P. 1
Permendagri No.41 2010

Permendagri No.41 2010

|Views: 1,095|Likes:
Published by Andrie Herdyana

More info:

Published by: Andrie Herdyana on Sep 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

(2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b. Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a. dan c. evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. dan III. terdiri a. II. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. b. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. . dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Badan Penelitian dan Pengembangan. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. Subbagian Data. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Biro. b. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal. c. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. rencana program jangka panjang. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Inspektorat Jenderal. Monitoring dan Evaluasi.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal. (3) . Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d. e. pelaksanaan urusan tata usaha biro. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. b. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. dan f. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

pengembangan kinerja. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai. Bagian Mutasi. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. b. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. Bagian Pengembangan Karier. pembinaan dan pengembangan karier. d. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. dan d. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. terdiri atas: a. pelaporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. b. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. disiplin. penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. dan f. disiplin dan kesejahteraan pegawai. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. c.8 (2) Subbagian Data. kepegawaian. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan mutasi pegawai. c. b. e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penyusunan pengembangan karier. pelaporan. . Pasal 30 Biro Kepegawaian. penyusunan program kerja. mutasi. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bagian Perencanaan Kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai.

Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. dan d. d. b. terdiri atas: a. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. pelaksanaan ujian dinas. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai. Subbagian Data Pegawai. c. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. dan c. b. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. pelaporan. menyelenggarakan fungsi: a. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 38 (2) (3) . Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. Subbagian Tata Usaha Biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Subbagian Jabatan Fungsional. Subbagian Formasi dan Perencanaan. Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan usulan pengangkatan. penyiapan usulan pengangkatan. dan c. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural. dan e. Subbagian Jabatan Struktural. kepegawaian.9 c. terdiri atas: a. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional.

pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. pemensiunan. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b. Subbagian Kenaikan Pangkat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai. Subbagian Pemindahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pemindahan. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. pencantuman nama gelar. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c. Pemberhentian dan Pensiun. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. (3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. b. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai.10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. Pasal 41 Bagian Mutasi. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Subbagian Administrasi Kaderisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. penyiapan usulan pemberhentian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. terdiri atas: a. mutasi kader. Pasal 43 (2) (3) . pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. penyiapan ujian dinas. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. dan pemensiunan. b. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. Subbagian Pemindahan. dan peninjauan masa kerja. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan c. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b.

b. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b.11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian. b. pembinaan disiplin pegawai. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. Subbagian Disiplin. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dan c. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) . dan c. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. pelaksanaan analisis jabatan. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. pembinaan disiplin pegawai. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian.

rumah tangga dan urusan tata usaha biro. menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. e. terdiri atas: a. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaporan. Bagian Kinerja. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyusunan program kerja. dan d. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. c. b. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. b. terdiri atas: a. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Tatalaksana. a. . Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II. pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 49 Biro Organisasi. Bagian Analisa Jabatan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Bagian Kelembagaan.12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b. dan c. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. dan f. d.

Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Jawa dan Kalimantan. Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. Sulawesi. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. b. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Jawa dan Kalimantan.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. dan c. Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c.

penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. Sulawesi. Maluku dan Papua. c. dan d. Subbagian Sistem dan Prosedur.14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. kepegawaian. pelaporan. Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. Pasal 60 Bagian Tatalaksana. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. Subbagian Tata Usaha Biro. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . dan c. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. Subbagian Standardisasi. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: a. b. metode. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b.

Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. dan c. Pasal 67 . dan b. Pasal 64 Bagian Kinerja. Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Nusa Tenggara. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. Jawa dan Kalimantan. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum. Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. b. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan.15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah.

dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. dan c. pelaksanaan inventarisasi. Bagian Peraturan Perundang-undangan. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. terdiri atas: a. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian. b. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. dan f. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Pasal 72 . b. penyusunan program kerja. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. e. b. pelaporan. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. Bagian Dokumentasi Hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian. perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 68 Biro Hukum. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. c. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. b. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat. terdiri atas: a.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. d. dan d. dan c. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. c.

Peraturan Kepala Daerah. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. Keputusan DPRD. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. dan c. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan produk hukum lainnya. Keputusan DPRD. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. b. mempunyai (2) (3) (2) . dan produk hukum lainnya. Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. dan b. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. Peraturan Kepala Daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b.

penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. (3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. Keputusan DPRD. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. dan c. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. b. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Peraturan Kepala Daerah. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . b. Nusa Tenggara. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. Subbagian Penyelesaian Wilayah III. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. Maluku dan Papua. Keputusan DPRD. dan produk hukum lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. dan produk hukum lainnya. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. serta memberikan perlindungan hukum. Keputusan Kepala Daerah. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. Peraturan Kepala Daerah. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi.

penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. Nusa Tenggara. Subbagian Tata Usaha Biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Maluku dan Papua. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. informasi dan dokumentasi hukum. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d. penggandaan. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. informasi. pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . terdiri atas: a. b. dan c. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. dokumentasi. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. pelaporan. kepegawaian. penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. dan c. b.

(2) . c. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. dan d. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Pasal 87 Biro Umum. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. b. c. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri atas: a. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. rumah tangga. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. Bagian Keamanan Dalam. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Tata Usaha Pimpinan.20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. dan c. dan d. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. b. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Protokol. b. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. terdiri atas: a. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. dan d. protokol dan keamanan dalam. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha.

Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Perlengkapan. b. kesehatan pegawai. rumah jabatan. dan urusan perjalanan dinas. ekspedisi. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 97 (2) (3) . Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. perjalanan dinas. mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. b. persiapan sarana upacara. mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a. c. mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. penyelenggaraan kesehatan pegawai. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. terdiri atas: a. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c. dan c. Subbagian Urusan Dalam. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan sarana rapat-rapat. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris.

Subbagian Pengamanan Personil. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian. dan c. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hubungan Keprotokolan. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 103 dan Komplek . (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b. dan c. terdiri atas: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan. b. Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan. mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 98 Bagian Protokol. pelaksanaan pengamanan personil. Subbagian Acara. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. b. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. b. Subbagian Tamu Pimpinan. pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. dan c. dan c. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. Subbagian Tata Usaha Biro.

mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. pelaporan. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. 3. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b. kepegawaian. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan e. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyusunan norma. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. b. prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. d. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik.23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. standar. Bagian Kedua . (2) (3) 2. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.

Direktorat Ketahanan Seni. Bagian Perencanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. dan d. Budaya. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Direktorat Kewaspadaan Nasional. d. c. Direktorat Politik Dalam Negeri. b. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. dan c. terdiri atas: a. e. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. terdiri atas: a. Bagian Keuangan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. Direktorat Ketahanan Ekonomi. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pengelolaan perlengkapan. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Agama dan Kemasyarakatan. b. . c.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Bagian Umum. Subbagian Data dan Informasi. dan d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. b. Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Pasal 113 Bagian Perencanaan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. c. urusan tata usaha dan rumah tangga. penyusunan program dan anggaran. dan f. menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 119 . sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. b. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a. penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.25 b. Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. dan c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. terdiri atas: a. dan c.

(2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. b. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. penatausahaan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan. serta verifikasi dan pembukuan. Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. pembayaran gaji. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Pasal 125 Bagian Umum. . tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. terdiri atas: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. akuntansi. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. e. c. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.27 b. terdiri atas: a. d. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. Subdirektorat Bela Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a. b. Subbagian Persuratan dan Arsip. dan c. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara. b. . c. dan f. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. dan f. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. Subbagian Tata Usaha.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. terdiri atas: a. dan b. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan .28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan. Seksi Implementasi Ideologi Negara. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Seksi Penguatan Ideologi Negara. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. b. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. b. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendidikan Bela Negara. Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. Seksi Pemberdayaan Bela Negara. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b. (2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b. dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara.

(2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b. Seksi Pembauran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. dan b. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a.30 b. Seksi Kewarganegaraan. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. . Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. dan f. e. Pasal 155 . c. d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. dan f. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. b.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. b. . Subbagian Tata Usaha. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. d. terdiri atas: a. e.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Jawa dan Kalimantan. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan. Maluku dan Papua. Pasal 192 . Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali. Seksi Wilayah I. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Sulawesi.

dan b. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b. Jawa dan Kalimantan. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. Nusa Tenggara. penyusunan laporan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. . Maluku dan Papua. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b. terdiri atas: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. dan melakukan urusan kepegawaian. dan b. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan.

terdiri atas: a. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. e. b. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. e. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. dan f. d. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik. b. Subbagian Tata Usaha. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. d. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. c. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a.

Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. Maluku dan Papua. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. terdiri atas: a. dan b. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah I. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah. Jawa dan Kalimantan. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a. Nusa Tenggara.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 210 . terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 243 1. perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. penyusunan norma. b. Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. dan e. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. dan melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. 2. .46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a. 3. prosedur. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. penyusunan laporan.

dan d. pengelolaan perlengkapan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. d. dan c. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. Bagian Perencanaan. urusan tata usaha dan rumah tangga. c. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. dan d. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. c. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. b. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Umum. Pasal 252 Bagian Perencanaan. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan program dan anggaran. dan . terdiri atas: a. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. terdiri atas: a. dan f. b. b. Subbagian Data dan Informasi. Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan c. penatausahaan. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a. Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. . mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Subbagian Kepegawaian.48 c. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi. penyiapan penyusunan organisasi. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. b. dan c.

menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. dan c. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. b. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Subbagian Persuratan dan Arsip. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. terdiri atas: a. dan c. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. b. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. b. pembayaran gaji. dan c. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. . Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c. Pasal 264 Bagian Umum. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. . Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. d. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. e. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. c. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. e. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. d. Subdirektorat Kerjasama Daerah.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. c. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b.

Sumatera Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tengah. Jambi. Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kalimantan Timur. Sulawesi Utara. Bengkulu. Sulawesi Selatan. pembinaan. Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Kalimantan Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Seksi Wilayah I. Jawa Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a. Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. dan b. Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Bali. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Maluku dan Papua. . dan b. Nusa Tenggara Timur. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. Jawa Barat. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Banten.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Kalimantan Selatan. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. Maluku Utara dan Papua Barat. terdiri atas: a. pembinaan.

Jawa Barat. Kalimantan Tengah. Maluku Utara dan Papua Barat. dan b. Nusa Tenggara Timur. Banten. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Bali. dan d. Kepulauan Bangka Belitung. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. Seksi Kerjasama II. Jawa Tengah. b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. Sulawesi Utara. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. Jawa Timur. Kepulauan Riau. dan b. Sulawesi Tengah. Lampung. c. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bengkulu. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. pembinaan. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Kalimantan Timur. Seksi Wilayah I. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. Sulawesi Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. Sumatera Selatan. Gorontalo. Seksi Kerjasama I. Kalimantan Selatan. . terdiri atas: a. Nusa Tenggara Barat.

Lampung. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Kalimantan Barat. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Timur. Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. Jawa Timur. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Timur. dan b. Sulawesi Selatan.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. terdiri atas: a. Jambi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. Sumatera Barat. Kalimantan Selatan. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. Gorontalo. Kepulauan Riau. Pasal 286 . dan b. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a. Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah I. Bali. Sulawesi Tenggara. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Maluku Utara dan Papua Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku dan Papua. Sulawesi Utara. Bengkulu. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281.

Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sulawesi Utara. Jambi. penyusunan laporan. Jawa Tengah. Bali. Sumatera Selatan. dan b. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Lampung. Pasal 291 (2) . Jawa Timur. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah I. dan b. Kalimantan Barat. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Maluku Utara dan Papua Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan melakukan urusan kepegawaian. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. Riau. Banten. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Kalimantan Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku dan Papua. Bengkulu. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Barat. menyelenggarakan fungsi: a.

Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. pembakuan nama rupabumi. fasilitasi. b. d. Kalimantan Selatan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. Lampung. Kepulauan Riau. dan Sulawesi Tenggara. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. dan e. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Barat. Bengkulu. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. terdiri atas: . Riau. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. Kalimantan Barat. d. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. e. Jambi. pemindahan ibukota daerah. e. Sumatera Utara. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. perubahan nama. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a. c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. b. Kalimantan Tengah. Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. dan g. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. Kalimantan Timur. f. c. d.

dan Sulawesi Tenggara. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. Jawa Tengah. pemindahan ibukota daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Timur. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Sulawesi Utara. Jawa Barat. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemindahan ibukota daerah. Seksi Wilayah IA. Sumatera Barat. dan b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pembakuan nama rupabumi. Nusa Tenggara Timur. perubahan nama. Maluku Utara. Bali. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. pembakuan nama rupabumi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan .56 a. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. dan Sulawesi Tengah. Jawa Timur. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. Sulawesi Barat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. Bali. pembakuan nama rupabumi. Kalimantan Barat. mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pemindahan ibukota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. d. perubahan nama. Nusa Tenggara Barat. menyelenggarakan fungsi: a. pembakuan nama rupabumi. dan e. Jambi. Kalimantan Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Gorontalo. b. Maluku. dan b. Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Tengah. fasilitasi. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. Lampung. Seksi Wilayah IIB. perubahan nama. Seksi Wilayah IB. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Sulawesi Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Jawa Tengah. perubahan nama. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. dan Riau. c. pemindahan ibukota daerah. Papua Barat. Sumatera Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi.

dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Riau. Sulawesi Barat. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. Kalimantan Timur. Kalimantan Tengah. dan Papua. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Maluku. pemindahan ibukota daerah. dan Sulawesi Tenggara. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Lampung. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. Sumatera Barat. Pasal 306 . terdiri atas: a. Kepulauan Riau. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Maluku Utara. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. menyelenggarakan fungsi: a. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. Jambi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Sumatera Utara. Bengkulu. perubahan nama. Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. Gorontalo. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. pembakuan nama rupabumi. dan b. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara.

Papua Barat. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Jambi. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. b. Jawa Timur. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Sulawesi Selatan. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Utara. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. dan Sulawesi Tenggara. terdiri atas: . Kalimantan Barat. Lampung. Bengkulu. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Sulawesi Barat. dan Papua. dan Riau. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. dan c. Kepulauan Bangka Belitung. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Sulawesi Tengah. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Jawa Barat. Maluku Utara. b. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Maluku. Kalimantan Selatan. dan c. Sumatera Selatan. terdiri atas: a. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Seksi Wilayah IB. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Kalimantan Tengah. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. Jawa Tengah. Seksi Wilayah IA.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. Sulawesi Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Barat.

Gorontalo. Bali. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. (2) . Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Jawa Tengah. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Maluku. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. Jawa Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Seksi Wilayah IIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. Seksi Wilayah IIB. Papua Barat. c. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan Papua. Maluku Utara. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan Sulawesi Tengah.59 a. Nusa Tenggara Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan melakukan urusan kepegawaian. b. Jawa Timur.

dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional. terdiri atas: a. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. terdiri atas: a. c. Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. e. Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. dan f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. d. b. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. dan f.60 d. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. dan b. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja.

Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja.61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan b. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Seksi Program. Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. dan b. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan. Pasal 328 .

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. monitoring dan evaluasi.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e. koordinasi. fasilitasi. terdiri atas: Seksi Operasional. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. (2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. . dalam a. dan b. monitoring dan evaluasi. koordinasi. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. dan Seksi Administrasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. (2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus. dan melakukan urusan kepegawaian. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. industri dan perdagangan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. b. (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam. (2) . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. c. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. dan b. Seksi Hak Asasi Manusia. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a.

Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. tambang. Kalimantan Timur. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Sulawesi Selatan. fasilitasi. dan Subbagian Tata Usaha. Kawasan dan Pertanahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. Kelautan dan Kedirgantaraan. fasilitasi. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Bengkulu. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah I. koordinasi. e. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. dan b. Gorontalo. Bali. Banten. pertanian dan lingkungan. Jawa Timur. Kalimantan Tengah. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Timur. f. Subdirektorat Kawasan Perairan. Sulawesi Utara. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Jambi. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. terdiri atas: a. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Industri dan Perdagangan Bebas. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Barat. tambang. kelautan dan kedirgantaraan. dan g. Nusa Tenggara Barat. dan b. tambang. d. . fasilitasi. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah II. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. pertanian dan lingkungan. Riau. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. koordinasi. e. Kalimantan Selatan. c. Maluku Utara dan Papua Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. b. f. tambang. Jawa Barat. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a. Pasal 340 Direktorat a.

Maluku dan Papua. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. laut dan udara. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nusa Tenggara Timur. laut dan udara. fasilitasi. Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. Kalimantan Timur. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku Utara dan Papua Barat. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Kalimantan Barat. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. industri dan perdagangan bebas. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. fasilitasi. Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. dan b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tengah. Riau Bengkulu. Kepulauan Riau. Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. koordinasi. terdiri atas: a. Gorontalo. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. koordinasi. Jawa Timur. Lampung. dan b. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b. Jambi. Jawa Tengah. Banten. fasilitasi. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah I. Bali. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kalimantan Selatan. koordinasi. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah II. Kalimantan Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. menyelenggarakan fungsi: .

Kepulauan Bangka Belitung.66 a. Sulawesi Selatan. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah II. fasilitasi. Jawa Barat. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. dan c. dan b. terdiri atas: a. industri dan perdagangan bebas. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. fasilitasi. Lampung. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Banten. Seksi Wilayah I. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. b. b. Gorontalo. koordinasi. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Jawa Timur. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. terdiri atas: a. koordinasi. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. industri dan perdagangan bebas. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d. Maluku Utara dan Papua Barat. Industri dan Perdagangan Bebas. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. Sulawesi Tengah. Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi. Kalimantan Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Kalimantan Timur. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan. Riau Bengkulu. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. dan . koordinasi. Bali. Kalimantan Barat. Jawa Tengah. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus.

Sulawesi Selatan.67 b. koordinasi. Nusa Tenggara Barat. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Riau Bengkulu. Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. kelautan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Sumatera Selatan. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan. Kepulauan Bangka Belitung. fasilitasi. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Barat. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Maluku Utara dan Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. kelautan dan kedirgantaraan. Jawa Tengah. Banten. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Lampung. Sulawesi Tengah. dan b. Sulawesi Tenggara. penataan kawasan khusus. Seksi Wilayah I. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. kelautan dan kedirgantaraan. fasilitasi. Jawa Timur. penyelesaian sengketa pertanahan. penyelesaian sengketa pertanahan. dan b. Maluku dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jambi. dan kedirgantaraan. penataan kawasan khusus. Daerah Istimewa Yogyakarta. koordinasi. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah II. fasilitasi. Sumatera Barat. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Tenggara. Jambi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Barat. Gorontalo. terdiri atas: a. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. Banten. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah II. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara. fasilitasi. Bali. Kalimantan Barat. Sumatera Selatan. Kepulauan Riau. Kelautan dan Kedirgantaraan. Nusa Tenggara Barat. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e.

d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Kalimantan Selatan. Gorontalo. c. Pasal 365 . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nusa Tenggara Timur. Riau Bengkulu. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. d. penyusunan laporan. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Organisasi. Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan e. Sistem dan Prosedur. Jawa Timur. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. dan e. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Jawa Barat. sistem dan prosedur. Bali. Maluku Utara dan Papua Barat. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana.68 Papua. Subbagian Tata Usaha. koordinasi. fasilitasi. Lampung. c. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Daerah Istimewa Yogyakarta.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Perundang-undangan. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. dan c.74 c. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. dan c. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. b. penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Kepegawaian. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. penatausahaan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. b. pembayaran gaji. Subbagian Sistem dan Prosedur. . b. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a.

terdiri atas: a. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. kehutanan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. tata ruang. dan c. Pasal 403 Bagian Umum. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. perencanaan pembangunan. pertanahan. perdagangan. Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. lingkungan hidup. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. komunikasi dan . penanaman modal. pemberdayaan masyarakat desa. Subbagian Persuratan dan Arsip. usaha kecil dan menengah. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. pertanian. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a.75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. b. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. koperasi. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan c.

I/3. dan b. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. standar. dan pemberdayaan masyarakat desa. dan . dan c. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. terdiri atas: a. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. dan kriteria pelaksanaan urusan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. standar. menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a. I/1. I/4. perindustrian. prosedur. b. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. standar. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. ketahanan pangan. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria. Subbagian Tata Usaha. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. I/2. perumahan. c. Seksi Bidang I/1A. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408.76 informasi. ketahanan pangan. b. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. penyusunan norma. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. Seksi Bidang I/1B. I/5. Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar.

Seksi Bidang I/2B. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. usaha kecil dan menengah. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. lingkungan hidup. dan c. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 417 . b. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. standar. tata ruang dan kehutanan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan b. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penanaman modal dan perdagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang I/2A. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. standar. (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. menyelenggarakan fungsi: a. dan tata ruang. standar. prosedur dan kriteria. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. perencanaan pembangunan. lingkungan hidup. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. penyusunan norma. Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

prosedur dan kriteria. Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. (2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. terdiri atas: a. dan b. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. pendidikan dan perindustrian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. b. Seksi Bidang I/3B. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. dan c. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. terdiri atas: a. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Seksi Bidang I/3A. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. standar. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang I/4A. b. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. menyelenggarakan fungsi: a. dan . usaha kecil dan menengah. standar.

fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5. informasi dan perindustrian. Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. Seksi Bidang I/5B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 428 . prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi. Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. Seksi Bidang I/5A. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. kependudukan dan pencatatan sipil. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. Seksi Bidang I/4B. prosedur dan kriteria. penyusunan norma.79 b. terdiri atas: a. pekerjaan umum. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. b.

persandian. II/3. b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. kepegawaian. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. kebudayaan. dan kriteria pelaksanaan urusan. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. perhubungan. dan sosial. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. II/2. II/4. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. pemerintahan umum.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan . perangkat daerah. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. Pasal 433 II/1. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. dan d. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. prosedur. penyusunan laporan. penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. administrasi keuangan daerah. Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. perangkat daerah. otonomi daerah. arsip. standar. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. kesehatan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. II/5. standar. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. energi dan sumberdaya mineral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. terdiri atas: a. kepemudaan dan olahraga. Subbagian Tata Usaha. perpustakaan. otonomi daerah. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. pemerintahan umum. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan kepegawaian. administrasi keuangan daerah. pariwisata. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. kelautan dan perikanan.

dan c. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. b.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. fasilitasi penyusunan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. dan b. prosedur dan kriteria. Seksi Bidang II/2A. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. administrasi keuangan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. standar. prosedur dan kriteria. perangkat daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. Seksi Bidang II/ 1A. b. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. Seksi Bidang II/2B. prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. penyusunan norma. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. dan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. dan c.

standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. dan b. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. kepemudaan dan olahraga. Seksi Bidang II/3B. b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyusunan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial. penyusunan norma. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. Seksi Bidang II/3A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. kebudayaan dan pariwisata. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. arsip dan perpustakaan. prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. . (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.82 standar pelayanan minimal dan norma. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. arsip dan perpustakaan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan.

Seksi Bidang II/4A. b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. prosedur dan kriteria. dan b. dan c. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a. Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. dan b. dan c. kelautan dan perikanan. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Seksi Bidang II/4B. Seksi Bidang II/5B. prosedur dan kriteria. standar. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. dan persandian dan statistik. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. Seksi Bidang II/5A.

standar. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. penyusunan laporan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. standar. (2) . Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. perikanan dan statistik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan d. b. sumber daya mineral dan persandian. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.

Riau. d. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Jawa Tengah. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a. Kepulauan Bangka Belitung. Papua Barat. Bali. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Barat. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. Seksi Wilayah IA. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. f. Maluku Utara. Jawa Timur. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Bali.85 b. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. Jawa Timur. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Sumatera (2) . dan b. e. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. dan b. Kalimantan Timur. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Sulawesi Tengah. Jambi. Sulawesi Barat. Bengkulu. Jambi. Bengkulu. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IB. Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Kalimantan Timur. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I.

Kalimantan Barat. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. Banten. Seksi Wilayah IIB. dan b. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan Papua. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. Sulawesi Selatan. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Jawa Barat. Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a. dan Maluku. Nusa Tenggara Barat. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. Jawa Barat. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Sulawesi Utara. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. Pasal 467 (2) . Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Barat. dan b. Kepulauan Riau.86 Selatan. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Barat. Seksi Provinsi Aceh. terdiri atas: a. dan b. Sulawesi Utara. Gorontalo. lampung. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Seksi Wilayah IIA: dan b. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. Sumatera Selatan.

Pasal 473 Khusus Ibukota . monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pembinaan. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. dan b. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan. Seksi Provinsi Daerah Jakarta. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. pembinaan. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. Seksi Provinsi Papua. Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh. terdiri atas: a.

Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. terdiri atas: a. dan b. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. kabupaten dan kota. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. kabupaten dan kota. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. kabupaten dan kota. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Seksi Bidang Pemerintahan. kabupaten dan kota. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a. dan melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. dan c. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. penyusunan laporan. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

Bali. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. c. Kalimantan Tengah.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Sulawesi Barat dan Papua Barat. Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. c. dan f. DPRD dan hubungan antar lembaga. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jambi. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. . Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. terdiri atas: a. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. e. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subbagian Tata Usaha. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah. b. dan e. d.

Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Papua Barat. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I.90 b. c. Seksi Wilayah IB. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Tengah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. dan b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IA. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten dan Kota. Sumatera Selatan. Sulawesi Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Bali. Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Banten. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan . dan Maluku. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. b. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Selatan. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Barat.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. Nusa Tenggara Barat dan Banten. Bengkulu. dan c. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. Sulawesi Selatan. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Timur. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi.91 c. b. Pasal 490 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kalimantan Selatan dan Maluku. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan b. Seksi Wilayah IIA. Seksi Wilayah IIB. terdiri atas: a. Kepualauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. dan Maluku Utara. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi.

fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Lampung. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. terdiri atas: a. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. dan c. Jawa Barat. dan Kalimantan Timur. Jawa Timur. dan b.92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Papua. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. b. Seksi Wilayah IIIB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. Seksi Wilayah IIIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah IVA. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Sulawesi Tenggara. Gorontalo.

terdiri atas: a. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. dan b. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah IVB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah. dan b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah.93 b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Kalimantan Barat dan Gorontalo. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Barat. Sulawesi Utara. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Papua. Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. Seksi Asosiasi Daerah. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan e. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. b. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. d. e. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. dan f. mempunyai tugas . Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. fasilitasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. d. terdiri atas: a. Subbag Tata Usaha. Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah.94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. b.

evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. e.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan f. Seksi Wilayah IA. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. d. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. c. Sulawesi Selatan. b. mempunyai tugas . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. dan Maluku Utara. dan Maluku Utara. Seksi Wilayah IB. Daerah Istimewa Yogyakarta. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. terdiri atas: a. Kalimantan Selatan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Sumatera Selatan. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. Kalimantan Selatan. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Bengkulu. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Bali dan Papua. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. d.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan f. dan Papua. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. c. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 512 . Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Bali. Seksi Wilayah IIA. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Seksi Wilayah IIB. b. Sulawesi Tenggara. dan b. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Jawa Barat. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. kabupaten dan kota daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah.

Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. dan b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Lampung.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. Pasal 516 . c. dan f. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Jawa tengah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Sumatera Barat. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Lampung dan Kalimantan Tengah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Seksi Wilayah IIIA. menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kabupaten dan kota daerah. terdiri atas: a. b. Seksi Wilayah IIIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. d. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. dan b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan f. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. kabupaten dan kota daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sulawesi Utara dan Papua Barat. terdiri atas: a. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. b. . d. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. Seksi Wilayah IVB. Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sulawesi Utara. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Kalimantan Timur. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Banten. c. dan Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Seksi Wilayah IVA. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. d. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. kabupaten dan kota daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. c. Seksi Wilayah VB. dan Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. dan f. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kalimantan Barat. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Sulawesi tengah. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. b. e. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kalimantan Barat. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Sulawesi tengah dan Maluku. Jambi. Seksi Wilayah VA. Jawa Timur. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 524 . dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. c. dan f. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. terdiri atas: . Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. 3. 2. standar. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. b.

b. pelaksanaan pengelolaan keuangan. b. b. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. dan d. dan c. c. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. f. terdiri atas: a. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. c. penyusunan program dan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. e. terdiri atas: a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Direktorat Pengembangan Wilayah. Bagian Keuangan. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. b. Pasal 534 Bagian Perencanaan. Pasal 535 . Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal. urusan tata usaha dan rumah tangga. dan Direktorat Penataan Perkotaan.101 a. Bagian Umum. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. dan c. c. pengelolaan perlengkapan. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Perencanaan. b. dan d. Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja.

mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Sistem dan Prosedur. dan c.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Perundang-undangan. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. terdiri atas: a. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal.

(2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. Pasal 546 Bagian Umum. pembayaran gaji.103 a. . pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. b. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. dan c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. Subbagian Persuratan dan Arsip. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d. Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. b. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. b. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi. e. b. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. c. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. Subbagian Tata Usaha. Maluku dan Papua. Pasal 552 . d. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. c. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. e.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. terdiri atas: a. dan b. Riau. Lampung. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. Jambi. Seksi Wilayah IB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh. dan b. dan Bengkulu. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Bangka Belitung. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. terdiri atas: a. dan Kepulauan Riau. Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IIA.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. Seksi Wilayah IIB. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . Seksi Wilayah IA. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. dan b.

Seksi Wilayah IIIA. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) . Jawa Timur.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. Seksi Wilayah IIIB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. daerah di wilayah Kalimantan. Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. dan b. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. terdiri atas: a. Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III.

dan Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: (2) .107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. dan Papua. dan Gorontalo. Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. dan b. Seksi Wilayah IVA. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. Maluku. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b. Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IVB. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara.108 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara. dan melakukan urusan kepegawaian. dan Papua. penyusunan laporan. Maluku. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Seksi Wilayah VB. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. Maluku. Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. dan Papua. Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c. Seksi Wilayah VA. Papua dan Papua Barat. dan b. dan b. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. menyelenggarakan fungsi: (2) .

Laut dan Pulau-pulau Kecil. Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. b. Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. Seksi Wilayah IB. e. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. dan f. terdiri atas: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Nusa Tenggara. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. dan b. Subdirektorat Wilayah Pesisir. Subdirektorat Wilayah Tertinggal. Subbagian Tata Usaha. Seksi Wilayah IA. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. c. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. d. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan. b. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. Maluku dan Papua. d. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a.109 a. Bali. c. Sulawesi. terdiri atas: a. . penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. Riau. laut dan pulau-pulau kecil.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . Bali. Lampung. Jambi. terdiri atas: a. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b. fasilitasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. Papua dan Papua Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah IIA.110 Sumatera Barat. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. Kalimantan Barat. Jawa Barat. Jawa Timur dan Bali. fasilitasi. Nusa Tenggara. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi. Gorontalo. Seksi Wilayah IIB. Sulawesi Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara. Bengkulu. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. Nusa Tenggara Timur. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Maluku dan Papua. dan b. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. Sulawesi. Sumatera Selatan. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579.

Seksi Pengembangan Data. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. kapasitas kelembagaan.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Seksi Sosial Ekonomi. dan b. Seksi Prasarana dan Sarana. Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. kapasitas kelembagaan. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. terdiri atas: a. Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. penyiapan data. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a. mempunyai tugas menyiapkan data. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. dan b. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. dan b. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. Pasal 590 (2) . bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. terdiri atas: a. potensi.

Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut. Seksi Pulau-pulau Kecil. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e. fasilitasi. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pesisir dan Laut. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Laut dan Pulau-pulau Kecil. dan b. Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. laut dan pulau-pulau kecil. menyelenggarakan fungsi: a.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b.

Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. terdiri atas: a. pemanfaatan tata ruang wilayah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. f. c. b. e. Subbagian Tata Usaha. . Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. penyiapan bahan perumusan kebijakan.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. e. b. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. dan f. Pasal 601 a. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d. d. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. dan b.

Maluku. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Bali. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. perencanaan. perencanaan. Maluku. pemanfaatan. dan Papua. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. Nusa Tenggara. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa. terdiri atas: a. pemanfaatan. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. fasilitasi perencanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. perencanaan. Sulawesi. dan Papua. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Bali. pemanfaatan. dan b. dan b. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan. perencanaan.

Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah I. bahan perumusan tugas serta serta (2) . Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. dan b. mempunyai tugas menyiapkan data. Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. dan b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Seksi Konservasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. dan b. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. terdiri atas: a. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. instrumen. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air. Seksi Rehabilitasi.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. terdiri atas: a. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pengawasan. potensi. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan. bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. instrumen. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. dan Papua. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. penyusunan laporan. Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. dan Papua. Bali.116 kebijakan. Maluku. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. dan b. Maluku. pengawasan. mempunyai tugas menyiapkan data. Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah I. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Nusa Tenggara. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. Seksi Wilayah II. dan b. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

e. b. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. dan f. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. dan b. Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. c. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Identifikasi Produk Unggulan. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah. c. e. Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Subdirektorat Kemitraan Usaha. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan f. dan b. d. Seksi Pengembangan Produk Unggulan.

Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. dan b. serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Seksi Investasi. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. Seksi Promosi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. (2) (2) .

Nusa Tenggara. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah I. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. Sulawesi. dan b. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Maluku. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. menyelenggarakan fungsi : a. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) . Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Seksi Pengelolaan. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b. dan b. Seksi Wilayah II. Bali. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d.

Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a. Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. dan b. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . menyelenggarakan fungsi : a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. Seksi Pengembangan Kelembagaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. dan b.120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b. Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. b. Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. . Seksi Pengendalian. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. terdiri atas: a. c. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Seksi Perencanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. b. terdiri atas: a. c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. dan b. dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. dan f. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan.

koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lingkungan Perkotaan. Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. terdiri atas: a. fasilitasi. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. fasilitasi. Seksi Sarana Prasarana. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b. Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. fasilitasi. terdiri atas: a. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. pemeliharaan lingkungan perkotaan. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. dan b. fasilitasi. fasilitasi. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b.123 a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. Seksi Lingkungan Perkotaan. dan b. fasilitasi. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Seksi Sarana Prasarana. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lingkungan Perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. fasilitasi. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan.

koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. terdiri atas: a. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. penyusunan laporan.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. fasilitasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

penyusunan norma. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: 5. . e. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. terdiri atas: a. c. d. prosedur. dan e. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. b.125 4. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. d. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. c. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. 6. b. dan f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa.

g. g. menyelenggarakan fungsi: d. pengelolaan perlengkapan. f. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. e. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. Pasal 677 Bagian Perencanaan. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. f. penyusunan program dan anggaran. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a.126 e. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. e. Pasal 680 . pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. dan f. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. terdiri atas: d. dan h. dan h. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. terdiri atas: e. Bagian Perencanaan. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Keuangan. urusan tata usaha dan rumah tangga. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Bagian Umum. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja.

pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Sistem dan Prosedur. e.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. dan f. Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: d. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. pembayaran gaji. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. e. e. menyelenggarakan fungsi: d. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. e. dan f. penyiapan penyusunan organisasi. terdiri atas: d. penatausahaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. Subbagian Kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Perbendaharaan. dan f. dan f. . Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Persuratan dan Arsip. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. menyelenggarakan fungsi: d. e. Pasal 692 . pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a. terdiri atas: d. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. dan f. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 689 Bagian Umum. e. Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Subbagian Tata Usaha Pimpinan.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Seksi Pengembangan Desa. . d. c. dan f. d. terdiri atas: a. b. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. e. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. c. e. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. terdiri atas: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. Seksi Pengembangan Kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. dan f. b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. dan b. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penataan Kewenangan. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa. (2) . Seksi Penataan Kelembagaan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Keuangan Desa. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. dan b. Pasal 711 . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. Seksi Aset Desa. (2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas.

serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat.132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: (2) . Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat. dan melakukan urusan kepegawaian. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

dan f. e. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. dan b. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. d. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. c. c. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. e. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. d. Seksi Kerjasama. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.133 a.

dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. Seksi Evaluasi Kinerja. Seksi Pengembangan Metode. dan b. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif. Pasal 729 (2) .134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. terdiri atas: a. Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat.

Seksi Identifikasi dan Analisa. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. Seksi Penataan Kawasan Perdesaan. Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. dan b. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b. (2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b. Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan.135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. dan b. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e.

136 a. terdiri atas: a. . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. Seksi Pengembangan Kurikulum. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b. Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. b. dan b. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. dan melakukan urusan kepegawaian. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d.

pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. d. b. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial.137 c. menyelenggarakan fungsi: a. (2) . e. e. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat . Subdirektorat Budaya Nusantara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan. Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan. d. dan b. c. terdiri atas: a. terdiri atas: a. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b. terdiri atas: a. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Seksi Kesejahteraan Keluarga. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. Seksi Perlindungan Perempuan. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. dan b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. Seksi Pemberdayaan Keluarga. dan b. dan b.

Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penanganan Masalah Sosial. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. terdiri atas: a.

c. Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. penyusunan laporan.140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. dan b. b. terdiri atas: a. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan. d. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. (2) (2) . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. dan melakukan urusan kepegawaian.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. c.141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. dan b. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. menyelenggarakan fungsi: (2) . Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. dan b.Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. terdiri atas: a. terdiri atas: a. Seksi Lumbung Pangan. dan Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. b. menyelenggarakan fungsi: a.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar.142 a. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. (2) (2) . Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c. Seksi Informasi Pasar. Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Diversifikasi Pasar. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. dan b.

Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d. dan (2) . dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. terdri atas: a. Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. dan b. Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. terdiri atas: a. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal.

Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. e. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. b. dan f. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 789 (2) . perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. d.144 b. penyusunan laporan. c. Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. Subbagian Tata Usaha. b. dan b. Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. terdiri atas: a. Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. d. dan f. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. dan b. Seksi Konservasi Kawasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. Seksi Rehabilitasi Lingkungan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan. e.

Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan. dan b. Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a. Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. Seksi Sumber Daya Pesisir. Seksi Sumber Daya Lahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. terdiri atas: a.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. dan b. (2) . dan b. Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan.

Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e. Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) .147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan.

dan melakukan urusan kepegawaian. . dan b. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. terdiri atas: a. Seksi Pemasyarakatan. tugas dan fungsi Pasal 382 1. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan.148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. 3. Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Seksi Kerjasama. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. Pasal 383 (2) 2.

kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. b. Direktorat Pendaftaran Penduduk. pencatatan sipil. dan f. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. dan f. Direktorat Pencatatan Sipil. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan sipil. e. prosedur. e. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a. penyusunan norma. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. b. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk. pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. pencatatan sipil. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. . dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. d. standar. c. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. pencatatan sipil. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. terdiri atas: a. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. kualitas. dan mobilitas penduduk.

penyusunan program dan anggaran. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Bagian Keuangan. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. b. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. urusan tata usaha dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan pengelolaan keuangan. dan d. Bagian Perencanaan. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. dan d. c. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c.150 b. c. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. dan c. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. pengelolaan perlengkapan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Bagian Umum. Pasal 391 Bagian Perencanaan. Pasal 394 .

mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. b. dan c. Subbagian Sistem dan Prosedur. b. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. b. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b. Subbagian Perundang-undangan. menyelenggarakan fungsi: a.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. penatausahaan. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. Subbagian Kepegawaian. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. dan c. Pasal 400 . penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi.

. b. terdiri atas: a. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Pasal 403 Bagian Umum. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. menyelenggarakan fungsi: a. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. dan c. dan c. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Persuratan dan Arsip. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.

Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi .153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Subbagian Tata Usaha. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. melaksanakan monitoring. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. c. c. Subdirektorat Identitas Penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. dan f. b. menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas. e. terdiri atas: Seksi Biodata. c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. terdiri atas: a. dan d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. Subdirektorat Identitas Penduduk. dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. b. d. Pasal 411 (1) Seksi Biodata. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. Pasal 410 a. dan f. Subdirektorat Monitoring. Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. d. b.

b. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. Pasal 417 . Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI.154 pelaksanaan pelayanan biodata. (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas. Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing.

(2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. c. terdiri atas: a. c. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. dan b. Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas. dan e. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. b. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas. terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. b. Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana.

Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) .156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam. dan melakukan urusan kepegawaian. b. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring. dan c. dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Evaluasi dan Dokumentasi. Seksi Dokumentasi. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk. terdiri atas: a. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. penyusunan laporan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program. evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk.

dan f. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a. Subdirektorat Monitoring. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. menyelenggarakan fungsi: a. c. dan f. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. terdiri atas: a. Evaluasi dan Dokumentasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. dan . Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta.157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. d. c. c. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. Subdirektorat Pengangkatan. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. dan d. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a.158 d. b. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. c. terdiri atas: a. dan b. penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian. dan b. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam. Seksi Kematian. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian. pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. perkawinan dalam dan (2) rangka . Seksi Kelahiran.

b. penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. . pengakuan dan pengesahan anak. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. pengakuan dan pengesahan anak. terdiri atas: a. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. Seksi Pengangkatan. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. dan d. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d.

Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring. monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. b. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. yang meliputi pengangkatan. perkawinan dan lain-lain. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran. terdiri atas: . permohonan pewarganegaraan. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. terdiri atas: a. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. dan d. c. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil. dan b. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. Evaluasi dan Dokumentasi. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. dan d.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. dan f. Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. b. dan Seksi Dokumentasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b.161 a. Seksi Monitoring dan Evaluasi. c. d. terdiri atas: (2) . rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan.

162 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. dan c. Seksi Infrastruktur. b. d. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan (2) . Subdirektorat Monitoring. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. dan b. c. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. Seksi Sistem dan Aplikasi. b. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. f. Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. Seksi Sumberdaya Manusia. Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. dan b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. dan d. (2) (2) . Seksi Sistem Kelembagaan. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c.163 c. c. dan b. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan.

Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. dan d. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. c. dan dokumentasi informasi kependudukan. Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. b.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. dan (2) . Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring. c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan. Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan.

dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. d. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan f. b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. Seksi Dokumentasi. penyusunan laporan.165 d. Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. Pasal 479 informasi (2) . e. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan kependudukan. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan b. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. Evaluasi dan Dokumentasi.

dan c. Seksi Analisis Jumlah. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah. dan b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. b. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. dan f. remaja dan pemuda. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. Subdirektorat Kualitas Penduduk. terdiri atas: a. c. struktur dan komposisi penduduk. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. b. struktur dan komposisi penduduk.166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. . Struktur dan Komposisi Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Monitoring dan Evaluasi. dan c.

b. dan c. kota dan desa. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. terdiri atas: a. Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk. Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk. remaja dan pemuda. Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Pasal 492 . dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. terdiri atas: a. Remaja dan Pemuda.167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b. dan c. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan.168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. dan c. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. Pasal 498 . penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. dan b. Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. b.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. dan b. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. c. Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. dan f. Evaluasi. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: . penyusunan laporan.169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: a.

dan Subbagian Tata Usaha. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. c. Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. c.170 a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. b. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan. . Subdirektorat Proyeksi Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. f. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan. (2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b. Subdirektorat Indikator Kependudukan. d.

dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. c. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. dan b. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. .171 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. b. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan.

Seksi Penyerasian Lembaga Internasional. dan d. Pasal 521 . Nirlaba dan Usaha Swasta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. nirlaba dan swasta. Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. c.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a. Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. dan b. terdiri atas: a.

b. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah. c. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a. penyusunan laporan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan kabupaten/kota. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan b. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: a. (2) . Tugas dan Fungsi Pasal 954 4.

Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. penatausahaan. c. d. i. pedoman pengelolaan kekayaan daerah. dan k. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. prosedur.174 5. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah. e. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. 6. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. terdiri atas: g. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. menyelenggarakan fungsi: . lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. pelaksanaan. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Sekretariat Direktorat Jenderal. manajemen pajak daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan f. dan kriteria di bidang keuangan daerah. pinjaman dan hibah daerah. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Direktorat Anggaran Daerah. j. standar. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah. h. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan.

c. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. Pasal 963 Bagian Perencanaan.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. c. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. a. Bagian Umum. Subbagian Penyusunan Program. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. dan c. dan d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. evaluasi dan pelaporan. b. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Subbagian Perundang-undangan. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. b. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. Bagian Perencanaan. b. penatausahaan. penyiapan data dan informasi. Bagian Tata Usaha. b. dan d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. pengelolaan perlengkapan. Bagian Keuangan. terdiri atas: a. dan c. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. . Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. kepegawaian dan urusan rumah tangga. Subbagian Data dan Informasi. penyusunan perencanaan program.

penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana . Pasal 967 Bagian Keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. perencanaan anggaran. Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. Subbagian Perlengkapan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. c. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Anggaran. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. b. Pasal 971 Bagian Umum. dan c. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan c. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. terdiri atas: a. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. pembayaran gaji. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. b. pelaksanaan akuntansi. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. rumah tangga dan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian. b. d.

b. tata usaha pimpinan dan kearsipan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. penyimpanan. terdiri atas: a. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. perjalanan dinas. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. pelaksanaan urusan ketatausahaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan surat menyurat. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan arsip. pengelolaan perpustakaan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.177 kebutuhan dan pengadaan. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. (2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b. Pasal 975 Bagian Tata Usaha. meliputi urusan keamanan dalam. (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. dokumentasi. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. dan c. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. Subbagian Persuratan. c. menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. . pembinaan tata usaha Direktorat. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. dan e. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris.

penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Jambi. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. dan Papua. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah.178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. c. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. e. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. b. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. d. dan f. dan f. Sulawesi Barat. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. b. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. Seksi Wilayah IA. dan d. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. e. Papua Barat. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. Gorontalo. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. d. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. dukungan teknis. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. serta data dan informasi anggaran daerah. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. c. c. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. dan . b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah.

Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. Papua Barat dan Papua. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. Jambi. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah. Jawa Barat. Seksi Wilayah IIA. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. dan Sulawesi Barat.179 b. Sulawesi Tengah. c. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan Maluku. dan d. Jawa Tengah. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Kalimantan Timur. Bengkulu. Bali. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Wilayah IB. Sulawesi Utara. terdiri atas: a. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. (2) . Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIB. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi.

standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIIA.180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. c. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah IIIB. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. terdiri atas: a. Pasal 991 (2) . evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Kalimantan Selatan. b. Nusa Tenggara Barat. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat dan Maluku. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Sulawesi Utara dan Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Banten. Kepulauan Riau. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Timur. Kalimantan Barat. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Seksi Wilayah IVA. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. b. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b. Lampung. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. Nusa Tenggara Barat. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. Sulawesi Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Selatan. dan d. terdiri atas: a. dan Sulawesi Tenggara. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah IVB. Sumatera Barat. menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. penyusunan tatalaksana anggaran daerah. Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. c. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. Seksi Dukungan Teknis. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan data dan informasi. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan data. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. penyusunan laporan. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. dan Maluku Utara. Sumatera Selatan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. Sumatera Barat. . dan Banten. menyelenggarakan fungsi: a. Lampung. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Bangka Belitung. serta penyusunan laporan keuangan daerah. Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. terdiri atas: a. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. Seksi Sinkronisasi. dan d. b. dukungan teknis. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur.

penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. terdiri atas: a. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. koordinasi. fasilitasi. dan investasi daerah dan penyertaan modal. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. obligasi daerah dan dana bergulir. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. fasilitasi. i. k. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan. kerjasama daerah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah. hibah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. pinjaman. badan usaha milik daerah. standardisasi. penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi. . j. h. Badan Layanan Umum Daerah. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. retribusi daerah. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. g. pengelolaan kekayaan daerah. d. b. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. f. bimbingan teknis. koordinasi. dan l. penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. bimbingan teknis. e. dan penyertaan modal daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. investasi dan kekayaan daerah.

Sumatera Barat. Seksi Wilayah II. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. Maluku. koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi. Nusa Tenggara Timur. Bali. Banten. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Papua Barat. Kepulauan Riau. Sulawesi Utara. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. f. dan Papua. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Kalimantan Timur. pemantauan. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. bimbingan teknis. dan Subbagian Tata Usaha. Jambi. Jawa Tengah. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. dan b. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. e. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. d. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. c. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah I. Jawa Barat. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi teknis. standardisasi. Jawa Timur. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Kalimantan Barat. . dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. Bengkulu. Lampung. Gorontalo. Kepulauan Bangka Belitung. b. Kalimantan Tengah. fasilitasi. bimbingan teknis. Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah.184 c. pemantauan. Nusa Tenggara Barat.

pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. Jawa Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. Sulawesi Utara. dan Maluku Utara. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Tengah. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. Kepulauan Riau. Bali. Seksi Wilayah II. Bengkulu. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sumatera Utara. Kalimantan Barat. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan. fasilitasi serta bimbingan teknis. dan b. standardisasi teknis. dan Papua. Nusa Tenggara Barat. Jawa Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. Sulawesi Tenggara. Papua Barat. fasilitasi. Lampung. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. analisis. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah. Sumatera Selatan. analisis. dan c. Maluku. Sulawesi Selatan. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Sulawesi Barat. menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi teknis. Gorontalo. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Barat. .185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. Nusa Tenggara Timur. Jambi. Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.

Kalimantan Timur. Sulawesi Utara. dan b. pembinaan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah I. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. c. Seksi Wilayah II. Sulawesi Barat. Bengkulu. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Timur. Banten. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. standardisasi teknis. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. Jambi. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. dalam melaksanakan tugas. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Barat. Seksi Wilayah I. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Sumatera Selatan. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Bali. dan c. . dan Papua. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Papua Barat. Nusa Tenggara Barat. dan b. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Sulawesi Tenggara. Gorontalo. prosedur dan kriteria. Seksi Wilayah II. dan Maluku Utara. terdiri atas: a. Jawa Tengah. Sumatera Utara. Maluku. standardisasi teknis. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Barat.186 b. Lampung.

Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. Kalimantan Tengah. obligasi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. c. Sulawesi Selatan. Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Papua Barat. Lampung. dan e. Kepulauan Riau. dan Maluku Utara. Sumatera Selatan. d. pemantauan. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. Kalimantan Timur. b. Sulawesi Tengah. Maluku. Kepulauan Bangka Belitung. dan evaluasi di bidang pinjaman. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. Sumatera Utara. Jawa Barat. dan pernyertaan modal daerah. dan dana bergulir. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. Gorontalo. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. Sulawesi Barat. dan dana bergulir. Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. hibah. Jambi. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Barat. obligasi daerah. standardisasi. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. Nusa Tenggara Barat. Pasal 1023 . Sulawesi Tenggara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. Bengkulu. dan b. Banten. dan Papua. Jawa Timur. Seksi Wilayah II.

Nusa Tenggara Timur. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bengkulu. Sumatera Utara. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. dan Maluku Utara. Kalimantan Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Selatan. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Maluku. Sulawesi Tenggara. Papua Barat. Gorontalo. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Pasal 1027 . Jawa Tengah. penyusunan laporan. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Kalimantan Tengah. Lampung. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. Banten. dan Papua. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. dan melakukan urusan kepegawaian. Sulawesi Barat. dan f. Nusa Tenggara Barat. d. obligasi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Barat. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Daerah Istimewa Yogyakarta. c. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. Sulawesi Tengah. Sulawesi Utara. obligasi daerah. Bali. e. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Jambi. Jawa Timur. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. hibah.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Timur. hibah. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Jawa Barat. monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya. Sumatera Selatan.

Kalimantan Selatan. rekonsialiasi. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. rekonsiliasi. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Bali. Bengkulu. Jambi. Jawa Tengah. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. Jawa Barat. Sulawesi Tenggara. Banten. Nusa Tenggara Barat. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. dan Maluku Utara. Maluku. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. standardisasi teknis. Sumatera Utara. d. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. bimbingan teknis. standardisasi teknis. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. bimbingan teknis. e. b. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. supervisi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. Lampung. Sumatera Barat. rekonsialiasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. bimbingan teknis. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kepulauan Riau. standardisasi teknis. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. terdiri atas: a. supervisi. b. Gorontalo. Subbagian Tata Usaha. dan f. Kalimantan Timur. supervisi. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. dan c. standardisasi teknis. c.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. Papua Barat. dan Sumber Daya Alam. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Kalimantan Tengah. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. dan Papua. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. Jawa Timur.

dan rekonsiliasi dana alokasi khusus. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Barat. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi teknis. dan Papua.190 kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Sulawesi Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. penyiapan pelaksanaan monitoring. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Jawa Barat. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bengkulu. koordinasi. Kalimantan Selatan. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Gorontalo. Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. supervisi. Kalimantan Tengah. standardisasi teknis. perencanaan alokasi. Sulawesi Selatan. standardisasi teknis. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. Kalimantan Timur. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus. b. perencanaan alokasi. Nusa Tenggara Barat. Bali. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. koordinasi. Kepulauan Riau. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. supervisi. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tengah. dan Maluku Utara. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a. perencanaan alokasi. Jawa Timur. dan c. koordinasi. Sumatera Barat. dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. Banten. Sumatera Utara. Lampung. standardisasi teknis. bimbingan teknis. bimbingan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. Nusa Tenggara Timur. evaluasi dana alokasi khusus. standardisasi teknis. Jawa Tengah. bimbingan teknis. supervisi. .

191 b. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Gorontalo. terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Kalimantan Tengah. koordinasi perencanaan dasar. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. Jawa Tengah. pertimbangan penyaluran. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. Sumatera Barat. Sulawesi Tenggara. bimbingan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Lampung. Banten. Kepulauan Riau. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. bimbingan teknis. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Bengkulu. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah I. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. Papua Barat. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya. supervisi. Seksi Wilayah I. bimbingan teknis. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. supervisi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Bali. standardisasi teknis. terdiri atas: a. Jawa Barat. Jambi. Sumatera Selatan. Jawa Timur. Sulawesi Barat. supervisi. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. c. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah II. . dan Maluku Utara. dan b. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. Sulawesi Selatan. standardisasi teknis. b.

dan c. Nusa Tenggara Timur. serta penyusunan laporan dana perimbangan. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. Jawa Tengah. Bengkulu. Sumatera Utara. bimbingan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. Jawa Timur.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. Nusa Tenggara Barat. dan melakukan urusan kepegawaian. dan Maluku Utara. standardisasi teknis. Seksi Dukungan Teknis. dan Papua. supervisi. Sulawesi Selatan. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. Pasal 1048 dalam 1044. Sulawesi Utara. . Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. standardisasi teknis. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan data dan informasi. bimbingan teknis. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Sulawesi Tengah. Gorontalo. Bali. b. Maluku. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. dan b. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Kalimantan Barat. Kepulauan Riau. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. penyusunan laporan. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh. Jambi. Lampung. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Sulawesi Barat. Seksi Sinkronisasi. Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. Banten. Kalimantan Tengah. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. Papua Barat. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. Jawa Barat. supervisi.

e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah.193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. .a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah.a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah.d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. . .d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. . terdiri atas: . Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049. Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. dan .b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. .e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.f Subbagian Tata Usaha. dan .f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. penyiapan dukungan teknis. . . menyelenggarakan fungsi: . .b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah.g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. .

dan b. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. Sumatera Utara.194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Sumatera Selatan. Sumatera Barat. dan Papua. Sulawesi Tengah. Lampung. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Selatan. Gorontalo. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah I. Papua Barat. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Barat. Jawa Barat. Jawa Tengah. Banten. Kepulauan Bangka Belitung. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. terdiri atas: a. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. dan Maluku Utara. Jawa Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jambi. Pasal 1057 . Maluku. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Nusa Tenggara Timur. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan b. Bali. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Utara. Bengkulu. fasilitasi.

Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Barat. terdiri atas: a. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Utara. Seksi Wilayah I. dan b. Bengkulu. Gorontalo. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Bali. . dan b. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Lampung. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Tengah.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. Nusa Tenggara Timur. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah II. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Barat. dan Maluku Utara. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Papua. Jawa Tengah. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tengah. Sumatera Selatan. dan b. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a. Papua Barat. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Maluku. Jawa Timur. Sumatera Barat. Sulawesi Tenggara. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b. Sulawesi Utara. Banten. Jambi. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.

dan b. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. Seksi Wilayah II. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Timur. Seksi Wilayah II. Banten. dan b. Jawa Tengah. Bali. Sulawesi Selatan. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. Seksi Wilayah I. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. Papua Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. dan Papua. Sulawesi Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Sumatera Barat. terdiri atas: a. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. Lampung. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b. Sulawesi Utara. terdiri atas: a.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Seksi Wilayah I. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Riau. dan Maluku Utara. Kalimantan Tengah. Maluku. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. Gorontalo. dan b. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1067 . Bengkulu. Kalimantan Barat.

Maluku. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. dan b. Nusa Tenggara Barat. Jambi. Jawa Tengah. b. Lampung. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Kepulauan Riau. Sulawesi Tengah. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. Pasal 1071 (1) Seksi Data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Bengkulu. Sulawesi Utara. serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Kalimantan Barat. Kalimantan Selatan. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. (2) . dan Maluku Utara. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. Banten. Nusa Tenggara Timur. Jawa Timur. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Data. Bali. Sumatera Selatan. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Selatan. dan c. Informasi dan Pelaporan. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. Gorontalo.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Papua.

dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. unsur pengawas fungsional 5. pemantauan. f. c. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kabupaten/Kota. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal.198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. revieu. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. 6. Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. terdiri atas: a. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Kabupaten/Kota. evaluasi. Kabupaten/Kota. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan g. Kabupaten/Kota. b. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Sekretariat Inspektorat Jenderal. . menyelenggarakan fungsi: a. e. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. d. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. penyusunan laporan.

pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. pengadministrasian tata usaha. Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. Inspektorat Wilayah III . dan penyajian laporan hasil pengawasan. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan penyelesaian. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. c. e. menyusun anggaran. Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077.199 b. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. d. Inspektorat Wilayah IV. b. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. program kerja pengawasan dan fasilitasi. dan d. terdiri atas: a. Inspektorat Khusus. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian. dan d. penyusunan anggaran. pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. b. pengelolaan. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. pengumpulan. pengelolaan. Bagian Perencanaan dan Anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Wilayah I . mengelola perpustakaan. c. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal. c. koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. f. Inspektorat Wilayah II . g. analisis laporan hasil pengawasan. . b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. BPKP. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. Peraturan Perundang . koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. evaluasi. Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. analisa. . (2) Subbagian Dokumentasi. d. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. dan b. c. b. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. dan e. inventarisasi.200 c. menganalisa data dalam rangka evaluasi. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal. d. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan. mempunyai tugas menyiapkan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. penyelenggaraan kerjasama pengawasan.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. Inspektorat Jenderal Kementerian. pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. dan b. Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran. Subbagian Dokumentasi. dan e. mengumpulkan. Subbagian Penyusunan Program. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi.

mempunyai tugas menyiapkan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengelolaan administrasi kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. pengadministrasian dan surat menyurat. Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. mengumpulkan. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan. dan b. pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha. dan c. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. Kabupaten/Kota. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. Pasal 1094 Bagian Umum. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. dan (2) . menganalisa data dalam rangka evaluasi. dan b. Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. terdiri atas: a. pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Keuangan. pengelolaan administrasi keuangan. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan. verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

pemeriksaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Riau. d. Nusa Tenggara Timur. Subbagian Kepegawaian. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Istimewa Yogyakarta. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a. Sulawesi Barat. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Badan Pendidikan dan Pelatihan. (2) . Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. c. Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara dan Maluku. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b. Lampung. perencanaan program pengawasan di wilayah I.202 b. Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. dan e. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. Bengkulu. Bali. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. pengusutan. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. c. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. perencanaan program pengawasan di wilayah II. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. b.

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. pengusutan. Nusa Tenggara Barat. Gorontalo dan Papua. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. Kalimantan Selatan. . mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. c. perencanaan program pengawasan di wilayah IV. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. dan e. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengusutan. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. Sumatera Barat. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Sumatera Utara. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi.203 d. c. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. d. Jambi. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Kepulauan Riau. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. e. b. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. pemeriksaan. Aceh. pemeriksaan. b. Kalimantan Timur. perencanaan program pengawasan di wilayah III.

pemeriksaan. pengujian dan penilaian pengawasan. dan e. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pengusutan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengusutan. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. dan d. mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan. b. perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan. pemeriksaan. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. penyusunan laporan dan urusan tata usaha. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor. c.204 d.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . d. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Politik dan Otonomi Daerah. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. c. b. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. pemantauan. menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. dan d. dan e. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. terdiri atas: a. c. Sekretariat Badan. Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan kebijakan teknis.

Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pengumpulan. dan c. c. menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian perencanaan. b. b. dan c. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. Bagian Keuangan. d. pengelolaan perlengkapan. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi. penilaian. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. fasilitasi kegiatan. terdiri atas: a. b. Pasal 1114 Sekretariat Badan. pengumpulan dan pengolahan data.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. e. penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan . analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. Bagian Umum. terdiri atas: a. evaluasi kinerja. Bagian Perencanaan. penyiapan pelaksanaan pemantauan. Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan. b. rumah tangga dan tata usaha. c. pelaksanaan. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. dan d. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. surat menyurat. kearsipan dan ekspedisi. pelaksanaan b. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. c. kearsipan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. pelaksanaan c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. rumah tangga. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pengolahan dan penyajian data. b. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. dan keamanan dalam. kepegawaian. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b.207 bahan penyusunan Pengembangan. Subbagian Kepegawaian. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. Pasal 1121 Bagian Umum. terdiri atas: a. serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penatausahaan. . Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. Pasal 1124 1114 huruf c. dan Subbagian Rumah Tangga. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. dan urusan rumah tangga. Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. perjalanan dinas. urusan kepegawaian. pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. meliputi urusan keamanan dalam.

Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. dan d. pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah. pembayaran gaji. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. informasi dan dokumentasi. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan . b. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. informasi dan dokumentasi. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. serta pengelolaan perpustakaan. dan c. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan pemeriksaan.

c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan .209 c. b. (3) Subbagian Perpustakaan. dan b. Politik. Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. politik dan otonomi daerah. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. Subbagian Perpustakaan. dan otonomi daerah. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan otonomi daerah. Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b. Informasi dan Dokumentasi. dan d. Bidang Pemerintahan Daerah. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. penyiapan perumusan pembinaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Bidang Penataan Daerah. Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan dokumentasi.

Subbidang Politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota. Subbidang Kesatuan Bangsa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. Subbidang Pemerintahan Provinsi. dan b. Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. Pasal 1141 . menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyusunan laporan. (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. Subbidang Kelembagaan. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. Subbidang Aparatur.211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi. . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah.

(2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a. dan b. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. Bidang Kewilayahan. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Subbagian Tata Usaha. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. penyiapan perumusan pembinaan. Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. c. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. Bidang Trantib dan Linmas. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. b. Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Bidang Kependudukan.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. dan d. menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. terdiri atas: a. Subbidang Linmas. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . dan b. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b. Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. (2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan b. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Subbidang Trantib.213 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Subbidang Penataan Wilayah. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas.

214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. Subbidang Administrasi Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Subbidang Perkembangan Penduduk. terdiri atas: a. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. dan b. Pasal 1161 Bidang Kependudukan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. (2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a.

b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. . penyiapan perumusan pembinaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. dan d. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. terdiri atas: a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. dan b. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. dan b. c. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. menyelenggarakan fungsi: a. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Pemerintahan Desa. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Subbidang Potensi Masyarakat. Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a. dan b. Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b. (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b.216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Subbidang Partisipasi Masyarakat. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a.

217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Subbidang Ekonomi Desa. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. . (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b. dan b. terdiri atas: a. Subbidang Keuangan Desa. Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176.

Subbidang Perencanaan Pembangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. dan d. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a. Bidang Keuangan Daerah.. Subbagian Tata Usaha. c. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. Subbidang Sumber Daya. b. terdiri atas: a.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan pembinaan. dan b. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. dan b. Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah. Bidang Pembangunan Daerah. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. Bidang Ekonomi Daerah. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. dan b. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah.

dan b. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan. (2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah. (2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. terdiri atas: a. dan b. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah. Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a.

Subbidang Potensi Daerah. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. dan b. terdiri atas: a. dan b. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Subbidang Investasi Daerah.220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. . penyusunan laporan. Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. a. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat.

menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. e. dan e. Kependudukan dan Keuangan Daerah. b. . penyusunan kebijakan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Sekretariat Badan. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. b. pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. pemantauan. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pasal 1204 Sekretariat Badan. c.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a.

Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pengelolaan perlengkapan. (3) Subbagian Hukum. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. Subbagian Hukum. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. dan e. d. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan tata usaha. koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. dan c. dan informasi dan publikasi. koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. pengumpulan dan pengolahan data. Bagian Umum. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. Pasal 1210 . Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a. c. Subbagian Data. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. b. d. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. pengolahan dan evaluasi data. dan e. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. pengumpulan. c. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran.222 c. kepegawaian. b. Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. Informasi dan Publikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. serta pengendalian dan pelaporan. b. (2) Subbagian Data. dan urusan rumah tangga. Bagian Perencanaan dan Anggaran.

b. dan d. pembayaran gaji. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan anggaran. petunjuk operasional kegiatan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 1212 Bagian Keuangan. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas. akuntansi dan pembukuan. menyelenggarakan fungsi: a. validasi penerbitan surat perintah membayar. revisi anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. b. bahan pemeriksaan. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. verifikasi. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. terdiri atas: a. dan 1205 huruf b. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran. reviu laporan keuangan dan asset. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium. . penyusunan unit akuntansi instansi. akuntansi dan pembukuan. dan c. penyusunan laporan realisasi anggaran. c. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. pendayagunaan. usul penunjukkan bendaharawan. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. penatausahaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan verifikasi. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. pengelolaan. laporan realisasi keuangan dan asset. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur.

Pasal 1220 Bagian Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c. arsip dan ekspedisi. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian. b. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. b. . pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. pelaksanaan urusan tata usaha.224 c. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. kepegawaian. mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan c. dan c. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Subbagian Rumah Tangga. b. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. Bogor. pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. Subbagian Asrama dan Kelas. tata usaha. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak. terdiri atas: a. dan keamanan dalam. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak. surat menyurat. kearsipan.

e. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. rencana dan program dan pedoman. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. evaluasi hasil pelaksanaan program. pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. (3) . pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. b. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. c. dan d. Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. peserta. b. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. angkutan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. terdiri atas: a. f. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. pelaksanaan. dan g. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). d. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pemantauan. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Bidang Kader dan Kepemimpinan.

metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi calon peserta. perumusan bahan pelajaran. dan b. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. b. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah. penyusunan kualifikasi peserta.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. e. Subbidang Otonomi Daerah. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyiapan fasilitas. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. d. program. program. dan f. Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Subbidang Pemerintahan Umum. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. kualifikasi pengajar. kualifikasi pengajar. c. . penyiapan fasilitas. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum.

metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. e. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c. . terdiri atas: a. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dan f. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b. program. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyiapan fasilitas. kualifikasi pengajar. d. dan b. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Subbidang Politik Dalam Negeri. penyiapan fasilitas. program. b. c. penyusunan Standar Operasional Prosedur.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. kualifikasi pengajar. penyusunan kualifikasi calon peserta. perumusan bahan pelajaran. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi peserta. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Subbidang Kesatuan Bangsa.

dan g. (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b. c. Subbidang Kader. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya.228 b. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. f. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. terdiri atas: a. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. kualifikasi pengajar. program. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. e. serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. program. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi peserta. penyusunan laporan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyiapan fasilitas. d. penyusunan kualifikasi calon peserta. pedoman. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. rumah tangga. perumusan bahan pelajaran. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. penyusunan dan pengembangan kurikulum. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Subbidang Kepemimpinan. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). penyusunan Standar Operasional Prosedur. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. Bidang Keuangan Daerah. kependudukan dan keuangan daerah. evaluasi hasil pelaksanaan program. kependudukan dan keuangan daerah. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. b. penyusunan dan pengembangan kurikulum. kependudukan dan keuangan daerah. metode. rencana. Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. b. kependudukan dan keuangan daerah. pemantauan. perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. c. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pelaksanaan. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. kependudukan dan keuangan daerah. e. program dan pedoman. Pasal 1243 . mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. dan f. Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. c. kependudukan dan keuangan daerah. Subbagian Tata Usaha. standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. d. peserta.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. program. perumusan bahan pelajaran. penyusunan kualifikasi peserta. b. e. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. program. kualifikasi pengajar. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. kualifikasi pengajar. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyiapan fasilitas. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif. program. (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan fasilitas. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. d. penyiapan fasilitas. kualifikasi pengajar. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. c. penyusunan Standar Operasional Prosedur.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. d. penyusunan laporan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. metode. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. penyusunan kurikulum. program dan pedoman. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273. b. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. pelaksanaan. pemantauan. . urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. rencana. rumah tangga. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e.236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional.

c. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. dan i. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. program. pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. terdiri atas: a. dan d. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. dan e. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. evaluasi hasil pelaksanaan program. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional.237 e. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. . h. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. serta pengembangan jabatan fungsional. dan d. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. dan b. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. b. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. f. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. g. peserta. terdiri atas: a. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional.

penyusunan kualifikasi peserta. Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . Subbidang Keahlian. c. penyusunan kualifikasi calon peserta. program. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. perumusan bahan pelajaran. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyiapan fasilitas. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. e. b. penyusunan kualifikasi calon peserta. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. terdiri atas: a. kualifikasi pengajar. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kualifikasi pengajar. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. f. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. penyusunan Standar Operasional Prosedur. program. dan g. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Subbidang Keterampilan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan b. penyiapan fasilitas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian.

program. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. dan b. penyusunan rencana. pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Subbidang Kerjasama Luar negeri. dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. dan e. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subbidang Standardisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pedoman dan petunjuk teknis. serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. d.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. . penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. penyusunan laporan. penyusunan rencana. rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. terdiri atas: a.

Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf d. Staf c. Staf Ahli Bidang Hukum. . (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Politik. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. dan hubungan antarlembaga. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri. Staf Lembaga. Politik. dan e. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. Pasal 1293 Staf Ahli. (4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. politik. (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan. Pasal 1292 Staf Ahli. Staf Kependudukan.

Pusat Penerangan. Pasal 1299 . dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. dan telekomunikasi. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan e. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. Pusat Kajian Kebijakan Strategik. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297. dan e. Bagian Kedua Pusat Data. pendayagunaan. Pasal 1298 Pusat Data. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset.241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat. Informasi. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. c. Informasi. penyusunan program dan anggaran pusat. Komunikasi dan Telekomunikasi. pengembangan. b. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Informasi. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. informasi. menyelenggarakan fungsi: a. Informasi. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. d. pelaksanaan urusan surat menyurat. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. komunikasi. d. terdiri atas: a. Pasal 1296 Pusat. Pusat Data. b. c.

Bidang Sandi dan Telekomunikasi. Subbagian Persuratan. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. Subbagian Program. dan e. dan c. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. dan (2) (3) . Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. b. b. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. Bidang Pengelolaan Data. surat menyurat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan.242 Pusat Data. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. Informasi. pelaksanaan urusan rumah tangga. kepegawaian. dan Subbagian Umum. d. kepegawaian. dokumentasi dan arsip. terdiri atas: a. b. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. Komunikasi dan Telekomunikasi. c. dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. perjalanan dinas. c. Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. pelaksanaan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dokumentasi dan arsip.

Subbidang Penyajian Informasi. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. dan penyimpanan data. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. Subbidang Sandi. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. b. pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi. dan b.243 b. pengembangan. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. pengolahan. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c. pendayagunaan dan pengendalian sandi. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. terdiri atas: a. (2) (2) . Subbidang Pengolahan Data. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pelaksanaan penyajian informasi. pengolahan. c. pendayagunaan. dan d. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengembangan. perawatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. perekaman. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. Subbidang Telekomunikasi.

pengumpulan. dokumentasi dan penerbitan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan. d. dan e. mempunyai tugas melakukan pengembangan. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b. b. terdiri atas: tugas dan (2) . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan. pelaksanaan pengembangan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. c. pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian. pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. dan b. terdiri atas: a. Subbidang Pemeliharaan. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. dan b. penyaringan. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. Pasal 1318 Pusat Penerangan.

Subbagian Persuratan. Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. c. Bidang Hubungan Masyarakat. keuangan dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha. b. dokumentasi dan arsip.245 a. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. dan perlengkapan. kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. dokumentasi dan arsip. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. c. pelaksanaan urusan rumah tangga. kepegawaian. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. e. keuangan. penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat. Bidang Fasilitasi Pengaduan. pengetikan dan penggandaan. Bidang Perpustakaan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. d. dan Subbagian Umum. perjalanan dinas. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. pelaksanaan urusan surat menyurat. dokumentasi dan arsip. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha. Subbagian Program. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. urusan rumah tangga. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. serta pelaporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. terdiri atas: a. b. kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. dan (2) (3) . dan c. urusan surat menyurat.

penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. Kementerian dan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b.246 b. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. b. dan c. dan b. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan. terdiri atas: a. Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. (2) dan (2) . dan b. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a.

b. pembangunan dan kemasyarakatan. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. Subbidang Pelayanan. b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. mengendalikan. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. politik hukum dan keamanan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. c. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. serta perekonomian. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan.

surat menyurat. keuangan dan perlengkapan. dan c. dan e. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. kepegawaian. dan perlengkapan. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. Hukum dan Keamanan. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. Subbagian Umum. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. arsip. Subbagian Program. dan d. Bidang Analisis Politik. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. kepegawaian. b. serta pelaporan. politik hukum dan keamanan. Bidang Analisis Perekonomian. b. arsip. pelaksanaan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dan d. pengembangan dokumentasi. keuangan. serta perekonomian. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. pelaksanaan urusan ketatausahaan. c. c. serta urusan rumah tangga.248 kesejahteraan rakyat. keuangan dan perlengkapan. Bagian Tata Usaha. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 1342 (2) (3) . d. terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. perjalanan dinas. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. b. kepegawaian.

Pasal 1348 Bidang Analisis Politik. hukum dan keamanan. Subbidang Pusat. mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. Subbidang Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. Subbidang Daerah. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pusat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. Hukum dan Keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. Pasal 1349 (2) . terdiri atas: a. dan b. hukum dan keamanan. hukum dan keamanan. dan b. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. terdiri atas: a.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat. dan b. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan perumusan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. Subbidang Daerah. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. terdiri atas: a. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. Subbidang Pusat. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d. hukum dan keamanan. hukum dan keamanan. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. dan b. dan b. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) . Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354.

dokumentasi serta perpustakaan. Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357. pelayanan administrasi dan informasi. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. Subbagian Pelayanan Administrasi. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. c. c. b. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara. pelaksanaan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. urusan kepegawaian.251 a. mempunyai tugas melakukan urusan (2) . Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. dokumentasi dan perpustakaan. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. Subbagian Umum. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. urusan surat menyurat. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. d. Bidang Kerjasama Antar Negara. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri.dan c. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. terdiri atas: a. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. pelaksanaan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. c. e. pelaksanaan urusan surat menyurat. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. d. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan informasi. f. dan e. b.

b. Subbidang Kerjasama Sister. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. serta pelaksanaan monitoring. dan perlengkapan. dan b. kearsipan dan ekspedisi.252 surat menyurat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. Subbidang Kerjasama Teknik. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. serta pelaksanaan monitoring. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. c. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. d. monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. keuangan. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. fasilitasi. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361. kepegawaian. dan e.

evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. dan b. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. pedoman dan petunjuk teknis. dan Organisasi . Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. (2) . monitoring. . . . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. Subbidang Organisasi Internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. fasilitasi. . Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. fasilitasi. terdiri atas: a. Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. serta pelaksanaan monitoring. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. . serta pelaksanaan monitoring. Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. .253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional.

evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. penyusunan program kerja. Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. c. pengelolaan keuangan. fasilitasi. Subbidang Badan Swasta Asing. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja. pengelolaan aset. serta pelaksanaan monitoring. Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. b. . . Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal. pedoman dan petunjuk teknis. dan b. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. dan d. pengelolaan keuangan. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. terdiri atas: a. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. Pasal 1375 (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. serta pelaksanaan monitoring. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b. . fasilitasi.

dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. keuangan. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. b. serta pelaporan. kepegawaian. Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Bidang Akuntansi dan Pelaporan. kepegawaian. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1377 Bagian Tata Usaha. perjalanan dinas. dan c. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan.255 Pusat a. c. dokumentasi dan arsip. (2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. dokumentasi dan arsip. dan perlengkapan. kepegawaian. b. e. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a. Subbagian Program. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1381 . d. keuangan dan perlengkapan. dokumentasi dan arsip. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. terdiri atas: a. Subbagian Persuratan. Subbagian Umum. urusan surat menyurat. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.

b. b. dan c. Direktorat . pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. penyiapan bahan perhitungan anggaran. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan. pembinaan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbidang Verifikasi. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. Subbidang Lingkup I. dan c. Subbidang Akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. c. pembinaan verifikasi anggaran. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. terdiri atas: a. b. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. perhitungan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subbidang Lingkup III. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pelaksanaan akuntansi. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. pembinaan perbendaharaan. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. Subbidang Lingkup II. dan c. dan d. Subbidang Perbendaharaan. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c.

penganggaran. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c. b. . Subbidang Penatausahaan Barang. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. perhitungan anggaran. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Penghapusan. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. Inspektorat Jenderal. pengadaan. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. Subbidang Pengadaan Barang. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. dan c. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. penggunaan. dan pemanfaatan barang milik negara. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan pemindahan. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. pelaporan dan penilaian barang milik negera. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. dan c. pengamanan. mempunyai tugas melakukan pembukuan. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. (2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. terdiri atas: a. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. b. inventarisasi. perhitungan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. penghapusan. penyiapan penghapusan barang milik negara. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara.

Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa. di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional. dan c. (2) . Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan. Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a. (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. .259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan.

Lampiran VI. Lampiran V. sebagaimana telah diubah beberapa kali. maka: 1. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. Lampiran IV. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. Lampiran XII. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. dan 2. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . Lampiran VII. Lampiran VIII. Lampiran II. sebagaimana telah diubah. Lampiran X. Lampiran XI. seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Lampiran IX. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. tercantum dalam Lampiran I. Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian. Lampiran III. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian.

GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.261 MENTERI DALAM NEGERI. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->