TEMPAT KERJA RUANG DAN DAERAH SEKITAR KOTOR TATA RUANG DAN PENERANGAN KURANG MEMADAI LANTAI DAN JALAN BANYAK HAMBATAN DAN TUMPAHAN MINYAK PROSEDUR KESELAMATAN KERJA TIDAK DIPENUHI RAMBU-RAMBU PERINGATAN TIDAK LENGKAP .16 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik METHODE KERJA TIDAK MENDAPAT PENJELASAN MENGENAI PROSEDUR KESELAMATAN KERJA PERALATAN KERJA ATAU MESIN TIDAK DILENGKAPI DENGAN PENGAMAN YANG MEMADAI.

MEKANIK PHISIK KIMIA LISTRIK KEBAKARAN DAN LEDAKAN AKIBAT KECELAKAAN KARYAWAN PERUSAHAAN . pemasokan area Pada sektor max.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 17 Pembangkitan Tenaga Listrik MACAM BAHAYA Benda yang berputar Sakit. Lingkungan Bahan Kimia Menjalankan Mesin Karena Over load.

18 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TINDAKAN PENCEGAHAN KECELAKAAN KENALI ADANYA YANG DAPAT DITEMPAT KERJA DAN TINDAKAN PENGAMANANNYA HINDARI SITUASI YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN DENGAN MEMBERI TANDATANDA PERINGATAN PADA DAERAH TERTENTU LAKUKAN PERBAIKAN/MODIFIKASI PADA LOKASI YANG DAPAT MENIMBULKAN KECELAKAAN BILA MEMUNGKINKAN SESUAIKAN METHODE KERJA DENGAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA GUNAKAN PERALATAN PENGAMAN YANG SESUAI DENGAN SIFAT KERJANYA TINGKATKAN ASPEK KESELAMATAN DENGAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG BAIK HINDARI TINDAKAN YANG TIDAK AMAN .

PERUSAHAAN. KEINDAHAN DAN KERAPIHAN KEINDAHAN. ATAU MEMELIHARAAN TEMPAT KERJA Hasil aliran listrik Bahan bakar HUBUNGAN HOUSE KEEPING DENGAN KESELAMATAN KERJA SEMUA ORANG PADA DASARNYA MENYENANGI KEBERSIHAN.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 19 Pembangkitan Tenaga Listrik HAUSE KEEPING BISA DIARTIKAN SEBAGAI : PEMELIHARAAN RUMAH TANGGA. KEBERSIHAN DAN KERAPIHAN AKAN MENIMBULKAN RASA NYAMAN TANPA DISADARI RASA NYAMAN AKAN MENINGKATKAN GAIRAH KERJA GAIRAH KERJA MENINGKAT BERARTI PRODUKTIVITAS MENINGKAT .

BERSERAKAN. SAMPAH CECERAN MINYAK DLL MERUPAKAN : SUMBER PENYAKIT SUMBER KEBAKARAN BERBAHAYA TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA .20 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik PRINSIP – PRINSIP MELAKSANAKAN HOUSE KEEPING BARANG YANG TIDAK BERGUNA.

TOILET HARUS DIJAGA TETAP BERSIH KEBERSIHAN ADALAH PANGKAL KESELAMATAN JADIKAN KEBIASAAN HIDUP : TERTIB. INDAH & RAPI . TERMASUK SISA-SISA MATERIAL SLANG. TALI TAMBANG HARUS DIGULUNG DENGAN RAPI MENGANGKAT.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 21 Pembangkitan Tenaga Listrik OLEH KARENA ITU BERSIHKAN DAN BUANGLAH DI TEMPAT YANG TELAH DITENTUKAN SETELAH SELESAI BEKERJA KUMPULKAN ALAT DAN BERSIHKAN DAN SIMPAN DITEMPATNYA BERSIHKAN LOKASI TEMPAT KERJA. MEMINDAHKAN DAN MENUMPUK BARANG HARUS SESUAI PROSEDUR KAMAR GANTI PAKAIAN. KABEL LISTRIK. BERSIH.

Penangggulangan kebakaran Lampiran: 2 KEBAKARAN ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI KEBERADAANNYA. YANG DISEBABKAN OLEH API BESAR YANG TIDAK TERKENDALIKAN DAN MERUPAKAN SUATU BERTANDA YANG MENYEBABKAN : .Udara .Bahan bakar .Panas AKIBAT KEBAKARAN : HARTA BENDA JIWA KERUSAKAN LINGKUNGAN TIMBUL KERUGIAN Tata Kota Pembangkitan Tenaga Listrik 1 .

Penangggulangan kebakaran SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEBAKARAN KEGAGALAN PADA PEMADAM AWAL / API Alrm/ Detector KETERLAMBATAN DALAM MENGETAHUI AWAL TERJADINYA KEBAKARAN TIDAK ADANYA ALAT PEMADAMAN KEBAKARAN YANG SESUAI Relay TIDAK ADA ATAU KURANG BERFUNGSINYA SISTEM DETEKSI API PERSONIL YANG ADA. TIDAK MENGETAHUI CARA/TEKNIK PEMADAMAN YANG BENAR 2 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran TERJADI API UNSUR API PANAS TITIK NYALA PANAS CAMPUR BIASA TERBAKAR PANAS Pembangkitan Tenaga Listrik 3 .

6 % BATAS ATAS GAS BATAS BAWAH = 1.6.Penangggulangan kebakaran BATAS BISA TERBAKAR ADALAH BATAS KOSENTRASI CAMPURAN ANTARA UAP BAHAN BAKAR DENGAN UDARA YANG DAPAT TERBAKAR/MENYALA BILA DIKENAI SUMBER PANAS YANG CUKUP CONTOH : BENSIN = 1.4 % .6 % = 1.b = 7.7.6% .05 % TAHAPAN PROSES TERJADINYA API 4 Pembangkitan Tenaga Listrik .6 % Kerosin Diesel Oil = 1.3 % .4 % b.

Penangggulangan kebakaran 1. TAHAP PEMBAKARAN TANPA NYALA ( SMOLDERING ) 3. TAHAP PEMBAKARAN DIBARENGI DENGAN NYALA ( FLAME STAGE ) Pembangkitan Tenaga Listrik 5 . TAHAPAN PERMULAAN ( INCIPIENT ) 2.

CEPAT DAN TEPAT DALAM PEMILIHAN MEDIA PEMADAMAN DIATUR OLEH: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO. PER. SBB : KLAS KEBAKARAN JENIS KEBAKARAN 6 Pembangkitan Tenaga Listrik .04/MEN/1980 TANGGAL 14 APRIL 1980.Penangggulangan kebakaran KLASIFIKASI KEBAKARAN TUJUANNYA : UNTUK LEBIH MEMUDAHKAN.

Penangggulangan kebakaran A B C D KEBAKARAN LOGAM KEBAKARAN INSTALASI LISTRIK BERTEGANGAN BAHAN BAKARNYA CAIR ATAU GAS YANG MUDAH TERBAKAR BAHAN BAKARNYA BILA TERBAKAR AKAN MENINGGALKAN ARANG DAN ABU PRINSIP TEKNIK PEMADAMAN Pembangkitan Tenaga Listrik 7 .

MAKA AKAN DIDAPAT PEMADAM KEBAKARAN YANG EFEKTIF DENGAN MERUSAK/MEMUTUS KESEIMBANGAN CAMPURAN KETIGA UNSUR DIDALAM SEGI-TIGA API ( BAHAN BAKAR – PANAS – UDARA ) INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA : STARVATION : MENGHILANGKAN ATAU MENGURANGI BAHAN BAKAR. MENGAMBIL YANG BELUM TERBAKAR Ladang minyak 8 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran DENGAN KETEPATAN MEMILIH MEDIA PEMADAM.

SAMPAI SUHU DIBAWAH TITIK NYALA MEMUTUSKAN RANTAI REAKSI PEMBAKARAN KIMIA DAN TEKNIK : ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 1.Penangggulangan kebakaran SMOTHERING : : MENGURANGI KADAR O2 DALAM UDARA : MEMISAHKAN UDARA DARI BAHAN BAKAR DILLUTION COOLING MENDINGINKAN ATAU MENGURANGI PANAS BAHAN YANG TERBAKAR. PASIR / TANAH Solar & bensin Pembangkitan Tenaga Listrik 9 .

KAMPAK 3.Pasir :1 – 2 m3 . TANGGA BAMBU 4. Air dan Peralatan Tambahan Ukuran : .Penangggulangan kebakaran 2. AIR 1. LINGGIS ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 Kegunaan : Memadamkan Kebakaran Jenis A Bahan : Pasir.Air : minimum 1 drum 10 Pembangkitan Tenaga Listrik . GALAH/PENGKAIT 2. SELIMUT API Pendinginan PERLENGKAPAN APAT 3. TALI MANILA 5.

tambang min 20 meter.Perlengkapan tambahan : sekop. Galah 5 m berkait.Penangggulangan kebakaran . 4 ember 3 karung Goni. kapak. tangga 4 m PASIR / TANAH SANGAT EFEKTIF UNTUK MEMADAMKAN KEBAKARAN LANTAI TERUTAMA UNTUK KEBAKARAN MINYAK DAPAT JUGA UNTUK PEMADAMAN AWAL SEMUA JENIS KEBAKARAN Pembangkitan Tenaga Listrik 11 .

MURAH HARGANYA DAN MUDAH DALAM PENGGUNAANNYA 12 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran MEMBENDUNG MINYAK AGAR TIDAK MELUAS PRINSIP PEMADAMAN : MENGISOLASI O2 : PENDINGINAN SMOTHERING COOLING SELIMUT API MEDIANYA KARUNG GONI (BUKAN PLASTIK) YANG DICELUPKAN DALAM AIR SANGAT EFEKTIF UNTUK PEMADAMAN SEMUA JENIS KEBAKARAN KECUALI KEBAKARAN LISTRIK MUDAH DIDAPAT.

KARENA : MUDAH DIDAPAT MUDAH DIANGKUT DAYA SERAP PANAS YANG TINGGI Pembangkitan Tenaga Listrik 13 .Penangggulangan kebakaran PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTAN AIR MEDIA PEMADAM YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN.

TIDAK BISA DIGUNAKAN SECARA LANGSUNG DAN HARUS DIKABUTKAN PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTI APAR 14 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran DAYA MENGEMBANG MENJADI UAP YANG TINGGI KELEMAHAN LOKASI HARUS BEBAS DARI LISTRIK UNTUK KEBAKARAN MINYAK.

Penangggulangan kebakaran . B. DRY CHEMICAL MULTI PURPOSE : .AIR BERTEKANAN Pembangkitan Tenaga Listrik 15 .Alat pemadam ringan yaitu : YAITU SUATU ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG DAPAT DIBAWA. BAHAN CAIR BAHAN PADAT : DRY POWDER. DIGUNAKAN DAN DIOPERASIKAN OLEH SATU ORANG COCOK UNTUK PEMADAMAN AWAL PADA LOKASI YANG ALIRAN UDARANYA TIDAK DERAS BANYAK JENIS DAN MACAMNYA MUDAH DIDAPAT DIPASARAN UMUM JENIS APAR A.

CO2 BUSA ( FOAM ) : .CAIRAN MUDAH MENGUAP ( BCF. GAS : .BUSA MEKANIK D. .Penangggulangan kebakaran . BTM ) C.BUSA KIMIA 16 Pembangkitan Tenaga Listrik . CBM.

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 17 .

Penangggulangan kebakaran 18 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 19 .

Penangggulangan kebakaran LANGKAH PENGOPERASIKAN APAR TURUNKAN DRY CHEMICAL DARI TEMPATNYA BUKA SLANG DARI JEPITNYA CABUT LEAD SEAL (SEGEL) CABUT PEN PENGUNCI PEGANG HORN DENGAN TANGAN KIRI DAN ARAHKAN KEATAS COBA DITEMPAT SECARA SESAAT. (TANGAN KANAN MENEKAN KATUB) CARI YANG LAIN BAWA KE LOKASI PEMADAMAN KET : JIKA KOSONG JIKA BAIK BAWA APAR KELOKASI KEBAKARAN SEMPROTKAN DRY CHEMICAL DENGAN MENGIBAS-IBAS HORN INGAT : POSISI HARUS SELALU BERADA DIATAS ANGIN 20 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 21 .

POMPA JOCKY 3. PIPA DISTRIBUSI / PENYALUR 4.Penangggulangan kebakaran PERALATAN UTAMA FIRE HYDRANT Pompa yang pertama mengambil air dari sumber air Untuk mempertahankan tekanan air pada pipa distribusi Untuk menyalurkan air bertempat Tempat dibelakang selang & menyimpan fire Hydrant 1. YARD HYDRANT HOSE CABINET Menyalurkan air 5. NOZZEL PENYEMPROT Alat yang diletakan di akhir output air yang Fungsinya untuk membentuk air 22 Pembangkitan Tenaga Listrik . POMPA UTAMA 2. SLANG / HOSE 6.

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 23 .

Penangggulangan kebakaran PENGAMAN TANKI MINYAK DARI BAHAYA KEBAKARAN TANKI MINYAK BBM DILENGKAPI DENGAN BEBERAPA PENGAMAN : TANGGUL / TEMBOK KELILING TANGKI GUNANYA UNTUK MENCEGAH MELUAPNYA MINYAK APABILA TANGKI BBM BOCOR SISTEM HYDRANT DIPASANG PADA KELILING LUAR DARI TANGGUL/TEMBOK PENGAMAN TANGKI SISTEM BUSA BUSA YANG DIBANGKITKAN OLEH PEMBANGKIT BUSA DIALIRKAN MASUK KEDALAM TANGKI TERBAKAR SISTEM PENGABUT SISTEM INI BIASANYA DIGUNAKAN UNTUK MENGAMANKAN KE TANGKI MINYAK RINGAN. DAN DIPASANG SISI LUAR DINDING TANGKI 24 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 25 .

KARYAWAN DAN SISWA. BAIK MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API RINGAN ATAU HYDRANT. MAUPUN PEMADAM API TRADISIONAL 2. BAIK SECARA TEORI MAUPUN PRAKTEK.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN KEBAKARAN : USAHA/TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MENGHINDARKAN ANCAMAN BAHAYA KEBAKARAN YANG MUNGKIN TIMBUL DAPAT DILAKSANAKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. MENEMPATKAN ANAK-ANAK KUNCI RUANGAN/GUDANG SECARA TERPUSAT (MISALNYA DIPOS SATPAM) 4. MENEMPATKAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR DITEMPAT YANG AMAN 3. MEMBAKAR SAMPAH/KOTORAN DITEMPAT YANG DISEDIAKAN DAN TIDAK DILAKUKAN DIDEKAT BANGUNAN/ GUDANG/TUMPUKAAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR 26 Pembangkitan Tenaga Listrik . TIDAK MEROKOK DAN MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS DIDEKAT BARANG-BARANG YANG SUDAH TERBAKAR 5. MEMBERIKAN PENDIDIKAN/LATIHAN MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN. MULAI DARI UNSUR PIMPINAN.

LAP KOTOR. PENYEDIAAN DAN PEMASANGAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI UNTUK LINGKUNGAN KANTOR. MATIKAN ALIRAN LISTRIK ( AC. BAIK JUMLAH MAUPUN JENISNYA 8. DLL) JIKA PERALATAN TERSEBUT TIDAK DIGUNAKAN ) 10. ATAU DITEMPAT KERJA MISALNYA BAHAN SERAT. PENERANGAN. ANTARA LAIN - DILARANG MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS/MEMBUAT API DILARANG MEROKOK.BARANG-BARANG TAK TERPAKAI JANGAN DIBIARKAN BERSERAKAN DISEKITAR PERALATAN MESIN. PERALATAN PENGAJARAN. TIDAK MEMBUAT SAMBUNGAN LISTRIK SECARA SEMBARANGAN DAN TIDAK MEMASANG STEKER SECARA BERTUMPUK-TUMPUK 7. DLL YANG SEJENIS SERTA MENTAATI LARANGAN TERSEBUT 9.Penangggulangan kebakaran 6. SISA OLI 11. PEMASANGAN TANDA-TANDA PERINGATAN PADA TEMPAT-TEMPAT YANG RESIKO BAHAYA KEBAKARANNYA TINGGI.ALAT PEMADAM API RINGAN HARUS DILETAKAN DITEMPAT YANG MUDAH DIAMBIL DAN JANGAN DIHALANGI BENDA LAIN Pembangkitan Tenaga Listrik 27 .

BUANG PUNTUNG ROKOK DAN SISA KOREK API PADA ASBAK YANG ADA DAN MATIKAN LEBIH DULU API PADA PUNTUNG ROKOK TERSEBUT 17.JANGAN MENUMPUK BARANG DIDEPAN PINTU KELUAR 13.Penangggulangan kebakaran 12.SEBELUM TEMPAT KERJA DITUTUP.JAUHKAN TABUNG GAS DARI BAHAN PANAS/SUMBER API 15.BOTOL KALENG DAN TEMPAT PENYIMPANG BAHAN MUDAH TERBAKAR JANGAN BIARKAN TERBUKA 14.MENEMPATKAN ALAT-ALAT PEMADAM API PADA TEMPAT YANG MUDAH DIKETAHUI DAN SIAP DIPERGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN PEMADAMAN UNTUK GEDUNG BERTINGKAT. LOKASI PENEMPATANNYA DIBUAT SAMA 28 Pembangkitan Tenaga Listrik . PERIKSA DENGAN SEKSAMA TERUTAMA HAL YANG DAPAT MENYEBABKAN KEBAKARAN MISALNYA : PERALATAN LISTRIK DAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH 16.

MEMBUNYIKAN ALARM/TANDA BAHAYA ( SESUAI DENGAN KETENTUAN ) 3. PMI/AMBULANCE SESUAI DENGAN KONDISI SITUASI LAPANGAN 4. KEPOLISIAN SETEMPAT. APAT. SEBAGAI BERIKUT : 1. NOMOR TELEPON YANG DIPAKAI (KECUALI TELEPON UMUM) TEMPAT KEJADIAN KEBAKARAN. LAPORKAN DENGAN MENYEBUTKAN NAMA PELAPOR . HYDRAN ) 2. SECEPATNYA MEMBERITAHUKAN/MENGHUBUNGI PERTELEPON KEPADA SATPAM. MEMADAMKAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI ( APAR. JENIS YANG TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 29 .Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN KEBAKARAN USAHA/TINDAKAN YANG CEPAT DAN TEPAT UNTUK MENANGGULANGI MENCEGAH MELUASNYA BAHAYA KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN SARANA/ALAT-ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG ADA.

JANGANLAH MENGORBANKAN JIWA HANYA UNTUK MENGAMANKAN BENDA YANG PERLU DIPERHATIKAN 30 Pembangkitan Tenaga Listrik . Parit. DILOKASI KEBAKARAN DIHARAP KARYAWAN MENGAMANKAN LOKASI DARI HAL YANG MENGHABAT KELANCARAN PETUGAS MISALNYA JALAN MASUK KELOKASI MEMBUKA PORTAL 6. MENGUSAHAKN PEMADAMAN SEMAMPU MUNGKIN. BERITAHU PETUGAS TGENTANG SUMBER AIR KOLAM. SELAMATKAN JIWA DAN BARANG BENDAYANG MASIH BISA DIAMANKAN 9.Penangggulangan kebakaran 5. DLL) 8. 7. JIWA NILAINYA JAUH LEBIH BESAR DARI BENDA. DENGAN PERALATAN YANG ADA YANG ADA DISEKITAR LOKASI (HYDRANT. WADUK.

Penangggulangan kebakaran DALAM PEMADAMAN ARAH ANGIN JENIS BAHAN YANG TERBAKAR SITUASI DARI LINGKUNGAN VOLUME BAHAN YANG TERBAKAR ALAT PEMADAM YANG TERSEDIA LAMA TELAH TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful