MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

dan III. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. II. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. terdiri a. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Badan Penelitian dan Pengembangan. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. . Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Badan Pendidikan dan Pelatihan. dan c. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. Monitoring dan Evaluasi. rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. (3) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. dan c. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal. b. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. rencana program jangka panjang. pelaksanaan urusan tata usaha biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. dan f. Subbagian Tata Usaha Biro. d. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. terdiri atas: a. Subbagian Data. e. b. c. Badan Pendidikan dan Pelatihan.

terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. Bagian Mutasi. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan kesejahteraan pegawai. penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. penyusunan program kerja. dan d. penyusunan pengembangan karier. c. disiplin. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. pembinaan dan pengembangan karier. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data.8 (2) Subbagian Data. penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai. b. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. disiplin dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. kepegawaian. mutasi. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaporan. Bagian Perencanaan Kepegawaian. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. b. menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. d. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. . Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. b. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. pengembangan kinerja. pelaksanaan mutasi pegawai. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. c. e. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. dan f. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Pengembangan Karier.

b. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. b. dan d. penyiapan usulan pengangkatan. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. kepegawaian. b.9 c. terdiri atas: a. terdiri atas: a. dan e. Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. pelaksanaan ujian dinas. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. pelaporan. Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. Subbagian Jabatan Fungsional. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional. dan c. Subbagian Formasi dan Perencanaan. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai. Subbagian Data Pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Pasal 38 (2) (3) . penyiapan usulan pengangkatan. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. c. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. Subbagian Jabatan Struktural.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. (3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai. dan peninjauan masa kerja. b. penyiapan ujian dinas. Pasal 43 (2) (3) . penyiapan usulan pemberhentian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. pencantuman nama gelar. dan pemensiunan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat.10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. dan c. Subbagian Pemindahan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 41 Bagian Mutasi. pemindahan. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. Subbagian Administrasi Kaderisasi. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. pemberhentian. pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. Subbagian Pemindahan. pemensiunan. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. mutasi kader. Subbagian Kenaikan Pangkat. dan c. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c. Pemberhentian dan Pensiun. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan.

Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. terdiri atas: a. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. b. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. pembinaan disiplin pegawai. pembinaan disiplin pegawai. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. dan c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian.11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. b. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. pelaksanaan analisis jabatan. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. Subbagian Disiplin.

terdiri atas: a. Bagian Analisa Jabatan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaporan. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. dan f. Bagian Tatalaksana. dan d. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Kelembagaan. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II. a. Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. dan c. . Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I. b. pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Kinerja. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. terdiri atas: a. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. b.12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b. c. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. c. d. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan program kerja. Pasal 49 Biro Organisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. e. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. dan c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. dan c. Jawa dan Kalimantan. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. b. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. dan b. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. Maluku dan Papua. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. Sulawesi. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. terdiri atas: a. Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. Jawa dan Kalimantan. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. menyelenggarakan fungsi: a. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi.

Subbagian Standardisasi. Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. b. Subbagian Tata Usaha Biro. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. pelaporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. c. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. metode. Pasal 60 Bagian Tatalaksana. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah.14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. kepegawaian. Nusa Tenggara. terdiri atas: a. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. dan c. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Maluku dan Papua. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. Sulawesi.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Nusa Tenggara. Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Pasal 64 Bagian Kinerja. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Sulawesi. dan b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. terdiri atas: a. Jawa dan Kalimantan. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum. Pasal 67 . Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan.15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. Maluku dan Papua. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali.

rumah tangga dan urusan tata usaha biro. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. penyusunan program kerja. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. b. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. e. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. Bagian Dokumentasi Hukum. b. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. pelaksanaan inventarisasi. Pasal 72 . d. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan. perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. Pasal 68 Biro Hukum. Bagian Peraturan Perundang-undangan. pelaporan. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. b.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. c. dan f. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian. dan c. terdiri atas: a. c. dan d. dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.

menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Peraturan Kepala Daerah. b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. dan c. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. Keputusan Kepala Daerah. dan produk hukum lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. mempunyai (2) (3) (2) . Keputusan DPRD. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. dan produk hukum lainnya. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. Keputusan Kepala Daerah. Keputusan DPRD.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Nusa Tenggara. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. Keputusan Kepala Daerah. Subbagian Penyelesaian Wilayah III. dan c. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . Keputusan Kepala Daerah. Maluku dan Papua. Keputusan DPRD.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Peraturan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. serta memberikan perlindungan hukum. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. (3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. b. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. Keputusan DPRD. dan c. dan produk hukum lainnya. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. b. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi. dan produk hukum lainnya. penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. menyelenggarakan fungsi: a. Peraturan Kepala Daerah.

penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi. Nusa Tenggara. terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . penggandaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. informasi dan dokumentasi hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. kepegawaian. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. b. pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali. dan c. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum. dokumentasi. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Maluku dan Papua. Subbagian Tata Usaha Biro. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. informasi. (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. b. pelaporan.

b. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. (2) . Bagian Tata Usaha Pimpinan. rumah tangga. c. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. c. protokol dan keamanan dalam. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Bagian Protokol. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. b. dan c. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. b. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. dan d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. Pasal 87 Biro Umum. menyelenggarakan fungsi: a.20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. dan d. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha. Bagian Keamanan Dalam. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. c. Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Rumah Tangga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan.

Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. Subbagian Urusan Dalam. Pasal 97 (2) (3) . mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a. Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. b. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan. persiapan sarana upacara. Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. rumah jabatan. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri. penyelenggaraan kesehatan pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris. dan d. mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. dan urusan perjalanan dinas. kesehatan pegawai. penyiapan sarana rapat-rapat. Subbagian Perlengkapan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. dan c. serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. perjalanan dinas. ekspedisi. mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. b. c.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c.

mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. Pasal 103 dan Komplek . mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. Subbagian Acara. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan pengamanan personil. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Subbagian Pengamanan Personil. b. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. b. dan c. Subbagian Tamu Pimpinan. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. Pasal 98 Bagian Protokol. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan c. dan c. Subbagian Hubungan Keprotokolan. terdiri atas: a. (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b. b.

Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. Bagian Kedua . c. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. standar. kepegawaian. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. pelaporan. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. (2) (3) 2. 3. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b.23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik.

c. Agama dan Kemasyarakatan.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. e. Direktorat Ketahanan Ekonomi. urusan tata usaha dan rumah tangga. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. c. Bagian Perencanaan. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. dan c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. . pengelolaan perlengkapan. Bagian Umum. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Kewaspadaan Nasional. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: a. dan d. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. b. dan f. b. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. penyusunan program dan anggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Budaya. c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Direktorat Ketahanan Seni. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. terdiri atas: a. Bagian Keuangan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. b. dan d. Direktorat Politik Dalam Negeri. Pasal 113 Bagian Perencanaan. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. dan c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja.25 b. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Subbagian Sistem dan Prosedur. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. Pasal 119 . b. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. penyiapan penyusunan organisasi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b. dan c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi.

terdiri atas: a. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. . persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. b. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. dan c. dan c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 125 Bagian Umum. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pembayaran gaji. Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Perbendaharaan.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. dan c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. pelaksanaan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penatausahaan.

. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. Subdirektorat Bela Negara. b. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. terdiri atas: a. e. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara.27 b. dan c. dan f. dan f. b. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. c. d. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan. d. Subbagian Persuratan dan Arsip. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan.

b. Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. Seksi Implementasi Ideologi Negara. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan . Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. Seksi Penguatan Ideologi Negara. dan c. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a.28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan.

(2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara. dan c. Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d. Seksi Pemberdayaan Bela Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b. dan . dan b. Seksi Pendidikan Bela Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara.

terdiri atas: a. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. (2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. Seksi Pembauran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. . dan b. Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan.30 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Seksi Kewarganegaraan. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan.

menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. d. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. c. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. dan f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 155 . b. . d. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial. Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing. e. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan. dan b. dan b.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. Maluku dan Papua. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. Jawa dan Kalimantan. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali. Pasal 192 . sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan.

Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. Nusa Tenggara. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. dan b. Seksi Wilayah I. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. Maluku dan Papua. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. . (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b. Jawa dan Kalimantan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. Seksi Wilayah II. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. Sulawesi. Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan b.

dan f. dan f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. d. c. menyelenggarakan fungsi: a. . Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik. e. Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. b. Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. terdiri atas: a. d. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. b. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi.

Nusa Tenggara. Sulawesi. Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 . Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. terdiri atas: a. dan b. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. dan b. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Jawa dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. Maluku dan Papua. Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a. Seksi Wilayah II. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. . Tugas dan Fungsi Pasal 243 1. Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. 2. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. dan e. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. penyusunan laporan. penyusunan norma. 3. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. prosedur. dan melakukan urusan kepegawaian. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum. c.46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a. Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. d.

menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Perencanaan. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. Subbagian Data dan Informasi. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. c. Pasal 252 Bagian Perencanaan. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a. Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. c. Bagian Umum. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. pengelolaan perlengkapan. Bagian Keuangan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. penyusunan program dan anggaran. dan d. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. pelaksanaan pengelolaan keuangan. urusan tata usaha dan rumah tangga. terdiri atas: a. Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. dan . b. c. b. dan c. b.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. dan f. d. terdiri atas: a. dan d. b.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c.48 c. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Perundang-undangan. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b. Subbagian Kepegawaian. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b. pelaksanaan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. b. b. dan c. . sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. penatausahaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a.

pembayaran gaji. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan perbendaharaan. terdiri atas: a. Pasal 264 Bagian Umum. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. b. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. b. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. dan c. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. . menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Persuratan dan Arsip. dan c.

Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. e. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Subdirektorat Kerjasama Daerah. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. c. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. d. Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan f. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. b. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. . c. e. terdiri atas: a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. dan b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Jawa Tengah. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. Kalimantan Tengah. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a. . Sulawesi Barat. Banten. Kalimantan Barat.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Timur. Seksi Wilayah I. Riau. Sulawesi Utara. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Bali. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. Jambi. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. terdiri atas: a. Bengkulu. Kalimantan Timur. Lampung. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Nusa Tenggara Timur. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. pembinaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. pembinaan. Maluku dan Papua. Maluku Utara dan Papua Barat. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. Gorontalo.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah. Bali. Sulawesi Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Seksi Kerjasama II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Utara. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. . dan d. Sulawesi Tenggara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. Maluku dan Papua. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. Kalimantan Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. terdiri atas: a. Lampung. Sulawesi Barat. Jawa Timur. Bengkulu. Seksi Wilayah I. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. Jambi. Kalimantan Timur. dan b. c. Jawa Tengah. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. pembinaan.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. Maluku Utara dan Papua Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. dan b. Nusa Tenggara Barat. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Kerjasama I. Riau. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. Banten. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Gorontalo.

serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Pasal 286 . Jawa Barat. Kalimantan Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. Riau. Maluku Utara dan Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Sumatera Selatan. Jambi. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. terdiri atas: a. Bengkulu. Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Barat. Maluku dan Papua. Gorontalo. Seksi Wilayah I. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Sumatera Barat. Banten. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan b. Nusa Tenggara Timur. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a. Kalimantan Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Barat. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. Lampung.

Sulawesi Tenggara. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Kalimantan Tengah. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Sulawesi Selatan. Lampung. Gorontalo. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bali. dan b. Jambi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat. Riau. Banten. Bengkulu. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan melakukan urusan kepegawaian. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku Utara dan Papua Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Barat. terdiri atas: a. Sumatera Barat. Maluku dan Papua. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Kalimantan Selatan. Jawa Timur. penyusunan laporan. Sulawesi Utara. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan b. Jawa Barat. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. Seksi Wilayah II. Sumatera Selatan. Pasal 291 (2) .

c.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Sumatera Utara. f. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. Sulawesi Barat. d. Sumatera Barat. Riau. Sulawesi Selatan. Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. pemindahan ibukota daerah. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Lampung. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. dan Sulawesi Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. b. e. Kalimantan Barat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Selatan. fasilitasi. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. pembakuan nama rupabumi. Bengkulu. Kalimantan Timur. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. perubahan nama. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Kalimantan Tengah. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Sumatera Selatan. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah. dan e. c. c. terdiri atas: a. Kepulauan Bangka Belitung. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. dan g.

Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. b. Jawa Timur. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. Kalimantan Tengah. perubahan nama. mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. c. Daerah Istimewa Yogyakarta. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IA. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Tengah. terdiri atas: a. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perubahan nama. Bali. Sulawesi Tengah. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. Bali. Seksi Wilayah IIA. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. Lampung. Kepulauan Bangka Belitung. pembakuan nama rupabumi. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. Sulawesi Selatan. pemindahan ibukota daerah. Seksi Wilayah IB. Papua Barat. Gorontalo. dan Riau. pembakuan nama rupabumi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. Kalimantan Timur. Seksi Wilayah IIB.56 a. menyelenggarakan fungsi: a. perubahan nama. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. dan b. pemindahan ibukota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Tengah. pembakuan nama rupabumi. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Sulawesi Tengah. Jawa Barat. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. Jambi. Nusa Tenggara Timur. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pembakuan nama rupabumi. Jawa Barat. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Kalimantan Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Sumatera Barat. dan Papua. pemindahan ibukota daerah. Nusa Tenggara Timur. d. Jawa Timur. Sulawesi Barat. Sumatera Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. Nusa Tenggara Barat. fasilitasi. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. dan Sulawesi Tenggara. Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Maluku. pemindahan ibukota daerah. perubahan nama.

Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. perubahan nama. dan b. Bengkulu. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. Kalimantan Tengah. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Kepulauan Riau. Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Sulawesi Selatan. Maluku Utara. Kalimantan Barat. Maluku. dan Papua. Gorontalo. Lampung. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. Riau. pemindahan ibukota daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Pasal 306 . Jambi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Timur. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Kalimantan Selatan. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. Sulawesi Barat. pembakuan nama rupabumi. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Barat. dan Sulawesi Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. Sumatera Utara.

terdiri atas: . Papua Barat. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. Sulawesi Selatan. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. Kalimantan Selatan. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. Gorontalo. Maluku. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. Kepulauan Bangka Belitung. Jambi. dan b. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Utara. Bali. Sulawesi Tengah. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Maluku Utara. Jawa Tengah. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. dan c. Lampung. Seksi Wilayah IA. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Nusa Tenggara Timur. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Barat. Seksi Wilayah IB. menyelenggarakan fungsi: a. dan Riau. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Bengkulu. Jawa Timur. b. terdiri atas: a. dan Sulawesi Tenggara. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Kalimantan Barat. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I.

Seksi Wilayah IIA. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan Papua. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Bali. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penyusunan laporan. (2) . Nusa Tenggara Timur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. Daerah Istimewa Yogyakarta. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Maluku Utara. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Jawa Barat. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. Jawa Tengah. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. c. Seksi Wilayah IIB. b.59 a. Nusa Tenggara Barat. Jawa Timur. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. menyelenggarakan fungsi: a. dan Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara. Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. dan melakukan urusan kepegawaian. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Papua Barat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. e. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. mempunyai tugas . terdiri atas: a. e.60 d. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. c. dan f. dan b. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. dan b. Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. d. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja.

Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat.61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan b. Pasal 328 . Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. Seksi Program. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan. dan b. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325.

Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. dalam a. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. koordinasi. menyelenggarakan fungsi: a. . pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. (2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. terdiri atas: Seksi Operasional. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. monitoring dan evaluasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. dan Seksi Administrasi. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. b. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. monitoring dan evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi.

fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. terdiri atas: a. dan melakukan urusan kepegawaian. industri dan perdagangan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus. Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. b. (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. d.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Seksi Hak Asasi Manusia. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. (2) . Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

Sulawesi Tenggara. Riau. dan Subbagian Tata Usaha. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Sumatera Barat. tambang. tambang. Maluku Utara dan Papua Barat. pertanian dan lingkungan. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Jambi. Sulawesi Selatan. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Tengah. Jawa Timur. Seksi Wilayah I. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Kalimantan Selatan. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. Jawa Barat. terdiri atas: a. Sulawesi Tengah. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a. Sulawesi Utara. tambang. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. koordinasi. Maluku dan Papua. d. Nusa Tenggara Barat. tambang. Kepulauan Riau. Kawasan dan Pertanahan. Lampung. Nusa Tenggara Timur. Industri dan Perdagangan Bebas. Pasal 340 Direktorat a. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. c. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Subdirektorat Kawasan Perairan. Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Bengkulu. dan g. Sumatera Selatan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. dan b.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. kelautan dan kedirgantaraan. Banten. fasilitasi. f. dan b. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. koordinasi. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kelautan dan Kedirgantaraan. e. fasilitasi. e. f. Kalimantan Barat. pertanian dan lingkungan. Bali. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Kalimantan Timur.

Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. laut dan udara. fasilitasi. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. Kepulauan Bangka Belitung.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. fasilitasi. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. Maluku dan Papua. menyelenggarakan fungsi: . koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara Barat. Bali. Seksi Wilayah I. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. koordinasi. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. koordinasi. industri dan perdagangan bebas. fasilitasi. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. Kalimantan Timur. dan b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Lampung. Sulawesi Tengah. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Jambi. Kalimantan Barat. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b. Jawa Timur. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. laut dan udara. Maluku Utara dan Papua Barat. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Daerah Istimewa Yogyakarta. Riau Bengkulu. Kalimantan Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. Gorontalo. Banten. dan b.

dan b. Kepulauan Riau. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. Kalimantan Selatan. b. Lampung. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. dan . Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. industri dan perdagangan bebas. Maluku Utara dan Papua Barat. koordinasi. koordinasi. Industri dan Perdagangan Bebas. fasilitasi. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. dan c. Sulawesi Selatan. koordinasi. Kalimantan Barat. Riau Bengkulu. Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Sumatera Barat. b. terdiri atas: a. Jambi. Nusa Tenggara Timur. Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. Sumatera Selatan. fasilitasi. Seksi Wilayah I. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Banten. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Barat.66 a. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. Bali. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. Jawa Barat. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. fasilitasi. Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tenggara. industri dan perdagangan bebas. Maluku dan Papua.

Banten. Maluku dan . monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. penyelesaian sengketa pertanahan. Sulawesi Selatan. Maluku dan Papua. Sumatera Barat. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Timur. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kepulauan Riau. Kalimantan Timur. Lampung. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. fasilitasi. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. koordinasi. Banten. Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah I. Jambi. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan. kelautan dan kedirgantaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. fasilitasi. Sumatera Selatan. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. kelautan. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku Utara dan Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. Jambi. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. dan b. penyelesaian sengketa pertanahan. Riau Bengkulu. penataan kawasan khusus. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. terdiri atas: a. Sulawesi Tenggara. dan b. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. fasilitasi.67 b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. penataan kawasan khusus. Seksi Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. Gorontalo. Jawa Tengah. kelautan dan kedirgantaraan. fasilitasi. Kelautan dan Kedirgantaraan. Jawa Barat. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Timur. koordinasi. dan kedirgantaraan. Sumatera Barat. Seksi Wilayah II. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan.

Sistem dan Prosedur. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. c. Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara. Gorontalo. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. Daerah Istimewa Yogyakarta. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Organisasi. penyusunan laporan. d. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Bali. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana. d.68 Papua. Jawa Timur. Maluku Utara dan Papua Barat. Riau Bengkulu. b. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. fasilitasi. dan e. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. c. dan e. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Lampung. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. Kalimantan Selatan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. Sulawesi Tengah. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. Jawa Barat. sistem dan prosedur. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Timur. Pasal 365 . Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. b. koordinasi.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perundang-undangan. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Kepegawaian.74 c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. penatausahaan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. b. b. pembayaran gaji. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. terdiri atas: a. dan c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. dan c. . Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. dan c. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c.

b. usaha kecil dan menengah. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. pertanahan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. b. komunikasi dan . Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 403 Bagian Umum.75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. lingkungan hidup. koperasi. terdiri atas: a. kehutanan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pemberdayaan masyarakat desa. pertanian. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. dan c. perencanaan pembangunan. penanaman modal. Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. perdagangan. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. dan c. tata ruang. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. menyelenggarakan fungsi: a.

perindustrian. Subbagian Tata Usaha. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a.76 informasi. standar. dan c. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. dan b. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. standar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. terdiri atas: a. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. Seksi Bidang I/1A. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian. standar. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. prosedur dan kriteria. dan . penyusunan norma. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. I/5. c. perumahan. I/1. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan kriteria pelaksanaan urusan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan d. pendidikan. Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. dan pemberdayaan masyarakat desa. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. standar. ketahanan pangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. ketahanan pangan. I/3. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. Seksi Bidang I/1B. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. I/2. I/4. terdiri atas: a. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. b. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e.

prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. penyusunan norma.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. Seksi Bidang I/2B. dan tata ruang. tata ruang dan kehutanan. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. penyusunan norma. usaha kecil dan menengah. Pasal 417 . Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. lingkungan hidup. standar. lingkungan hidup. b. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. perencanaan pembangunan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang I/2A. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. penanaman modal dan perdagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal.

standar. prosedur dan kriteria. Seksi Bidang I/3B. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. dan . Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan dan perindustrian. b. prosedur dan kriteria. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. usaha kecil dan menengah. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. Seksi Bidang I/4A. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. (2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b. dan b. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. Seksi Bidang I/3A. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. dan c. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyusunan norma. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420.

fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan c. Seksi Bidang I/4B. Pasal 428 . Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. standar. Seksi Bidang I/5B. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Seksi Bidang I/5A. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. terdiri atas: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. informasi dan perindustrian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.79 b. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. pekerjaan umum. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. standar. kependudukan dan pencatatan sipil. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. b. dan b. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. perhubungan. Subbagian Tata Usaha.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. II/3. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. kepemudaan dan olahraga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 433 II/1. c. pemerintahan umum. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. administrasi keuangan daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. perangkat daerah. II/5. dan kriteria pelaksanaan urusan. kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. standar. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. dan sosial. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. dan melakukan urusan kepegawaian. dan . Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. pemerintahan umum. II/4. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. otonomi daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. standar. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. b. dan kepegawaian. perangkat daerah. II/2. kelautan dan perikanan. terdiri atas: a. arsip. kesehatan. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. persandian. kebudayaan. dan d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. prosedur. penyusunan norma. otonomi daerah. perpustakaan. energi dan sumberdaya mineral. administrasi keuangan daerah. penyusunan laporan. pariwisata.

administrasi keuangan daerah. dan c. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. dan b. Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. standar. prosedur dan kriteria. b. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. Seksi Bidang II/2B. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. perangkat daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. terdiri atas: a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. standar. Seksi Bidang II/2A. standar.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. dan b. dan kepegawaian. prosedur dan kriteria. Seksi Bidang II/ 1A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyusunan . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. dan c. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum.

standar. penyusunan norma. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. Seksi Bidang II/3A. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial. standar. arsip dan perpustakaan. arsip dan perpustakaan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. . standar. prosedur dan kriteria. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. kepemudaan dan olahraga. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. kebudayaan dan pariwisata. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan. dan b.82 standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d. b. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. dan c. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/3B. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

Seksi Bidang II/5B. kelautan dan perikanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. . dan persandian dan statistik. Seksi Bidang II/4A. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. Seksi Bidang II/4B. b. dan b. Seksi Bidang II/5A. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. standar. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. standar. menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan b. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. b. penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a.84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah. (2) . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. dan melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sumber daya mineral dan persandian. standar. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. perikanan dan statistik. dan d. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. b. otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. penyusunan laporan. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi. c.

Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. Kepulauan Bangka Belitung. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. d. Sumatera (2) . Bengkulu. Bali. e. Kalimantan Tengah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Sulawesi Tengah. c. Maluku Utara. Jambi. f. Jawa Timur. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Riau. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. Jawa Timur. Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. Jambi. Jawa Tengah. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Bali. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. Papua Barat. Seksi Wilayah IA. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. Bengkulu. Sulawesi Barat. Kalimantan Timur. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Timur.85 b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. Seksi Wilayah IB. menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha. dan b. terdiri atas: a.

Jawa Barat. dan Maluku. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah IIB. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Kepulauan Riau. lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan b. Gorontalo. Kalimantan Selatan. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II.86 Selatan. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku. dan Papua. Lampung. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. dan b. Gorontalo. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Selatan. Seksi Provinsi Aceh. dan b. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. Nusa Tenggara Barat. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Banten. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. Seksi Wilayah IIA: dan b. Jawa Barat. Pasal 467 (2) . Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Riau. Banten. Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan Papua.

monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan. Seksi Provinsi Daerah Jakarta. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. Seksi Provinsi Papua. pembinaan. dan b. pembinaan. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. Pasal 473 Khusus Ibukota . dan b. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. pembinaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan.

rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. dan b. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. kabupaten dan kota. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. kabupaten dan kota. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. kabupaten dan kota. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. kabupaten dan kota. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . Seksi Bidang Pemerintahan. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. terdiri atas: a.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472.

dan e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD. c. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. Bali. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. d. d. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Jawa Tengah. . Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Tengah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. b.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat dan Papua Barat. Jambi. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. dan f. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Subbagian Tata Usaha. Sulawesi Tengah. c. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. DPRD dan hubungan antar lembaga. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. terdiri atas: a. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. e. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah.

Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Bali. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. dan . Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sumatera Selatan. c. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. b. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. Kalimantan Selatan. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. dan b. Kabupaten dan Kota. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah IA. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kepulauan Bangka Belitung. Kabupaten dan Kota. Banten. Seksi Wilayah IB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Papua Barat.90 b. dan Maluku. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah.

Kalimantan Selatan dan Maluku. Nusa Tenggara Barat dan Banten. Kepualauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. terdiri atas: a. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Timur. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Maluku Utara.91 c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 490 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. Seksi Wilayah IIB. Sulawesi Tenggara. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. b. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. dan c. Bengkulu. Kabupaten dan Kota. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi.

Seksi Wilayah IIIB. dan Maluku Utara. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. Nusa Tenggara Timur. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. terdiri atas: a. Lampung. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Sulawesi Utara. Kalimantan Barat. terdiri atas: a. dan Papua. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d.92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. dan b. b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IVA. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan Kalimantan Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Barat. Seksi Wilayah IIIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Gorontalo. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan .

fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b. Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Barat. dan Papua. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau.93 b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. terdiri atas: a. . dan b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kalimantan Barat dan Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IVB. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. Seksi Asosiasi Daerah. dan b. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah.

menyelenggarakan fungsi: a. dan melakukan urusan kepegawaian.94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. dan f. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. terdiri atas: a. fasilitasi. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. mempunyai tugas . Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f. dan e. d. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. c. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. b. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Subbag Tata Usaha. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Kalimantan Selatan. c. menyelenggarakan fungsi: a. dan Maluku Utara. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kalimantan Selatan. dan Maluku Utara. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan b. e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas . evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IB. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b. d. dan f. kabupaten dan kota daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Seksi Wilayah IA.

evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. terdiri atas: a. Bali. dan b. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. c. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IIB. Bengkulu. Bali dan Papua. Pasal 512 . evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. kabupaten dan kota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. b. Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan f. e. d. Seksi Wilayah IIA. Jawa Barat. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. Lampung.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. dan b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. c. e. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. Sumatera Barat. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. d. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Seksi Wilayah IIIA. kabupaten dan kota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. Lampung dan Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah IIIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. b. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 516 . dan f. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jawa tengah.

evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. d. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Sulawesi Utara dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. b. Seksi Wilayah IVA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. kabupaten dan kota daerah.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. Banten. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. . penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. terdiri atas: a. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan f. dan b. e. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. dan Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Sulawesi Utara. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Seksi Wilayah IVB. Kepulauan Bangka Belitung. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. c.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Seksi Wilayah VA. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. dan f. Seksi Wilayah VB. Jawa Timur. e. dan Sulawesi Barat. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jambi. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. Kalimantan Barat. b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. Pasal 524 . evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. Sulawesi tengah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. d. Sulawesi tengah dan Maluku. c. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kalimantan Barat. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan b.

penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. e. dan f. 3. terdiri atas: . dan melakukan urusan kepegawaian. standar. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. d. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. 2. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. c. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah.100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal.

Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. urusan tata usaha dan rumah tangga. Pasal 534 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. b. b. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. Bagian Umum. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. Bagian Perencanaan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. f. pengelolaan perlengkapan. terdiri atas: a. b. Subbagian Data dan Informasi. dan c. c. e. dan d. b. menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 535 . mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.101 a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. dan c. b. Direktorat Pengembangan Wilayah. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. terdiri atas: a. penyusunan program dan anggaran. c. c. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. dan d. dan Direktorat Penataan Perkotaan.

mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. b. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. dan c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. terdiri atas: a.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. dan c. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Perundang-undangan. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi.

Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. dan c. Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pembayaran gaji.103 a. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. b. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. Subbagian Persuratan dan Arsip. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. dan c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d. . pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. terdiri atas: a. Pasal 546 Bagian Umum. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a.

dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali. c. terdiri atas: a.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. dan f. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. e. b. Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. Pasal 552 . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. dan b. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Bangka Belitung. Seksi Wilayah IA. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. Jambi.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh. dan b. Seksi Wilayah IIB. Seksi Wilayah IB. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Kepulauan Riau. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. dan Bengkulu. (2) . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. Sumatera Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Utara. Riau. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555.

Seksi Wilayah IIIA. Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. dan b. daerah di wilayah Kalimantan. Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. dan Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) . Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan. Seksi Wilayah IIIB. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Timur. Jawa Barat. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c.

Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. Seksi Wilayah IVA. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b. Seksi Wilayah IVB. dan Sulawesi Barat. Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. Maluku. dan b. terdiri atas: a. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. menyelenggarakan fungsi: (2) . Sulawesi Utara.107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. dan Gorontalo. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. dan b. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. Sulawesi Tengah. dan Papua.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).108 a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. dan b. Papua dan Papua Barat. Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. dan Papua. Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. menyelenggarakan fungsi: (2) . Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Wilayah VB. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. Maluku. Seksi Wilayah VA. penyusunan laporan. dan b. dan Papua. Maluku. Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

dan f. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. laut dan pulau-pulau kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. e. Bali. e. Seksi Wilayah IB. dan b. c. terdiri atas: a. Riau. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. Subdirektorat Wilayah Tertinggal. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. Seksi Wilayah IA. Laut dan Pulau-pulau Kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. dan b. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. d. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan f. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan.109 a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. b. terdiri atas: a. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. Subdirektorat Wilayah Pesisir. c. fasilitasi. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. Sumatera Utara. Subbagian Tata Usaha. . menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. b.

Jambi. Seksi Wilayah IIA. Seksi Wilayah IIB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . Jawa Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Maluku. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b. fasilitasi. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara. Jawa Timur dan Bali. Kalimantan Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. Maluku dan Papua. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi.110 Sumatera Barat. Sulawesi Tenggara. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. Bengkulu. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. Bali. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. Gorontalo. Sumatera Selatan. Sulawesi Utara. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Maluku Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. dan b. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. Sulawesi Barat. Lampung. Papua dan Papua Barat. Sulawesi.

bahan perumusan kebijakan. Seksi Sosial Ekonomi. terdiri atas: a. Pasal 590 (2) . Seksi Prasarana dan Sarana. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. kapasitas kelembagaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. penyiapan bahan perumusan kebijakan.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. kapasitas kelembagaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. penyiapan data. Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. dan b. Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal. terdiri atas: a. Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d. potensi. dan b. mempunyai tugas menyiapkan data. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. Seksi Pengembangan Data.

dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir. Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. terdiri atas: a.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. laut dan pulau-pulau kecil. Seksi Pulau-pulau Kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. Laut dan Pulau-pulau Kecil. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pesisir dan Laut. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut.

Pasal 601 a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. d. terdiri atas: a. Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. dan b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan tata ruang wilayah. c. b. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. . Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. b. menyelenggarakan fungsi: a. e. f. Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. e. c.

Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. Maluku. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. Nusa Tenggara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. pemanfaatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi perencanaan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perencanaan.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan. Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Nusa Tenggara. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan. perencanaan. Maluku. Sulawesi. terdiri atas: a. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. perencanaan. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. Bali. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. dan b. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa. Sulawesi. pemanfaatan. Seksi Wilayah I. Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. pemanfaatan. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. perencanaan. Bali. dan Papua. Seksi Wilayah II.

serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. Seksi Rehabilitasi. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air. instrumen. dan b.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. Seksi Konservasi. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas menyiapkan data. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. bahan perumusan tugas serta serta (2) . Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan.

Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas menyiapkan data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. instrumen. Maluku. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. dan b. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Bali. Bali. Maluku. Sulawesi. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. potensi. dan Papua. Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. (2) . bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. pengawasan. terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.116 kebijakan. Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. pengawasan. Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Nusa Tenggara. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. dan b. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa.

Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. dan f. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. b. Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Subdirektorat Kemitraan Usaha. c. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. terdiri atas: a. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Identifikasi Produk Unggulan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. d. dan b. d. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. menyelenggarakan fungsi : a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. . e. dan f. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Produk Unggulan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah.

Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b. serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. Seksi Investasi.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. Seksi Promosi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. terdiri atas: a. (2) (2) . dan b.

dan b. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Seksi Wilayah II. Maluku. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa. dan b. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Pengelolaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. terdiri atas: a. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d. dan Papua.

Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Pengembangan Kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a.120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan. terdiri atas: a. dan b. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. penyusunan laporan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. c. . penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Perencanaan. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. Seksi Pengendalian. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. terdiri atas: a. dan f. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. e. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. c. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. dan b. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. d.

Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. Seksi Sarana Prasarana. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. Seksi Lingkungan Perkotaan. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. fasilitasi. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. fasilitasi. Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan.

Seksi Sarana Prasarana. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. Seksi Lingkungan Perkotaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. dan b.123 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. Seksi Lingkungan Perkotaan. dan b. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. Seksi Sarana Prasarana. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. fasilitasi. fasilitasi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. terdiri atas: a. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. fasilitasi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. fasilitasi. terdiri atas: a.

fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. dan b. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah. Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a.

Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat.125 4. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. 6. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. standar. d. menyelenggarakan fungsi: 5. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. d. dan e. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. e. terdiri atas: a. c. dan f. . Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. prosedur.

Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b. dan h. dan f. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. dan f. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. f. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal.126 e. Bagian Perencanaan. Pasal 677 Bagian Perencanaan. g. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Umum. Bagian Keuangan. urusan tata usaha dan rumah tangga. f. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. pengelolaan perlengkapan. Pasal 680 . Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. menyelenggarakan fungsi: d. terdiri atas: e. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. penyusunan program dan anggaran. pelaksanaan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. dan h. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. g. terdiri atas: d. e.

mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. e. Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c. dan f. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. menyelenggarakan fungsi: d. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. terdiri atas: d. dan f. penatausahaan. pembayaran gaji. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. dan f. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. menyelenggarakan fungsi: d. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Subbagian Perundang-undangan. dan f. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. e. . Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. e. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. e. Subbagian Perbendaharaan.

terdiri atas: d. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. e. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan f. Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. Pasal 692 . mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. menyelenggarakan fungsi: d. Pasal 689 Bagian Umum. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. e. Subbagian Persuratan dan Arsip.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. c. Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. e. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. Seksi Pengembangan Kelurahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. . b. d. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. dan f. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. c. e. Seksi Pengembangan Desa. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. terdiri atas: a. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. dan f. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan.

Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. terdiri atas: a. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. dan b. Seksi Penataan Kewenangan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. dan b. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa. Seksi Penataan Kelembagaan.

terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. Seksi Keuangan Desa. dan b. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. Seksi Aset Desa. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. Pasal 711 . Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa.

dan b. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan b. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a.132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. menyelenggarakan fungsi: (2) . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. Seksi Kerjasama. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. c. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. e. terdiri atas: a. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. b. dan b. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. dan f. Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. e. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subbagian Tata Usaha. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. dan f. c. (2) . Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.133 a. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. d. dan b.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. Seksi Evaluasi Kinerja. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. dan b. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif. Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a.134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. Seksi Pengembangan Metode. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. Pasal 729 (2) . dan b. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. terdiri atas: a.

(2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b. Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. Seksi Identifikasi dan Analisa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. Seksi Penataan Kawasan Perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e. dan b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734.135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan.

Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. terdiri atas: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. dan b. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. Seksi Pengembangan Kurikulum. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. . Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan melakukan urusan kepegawaian. dan b. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat.136 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan.

c. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. Subbagian Tata Usaha. d. Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan.137 c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. dan b. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat . serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. b. Subdirektorat Budaya Nusantara. dan f. d. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. dan f. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perlindungan Perempuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. (2) . Seksi Pemberdayaan Keluarga. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. dan b. Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. dan b.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Kesejahteraan Keluarga.

Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. dan b. Seksi Penanganan Masalah Sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. terdiri atas: a. Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja.

140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. dan f. c. (2) (2) . Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. dan melakukan urusan kepegawaian. e. b. terdiri atas: a. penyusunan laporan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan.

141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. dan b. Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. c. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. menyelenggarakan fungsi: (2) . b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan.Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. terdiri atas: a. dan Subbagian Tata Usaha. Seksi Lumbung Pangan. Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. terdiri atas: a. dan b. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b.

menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. dan b. Seksi Diversifikasi Pasar. Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c.142 a. dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. terdiri atas: a. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. terdiri atas: a. dan b. Seksi Informasi Pasar. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran.

Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. dan b. dan (2) . terdri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.

Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. c. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.144 b. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 789 (2) . Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: a. e. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan f. Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. Seksi Konservasi Kawasan. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan. Seksi Rehabilitasi Lingkungan. e. Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. terdiri atas: a. d. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. dan b. c. terdiri atas: a. b. dan b. Subbagian Tata Usaha. Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a. Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Seksi Sumber Daya Pesisir. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. (2) . Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b. dan b. terdiri atas: a. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. terdiri atas: a.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. Seksi Sumber Daya Lahan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c. dan b.

Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a.147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) . dan b. dan b. Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan.

rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 383 (2) 2. penyusunan laporan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b.148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Seksi Pemasyarakatan. tugas dan fungsi Pasal 382 1. Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. 3. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Seksi Kerjasama. . menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. dan b. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. terdiri atas: a.

e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. dan f. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. pencatatan sipil. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. pengelolaan informasi administrasi kependudukan. c. menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. pencatatan sipil. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk. d. penyusunan norma. standar. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Direktorat Pencatatan Sipil. b. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. kualitas. d. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. prosedur.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. b. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. Direktorat Pendaftaran Penduduk. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. dan mobilitas penduduk. terdiri atas: a. . c. e. pencatatan sipil. pencatatan sipil. dan f. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a.

mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c. dan c. Pasal 391 Bagian Perencanaan. dan d. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. urusan tata usaha dan rumah tangga. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Subbagian Data dan Informasi. terdiri atas: a. Bagian Keuangan. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. pengelolaan perlengkapan. c. b. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. Bagian Perencanaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. c. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian.150 b. dan c. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. dan d. Bagian Umum. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. penyusunan program dan anggaran. Pasal 394 .

penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Perundang-undangan. terdiri atas: a. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b. dan c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. b. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. b. dan c. Pasal 400 . mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. b. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Sistem dan Prosedur. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. dan c. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Pasal 403 Bagian Umum. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. . dan c. dan c. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c. b. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. pembayaran gaji. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Persuratan dan Arsip.

menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi . dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. c. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Subdirektorat Monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. c. d. d. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. Pasal 410 a. melaksanakan monitoring. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. Pasal 411 (1) Seksi Biodata. b. terdiri atas: Seksi Biodata. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. e. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. b. Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. b. terdiri atas: a. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk.153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. e. dan f. dan f. Subdirektorat Identitas Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Identitas Penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas.

Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. dan c. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. Pasal 417 . (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI. Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. nomor induk kependudukan dan kartu keluarga.154 pelaksanaan pelayanan biodata. b. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b.

. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. d. (2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b. c. menyelenggarakan fungsi: a. b. dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. dan d. Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. c. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. terdiri atas: a. Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana.

penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) . terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. dan b. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk. monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam. dan c. Seksi Dokumentasi. Seksi Monitoring dan Evaluasi. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk.156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. dan melakukan urusan kepegawaian.

Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. dan .157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c. c. d. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. b. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. terdiri atas: a. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil. Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. e. dan f. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. b. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta. Evaluasi dan Dokumentasi. Subdirektorat Monitoring. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. b. e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. Subdirektorat Pengangkatan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. Subbagian Tata Usaha.

penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. menyelenggarakan fungsi: a. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. b. dan b. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. dan d. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. perkawinan dalam dan (2) rangka . Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian. Seksi Kematian. Seksi Kelahiran. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam.158 d. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian. dan b. pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. Seksi Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta. pengakuan dan pengesahan anak.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869. b. terdiri atas: a. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. dan d. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. dan b. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan.

dan b. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil. permohonan pewarganegaraan. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. terdiri atas: a. c. dan d. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. yang meliputi pengangkatan. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. terdiri atas: . Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. b. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. Evaluasi dan Dokumentasi. perkawinan dan lain-lain. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. c.

Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. dan melakukan urusan kepegawaian. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. dan f. e. terdiri atas: (2) . Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan. penyusunan laporan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. c. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.161 a. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dan Seksi Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan.

terdiri atas: a. c. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan. Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. Seksi Sistem dan Aplikasi. e. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. dan (2) . Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b. b. menyelenggarakan fungsi: a. f. Seksi Infrastruktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. dan Subbagian Tata Usaha. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan.162 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. b. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan.

c. dan b. dan d. terdiri atas: a. Seksi Sumberdaya Manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan. dan b. Seksi Sistem Kelembagaan. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan.163 c. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. (2) (2) . Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. dan b. c. c. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. terdiri atas: a. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. b. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. dan (2) . Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. dan dokumentasi informasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan. Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan.

Evaluasi dan Dokumentasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kependudukan. dan f. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. b. Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan. Seksi Dokumentasi. c. Seksi Monitoring dan Evaluasi. e. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.165 d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. terdiri atas: a. penyusunan laporan. Pasal 479 informasi (2) . dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

struktur dan komposisi penduduk. remaja dan pemuda. c. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. Struktur dan Komposisi Penduduk. dan c. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a. Subdirektorat Kualitas Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk. Monitoring dan Evaluasi. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. struktur dan komposisi penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah.166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. Seksi Analisis Jumlah. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah. b. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. dan c. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. terdiri atas: a. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. b. e. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909.

Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. Remaja dan Pemuda. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. b. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. kota dan desa.167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. Pasal 492 . Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk. dan b. terdiri atas: a. remaja dan pemuda. terdiri atas: a.

evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. Pasal 498 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk.168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. b. Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. dan c. b. Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk.

Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk. dan melakukan urusan kepegawaian. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. terdiri atas: . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah.169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. penyusunan laporan. Evaluasi. c. b. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. e. Seksi Monitoring dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat. terdiri atas: a. Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930. dan b. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. Subdirektorat Indikator Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan.170 a. . Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. b. d. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. Subdirektorat Proyeksi Penduduk. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a. b. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. c. Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. e. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan.

terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a.171 b. . dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. dan b. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. b. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. dan d. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. c.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. Pasal 521 . dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a. Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Seksi Penyerasian Lembaga Internasional. Nirlaba dan Usaha Swasta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. c. Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. nirlaba dan swasta. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. dan b.

BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. dan b. Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. penyusunan laporan. b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. dan kabupaten/kota. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. Tugas dan Fungsi Pasal 954 4. dan d. c.

pelaksanaan. h. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. pinjaman dan hibah daerah. j. terdiri atas: g. 6. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. penatausahaan. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. dan kriteria di bidang keuangan daerah. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah. prosedur. dan f. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. manajemen pajak daerah. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan. Direktorat Anggaran Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah. Sekretariat Direktorat Jenderal. standar. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. dan k. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal.174 5. Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. c. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: . menyelenggarakan fungsi: a. d. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. e. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. b. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. pedoman pengelolaan kekayaan daerah.

penyiapan data dan informasi. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. b. dan c.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. terdiri atas: a. Bagian Keuangan. evaluasi dan pelaporan. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Bagian Umum. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. a. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. penatausahaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. pengelolaan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Penyusunan Program. c. b. c. Bagian Perencanaan. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. penyusunan perencanaan program. Pasal 963 Bagian Perencanaan. Subbagian Perundang-undangan. dan d. dan d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha. Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. kepegawaian dan urusan rumah tangga. dan c.

Subbagian Rumah Tangga. b. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. b. dan c. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. c. pelaksanaan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. dan c. Subbagian Kepegawaian. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. Pasal 967 Bagian Keuangan. b. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. terdiri atas: a. dan e. Subbagian Perlengkapan. dan c. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. perencanaan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. pelaksanaan urusan rumah tangga. pembayaran gaji. pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan kepegawaian. d. pelaksanaan urusan perbendaharaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. Pasal 971 Bagian Umum. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Anggaran. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana .

(2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan ketatausahaan. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. penyimpanan. meliputi urusan keamanan dalam. Subbagian Persuratan. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. b. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. . (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan arsip.177 kebutuhan dan pengadaan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. c. tata usaha pimpinan dan kearsipan. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. dan e. d. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris. pembinaan tata usaha Direktorat. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c. b. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan c. pengelolaan perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. perjalanan dinas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. terdiri atas: a. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. dokumentasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. Pasal 975 Bagian Tata Usaha.

Gorontalo. c. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. c. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. e. dan Papua. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah.178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. serta data dan informasi anggaran daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. Kalimantan Tengah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. terdiri atas: a. dan . Jambi. dan f. c. Jawa Tengah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. e. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. d. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. dan f. Seksi Wilayah IA. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. b. dan d. Sulawesi Barat. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. Papua Barat. dukungan teknis. d. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. b.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan Maluku. (2) . c. Bali. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Bengkulu. Sulawesi Utara. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Gorontalo. Seksi Wilayah IIB. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. Jambi. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IB. Jawa Barat. dan Sulawesi Barat.179 b. Papua Barat dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Jawa Tengah. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Kalimantan Timur. dan b. Seksi Wilayah IIA. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. Sulawesi Tengah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. b. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah.

dan d. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah.180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. Nusa Tenggara Barat. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. Sulawesi Utara dan Bali. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Timur. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur. Jawa Barat dan Maluku. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Seksi Wilayah IIIB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Sulawesi Tengah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Kalimantan Selatan. Bengkulu. Pasal 991 (2) . b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Sulawesi Tenggara. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. Seksi Wilayah IIIA. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah.

fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah IVA. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Jawa Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan b. Sulawesi Selatan. terdiri atas: a. Sumatera Barat. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. dan Maluku Utara. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IVB. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Lampung. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . Nusa Tenggara Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Barat. b. Banten. Sumatera Selatan. c. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. dan Sulawesi Tenggara. Kepulauan Riau. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV.

serta penyusunan laporan keuangan daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. penyusunan laporan. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. b. Sumatera Selatan. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah. terdiri atas: a. dan Maluku Utara. penyusunan tatalaksana anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. penyiapan data dan informasi. penyiapan data. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan b. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah. Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. Lampung. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. dan Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sinkronisasi. dan d. Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. Seksi Dukungan Teknis. Kepulauan Bangka Belitung. dukungan teknis. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. . Sumatera Barat. Kalimantan Barat.

h. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah. penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah. j. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. obligasi daerah dan dana bergulir. i. . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. bimbingan teknis. hibah. f. dan l. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. koordinasi. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c. fasilitasi. bimbingan teknis. standardisasi. fasilitasi. dan investasi daerah dan penyertaan modal. k. g. standardisasi. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. Badan Layanan Umum Daerah. e. retribusi daerah. badan usaha milik daerah. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. b. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. penyiapan perumusan kebijakan. d. kerjasama daerah. b. pinjaman. investasi dan kekayaan daerah. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. penyiapan perumusan kebijakan.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. koordinasi. pelaksanaan bimbingan teknis. pengelolaan kekayaan daerah. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. dan penyertaan modal daerah. menyelenggarakan fungsi: a.

d. pemantauan. Seksi Wilayah I. analisis dan evaluasi. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Tengah. b. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bengkulu. Kepulauan Riau. bimbingan teknis. Sulawesi Tenggara. dan b. Kalimantan Timur. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. Jawa Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. pemantauan. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. Maluku. Papua Barat. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. fasilitasi. standardisasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Sulawesi Tengah. Jawa Timur. dan d. . Lampung. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Kepulauan Bangka Belitung. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.184 c. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. Jawa Tengah. Jambi. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Kalimantan Barat. Gorontalo. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. dan Maluku Utara. f. c. Sumatera Barat. dan Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Banten. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. Nusa Tenggara Barat. bimbingan teknis. koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. e. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Utara. standardisasi teknis. terdiri atas: a.

Kalimantan Selatan. Sulawesi Barat. bimbingan teknis. Sulawesi Tengah. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Lampung. Nusa Tenggara Barat. Bali. standardisasi teknis. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Banten. Gorontalo. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jambi. Sumatera Barat. dan Papua. fasilitasi serta bimbingan teknis. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. analisis. Kepulauan Riau. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Barat. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c. standardisasi teknis. dan b. Seksi Wilayah II. Sulawesi Utara. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. . Jawa Tengah. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Timur. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. analisis. Sulawesi Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. Bengkulu. Jawa Timur. dan Maluku Utara. Sumatera Selatan. fasilitasi.185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. Maluku. Nusa Tenggara Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sumatera Utara.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. terdiri atas: a. dan Maluku Utara. pembinaan pelaksanaan kebijakan. Kalimantan Tengah. Banten. terdiri atas: a. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sumatera Barat. Seksi Wilayah I. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. dan Papua. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Utara. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Tengah. . penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah.186 b. Sulawesi Utara. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. dalam melaksanakan tugas. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Maluku. Nusa Tenggara Barat. Lampung. standardisasi teknis. Bengkulu. b. Jawa Timur. Sulawesi Selatan. dan c. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. c. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tenggara. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Sumatera Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Sulawesi Barat. Seksi Wilayah II. prosedur dan kriteria. Papua Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. Kalimantan Barat. Jambi. Seksi Wilayah I. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. dan b. standardisasi teknis. Kalimantan Selatan. Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a.

dan dana bergulir. Jawa Timur. Sulawesi Selatan. hibah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. obligasi daerah. Maluku. Seksi Wilayah I. Gorontalo. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. Jambi. dan evaluasi di bidang pinjaman. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan e. terdiri atas: a. Sulawesi Tengah. obligasi daerah. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Jawa Tengah. Sulawesi Barat. Kalimantan Selatan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. dan Papua. Sulawesi Utara. standardisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1023 . d. b. Sumatera Selatan. Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Banten. Kalimantan Timur. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. c. dan b. Bali. Jawa Barat. Lampung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Sumatera Utara. dan dana bergulir. Bengkulu. pemantauan.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seksi Wilayah II. Papua Barat. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. dan pernyertaan modal daerah. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Kalimantan Barat. Gorontalo. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. d. penyusunan laporan. Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. dan Papua. Sumatera Selatan. b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya. e. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. Jawa Barat. Bengkulu. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. Bali. Jawa Timur. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan melakukan urusan kepegawaian. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. hibah. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Pasal 1027 . dan f. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. obligasi daerah. dan Maluku Utara. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Jawa Tengah. Papua Barat. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Maluku. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Utara.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. c. obligasi daerah. Banten. hibah. Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tengah. Lampung. Jambi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Selatan.

Nusa Tenggara Barat. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. standardisasi teknis. Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. b. Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. bimbingan teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . Kalimantan Selatan. Banten. Gorontalo. Sulawesi Utara. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Bali. bimbingan teknis. Daerah Istimewa Yogyakarta. supervisi. Nusa Tenggara Timur. terdiri atas: a. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. Sulawesi Tenggara. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Tengah. dan b. rekonsiliasi. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. rekonsialiasi. supervisi. Subbagian Tata Usaha. standardisasi teknis. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sumatera Barat. Sumatera Selatan. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. b. dan f. Maluku. Kalimantan Barat. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. standardisasi teknis. d. Papua Barat. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. supervisi. dan c. Seksi Wilayah II. Sumatera Utara. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. standardisasi teknis. rekonsialiasi. Sulawesi Barat. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. Jawa Barat. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. Kalimantan Tengah. dan Papua. Kalimantan Timur. e. Jawa Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bengkulu. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. Kepulauan Bangka Belitung. dan Sumber Daya Alam. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. Sulawesi Selatan. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah I. c. Lampung. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan.

dan rekonsiliasi dana alokasi khusus. Sulawesi Selatan. dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. penyiapan pelaksanaan monitoring. terdiri atas: a. dan Maluku Utara. Kalimantan Tengah. . dan c. bimbingan teknis. Jawa Tengah. supervisi. Nusa Tenggara Barat. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Papua Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Barat. Sulawesi Tengah. koordinasi. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. supervisi. b. bimbingan teknis. Jawa Timur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus.190 kebijakan. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. Banten. evaluasi dana alokasi khusus. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus. Kalimantan Timur. dan b. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. supervisi. Bali. perencanaan alokasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Sulawesi Barat. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Lampung. standardisasi teknis. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis. Sumatera Utara. standardisasi teknis. standardisasi teknis. Jawa Barat. perencanaan alokasi. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. Bengkulu. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perencanaan alokasi. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jambi. standardisasi teknis. Maluku. koordinasi. Sumatera Selatan. koordinasi.

terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. Kalimantan Timur. Jawa Timur. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. Sumatera Selatan. supervisi. Jawa Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. Banten. dan b. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. Seksi Wilayah II. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. Seksi Wilayah II. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. supervisi. standardisasi teknis.191 b. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. Gorontalo. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. Bengkulu. Papua Barat. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Jambi. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a. Seksi Wilayah I. supervisi. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. Lampung. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Maluku Utara. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. bimbingan teknis. dan b. Sumatera Utara. pertimbangan penyaluran. Jawa Barat. Bali. Sulawesi Tengah. koordinasi perencanaan dasar. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Papua. Kalimantan Tengah. Sumatera Barat. . pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. bimbingan teknis. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. c. dan c. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. standardisasi teknis. bimbingan teknis. Maluku.

Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. . Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah. supervisi. Banten. bimbingan teknis. Bengkulu. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. Nusa Tenggara Barat. Maluku. Sulawesi Tenggara. penyusunan laporan. Seksi Sinkronisasi. standardisasi teknis. dan c. Sumatera Barat. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. b. supervisi. Kalimantan Selatan. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. penyiapan data dan informasi. Pasal 1048 dalam 1044. Jawa Timur. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. Jambi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Lampung. Kalimantan Timur. Kepulauan Bangka Belitung. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. serta penyusunan laporan dana perimbangan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. dan Papua. Papua Barat. Bali. dan melakukan urusan kepegawaian. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. dan b. Jawa Barat. terdiri atas: a. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. Gorontalo. Kalimantan Barat. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. Daerah Istimewa Yogyakarta. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Sumatera Utara.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Selatan. Seksi Dukungan Teknis. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. dan Maluku Utara.

b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. . terdiri atas: .f Subbagian Tata Usaha. penyiapan dukungan teknis. .e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049.c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. .193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e. . dan .b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. menyelenggarakan fungsi: . . Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. .a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah.f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. . . . dan . dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah.c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah.d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli.d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah.

Jawa Barat. Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah I. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Barat. dan Papua. dan b. Banten. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Maluku. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. fasilitasi. Kalimantan Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Sumatera Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. Seksi Wilayah II. Kalimantan Timur. Jambi. Sulawesi Selatan. terdiri atas: a. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. Lampung. Bali. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Tengah. Jawa Timur. dan b. Sumatera Utara. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Papua Barat.194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. Kalimantan Tengah. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Maluku Utara. Pasal 1057 . fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Gorontalo. Kalimantan Selatan. Bengkulu. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052.

Papua Barat. Gorontalo.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Banten. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Selatan. Sumatera Utara. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat. dan b. Kepulauan Riau. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Sulawesi Tenggara. Bali. dan b. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. . Maluku. Sulawesi Barat. dan Maluku Utara. Nusa Tenggara Barat. Jawa Timur. Seksi Wilayah I. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. dan Papua. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Barat. Jambi. dan b. terdiri atas: a. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. Kalimantan Tengah. Sumatera Selatan. Lampung. Bengkulu.

Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah I. Sulawesi Utara. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Kalimantan Tengah. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. Gorontalo. Kalimantan Timur. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Sumatera Utara. dan Papua. Seksi Wilayah II. Banten. dan b. Jawa Timur. Jawa Tengah. Kalimantan Barat. dan b. Sumatera Barat. Bali. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. Jawa Barat. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. Bengkulu. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. dan b. Pasal 1067 . Sulawesi Tengah. Lampung. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jambi. dan Maluku Utara. Maluku. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat.

Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Seksi Data. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. dan b. Sulawesi Selatan. Sumatera Barat. Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tenggara. Bali. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. dan Papua. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Jawa Barat. mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Jawa Tengah. Papua Barat. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. Banten. Sulawesi Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. terdiri atas: a. Kepulauan Riau. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. dan c. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jambi. Lampung. Bengkulu. dan Maluku Utara. Informasi dan Pelaporan. Jawa Timur. b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Barat. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara. Kalimantan Selatan. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Barat. serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. (2) . Sumatera Selatan. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Pasal 1071 (1) Seksi Data. Maluku.

menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri. c. . pemantauan. dan kegiatan pengawasan lainnya. unsur pengawas fungsional 5. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. dan g. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Kabupaten/Kota. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. e. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. 6. dan melakukan urusan kepegawaian. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Kabupaten/Kota. penyusunan laporan. evaluasi. terdiri atas: a. d. b. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. revieu. Kabupaten/Kota.198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Kabupaten/Kota. pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

g. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. terdiri atas: a. dan d. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Wilayah III . pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. analisis laporan hasil pengawasan. dan d.199 b. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. pengumpulan. Inspektorat Khusus. b. Inspektorat Wilayah I . pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian. pengelolaan. . Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. pembinaan penyelesaian. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Umum. c. Inspektorat Wilayah II . pengelolaan. menyusun anggaran. f. Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. penyusunan anggaran. e. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. mengelola perpustakaan. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. b. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. d. program kerja pengawasan dan fasilitasi. koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. c. pengadministrasian tata usaha. dan penyajian laporan hasil pengawasan. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a. b. Inspektorat Wilayah IV. c.

terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. b. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a. . mempunyai tugas menyiapkan. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan b. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. menganalisa data dalam rangka evaluasi. inventarisasi.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan.200 c. c. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. dan b. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi. dan e. Peraturan Perundang . BPKP. d. Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. analisa. mengumpulkan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. penyelenggaraan kerjasama pengawasan. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. (2) Subbagian Dokumentasi. d. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I. terdiri atas: a. Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal. dan e. Subbagian Penyusunan Program. Inspektorat Jenderal Kementerian. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. Subbagian Dokumentasi. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan.

menganalisa data dalam rangka evaluasi. verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. terdiri atas: a. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan. dan c. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas menyiapkan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan. dan b. mengumpulkan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan. dan b. pengelolaan administrasi kepegawaian. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. dan (2) . Pasal 1094 Bagian Umum. pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c. Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Kabupaten/Kota. pengadministrasian dan surat menyurat. pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. terdiri atas: a.

dan e. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. pemeriksaan. Kalimantan Barat. menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan program pengawasan di wilayah I. Bali. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Sulawesi Utara dan Maluku. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. (2) . Kepulauan Bangka Belitung. perencanaan program pengawasan di wilayah II. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bengkulu. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Subbagian Kepegawaian. Lampung. Nusa Tenggara Timur. c. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. pengusutan. Riau. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a.202 b. c. b. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. Kalimantan Tengah. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. b. d. Sulawesi Barat. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b.

203 d. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. perencanaan program pengawasan di wilayah III. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. perencanaan program pengawasan di wilayah IV. menyelenggarakan fungsi: a. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengusutan. . c. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Barat. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sumatera Utara. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. pemeriksaan. pemeriksaan. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Aceh. Sulawesi Tenggara. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. d. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. Jambi. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. dan e. b. Kalimantan Timur. c. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. e. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan. pengusutan. Gorontalo dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. b.

pemeriksaan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur. mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan. pemeriksaan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengujian dan penilaian pengawasan. perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . dan d. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. penyusunan laporan dan urusan tata usaha. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. c. pengusutan. dan e.204 d. pengusutan. b. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal.

Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. menyelenggarakan fungsi: a. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. Sekretariat Badan. dan e. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan. pemantauan. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Politik dan Otonomi Daerah.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan kebijakan teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. b. b. terdiri atas: a. d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. c. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri.

c. b. b. fasilitasi kegiatan. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. Pasal 1114 Sekretariat Badan. Bagian Keuangan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. pengelolaan perlengkapan. pelaksanaan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. pengumpulan dan pengolahan data. pengumpulan. e. Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a. c. rumah tangga dan tata usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dan d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan . analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. terdiri atas: a. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. evaluasi kinerja. b. Bagian Perencanaan. menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan c. pengkoordinasian perencanaan. b. Bagian Umum. d. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. dan f. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. penyiapan pelaksanaan pemantauan. penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. dan c. Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. penilaian. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. kearsipan. kepegawaian. kearsipan dan ekspedisi.207 bahan penyusunan Pengembangan. Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. penatausahaan. pelaksanaan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. . Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. c. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. Subbagian Kepegawaian. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan c. dan urusan rumah tangga. dan Subbagian Rumah Tangga. perjalanan dinas. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. rumah tangga. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. Pasal 1124 1114 huruf c. serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. surat menyurat. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b. dan keamanan dalam. b. urusan kepegawaian. pengolahan dan penyajian data. Pasal 1121 Bagian Umum. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. meliputi urusan keamanan dalam.

mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. dan d. b. Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. penyiapan bahan pemeriksaan. dan c. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. Subbagian Perbendaharaan.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. pembayaran gaji. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. dan c. penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. informasi dan dokumentasi. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. informasi dan dokumentasi. c. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. b. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. dan . serta pengelolaan perpustakaan.

Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b. Bidang Penataan Daerah. Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. b. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Informasi dan Dokumentasi. Politik. dan otonomi daerah. (3) Subbagian Perpustakaan. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. penyiapan perumusan pembinaan. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Bidang Pemerintahan Daerah. dan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. politik dan otonomi daerah. c. Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Subbagian Perpustakaan. dan d.209 c. informasi dan dokumentasi.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. dan b.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. Subbidang Kesatuan Bangsa. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a. Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b. Subbidang Pemerintahan Provinsi. dan b. dan b. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. dan b. Pasal 1141 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota. Subbidang Politik. terdiri atas: a. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. penyusunan laporan.211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. Subbidang Kelembagaan. Subbidang Aparatur. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. dan b. . rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi.

penyiapan perumusan pembinaan. Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. menyelenggarakan fungsi: . Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. dan d. Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a. Bidang Kewilayahan. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. dan b. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. b. Bidang Trantib dan Linmas. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. c. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. Bidang Kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan.

Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas.213 a. Subbidang Trantib. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. (2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. dan b. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. Subbidang Linmas. terdiri atas: a. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b. (2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. Subbidang Penataan Wilayah.

(2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. dan b. Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dan b. penyusunan laporan. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. Subbidang Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. . Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1161 Bidang Kependudukan.214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah. Subbidang Perkembangan Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat.

dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. dan b. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. penyiapan perumusan pembinaan.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. dan b. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. . menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan.

dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a.216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. terdiri atas: a. dan b. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. dan b. Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c. Subbidang Partisipasi Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a. Subbidang Pemerintahan Desa. Subbidang Potensi Masyarakat.

217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. . dan b. Subbidang Keuangan Desa. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Subbidang Ekonomi Desa. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b. penyusunan laporan.

penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. dan b. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. b. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Bidang Keuangan Daerah. Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. penyiapan perumusan pembinaan. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. .. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. c. dan b. Bidang Ekonomi Daerah. Subbidang Perencanaan Pembangunan. Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Bidang Pembangunan Daerah. terdiri atas: a. Subbidang Sumber Daya. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a. dan d.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a. (2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b. (2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan.

(2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. dan b. Subbidang Potensi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. terdiri atas: a. BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. Subbidang Investasi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. dan b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. . a.

dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. . mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. d. Pasal 1204 Sekretariat Badan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. c. pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. b. c. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. dan e. e. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. Kependudukan dan Keuangan Daerah. b. b. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. dan f. penyusunan kebijakan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a. pemantauan.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a.

pengumpulan. b. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Data. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a. dan informasi dan publikasi. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran. Informasi dan Publikasi. dan d. b. d.222 c. c. pengelolaan perlengkapan. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Bagian Perencanaan dan Anggaran. pengolahan dan evaluasi data. (2) Subbagian Data. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. kepegawaian. dan e. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. serta pengendalian dan pelaporan. d. pengumpulan dan pengolahan data. c. dan e. evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. Bagian Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan tata usaha. Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Hukum. (3) Subbagian Hukum. Pasal 1210 . Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. dan urusan rumah tangga. dan c.

b. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. petunjuk operasional kegiatan. Pasal 1212 Bagian Keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. pengelolaan. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. b. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. laporan realisasi keuangan dan asset. pembayaran gaji. Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. . penyusunan unit akuntansi instansi. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan anggaran. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. verifikasi.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. bahan pemeriksaan. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. pelaksanaan verifikasi. terdiri atas: a. usul penunjukkan bendaharawan. pendayagunaan. reviu laporan keuangan dan asset. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. penyusunan laporan realisasi anggaran. revisi anggaran. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan 1205 huruf b. inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan d. penatausahaan. akuntansi dan pembukuan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan. dan c. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. akuntansi dan pembukuan. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. validasi penerbitan surat perintah membayar. c.

arsip dan ekspedisi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. b. terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. Subbagian Asrama dan Kelas. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha. mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. terdiri atas: a. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak. tata usaha. Bogor. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. dan c. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan keamanan dalam. dan c. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. . b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak.224 c. surat menyurat. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. kearsipan. Pasal 1220 Bagian Umum. pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. dan c. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman.

b. terdiri atas: a. penyusunan dan pengembangan kurikulum. b. (3) . perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. d. Subbagian Tata Usaha. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Bidang Kader dan Kepemimpinan. c. angkutan. rencana dan program dan pedoman. menyelenggarakan fungsi: a. dan g. f. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. e. pelaksanaan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. peserta. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. c. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. evaluasi hasil pelaksanaan program. pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pemantauan. Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. dan d. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah.

Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. Subbidang Pemerintahan Umum. Subbidang Otonomi Daerah. terdiri atas: a. perumusan bahan pelajaran. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyusunan kualifikasi peserta. penyusunan dan pengembangan kurikulum. kualifikasi pengajar.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan kualifikasi calon peserta. dan b. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyiapan fasilitas. d. program. c. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. . pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kualifikasi pengajar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. e. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. penyiapan fasilitas. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan Standar Operasional Prosedur. program. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. dan f.

Subbidang Kesatuan Bangsa. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. kualifikasi pengajar. c. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b. dan f. Subbidang Politik Dalam Negeri. penyusunan dan pengembangan kurikulum. kualifikasi pengajar. . penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. perumusan bahan pelajaran. penyusunan kualifikasi peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyiapan fasilitas. b. Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. e. program. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. d.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. penyiapan fasilitas. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan kualifikasi calon peserta. dan b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. terdiri atas: a. program. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233.

penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). f. rumah tangga. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. dan g. kualifikasi pengajar. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. program. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan laporan. Subbidang Kepemimpinan. penyusunan Standar Operasional Prosedur. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Subbidang Kader. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). program. (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b. terdiri atas: a. perumusan bahan pelajaran. d. serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. c. . Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. penyusunan kualifikasi peserta. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. e. dan b. pedoman. penyiapan fasilitas. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyusunan kualifikasi calon peserta.228 b. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur.

kependudukan dan keuangan daerah. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. metode. perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. c. c. b. standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. pemantauan. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. dan d. evaluasi hasil pelaksanaan program. Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. kependudukan dan keuangan daerah. peserta. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. dan f. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. pelaksanaan. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. b. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. program dan pedoman. kependudukan dan keuangan daerah. kependudukan dan keuangan daerah. Bidang Keuangan Daerah. rencana. Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. d. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. penyusunan dan pengembangan kurikulum. kependudukan dan keuangan daerah. Pasal 1243 . penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. kualifikasi pengajar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. perumusan bahan pelajaran. Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. program. d. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyiapan fasilitas.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. dan b. . program. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. terdiri atas: a. (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b. penyiapan fasilitas. program. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif. b. penyiapan fasilitas. penyusunan kualifikasi peserta. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kualifikasi pengajar. c. kualifikasi pengajar. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan f. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kualifikasi calon peserta.

(2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. . d. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273. pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. penyusunan laporan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kurikulum. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. rencana. metode. rumah tangga.236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. pemantauan. b. program dan pedoman. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. c. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. pelaksanaan.

Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. f. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional. terdiri atas: a. Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. g. dan e. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Subbagian Tata Usaha. . evaluasi hasil pelaksanaan program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan d. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. dan i. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. serta pengembangan jabatan fungsional. dan d. dan b. c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. h. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. c. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi.237 e. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. peserta. terdiri atas: a. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. b. program.

menyelenggarakan fungsi: a. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan dan pengembangan kurikulum. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. c. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian. penyiapan fasilitas. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. e. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan kualifikasi calon peserta. Subbidang Keterampilan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. dan g.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. kualifikasi pengajar. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. Subbidang Keahlian. f. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b. Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan fasilitas. penyusunan kualifikasi peserta. dan b. perumusan bahan pelajaran. program. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. program. b. kualifikasi pengajar. d. terdiri atas: a.

Subbidang Kerjasama Luar negeri. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. penyusunan rencana. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. dan e. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. terdiri atas: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. dan b. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. . serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. b. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman dan petunjuk teknis. c.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. d. (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. rumah tangga. program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Standardisasi. dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. penyusunan rencana. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri.

Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. Politik. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 1292 Staf Ahli. (4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. dan hubungan antarlembaga. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. Pasal 1293 Staf Ahli. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. terdiri atas: a. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a. Staf d. Staf Ahli Bidang Hukum. (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. politik.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. . (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan. dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan. Staf Kependudukan. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Politik. BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. Staf Lembaga. dan e. b. Staf c. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum.

c. b. penyusunan program dan anggaran pusat. Pasal 1296 Pusat. Informasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. Pusat Kajian Kebijakan Strategik. meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat.241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. d. pengembangan. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. pendayagunaan. d. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Informasi. Informasi. b. c. Pusat Data. menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Pasal 1299 . Komunikasi dan Telekomunikasi. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. dan telekomunikasi. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. komunikasi. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297. Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan e. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 1298 Pusat Data. Informasi. Pusat Penerangan. terdiri atas: a. Bagian Kedua Pusat Data. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. informasi. dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

b. Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. dokumentasi dan arsip. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan e. terdiri atas: a. dokumentasi dan arsip. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Tata Usaha. dan c. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.242 Pusat Data. b. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. keuangan dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan Subbagian Umum. keuangan. Bidang Pengelolaan Data. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. kepegawaian. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. perjalanan dinas. Bidang Sandi dan Telekomunikasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan perlengkapan. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Informasi. Komunikasi dan Telekomunikasi. Subbagian Program. terdiri atas: a. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. dan (2) (3) . pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. c. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Persuratan. d. surat menyurat. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. kepegawaian. c. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran.

Subbidang Pengolahan Data. dan d. b. perawatan. pelaksanaan penyajian informasi. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi.243 b. menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. Subbidang Telekomunikasi. terdiri atas: a. terdiri atas: a. pengembangan. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. perekaman. pengembangan. pengolahan. pengolahan. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. Subbidang Sandi. mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. (2) (2) . dan penyimpanan data. Subbidang Penyajian Informasi. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. c. dan b. pendayagunaan. pengembangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. dan b. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pendayagunaan dan pengendalian sandi. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c.

c. mempunyai tugas melakukan pengembangan. Subbidang Pemeliharaan. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengembangan. pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian. Subbidang Pengembangan. dan e. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan. dokumentasi dan penerbitan. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. dan b. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. penyaringan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. pengumpulan. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. d. Pasal 1318 Pusat Penerangan. terdiri atas: tugas dan (2) . pelaksanaan administrasi dan tata usaha. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. terdiri atas: a. pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan.

keuangan dan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan (2) (3) . penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. kepegawaian. Subbagian Persuratan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. c. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Bagian Tata Usaha. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. dan Subbagian Umum. urusan rumah tangga. Bidang Fasilitasi Pengaduan. dan c. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. b. kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. c. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. b. menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaporan. urusan surat menyurat. pengetikan dan penggandaan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. terdiri atas: a. dan perlengkapan. d. Bidang Hubungan Masyarakat. kepegawaian. perjalanan dinas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. e. Subbagian Program. dokumentasi dan arsip.245 a. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. keuangan dan perlengkapan. Bidang Perpustakaan. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. dokumentasi dan arsip.

dan b. Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi. Kementerian dan Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. (2) dan (2) . penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi. dan b. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat.246 b. b. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan.

b. Subbidang Pelayanan. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. dan c. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. c. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan. dan b.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. pembangunan dan kemasyarakatan. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . mengendalikan. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. menyelenggarakan fungsi: a. politik hukum dan keamanan. serta perekonomian. b.

serta urusan rumah tangga. dan c. Bagian Tata Usaha. c. Hukum dan Keamanan. d.248 kesejahteraan rakyat. Subbagian Umum. serta pelaporan. arsip. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. keuangan. dan e. c. perjalanan dinas. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. Bidang Analisis Perekonomian. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. b. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. surat menyurat. dan d. pengembangan dokumentasi. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Bidang Analisis Politik. pelaksanaan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Subbagian Program. b. dan perlengkapan. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. politik hukum dan keamanan. kepegawaian. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1342 (2) (3) . Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. b. terdiri atas: a. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. kepegawaian. terdiri atas: a. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. serta perekonomian. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. pelaksanaan urusan surat menyurat. keuangan dan perlengkapan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. keuangan dan perlengkapan. arsip. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a.

dan b. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. Pasal 1349 (2) . Subbidang Pusat. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. Subbidang Pusat. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. Pasal 1348 Bidang Analisis Politik. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. terdiri atas: a. hukum dan keamanan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. dan b. Subbidang Daerah. terdiri atas: a. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. Subbidang Daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. hukum dan keamanan. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. hukum dan keamanan. Hukum dan Keamanan.

terdiri atas: a. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. Subbidang Daerah. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b. Subbidang Pusat. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. dan b. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. hukum dan keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a. hukum dan keamanan. mempunyai tugas melaksanakan perumusan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. pelayanan administrasi dan informasi. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. d. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga.dan c. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. d. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. dokumentasi serta perpustakaan. b. dan e. c. urusan kepegawaian. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara. dokumentasi dan perpustakaan. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Pelayanan Administrasi. urusan surat menyurat.251 a. pelaksanaan urusan kepegawaian. c. Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. Bidang Kerjasama Antar Negara. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. pelaksanaan urusan surat menyurat. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. dan e. Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357. pelaksanaan urusan informasi. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri. Subbagian Umum. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. terdiri atas: a. f. b. d. c. b. b. e. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan (2) .

pedoman dan petunjuk teknis. Subbidang Kerjasama Teknik. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. b. monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. Subbidang Kerjasama Sister. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. (2) . fasilitasi. dan e. d. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. keuangan. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. serta pelaksanaan monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. c. dan b. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. kearsipan dan ekspedisi. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. kepegawaian. fasilitasi. Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b. serta pelaksanaan monitoring. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. dan perlengkapan.252 surat menyurat. terdiri atas: a.

. Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. fasilitasi. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. . pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. serta pelaksanaan monitoring. Subbidang Organisasi Internasional. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. serta pelaksanaan monitoring. Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. . Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. dan Organisasi . penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program.253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. monitoring. (2) . penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d.

menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. . pengelolaan aset. pedoman dan petunjuk teknis. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. dan b. pengelolaan keuangan. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b. . pedoman dan petunjuk teknis. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. . serta pelaksanaan monitoring. Pasal 1375 (2) . terdiri atas: a. penyusunan program kerja. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. serta pelaksanaan monitoring. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. fasilitasi. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. b.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. Subbidang Badan Swasta Asing. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri. dan d. fasilitasi. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal.

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. serta pelaporan. b. kepegawaian.255 Pusat a. dokumentasi dan arsip. Subbagian Umum. b. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. urusan surat menyurat. b. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. e. kepegawaian. dan perlengkapan. keuangan dan perlengkapan. terdiri atas: a. c. pelaksanaan urusan rumah tangga. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1381 . mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dokumentasi dan arsip. Pasal 1377 Bagian Tata Usaha. urusan rumah tangga. Subbagian Program. dan c. keuangan. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Persuratan. Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. dan c. (2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a. d. perjalanan dinas. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dokumentasi dan arsip. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. kepegawaian. Bidang Akuntansi dan Pelaporan.

Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pembinaan verifikasi anggaran. b. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. pelaksanaan akuntansi. b. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. Subbidang Perbendaharaan. dan d. Direktorat . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Subbidang Lingkup III. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. pembinaan perbendaharaan. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c. pembinaan akuntansi. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. Subbidang Lingkup II. pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c. dan c. Subbidang Lingkup I. c. perhitungan anggaran. penyiapan bahan perhitungan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. Subbidang Verifikasi. terdiri atas: a. dan c. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I.

(2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Pengadaan Barang. penyiapan penghapusan barang milik negara. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. penghapusan. perhitungan anggaran. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. pengadaan. mempunyai tugas melakukan pemindahan. penggunaan.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. Subbidang Penatausahaan Barang. penganggaran. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. inventarisasi. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. dan pemanfaatan barang milik negara. terdiri atas: a. . pengamanan. Subbidang Penghapusan. pelaporan dan penilaian barang milik negera. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. Inspektorat Jenderal. mempunyai tugas melakukan pembukuan. perhitungan anggaran. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c. b. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. b. dan c. dan c.

Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa. (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional. dan c. Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392. (2) . pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan. UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a. b. di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan.

wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan.259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. . setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. sebagaimana telah diubah. seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. Lampiran VI. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Lampiran VIII. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. tercantum dalam Lampiran I. Lampiran XI. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. Lampiran IX.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Lampiran IV. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Lampiran XII. Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. maka: 1. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. sebagaimana telah diubah beberapa kali. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran III. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Lampiran V. dan 2. Lampiran II. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Lampiran VII. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian. Lampiran X.

261 MENTERI DALAM NEGERI. GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR .