Hakikat Manusia Dan Pendidikan

Filed under: Ilmu Pendidikan, Kependidikan Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Bukti paling kongkrit yaitu manusia memiliki kemampuan intelegesi dan daya nalar sehingga manusia mampu berifikir, berbuat, dan bertindak untuk membuat perubahan dengan maksud pengembangan sebagai manusia yang utuh. Kemampuan seperti itulah yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan lainnya. Dalam kaitannya dengan perkembangan individu, manusia dapat tumbuh dan berkembang melalui suatu proses alami menuju kedewasaan baik itu bersifat jasmani maupun bersifat rohani. Oleh sebab itu manusia memerlukan Pendidikan demi mendapatkan perkembangan yang optimal sebagai manusia. Pada dasarnya ada dua pokok persoalan tentang hakikat manusia. Pertama, telaah tentang manusia atau hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan di muka bumi ini. Kedua, telaah tentang sifat manusia dan karakteristik yang menjadi ciri khususnya serta hubungannya dengan fitrah manusia. Ragam pemahaman tentang hakikat manusia, sbb: 1. HOMO RELIGIUS: Pandangan tentang sosok manusia dan hakikat manusia sebagai makhluk yang beragam. Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan-Nya. Melalui kesempurnaannya itulah manusia bisa berfikit, bertindak, berusaha dan bisa manentukan mana yang baik dan benar. Disisi lain manusia meyakini bahwa ia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan sang pencipta alam semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia, pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius yang mempercayai adanya sang maha pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan dimuka bumi ini. 2. HOMO SAPIENS: Pemahaman hakikat manusia sebagai makhluk yang bijaksana dan dapat berfikir atau sebagai animal rationale. Hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi dan paling mulia. Hal ini disebabkan oleh manusia karena memiliki akal, pikiran, rasio, daya nalar, cipta dan karsa, sehingga manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya. Manusia sebagai suatu organisme kehidupan dapat tumbuh dan berkembang, namun yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia memiliki daya pikir sehingga ia bisa berbicara, berfikir, berbuat, belajar, dan memiliki cita-cita sebagai dambaan dalam menjalankan kehidupannya yang lebih baik. 3. HOMO FABER: Pemahaman hakikat manusia sebagai makhluk yang berpiranti (perkakas). Manusia dengan akal dan ketrampilan tangannya dapat menciptakan atau menghasilkan sesuatu (sebagai produsen) dan pada pihak lain ia juga menggunakan karya lain (sebagai konsumen) untuk kesejahteraan dan kemakmuran hidupnya. Melalui kemampual dan daya pikir yang dimilikinya, serta ditunjang oleh daya cipta dan karsa, manusia dapat berkiprah lebih luas dalam tatanan organisasi kemasyarakata menuju kehidupan yang lebih baik.

* Crow & Crow dan (1958) : “ belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan. dan dimensi keindahan atau estetika lainnya. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”. Dalam hal ini. Sosok manusia yang memiliki cita. rasa. yaitu : . kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku. pengetahuan dan kecakapan”. apa sesungguhnya belajar itu ? Di bawah ini disampaikan tentang pengertian belajar dari para ahli : * Moh. * Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi” * Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”. namun pada saat yang bersamaan manusia juga sebagai kawan sosial bagi manusia lainnya. Manusia sebagai makhluk etis dan estetis: Hakikat manusia pada dasarnya adalah sebagai makhluk yang memiliki kesadaran susila (etika) dalam arti ia dapar memahami norma-norma sosial dan mampu berbuat sesuai dengan norma dan kaidah etika yang diyakininya. 14:54 » Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. * Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan. * Gage & Berliner : “belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang yang muncul karena pengalaman” Dari beberapa pengertian belajar tersebut diatas. Pemahaman yang terakhir inilah yang harus dihindarkan agar tidak terjadi malapetaka dimuka bumi ini. makhluk yang memiliki jati diri. Hakikat Belajar « on: 03 February 2010. Sejarah telah membuktikan adanya perang saudara ataupun pertikaian antarbangsa. Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku. Sedangkan makna estetis yaitu pemahaman tentang hakikat manusia sebagai makhluk yang memiliki rasa keindahan (sense of beauty) dan rasa estetika (sense of estetics). Ia berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu masyarakat tertentu. Ia senantisa berinteraksi dengan lingkungannya. sikap.4. Walaupun terdapat pendapat yang berlawanan. Lantas. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. 5. kebiasaan. pengetahuan dan sikap baru”. ada yang menyebut manusia adalah serigala bagi manusia lain (homo homini lupus). pada akhirnya hanya membuahkan derajat peradapan manusia semakin tercabik-cabik dan terhempaskan. HOMO HOMINI SOCIUS: Kendati manusia sebagai makhluk individu. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. yang memiliki ciri pembeda antara yang satu dengan yang lainnya.

maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru. Untuk memperoleh perilaku baru. 3. Perubahan yang bersifat positif. Perubahan yang fungsional. sikap dan keterampilan berikutnya. 2. seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Begitu juga. Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan. Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional). maka pengetahuan. sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan. individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan . 4. setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku. pengetahuan. Perubahan yang bersifat aktif. akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan. seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Misalnya.1. Begitu juga dengan hasil-hasilnya. baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu). individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan. dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru. Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan. Misalnya. seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya. Begitu juga. misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat. 5. dengan memperoleh sejumlah pengetahuan. Misalnya. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.

Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Perubahan yang bersifat pemanen. Misalnya. perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk : 1. 2003). konsep abstrak. dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”. mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan. Misalnya. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination). Strategi kognitif. Misalnya. Kecakapan intelektual. misalnya: penggunaan simbol matematika. Perubahan perilaku secara keseluruhan. Begitu juga. Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata. memahami konsep konkrit. baik secara tertulis maupun tulisan. tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. mahasiswa belajar mengoperasikan komputer. Misalnya. Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai. 6. maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji bukubuku psikologi pendidikan. tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan. Dalam konteks proses pembelajaran. Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun. misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda. jangka menengah maupun jangka panjang. yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol. aturan dan hukum. 8. dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah. maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut. 7. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran. 3. yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal. strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. baik tujuan jangka pendek. berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya. dan sebagainya. sedangkan strategi kognitif . sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”.perubahan. Perubahan yang bertujuan dan terarah. Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. 2. definisi. kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Informasi verbal. mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”.

didalamnya terdapat unsur pemikiran. yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat. sedih. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa. 2. gembira. Keterampilan. Inhibisi (menghindari hal yang mubazir). Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut. 3. perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil belajar meliputi perubahan dalam kawasan (domain) kognitif. marah. 4. 4. senang. beserta tingkatan aspekaspeknya. 5. Pengamatan. seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru. 7. ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik. Sementara itu. 8. was-was dan sebagainya. Kecakapan motorik. menafsirkan.lebih menekankan pada pada proses pemikiran. sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar. afektif dan psikomotor. dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar. yakni proses menerima. Sedangkan menurut Bloom. Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam : 1. Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan. benci. Apresiasi (menghargai karya-karya bermutu. kecewa. 5. Kebiasaan. seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik. Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why). 6. Dengan kata lain. Sikap. yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi. 9. perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak. Berfikir asosiatif. Moh. (lihat tautan ini : Taksonomi Perilaku Menurut Bloom) .