Bentuk Penggabungan Perusahaan Lingkungan Perusahaan yaitu seluruh faktor-faktor yang ada diluar Perusahaan yang dapat

menimbulkan peluang yang lebih atau ancaman terhadap perusahaan tersebut <---Skema Pembagian Lingkugan Perusahaan

Alasan Penggabungan Perusahaan        Karena, salah satu Perusahaan tersebut mengalami Kebangkrutan Karena, salah satu Perusahaan tersebut ada yang kekurangan Modal Perusaan tersebut mengalami defisit (lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan) Karena, Perusaan tidak dapat menanggung kerugiaan sendiri Untuk memperbesar Usahanya Untuk menutupi kelemahan pada bidang tertentu Salah satu perusahaan (bank tidak dapat memberikan bunga yang tinggi tabungan kepada Nasabah)

Inflasi adalah : Peningkatan tingkat harga umum yang terjadi secara terus menerus. Jenis-jenis Perusahaan berdasarkan kepemilikannya:   BUMN (Pemerintah) Contoh: PT PLN, PT KAI, PT TELKOM, PT PELNI BUMS (Swasta)

- Swasta Asing, Caltex, Lonsum, Inalum, - Swasta Nasional. Telkomsel, Lion Air Lines, PTP, Bakrie Brother  Campuran (Swasta dan Pemerint), Satelindo, Mandala, Mobil Oil

Strategi Bisnis : 1. Strategi Stabilitas : dalam menjalankan usahanya sesuai dengan misi pertama saat perusahaan tersebut didirikan. Contoh : Menetapkan produk/jasa, jenis pasar & sasaran serta fungsi teknologi 2. Strategi Ekspansi (peningkatan/perluasan) : Strategi bisnis dgn cara meningkatkan/memperluas produk, barang, atau jasa lebih bervariasi. Contoh : Produk jasa menjual sepatu olahraga saja tetapi setelah ada strategi ekspansi maka menjual juga jenis sepatu yang lain, misalnya: sepatu balet, sepatu kerja. Strategi Ekspansi dapat dilakukan dengan 2 cara :   Ekspansi Internal yaitu dengan cara meningkatkan penjualan dan pangsa pasar bagi jenis produk yang ada sekarang Ekpansi Eksternal dgn cara melibatkan perusahaan lain, Misalnyaa: Merger, Akuisisi

Alasan perusahaan mengadakan merger:      Meningkatkan pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar Membuat stabil laba dan penjualan Mengisi jenis produk Mengurangi persaingan Untuk mendapatkan sumber daya yang lebih baik

3. Strategi Penciutan (Berkurang/Pengurangan) yaitu strategi bisnis dengan cara mengurangi jenis produk, mengurangi pasar atau mengurangi teknologi. Penciutan dpt juga dgn cara menutup anak perusahaan yang ada atau pun mengurangi tenaga kerja. Alasan melakukan Penciutan

Spesialisasi Trust/Kartel Holding Company Joint Venture  Spesialisasi berhubungan dgn pembagian-pembagian kerj yaitu produksi suatu barang menjadi beberapa jenis pekerjaan. Aljazair. membelah kayu. irak. Anak Usahanya bergerak dibidang perkebunan Anak Usahanya bergerak dibidang makanan Anak Usahanya bergerak dibidang tenaga kerja Biasanya didalam surat kabar bila terdapat Lap. 2. Kuwait dll. venezuela.   Perusahaan tidak berjalan dgn baik Lingkungan sangat menghambat bisnis perusahaan Ada peluang lebih baik ditempat lain/dibidang usaha lain Bentuk Penggabungan Perusahaan Integrasi Vertikal : Menggabungkan 2 perusahaan atau lebih. mengecat dan memfernis Spesialisasi tidak hanyak dilakukan dalam perusahaan saja tetapi spesialisasi juga dilakukan antar perushaan contoh:     Perusahaan A khusus mengerjakan komponen terkecil dr produk TV Perusahaan B khusus memproduksi kabel TV Perusahaan C khusus memproduk anthena TV Perusahaan D khusus memproduksi remote TV Sehingga dgn adanya spesialisasi tsb perusahaan menjadi lebih trampil pada bidang masing-masing dan kualitasnya lebih baik.  Trus/Kartel : Kerja sama atau kolusi antar kelompok para pemasok barang dengan maksud menghindari persaingan antar mereka. Integrasi Horizontal yaitu integrasi yang mengembangkan perusahaan dalam bidang yang sama Bentuk Pengkhususan Perusahaan ada 4 bentuk yaitu : 1. merangkai kayu dan menyatukan menjadi meja atau lemari. Nigeria. Keuangan Suatu Holding Company juga akan terlihat Lap. Integrasi Vertikal dibagi 2:   Integrasi vertikal kehulu (belakang) yaitu intregasi yang menyediakan bahan baku dan sumber daya lain Integrasi vertikal kehilir (depan) yaitu Intregasi yang beruhubungan dgn kegiatan memuaskan pelanggan / konsumen. menghaluskan kayus. Kegiatannya yaitu didalam sesama kelompok tsb sepakat : 1. Keuangan para .  Holding Company yaitu perseroan terbatas yang memiliki lbeih dari 2 anak perusahaan Contoh : Bank SBU (Sejahtera Umum Bank) mempunyai anak perusahaan sbb: 1. 3. Contoh: Spesialisasi memotong kayu. iran. 3. 2. yang kegiatannya secara vertikal. 4. 2. 3. Qatar. Menjual dengan harga yang sama Memasarkan produk bersama-sama Membatasi produksi atau penjualan Contoh : Opec (oraganization Of Petroleum Exporting Country ) -> indonesia.

terdapat dua jenis penggabungan usaha yaitu : 1) Akuisisi (acquisition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan. 22 paragraf 08 tahun 1999 : ”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain” Sedangkan menurut Hadori Yunus (1981 : 224). perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. yaitu pengakuisisi      . Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Aliansi Strategis yaitu kerjasama dua perusahaan atau lebih tetapi masing-masing perusahaan tetap berdiri sendiri dan sama-sama untung. mutu produk. dan negara-negara Eropa. Jangka waktu tersebut lebih singkat dari pada Persekutuan dalam CV atau Firma.  Franchising : Pemberian hak operasi tertentu kepada perusahaan lain. Jenis dan bentuk penggabungan usaha a. Bapindo (bank Pembangunan Indonesia Menjadi Bank Mandiri.  Joint Venture yaitu 2 perusahaan atau lebih yang menyetorkan modal secara bercama untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka waktu tertentu. BBD (bank Bumi daya). Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.Anak Usahanya. Merger yaitu penggabungan 2 perusahaan atau lebih yang mengambil alih sebagian saham-saham perusahaan atau keseluruhan saham perusahaan lainnya Merger dibagi sbb:   Akuisisi yaitu penggabungan perusaahaan yang mana salah satu perusahaannya kehilangan identitas dan menjadi keperusahaan baru Konsolidasi yaitu penggabungan perusahaan identitasnya menjadi satu identitas lain. Rusia. Contoh: Perusahan Junk Food Texas fried-Chiken dijkt memberi hak operasi kpd beberapa pengusaha di Indonesia untuk membuka cabang didaerah masing-masing serta tetap dipantau pemilik dijakarta. Jenis-jenis penggabungan usaha Berdasarkan PSAK No. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Contoh: Penelitian dan Pengembangan Bidang Antariksa yang dilakuakan oleh AMerika Serikat. 22 paragraf 08 tahun 1999.” Dari definisi di atas. 3. Joint Venture perusahaan Sejenis Joint Venture Proyek Khusus tertentu Joint Venture saling melengkapi Bentuk Penyatuan Usaha 1. namun perusahaan lain memiliki hak guna sedangkan Perusahaan Franscise mempunyak hak milik. 2. 2.    Joint venture Penggabungan Usaha Pengertian Penggabungan Usaha Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk. dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan ekonomi. Kerja sama mungkin dilakukan selamanya atau mungkin hanya sampai selesai satu proyek. pengertiannya adalah sebagai berikut : ”Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Pembagian Joint Venture : 1. Contoh : Bank Exim (ekspor impor). BDN (Bank Dagang Negara). Konsorsium : Kerjasama Antara 2 perusahaan atau lebih untuk melakukan pembiayaan suatu proyek yang nilainya cukup besar.

dengan memberikan aktiva tertentu.     (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahan yang diakuisisi (acquiree). . dimana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dan dengan maksud untuk pertumbuhan usaha. Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya. Berdasarkan beberapa definisi di atas. atau mengeluarkan saham.Afiliasi.Penggabungan konglomerat. yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya. yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal. . terlebih dahulu akan dibahas pengertian dari akuisisi.Konsolidasi. 2) Sedangkan dari segi hukumnya. antara lain sebagai berikut : 1) Ditinjau dari bentuk penggabungannya. yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut.Merger. mengakui suatu kewajiban.Penggabungan vertikal. maka akuisisi dapat disimpulkan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan (catering). penggabungan usaha dibagi menjadi : . terdapat tiga bentuk penggabungan usaha sebagai berikut : . atau secara efektif seluruh aktiva neto dan operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat pada entitas gabungan. yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru . Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya. merupakan bentuk lain dari merger. .Penggabungan horisontal. sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer) b. Bentuk-bentuk penggabungan usaha Adapun bentuk-bentuk penggabungan usaha menurut Arifin S (2002 : 240-241) dapat dibedakan ke dalam beberapa golongan. yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest). yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. . 2) Penyatuan kepemilikan (uniting of interest/pooling of interest) adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh. Akuisisi Pengertian Akuisisi Sebelum membahas lebih lanjut tentang tujuan dan motivasi perusahaan melakukan akuisisi. misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi.

° f½f°½ $©f¾f © °¾½f¾f ¾f¾ff°¾ f€°–¾ °–  f –¾½f°¾%½ °°–ff°$½ f¾f°% f – ¾°¾ –°nff¯ °°–ff°$¯ ¯½ f¾½   ff°– ff©f¾f   ff¾  .° .

¾f°ff . °–f°–½ ¾f°–f° D°¯ ° f½ff°¾¯  fff°–  f  f –9 °nf°% f°–$9 °–f°–f°%f¾f – ¾°¾ °–f°nff¯ °–f°–© °¾½  ¯ °–f°–½f¾f ff¯ °–f°– °–  9 °nf° ½©–f –°nff¯ °½f°f½ ¾fff°f°–f fff½°¯ °–f°– °f–f ©f  f¾f°¯ ff°9 °nf° . –  ¾¾ f¾f°½ ¾fff°¯ °–f ff°¯ –   O O O O O . ¯ f¾f f f f°½ °©ff° . °–¾© °¾½  .° 9 ©f¾f¯ °©f¾ ½fff–f¾f©f f½¾  ff f¾f – ¾½f°¾¯ff¯ °©f©–f© °¾¾ ½ff°– f° ¯¾f°f ¾ ½f f  ¾ ½f ©f  f –¾½f°¾ f½f ff° °–f°nff  O O ¾½f°¾° °ff °–f°nff¯ °°–ff°½ °©ff° f°½f°–¾f½f¾f f–© °¾½ f°–f f¾ ff°– ½f°¾¾ °f –°nff¯  ff°½ ¾fff°f° . °°–ff°½ ¯ f°½ °©ff° f°½f°–¾f½f¾f .

O O O 9 ¾fff° f ©ff° –° f °–°–f°¾f°–f¯ °–f¯ f ¾°¾½ ¾fff°  f½ f°–  f  ¯½ff°$   f°–¾fff° °9 °––f °–f°9 ¾fff° ° –f¾I f . °––f °–f°½ ¾fff°ff  f°– –ff°°f¾ nff f  ° –f¾I f  f–  O O ° –f¾ f % ff°–%f° –f¾f°–¯ ° ff° ff° f f°¾¯  fff° ° –f¾ f % ½f°%f° –f¾f°–  °–f° –° –ff°¯ ¯f¾f°½ f°––f°$ °¾¯ °   ° –f¾°ff° –f¾f°–¯ °– ¯ f°–f°½ ¾fff° ff¯  f°–f°–¾f¯f   °9 °–¾¾f°9 ¾fff° f f °f       O ½ ¾f¾f¾  °–f° –°½ ¯ f–f° ½ ¯ f–f° ©f½ ¾¾f ff°–¯ °©f  f½f© °¾ ½  ©ff° .

° ½ ¾f¾f¾¯ ¯°–f ¯ ¯ ff ¯ °–f¾f°f¾ ¯ f°–ff f° ¯ °ff°¯ °©f ¯ ©fff ¯f ¯ °– nf f°¯ ¯€ °¾ ½ ¾f¾f¾ @¾$f   °–.

¯½f° °I °   ½ ¾f¾f¾ ff°f ff° ff¯½ ¾fff°¾f©f f½¾½ ¾f¾f¾©–f ff°f°f½ ¾ff°n°  O O O O 9 ¾fff°¾¾¯ °– ©ff°¯½° °  n ½ @I 9 ¾fff° ¾¾¯ ¯½ ¾f @I 9 ¾fff°.

¯f¾ff°½  ¾f¯f ¾f¯f   . °©f °–f°f–ff°–¾f¯f   . ¯ ff¾½ ¾ff½ °©ff° .¾¾¯ ¯½ f° °f@I 9 ¾fff°¾¾¯ ¯½ ¾ ¯ @I  °––f –°f f°f¾½ ¾f¾f¾¾ ½ ¾fff°¯ °©f  f¯½½f f  f°–¯f¾°– ¯f¾°– f°ff¾°f  f  O @¾$f   ©f¾f¯fff¾f°f ¯½½ff½ ¯f¾ ff°– °–f°¯f¾ ¯ °–° f½ ¾f°–f° f°f¯  f   –ff°°ff  ff¯¾ ¾f¯f ¯½¾ ¾ ½ff    .

° ½ n%f–f°f°€9  ¯½°–.

°% ° ° ¾f  °  f .ff ©ff -– f f f°  f   O  °–.

¯½f°f½ ¾ f°  ff¾f°–¯ ¯  ff°f½ ¾fff° .

°  f° D% ©f fD¯¯ f°%¯ ¯½°ff°f½ ¾fff°¾    °fD¾ff°f – f   f°–½  °f°   °fD¾ff°f – f   f°–¯ff°f°   °fD¾ff°f – f   f°– °f–f ©f  f¾f°f  ff¯¾ff f f  f½ff½  f°–f°f °–.

¯½f°©–fff° ff½  f°–f°½ff .

°fD¾ff°f   O °I ° f½ ¾fff°ff f°–¯ ° f°¯ f¾ nff nf¯f°¯ °  °––fff° ¾ff ¾f¯f ff¯©f°–ff  ° f°–ff ¾  ¾°–f f½f f9 ¾ f° ff¯.

–   f–¾  O O ¾¾f½ °––f °–f°½ ¾ffff°f°–¯f°f¾ff¾f½ ¾fff°°f f°–f° °f¾ f°¯ °©f   ½ ¾fff° f °¾ f¾f½ °––f °–f°½ ¾fff° °f¾°f¯ °©f ¾f °f¾f°  .I ff¯f  9 ¯ f–f°°I °     °I ° ½ ¾fff° © °¾   °I ° 9 ¾¾  °   °I ° ¾f°–¯  °–f½  °9 °ff°D¾ff   . – f½ °––f °–f°½ ¾fff°ff f°–¯ °–f¯ f¾ f–f°¾ff¯ ¾ff¯½ ¾fff°ff  ¾ f°¾ff¯½ ¾fff°f°°f  .

°©f  f°.°  f°¯% ¾½¯½%  -% f°f–f°–- –ff%  % f° ¯ ff%  f½° % f°9 ¯ f°–°f° ° ° ¾f.f°     f°¾f –¾f ©f¾f¯f f½ ¾fff°ff  f½¯f¾°– ¯f¾°–½ ¾fff° f½  ¾ °  f° ¾f¯f ¾f¯f°°–  ©f¾f¯f¯°–° ff°¾ f¯f°fff¯°–°f°f¾f¯½f¾  ¾f¾f½     °¾¾¯  ©f¾f¯f°ff½ ¾fff°ff °¯ ff°½ ¯ fff°¾f½ f°–°f°fn½ ¾f  .

° 9 ° f° f°9 °– ¯ f°–f°  f°–°f¾ff°– fff° . f f ¾f  f°° –ff ° –ff ½f  O f°n¾°– 9 ¯ f°f½ f¾  ° ½f f½ ¾fff°f° °f¯°½ ¾fff°f°¯ ¯f–°f ¾ f°–f°9 ¾fff°f°¾n¾ ¯ ¯½°ff¯  .

° 9 ¾ff°° @ f¾€ .

 ° ©¯ ¯ f½ f¾½  f½f½ °–¾ff ° ° ¾f° ¯ ¯ fnf f°–  f f¯f¾°– ¯f¾°–¾ f f½ ½f°f½ ¯ ©fff  O O O ° °  9 °––f °–f°D¾ff 9 °– f°9 °––f °–f°D¾ff °f¾ff¾ ¯f°f¯f¾ ¯f°  ¯ f°– f°½ ¾f°–f° ff¯© °¾½  ¯½  ¯f½° ½ ¯f¾ff°°f¾ ¯f°f¯f f° f¾ °––f¾ °–f¯ ½ ¾f°–f°f°– f¾ f f°¾f°– ¯ °–fff°  D°¯ °–ff¾f f°f¾f°–¯ –f°f°ff½ ¾fff°f°–¾f °–f°½ ¾fff°f°–f° ½ f°f f ff°¾f ° ©f¾f¯ff°–¾f°–¯ °–°°–f° ff¾f ° ©f¾f¯ff°– f½f  ¯½ f ff °–f°¯ f½ °––f °–f°¾fff°ff fff ½ ¾fff° °–f°½ ¾fff°f°–f° f f°–¾ © °¾¯f½°f°– f¾ © °¾   f¾ff°½ °fff°¾f° ff°f°¾ f°–f°%9%- ½ff–f€f°  #9 °––f °–f°¾ff% ¾° ¾¾n¯ °f°%f ff½ °fff° fff ½ ¾fff°f°– ½¾f¯ °©f  ¾f °f¾ °¯f °f¾f½ ¾fff°¯ °f °–f°%°°–%½ ¾fff°f°ff¯ ¯½    ° f%n°%ff¾ff f°½ f¾½ ¾fff°f°#  f°–f°¯ °f °¾% % ½ °– f°°ff ff¾ f–f   #9 °––f °–f° f f°¾fff ff¾ff°¯ °––f °–f°¾f½ ¾fff° °–f°¾fff  ½ ¾fff°f°  ff¯¾f ¾ff° °¯¾ # f €°¾ ff¾  f½f f¯  ¾¯½f° ff½ °––f °–f°¾ff¯ ½ff°¾ff½ °– ¯ f°–f°ff ½ f¾f°½ ¾fff° °–f°nff¯ °ff°½ ¾fff° °–f°¾fff ½ ¾fff°f°¯ °©f ¾f  ¾ff° °¯   °¾ f° °½ °––f °–f°¾ff f  °¾ © °¾½ °––f °–f°¾ff  f¾ff°9- ½ff–f€f°   f½f f© °¾½ °––f °–f°¾fff  %¾¾%fn¾°%f ff¾f½ °––f °–f°¾ff ¯f°f¾ff¾f½ ¾fff° f½ °–f¾¾ O O O O O .

–  f½ °––f °–f°¾ff °–f°nff¾f½ ¾fff°¯ ¯ ½ ¾fff°f°f°– ¯ f° ½ ¾fff°f°–  °f ¾ ¯ °©f f°f½ ¾fff°°fff   ff° 9 ¾fff°f°–  °f ¾ f f¯ ¯½°f¾f¾¯f– f°f°–¯ ¯½°f¾f¾¯f ff½ ¾fff°f°–¯ ¯ °f  °¾ f¾ ¯ ½ff° °f° f¯ –  f½ °––f °–f°¾ff °–f°nff¾f½ ¾fff° –f °– °–f°½ ¾fff°f°¯ ¯ °¾f½ ¾fff° f €f¾ f½ °––f °–f°¾ff °–f°nff¯ ¯ ¾ f–f° ¾f¾ff¯ff¾ ¾ff¯½ ¾fff° f°°¯ ¯½  f½ °– ° ff°%n°°–°  ¾% 9 ¾fff°f°– f¾f ¾  f f°–f° ¾f¾¯°f f°¯f¾ ½ f¾¾ f–f¯f°f½ ¾fff°f°°f  ¾¾ 9 °– f°¾¾  ¯¯ ¯ ff¾ f°© °f°–©f° f°¯f¾½ ¾fff°¯ ff°f¾¾    fff°  ff¾½ °– f° ff¾¾   f¾ff° f½f €°¾ ff¾ ¯fff¾¾ f½f ¾¯½f°¾ f–f½ °–f¯ ff° ½ ¯f°¾f ½ ¾fff° ½ ¾fff°f°f°– ff° °–f°nff¯ ¯ ¾ f–f°ff¾ ¾ff¯½ ¾fff°  ¯f°f½ ¾fff°f°– f¯ f f½¯ ¯¯¾ °  f° °–f°¯f¾ °½ ¯ f°¾ff   .O O O O O %fn %¯ ¯½   ° fff¾ff°  f°½ f¾½ ¾ff°f°– f¾¾%fn %  °–f° ¯ ¯ f°ff  ° ¯ °–f¾f f© f° ff¯ °– ff°¾ff¯  %9 °ff° ½ ¯f°%°°–€°  ¾$½°–€°  ¾%f ff¾f½ °––f °–f°¾ff ¯f°f½ff ½ ¯ –f°–¾ff¯½ ¾fff°f°– –f °– ¾f¯f ¾f¯f¯ °ff° ° fff¾¾  ff¾ nff € € ¾ ff°  f°½ f¾ ° f½ ¾fff°f°– –f °– ¾  f°¾ f°©°f¯ ¯ ¾f¯f ¾ –ff ¾ f°¯f°€fff°–¯  f½f f °f¾–f °–f° ¾ °––f ff f½ff°– f½f  °€f¾ ¾ f–f½ ¾fff°½ °–f¾¾%fn %  ° °½ °––f °–f°¾ff  f½° ° °½ °––f °–f°¾ff¯ °€°%  % f½f  ff°  ff¯ f½f –°–f° f°fff°¾ f–f   %°©f f °½ °––f °–f°°f   f½f–f °½ °––f °–f°¾ff¾ f–f   9 °––f °–f°¾°f f½ °––f °–f°½ ¾fff° ½ ¾fff°f°–¾ © °¾f°–¯ °©f ¾f½ ¾fff° f°–  ¾f 9f f¯¯°f f¾f  °°f½ °––f °–f°¾ff°f ff°¯ °–° ff f°f ½ ¾f°–f° f°ff½ ¾fff°f°–¾ © °¾ f°¯ °°–ff° €¾ °¾ f°ff½ ¾fff° ½ ¾fff°f°– ¾f°–f° ¾   9 °––f °–f° f f½ °––f °–f°½ ¾fff°f°–¾ ¯°f  f°f¯ ¯½°f °–f°f°– ¾f°–¯ °–°°–f° ¯¾f°f¾f½ ¾fff°f°f°– ¯ f°½ ¯f¾%¾½½ % ff° f½ ¾fff° f°f°– ¯ f° –f °–f–f f½f ©f–ff f°f ½f¾f° ff° f f°°°f¾½ ¾  9 °––f °–f°°–¯ f f¯ ½ff°¯ °f¾ f½ °––f °–f°¾°f f° f  9 °––f °–f°°–¯ f°¯ ½ff°–f °–f° f½ ¾fff° ½ ¾fff°f°–¯ ¯¾fff°– f°f°¯¾f°f½ ¾fff°f°–f° –f °– °–f°½ ¾fff°©f¾f  f°½ ¾fff°¯ff°f° %nf °–%  % f°–f° f¾ –¯°f ½ °––f °–f°¾ff  f–¯ °©f   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful