MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

Badan Pendidikan dan Pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. dan III. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. b. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan c. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. Badan Penelitian dan Pengembangan.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a. . dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. terdiri a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c. II. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum.

penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. Badan Pendidikan dan Pelatihan. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Monitoring dan Evaluasi. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. Subbagian Data. c. d. dan c. rencana program jangka panjang. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha biro. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. (3) . b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. e. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. b. rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan f. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. terdiri atas: a. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d.

penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. pelaporan. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. e. pembinaan dan pengembangan karier. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. b. dan kesejahteraan pegawai. Bagian Pengembangan Karier. terdiri atas: a. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. kepegawaian. c. b. pelaporan. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. pelaksanaan mutasi pegawai. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. c. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. pengembangan kinerja. d. disiplin. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan program kerja. Pasal 30 Biro Kepegawaian. b. . penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Bagian Mutasi. mutasi. dan d.8 (2) Subbagian Data. disiplin dan kesejahteraan pegawai. penyusunan pengembangan karier. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. Bagian Perencanaan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian.

Subbagian Data Pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Formasi dan Perencanaan. pelaksanaan ujian dinas. penyiapan usulan pengangkatan. Subbagian Jabatan Struktural. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. penyiapan usulan pengangkatan. terdiri atas: a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. dan c. c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. d. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan e. Pasal 38 (2) (3) . Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. kepegawaian. b. b. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. Subbagian Tata Usaha Biro. b. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai. dan d. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional. dan c. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural.9 c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Jabatan Fungsional. Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. pelaporan. terdiri atas: a. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro.

penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. dan pemensiunan. Subbagian Pemindahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kaderisasi. penyiapan ujian dinas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. Pasal 41 Bagian Mutasi. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. Pasal 43 (2) (3) . penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. b. mutasi kader. Pemberhentian dan Pensiun. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. dan c. pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. dan c. Subbagian Kenaikan Pangkat. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b. Subbagian Pemindahan.10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pencantuman nama gelar. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. b. dan peninjauan masa kerja. pemensiunan. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. (3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. pemindahan. penyiapan usulan pemberhentian. terdiri atas: a.

b. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) .11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. Subbagian Disiplin. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian. Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. pelaksanaan analisis jabatan. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. terdiri atas: a. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. pembinaan disiplin pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. pembinaan disiplin pegawai. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. dan c. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. b. dan c.

c. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Kinerja. Pasal 49 Biro Organisasi. Bagian Tatalaksana. b. e. pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. c. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. dan f. a. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. dan c. Bagian Kelembagaan. penyusunan program kerja. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. dan d. Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. . b. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. terdiri atas: a. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II. terdiri atas: a. pelaporan. Bagian Analisa Jabatan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah.12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. dan c. b.

Maluku dan Papua. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi. dan b. Jawa dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. dan c. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. Jawa dan Kalimantan.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. b. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. Sulawesi. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan.

Pasal 60 Bagian Tatalaksana. c. terdiri atas: a. Subbagian Sistem dan Prosedur. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. metode. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbagian Standardisasi. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. Maluku dan Papua. Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. Sulawesi. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Nusa Tenggara. b. Subbagian Tata Usaha Biro.14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. dan c. dan d. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. pelaporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi.15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Sulawesi. Jawa dan Kalimantan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 67 . penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. dan b. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. Pasal 64 Bagian Kinerja. terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Nusa Tenggara. (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi.

b. d. c. Pasal 72 . perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. penyusunan program kerja. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. dan d. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaksanaan inventarisasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian. e. dan f. b. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. b. dan c. Pasal 68 Biro Hukum. menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. Bagian Dokumentasi Hukum. c. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. terdiri atas: a. pelaporan. b. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. terdiri atas: a. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan.

Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. terdiri atas: a. Peraturan Kepala Daerah. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. dan produk hukum lainnya. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. b. Keputusan DPRD. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. dan b. dan c. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. mempunyai (2) (3) (2) . Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. Keputusan DPRD. Keputusan Kepala Daerah. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. dan produk hukum lainnya.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III.

penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Peraturan Kepala Daerah. b. Maluku dan Papua. dan produk hukum lainnya. Nusa Tenggara. Peraturan Kepala Daerah. Subbagian Penyelesaian Wilayah III. menyelenggarakan fungsi: a. Keputusan Kepala Daerah. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. Keputusan DPRD. (3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan. Keputusan Kepala Daerah. dan produk hukum lainnya. dan c. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. Keputusan DPRD. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. dan c. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. serta memberikan perlindungan hukum. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. b. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi.

b. Subbagian Tata Usaha Biro. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. dokumentasi. informasi dan dokumentasi hukum. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a. informasi. penggandaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. pelaporan. dan c. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum. kepegawaian. Nusa Tenggara. dan c. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. terdiri atas: a. Maluku dan Papua. b. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri.

Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha. dan d. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. dan c. Bagian Protokol. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. c. b. Bagian Keamanan Dalam. terdiri atas: a. c. b. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. terdiri atas: a. c. protokol dan keamanan dalam. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri.20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. dan d. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. b. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan. rumah tangga. (2) . b. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. dan d. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. Pasal 87 Biro Umum. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a.

Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. ekspedisi. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan urusan perjalanan dinas. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri. serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. kesehatan pegawai. dan d. penyelenggaraan kesehatan pegawai. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Subbagian Urusan Dalam. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. penyiapan sarana rapat-rapat. Pasal 97 (2) (3) . pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Perlengkapan. rumah jabatan. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. c. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. perjalanan dinas. dan c. persiapan sarana upacara. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris.

Pasal 103 dan Komplek . b. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. Subbagian Tamu Pimpinan. mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. terdiri atas: a. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. b. Subbagian Tata Usaha Biro. dan c. Subbagian Acara. mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan. terdiri atas: a. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pelaksanaan pengamanan personil. (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. Subbagian Pengamanan Personil. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian. Pasal 98 Bagian Protokol. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. dan c.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. b. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. Subbagian Hubungan Keprotokolan.

mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. kepegawaian. standar. c. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. (2) (3) 2. d. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. b. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. 3. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. menyelenggarakan fungsi: a.23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. dan e. Bagian Kedua . Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik. pelaporan. mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. penyusunan norma. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik.

mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penyusunan program dan anggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Kewaspadaan Nasional. Budaya. b. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. dan d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. c. terdiri atas: a.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan c. Agama dan Kemasyarakatan. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. d. . b. dan f. Bagian Perencanaan. pengelolaan perlengkapan. urusan tata usaha dan rumah tangga. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. Direktorat Ketahanan Ekonomi. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. c. c. b. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Bagian Umum. Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Keuangan. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. e. dan d. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 113 Bagian Perencanaan. Direktorat Politik Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Ketahanan Seni.

menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. b. Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. dan c. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. b. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 119 . dan c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b. Subbagian Kepegawaian. terdiri atas: a. Subbagian Perundang-undangan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum.25 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian.

(2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. b. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. b. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan c. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pembayaran gaji. Pasal 125 Bagian Umum. . usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. dan c. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. akuntansi. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. serta verifikasi dan pembukuan. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. penatausahaan. dan c. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c. Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. dan f. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. e. b. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. terdiri atas: a. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan. e. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan. d. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Subbagian Persuratan dan Arsip.27 b. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. dan c. Subdirektorat Bela Negara. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. c. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. c. Subbagian Tata Usaha. . d.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. b. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara.28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penguatan Ideologi Negara. terdiri atas: a. Seksi Implementasi Ideologi Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. b. Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. dan c. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan . Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan.

Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d. Seksi Pendidikan Bela Negara. dan . (2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b. dan b. serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c. dan c.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Pemberdayaan Bela Negara.

dan b. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Seksi Kewarganegaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. dan b.30 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. (2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b. Seksi Pembauran. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. dan b.

dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c. Subbagian Tata Usaha. penyusunan laporan.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. d. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing. Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. c. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. . Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 155 . b. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial. Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. e. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. e.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Jawa dan Kalimantan. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Seksi Wilayah II. dan b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Pasal 192 . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. terdiri atas: a. Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. dan b.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan.

dan b. . penyusunan laporan. Nusa Tenggara. Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. Jawa dan Kalimantan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. terdiri atas: a. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. dan melakukan urusan kepegawaian. Maluku dan Papua. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan. Seksi Wilayah I. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. Sulawesi. dan b. Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. e. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. dan f. d. d. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. Subbagian Tata Usaha.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. c. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. . dan f. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. terdiri atas: a.

Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a. Pasal 210 . Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. dan b. Seksi Wilayah II. dan b. Jawa dan Kalimantan. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. dan b. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah. terdiri atas: a. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan laporan. standar. b. . Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. c. perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum. penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. dan melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. 3. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum.46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. d. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. 2. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. Tugas dan Fungsi Pasal 243 1. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. prosedur. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.

Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Bagian Perencanaan. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. Pasal 252 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan. c. terdiri atas: a. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Umum. terdiri atas: a. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. penyusunan program dan anggaran. dan f. d. dan d. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. urusan tata usaha dan rumah tangga. b. b. pengelolaan perlengkapan. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. dan d. b. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. dan c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a. dan . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. e. b. c. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. Sekretariat Direktorat Jenderal.

(3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Subbagian Sistem dan Prosedur. Subbagian Perundang-undangan. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b.48 c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. dan c. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. terdiri atas: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. dan c. penatausahaan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. . mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. b. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Kepegawaian. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c.

Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. dan c. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. Pasal 264 Bagian Umum. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Perbendaharaan.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. dan c. b. b. b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. dan c. Subbagian Persuratan dan Arsip. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. terdiri atas: a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. . pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. pembayaran gaji. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Tata Usaha. b. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. d. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. d. b. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b. c. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. . c. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Subdirektorat Kerjasama Daerah. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. e.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. e. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

pembinaan. . Sulawesi Barat. Jawa Barat. Gorontalo. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. Sulawesi Utara. terdiri atas: a. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Maluku Utara dan Papua Barat. Kalimantan Tengah. Banten. Bengkulu. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Jawa Tengah. dan b. Sumatera Selatan. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a. Seksi Wilayah I. Sulawesi Tenggara. Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Jambi. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. Kepulauan Riau. dan b. Maluku dan Papua. Bali. Riau. Jawa Timur. Lampung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kepulauan Bangka Belitung. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Timur. dan b. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Tengah.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. pembinaan. Sumatera Barat.

Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara Timur. dan d. Banten. Sulawesi Utara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. Kalimantan Timur. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah. pembinaan. Maluku dan Papua. Sulawesi Tenggara. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Barat. Jambi. Sulawesi Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sumatera Selatan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah. Gorontalo. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. Seksi Kerjasama II. Sulawesi Tengah. Seksi Kerjasama I. Jawa Barat. Jawa Timur. Maluku Utara dan Papua Barat. Bengkulu. Sumatera Barat. . Riau. Bali. Lampung. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Barat.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. c. dan b. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Kalimantan Selatan.

terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. Kalimantan Barat. Bali. Jawa Barat. Bengkulu. Jawa Tengah. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. Seksi Wilayah I. Pasal 286 . Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Maluku Utara dan Papua Barat. Banten. Sulawesi Barat. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Gorontalo. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. Riau. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Maluku dan Papua. Sulawesi Selatan. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. Sumatera Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. dan b. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. Jawa Timur. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Jambi. Sulawesi Tengah.

Maluku Utara dan Papua Barat. Sumatera Barat. Maluku dan Papua. Kalimantan Timur. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. penyusunan laporan. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. Sulawesi Barat. terdiri atas: a. Jambi. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Lampung. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. Banten. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Riau. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. dan b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Tengah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Gorontalo. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Kalimantan Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Daerah Istimewa Yogyakarta. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan b. dan melakukan urusan kepegawaian.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Bali. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah II. Jawa Timur. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. Nusa Tenggara Barat. Bengkulu. Pasal 291 (2) .

Sumatera Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah. fasilitasi. d. pembakuan nama rupabumi. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. pemindahan ibukota daerah. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. dan f. f. menyelenggarakan fungsi: a. c. e. Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. c. Sulawesi Selatan. d. Kalimantan Timur. Lampung. e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. dan g. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. terdiri atas: . perubahan nama. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Kalimantan Selatan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan e. Sumatera Utara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. dan Sulawesi Tenggara. b. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. c. Subbagian Tata Usaha. Kalimantan Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. terdiri atas: a. Jambi. b. Kalimantan Barat. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Sulawesi Barat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. Nusa Tenggara Barat. pemindahan ibukota daerah. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah IA. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. perubahan nama. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Nusa Tenggara Timur. pembakuan nama rupabumi. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. Sumatera Selatan. perubahan nama. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. Seksi Wilayah IIA. Bengkulu. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Papua. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan . Bali. Maluku. pembakuan nama rupabumi. Gorontalo. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. dan Sulawesi Tenggara. Jambi. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. Kepulauan Bangka Belitung. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Seksi Wilayah IIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Sulawesi Selatan. Sumatera Utara. dan b. Sulawesi Utara. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. Sulawesi Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Papua Barat. dan Sulawesi Tengah. mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pemindahan ibukota daerah. pemindahan ibukota daerah. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah. fasilitasi. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. Nusa Tenggara Timur. dan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku Utara. perubahan nama. pembakuan nama rupabumi. Lampung. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Barat. perubahan nama. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. pembakuan nama rupabumi. pemindahan ibukota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. Kalimantan Selatan. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Sulawesi Barat. Nusa Tenggara Barat.56 a. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. dan e. Jawa Timur. Seksi Wilayah IB.

menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Sumatera Utara. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. Sulawesi Selatan. Maluku Utara. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 306 . penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Tengah. Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Gorontalo. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. dan b.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Timur. Bengkulu. pemindahan ibukota daerah. Sumatera Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. perubahan nama. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Maluku. Sumatera Barat. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. Jambi. Kepulauan Riau. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. terdiri atas: a. dan Papua. dan Sulawesi Tenggara. Papua Barat. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Sulawesi Barat. Lampung. Riau. pembakuan nama rupabumi.

Sumatera Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Bengkulu. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Seksi Wilayah IB. Sulawesi Barat. Lampung. Maluku Utara. Kalimantan Barat. Jawa Timur. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. dan Papua. Jawa Tengah. dan Riau. Kalimantan Tengah. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. terdiri atas: a. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Papua Barat. Jambi. Maluku. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Seksi Wilayah IA. b. dan c. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Sulawesi Selatan. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Timur. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Selatan. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Sumatera Barat. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. Kalimantan Selatan.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. Nusa Tenggara Barat. Gorontalo. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Bali. dan Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. terdiri atas: . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Timur.

dan b. Jawa Tengah. (2) . Seksi Wilayah IIB. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Papua Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Maluku. Jawa Timur. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Nusa Tenggara Barat. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. dan Papua. Nusa Tenggara Timur. dan Sulawesi Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314.59 a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. b. dan melakukan urusan kepegawaian. Bali. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku Utara. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. penyusunan laporan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat. Seksi Wilayah IIA. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. c. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara.

Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. dan b. e. dan b. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. menyelenggarakan fungsi: a. d.60 d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. b. dan f. Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. c. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. dan f. mempunyai tugas . Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. terdiri atas: a. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional.

61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 328 . Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. dan b. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. terdiri atas: a. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Seksi Program. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan b. (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja.

fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan b. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b. monitoring dan evaluasi. dalam a. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi. b. dan Seksi Administrasi. terdiri atas: Seksi Operasional. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. fasilitasi. (2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a. Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. koordinasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. penyusunan laporan. Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Hak Asasi Manusia. d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus. industri dan perdagangan. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan.

f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. e. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. Pasal 340 Direktorat a. Daerah Istimewa Yogyakarta. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. tambang. d. dan Subbagian Tata Usaha. Nusa Tenggara Barat. Maluku Utara dan Papua Barat. Kalimantan Timur. Bengkulu. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. fasilitasi. Sumatera Selatan. b. . monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Bali. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. menyelenggarakan fungsi: a. Banten. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah II. Kalimantan Selatan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. kelautan dan kedirgantaraan. Kawasan dan Pertanahan. c. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. Lampung. Jawa Barat. Sumatera Barat. Sulawesi Tengah. fasilitasi. tambang. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. tambang. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. pertanian dan lingkungan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Sulawesi Utara. Kalimantan Tengah. dan g. f. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Sulawesi Tenggara. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. terdiri atas: a. Industri dan Perdagangan Bebas. Kelautan dan Kedirgantaraan. Kalimantan Barat. Gorontalo. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Wilayah I. Jawa Timur. Maluku dan Papua. pertanian dan lingkungan. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. tambang. Subdirektorat Kawasan Perairan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi. dan b. koordinasi. Sulawesi Selatan.

Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b. Jawa Tengah. fasilitasi. Nusa Tenggara Barat. Riau Bengkulu. Kalimantan Timur. Maluku dan Papua. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Selatan. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. menyelenggarakan fungsi: a. Lampung. menyelenggarakan fungsi: . monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Sulawesi Selatan. Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. koordinasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. industri dan perdagangan bebas. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Seksi Wilayah II. Jambi. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Banten. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah I. Sulawesi Tengah. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. koordinasi. Sulawesi Utara. Gorontalo. koordinasi. Jawa Barat. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Istimewa Yogyakarta. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Sumatera Barat. laut dan udara. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Jawa Timur. terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. dan b. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Bali. fasilitasi. Sumatera Selatan. laut dan udara. fasilitasi. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku Utara dan Papua Barat.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan.

Jawa Barat. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d. Sulawesi Tengah. koordinasi. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. terdiri atas: a. koordinasi. Maluku dan Papua. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. fasilitasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Sumatera Selatan.66 a. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. industri dan perdagangan bebas. dan . monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. Sumatera Barat. Lampung. b. Industri dan Perdagangan Bebas. Seksi Wilayah II. b. Bali. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. koordinasi. Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. Kalimantan Selatan. Banten. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. fasilitasi. Riau Bengkulu. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. Gorontalo. industri dan perdagangan bebas. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku Utara dan Papua Barat. Jawa Tengah. Jambi. Sulawesi Selatan. terdiri atas: a. fasilitasi. Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah I. Kepulauan Riau. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. fasilitasi. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan.

Nusa Tenggara Barat. fasilitasi. fasilitasi. dan kedirgantaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Jambi. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Selatan. Maluku dan . Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. penataan kawasan khusus. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Jawa Timur. Maluku dan Papua. Sulawesi Tenggara. Lampung. Kalimantan Timur. Kelautan dan Kedirgantaraan. Seksi Wilayah II. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. fasilitasi. Riau Bengkulu. Kalimantan Barat. Sumatera Barat. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Kalimantan Tengah. fasilitasi. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku Utara dan Papua Barat.67 b. penataan kawasan khusus. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II. penyelesaian sengketa pertanahan. kelautan dan kedirgantaraan. Jambi. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. koordinasi. penyelesaian sengketa pertanahan. dan b. Kalimantan Selatan. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. kelautan. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. Banten. Sumatera Barat. Jawa Barat. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. kelautan dan kedirgantaraan. terdiri atas: a. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. Bali. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e. Banten. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. Seksi Wilayah I. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Selatan. koordinasi. Gorontalo. Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan.

Subbagian Tata Usaha. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. Subdirektorat Organisasi. Jawa Timur. koordinasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana. Jawa Barat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Sistem dan Prosedur. fasilitasi. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. menyelenggarakan fungsi: a. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. penyusunan laporan. b. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Lampung. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. dan e. Kalimantan Selatan. Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana. Sulawesi Tengah. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Tengah. Maluku Utara dan Papua Barat. Pasal 365 . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. Nusa Tenggara Timur. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. d. sistem dan prosedur. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Gorontalo. d.68 Papua. Riau Bengkulu. c. Sulawesi Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. b. Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. dan e. dan melakukan urusan kepegawaian.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

dan c. penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. . mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b.74 c. pembayaran gaji. b. Subbagian Sistem dan Prosedur. penatausahaan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Perundang-undangan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Kepegawaian. dan c. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Perbendaharaan.

penanaman modal. b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. perdagangan. dan c. lingkungan hidup. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 403 Bagian Umum. komunikasi dan .75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. usaha kecil dan menengah. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. pertanahan. tata ruang. koperasi. b. perencanaan pembangunan. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. kehutanan. pertanian. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. pemberdayaan masyarakat desa. Subbagian Persuratan dan Arsip.

Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. dan c. prosedur. I/3. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. ketahanan pangan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan pemberdayaan masyarakat desa. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. ketahanan pangan. Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. standar. Seksi Bidang I/1B. I/2. perindustrian. I/5. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. dan b. I/4. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. prosedur dan kriteria. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. pendidikan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. dan kriteria pelaksanaan urusan. b. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma.76 informasi. I/1. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. perumahan. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang I/1A. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. dan d. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. c.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. perencanaan pembangunan. standar. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. lingkungan hidup. dan b. Pasal 417 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penanaman modal dan perdagangan. b. penyusunan norma. dan tata ruang. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. prosedur dan kriteria. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang I/2A. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. tata ruang dan kehutanan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. lingkungan hidup. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. terdiri atas: a. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi. standar. standar. standar. dan c. Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. usaha kecil dan menengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang I/2B. prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal.

(2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b. prosedur dan kriteria. usaha kecil dan menengah. pendidikan dan perindustrian. standar. prosedur dan kriteria. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. penyusunan norma. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang I/3A. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. dan c.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. dan . Seksi Bidang I/4A. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang I/3B. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. dan b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan.

Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. Seksi Bidang I/5B. Pasal 428 . dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Seksi Bidang I/5A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. kependudukan dan pencatatan sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. dan c. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. pekerjaan umum. Seksi Bidang I/4B. prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi. Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a.79 b. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. penyusunan norma. b. terdiri atas: a. standar. Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. informasi dan perindustrian. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5.

pemerintahan umum. otonomi daerah. persandian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. perangkat daerah. penyusunan norma. perangkat daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. energi dan sumberdaya mineral. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. prosedur. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). otonomi daerah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. II/5. dan sosial. perpustakaan. dan d. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. kebudayaan. administrasi keuangan daerah. dan kepegawaian. perhubungan. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. arsip. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. standar. b. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. II/2. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. dan kriteria pelaksanaan urusan. dan . Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. pariwisata. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. c. kesehatan. dan melakukan urusan kepegawaian. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. Subbagian Tata Usaha. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. pemerintahan umum. administrasi keuangan daerah. kepemudaan dan olahraga. kelautan dan perikanan. terdiri atas: a. II/3. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. kepegawaian. II/4. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. Pasal 433 II/1. penyusunan laporan.

pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. terdiri atas: a. standar. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan b. prosedur dan kriteria. fasilitasi penyusunan . dan c. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. dan b. standar. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. perangkat daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. administrasi keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan kepegawaian. Seksi Bidang II/2B. dan c. Seksi Bidang II/2A. prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum. Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang II/ 1A. penyusunan norma.

fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan b. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. . prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. arsip dan perpustakaan.82 standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/3B. standar. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyusunan norma. arsip dan perpustakaan. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. standar. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. kebudayaan dan pariwisata. Seksi Bidang II/3A. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. kepemudaan dan olahraga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

kelautan dan perikanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata. b. prosedur dan kriteria. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Seksi Bidang II/5B. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/4A. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. dan b. standar. Seksi Bidang II/5A. penyusunan norma. standar. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. . Seksi Bidang II/4B. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. dan persandian dan statistik. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a.

standar. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. b. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi. sumber daya mineral dan persandian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a. (2) . dan melakukan urusan kepegawaian. standar. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran.84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan d. penyusunan laporan. perikanan dan statistik. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. menyelenggarakan fungsi: a. c.

pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. Sulawesi Tenggara. Sumatera (2) . d. Seksi Wilayah IA. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Jawa Timur. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. Jambi. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. Bali. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. c. Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. Jawa Tengah. Sumatera Barat. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. terdiri atas: a. Kepulauan Bangka Belitung. f. dan b. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran.85 b. Jambi. e. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a. dan b. Riau. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. Papua Barat. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Seksi Wilayah IB. Bali. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah. Bengkulu. Kalimantan Timur. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. Kalimantan Timur. Sulawesi Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku Utara. Sulawesi Tengah. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan Subbagian Tata Usaha. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan.

Sulawesi Utara. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. Kepulauan Riau. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. Nusa Tenggara Barat. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. Jawa Barat. Kalimantan Barat. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a. Seksi Provinsi Aceh. Kepulauan Riau. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Gorontalo.86 Selatan. Seksi Wilayah IIB. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. dan Maluku. Seksi Wilayah IIA: dan b. terdiri atas: a. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Sulawesi Selatan. lampung. Lampung. dan b. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. Pasal 467 (2) . Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Sulawesi Utara. Kalimantan Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Barat. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Kalimantan Selatan. Banten. Jawa Barat. dan b. Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Banten.

pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. dan b. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. Seksi Provinsi Daerah Jakarta. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. Seksi Provinsi Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. dan b. pembinaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. pembinaan. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. pembinaan. Pasal 473 Khusus Ibukota . Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. dan b. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. b. Seksi Bidang Pemerintahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. kabupaten dan kota. kabupaten dan kota. terdiri atas: a. kabupaten dan kota. pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. kabupaten dan kota. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. penyusunan laporan. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a. Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan c. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472.

Bali. b.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. c. menyelenggarakan fungsi: a. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. d. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Barat dan Papua Barat. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. Jambi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Jawa Tengah. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. terdiri atas: a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. dan e. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. . Subbagian Tata Usaha. d. DPRD dan hubungan antar lembaga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. dan f. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Tengah. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. e.

Banten. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Bali. Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. Seksi Wilayah IA. menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua Barat. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Tengah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kepulauan Riau. c. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan.90 b. dan b. Sulawesi Selatan. dan Maluku. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Nusa Tenggara Barat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah IB. Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Selatan.

Sulawesi Selatan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan b. dan Maluku Utara. Kepualauan Riau. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. b. Nusa Tenggara Barat dan Banten. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi.91 c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kalimantan Selatan dan Maluku. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Timur. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kalimantan Timur. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IIB. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 490 . monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Timur.

fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. Seksi Wilayah IIIA. Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV.92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Papua. Sulawesi Utara. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kalimantan Barat. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Gorontalo. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah IIIB. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. b. terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d. Seksi Wilayah IVA. dan Kalimantan Timur. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Maluku Utara. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tenggara. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Nusa Tenggara Timur. menyelenggarakan fungsi: a. dan . Lampung.

Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. dan Papua. Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: a.93 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah. dan b. dan b. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. fasilitasi. terdiri atas: a. . Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. Seksi Asosiasi Daerah. Kalimantan Barat dan Gorontalo. Seksi Wilayah IVB. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. e. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. d. c. b. menyelenggarakan fungsi: a.94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan e. b. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. fasilitasi. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. dan f. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Subbag Tata Usaha. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III.

dan Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan b. e. b. Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b. Seksi Wilayah IA. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. dan Maluku Utara. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Kalimantan Selatan. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Selatan. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. Seksi Wilayah IB. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. kabupaten dan kota daerah. dan f. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. d. terdiri atas: a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Sumatera Selatan.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kalimantan Selatan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas . c.

Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Sulawesi Tenggara. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. dan Papua. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Bengkulu. Jawa Barat. d. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. b. Pasal 512 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. c. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. dan f. kabupaten dan kota daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Bali dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Seksi Wilayah IIB. e. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah.

b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Seksi Wilayah IIIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. e. menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. kabupaten dan kota daerah. Lampung. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 516 . Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Seksi Wilayah IIIB. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Sumatera Barat. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jawa tengah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. Lampung dan Kalimantan Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. dan f.

terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Kalimantan Timur. kabupaten dan kota daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Banten. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau. e. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. b. Sulawesi Utara. Kepulauan Bangka Belitung. . Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Banten. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan b. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IVA. menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Nusa Tenggara Timur. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan Papua Barat. Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. dan f. c. Sulawesi Utara dan Papua Barat. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. Seksi Wilayah IVB. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi.

menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 524 . Seksi Wilayah VB. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Maluku. dan b. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. Seksi Wilayah VA. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. dan Sulawesi Barat. Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. b. Kalimantan Barat. Jambi. Sulawesi tengah dan Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Sulawesi tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. e.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kalimantan Barat. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b. Jawa Timur. c.

c. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. penyusunan norma. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. d. dan f. b. dan melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan. standar. terdiri atas: . 3. 2. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah. pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. e. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. b. dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. e. b. Bagian Perencanaan.101 a. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. c. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. penyusunan program dan anggaran. Pasal 535 . d. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dan c. Bagian Keuangan. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan keuangan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Direktorat Pengembangan Wilayah. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. dan d. b. dan c. Bagian Umum. c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. f. dan Direktorat Penataan Perkotaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pengelolaan perlengkapan. terdiri atas: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. b. Subbagian Data dan Informasi. urusan tata usaha dan rumah tangga. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. b. Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. c. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 534 Bagian Perencanaan.

pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. Subbagian Perundang-undangan. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal.

mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. b. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. terdiri atas: a. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga.103 a. b. b. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. dan c. Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Persuratan dan Arsip. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pembayaran gaji. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. Pasal 546 Bagian Umum. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. . pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 552 . terdiri atas: a. dan f. c. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. dan f. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. Subbagian Tata Usaha. Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. d. b. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali. e. e. d. Maluku dan Papua. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. menyelenggarakan fungsi: a.

(2) . menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IIA. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. dan Bengkulu. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. dan b. Riau. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a. Lampung. Sumatera Utara.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Seksi Wilayah IB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Seksi Wilayah IA. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. dan b. Bangka Belitung. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. dan Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Sumatera Barat. dan b. Seksi Wilayah IIB. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh.

fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. terdiri atas: a.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. Jawa Timur. dan b. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. dan b. Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. daerah di wilayah Kalimantan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan. dan Bali. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) . Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah IIIA. Seksi Wilayah IIIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara. Maluku. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. Seksi Wilayah IVA. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. dan Gorontalo. terdiri atas: a. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. dan Papua. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. Sulawesi Utara.107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. Seksi Wilayah IVB. Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. Sulawesi Tengah. menyelenggarakan fungsi: (2) .

108 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara. Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. Papua dan Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. Seksi Wilayah VA. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Maluku. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c. Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Maluku. Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. dan Papua. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan b. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: (2) . Seksi Wilayah VB. dan b.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. Subdirektorat Wilayah Pesisir. Seksi Wilayah IB. Seksi Wilayah IA. Bali. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan. Subdirektorat Wilayah Tertinggal.109 a. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. terdiri atas: a. Laut dan Pulau-pulau Kecil. b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Subbagian Tata Usaha. e. Nusa Tenggara. dan b. Sulawesi. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. c. fasilitasi. d. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. b. dan b. Maluku dan Papua. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. laut dan pulau-pulau kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sumatera Utara. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c.

Sulawesi Tengah. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. Nusa Tenggara. Nusa Tenggara. Lampung. dan b. Jambi. Maluku dan Papua. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Maluku. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. Seksi Wilayah IIB. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Gorontalo. Kalimantan Barat. fasilitasi. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Tengah. Papua dan Papua Barat. Seksi Wilayah IIA. Sulawesi Barat. menyelenggarakan fungsi: a.110 Sumatera Barat. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. Sulawesi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. Jawa Timur dan Bali. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. Bengkulu. Sumatera Selatan. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku Utara.

Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d. mempunyai tugas menyiapkan data. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. potensi. Seksi Prasarana dan Sarana. Pasal 590 (2) . fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. Seksi Pengembangan Data. dan b. dan b. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. kapasitas kelembagaan. Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. terdiri atas: a. dan b. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. penyiapan data. bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal. Seksi Sosial Ekonomi. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. kapasitas kelembagaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587.

fasilitasi. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir. terdiri atas: a. Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. Laut dan Pulau-pulau Kecil. laut dan pulau-pulau kecil. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. fasilitasi. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. Seksi Pulau-pulau Kecil. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . Seksi Pesisir dan Laut. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. penyusunan laporan. dan b. Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. e. pemanfaatan tata ruang wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. b.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. terdiri atas: a. d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. Subbagian Tata Usaha. . Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. d. Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. c. menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. b. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d. c. f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. Pasal 601 a. dan f. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. dan b. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

dan Papua. Seksi Wilayah I. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan. pemanfaatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa. Sulawesi. terdiri atas: a. perencanaan. perencanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi perencanaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. perencanaan. Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. Nusa Tenggara. Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Nusa Tenggara. Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. terdiri atas: a. Bali.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. Seksi Wilayah I. dan b. pemanfaatan. perencanaan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. dan b. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . pemanfaatan. Maluku. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. Maluku. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah II. pemanfaatan.

Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. bahan perumusan tugas serta serta (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Konservasi. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan. Seksi Rehabilitasi. instrumen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. Seksi Wilayah I. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. dan b. terdiri atas: a. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air. Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. mempunyai tugas menyiapkan data. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan.

Nusa Tenggara. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. Sulawesi. pengawasan. potensi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Maluku. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa. Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi. Nusa Tenggara.116 kebijakan. dan b. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Papua. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas menyiapkan data. Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan Papua. (2) . monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. Bali. penyusunan laporan. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. pengawasan. instrumen. Maluku. Bali. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.

dan f. b. Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. dan b. Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. e. c. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. . terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. Seksi Pengembangan Produk Unggulan. c. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. dan f. Seksi Identifikasi Produk Unggulan. e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. Subdirektorat Kemitraan Usaha. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. Subbagian Tata Usaha. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. b.

dan b. terdiri atas: a.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Promosi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. (2) (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. Seksi Investasi. serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah.

Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Seksi Wilayah I. terdiri atas: a. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengelolaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. dan Papua. Sulawesi. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. Nusa Tenggara. Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan b. dan b.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. Maluku. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b.

terdiri atas: a. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a. penyusunan laporan. Seksi Pengembangan Kelembagaan. serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. menyelenggarakan fungsi : a. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

Seksi Perencanaan. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan.121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. d. d. e. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. terdiri atas: a. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. . menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. terdiri atas: a. b. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan. c. dan b. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Pengendalian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. e. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. dan f. dan f. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan.

fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi. Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b. Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Seksi Lingkungan Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. terdiri atas: a. fasilitasi. dan b. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . pemeliharaan lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. fasilitasi.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. pemeliharaan lingkungan perkotaan. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. Seksi Lingkungan Perkotaan. fasilitasi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. Seksi Sarana Prasarana. dan b. Seksi Lingkungan Perkotaan. b. pemeliharaan lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. . menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. terdiri atas: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi. dan b. Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. fasilitasi. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. terdiri atas: a.123 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. terdiri atas: a. dan b. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. dan b. Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. fasilitasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyusunan laporan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.125 4. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. e. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a. b. d. b. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. c. menyelenggarakan fungsi: 5. . Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. dan e. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. dan f. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. penyusunan norma. 6. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat. prosedur. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. standar. c. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.

dan f. Subbagian Data dan Informasi. menyelenggarakan fungsi: d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. dan h. Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal. e. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: e. Pasal 680 . dan h. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. Pasal 677 Bagian Perencanaan. pengelolaan perlengkapan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. urusan tata usaha dan rumah tangga. e. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Bagian Keuangan. f.126 e. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. dan f. Bagian Umum. g. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. terdiri atas: d. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Perencanaan. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a. g. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. f.

Subbagian Sistem dan Prosedur.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. menyelenggarakan fungsi: d. Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. menyelenggarakan fungsi: d. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. dan f. penatausahaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pembayaran gaji. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. . pelaksanaan urusan perbendaharaan. dan f. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. e. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. e. Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c. dan f. dan f. terdiri atas: d. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. e. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. e.

dan f. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. e. Pasal 692 . Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. e. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 689 Bagian Umum. menyelenggarakan fungsi: d. terdiri atas: d. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran.

perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. c. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. c. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan f. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. . b. d. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. b. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. d. terdiri atas: a. dan f. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. terdiri atas: a. e. Seksi Pengembangan Kelurahan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. Seksi Pengembangan Desa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. terdiri atas: a.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. Seksi Penataan Kewenangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Penataan Kelembagaan. (2) . menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 711 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas. Seksi Keuangan Desa. Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. terdiri atas: a. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. Seksi Aset Desa. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa.

Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. dan b. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan.132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat.

b. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. c. dan f. (2) . Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. terdiri atas: a. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. c. e. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. d.133 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. b. d. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. Seksi Kerjasama. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan f.

terdiri atas: a. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. Pasal 729 (2) . dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. dan b.134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. Seksi Pengembangan Metode. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. terdiri atas: a. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. Seksi Evaluasi Kinerja. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif.

dan b. Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Identifikasi dan Analisa. menyelenggarakan fungsi: .135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. (2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. terdiri atas: a. Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. dan b. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b. Seksi Penataan Kawasan Perdesaan.

Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. dan b. dan b. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d. Seksi Pengembangan Kurikulum. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. b. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat.136 a. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. .

Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. e. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. terdiri atas: a. d. Subdirektorat Budaya Nusantara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. c. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. d. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat . Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. dan f. dan b. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. Subbagian Tata Usaha. dan f. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat.137 c. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. (2) . b. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. terdiri atas: a. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial. Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Seksi Kesejahteraan Keluarga. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. dan b. dan b. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. Seksi Perlindungan Perempuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Seksi Pemberdayaan Keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. Seksi Penanganan Masalah Sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. .

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a. terdiri atas: a. dan melakukan urusan kepegawaian. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. dan b. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. (2) (2) . Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyusunan laporan. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal.

menyelenggarakan fungsi: (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. dan b. Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. dan b. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan. c. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b.Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b. terdiri atas: a. dan Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. Seksi Lumbung Pangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. menyelenggarakan fungsi: a.141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan.

dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b. Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. terdiri atas: a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan.142 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. (2) (2) . Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. dan b. Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. Seksi Diversifikasi Pasar.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Informasi Pasar.

menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. terdri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. dan b. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. menyelenggarakan fungsi: a. dan (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. dan b. dan b.

144 b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. c. Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 789 (2) . Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan melakukan urusan kepegawaian. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. penyusunan laporan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a. e. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. dan f.

Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan. terdiri atas: a. dan b. terdiri atas: a. Seksi Konservasi Kawasan. e. Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. dan b. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Seksi Rehabilitasi Lingkungan. Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan. dan f.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. d. b. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan.

Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. Seksi Sumber Daya Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a. Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. Seksi Sumber Daya Lahan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. dan b. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. dan b. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794.

Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) . dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e.147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan. Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan.

148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. dan b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. penyusunan laporan. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. dan b. Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. 3. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Kerjasama. . Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 383 (2) 2. terdiri atas: a. tugas dan fungsi Pasal 382 1. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. Seksi Pemasyarakatan.

Direktorat Pencatatan Sipil. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. c. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. pencatatan sipil. standar. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. d. d. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. kualitas. . pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. e. b. dan f. Direktorat Pendaftaran Penduduk. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. pencatatan sipil. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk. dan mobilitas penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. e. pengelolaan informasi administrasi kependudukan. c. pencatatan sipil. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. terdiri atas: a. prosedur. dan f. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. pencatatan sipil. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. penyusunan norma. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran.

urusan tata usaha dan rumah tangga. terdiri atas: a. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. dan c. Bagian Perencanaan. Pasal 391 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Bagian Umum. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c.150 b. c. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pengelolaan perlengkapan. menyelenggarakan fungsi: a. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. dan c. terdiri atas: a. Pasal 394 . (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. dan d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. penyusunan program dan anggaran. dan d. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. b. pelaksanaan pengelolaan keuangan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi.

mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Subbagian Perundang-undangan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Sistem dan Prosedur. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. b. b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. terdiri atas: a. dan c. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. dan c. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. dan c. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 400 . pelaksanaan urusan kepegawaian. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. b. Subbagian Perbendaharaan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b.

Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Persuratan dan Arsip. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. Pasal 403 Bagian Umum. pembayaran gaji. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. . menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dan c. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

terdiri atas: a. c. melaksanakan monitoring. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Monitoring. Evaluasi dan Dokumentasi.153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. c. dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. terdiri atas: Seksi Biodata. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. b. e. b. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. b. Subdirektorat Identitas Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. b. Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi . Subdirektorat Identitas Penduduk. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 410 a. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. dan f. c. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Pasal 411 (1) Seksi Biodata. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas. dan d.

dan c. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI. dan b. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI.154 pelaksanaan pelayanan biodata. Pasal 417 . Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI. nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat.

Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan e. (2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b. Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. b. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas. dan b. c. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. c. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. . Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. terdiri atas: a. dan d. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. terdiri atas: a.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) . monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk. evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. terdiri atas: a. penyusunan laporan. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Seksi Monitoring dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Dokumentasi. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. b. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. dan b. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk.

c. d.157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. dan f. c. Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. dan f. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. dan . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. terdiri atas: a. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta. Subbagian Tata Usaha. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. b. Subdirektorat Monitoring. Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. b. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. Subdirektorat Pengangkatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. e. Evaluasi dan Dokumentasi. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil.

perkawinan dalam dan (2) rangka . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. Seksi Kelahiran. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan b. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. terdiri atas: a. Seksi Kematian. c.158 d. penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. terdiri atas: a. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian.

pengakuan dan pengesahan anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. c. dan d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. menyelenggarakan fungsi: a. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. Seksi Pengangkatan. b.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. . Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan.

menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan. terdiri atas: . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. b. b. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. dan d. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. perkawinan dan lain-lain. monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. permohonan pewarganegaraan. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. menyelenggarakan fungsi: a. yang meliputi pengangkatan. c. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. Evaluasi dan Dokumentasi.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. dan d. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran. c. Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a.

Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. penyusunan laporan. d.161 a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d. terdiri atas: (2) . c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. b. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan f. dan Seksi Dokumentasi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b.

dan Subbagian Tata Usaha. dan (2) . dan c. f. b. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. b. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. menyelenggarakan fungsi: a. e. Seksi Sistem dan Aplikasi. Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Monitoring. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Infrastruktur. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a. Evaluasi dan Dokumentasi. terdiri atas: a. b. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan.162 a. c. Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur.

Seksi Sistem Kelembagaan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. (2) (2) . Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan. Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a.163 c. terdiri atas: a. dan b. dan b. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan. terdiri atas: a. Seksi Sumberdaya Manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b. b. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893.

Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. dan (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. dan d. c. terdiri atas: a. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. dan dokumentasi informasi kependudukan. Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan.

menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. penyusunan laporan. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. b. Seksi Dokumentasi.165 d. pelaksanaan kependudukan. Pasal 479 informasi (2) . dan melakukan urusan kepegawaian. d. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk. dan f. Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. c. Monitoring dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. .166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. dan c. struktur dan komposisi penduduk. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. Struktur dan Komposisi Penduduk. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk. e. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. struktur dan komposisi penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subdirektorat Kualitas Penduduk. terdiri atas: a. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. dan c. remaja dan pemuda. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah. Seksi Analisis Jumlah. Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. b. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. d.

Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. remaja dan pemuda. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. terdiri atas: a. Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. b. kota dan desa. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak.167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk. dan c. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. Remaja dan Pemuda. Pasal 492 . (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen.

mempunyai tugas melaksanakan monitoring. monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan. dan c. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. b. terdiri atas: a.168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. dan b. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. Pasal 498 . evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b.

(2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. c. Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. Evaluasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. terdiri atas: a. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. e. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Monitoring dan Evaluasi. b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat. terdiri atas: .169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk.

Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. (2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b.170 a. d. Subdirektorat Indikator Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. dan Subbagian Tata Usaha. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. f. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan. Subdirektorat Proyeksi Penduduk. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. b. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. c. Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. e. Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. c. Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. dan d. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan.

171 b. terdiri atas: a. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan. terdiri atas: a. dan b. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. b. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. dan b. c. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. .

Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. Seksi Penyerasian Lembaga Internasional. menyelenggarakan fungsi: a. nirlaba dan swasta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. c. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a. Pasal 521 . Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. terdiri atas: a. b.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. Nirlaba dan Usaha Swasta. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. dan b. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. dan d. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Tugas dan Fungsi Pasal 954 4. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. dan kabupaten/kota. terdiri atas: a. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. dan b. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. dan melakukan urusan kepegawaian. penyusunan laporan. Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. b. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a.

6. h. Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. terdiri atas: g. Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. e. dan kriteria di bidang keuangan daerah. i. pelaksanaan. pedoman pengelolaan kekayaan daerah. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. prosedur. pinjaman dan hibah daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. dan k. lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. standar. manajemen pajak daerah. penatausahaan. dan f. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Anggaran Daerah. Sekretariat Direktorat Jenderal. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah. b. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. j. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. menyelenggarakan fungsi: . c. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. menyelenggarakan fungsi: a.174 5. d. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah.

penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. dan c. terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. Bagian Perencanaan. . mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penyiapan data dan informasi. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. Bagian Keuangan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Bagian Umum. b. Pasal 963 Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. dan c. kepegawaian dan urusan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. a. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. c. pengelolaan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan d.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. Subbagian Perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan. penyusunan perencanaan program. b. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. penatausahaan. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. b. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. dan d. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Penyusunan Program.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. b. b. pembayaran gaji. Pasal 971 Bagian Umum. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. Subbagian Perbendaharaan. rumah tangga dan kepegawaian. perencanaan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. dan c. terdiri atas: a. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Anggaran. Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. terdiri atas: a. dan e. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. b. Subbagian Perlengkapan. d. pelaksanaan akuntansi. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 967 Bagian Keuangan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. pelaksanaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan. dan c. c.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana . Subbagian Rumah Tangga. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan.

pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. pembinaan tata usaha Direktorat. mempunyai tugas melakukan urusan arsip. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. perjalanan dinas. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. c. (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris. dan e. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. tata usaha pimpinan dan kearsipan. (2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b.177 kebutuhan dan pengadaan. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. b. dan c. terdiri atas: a. d. pengelolaan perpustakaan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. Pasal 975 Bagian Tata Usaha. . Subbagian Persuratan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. meliputi urusan keamanan dalam. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. b. dokumentasi. penyimpanan. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.

serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. b. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. terdiri atas: a.178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. e. terdiri atas: a. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah. c. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Tengah. c. Sulawesi Barat. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. Subbagian Tata Usaha. Gorontalo. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. d. Kalimantan Tengah. Jambi. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan d. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. d. e. dan . dan Papua. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Seksi Wilayah IA. dukungan teknis. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Papua Barat. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. serta data dan informasi anggaran daerah. dan f. dan f.

dan Sulawesi Barat. Papua Barat dan Papua. Sulawesi Tengah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. terdiri atas: a. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. b. Bali. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. c. dan Maluku. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. Sulawesi Utara. Jawa Barat. Seksi Wilayah IB. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. (2) . Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIA. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Gorontalo. dan b. dan d. Seksi Wilayah IIB. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah.179 b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Jambi.

standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. c. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Sulawesi Tengah. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. Pasal 991 (2) . serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. b. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Barat. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Sulawesi Utara dan Bali. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIIA. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara.180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan d. Seksi Wilayah IIIB. Kalimantan Selatan. Jawa Barat dan Maluku. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Bengkulu. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi.

Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Banten. Kepulauan Riau. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Lampung. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. Nusa Tenggara Barat. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. dan Sulawesi Tenggara. terdiri atas: a. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Timur. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan b. Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. b.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah IVA. Seksi Wilayah IVB. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. c. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b. dan Maluku Utara.

Seksi Dukungan Teknis. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur. c. dukungan teknis. dan Banten. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Lampung. dan b. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Maluku Utara. Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. serta penyusunan laporan keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah. penyiapan data dan informasi. Seksi Sinkronisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan data. terdiri atas: a. Sumatera Barat. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Sumatera Selatan. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. dan melakukan urusan kepegawaian. penyusunan tatalaksana anggaran daerah. penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. . standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah.

penyiapan perumusan kebijakan. pinjaman. f. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. b. i. retribusi daerah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah. badan usaha milik daerah. h. g. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. obligasi daerah dan dana bergulir. bimbingan teknis. dan l. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. j. c. standardisasi. hibah. pelaksanaan bimbingan teknis. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. Badan Layanan Umum Daerah. d. dan investasi daerah dan penyertaan modal. fasilitasi. fasilitasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. bimbingan teknis. pengelolaan kekayaan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. kerjasama daerah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. investasi dan kekayaan daerah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. koordinasi. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah. standardisasi. dan penyertaan modal daerah. k. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). koordinasi. e. pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. b.

bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. Nusa Tenggara Barat. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. f. Sulawesi Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. terdiri atas: a. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. analisis dan evaluasi. standardisasi teknis. dan b. Banten. Kepulauan Riau. dan Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. standardisasi. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.184 c. . c. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. Seksi Wilayah II. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pemantauan. Gorontalo. e. Sulawesi Barat. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. bimbingan teknis. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. pemantauan. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. Bali. d. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. fasilitasi. dan d. koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. dan Papua. Sulawesi Utara. Lampung. bimbingan teknis. Jawa Timur. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. Papua Barat. Bengkulu. Jambi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.

dan Papua. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Utara. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. fasilitasi serta bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. bimbingan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Lampung. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Papua Barat. Seksi Wilayah I. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. Kalimantan Barat. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Nusa Tenggara Barat.185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. Sumatera Barat. standardisasi teknis. Nusa Tenggara Timur. Jambi. Maluku. fasilitasi. . menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Bengkulu. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan b. Kalimantan Selatan. standardisasi teknis. dan c. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. analisis. analisis. Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Riau. Sulawesi Tengah. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. Bali. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. Gorontalo. Sulawesi Barat. Banten. dan Maluku Utara.

Nusa Tenggara Barat. dalam melaksanakan tugas. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. Bengkulu. Seksi Wilayah I. Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Papua. Jawa Tengah. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. Kepulauan Riau. Jawa Timur. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. Sumatera Utara. Sulawesi Selatan. prosedur dan kriteria. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Maluku. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. b. Jawa Barat. Kalimantan Barat. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Lampung. pembinaan pelaksanaan kebijakan. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. . c. Kalimantan Selatan. Bali. standardisasi teknis. Sulawesi Tengah. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Seksi Wilayah I. Banten. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Gorontalo. dan b. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Sulawesi Tenggara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a. terdiri atas: a.186 b. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Barat. Seksi Wilayah II. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. terdiri atas: a. standardisasi teknis. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jambi. Seksi Wilayah II. Papua Barat.

Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Pasal 1023 . standardisasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. Lampung. terdiri atas: a. Sumatera Barat. dan dana bergulir. Daerah Istimewa Yogyakarta. b.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kalimantan Barat. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Gorontalo. Seksi Wilayah II. Bali. Kepulauan Riau. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah I. obligasi daerah. dan b. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. dan Maluku Utara. dan Papua. Jawa Tengah. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Timur. d. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. dan pernyertaan modal daerah. obligasi daerah. Sulawesi Selatan. c. dan e. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. pemantauan. Banten. hibah. Papua Barat. dan dana bergulir. Bengkulu. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. Sumatera Utara. dan evaluasi di bidang pinjaman. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. Kalimantan Tengah. Jambi. bimbingan teknis. Nusa Tenggara Barat.

Sumatera Selatan. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Jawa Barat. Gorontalo. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Timur. dan Maluku Utara. Kalimantan Barat. monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya. b. Sumatera Barat.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. hibah. Maluku. Pasal 1027 . Banten. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. obligasi daerah. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. obligasi daerah. Papua Barat. penyusunan laporan. Sulawesi Utara. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Nusa Tenggara Barat. dan melakukan urusan kepegawaian. Sulawesi Tengah. dan f. c. Kepulauan Riau. Jambi. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. d. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. Kepulauan Bangka Belitung. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. hibah. Lampung. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dan Papua. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bali. Bengkulu. Jawa Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Utara. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. e. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. Sulawesi Barat.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rekonsialiasi. Sumatera Barat. dan c. Papua Barat. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. supervisi. Sumatera Utara. standardisasi teknis. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Sulawesi Tengah. Sulawesi Barat. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . Jawa Timur. Jawa Barat. Sulawesi Selatan. standardisasi teknis. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. Bengkulu. dan b. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Maluku. standardisasi teknis. Kalimantan Timur. d. Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. b. Kalimantan Barat. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. menyelenggarakan fungsi: a. Banten. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. Bali. Subbagian Tata Usaha. dan Maluku Utara. rekonsiliasi. Seksi Wilayah I.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. terdiri atas: a. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. dan Sumber Daya Alam. Jambi. rekonsialiasi. Nusa Tenggara Timur. e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. Gorontalo. standardisasi teknis. Kalimantan Selatan. c. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Lampung. dan Papua. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. Jawa Tengah. dan f. bimbingan teknis. supervisi. supervisi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.

koordinasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Lampung. evaluasi dana alokasi khusus. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. dan Papua. bimbingan teknis. perencanaan alokasi. Banten. penyiapan pelaksanaan monitoring. standardisasi teknis. Sulawesi Utara. dan rekonsiliasi dana alokasi khusus. Jawa Tengah. Sumatera Utara. supervisi. menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. supervisi. Kepulauan Riau. terdiri atas: a. Sumatera Barat. supervisi. Sulawesi Barat. Jawa Barat. Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. Kalimantan Tengah. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. perencanaan alokasi. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tengah. bimbingan teknis. koordinasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perencanaan alokasi. Nusa Tenggara Timur. Jawa Timur. Seksi Wilayah I. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Timur. dan c. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. Kalimantan Barat. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi teknis. dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah II. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. Papua Barat. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam.190 kebijakan. Bali. Gorontalo. standardisasi teknis. .

pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. dan b. Banten. Sulawesi Utara. Kalimantan Barat. Jawa Timur. pertimbangan penyaluran. Jambi. b. dan Papua. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. bimbingan teknis. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Bali. Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. Seksi Wilayah II. Sumatera Barat. standardisasi teknis. terdiri atas: a. Jawa Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Barat. supervisi. Kepulauan Riau. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya. standardisasi teknis. dan c. Sumatera Utara. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Maluku Utara. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Kalimantan Timur. standardisasi teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Gorontalo. Papua Barat.191 b. Lampung. Maluku. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Tengah. supervisi. Sulawesi Tengah. dan b. Sulawesi Barat. bimbingan teknis. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. . Seksi Wilayah II. koordinasi perencanaan dasar. Seksi Wilayah I. supervisi.

Seksi Dukungan Teknis. Papua Barat. dan Maluku Utara. b. Kalimantan Selatan. Seksi Sinkronisasi. standardisasi teknis. Pasal 1048 dalam 1044. supervisi. Sulawesi Selatan. Maluku. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Tengah. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Timur. dan Papua. Jambi. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. bimbingan teknis. Kalimantan Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. Bali. Lampung. Jawa Timur. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Barat. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. supervisi. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. Sumatera Utara. dan c. penyiapan data dan informasi. Sumatera Selatan. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. Kalimantan Barat. Bengkulu. serta penyusunan laporan dana perimbangan. . Sulawesi Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Jawa Barat. Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. Banten. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. bimbingan teknis. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Gorontalo. penyusunan laporan. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. standardisasi teknis.

penyiapan dukungan teknis. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. . . dan . . . Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e.d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah.c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah.e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. . menyelenggarakan fungsi: . .a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.f Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: . .a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah.d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049.e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. . .c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah.b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. dan . dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. .

Sumatera Barat. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Jawa Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Maluku Utara. Sulawesi Selatan. Bengkulu. Banten. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. Kalimantan Timur. terdiri atas: a. Lampung. dan Papua. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. dan b. Seksi Wilayah II. Sumatera Selatan. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Utara. Kepulauan Riau. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Jambi. Seksi Wilayah I. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Papua Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. menyelenggarakan fungsi: a.194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. Gorontalo. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Tengah. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Selatan. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. dan b. Jawa Timur. Maluku. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1057 . Bali. Jawa Barat.

(2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Maluku. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. Sulawesi Barat. dan b. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. Jawa Barat. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a. Seksi Wilayah I. Banten. Kalimantan Timur. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Bali. . bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. dan Maluku Utara. Kalimantan Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Timur. Jambi. Papua Barat. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Bengkulu. Lampung. dan Papua. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. Sumatera Utara. dan b. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Barat.

Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. Bali. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. dan b. Papua Barat. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Kalimantan Selatan. dan Papua. terdiri atas: a. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. Jambi. Maluku. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. Sumatera Barat. dan Maluku Utara. Pasal 1067 . Sumatera Selatan. Lampung. Sumatera Utara. Seksi Wilayah II. Jawa Timur. dan b. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah I. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. Jawa Barat. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Banten. Kalimantan Timur. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah I. Sulawesi Tengah. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Barat.

Sulawesi Utara. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. Gorontalo. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Banten. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Sulawesi Barat. Sumatera Selatan. Seksi Data. Kepulauan Riau. (2) . mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. Lampung. Sumatera Barat. dan Maluku Utara. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Kalimantan Barat. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Nusa Tenggara Timur. serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. dan c. Bali. Papua Barat. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Jawa Barat. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. dan b. Informasi dan Pelaporan. b. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. Nusa Tenggara Barat. Maluku. Kalimantan Selatan.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Tenggara. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. Pasal 1071 (1) Seksi Data. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bengkulu. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. Jawa Timur. Jambi. Sulawesi Tengah. dan Papua.

Kabupaten/Kota. pemantauan. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Kabupaten/Kota. penyusunan laporan. Kabupaten/Kota. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Kabupaten/Kota. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. revieu. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. d. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. evaluasi. 6.198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. f. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan g. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. unsur pengawas fungsional 5. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. . dan kegiatan pengawasan lainnya.

mengelola perpustakaan. b. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. e. pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. f. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. g. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Wilayah II . Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. . pembinaan penyelesaian. Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. pengelolaan. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. b. d. Inspektorat Wilayah III . penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal. koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. Bagian Perencanaan dan Anggaran. Bagian Umum. program kerja pengawasan dan fasilitasi. analisis laporan hasil pengawasan. Inspektorat Wilayah I . pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian. pengelolaan. dan d. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat Wilayah IV. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. menyusun anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. pengumpulan. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. c. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat Khusus. dan penyajian laporan hasil pengawasan. dan d. penyusunan anggaran. c.199 b. pengadministrasian tata usaha. menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional.

penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. d. dan e. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. d. Peraturan Perundang . Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. Subbagian Dokumentasi. (2) Subbagian Dokumentasi. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a. dan b.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. . inventarisasi. Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. Subbagian Penyusunan Program. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. mempunyai tugas menyiapkan. BPKP. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. terdiri atas: a. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I. dan b. mengumpulkan. c. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. evaluasi. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. b. Inspektorat Jenderal Kementerian.200 c. analisa. penyelenggaraan kerjasama pengawasan. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. menganalisa data dalam rangka evaluasi. koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. dan e. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi.

dan (2) . dan c. pengadministrasian dan surat menyurat. Kabupaten/Kota. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. dan b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. Subbagian Keuangan. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. pengelolaan administrasi kepegawaian. pengelolaan administrasi keuangan. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. mempunyai tugas menyiapkan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. b. mengumpulkan. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Pasal 1094 Bagian Umum. menganalisa data dalam rangka evaluasi.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. c.202 b. menyelenggarakan fungsi: a. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. d. Kalimantan Tengah. dan e. Sulawesi Utara dan Maluku. (2) . Bengkulu. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Subbagian Kepegawaian. b. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Kalimantan Barat. perencanaan program pengawasan di wilayah II. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Barat. perencanaan program pengawasan di wilayah I. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. Riau. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. Bali. pengusutan. pemeriksaan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. c.

pemeriksaan. Sumatera Selatan. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. d. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sumatera Barat. b. menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Nusa Tenggara Barat. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Gorontalo dan Papua. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. e. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Jambi. Kalimantan Timur. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. Sumatera Utara. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Aceh. Kepulauan Riau. dan e. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. perencanaan program pengawasan di wilayah III. Sulawesi Tenggara. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional.203 d. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pemeriksaan. c. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. perencanaan program pengawasan di wilayah IV. menyelenggarakan fungsi: a. . pengusutan. b. pengusutan. c. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Kalimantan Selatan.

perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. penyusunan laporan dan urusan tata usaha. dan e. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. pengujian dan penilaian pengawasan. menyelenggarakan fungsi: a. pemeriksaan. c. pengusutan. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . pengusutan. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. b. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan.204 d. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur. pemeriksaan. mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. d. Politik dan Otonomi Daerah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan. b. pemantauan. c. Sekretariat Badan. c. dan e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. dan d.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. terdiri atas: a. b. menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja.

dan c. Bagian Umum. pelaksanaan. penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. d. rumah tangga dan tata usaha. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. terdiri atas: a. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. penilaian. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi : a. dan d. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 1114 Sekretariat Badan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. penyiapan pelaksanaan pemantauan. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. pengumpulan. dan c. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. e. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan . Bagian Perencanaan. evaluasi kinerja. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. b. fasilitasi kegiatan. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. b. c. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi. b. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. pengkoordinasian perencanaan. b. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. pengumpulan dan pengolahan data. c. dan f. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. pengelolaan perlengkapan.

serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. b. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. pelaksanaan b. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. dan Subbagian Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan keamanan dalam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. . Subbagian Kepegawaian. Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. pelaksanaan c. kepegawaian. penatausahaan. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. kearsipan dan ekspedisi. perjalanan dinas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1121 Bagian Umum.207 bahan penyusunan Pengembangan. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pengolahan dan penyajian data. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. meliputi urusan keamanan dalam. c. rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. terdiri atas: a. dan urusan rumah tangga. urusan kepegawaian. kearsipan. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b. Pasal 1124 1114 huruf c. surat menyurat.

Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa. pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah. dan c. Subbagian Perbendaharaan. informasi dan dokumentasi. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. b. dan d. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. b. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a. Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. dan . b. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan c. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. informasi dan dokumentasi. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. pembayaran gaji. serta pengelolaan perpustakaan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. penyiapan bahan pemeriksaan.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. dan otonomi daerah. b. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Politik. Subbagian Tata Usaha. Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. (3) Subbagian Perpustakaan. Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . penyiapan perumusan pembinaan. Bidang Penataan Daerah. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Subbagian Perpustakaan. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. politik dan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. dan otonomi daerah. dan b. Bidang Pemerintahan Daerah. c.209 c. Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. informasi dan dokumentasi. dan d. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. Informasi dan Dokumentasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Subbidang Pemerintahan Provinsi. dan b. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi. Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kesatuan Bangsa. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. Subbidang Politik. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik. Pasal 1141 . (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b. dan b. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a.

(2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan. (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Subbidang Aparatur. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi. Subbidang Kelembagaan.

c. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. dan d. b.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Bidang Trantib dan Linmas. Bidang Kewilayahan. Bidang Kependudukan. penyiapan perumusan pembinaan. dan b. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. Subbagian Tata Usaha.

(2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Trantib. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan.213 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. dan b. Subbidang Penataan Wilayah. (2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. Subbidang Linmas.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat.214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. dan b. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a. Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. terdiri atas: a. penyusunan laporan. dan b. (2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. Pasal 1161 Bidang Kependudukan. Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Administrasi Kependudukan. Subbidang Perkembangan Penduduk. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat.

c. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. penyiapan perumusan pembinaan. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. b.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. . dan d. Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. dan b. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. Subbagian Tata Usaha. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja.

Subbidang Potensi Masyarakat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. Subbidang Pemerintahan Desa. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. dan b. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b. Subbidang Partisipasi Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b.216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a. Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. dan b. terdiri atas: a. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. Subbidang Keuangan Desa. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja.217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. penyusunan laporan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. . Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. terdiri atas: a. Subbidang Ekonomi Desa. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. dan b. dan b. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b.

c. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan pembinaan. dan b.. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. b. Bidang Keuangan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Subbidang Sumber Daya. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Ekonomi Daerah. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. dan d. . Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. dan b. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Subbidang Perencanaan Pembangunan. Bidang Pembangunan Daerah.

(2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. dan b. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b. (2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. terdiri atas: a. Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. dan b. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. penyusunan laporan. Subbidang Potensi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. a. Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b.220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. dan b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. terdiri atas: a. Subbidang Investasi Daerah. dan b. Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. Pasal 1204 Sekretariat Badan. c. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. b. . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. b. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. Kependudukan dan Keuangan Daerah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. e. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. d. dan f. d. menyelenggarakan fungsi: a. c. rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan. Sekretariat Badan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri.

koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. b. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. Bagian Keuangan. pengolahan dan evaluasi data. Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan d. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. b. Bagian Umum. (3) Subbagian Hukum. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. Subbagian Data. c. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. dan urusan rumah tangga. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengelolaan perlengkapan. koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengendalian dan pelaporan. Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a. b. pengumpulan dan pengolahan data. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran. pengumpulan. dan e. dan c. Informasi dan Publikasi. pelaksanaan tata usaha. d. terdiri atas: a. Subbagian Hukum. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan informasi dan publikasi. Pasal 1210 . d.222 c. (2) Subbagian Data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur.

petunjuk operasional kegiatan. . Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. pembayaran gaji. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. usul penunjukkan bendaharawan. pengelolaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. akuntansi dan pembukuan. inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran. dan 1205 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. dan d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. laporan realisasi keuangan dan asset. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 1212 Bagian Keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. b. verifikasi. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan. penatausahaan. akuntansi dan pembukuan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. b. dan c. c. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. penyusunan unit akuntansi instansi. terdiri atas: a. validasi penerbitan surat perintah membayar. penyusunan laporan realisasi anggaran. revisi anggaran. pendayagunaan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan verifikasi. reviu laporan keuangan dan asset. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. bahan pemeriksaan. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman.224 c. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha. kepegawaian. kearsipan. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. Subbagian Tata Usaha. b. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. arsip dan ekspedisi. terdiri atas: a. dan keamanan dalam. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. dan c. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Bogor. Subbagian Rumah Tangga. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1220 Bagian Umum. Subbagian Kepegawaian. mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. tata usaha. pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. terdiri atas: a. Subbagian Asrama dan Kelas. surat menyurat. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. b. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. dan c. dan c.

Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. c. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. Subbagian Tata Usaha. b. rencana dan program dan pedoman. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. terdiri atas: a. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. peserta. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. evaluasi hasil pelaksanaan program. pemantauan. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. Bidang Kader dan Kepemimpinan. menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. b. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. f. dan g. d. (3) . Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. angkutan. Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. c. e.

Subbidang Pemerintahan Umum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. e. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. c. dan f. penyiapan fasilitas. d. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. dan b. Subbidang Otonomi Daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. kualifikasi pengajar. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyusunan kualifikasi calon peserta. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. penyiapan fasilitas. . program. b. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. program. kualifikasi pengajar. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan kualifikasi peserta. perumusan bahan pelajaran. Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum.

terdiri atas: a. Subbidang Politik Dalam Negeri. penyusunan Standar Operasional Prosedur. perumusan bahan pelajaran. penyiapan fasilitas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. kualifikasi pengajar. kualifikasi pengajar. e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. program. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. d. c. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. . Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. program. penyiapan fasilitas. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi peserta. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. b. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. Subbidang Kesatuan Bangsa. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan dan pengembangan kurikulum. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.

pedoman. Subbidang Kader. penyusunan kualifikasi peserta. d. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. kualifikasi pengajar. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan dan pengembangan kurikulum. perumusan bahan pelajaran. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. program. Subbidang Kepemimpinan. f. penyiapan fasilitas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. rumah tangga. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan laporan. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. e. Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. dan b. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. . (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b. program. dan g. terdiri atas: a. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).228 b.

kependudukan dan keuangan daerah. b. rencana. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Bidang Keuangan Daerah. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. pelaksanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. d. dan d. e. perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. kependudukan dan keuangan daerah. kependudukan dan keuangan daerah. kependudukan dan keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. b. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. peserta. c. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. menyelenggarakan fungsi: a.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. program dan pedoman. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Pasal 1243 . kependudukan dan keuangan daerah. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. c. Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. metode. evaluasi hasil pelaksanaan program. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. dan f. Subbagian Tata Usaha. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. pemantauan.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. penyusunan kualifikasi peserta. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. dan b. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. program. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. . pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. c. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. b. perumusan bahan pelajaran. dan f. penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b. e. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. kualifikasi pengajar. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. program. penyiapan fasilitas. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. program. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan fasilitas. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. d. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara. kualifikasi pengajar. penyiapan fasilitas. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. terdiri atas: a. kualifikasi pengajar. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. penyusunan kualifikasi calon peserta. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

c. pelaksanaan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273. rumah tangga. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. program dan pedoman. rencana. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e. b. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional. d. penyusunan laporan.236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. metode. menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. . pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan kurikulum.

237 e. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. b. Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. dan d. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. c. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. dan d. c. b. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. dan i. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. dan b. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. serta pengembangan jabatan fungsional. . penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. f. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. g. evaluasi hasil pelaksanaan program. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. dan e. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. h. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. program. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. penyiapan fasilitas. perumusan bahan pelajaran. b. program. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. penyusunan Standar Operasional Prosedur. program. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . penyusunan dan pengembangan kurikulum. e. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. Subbidang Keterampilan. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. kualifikasi pengajar. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. f. dan g. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. kualifikasi pengajar. d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. penyusunan kualifikasi peserta. Subbidang Keahlian. penyusunan Standar Operasional Prosedur. terdiri atas: a. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyiapan fasilitas. c.

Subbidang Kerjasama Luar negeri. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. rumah tangga. terdiri atas: a. penyusunan laporan. . dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. d. program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. penyusunan rencana. serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. pedoman dan petunjuk teknis. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. dan b. dan e. c. menyelenggarakan fungsi: a. b. program. dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subbidang Standardisasi. penyusunan rencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

politik. Staf Ahli Bidang Hukum. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a. Staf d. dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Politik. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. terdiri atas: a. dan hubungan antarlembaga. Staf Kependudukan. BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. (4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. b. Pasal 1293 Staf Ahli. Pasal 1292 Staf Ahli. . (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. Staf Lembaga. dan e. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. Staf c. Politik.

mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Informasi. Pasal 1299 . Pusat Penerangan. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297. Pasal 1298 Pusat Data. Informasi. Komunikasi dan Telekomunikasi. dan e. terdiri atas: a. meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat. informasi. dan telekomunikasi. Bagian Kedua Pusat Data. c. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Informasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Kajian Kebijakan Strategik.241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dan e. b. d. komunikasi. pendayagunaan. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. Informasi. Pusat Data. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. Pasal 1296 Pusat. b. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. d. penyusunan program dan anggaran pusat. pengembangan. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2). pelaksanaan urusan surat menyurat. c. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset.

dan perlengkapan. dan e. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. Komunikasi dan Telekomunikasi. Subbagian Persuratan. kepegawaian. terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. menyelenggarakan fungsi: a. surat menyurat. perjalanan dinas. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. b. terdiri atas: a. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Program. keuangan dan perlengkapan. menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan.242 Pusat Data. b. dan c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. c. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan (2) (3) . d. c. dokumentasi dan arsip. Kelompok Jabatan Fungsional. Informasi. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. dan Subbagian Umum. dokumentasi dan arsip. keuangan. pelaksanaan urusan surat menyurat. b. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. Bidang Pengelolaan Data. Bidang Sandi dan Telekomunikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan.

Subbidang Sandi. pengolahan. terdiri atas: a. pendayagunaan dan pengendalian sandi. terdiri atas: a. (2) (2) . menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyajian informasi. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan penyimpanan data. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi.243 b. mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. pendayagunaan. b. Subbidang Telekomunikasi. pengolahan. pengembangan. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. pengembangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. Subbidang Penyajian Informasi. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. dan d. dan b. perekaman. dan b. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengembangan. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. c. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. perawatan. Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi. Subbidang Pengolahan Data.

dan e. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan. b. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian. Pasal 1318 Pusat Penerangan. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. mempunyai tugas melakukan pengembangan. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. d. pelaksanaan pengembangan. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b. Subbidang Pengembangan. dokumentasi dan penerbitan. dan b. dan b. terdiri atas: tugas dan (2) . pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. c. penyaringan. terdiri atas: a. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. pengumpulan. Subbidang Pemeliharaan.

e. dan c. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha. serta pelaporan. pelaksanaan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. pengetikan dan penggandaan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. dan Subbagian Umum. urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan surat menyurat. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subbagian Persuratan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. urusan surat menyurat. dokumentasi dan arsip. Bidang Hubungan Masyarakat. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. d. kepegawaian. Bagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Fasilitasi Pengaduan.245 a. Bidang Perpustakaan. c. menyelenggarakan fungsi: a. b. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepegawaian. dan perlengkapan. Subbagian Program. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. keuangan dan perlengkapan. b. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. kepegawaian. perjalanan dinas. keuangan. dokumentasi dan arsip. dan (2) (3) . Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. c. penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat.

Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. dan b. (2) dan (2) . penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. dan b. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers. Kementerian dan Daerah.246 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi. terdiri atas: a. Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. b. Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat.

Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. dan b. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Pelayanan. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. c. b. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. mengendalikan. serta perekonomian. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. pembangunan dan kemasyarakatan. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan. menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. politik hukum dan keamanan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. b. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik.

kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. dan perlengkapan. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. terdiri atas: a. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. politik hukum dan keamanan. pelaksanaan urusan ketatausahaan.248 kesejahteraan rakyat. keuangan dan perlengkapan. b. arsip. Bidang Analisis Politik. kepegawaian. Hukum dan Keamanan. perjalanan dinas. Pasal 1342 (2) (3) . serta pelaporan. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. serta perekonomian. c. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. menyelenggarakan fungsi: a. keuangan dan perlengkapan. dan d. Bidang Analisis Perekonomian. dan d. d. c. kepegawaian. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan e. Subbagian Umum. arsip. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a. Subbagian Program. surat menyurat. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. serta urusan rumah tangga. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. pengembangan dokumentasi. Bagian Tata Usaha. terdiri atas: a. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. keuangan. b.

hukum dan keamanan. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. dan b. Pasal 1348 Bidang Analisis Politik. menyelenggarakan fungsi: a.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. Subbidang Daerah. terdiri atas: a. Pasal 1349 (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. Subbidang Pusat. Subbidang Pusat. dan b. dan b. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. dan b. terdiri atas: a. hukum dan keamanan. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. Hukum dan Keamanan. hukum dan keamanan. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat. Subbidang Daerah.

dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. mempunyai tugas melaksanakan perumusan. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. hukum dan keamanan. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350. dan b. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. dan b. hukum dan keamanan. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) . mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian. terdiri atas: a. Subbidang Pusat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b.

b. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. dan e. Subbagian Pelayanan Administrasi. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri.dan c. menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. d. pelaksanaan urusan surat menyurat. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. urusan surat menyurat. d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri atas: a. c. pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. pelayanan administrasi dan informasi. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. d. dokumentasi serta perpustakaan. e. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. mempunyai tugas melakukan urusan (2) . dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. urusan kepegawaian. Bidang Kerjasama Antar Negara. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. f. pelaksanaan urusan informasi. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357.251 a. Subbagian Umum. dan e. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. c. terdiri atas: a. c. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara.

Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. monitoring. kearsipan dan ekspedisi. fasilitasi. b. monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. serta pelaksanaan monitoring. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. dan perlengkapan. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. kepegawaian. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. (2) . keuangan. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. Subbidang Kerjasama Teknik. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. Subbidang Kerjasama Sister. d. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. dan b. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. dan e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program.252 surat menyurat. serta pelaksanaan monitoring. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. pedoman dan petunjuk teknis. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361.

Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. . penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. . Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. pedoman dan petunjuk teknis. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. terdiri atas: a. Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. serta pelaksanaan monitoring. fasilitasi. Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. dan b.253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. pedoman dan petunjuk teknis. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. serta pelaksanaan monitoring. Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. Subbidang Organisasi Internasional. . dan Organisasi . Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d. monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. . (2) . fasilitasi. .

fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. fasilitasi. Subbidang Badan Swasta Asing. . Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. penyusunan program kerja. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. terdiri atas: a. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal. dan b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. . pengelolaan aset. pedoman dan petunjuk teknis. serta pelaksanaan monitoring. pedoman dan petunjuk teknis. pengelolaan keuangan. b. Pasal 1375 (2) . dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. dan d. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. c. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan monitoring. pengelolaan keuangan.

dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. Pasal 1381 . kepegawaian. dokumentasi dan arsip. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. e. Pasal 1377 Bagian Tata Usaha.255 Pusat a. keuangan. serta pelaporan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. urusan surat menyurat. perjalanan dinas. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. b. terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. b. c. Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan perlengkapan. dan c. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. Bidang Akuntansi dan Pelaporan. keuangan dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. dokumentasi dan arsip. Subbagian Persuratan. Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. urusan rumah tangga. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. (2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. Subbagian Umum. kepegawaian. d. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. b. Subbagian Program. keuangan dan perlengkapan. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. menyelenggarakan fungsi: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. kepegawaian. dokumentasi dan arsip. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a.

dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. b. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. Subbidang Lingkup I. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. pembinaan akuntansi. b. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbidang Lingkup III. dan d. Direktorat . dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. pembinaan verifikasi anggaran. penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. terdiri atas: a. Subbidang Lingkup II. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan anggaran. dan c. b. Subbidang Akuntansi. penyiapan bahan perhitungan anggaran. pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. Subbidang Perbendaharaan. pembinaan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. c. pelaksanaan akuntansi. Subbidang Verifikasi. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c.

Subbidang Pengadaan Barang. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. penggunaan. penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara. Inspektorat Jenderal. b. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. perhitungan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. . mempunyai tugas melakukan pembukuan. pengamanan. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. pengadaan. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. dan c. pelaporan dan penilaian barang milik negera. menyelenggarakan fungsi: a.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. inventarisasi. penganggaran. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. (2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b. penyiapan penghapusan barang milik negara. Subbidang Penatausahaan Barang. perhitungan anggaran. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c. terdiri atas: a. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. Subbidang Penghapusan. mempunyai tugas melakukan pemindahan. dan pemanfaatan barang milik negara. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. b. dan c. penghapusan.

Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. (2) . pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa. di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. dan c. UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392. (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan. Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya. setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. . Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing.

seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. dan 2. sebagaimana telah diubah. Lampiran IX. Lampiran IV. Lampiran VIII. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran II. Lampiran XI. Lampiran III. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Lampiran XII. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian. Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. Lampiran VI. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. sebagaimana telah diubah beberapa kali. tercantum dalam Lampiran I. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Lampiran VII.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Lampiran V. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. maka: 1. Lampiran X.

GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.261 MENTERI DALAM NEGERI. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful