     

Home My Friendster Gallery Materi Kuliah Artikel Keperawatan Adsensecamp

Login Blog
http://w w w .blogg blogger true false 8 true 8 2 3 WbQ8QiJfUvA http://w w w .blogg 0

Username: Password: (?)

Sign in

Follow This Blog

ASKEP LABIOPALATOSKISIS
PENDAHULUAN Kasus bibir sumbing dan celah langit-langit merupakan cacat bawaan yang masih menjadi masalah di tengah masyarakat. Antara Februari - Mei 1992, IKABI cabang Padang mengadakan pengabdian masyarakat di dua Kabupaten 50 Kota dan Solok berbentuk operasi bibir sumbing secara gratis. Dilakukan penelitian pada 126 penderita yang dilakukan operasi. Hardjowasito dengan kawan-kawan di propinsi Nusa Tenggara Timur antara April 1986 sampai Nopember 1987 melakukan operasi pada 1004 kasus bibir sumbing atau celah langit-langit pada bayi, anak maupun dewasa di antara 3 juta penduduk. Pada dasarnya kelainan bawaan dapat terjadi pada mulut, yang biasa disebut labiopalatoskisis. Kelainan ini diduga terjadi akibat infeksi virus yang diderita ibu pada kehamilan trimester 1. jika hanya terjadi sumbing pada bibir, bayi tidak akan mengalami banyak gangguan karena masih dapat diberi minum dengan dot biasa. Bayi dapat mengisap dot dengan baik asal dotnya diletakan dibagian bibir yang tidak sumbing.

dan bicara. Palatoskisi adalah adanya celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan palato pada masa kehamilan 7-12 minggu. Penisilamin. walaupun bayi dapat menghisap naun bahaya terdesak mengancam.keadaan umu yang kurang baik juga akan menunda tindakan untuk meperbaiki kelainan tersebut. Aspirin (SCHARDEIN-1985) Rifampisin. Gilarsi : 75% dari faktor keturunan resesif dan 25% bersifat dominan. Aminoglikosid. Pada bayi yang langit2nya sumbing barrier ini tidak ada sehingga pada saat menelan bayi bisa tersedak.PATOFISIOLOGI Kelainan sumbing selain mengenai bibir juga bisa mengenai langit-langit. makan. Ibuprofen.ETIOLOGI FAKTOR HERIDITER Sebagai faktor yang sudah dipastikan. virus rubella 5. Bayi dengan kelainan bawaan ini akan mengalami gangguan pertumbuhan karena sering menderita infeksi saluran pernafasan akibat aspirasi. 1.MANIFESTASI KLINIS Pada labio Skisis: 1.Kelainan kromosom.Stres emosional 7.Tampak sebagian atau keduanya .Kemampuan menghisap bayi juga lemah. D. bahkan infeksi bisa menyebar sampai ke telinga.Mutasi gen.Kelainan bibir ini dapat segera diperbaiki dengan pembedahan.DEFINISI Labio/plato skisis adalah merupakan kongenital anomali yang berupa adanya kelainan bentuk pada struktur wajah. Berbeda pada kelainan bibir yg terlihat jelas secara estetik. bayi akan mengalami kesukaran minum. Antihistamin dapat menyebabkan celah langit-langit. A. langit2 menutup rongga antara mulut dan hidung. Pada kondisi normal. 2.Distorsi pada hidung 2.Trauma.Obat-obatan. Asetosal. minum. (trimester pertama) C. Indometasin. Asam Flufetamat. Sulfonamid. sehingga bayi mudah capek pada saat menghisap. FAKTOR EKSTERNAL / LINGKUNGAN : 1. Kortikosteroid 3. kelainan sumbing langit2 lebih berefek kepada fungsi mulut seperti menelan.Nutrisi 4. B. Bila sumbing mencakup pula palatum mole atau palatum durum. Antineoplastik.Penyakit infeksi Sifilis. Fenasetin.Faktor usia ibu 2. keadaan ini menyebabkan intake minum/makanan yg masuk menjadi kurang dan jelas berefek terhadap pertumbuhan dan perkembangannya selain juga mudah terkena infeksi saluran nafas atas karena terbukanya palatum tidak ada batas antara hidung dan mulut.Radiasi 6.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1.berfungsi untuk memasukkan susu langsung ke dalam lambung untuk memenuhi intake makanan. Beberapa ahli beranggarapan obturator menghambat pertumbuhan wajah pasien.KOMPLIKASI 1. dapat dilakukan sebelum penbedahan perbaikan. karena pasien rajin kontrol sehingga memungkinkan dilakukan . merangsang pertumbuhan tulang.Pemasangan Obturator yang terbuat dr bahan akrilik yg elastis.PENATALAKSANAAN Pada bayi yang langit2nya sumbing barrier ini tidak ada sehingga pada saat menelan bayi bisa tersedak. Awal fasilitaspenutupan adalah untuk perkembangan bicara. Untuk membantu keadaan ini biasanya pada saat bayi baru lahir di pasang: 1.Risisko infeksi saluran nafas 6.Foto rontgen 2.Prioritas pertama adalah pada teknik pemberian nutrisi yang adekuat 3.Penatalaksanaan tergantung pada beratnya kecacatan 2.Terjadinya otitis media 3. sehingga bayi mudah capek pada saat menghisap.Distress pernafasan 5.Adanya celah pada bibir Pada palato skisis: 1. adalah selang yang dimasukkan melalui hidung.Pemasangan selang Nasogastric tube.Pembedahan pada palato dilakukan pada waktu 6 bulan dan 2 tahun. palato lunak.Teraba aa celah atau terbukanya langit-langit saat diperiksa dengan jari 5.Pemeriksaan fisisk 3. tp beberapa menganggap justru mengarahkan. dan keras dan atau foramen incisive 2.Pertumbuhan dan perkembangan terhambat F. dan membantu dalam perkembangan bicara dan makan.Tampak ada celah pada tekak (uvula).Pembedahan: pada labio sebelum kecacatan palato.Kesukaran dalam menghisap atau makan E. semacam gigi tiruan tapi lebih lunak.Mencegah komplikasi 4.3.Kemampuan menghisap bayi juga lemah. jd pembuatannya khusus dan memerlukan pencetakan di mulut bayi. dilakukan pembuatan obturator. tergantung pada derajat kecacatan. 2..PEMERIKSAAN TERAPEUTIK 1. perbaikan dengan pembedahan usia 2-3 hari atua sampai usia beberapa minggu prosthesis intraoral atau ekstraoral untuk mencegah kolaps maxilaris. H.Asirasi 4. Pada center2 cleft spt Harapan Kita di Jakarta dan Cleft Centre di Bandung.Fasilitas pertumbuhan dan perkembangan 5.Gangguan bicara dan pendengaran 2.Distorsi hidung 4.MRI untuk evaluasi abnormal G.Adanya rongga pada hidung 3. 6. keadaan ini menyebabkan intake minum/makanan yg masuk menjadi kurang.

3.Rasa nyaman anak dapat dipertahankan yang ditandai dengan anak tidak menangis.Risiko aspirasi b/d ketidakmampuan mengeluarkan sekresi sekunder dari palato skisis 3. pengobatan setelah pembedahan dan. luka tampak bersih. 4.Orang tua dapat memahami dan dapat mendemonstrasikan dengan metode pemberian makan pada anak.DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Kaji kemampuan menelan dan mengisap 2. evaluasi telinga. operasi. 2. Umur 6 tahun : Evaluasi gigi dan rahang. tidsk lsbil dan tidak gelisah. Penjelasan kepada orangtuanya 2. tujuannya dot yang panjang menutupi lubang di langit2 mulut.Mempertahankan nutrisi adekuat 1.INTERFENSI 1.Risiko infeksi b/d kecacatan (sebelum operasi) dan atau insisi pembedahan 4.Kurang pengetahuan keluarga b/d teknik pemberian makan. 9. dibuatkan yg baru sesuai dg pertumbuhan pasien. susu bisa langsung masuk ke kerongkongan.Tempatka dot pada samping bibir mulut bayi dan usahakan lidah mendorong makan/minuman kedalam 4. atau dot khusus dengan lubang yang sesuai untuk pemberian minum 3. dot ini bisa dibeli di apotik2 besar.penggerindaan oburator tiap satu atau dua minggu sekali kontrol dan tiap beberapa bulan dilakukan pencetakan ulang.Anak tidak menunjukan tanda-tanda infeksi sebelum dan sesudah operasi. Umur 4 tahun : Dipertimbangkan repalatoraphy atau/dan Pharyngoplasty 6. sebagai berikut : 1. Umur 9-10 tahun : Alveolar bone graft (penambahan tulang pada celah gusi) 8. 7.Pemberian dot khusus dot khusus. 3. Umur 10-12 bulan : Qperasi palato/celah langit-langit. 4.Nyeri b/d insisi pembedahan J. evaluasi pendengaran dan telinga. karena daya hisap bayi yang rendah.Gunakan dot botol yang lunak yang besar. Umur 12-13 tahun : Final touch. speech theraphist setelah 3 bulan pasca operasi 5.Anak akan bebas dari aspirasi 3. dengan beberapa tahap.Tepuk punggung bayi setiap 15ml 30ml minuman yang diminum. 5. K. perbaikan-perbaikan bila diperlukan.Berikan posisi tegak lurus atau semi duduk selama makan 5. dan perawatan dirumah 5. bila diperlukan advancementosteotomy LeFORTI I. evaluasi pendengaran. kering dan tidak edema. Dot ini bentuknya lebih panjang dan lubangnya lebih lebar daripada dot biasa.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh atau tidak efektif dalam meneteki ASI b/d ketidakmampuan menelan/kesukaran dalam makan sekunder dari kecacatan dan pembedahan. tetapi jangan diangkat dot . maka lubang dibuat sedikit lebih besar. Umur 1-4 tahun : Evaluasi bicara. Umur 3 bulan (rule over ten) : Operasi bibir dan alanasi(hidung). Umur 17 tahun : Evaluasi tulang-tulang muka. harapan perawat sebelum dan sesudah operasi.IMPLEMENTASI 1.Nutrisi yang adekuat dapat dipertahankan yang ditandai adanya peningkatan berat badan dan adaptasi dengan metode makan yang sesuai 2.

Prosedur perawatan setelah operasi.Ajarkan pada ornag tua dalam perawatan anak . dapat menggunakan jari-jari dengan cuci tangan yang bersih atau dot sekitar mulut 7-10 hari.Perhatikan posisi bayi saat memberi makan. bersihkan mulut setelah makan 5.Mencegah aspirasi dan obstruksi jalan napas 1.Mempersiapkan orang tua untuk menerima keadaan bayi/anak dan perawatan dirumah 1. 5. 2. bila sudah toleran berikan minuman pada bayi.Berikan makan pada anak sesuai dengan jadwal dan kebutuhan 7.Kaji pola istirahat bayi dan kegelisahan 2. tegak atau setengah duduk 4.Lakukan perawatan luka dengan hati-hat dengan menggunakan teknik steril 4. posisi pada saat pemberian makan/minum.Perhatikan posisi jahitan.Gunakan dot agak besar.Hindari gosok gigi pada anak kira-kira 1-2 minggu 4.Bila klien anak.Jelaskan prosedur operasi sebelum dan sesudah operasi 2. termasuk drainage. lakukanpenepukan punggung. dan minuman atau makanan lunak untuk anak sesuai dengan diitnya. mencegah infeksi.Perhatikan perdarahan.Kaji tanda-tanda infeksi. misalnya alat tenun dan lainnya. dan mencegah aspirasi. 3. edema.Jelaskan pada orang tua tentang prosedur operasi.Meningkatkan rasa nyaman 1.selama bayi menghisap 6. miring kekanan kepala agak sedikit tinggi supaya makanan tertelan dan mencegah aspirasi yang dapat berakibat pnemonia 2. puasa 6 jam dan pemberian infus lainnya 8. hindari jangan kontak dengan alat-alat yang tidak steril.Mencegah infeksi 1.Kaji status pernafasan selama pemberian makan 2.Beri makan secara perlahan 5. cara pemberian makan/minum dengan alat.Lakukan penepukan punggung setelah pemberian minum 3. rangsang hisap dengan sentuhan dot pada bibir 3.Berikan posisi yang tepat setelah makan. bau dan demam. dan drainage 6.Berikan analgetik sesuai program . berikan aktivitas bermain yang sesuai dengan usia dan kondisinya 4. ranngsangan untuk menelan ata menghisap.Tenangkan bayi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful