P. 1
TUGAS FISIOLOGI TUMBUHAN

TUGAS FISIOLOGI TUMBUHAN

|Views: 413|Likes:

More info:

Published by: Nur Alindatus Sa Diyah on Sep 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

TUGAS FISIOLOGI TUMBUHAN SEL TUMBUHAN DAN LINGKUNGANNYA

Disusun oleh : Nur Alindatus Sa’ Diyah (1509100061)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

September 2011 Penyusun .KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas FisiologiTumbuhan ini dengan tepat pada waktunya. Surabaya. Semoga dengan membaca resume ini. Tak lupa penyusun mengharap kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk perbaikan resume ini. para pembaca mampu mendapat pengetahuan yang lebih dalam mengenai Sel Tumbuhan dan Lingkungannya dan apabila dalam penulisan resume ini terdapat kekeliruan penyusun memohon maaf. guna memenuhi nilai tugas mata kuliah Fisiologi Tumbuhan.

Sitoplasma terdiri dari sitosol. 1995). Antar sel dihubungkan dengan plasmodesmata (Salisbury dan Ross. Sel tumbuhan meliputi berbagai organel seperti dinding sel. yang paling mendasar perlu di pelajari adalah ilmu tentang sel. kemajuan fisiologi tumbuhan hampir seluruhnya bergantung pada kemajuan dibidang fisika dan kimia.1 Sel Tumbuhan Sel tumbuhan termasuk dalam sel eukariot. organel dan inti sel. pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan merupakan aktivitas sel-sel tumbuhan. Sel tumbuhan terdiri dari dinding sel dan protoplas. ribosom. plastida dan nukleus. mitokondria. meliputi: 1) Aktivitas hidup yang dilakukan oleh tumbuhan. 3) Fungsi setiap jenis organ. badan golgi. sitoplasma. Fisiologi tumbuhan. membran plasma. Memiliki membran inti dan memiliki organel bermembran (Salisbury dan Ross. Karena itu. Masing-masing organel memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. seperti halnya cabang ilmu biologi lain. Fisiologi tumbuhan sebenarnya merupakan terapan dari fisika dan kimia modern untuk memahami tumbuhan. kimia. Protoplas terdiri dari membran sel dan sitoplasma. dan pertumbuhan serta perkembangannya sebagai hasil dari respon tersebut. jaringan. molekul atau makromolekul).1 Fisiologi tumbuhan Fisiologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari fungsi tumbuhan dan apa yang terjadi pada tumbuhan hingga mereka itu hidup. 1995). rangka sel. 2) Proses dan fungsi yang menyangkut tanggapan tumbuhan terhadap perubahan lingkungan. badan mikro. 1995). Fisiologi tumbuhan berarti suatu bidang ilmu yang mengkaji fenomenafenomena penting di dalam tumbuhan. sel. dan organel sel dalam tumbuhan serta fungsi setiap komponen kimia (ion. sferosom. Tumbuhan termasuk organisme multiseluler yang terdiri dari berbagai jenis sel terspesialisasi yang bekerja sama melakukan fungsinya. Fotosintesis. Dalam mempelajari fisiologi tumbuhan.SEL TUMBUHAN DAN LINGKUNGANNYA 1. mempelajari proses kehidupan yang sering mirip atau identik pada banyak organisme (Salisbury and Ross. 2. metabolisme. . retikulum endoplasma. Fisiologi tumbuhan bergantung pada ilmu fisika. vakuola. dan anatomi tumbuhan serta biologi molekuler. Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki selaput inti dengan panjang sel 10-100 μm.

Gambar 2. Sel muda yang tumbuh. beberapa macam sel penyimpanan. Banyak sel tumbuhan dewasa. yang terkadang sangat khusus.1 Sel tumbuhan 2. Dinding sel membungkus protoplas yang meliputi membran plasma dan semua yang ada di dalamnya. Membran ini biasanya melekat erat pada dinding karena adanya tekanan dari cairan di dalam. tebalnya antara 1–3 µm (kira – kira setebal seluruh sel bakteri).1. Dinding primer ini tersusun dari ± 9-25 % selulosa. 1995). semua sel parenkim dan beberapa jenis sel lain hanya mempunyai selapis dinding primer.1 Dinding Sel Semua sel memiliki membrane yang berfungsi membungkus isinya.1. Gambar 2. Dinding ini tipis dan terbentuk lagi selagi sel sedang tumbuh.1.2 Struktur Dinding Sel 2. Molekul selulosa yang panjang dan tidak bercabang itu bergabung membentuk serat – serat . terutama jaringan xilem yang telah selesai tumbuh mempunyai dinding sekunder di antara dinding primer dan membran selnya (Salisbury dan Ross. sel yang melakukan fotosintesis di daun .1 Dinding Sel Primer Dinding primer lebih tipis dibanding dengan dinding sekunder. tapi sel hewan dan beberapa sel protista tak berdinding melainkan hanya bermembran. Di antara dinding primer sel – sel yang berdampingan terdapat lamela tengah (sebagian besar terdiri dari pektin) yang merekatkan kedua dinding sel tersebut.

Pada hampir semua sel kayu dan sel gabus. 1995).1. 1995). yang berada di antara kedua dinding sel – sel anak (Salisbury dan Ross.1.silindris panjang yang disebut mikrofibril (serat mikro). Dinding primer mengandung 25-50 % hemiselulosa. Dinding primer umunya juga mengandung ± 10 % protein yang berperan penting dalam pertumbuhan sel (protein ekstensin) dan dalam mengenali molekul asing (protein lektin) (Salisbury dan Ross. Dinding primer bisa bertambah luasnya hingga 20 kali lipat selama pertumbuhan diduga dinding sel merupakan medium tempat berlangsungnya berbagai fungsi protoplas. yakni jaringan molekul yang berisi air. protoplas mensekresikan dinding sekunder setelah sel berhenti membesar. protoplas mati dan isinya hilang dari sel tersebut sehingga hanya dindingnya yang tertinggal. 2.3 Lamela Tengah . Dinding sekunder umunya lebih tebal daripada dinding primer. Hal ini terjadi khusunya pada jaringan xilem yang pada keadaan dewasa akan menjadi penopang bagi tumbuhan atau akan menjadikan cairan di dalamnya berada di bawah tegangan. Air dan linarut dapat bergerak ke seluruh bagian tumbuhan melalui medium dinding sel ini dan disebut apoplas (Salisbury dan Ross.5-8. Bahan pembangun lempeng sel menjadi lamela tengah yang kaya akan pektin. Sebuah lempeng sel (fragmoplas) terbentuk ketika dinding sel baru akan membagi sel menjadi dua anak sel. Dinding primer ini mulai terbentuk pada sel yang sedang menyelesaikan pembelahan. dan kadang 22-28 % ligninyang menyebabkan tidak mudah dimampatkan dan diubah bentuknya (Salisbury dan Ross.1.1. Dinding primer dapat beradaptasi dengan pertumbuhan secara mengagumkan. setelah dinding sekunder disekresikan. 1995). Tebal mikrofibril 4. Dinding sekunder ini terdiri dari ± 41-45 % selulosa. 30 % hemiselulosa.5 nm. Lempeng sel ini terjadi dari mikrotubul yang berbeda dengan mikrotubul yang membuat gelendong ketika terjadi pemisahan kromatid. maka mikrofibril bersifat seperti kristal dan mempunyai daya tahan regang sekuat kawat baja pada kabel.2 Dinding Sel Sekunder Pada banyak sel tumbuhan. Bahan lain yang dekat hubungannya ialah senyawa pektat yang menyusun 10-35 % dinding primer serta sangat terhidrasi. Dalam responnya terhadap berbagai molekul pengatur tumbuh ia ‘melunak’ dengan cara serat mikronnya meregang di arah membujurnya dan saling menggeser ke dalam metriks berisi air itu. 2. 1995). Karena susunan molekul selulosanya searah.

sehingga dindig sekunder melangkahi bukaan yang sangat khas yang disebut ceruk. biasanya mencakup 80-90 % atau lebih bagian sel tumbuhan dewasa. Plasmodesmata dan bentuk Dinding Sel lain Dinding sel primer biasanya memiliki sejumlah daerah penipisan yang disebut lapang ceruk primer.4 Ceruk. 1995). butir protein. Pektin dapat diuraikan dengan bantuan beberapa enzim tertentu seperti yang terjadi pada buah yang masak (Salisbury dan Ross.1.Senyawa pektat yang berupa gel merekatkan sel – sel yang berdampingan. Seluruh protoplas hilang dari unsur xilem dewasa (trakeid dan pembuluh).1.1. 1995). Vakuola adalah volume air dan bahan terlarut yang terbungkus membran. menghubungkan protoplas sel – sel tersebut (Salisbury dan Ross. membentuk lamela tengah. plasmalema dan nucleus bersama – sama disebut protoplasma. Sitoplasma eukariot merupakan matriks berair yang kompleks yang mengandung banyak molekul. Daerah inimemiliki plasmodemata dengan kerapatan tinggi. Bahan dinding sekunder tidak melapisi lapang ceruk primer. Tabung tersebut merupakan system membran khusus yakni retikulum endoplasma dan disebut desmotubul. Kandungan protoplas dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yakni sitoplasma. Plasmodesmata tampak seperti terowongan yang terjadi dari perluasan membran plasma dari sejumlah sel yang bersebelahan dan berisi sebuah tabung berdiameter ± 40 nm. gum. 1995).1. Plasmodesmata diperkirakan sangat penting karena mereka mempersatukan protoplas pada jaringan atau tumbuhan menjadi satu kesatuan yang berfungsi (dinamakan simplas) (Salisbury dan Ross. nukleolus dan vakuola. Beberapa sel tumbuhan juga mnumpuk sejumlah bahan murni seperti kalsium oksalat. 2. 2.3 Komponen Sitoplasma . sebagian dalam bentuk suspensi koloid. Pada ceruk terlindung dinding sekunder melengkung membentuk rongga ceruk (Salisbury dan Ross.2 Protoplas Eukariot Protoplas berdiameter 10 – 100 µm. minyak dan resin yang bersama – sama disebut bahan ergastik (Salisbury dan Ross. 2. Ada sua jenis ceruk yaitu sederhana dan terlindung. 1995). Sitoplasma. berupa jalinan benang sitoplasma tipis yang meruak melalui dinding sel yang bersebelahan. 1995).

Membran plasma bersifat diferensial permeabel. Secara fisik sitoplasma merupakan senyawa yang liat agak bening jika terkena sinar dapat dilihat. Bagian lipofilik. Sitoplasma tersusun atas cairan dan padatan. Molekul protein yang mencakup 50 % bahan membran tenggelam di lapisan rangkap itu. badan golgi. karena mengandung protein. dengan satu atau kedua ujung menonjol ke salah satu atau kedua permukaan membran. selimut inti dan organel sel serta membran lain yang berasal dari retikulum endoplasma atau badan golgi. Sedangkan sitosol yang berada di bagian dalam sel (endoplasma) bersifat sol. artinya dapat melalukan senyawa kimia tertentu dan tidak melalukan senyawa lainnya. Cairan sitolasma disebut sitosol.Sitoplasma merupakan bagian dari protoplas. Padatan sitoplasma adalah organel – organel. Konsep yang berkembang sejak abad lalu adalah bahwa sistem endomembran meliputi retikulum endoplasma.3. 2004).1. molekul tersebut menghadap ke dalam lapisan rangkap. Osmosis.01 µm. Kedua permukaan membran berbeda secara khas. komponen penyusun membran plasma meliputi lipid membran plasma. gula. Membran merupakan lapisan rangkap lipid dengan bagian hidrofilik molekul lipidnya berada di permukaan. 1995). . Ribosom bukan bagian dari sistem endomembran. Mitokondria dan plastid diselimuti oleh selapis membran yang halus dan membran dalam yang berlekuk – lekuk. Sitosol yang berada di dekat membran sel (ektoplasma) biasanya bersifat gel. Sifat sitosol berubah – ubah.1 Membran Plasma atau Plasmalema Membran plasma memiliki ketebalan 0. Membran plasma sel eukariot dan sel prokariot pada dasarnya serupa. ion – ion. lemak dan protein (Syamsuri. dan karbohidrat membran plasma. demikian pula dengan mikrotubul dan mikrofilamen yang membangun rangka sel (Salisbury dan Ross. protein membran plasma. yang terjadi karena air menembus membran lebih cepat daripada linarut mengatur aliran itu. Keduanya mengatur aliran linarut masuk dan keluar sel. 2. Fungsi sitoplasma sebagai tempat penyimpanan bahan – bahan kimia yang penting bagi metabollisme sel. seperti enzim – enzim.

sitoplasma. dan mungkin pula mempunyai beberapa fungsi yang belum diketahui secara lengkap. badan mikro. perangakt golgi. selimut inti. Retikulum endoplasma adalah komponen sitoplasma yang sangat dinamis. dalam pengendapan berbagai bahan di organel tersebut dalam biosintesis serta pengangkutan bahan yang akan disekresikan ke luar sel. Retikulum endoplasma yang ditempeli banyak ribosom disebut retikulum endoplasma kasar. Ketebalan membran luar adalah 7.2 Sistem Endomembran Sistem endomembran berperan penting dalam produksi organe.  Retikulum Endoplasma Pada banyak sel retikulum endoplasma menyerupai kantung kempis yang berlapis – lapis yang dinamakan sisterna . 1995). Fungsi lain retikulum endoplasma adalah mengangkut enzim tertentu dan proteim lain menembus membran plasma dan keluar dari sitoplasma dalam proses sekresi (Salisbury dan Ross. sehingga tebal seluruh selimut inti adalah 25-27 nm. 1995). sferosom dan butir protein (Salisbury dan Ross. Membran dalam dan membran luar menyatu membentuk pinggiran pori. Selimut inti mempunyai banyak pori.1. Ketika inti membelah. Dari permukaan terlihat pori itu bersegi delapan dan berdiameter ± 70 nm. Gambar 2. Sistem endomembran meliputi retikulum endoplasma. Bentuk pipalebih banyak terdapat pada sel yang berfungsi mengangkut atau mensekresikan lipid atau gula. Retikulum endoplasma halus tak beribosom dan sering berbentuk pipa.5-10 nm. 1995).3. pada sel lain terdapat ribuan tabung kecil yang disebut tubul.3 Membran Plasma 2.4 Retikulum Endoplasma  Selimut inti Inti (nukleus) dikelilingi oleh dua membran unit yang sejajar yang disebut selimut inti. sedangkan bentuk sisterna dengan ribosomnya sering berperan dalam sintesis protein. yang dipertahankan bentuknya oleh suatu bahan sehingga terjadi struktur yang disebut .Gambar 2. selimut inti rusak dan menghilang (Salisbury dan Ross. Diduga lapisan retikulum endoplasma yang berada dekat plasmalema membantu mengatur bahan keluar masuk sel. Kedua lapis membran itu dipisahkan oleh ruang perinukleus yang lebarnya 10-40 nm. membran vakuola.

karena itu Gambar 2.5 nm). air mengikutinya secara osmotik sehingga sel itu menggembung atau mengempis. Benda ini berasla dari retikulum endoplasma juga. 1995). 1995). Badan golgi mempunyai sifat lain di samping untuk pertumbuhan plasmalema dan mengangkut bahan menuju ke dinding sel. potensial air khususnya penting bagi sel penjaga dari perangkat stomata.5 mm dan berbutir – butir di sebelah dalamnya.5 sampai 1. Plasmalema mengendalikan keluar masuknya linarut di sitoplasma sedangkan tonoplas mengangkut linarut keluar masuk vakuola. Seluruh diktiosom dalam sel disebut perangkat golgi. Tonoplas menyerupai plasmalema namun berbeda fungsinya dan sering agak tipis (7. badan golgi sangat banyak terdapat di sel sekresi (Salisbury dan Ross. jadi mengendalikan potensial air sel. Satu nukleus bisa mempunyai 10. Diameternya berkisar antar 0. kadang disertai Kristal protein.000 pori dengan jarak normal (Salisbury dan Ross. 1995). Hasilna stomata membuka atau menutup (Salisbury dan Ross.  Perangkat Golgi Seluruh diktiosom (tumpukan piring pipih berongga di dalamnya dengan tepian yang menggelembung dan dikelilingi oleh benda bulat – bulat). Bahan itulah yang mengisi pori dan ada terowongan sempit di tengahnya. Umumnya tiap diktiosom mempunyai 4 – 6 sisterna yang berjarak ± 10 nm satu sama lain. Kalium dan ion lain dipompa ke dalam dan ke luar vakuola sel penjaga. Benda bulat di sekelilingnya yang nampaknyaterlepas dari sisterna disebut kantong golgi atau kantung diktiosom.5 Badan Golgi .sebagai annulus.  Membran vakuola atau tonoplas Membran tunggal yang sangat penting pada sel tumbuhan dan sel cendawan adalah membran yang menyelimuti vakuola yang disebut membran vakuola atau tonoplas.  Benda Mikro Benda mikro adalah organel bulat yang terbungkus oleh hanya satu membran unit.

Butir protein itu diselimuti membran unit yang mungkin berasal dari retikulum endoplasma. Glioksisom mengurai lemak menjadi karbohidrat selama dan sesudah perkecambahan biji (Salisbury dan Ross. khususnya protein aktin. protein menumpuk dalam organel terbungkus membran yang dinamakan butir protein. khususnya di kromosom saat sel ite membelah atau di organel sel. 2. mikrofilamen aktin dan benang – benang penghubung membentuk sistem rangka sel yang berlainan tapi berintegrasi dengan baik.  Oleosom dan Butir Protein Oleosom berbentuk bulat dan diselimuti setengah membran unit yang mungkin berasal dari retikulum endoplasma. dapat dianggap sebagai vakuola khusus.  Mikrofilamen Mikrofilamen merupakan struktur padat yang lebih kecil.5-2. Pada sel penyimpanan dalam biji yang sedang berkembang. mikrofilamen terdiri dari protein. berdiameter 5-7 nm yang bertindak sendiri atau bekerja sama dengan mikrotubul untuk menggerakkan sel.  Mikrotubul Mikrotubul merupakan silinder panjang yang berongga dengan diameter luar kira – kira 25 nm dan diameter dalam 12 nm. Kisaran diameternya antara 0.3. Peroksisom menguraikan asam glikolat yang dihasilkan dari proses fotosintesis. mendaur ulang molekul lain kembali ke kloroplas. Mikrotubul terdiri dari molekul bulat – bulat protein yang disebut tubulin yang secara spontan saling bergabung pada kondisi tertentu membentu silinder panjang berongga.gerak itu meliputi pengendalian arah mikrofibril selulosa pada dinding sel. Sferosom sebagian besar berisi bahan berlemak dan barangkali pusat sintesis dan penyimpanan lemak. Fungsi mikrotubul yang paling penting berkenaan dengan gerak yang mengarah. Dua jenis benda mikro yang sangat penting adalah peroksisom dan glioksisom yang masing – masing berperan khususdalam aktivitas kimia sel tumbuhan. Fungsi lain mikrofilamen adalah . Diketahui pula bahwa mikrotubul.1. 1995).0 mm. masing – masing dengan penyebaran khasnyasendiri di dalam sel dan masing – masing membantu menetukan bentuk sel.3 Rangka Sel Diketahui bahwa mikrotubul dan mikrofilamen berprotein terdapat di hampir semua sel eukariot.merupakan bagian sistem endomembran. gerak sel itu sendiri atau gerak flagella.

3. Ribosom bebas tersuspensi dalam sitosol. Ribosom terdiri dari subunit besar dan kecil yaitu rRNA dan protein.6 Ribosom . Ribosom ini mensintesis sebagian protein yang terdapat di organel tersebut (Salisbury dan Ross.1. 1995). Setiap subunit disintesis di dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui pori nukleus ke dalam sitoplasma. sehingga mampu mensintesis porteinnya sendiri (Salisbury dan Ross. batang atau kawat kecil yang beragam bentuk dan ukurannya. dan banyak enzim yang mengendalikan berbagai tahap dalam respirasi sel khususnya dan metabolisme umumnya ditemukan di sana atau di dalam matriks. Terbungkus membran rangkap.5 Mitokondria Pada mikroskop cahaya. Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. kalau arah mikrofilamen berubah maka berubah juga arah aliran sitoplasma (Salisbury dan ross.sering ribosom membentuk rantai seperti untaian.1. Mitokondria memiliki DNA dan ribosom kecil di dalam matriksnya. Struktur ini dinamakan poliribososm atau polisom dan masing – masiung diikat menjadi satu benangn. sementara ribosom terikat dilekatkan pada bagian luar jalinan membran yang disebut retikulum endoplasmik. Gambar 2. mitokondria terlihat seperti bulatan. 2002). Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. 1995). 2. Ribosom tersebar di sitoplasma atau bergabung dengan retikulum endoplasma kasar di dalam sel dan selalu di membran rangkap retikulum endoplasma di sisi sitosol. contohnya ialah enzim-enzim yang mengkatalisis proses metabolisme yang bertempat di dalam sitosol (Campbell. Ribosom.4 Ribosom Sintesis protein meerupakan fungsi sel yang vital yang berlangsung di ribuan ribosom (masing – masing berdiameter 15-25 nm).3. Ribosom yang lebih kecil ada di mitokondria dan kloroplas. tapi khususnya dalam pola spiral (terpilin). 1995). permukaan luarnya berlubang-lubang sedang permukaan dalamnya membentuk tonjolan-tonjolan (kristae) yang masuk ke dalam stroma.mengatur arah aliran sitoplasma. Sebagian besar protein yang dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Membran dalam membungkus matriks.benang mRNA. 2.

6 Plastid Plastid merupakan struktur khusus. Gambar 2. rata-rata berdiameter 5 µm. Plastid membelah sama seperti mitokondria. 1995). Kloroplas mengandung suatu sistem membran yang bernama tilakoid yang sering sambung menyambung membentuk tumpukan membran yang disebut grana. 2. DNA diorganisasikan bersama dengan protein menjadi materi yang disebut kromatin. Nukleus ini umumnya merupakan organel yang paling mencolok dalam sel eukariotik. 1995). Di dalam nukleus. Enzim yang mengendalikan fotosintesis terdapat di membran tilakoid dan di stroma (Salisbury dan Ross.7 Mitokondria Ada dua macam plastid berwarna yaitu kloroplas yang mengandung klorofil dan berbagai pigmen yang menyertainya dan kromoplas yang mengandung pigmen lain (contoh pigmen merah pada warna tomat) (Salisbury dan Ross. dan hanya ditemui hanya pada tumbuhan dan beberapa protista. 2. tetapi adapula letaknya yang menurut pola tertentu.8 Kloroplas Gambar 2. 1995). Plastid tanpa warna disebut leukoplas. 2007). daerah sempit antara membran dalam dan membran luar. Membran dalam membagi mitokondrion menjadi dua ruangan internal yang pertama berupa ruangan intermembran. tetapi membran dalamnya berlekuku – lekuk dan disebut Krista. Grana terbenam dalam stroma.1.1. Eukoplas lain berisi protein cadangan (proteinoplas) (Salisbury dan Ross. diselimuti oleh sistem membran rangkap. Letak mitokondria dalam sel umumnya tersebar dalam plasma sel. Mitokondria mempunyai sifat plastis. Semua plastid tumbuh dari proplastid yaitu benda kecil yang ditemukan pada tumbuhan baik di dalam gelap maupun di tempat terang.Membran luar halus.4 Nukleus Nukleus mengandung sebagian besar gen yang mengontrol sel eukariotik (sebagian gen terletak di dalam mitokondria dan kloroplas). Plastid mengandung DNA dan ribosom yang terbenam (bersama membrannya) dalam matriks cair yang disebut stroma. Kromatin . karena itu bentuknya dapat berubah – ubah (Hasnunidah. Leukoplas yang paling dikenal adalah amiloplasyang mengandung dua atau lebih butir pati.3.

Nukleus mengendalikan seluruh fungsi sel dengan cara menentukan berbagai reaksi kimia dan tentunya juga struktur dan fungsi sel. vakuola dapat mengandung bahan-bahan yang mungkin berbahaya bagi sitoplasma (Salisbury dan Ross. Sebagian besar terbentuk dari ER. menjadi cukup tebal untuk bisa dibedakan sebagai struktur terpisah yang disebut kromosom. beberapa protein dan molekul lain. hampir setinggi konsentrasi garam di air laut dan di sitosol (umumnya 0. mengambil air secara osmosis dan bergabung satu sama lain. Sel muda yang aktif membelah di titik tumbuh batang dan akar mempunyai vakuola sangat kecil. Beberapa vakuola mengandung pigmen yang menimbulkan warna pada banyak bunga atau dauh.9 Nukleus . 2. kromatin kusut yang berbentuk benang akan menggulung (memadat). Sel dewasa sering memiliki vakuola yang mengisi 80-90% atau lebih volume sel. Pada beberapa bagian tumbuhan. Nukleus ini mengontrol sintesis protein dalam sitoplasma dengan cara mengirim mesenjer molekuler yang berbentuk RNA. Sewaktu sel bersiap untuk membelah (bereproduksi). nucleolus itu padat. nukeolus. Beberapa sel yang aktif membelah juga dapat bervakuola besar (Hasnunidah.1.6 M). Vakuola mengerjakan beberapa fungsi. Bentuk dan ketegangan jaringan yang hanya memiliki dinding primer adalah akibat adanya air dan bahan terlarut yang menekan dari dalam vakuola. bentuknya tak beraturan. (Campbell. molekul organik kecil seperti gula dan asam amino. lalu tumbuh bersama sel. 1995). dan protoplasmanya tersisih hingga hanya berupa lapisan tipis di antara tonoplas dan plasmalemma. berwarna gelap dan terbenam dalam nukleoplasma (Salisbury dan Ross. Nukeolus berdiameter sekitar 3-5 µm. Gambar 2. Nukleus mengandung satu atau (lebih sekitar empat) benda bulat kasar. 2007). Konsentrasi bahan terlarut di dalam vakuola cukup tinggi.yang diberi warna tampak melalui mikroskop cahaya maupun mikros-kop elektron sebagai massa kabur.4-0. 2002). Tekanan tersebut timbul karena osmosis. 1995). Ada ratusan bahan terlarut termasuk berbagai garam.5 Vakuola Badan khas di sel tumbuhan selain dinding sel dan plastida adalah vakuola.

1 Lingkungan Kamus mengartikan lingkunga sebagai keadaan objek atau kondisi yang mengelilingi sesuatu. responsnya sering tertunda dan terkadang terjadi penguatan.2.2.3 Respons tertunda termodulasi (kuantitatif) . respons tetap konstan atau mulai menurun jika pada taraf yang tinggi itu parameter menjadi bersifat racun atau menghambat (Salisbury dan Ross. respons tumbuhan berubah dengan segera (atau hampir segera). Contohnya peristiwa fotosintesis (tingkat cahaya).2.2 Respons terpacu atau nyala – padam Respons terpacu atau nyala – padam sifatnya faktor lingkungan melewati ambang. dan biotic yang berpengaruh terhadap organisme atau komunitas ekologi. Contohnya perkecambahan sebagai respons terhadap faktor seperti suhu rendah atau cahaya merah.1 Kejenuhan dan faktor pembatas Asas paling dasar daari respons tumbuhan terhadap lingkungan yang paling sering dijumpai adalah kejenuhan. transpirasi (menampung bahang). Bagian dari lingkungan tumbuhan yang merupakan gabungan dari faktor iklim.2.2 Jenis respons tanaman terhadap lingkungan 3. 1995). 1995).2 Beberapa asas respons tumbuhan terhadap lingkungan 3. kemudian ketikataraf atau konsentrasi parameter terus meningkat.2. 3. reaksi yang dikendalikan enzim (suhu). edafik (tanah).2. Organisme tanggap terhadap hampir semua parameter lingkungan menurut suatu pola umum: ketika suatu parameter meningkat. responsnya mulai nampak.2. 3. yang pada akhirnya menentukan bentuk dan kelangsungan hidup organisme atau komunitas itu (Salisbury dan Ross.2. 3. 3.1 Respons langsung (tidak ditunda) Respons langsung ini bersifat sejalan dengan perubahan lingkunga.3. sekalipun faktor kembali ke taraf semula. ia akan mencapai suatu ambang yang diatas ambang tersebut ia akan memulai memberi efek setelah itu responnya meningkat sampai sistem menjadi jenuh oleh parameter.

berbagai respons fitokrom. 1995). 3.1 Cekaman Air Peran air bagi tumbuhan sangat penting jika terjadi cekaman air maka konsekuensinya antara lain ada yang langsung atau tidak langsung kekurangan air pada tanaman akan mempengaruhi semua proses metaboliknya sehingga dapat menurunkan pertumbuhan tanaman.Respons tertunda termodulasi (kuantitatif) memiliki sifat tingkat responsnya ditentukan oleh taraf (potensi) faktor lingkungan. Serta efek kelebihan air berupa kekurangan oksigen. 3.1.2. pembentukan umbi).2. dan sering berinteraksi dengan jam biologi. dll. dan konsentrasi internal zat pengatur tumbuh.2. 3. sering terjadi penguatan dan penundaan.2.3.5 Respons efek pengkondisian Respons efek pengkondisian memiliki sifat perubahan bertahap dalam tumbuhan sebagai respons terhadap pajanan terus menerus pada kondisi lingkungan. gravitropisme.2.3. 3. Contohnya fototropisme.2.6 Respons efek ikutan Respons efek ikutan memiliki sifat efek kondisi tumbuh terbawa pada dua atau lebih generasi berikutnya.1 Respon Terhadap Cekaman Kelebihan Air Dampak genangan air: . Contohnya perkembangan resistensi terhadap embun es atau kekeringan (potensial air rendah). pemanjangan batang.4 Respons Homeostatis Respon homeostatis bersifat pemeliharaan keadaan internal konstan meskipun terjadi perubahan lingkungan. vernalisasi. Contohnya percobaan dengan tanaman kapri galur murni. sedangkan kekurangan air atau kekeringan akan mengakibatkan dehidrasi pada tanaman yang berpengaruh terhadap zona sel turgor yang selanjutnya dapat menghambat pertumbuhan tanaman. induksi fotoperiode (berbagai respons seperti pembungaan. Contohnya interaksi antara pembukaan stomata dan fotosintesis.3 Cekaman Cekaman biologis adalah segala perubahan kondisi lingkungan yang mungkin akan menurukan atau merugikan pertumbuhan atau perkembangan tumbuhan (Salisbury dan Ross. 3. 3.

penurunan laju fotosintesis. Kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis.  Genangan menyebabkan kematian akar di kedalaman tertentu dan hal ini akan memacu pembentukan akar adventif pada bagian di dekat permukaan tanah pada tanaman yang tahan genangan. Karena pembesaran sel adalah suatu proses yang tergantung pada turgor. mereka akan menggulung menjadi suatu bentuk yang dapat mengurangi transpirasi dengan cara memaparkan sedikit saja permukaan daun ke matahari (Campbell. permeabilitas akar. penyerapan air dan hara.2 Respon Terhadap Cekaman Kekeringan Cekaman kekeringan pada tanaman disebabkan oleh kekurangan suplai air di daerah perakaran dan permintaan air yang berlebihan oleh daun dalam kondisi laju evapotranspirasi melebihi laju absorbsi air oleh akar tanaman. . perubahan produksi aktivitas enzim dan hormon. daun menjadi tebal. adanya rambut pada daun. menurunkan pertukaran gas antara tanah dan udara yang mengakibatkan menurunnya ketersediaan O2 bagi akar  menghambat pasokan O2 bagi akar dan mikroorganisme (mendorong udara keluar dari pori tanah maupun menghambat laju difusi)  Genangan berpengaruh terhadap proses fisiologis dan biokimiawi antara lain respirasi. maka kekurangan air akan menghambat pertumbuhan daun muda. Respon tanaman yang mengalami cekaman kekeringan mencakup perubahan ditingkat seluler dan molekuler seperti perubahan pada pertumbuhan tanaman. serta perubahan ekspresi. Respon ini meminimumkan kehilangan air melalui transpirasi dengan cara memperlambat peningkatan luas permukaan daun. 2002).3. penyematan N. Kematian akar menjadi penyebab kekahatan N dan cekaman kekeringan fisiologis. perubahan metabolisme karbon dan nitrogen. sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. sensitivitas stomata. penurunan luas daun. volume sel menjadi lebih kecil. Defisiensi air yang terus menerus akan menyebabkan perubahan irreversibel (tidak dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan mati.1. peningakatan ratio akar-tajuk. 3. Ketika daun dari kebanyakan rumput dan kebanyakan tumbuhan lain layu akibat kekurangan air.

Tanaman yang tahan dalam kondisi cahaya terbatas secara umum mempunyai ciri morfologis yaitu daun lebar dan tipis. pembukaan stomata. CaCl2.1 Cekaman Panas Panas berlebihan dapat mengganggu dan akhirnya membunuh suatu tumbuhan dengan cara mendenaturasi enzim-enzimnya dan merusak metabolismenya dalam berbagai cara. fotosintesis. artinya tanaman yang toleran ketika ditanam diareal yang cukup cahaya .3. MgSO4. Stres akibat kelebihan Na+ dapat mempengaruhi beberapa proses fisiologi dari mulai perkecambahan sampai pertumbuhan tanaman. MgCl2 yang terlarut dalam air.3.3. sedangkan pada tanaman yang intoleran akan mempunyai ciri morfologis daun kecil dan tebal.2 Cekaman Dingin Ketika sel itu didinginkan di bawah suatu titik kritis. Ada tanaman yang tahan (mampu tumbuh) dalam kondisi cahaya yang terbatas atau sering disebut tanaman toleran dan ada tanaman yang tidak mampu tumbuh dalam kondisi cahaya terbatas atau tanaman intoleran. 3.3.4 Respon Terhadap Cekaman Cahaya Respon tanaman terhadap cahaya berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis lainnya. membrane akan kehilangan kecairannya karena lipid menjadi terkunci dalam struktur Kristal. Tumbuhan merespon terhadap cekaman dingin dengan cara mengubah komposisi lipid membrannya.3.3 Cekaman Suhu Secara fisiologis. Keadaan ini mengubah transport zat terlarut melewati membrane. suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Stres garam meningkat dengan meningkatnya konsentrasi garam hingga tingkat konsentrasi tertentu yang dapat mengakibatkan kematian tanaman. juga mempengaruhi fungsi protein membrane. Suhu merupakan salah satu penghambat dalam proses fisiologi untuk sistem produksi tanaman ketika suhu tanaman berada diluar suhu optimal terendah maupun tertinggi.3. 3. dan respirasi. Salah satu fungsi transpirasi adalah pendinginan melalui penguapan. Garamgaram yang menimbulkan stres tanaman antara lain ialah NaCl. Kedua kondisi tersebut akan dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan tanaman apabila pemilihan jenis tidak sesuai dengan kondisi lahan. 3.2 Cekaman Salinitas Stres garam terjadi karena salinitas atau konsentrasi garam-garam terlarut yang berlebihan dalam tanaman. 3.3.3. NaSO4.

Gambar 3. Terjadinya osmosis mempengaruhi tingginya tekanan turgor. begitu juga dengan tanaman intolean apabila di tanam pada areal yang kondisi cahaya terbatas pertumbuhan akan mengalami ketidak normalan. .1 Difusi 3.5 Osmosis Osmosis adalah proses pergerakan atau perpindahan molekul zat pelarut atau air dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya rendah menuju ke larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi melalui membran selektif permeabel atau semipermeabel.4 Difusi Difusi merupakan pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah karena energi kinetiknya sendiri sampai terjadi keseimbangan dinamis.justru akan mengalami pertumbuhan yang kurang baik. 3.

Jika dua sel yang bersebelahan mempunyai potensial air yang berbeda. Universitas Lampung : Bandar Lampung..Gambar 3. Edisi Ke Lima. Potensial air suatu sel tumbuhan secara esensial merupakan kombinasi potensial osmotic dengan potensial tekanannya. Hasnunidah.W. Buku Ajar Fisiologi Tumbuhan. Salisbury.6 Tekanan Turgor Tekanan turgor penting bagi sel karena dapat menyebabkan sel dan jaringan yang disusunnya menjadi kaku. DAFTAR PUSTAKA Campbell. ITB Press: Bandung. Ross. Neni. Fisiologi Tumbuhan. 1995. Jakarta. 2002).2 Osmosis 3. dan C. Jilid III. Erlangga.B. 2010. 2002. F. maka air akan bergerak dari sel yang mempunyai potensial air tinggi menuju ke sel yang mempunyai potensial air rendah (Campbell. Biologi.. et al. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->