MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

mempunyai tugas melaksanakan monitoring. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. . penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. Badan Penelitian dan Pengembangan. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. dan III. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c. dan c. II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. terdiri a. menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Badan Pendidikan dan Pelatihan. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian.

pelaksanaan urusan tata usaha biro. e. Monitoring dan Evaluasi. terdiri atas: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal. b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. (3) . Subbagian Tata Usaha Biro. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. c. Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. Inspektorat Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal. b. dan f. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Badan Pendidikan dan Pelatihan. dan c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. Subbagian Data. rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. rencana program jangka panjang.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

b. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. pembinaan dan pengembangan karier. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. . dan kesejahteraan pegawai.8 (2) Subbagian Data. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. e. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. penyusunan program kerja. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. d. pelaporan. pelaksanaan mutasi pegawai. c. Bagian Perencanaan Kepegawaian. Bagian Mutasi. terdiri atas: a. dan d. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian. disiplin dan kesejahteraan pegawai. penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. b. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Pengembangan Karier. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaporan. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. kepegawaian. disiplin. c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyusunan pengembangan karier. mutasi. pengembangan kinerja. dan f.

pelaksanaan ujian dinas. terdiri atas: a. Pasal 38 (2) (3) . dan c. penyiapan usulan pengangkatan. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. Subbagian Formasi dan Perencanaan. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Data Pegawai. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. dan e. terdiri atas: a. kepegawaian. dan c. Subbagian Jabatan Fungsional.9 c. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. c. Subbagian Jabatan Struktural. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. d. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. b. Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan usulan pengangkatan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. pelaporan. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional. Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. dan d. Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro.

Subbagian Pemindahan. penyiapan ujian dinas. pemberhentian. Pemberhentian dan Pensiun. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. dan c. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b. pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. pemensiunan. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. (3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. b. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai. pencantuman nama gelar. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. Subbagian Kenaikan Pangkat. b. pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. pemindahan. dan pemensiunan. Subbagian Administrasi Kaderisasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. Pasal 41 Bagian Mutasi. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. Pasal 43 (2) (3) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. Subbagian Pemindahan. mutasi kader. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat. dan peninjauan masa kerja. penyiapan usulan pemberhentian. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan.10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. dan c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian.11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pembinaan disiplin pegawai. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. b. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) . dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. dan c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. pelaksanaan analisis jabatan. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Disiplin. dan c. pembinaan disiplin pegawai. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. b.

pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaporan. e. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. dan f. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. b. dan c. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. . Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. b. Bagian Tatalaksana. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. dan d. c.12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. a. d. Bagian Kinerja. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. Bagian Analisa Jabatan. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. Pasal 49 Biro Organisasi. Bagian Kelembagaan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. b. b. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. c.

Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. Jawa dan Kalimantan. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. Maluku dan Papua. dan c. Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. dan b. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi. terdiri atas: a. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi. Nusa Tenggara. Jawa dan Kalimantan. Sulawesi.

14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. Subbagian Standardisasi. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. Maluku dan Papua. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . Pasal 60 Bagian Tatalaksana. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbagian Sistem dan Prosedur. Subbagian Tata Usaha Biro. Sulawesi. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. kepegawaian. b. b. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah. terdiri atas: a. pelaporan. metode. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. Nusa Tenggara. c. dan d.

menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 64 Bagian Kinerja. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. Nusa Tenggara. Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. dan c.15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Sulawesi. terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum. dan b. b. (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Jawa dan Kalimantan. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. Pasal 67 . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62.

perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Bagian Dokumentasi Hukum. b. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. d. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. Bagian Peraturan Perundang-undangan. dan c. terdiri atas: a. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian. dan f. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. b. c. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. dan c. b. pelaksanaan inventarisasi. b. penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. Pasal 68 Biro Hukum. terdiri atas: a. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaporan. e. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. c. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 72 .

Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan produk hukum lainnya. dan produk hukum lainnya. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Keputusan DPRD. Keputusan DPRD. terdiri atas: a. Peraturan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. mempunyai (2) (3) (2) . Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. Keputusan Kepala Daerah. b. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. Peraturan Kepala Daerah. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. dan b. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. dan c.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah.

Nusa Tenggara.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. serta memberikan perlindungan hukum. Subbagian Penyelesaian Wilayah III. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. (3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. Keputusan DPRD. b. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Maluku dan Papua. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. dan c. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. b. dan c. dan produk hukum lainnya. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Peraturan Kepala Daerah. Keputusan DPRD. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . dan produk hukum lainnya.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. dan c.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. dokumentasi. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. informasi. pelaporan. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. informasi dan dokumentasi hukum. b. Subbagian Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. penggandaan. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. kepegawaian. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. b. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d. Nusa Tenggara. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. terdiri atas: a. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri.

Pasal 87 Biro Umum. b. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. (2) . b. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Protokol. protokol dan keamanan dalam. b. terdiri atas: a. rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. c. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Bagian Rumah Tangga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. dan c. b. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. terdiri atas: a. Bagian Keamanan Dalam.20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. dan d. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. dan d. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. c. dan d. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. c. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri.

perjalanan dinas. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. Subbagian Urusan Dalam. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. dan c. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan. c. dan d. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. ekspedisi. rumah jabatan.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. penyiapan sarana rapat-rapat. b. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris. persiapan sarana upacara. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri. dan urusan perjalanan dinas. b. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a. Pasal 97 (2) (3) . serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Subbagian Perlengkapan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. penyelenggaraan kesehatan pegawai. terdiri atas: a. Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. kesehatan pegawai. Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait.

menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian. dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 103 dan Komplek . Subbagian Acara.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c. b. Subbagian Pengamanan Personil. b. (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b. Pasal 98 Bagian Protokol. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. dan c. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. Subbagian Hubungan Keprotokolan. dan c. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. pelaksanaan pengamanan personil. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. b. Subbagian Tamu Pimpinan. Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan. pelaksanaan urusan tata usaha biro. b. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. terdiri atas: a.

23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. c. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. Bagian Kedua . perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. d. dan e. pelaporan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) (3) 2. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyusunan norma. 3. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. standar. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b.

Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Perencanaan. terdiri atas: a. c. . urusan tata usaha dan rumah tangga. b. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan program dan anggaran. Bagian Umum. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi. Agama dan Kemasyarakatan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. pengelolaan perlengkapan. c. dan d. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Ketahanan Ekonomi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri atas: a. dan f. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Politik Dalam Negeri. Direktorat Kewaspadaan Nasional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 113 Bagian Perencanaan.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Keuangan. Direktorat Ketahanan Seni. b. e. d. Budaya. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. terdiri atas: a. c. dan c.

b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. dan c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 119 . dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. b. menyelenggarakan fungsi: a.25 b. terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan c. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c.

Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c. penatausahaan.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. b. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. Pasal 125 Bagian Umum. . Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. dan c. dan c. terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. serta verifikasi dan pembukuan. pembayaran gaji. Subbagian Perbendaharaan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. akuntansi. b.

d. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan.27 b. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. d. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Persuratan dan Arsip. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. e. dan c. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. dan f. . Subdirektorat Bela Negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. e. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. terdiri atas: a. c. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan. c. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan.

Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. dan b. Seksi Penguatan Ideologi Negara. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. menyelenggarakan fungsi: a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan . dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. dan c. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. Seksi Implementasi Ideologi Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b.28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. dan b. Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a.

Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara. Seksi Pendidikan Bela Negara. serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara. (2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemberdayaan Bela Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d. dan c. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c. Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. dan . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. (2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan.30 b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Kewarganegaraan. . dan b. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. Seksi Pembauran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. dan b. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a. dan b. terdiri atas: a. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan.

b. Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial. Pasal 155 . Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. d. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. . e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. dan melakukan urusan kepegawaian. d. Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. dan f. b. dan f. penyusunan laporan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. Seksi Wilayah II. Pasal 192 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. Jawa dan Kalimantan.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan. Maluku dan Papua. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. Nusa Tenggara. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. Sulawesi.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. terdiri atas: a. . penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b. Seksi Wilayah I. Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Jawa dan Kalimantan. Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. terdiri atas: a. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b. Maluku dan Papua. dan b.

Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. dan f. c. Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. d. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. . dan b. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. terdiri atas: a. c. e. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik.

menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. terdiri atas: a. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. Sulawesi. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah. Jawa dan Kalimantan. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. Nusa Tenggara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b. Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b. dan b. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. Pasal 210 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. penyusunan laporan. dan e. perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. b. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. 3. . Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. standar. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a. penyusunan norma. dan melakukan urusan kepegawaian. 2. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. prosedur. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Tugas dan Fungsi Pasal 243 1.

menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. terdiri atas: a. e.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Bagian Umum. dan c. Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. urusan tata usaha dan rumah tangga. dan d. Subbagian Data dan Informasi. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. dan d. c. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 252 Bagian Perencanaan. terdiri atas: a. dan f. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: a. Bagian Perencanaan. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. b. d. pengelolaan perlengkapan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. c. b. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. menyelenggarakan fungsi: a. dan . Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. b. c. b. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. Bagian Keuangan. penyusunan program dan anggaran.

mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b. dan c. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. . terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a. Subbagian Kepegawaian. penyiapan penyusunan organisasi. penatausahaan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi.48 c. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Sistem dan Prosedur. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. dan c.

Subbagian Perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. dan c. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Persuratan dan Arsip. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 264 Bagian Umum. dan c. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. b. . pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. b. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. pembayaran gaji. dan c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. b. . d. c.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. b. dan f. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b. dan f. e. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. Subdirektorat Kerjasama Daerah. e.

menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Tengah. Sumatera Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Nusa Tenggara Barat. Kepulauan Bangka Belitung. dan b. . Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. Sumatera Selatan. Banten. Lampung. pembinaan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Bengkulu. Nusa Tenggara Timur. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Sulawesi Barat. Sulawesi Tenggara. Jambi. Gorontalo. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Tengah. Seksi Wilayah I. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a. Jawa Timur. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. dan b. Bali. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. Kalimantan Barat. pembinaan. Kalimantan Selatan. Kepulauan Riau. Sulawesi Selatan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Timur. Maluku Utara dan Papua Barat. Seksi Wilayah II. Jawa Barat. Sulawesi Tengah. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a.

Jawa Timur. Kalimantan Selatan. Sulawesi Barat. Jawa Barat. Jawa Tengah. c. Kalimantan Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Utara. Jambi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. b. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Barat. dan b. Gorontalo. Riau. Bali. Kalimantan Timur. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. Lampung. Sumatera Selatan. Seksi Wilayah II. Sulawesi Selatan. pembinaan. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah. Sumatera Barat. dan d. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. Bengkulu. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Seksi Kerjasama I. Maluku Utara dan Papua Barat. Sulawesi Tenggara. Banten.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. . terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. Seksi Kerjasama II. Sulawesi Tengah. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Timur.

Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Wilayah II. Banten. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Pasal 286 . dan b. Bali. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Jawa Barat. Jambi. Maluku Utara dan Papua Barat. Jawa Tengah. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. Kalimantan Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Riau. Kalimantan Barat. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. Gorontalo. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Selatan.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. terdiri atas: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tengah. Maluku dan Papua. Sulawesi Barat. Seksi Wilayah I. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Jawa Timur. dan b. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Bengkulu. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. Lampung. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Utara. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. Maluku dan Papua. Maluku Utara dan Papua Barat. Jawa Timur. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Lampung. Sulawesi Utara. penyusunan laporan. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. Banten. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan melakukan urusan kepegawaian. Bengkulu. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. Sulawesi Tengah. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Wilayah II. Sulawesi Selatan. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Bali. dan b. Nusa Tenggara Barat. Jambi. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Jawa Barat. Pasal 291 (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Seksi Wilayah I. Kalimantan Tengah. Sumatera Barat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Riau. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. Jawa Tengah. Kalimantan Barat.

perubahan nama. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. b. pemindahan ibukota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. Riau. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. dan g. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. d. e. Kalimantan Barat. e. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Subbagian Tata Usaha.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. Sulawesi Barat. Sumatera Selatan. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. d. Kalimantan Selatan. Sumatera Utara. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. b. Kalimantan Timur. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. pembakuan nama rupabumi. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Kepulauan Riau. terdiri atas: . Kalimantan Tengah. dan e. Sumatera Barat. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah. dan Sulawesi Tenggara. Lampung. terdiri atas: a. dan f. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. d. Bengkulu.

dan b. d. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Barat. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Seksi Wilayah IA. Seksi Wilayah IIA. Jawa Timur. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. Sulawesi Utara. perubahan nama. Maluku. menyelenggarakan fungsi: a. pembakuan nama rupabumi. pemindahan ibukota daerah. Lampung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pembakuan nama rupabumi. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Papua Barat. perubahan nama.56 a. pemindahan ibukota daerah. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Seksi Wilayah IIB. Sulawesi Barat. Bali. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. c. Nusa Tenggara Barat. pembakuan nama rupabumi. Nusa Tenggara Timur. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. Gorontalo. Seksi Wilayah IB. Sumatera Utara. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bengkulu. Sulawesi Selatan. Jawa Barat. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. pemindahan ibukota daerah. fasilitasi. Bali. dan Riau. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan . mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Maluku Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. Jawa Barat. dan e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. dan Papua. dan Sulawesi Tenggara. Jawa Timur. Jambi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. perubahan nama. perubahan nama. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sumatera Selatan. dan b. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. Sumatera Barat. pembakuan nama rupabumi. pemindahan ibukota daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Tengah. dan Sulawesi Tengah.

dan Papua. dan Sulawesi Tenggara. Lampung. Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. pembakuan nama rupabumi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. Jambi.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. dan b. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Gorontalo. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Riau. Sumatera Barat. dan b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Sumatera Utara. Kalimantan Timur. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Pasal 306 . Maluku Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Sumatera Selatan. perubahan nama. Maluku. Kepulauan Riau. pemindahan ibukota daerah.

Seksi Wilayah IB. Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jambi. Nusa Tenggara Timur. terdiri atas: . Seksi Wilayah IA. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. dan Sulawesi Tenggara. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. Kalimantan Barat. Sumatera Utara. b. Maluku. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. dan Riau. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Jawa Barat. Lampung. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Gorontalo. Sumatera Barat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Kalimantan Tengah. Sumatera Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bengkulu. dan b. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. b. menyelenggarakan fungsi: a.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. dan c. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Timur. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Bali. dan Papua. Sulawesi Barat. Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah.

(2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. Seksi Wilayah IIA. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. Bali. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. Jawa Tengah. Seksi Wilayah IIB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyusunan laporan. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat.59 a. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Jawa Timur. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Barat. dan Sulawesi Tengah. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) . c. Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Gorontalo. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara. Maluku Utara. Maluku. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Papua Barat. dan Papua. dan b.

dan b. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. e. dan b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. dan f. Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. e. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. terdiri atas: a. mempunyai tugas .60 d. c. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. d. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. b. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. dan f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja.

Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan b. terdiri atas: a. dan b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. dan b. (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b. Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. Seksi Program. Pasal 328 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja.61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. terdiri atas: a. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat.

(2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. dalam a. Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. . sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. dan Seksi Administrasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. terdiri atas: Seksi Operasional. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. (2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi. koordinasi. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. Seksi Hak Asasi Manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. c. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. d. menyelenggarakan fungsi: a. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus. penyusunan laporan. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. dan b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. industri dan perdagangan. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) .

Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. f.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kawasan dan Pertanahan. tambang. Sulawesi Tenggara. Jawa Timur. fasilitasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. e. f. pertanian dan lingkungan. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. Riau. tambang. Jawa Barat. Pasal 340 Direktorat a. c. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Kelautan dan Kedirgantaraan. tambang. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Seksi Wilayah I. Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah. Maluku dan Papua. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. dan b. . b. e. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. fasilitasi. Bengkulu. Industri dan Perdagangan Bebas. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. Seksi Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Tengah. Kalimantan Barat. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. dan b. koordinasi. Sumatera Barat. fasilitasi. dan g. d. pertanian dan lingkungan. dan Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Bali. Jambi. Banten. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Gorontalo. kelautan dan kedirgantaraan. Nusa Tenggara Timur. tambang. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Selatan. Lampung. koordinasi. Subdirektorat Kawasan Perairan. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. Maluku Utara dan Papua Barat. Kalimantan Selatan. Sumatera Selatan.

Kalimantan Timur. Seksi Wilayah I. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Timur. Banten. Bali.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. Riau Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. koordinasi. industri dan perdagangan bebas. Nusa Tenggara Barat. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Jawa Barat. Kalimantan Selatan. laut dan udara. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. Gorontalo. Jawa Timur. Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b. dan b. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Maluku Utara dan Papua Barat. laut dan udara. Maluku dan Papua. Jambi. Sumatera Selatan. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: . Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Sulawesi Tenggara. fasilitasi. Lampung. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau. koordinasi. dan b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. fasilitasi. koordinasi. Kalimantan Tengah.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Riau Bengkulu. fasilitasi. Lampung. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. fasilitasi. industri dan perdagangan bebas.66 a. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Utara. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. koordinasi. Sumatera Selatan. Bali. Seksi Wilayah I. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Sulawesi Tengah. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d. Gorontalo. b. Kalimantan Barat. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. fasilitasi. Kepulauan Riau. Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. Sulawesi Tenggara. terdiri atas: a. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. terdiri atas: a. industri dan perdagangan bebas. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. Jawa Timur. koordinasi. fasilitasi. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Barat. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Jambi. Maluku Utara dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. Banten. Seksi Wilayah II. Maluku dan Papua. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. dan b. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. b. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Tengah. Industri dan Perdagangan Bebas. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Banten. Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. Kepulauan Riau. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Timur. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Selatan. Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. Seksi Wilayah II. Kalimantan Selatan.67 b. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan. kelautan. penataan kawasan khusus. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. dan b. Nusa Tenggara Barat. Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. Jawa Barat. kelautan dan kedirgantaraan. Maluku dan Papua. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Tenggara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Riau Bengkulu. Sumatera Barat. dan b. Kalimantan Tengah. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. koordinasi. Jambi. fasilitasi. penyelesaian sengketa pertanahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. koordinasi. Jambi. Kalimantan Barat. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e. Banten. Maluku dan . fasilitasi. Sumatera Selatan. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. fasilitasi. Seksi Wilayah I. Jawa Tengah. penyelesaian sengketa pertanahan. Maluku Utara dan Papua Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan kedirgantaraan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. Gorontalo. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. penataan kawasan khusus. kelautan dan kedirgantaraan. Lampung. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Sulawesi Selatan. fasilitasi. Kelautan dan Kedirgantaraan.

Maluku Utara dan Papua Barat. Jawa Timur. d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. Subbagian Tata Usaha. penyusunan laporan. Kalimantan Selatan. sistem dan prosedur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sulawesi Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 365 . Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. Jawa Barat. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sistem dan Prosedur. Gorontalo. b. c. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. b. fasilitasi. Lampung. Sulawesi Utara. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. koordinasi. Bali. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nusa Tenggara Timur. dan e. Riau Bengkulu. Subdirektorat Organisasi. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. dan e.68 Papua. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. b. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan.74 c. penyiapan penyusunan organisasi. menyelenggarakan fungsi: a. pembayaran gaji. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a. dan c. terdiri atas: a. Subbagian Perundang-undangan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c. b. penatausahaan. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. Subbagian Sistem dan Prosedur. . Subbagian Kepegawaian. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan.

b. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. perencanaan pembangunan. perdagangan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penanaman modal. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. usaha kecil dan menengah. pertanahan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pertanian. Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. koperasi. lingkungan hidup. b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. komunikasi dan . (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. terdiri atas: a. dan c. Pasal 403 Bagian Umum. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. kehutanan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. dan c. pemberdayaan masyarakat desa. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah.75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. tata ruang.

standar.76 informasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan b. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. I/1. b. terdiri atas: a. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. I/5. I/2. pendidikan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang I/1A. standar. Seksi Bidang I/1B. dan . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. standar. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. standar. b. dan pemberdayaan masyarakat desa. perumahan. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. prosedur dan kriteria. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. ketahanan pangan. Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. ketahanan pangan. I/4. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. I/3. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e. dan c. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. c. dan d. perindustrian. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria pelaksanaan urusan.

dan c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. perencanaan pembangunan. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. usaha kecil dan menengah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. b. prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. Pasal 417 . (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. standar. penyusunan norma. tata ruang dan kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a. standar. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. standar. lingkungan hidup. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. dan tata ruang. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. penanaman modal dan perdagangan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. terdiri atas: a. Seksi Bidang I/2A. lingkungan hidup. Seksi Bidang I/2B. penyusunan norma.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. dan . pendidikan dan perindustrian. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. Seksi Bidang I/3A. menyelenggarakan fungsi: a. b. usaha kecil dan menengah. penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. dan c. Seksi Bidang I/3B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. (2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. standar. prosedur dan kriteria. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. terdiri atas: a. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. prosedur dan kriteria. Seksi Bidang I/4A. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. standar. terdiri atas: a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal.

Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a. prosedur dan kriteria. prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang I/5A. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. informasi dan perindustrian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. pekerjaan umum. dan c. Seksi Bidang I/4B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. Pasal 428 .79 b. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyusunan norma. Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. standar. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. dan b. kependudukan dan pencatatan sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Seksi Bidang I/5B. menyelenggarakan fungsi: a.

otonomi daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. otonomi daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. pemerintahan umum. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. II/3. kepemudaan dan olahraga. c. persandian. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. standar. perpustakaan. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. II/4. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. penyusunan laporan. kebudayaan.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 433 II/1. kesehatan. menyelenggarakan fungsi: a. dan kepegawaian. dan . administrasi keuangan daerah. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. arsip. energi dan sumberdaya mineral. kepegawaian. II/5. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. perangkat daerah. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. II/2. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. dan sosial. pemerintahan umum. perhubungan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur. standar. dan melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perangkat daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. pariwisata. dan d. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyusunan norma. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan kriteria pelaksanaan urusan. terdiri atas: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. kelautan dan perikanan. Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. administrasi keuangan daerah.

prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang II/2B. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan . Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. dan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. dan b. prosedur dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. b. penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. prosedur dan kriteria. standar. dan b. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. administrasi keuangan daerah. b. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. terdiri atas: a. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. dan c. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. Seksi Bidang II/2A. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. Seksi Bidang II/ 1A. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. perangkat daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. kepemudaan dan olahraga. standar. penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. kebudayaan dan pariwisata. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial. dan b. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga. b. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. menyelenggarakan fungsi: a. . prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. arsip dan perpustakaan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.82 standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang II/3B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. standar. arsip dan perpustakaan. Seksi Bidang II/3A. standar. prosedur dan kriteria. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. . dan c. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. standar. Seksi Bidang II/5B. standar. standar. dan b. standar. Seksi Bidang II/4A. kelautan dan perikanan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. b. Seksi Bidang II/4B. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan persandian dan statistik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a. Seksi Bidang II/5A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan c.

Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. (2) . Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah. standar. dan d. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. perikanan dan statistik. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. sumber daya mineral dan persandian. Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. b. penyusunan laporan. standar. menyelenggarakan fungsi: a. dan melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi.84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a.

Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Bangka Belitung. Papua Barat. Bali. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. dan b. Kalimantan Tengah. Jawa Timur. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. Bali. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Nusa Tenggara Timur. Jambi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Kalimantan Timur. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. c. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. f. Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Bengkulu. d. Seksi Wilayah IB. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. Riau. e. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Timur. Jambi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Maluku Utara.85 b. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. dan b. Bengkulu. Sumatera (2) . Seksi Wilayah IA. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Jawa Tengah.

Sulawesi Selatan. Jawa Barat. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. Sulawesi Utara. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Barat. Gorontalo. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. lampung. Nusa Tenggara Barat. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Seksi Wilayah IIA: dan b. Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. dan Papua. dan b. Jawa Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. Banten. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 467 (2) . Kalimantan Selatan.86 Selatan. dan b. Sulawesi Selatan. dan Papua. Sumatera Selatan. Seksi Wilayah IIB. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau. terdiri atas: a. Seksi Provinsi Aceh. Lampung. Kalimantan Barat. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Kalimantan Selatan. Gorontalo. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan b. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. dan Maluku.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Pasal 473 Khusus Ibukota . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. dan b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan. Seksi Provinsi Daerah Jakarta. pembinaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. pembinaan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan. Seksi Provinsi Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. pembinaan. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. dan b. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. terdiri atas: a.

pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. kabupaten dan kota. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. dan c. dan b. kabupaten dan kota. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. kabupaten dan kota. penyusunan laporan. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. terdiri atas: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Bidang Pemerintahan. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. kabupaten dan kota.

DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD. c. DPRD dan hubungan antar lembaga. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. Kalimantan Tengah. Jambi. Jawa Tengah. d. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. Bali. c. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. Sulawesi Tengah. b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. e. Sulawesi Barat dan Papua Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. b. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Kepulauan Bangka Belitung. dan e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. . d. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II.

terdiri atas: a. dan Papua Barat. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. c. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Bali. Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Wilayah IA. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Jawa Tengah. Sumatera Selatan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah IB.90 b. Banten. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. dan b. dan . Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kepulauan Riau. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. Kabupaten dan Kota. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. b. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Maluku.

Kabupaten dan Kota. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Seksi Wilayah IIA. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 490 . Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. Nusa Tenggara Barat dan Banten. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. dan Maluku Utara. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. Jawa Timur. Sulawesi Tenggara.91 c. terdiri atas: a. Kalimantan Selatan dan Maluku. dan b. Kalimantan Timur. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Sulawesi Selatan. Bengkulu. Seksi Wilayah IIB. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Kepualauan Riau. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Nusa Tenggara Timur. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV.92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d. Seksi Wilayah IVA. dan Kalimantan Timur. dan b. terdiri atas: a. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah IIIA. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan . Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. terdiri atas: a. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Gorontalo. dan Maluku Utara. Sulawesi Utara. dan c. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah IIIB. Lampung.

fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b. Sulawesi Utara. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. . Kalimantan Barat dan Gorontalo. Seksi Asosiasi Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung.93 b. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah. Seksi Wilayah IVB. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. dan Papua. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Barat.

Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. c. d. dan e. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. b. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. mempunyai tugas .94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. Subbag Tata Usaha. d. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan f. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. b. terdiri atas: a. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. c.

dan Maluku Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IA.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b. e. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kalimantan Selatan. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. c. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IB. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. dan f. kabupaten dan kota daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. dan b. terdiri atas: a. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan Maluku Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. mempunyai tugas . Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. b. Sulawesi Tenggara. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Jawa Barat. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. dan b. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Pasal 512 . evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IIA. Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. d. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. c. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. e. Seksi Wilayah IIB. terdiri atas: a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. kabupaten dan kota daerah. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Bali dan Papua. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a.

Sumatera Barat. e. Seksi Wilayah IIIA. Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a. terdiri atas: a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jawa tengah. Lampung dan Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. dan f. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. kabupaten dan kota daerah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IIIB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 516 . d. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. b. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. c. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

Seksi Wilayah IVB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Nusa Tenggara Timur. menyelenggarakan fungsi: a. d. kabupaten dan kota daerah.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan Papua Barat. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. e. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. dan b. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Sulawesi Utara dan Papua Barat. Banten. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Seksi Wilayah IVA. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. c. Banten. .

e.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. d. dan f. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. c. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. Sulawesi tengah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. dan Sulawesi Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. kabupaten dan kota daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah VB. Pasal 524 . penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Maluku. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jawa Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a. dan b. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Sulawesi tengah dan Maluku. Kalimantan Barat. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Seksi Wilayah VA.

penyusunan norma. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. 2. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. standar. 3. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. e. dan f. d. Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. terdiri atas: .100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. b.

mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. terdiri atas: a. dan d. Bagian Perencanaan. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. b. penyusunan program dan anggaran. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. dan c. Direktorat Pengembangan Wilayah. e. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. dan c. pelaksanaan pengelolaan keuangan. b. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. Subbagian Data dan Informasi. dan Direktorat Penataan Perkotaan. Bagian Umum. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Pasal 535 . dan d. b. f. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. urusan tata usaha dan rumah tangga. Bagian Keuangan.101 a. pengelolaan perlengkapan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. c. c. Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. b. c. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 534 Bagian Perencanaan. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja.

menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Perundang-undangan.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. b. Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. penyiapan penyusunan organisasi. penatausahaan. Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Sistem dan Prosedur. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. Subbagian Kepegawaian. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan.

usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. b. dan c. Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. b. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c.103 a. Subbagian Persuratan dan Arsip. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 546 Bagian Umum. Subbagian Perbendaharaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. terdiri atas: a. pembayaran gaji. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. b. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. b. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. dan c. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan. .

menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. terdiri atas: a. d.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi. Pasal 552 . c. b. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. e. Maluku dan Papua. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali. dan f. b.

Seksi Wilayah IIA. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. Sumatera Utara. Seksi Wilayah IB. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. dan b. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera. Bangka Belitung. terdiri atas: a. terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah IIB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. Seksi Wilayah IA. dan Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. Lampung. dan Kepulauan Riau. Sumatera Barat.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. Jambi. Riau. dan b.

Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. Seksi Wilayah IIIA. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. dan b. Seksi Wilayah IIIB.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan. Jawa Barat. Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. dan Bali. Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. daerah di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. Jawa Timur. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. dan b. terdiri atas: a. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. Sulawesi Tengah. dan Gorontalo. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah IVB. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. Sulawesi Utara. dan Sulawesi Barat. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b.107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah IVA. Maluku. dan b.

Maluku. Seksi Wilayah VB. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah VA. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan Papua. dan b. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c.108 a. Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. penyusunan laporan. menyelenggarakan fungsi: (2) . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara. dan Papua. dan b.

Subdirektorat Wilayah Pesisir. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. . Maluku dan Papua. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. fasilitasi. Seksi Wilayah IA. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. e. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a. d. dan b. laut dan pulau-pulau kecil.109 a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. dan f. Subdirektorat Wilayah Tertinggal. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. e. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. Laut dan Pulau-pulau Kecil. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. Riau. Nusa Tenggara. Sulawesi. b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. Seksi Wilayah IB. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Bali. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Subbagian Tata Usaha. Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b.

Kalimantan Barat. Lampung. Jawa Timur dan Bali. Seksi Wilayah IIA. Papua dan Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. Maluku. Seksi Wilayah IIB. dan b. Sulawesi Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b. Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Sulawesi Utara. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Maluku Utara.110 Sumatera Barat. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi. Sulawesi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Bengkulu. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. Sulawesi Tenggara. Jambi. dan b. Bali. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. Nusa Tenggara. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Tengah. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . fasilitasi. Nusa Tenggara Timur. Gorontalo. Jawa Barat.

serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penyiapan bahan perumusan kebijakan. kapasitas kelembagaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. mempunyai tugas menyiapkan data. Seksi Prasarana dan Sarana. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. bahan perumusan kebijakan. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. dan b. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Data. kapasitas kelembagaan. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal. terdiri atas: a. potensi. Pasal 590 (2) . Seksi Sosial Ekonomi. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. penyiapan data. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a.

rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. laut dan pulau-pulau kecil. Seksi Pulau-pulau Kecil. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b. dan b. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. terdiri atas: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. penyusunan laporan. Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e. Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Laut dan Pulau-pulau Kecil. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. fasilitasi. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. fasilitasi. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. Seksi Pesisir dan Laut.

Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. c. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. terdiri atas: a. d. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. c. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. dan f. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d. e. Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. f. b. menyelenggarakan fungsi: a. b. d. . dan b. pemanfaatan tata ruang wilayah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 601 a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. pemanfaatan. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. dan Papua. Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. dan b. dan b. dan b. perencanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan. terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. fasilitasi perencanaan. menyelenggarakan fungsi: a. perencanaan. pemanfaatan. Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Seksi Wilayah II. Bali. terdiri atas: a. Bali. Sulawesi. Maluku. perencanaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. pemanfaatan. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Maluku. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa. Sulawesi. Nusa Tenggara. perencanaan. Nusa Tenggara. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. pemanfaatan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. instrumen. Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. bahan perumusan tugas serta serta (2) . Seksi Wilayah I. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan. Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. mempunyai tugas menyiapkan data. Seksi Konservasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Rehabilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. dan b. Seksi Wilayah II. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi.

rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. (2) . mempunyai tugas menyiapkan data. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan b. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara. Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. pengawasan. dan Papua.116 kebijakan. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. Sulawesi. Bali. Maluku. pengawasan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. instrumen. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. Nusa Tenggara. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Bali. potensi. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. penyusunan laporan. bahan perumusan kebijakan. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. Maluku.

c. . Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. e. Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. c. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan b. d. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan f. b. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. dan f. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. menyelenggarakan fungsi: a.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Identifikasi Produk Unggulan. terdiri atas: a. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. Seksi Pengembangan Produk Unggulan. dan b. Subdirektorat Kemitraan Usaha. Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah.

Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. Seksi Investasi. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. dan b. Seksi Promosi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) (2) . serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b. Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) . Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. Nusa Tenggara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. Seksi Pengelolaan. Sulawesi. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. menyelenggarakan fungsi : a.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. dan b. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa. dan Papua. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. dan b. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

menyelenggarakan fungsi : a. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b.120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. dan b. dan b. Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. penyusunan laporan. Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. Seksi Pengembangan Kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah.

Seksi Perencanaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. terdiri atas: a. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. dan f. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. terdiri atas: a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. c. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. e. Subbagian Tata Usaha. dan f. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. b. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. c. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Seksi Pengendalian. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan.121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. . d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. dan b. d.

dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. fasilitasi. pemeliharaan lingkungan perkotaan.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. fasilitasi. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. terdiri atas: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. Seksi Lingkungan Perkotaan. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b. Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan.

(2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. dan b. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. fasilitasi. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi.123 a. Seksi Lingkungan Perkotaan. Seksi Lingkungan Perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. terdiri atas: a. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. Seksi Sarana Prasarana. dan b. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. . koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. fasilitasi. pemeliharaan lingkungan perkotaan. fasilitasi. b. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. fasilitasi. terdiri atas: a.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. fasilitasi. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. dan b. Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. c. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sekretariat Direktorat Jenderal. prosedur. . menyelenggarakan fungsi: 5. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. c. b. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. penyusunan norma. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. e. dan e. b. terdiri atas: a. 6.125 4. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dan f. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a.

pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. pengelolaan perlengkapan. dan f. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal. f. terdiri atas: d. e. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Bagian Keuangan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b.126 e. menyelenggarakan fungsi: d. dan h. f. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. Pasal 677 Bagian Perencanaan. urusan tata usaha dan rumah tangga. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a. g. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. e. pelaksanaan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Bagian Umum. Bagian Perencanaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. g. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 680 . dan f. terdiri atas: e. dan h. Subbagian Data dan Informasi. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b.

dan f. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. dan f. menyelenggarakan fungsi: d. pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. menyelenggarakan fungsi: d. penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Sistem dan Prosedur. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. penatausahaan. terdiri atas: d.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. e. Subbagian Perundang-undangan. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. dan f. e. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perbendaharaan. e. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. e. dan f. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. . mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c.

e. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. dan f. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 692 . Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 689 Bagian Umum. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. menyelenggarakan fungsi: d. terdiri atas: d. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e. Subbagian Persuratan dan Arsip. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d. dan f.

e. dan b. c. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan. Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. d. e. Seksi Pengembangan Kelurahan. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. . terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan f. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. c. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. d. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. dan f. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. dan b. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. b. b. Seksi Pengembangan Desa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. dan b. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. terdiri atas: a. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. dan b. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa. Seksi Penataan Kelembagaan. Seksi Penataan Kewenangan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. Seksi Aset Desa. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa. Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 711 . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas. (2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. Seksi Keuangan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa.

132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. menyelenggarakan fungsi: (2) . dan b. Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. penyusunan laporan. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. dan b. dan b. c. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. d. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. dan f. c. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. d. b. terdiri atas: a. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. Subbagian Tata Usaha.133 a. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. e. b. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. (2) . Seksi Kerjasama. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat.

menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa.134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif. Seksi Evaluasi Kinerja. dan b. dan b. Seksi Pengembangan Metode. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat. Pasal 729 (2) . dan b. dan b. terdiri atas: a. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif.

Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. menyelenggarakan fungsi: . Seksi Identifikasi dan Analisa. Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. dan b. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730.135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e. (2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. Seksi Penataan Kawasan Perdesaan. Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. dan b. terdiri atas: a.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. Seksi Pengembangan Kurikulum. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.136 a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d. Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. penyusunan laporan. terdiri atas: a. dan melakukan urusan kepegawaian. dan b. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b.

dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan. terdiri atas: a. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. c.137 c. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. d. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. e. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. b. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan f. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. d. Subdirektorat Budaya Nusantara. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat . Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. (2) . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan.

serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. dan b. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Perlindungan Perempuan. perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Seksi Kesejahteraan Keluarga. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. dan b.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. dan b. terdiri atas: a. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. Seksi Pemberdayaan Keluarga. menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. dan b.

Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. dan b. terdiri atas: a. Seksi Penanganan Masalah Sosial. dan b. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. b. Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. e. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. penyusunan laporan. dan f. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. (2) (2) . dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja.140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. d. dan melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat. c. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b. c. dan Subbagian Tata Usaha.141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: (2) . Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. dan b. Seksi Lumbung Pangan. Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. b. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan.

terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c.142 a. dan b. Seksi Informasi Pasar. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. dan b. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Seksi Diversifikasi Pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. (2) (2) . dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. terdiri atas: a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b.

Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. menyelenggarakan fungsi: a. dan (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. dan b. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. terdri atas: a.

perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. d. Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. penyusunan laporan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Pasal 789 (2) . Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.144 b. e. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a.

Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. b. terdiri atas: a. Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. e. terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. c. Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. Subbagian Tata Usaha. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. dan b. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . d. Seksi Rehabilitasi Lingkungan. Seksi Konservasi Kawasan. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan.

Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. Seksi Sumber Daya Lahan. Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a. Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Seksi Sumber Daya Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. terdiri atas: a. dan b. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b. Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan.147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan.

3. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. Seksi Kerjasama. Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Seksi Pemasyarakatan. Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. tugas dan fungsi Pasal 382 1. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal.148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan b. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 383 (2) 2. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan.

dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. b. d. c. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan informasi administrasi kependudukan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. . prosedur. pencatatan sipil. pencatatan sipil. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. pencatatan sipil. dan f. Direktorat Pendaftaran Penduduk. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk. kualitas. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. pencatatan sipil. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. b.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. e. standar. c. d. dan mobilitas penduduk. penyusunan norma. Direktorat Pencatatan Sipil. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. e. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. dan f. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan.

Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. b. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. dan c. b. c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran.150 b. dan c. Bagian Keuangan. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. penyusunan program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan. pengelolaan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. c. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. Bagian Umum. b. urusan tata usaha dan rumah tangga. pelaksanaan pengelolaan keuangan. dan d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Bagian Perencanaan. dan d. Pasal 394 . (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c.

dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. b. dan c. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 400 . menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. b. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Perundang-undangan. b. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. terdiri atas: a. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. penatausahaan. penyiapan penyusunan organisasi. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. dan c.

usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. b. . persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 403 Bagian Umum. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan c. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. pembayaran gaji. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan.

Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. c. Subdirektorat Identitas Penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. dan d. d. melaksanakan monitoring. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas. b. Pasal 410 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi . dan f. Subdirektorat Monitoring. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 411 (1) Seksi Biodata. c. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837.153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. Evaluasi dan Dokumentasi. Subdirektorat Identitas Penduduk. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. b. d. terdiri atas: Seksi Biodata. menyelenggarakan fungsi: a. dan f.

Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. b. (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI. Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b. nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. Pasal 417 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas.154 pelaksanaan pelayanan biodata. dan b. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI. dan c.

penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. c. (2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. c. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana. b. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. b. dan b. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas.

monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) . Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. b. menyelenggarakan fungsi: a. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. dan c. terdiri atas: a.156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. dan b. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. Seksi Dokumentasi. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring. dan melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam.

Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. c.157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta. Subdirektorat Pengangkatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. b. e. d. d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. Subdirektorat Monitoring. Evaluasi dan Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. dan f. terdiri atas: a. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. dan . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil. dan f. b. Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. c. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a.

perkawinan dalam dan (2) rangka . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. menyelenggarakan fungsi: a. c. dan d. Seksi Kematian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian. terdiri atas: a. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. dan b. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. dan b.158 d. terdiri atas: a. pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam. Seksi Kelahiran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. b. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a.

penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. terdiri atas: a. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d. Pengakuan dan Pengesahan Anak. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. . Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. Seksi Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak. pengakuan dan pengesahan anak. dan d. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. b. dan b. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. menyelenggarakan fungsi: a. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam.

serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. b. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. dan d. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. yang meliputi pengangkatan. c. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. c. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring. menyelenggarakan fungsi: a.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil. perkawinan dan lain-lain. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. b. dan b. permohonan pewarganegaraan. Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. terdiri atas: . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. Evaluasi dan Dokumentasi.

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. terdiri atas: (2) . Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882.161 a. b. penyusunan laporan. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. dan Seksi Dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Seksi Monitoring dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan.

162 a. Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. Evaluasi dan Dokumentasi. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. f. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a. Subdirektorat Monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan. c. b. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b. Seksi Sistem dan Aplikasi. dan c. b. dan b. dan (2) . d. Seksi Infrastruktur.

c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a. Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) (2) . Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b. Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. dan b. dan d. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. Seksi Sumberdaya Manusia. Seksi Sistem Kelembagaan.163 c. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia.

Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi informasi kependudukan. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. b.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. dan d. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan. dan (2) . terdiri atas: a. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. c. dan b.

mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. Seksi Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk. c. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyusunan laporan. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. d. pelaksanaan kependudukan.165 d. Evaluasi dan Dokumentasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. e. Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. dan f. b. terdiri atas: a. dan b. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 479 informasi (2) . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan.

dan f. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. Seksi Analisis Jumlah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. Subdirektorat Kualitas Penduduk. remaja dan pemuda. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. terdiri atas: a. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. dan b. struktur dan komposisi penduduk. struktur dan komposisi penduduk. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b. c. Subbagian Tata Usaha. b. b. d. Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. b. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. Monitoring dan Evaluasi. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. dan c. Struktur dan Komposisi Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. dan c. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a.166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a.

Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c. Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak.167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. Pasal 492 . remaja dan pemuda. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. menyelenggarakan fungsi: a. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. dan b. kota dan desa. Remaja dan Pemuda. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. dan c. (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. b. dan b. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. terdiri atas: a. terdiri atas: a.

penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk.168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b. Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. dan c. b. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk. dan b. evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. Pasal 498 . b. terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk.

dan b. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. b. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan.169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. terdiri atas: . Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. dan melakukan urusan kepegawaian. penyusunan laporan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: a. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat.

Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. c. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. Subdirektorat Indikator Kependudukan. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. dan Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. e. f. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan.170 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. d. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. dan d. (2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. Subdirektorat Proyeksi Penduduk. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a. c. b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. b. dan b. Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. terdiri atas: a. . c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. dan d. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan. c. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a.171 b. dan b. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. dan d. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. b. Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. Nirlaba dan Usaha Swasta.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. Pasal 521 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan b. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. Seksi Penyerasian Lembaga Internasional. nirlaba dan swasta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. dan d.

Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. penyusunan laporan. terdiri atas: a. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. dan d. (2) . dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 954 4. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. b. dan kabupaten/kota. Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a. c.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. penyusunan norma. pinjaman dan hibah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. standar. i. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah. d. h. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. manajemen pajak daerah. pelaksanaan. Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. dan k. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. j. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah. dan kriteria di bidang keuangan daerah. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. dan f. pedoman pengelolaan kekayaan daerah. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. 6. prosedur. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: . e. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan. Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan.174 5. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Anggaran Daerah. lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. terdiri atas: g. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.

mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. b. Bagian Umum. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. Bagian Perencanaan.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penatausahaan. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. dan c. b. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. Pasal 963 Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Subbagian Data dan Informasi. c. a. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. terdiri atas: a. pengelolaan perlengkapan. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Tata Usaha. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. penyiapan data dan informasi. c. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. kepegawaian dan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. Bagian Keuangan. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. . evaluasi dan pelaporan. penyusunan perencanaan program. b. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penyusunan Program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. dan c. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b. dan d.

Pasal 967 Bagian Keuangan. dan c. Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. b. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. terdiri atas: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. perencanaan anggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. d. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. dan c. Subbagian Anggaran. dan c. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. b. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana . menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Perlengkapan. pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. dan e.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. terdiri atas: a. c. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. rumah tangga dan kepegawaian. Pasal 971 Bagian Umum. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan.

pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan c.177 kebutuhan dan pengadaan. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. mempunyai tugas melakukan urusan arsip. . pembinaan tata usaha Direktorat. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c. d. c. pengelolaan perpustakaan. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. penyimpanan. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. b. perjalanan dinas. (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. b. tata usaha pimpinan dan kearsipan. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Persuratan. Pasal 975 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan e. meliputi urusan keamanan dalam. terdiri atas: a. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. dokumentasi. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. (2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris. Subbagian Tata Usaha Pimpinan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. c. b. dan f.178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. d. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Tengah. c. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. terdiri atas: a. dan f. dan . Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. dukungan teknis. d. Sulawesi Barat. Gorontalo. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. c. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. Kalimantan Tengah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. terdiri atas: a. serta data dan informasi anggaran daerah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. dan d. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. e. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. b. e. b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. Papua Barat. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. Jambi. Seksi Wilayah IA. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi.

Sulawesi Tengah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Sulawesi Utara. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan Sulawesi Barat. dan Maluku. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Bengkulu. Jawa Barat. Jambi. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. Seksi Wilayah IB.179 b. Seksi Wilayah IIA. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIB. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Jawa Tengah. Gorontalo. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. (2) . Bali. Kalimantan Timur. dan d. dan b. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Papua Barat dan Papua. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. c. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. b.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Jawa Barat dan Maluku. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. dan d. dan b. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. terdiri atas: a. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. Bengkulu. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Nusa Tenggara Barat. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIIA. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara dan Bali. Pasal 991 (2) .180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah IIIB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a.

Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. dan Maluku Utara. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Lampung. dan d. Banten. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah IVA. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. b. dan b. Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. Kalimantan Barat. Jawa Timur. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. c. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Sumatera Barat. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Nusa Tenggara Barat. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. dan Sulawesi Tenggara. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah IVB.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah.

dukungan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. Seksi Dukungan Teknis. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan Banten. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah. . terdiri atas: a. b. dan Maluku Utara. dan d. penyiapan data dan informasi. Sumatera Barat. Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. dan melakukan urusan kepegawaian.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. Lampung. penyusunan tatalaksana anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. dan b. serta penyusunan laporan keuangan daerah. Seksi Sinkronisasi. penyiapan data. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. c. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. Badan Layanan Umum Daerah. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. hibah. g. retribusi daerah. c. terdiri atas: a. koordinasi. f. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi. j. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. pengelolaan kekayaan daerah. penyiapan perumusan kebijakan. dan penyertaan modal daerah. d. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. standardisasi. e. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. investasi dan kekayaan daerah. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah. . penyiapan perumusan kebijakan. dan investasi daerah dan penyertaan modal. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. koordinasi. bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. bimbingan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi. badan usaha milik daerah.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. h. k. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. fasilitasi. i. obligasi daerah dan dana bergulir. b. b. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. pinjaman. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. kerjasama daerah. dan l.

Kalimantan Timur. Bengkulu. f. dan Subbagian Tata Usaha. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. analisis dan evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. c. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. e. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Tengah. Jawa Barat. pemantauan. Banten. Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. Seksi Wilayah II. Lampung. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. dan d. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. Jambi. Maluku. b. standardisasi teknis. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi. Sulawesi Selatan. standardisasi. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. dan b. . bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. bimbingan teknis. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. pemantauan. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Utara. dan Papua. Jawa Timur. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Gorontalo. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Papua Barat. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Selatan.184 c. d. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah.

penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. Bengkulu. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Lampung. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. standardisasi teknis. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Maluku Utara.185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. Seksi Wilayah I. Kepulauan Bangka Belitung. dan Papua. Kalimantan Selatan. Jawa Tengah. dan c. Sulawesi Utara. b. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Timur. analisis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c. Seksi Wilayah II. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. Kalimantan Tengah. standardisasi teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Selatan. Maluku. Jambi. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Kepulauan Riau. Kalimantan Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. analisis. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. fasilitasi. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Tengah. Jawa Timur. bimbingan teknis. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. Sumatera Barat. Sulawesi Selatan. Jawa Barat. Gorontalo. Papua Barat. Banten. . Nusa Tenggara Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan. Bali. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. dan b. Jambi. standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Maluku. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Tengah. dan Papua. Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a. Sumatera Barat. Kalimantan Selatan. Lampung.186 b. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. terdiri atas: a. standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. Jawa Barat. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. Sulawesi Tenggara. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. . terdiri atas: a. Sulawesi Utara. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Tengah. Jawa Timur. dalam melaksanakan tugas. Seksi Wilayah I. c. Kalimantan Timur. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Sumatera Utara. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. dan c. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gorontalo. Seksi Wilayah I. dan b. Kepulauan Riau. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. pembinaan pelaksanaan kebijakan. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. menyelenggarakan fungsi: a. Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Maluku Utara. Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah II. prosedur dan kriteria. Kalimantan Barat. b. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat. Bengkulu. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. Banten. Nusa Tenggara Timur.

Maluku. Nusa Tenggara Barat. dan e. dan pernyertaan modal daerah. c. Papua Barat.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Banten. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Jawa Barat. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah. Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Lampung. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan dana bergulir. Bali. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. dan Papua. Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. Bengkulu. dan evaluasi di bidang pinjaman. terdiri atas: a. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. d. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah II. Sumatera Utara. Kepulauan Riau. dan dana bergulir. obligasi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. standardisasi. Pasal 1023 . Sumatera Barat. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. bimbingan teknis. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. hibah. Gorontalo. dan Maluku Utara. Kalimantan Barat. obligasi daerah. pemantauan. Seksi Wilayah I. Sulawesi Barat. Jawa Timur. Jambi. Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Selatan.

Daerah Istimewa Yogyakarta. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Utara. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dan Maluku Utara. b. Nusa Tenggara Timur. Bengkulu. hibah. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Sulawesi Barat. monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Lampung. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Timur. Jawa Tengah. dan melakukan urusan kepegawaian. Jawa Barat. Sulawesi Utara. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. c. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Kepulauan Riau. Jambi. Gorontalo. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. Banten. penyusunan laporan. obligasi daerah. Papua Barat. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. Sulawesi Tengah. Kalimantan Timur. Kalimantan Selatan. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Bali. dan f. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1027 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Maluku. hibah. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. e. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. d. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Barat. dan Papua. Sulawesi Tenggara. obligasi daerah. Kalimantan Tengah. Sumatera Barat.

Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. Sumatera Selatan. terdiri atas: a. Bali. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Sumber Daya Alam. d. Sulawesi Tenggara. standardisasi teknis. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Sulawesi Barat. dan Papua. dan c. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. supervisi. Sumatera Barat. Gorontalo. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. Seksi Wilayah I. Sumatera Utara. Kalimantan Barat. Banten. supervisi. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis. Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kepulauan Riau. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Maluku. Jambi. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Timur. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. bimbingan teknis. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. supervisi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . Jawa Timur. standardisasi teknis. b. Jawa Tengah. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. bimbingan teknis. dan f. rekonsialiasi. terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bengkulu. b.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. bimbingan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. standardisasi teknis. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah II. Kalimantan Selatan. rekonsiliasi. Jawa Barat. rekonsialiasi. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. e. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. dan Maluku Utara. c. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. Subbagian Tata Usaha. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Sulawesi Selatan. Lampung.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. perencanaan alokasi. . dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. dan c. Maluku. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Utara. perencanaan alokasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Gorontalo. standardisasi teknis. Sulawesi Barat. bimbingan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. supervisi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. supervisi. supervisi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. koordinasi. Kepulauan Bangka Belitung. perencanaan alokasi. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus.190 kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan rekonsiliasi dana alokasi khusus. Kalimantan Barat. Jawa Timur. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Barat. dan Papua. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. Jawa Barat. standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Timur. Bengkulu. Sulawesi Tengah. Kalimantan Selatan. Jambi. Seksi Wilayah II. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. dan Maluku Utara. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. b. Bali. koordinasi. Sumatera Selatan. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Lampung. Sulawesi Utara. bimbingan teknis. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. penyiapan pelaksanaan monitoring. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah I. Kepulauan Riau. Banten. dan b. standardisasi teknis. standardisasi teknis. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. standardisasi teknis. evaluasi dana alokasi khusus. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Sumatera Barat. Kalimantan Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. Nusa Tenggara Timur. bimbingan teknis. Jawa Tengah. Sulawesi Tenggara. Papua Barat.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bengkulu. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Barat. Seksi Wilayah I. Kalimantan Selatan. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Sulawesi Selatan. koordinasi perencanaan dasar. Papua Barat. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. standardisasi teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Sumatera Selatan. dan b. Maluku. Sulawesi Tenggara. standardisasi teknis. Kalimantan Tengah. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Kepulauan Riau. Sulawesi Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. pertimbangan penyaluran. terdiri atas: a. Sumatera Utara. Jambi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Kalimantan Barat. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Timur. b. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. Kalimantan Timur. supervisi. c. dan Maluku Utara. Bali. terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya. supervisi. dan c. Jawa Barat. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Seksi Wilayah II. Jawa Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Barat. . bimbingan teknis. bimbingan teknis. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. Gorontalo. Lampung. Sumatera Barat. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. supervisi. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a.191 b.

dan b. supervisi. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. penyusunan laporan. Kalimantan Timur. Sulawesi Barat.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. Sumatera Barat. Jawa Barat. dan c. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Sulawesi Selatan. Gorontalo. Kalimantan Tengah. Jawa Timur. dan melakukan urusan kepegawaian. b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 1048 dalam 1044. Banten. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku. Kalimantan Selatan. Papua Barat. Lampung. Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Bangka Belitung. Jambi. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau. Bengkulu. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. supervisi. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. dan Maluku Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. Seksi Sinkronisasi. terdiri atas: a. Jawa Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Sumatera Utara. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. bimbingan teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. Seksi Dukungan Teknis. serta penyusunan laporan dana perimbangan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. bimbingan teknis. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. Sumatera Selatan. . Nusa Tenggara Timur. penyiapan data dan informasi. Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Nusa Tenggara Barat.

.e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. .f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah.c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. . Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e.f Subbagian Tata Usaha. dan .d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. .c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. . Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049. . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. .a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. penyiapan dukungan teknis.g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. .b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. menyelenggarakan fungsi: . .e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah.b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah.193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. .d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. dan . terdiri atas: .

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan b. Jawa Tengah. Bengkulu. dan Papua. Seksi Wilayah II. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Sulawesi Selatan. Maluku. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1057 . Sulawesi Barat. Bali. Jambi. Nusa Tenggara Barat.194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. Sulawesi Tengah. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Sumatera Barat. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. Papua Barat. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Kalimantan Timur. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052. Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. Banten. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Sulawesi Utara. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. dan b. Gorontalo. Jawa Timur. Lampung. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah. Kepulauan Riau. Kalimantan Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. Seksi Wilayah I. terdiri atas: a. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. Kepulauan Bangka Belitung. menyelenggarakan fungsi: a. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh.

Sulawesi Tenggara. Kepulauan Riau. Sulawesi Tengah. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. Sumatera Utara. Banten. Nusa Tenggara Barat. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. dan b. dan b. Gorontalo. Bengkulu. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Lampung. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Sumatera Barat. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. . Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah I. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. Sulawesi Barat. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. dan Maluku Utara. Kalimantan Selatan. Papua Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Jambi. terdiri atas: a. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Sumatera Selatan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Jawa Tengah. Bali. Sulawesi Utara. dan Papua. Kalimantan Timur. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Timur. Maluku.

Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Jawa Tengah. Banten. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Barat. Pasal 1067 . Kalimantan Tengah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Maluku Utara. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. Papua Barat. Seksi Wilayah II. dan b. terdiri atas: a. dan Papua. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Sumatera Barat. Kalimantan Timur. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. Kepulauan Riau. Lampung. Jawa Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah I. Jambi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. terdiri atas: a. Jawa Barat. Maluku. Seksi Wilayah II. Bali. Sulawesi Utara.

Seksi Data. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Jawa Timur. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Sulawesi Utara. Maluku. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. Sulawesi Selatan. Informasi dan Pelaporan. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. Bengkulu. Jawa Tengah. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. (2) . dan c. Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Gorontalo. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Papua Barat. Jawa Barat. Lampung. Nusa Tenggara Barat. penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Nusa Tenggara Timur. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Pasal 1071 (1) Seksi Data. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Bali. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. Banten. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tenggara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Barat. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. Sulawesi Tengah. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. Kepulauan Bangka Belitung.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. Jambi. Kalimantan Barat. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b.

pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pemantauan. Kabupaten/Kota. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. dan kegiatan pengawasan lainnya. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4.198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Sekretariat Inspektorat Jenderal. . e. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan g. f. unsur pengawas fungsional 5. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. 6. revieu. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. b. penyusunan laporan. Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Kabupaten/Kota. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. Kabupaten/Kota. evaluasi. c. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. d. menyelenggarakan fungsi: a. Kabupaten/Kota. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri.

c. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. terdiri atas: a. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. Bagian Umum. g. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. b. pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. Inspektorat Wilayah IV. Inspektorat Khusus. pengadministrasian tata usaha. koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077. d. program kerja pengawasan dan fasilitasi. e. dan d. Inspektorat Wilayah I . pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian. pengelolaan. f. menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. menyusun anggaran. dan d. c. Inspektorat Wilayah III . Inspektorat Wilayah II . Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. penyusunan anggaran. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. analisis laporan hasil pengawasan. . dan penyajian laporan hasil pengawasan. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. b. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a.199 b. mengelola perpustakaan. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. b. penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Anggaran. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengumpulan. pembinaan penyelesaian. pengelolaan.

mempunyai tugas menyiapkan. Subbagian Dokumentasi. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. evaluasi. Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal.200 c. c. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. . Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. b. penyelenggaraan kerjasama pengawasan. dan b. inventarisasi. d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. Inspektorat Jenderal Kementerian. d. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan. Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. mengumpulkan. pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. BPKP. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. dan e. menganalisa data dalam rangka evaluasi. (2) Subbagian Dokumentasi. Subbagian Penyusunan Program. Peraturan Perundang . Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I. dan b. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi. analisa. terdiri atas: a. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Tata Usaha. pengelolaan administrasi keuangan. menganalisa data dalam rangka evaluasi. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan. terdiri atas: a. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c. pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas menyiapkan. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . dan b. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional. b. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. Pasal 1094 Bagian Umum.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. pengadministrasian dan surat menyurat. Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. pengelolaan administrasi kepegawaian. verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. mengumpulkan. dan b. Subbagian Keuangan. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. dan (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. Kabupaten/Kota. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan.

mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. Nusa Tenggara Timur. Lampung. Riau. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. d. perencanaan program pengawasan di wilayah II. Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. c. Bengkulu. (2) . perencanaan program pengawasan di wilayah I. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Bali. menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. Badan Pendidikan dan Pelatihan. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. Sulawesi Utara dan Maluku. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. b. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Kalimantan Tengah. Subbagian Kepegawaian. pengusutan.202 b. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dan e. c. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. pemeriksaan. Sulawesi Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. Kepulauan Bangka Belitung. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a.

perencanaan program pengawasan di wilayah III. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. pemeriksaan. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. perencanaan program pengawasan di wilayah IV. Nusa Tenggara Barat. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. c. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a.203 d. Gorontalo dan Papua. e. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. . Kalimantan Timur. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. pengusutan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. d. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Jambi. Aceh. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Selatan. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. Sumatera Selatan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengusutan. dan e. Sumatera Utara. b. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Sumatera Barat. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. pemeriksaan. b. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. c.

penyusunan laporan dan urusan tata usaha. perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan. dan e. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor. pemeriksaan. pemeriksaan. pengusutan. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. pengujian dan penilaian pengawasan. perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal. Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengusutan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. menyelenggarakan fungsi: a.204 d. c. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. dan d. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur.

pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. penyusunan kebijakan teknis. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. Sekretariat Badan. c. b. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. Politik dan Otonomi Daerah. dan d. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. d. dan e. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. c. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. terdiri atas: a.

penilaian. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. c. penyiapan pelaksanaan pemantauan. menyelenggarakan fungsi : a. penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. rumah tangga dan tata usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan . dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. b. pengelolaan perlengkapan. b. Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a. b. Bagian Keuangan. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. d. analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. b. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. Bagian Perencanaan. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. pengumpulan. menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian perencanaan. Pasal 1114 Sekretariat Badan. terdiri atas: a. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. fasilitasi kegiatan. evaluasi kinerja. dan c. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. e. terdiri atas: a. c. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pengumpulan dan pengolahan data. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi. dan c. dan f. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. dan d. Bagian Umum.

pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian.207 bahan penyusunan Pengembangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. . Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. kearsipan dan ekspedisi. kearsipan. pengolahan dan penyajian data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. Subbagian Kepegawaian. Pasal 1121 Bagian Umum. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. Subbagian Tata Usaha. dan keamanan dalam. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. kepegawaian. b. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. dan Subbagian Rumah Tangga. surat menyurat. penatausahaan. Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. meliputi urusan keamanan dalam. Pasal 1124 1114 huruf c. serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. pelaksanaan b. urusan kepegawaian. dan urusan rumah tangga. rumah tangga. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b. terdiri atas: a. pelaksanaan c. perjalanan dinas.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. dan c. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. c. Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. b. penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. b. Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. serta pengelolaan perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. informasi dan dokumentasi. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. penyiapan bahan pemeriksaan. informasi dan dokumentasi. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. dan . mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. dan c. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. pembayaran gaji. pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. b. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa.

209 c. Subbagian Perpustakaan. dan d. b. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. informasi dan dokumentasi. Subbagian Tata Usaha. Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . dan otonomi daerah. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan. Bidang Pemerintahan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Informasi dan Dokumentasi. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. politik dan otonomi daerah. (3) Subbagian Perpustakaan. Bidang Penataan Daerah. Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. dan otonomi daerah. Politik. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. dan b. penyiapan perumusan pembinaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik.

dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Subbidang Pemerintahan Provinsi. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. Pasal 1141 . dan b. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah. Subbidang Politik. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. Subbidang Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota. (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a. Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. dan b.211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. terdiri atas: a. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Subbidang Kelembagaan. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Subbidang Aparatur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. penyusunan laporan. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c.

menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Bidang Kewilayahan. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Bidang Trantib dan Linmas. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. dan b. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. c. penyiapan perumusan pembinaan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. b. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. dan d. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a. Bidang Kependudukan.

Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. dan b. Subbidang Linmas. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. dan b.213 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subbidang Penataan Wilayah. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. dan b. (2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. terdiri atas: a. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. terdiri atas: a. Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas. Subbidang Trantib.

dan b. . Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a.214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. (2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. penyusunan laporan. Subbidang Administrasi Kependudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. Subbidang Perkembangan Penduduk. dan b. Pasal 1161 Bidang Kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

dan b. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. terdiri atas: a. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan pembinaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. dan d. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. b. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. c. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. dan b. .

terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pemerintahan Desa. dan b. Subbidang Potensi Masyarakat.216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Subbidang Partisipasi Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. dan b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b. Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa. Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. Subbidang Ekonomi Desa. terdiri atas: a. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Keuangan Desa.217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dan b. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b. .

menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subbidang Sumber Daya. Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Bidang Ekonomi Daerah. terdiri atas: a. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. dan b. b. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Bidang Pembangunan Daerah.. Bidang Keuangan Daerah.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah. c. dan d. penyiapan perumusan pembinaan. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. . Subbidang Perencanaan Pembangunan. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. dan b.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. (2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . (2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. dan b. Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. terdiri atas: a.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional.220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. a. Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah. terdiri atas: a. BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan. Subbidang Investasi Daerah. penyusunan laporan. Subbidang Potensi Daerah. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan b. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. .

rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. b. Sekretariat Badan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. c. Pasal 1204 Sekretariat Badan. Kependudukan dan Keuangan Daerah. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. . pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. d. dan f. b. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan kebijakan teknis. d. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. pemantauan. c. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. dan e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a.

terdiri atas: a.222 c. Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. b. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. d. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. dan urusan rumah tangga. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran. Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. Evaluasi dan Pelaporan. dan informasi dan publikasi. dan d. (3) Subbagian Hukum. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. Pasal 1210 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan e. pelaksanaan tata usaha. evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. dan c. pengumpulan dan pengolahan data. c. Informasi dan Publikasi. serta pengendalian dan pelaporan. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. b. dan e. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. c. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. (2) Subbagian Data. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Bagian Keuangan. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. d. Subbagian Hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. Subbagian Data. koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Anggaran. pengelolaan perlengkapan. pengolahan dan evaluasi data. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. pengumpulan. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur.

penyusunan unit akuntansi instansi. terdiri atas: a. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. petunjuk operasional kegiatan. . validasi penerbitan surat perintah membayar. b. verifikasi. b. penatausahaan. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas. pembayaran gaji. reviu laporan keuangan dan asset. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. menyelenggarakan fungsi: a. akuntansi dan pembukuan. c. menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. Pasal 1212 Bagian Keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. pengelolaan.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium. usul penunjukkan bendaharawan. b. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b. akuntansi dan pembukuan. dan 1205 huruf b. bahan pemeriksaan. pelaksanaan anggaran. dan c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. penyusunan laporan realisasi anggaran. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. laporan realisasi keuangan dan asset. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendayagunaan. Subbagian Perbendaharaan. revisi anggaran. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. pelaksanaan verifikasi. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. dan d. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan.

Subbagian Tata Usaha. b. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. pelaksanaan urusan tata usaha. dan keamanan dalam.224 c. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dan c. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. tata usaha. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak. b. Pasal 1220 Bagian Umum. arsip dan ekspedisi. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. Subbagian Rumah Tangga. b. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. . kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. dan c. kearsipan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. surat menyurat. Bogor. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c. Subbagian Kepegawaian. penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan c. terdiri atas: a. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. Subbagian Asrama dan Kelas. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

evaluasi hasil pelaksanaan program. angkutan. pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). peserta. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. (3) . Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. b.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dan g. Bidang Kader dan Kepemimpinan. rencana dan program dan pedoman. d. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. c. terdiri atas: a. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. pemantauan. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. c. f. penyusunan dan pengembangan kurikulum. e. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. dan d. b.

penyiapan fasilitas. dan f. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. program. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. c. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. perumusan bahan pelajaran. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pemerintahan Umum. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan Standar Operasional Prosedur. . (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. penyiapan fasilitas. dan b. kualifikasi pengajar. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan kualifikasi peserta. d. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. program. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a. b. Subbidang Otonomi Daerah. kualifikasi pengajar. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. e. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah.

terdiri atas: a. b. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Subbidang Politik Dalam Negeri. perumusan bahan pelajaran. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. c. . program. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. penyiapan fasilitas. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. kualifikasi pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b. kualifikasi pengajar. d. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Subbidang Kesatuan Bangsa. penyiapan fasilitas. penyusunan kualifikasi peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c. e. program. penyusunan dan pengembangan kurikulum. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah.

terdiri atas: a. e. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pedoman. kualifikasi pengajar. penyusunan laporan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b. dan b. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. f. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. d. penyusunan dan pengembangan kurikulum. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbidang Kader. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. . program. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Subbidang Kepemimpinan. perumusan bahan pelajaran.228 b. penyiapan fasilitas. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. rumah tangga. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. program. penyusunan kualifikasi peserta. dan g.

program dan pedoman. c. kependudukan dan keuangan daerah. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. evaluasi hasil pelaksanaan program. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. rencana. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Pasal 1243 . Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. pelaksanaan. b. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. c. dan d. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. kependudukan dan keuangan daerah. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. b. Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. dan f. metode. peserta. pemantauan.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. d. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Bidang Keuangan Daerah. kependudukan dan keuangan daerah. kependudukan dan keuangan daerah. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

kualifikasi pengajar. penyusunan dan pengembangan kurikulum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. program. kualifikasi pengajar. dan f. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan kualifikasi peserta. kualifikasi pengajar.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. dan b. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyiapan fasilitas. perumusan bahan pelajaran. Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. e. penyusunan kualifikasi calon peserta. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. b. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. c. penyiapan fasilitas. . menyelenggarakan fungsi: a. program. terdiri atas: a. d. penyiapan fasilitas.

(2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. program dan pedoman. pemantauan. metode. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273. rencana. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. d. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. penyusunan laporan. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e. b. pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional. rumah tangga. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. . c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis.236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan kurikulum. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha. dan e. terdiri atas: a. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. c. pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. serta pengembangan jabatan fungsional. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. program.237 e. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. dan b. evaluasi hasil pelaksanaan program. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. f. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. c. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional. peserta. Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. terdiri atas: a. g. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi. dan d. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. . Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. b. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. h. dan i. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan.

mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Subbidang Keterampilan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. program. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. e. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. program. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. kualifikasi pengajar. terdiri atas: a. penyiapan fasilitas. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian. penyusunan Standar Operasional Prosedur. perumusan bahan pelajaran. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi calon peserta.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. c. Subbidang Keahlian. penyusunan dan pengembangan kurikulum. d. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. kualifikasi pengajar. dan b. penyiapan fasilitas. Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. penyusunan kualifikasi peserta. f. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. dan g. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b.

urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. pedoman dan petunjuk teknis. program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Standardisasi. penyusunan rencana. c. penyusunan laporan. Subbidang Kerjasama Luar negeri. Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. . penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. terdiri atas: a. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. dan f. dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan e. rumah tangga. serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan rencana. menyelenggarakan fungsi: a. (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. dan b. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. program.

BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. b. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Staf Ahli Bidang Hukum. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. terdiri atas: a. Pasal 1293 Staf Ahli. Staf Kependudukan. Politik. (4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. Staf c. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum. dan e. (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. . dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan. Staf d. Staf Lembaga. Politik. politik. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. dan hubungan antarlembaga. Pasal 1292 Staf Ahli.

pengembangan. meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat. Informasi. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297. dan e. Pasal 1296 Pusat. Informasi. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Komunikasi dan Telekomunikasi. Pasal 1298 Pusat Data. c. komunikasi. terdiri atas: a. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pelaksanaan urusan surat menyurat. b. Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Penerangan. pendayagunaan. menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2). d. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan. informasi. Pusat Data. d. dan e. penyusunan program dan anggaran pusat. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. Bagian Kedua Pusat Data. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. Informasi. b.241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. dan telekomunikasi. Informasi. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. Pasal 1299 . pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pusat Kajian Kebijakan Strategik. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. c.

Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. b. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. d. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. dokumentasi dan arsip. c. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. dan perlengkapan. kepegawaian. Bidang Pengelolaan Data. menyelenggarakan fungsi: a.242 Pusat Data. dan c. terdiri atas: a. Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. dan Subbagian Umum. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. surat menyurat. Subbagian Program. Informasi. keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. Komunikasi dan Telekomunikasi. b. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Tata Usaha. perjalanan dinas. kepegawaian. terdiri atas: a. dan (2) (3) . keuangan dan perlengkapan. b. Bidang Sandi dan Telekomunikasi. Subbagian Persuratan. c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.

pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi. terdiri atas: a. Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. (2) (2) . Subbidang Sandi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. menyelenggarakan fungsi: a. pendayagunaan dan pengendalian sandi. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. pelaksanaan penyajian informasi. c. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan.243 b. pengembangan. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. pengembangan. perawatan. pengembangan. Subbidang Penyajian Informasi. dan b. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. terdiri atas: a. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. pendayagunaan. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. pengolahan. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbidang Pengolahan Data. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. perekaman. b. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. Subbidang Telekomunikasi. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. pengolahan. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. dan d. dan b. dan penyimpanan data.

pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b. dan e. Pasal 1318 Pusat Penerangan. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan. penyaringan. dokumentasi dan penerbitan. c. mempunyai tugas melakukan pengembangan. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. pengumpulan. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. pelaksanaan pengembangan. b. menyelenggarakan fungsi: a. d. terdiri atas: tugas dan (2) . pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian. Subbidang Pemeliharaan. Subbidang Pengembangan. dan b. terdiri atas: a. dan b. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312.

mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pengetikan dan penggandaan. keuangan dan perlengkapan. c. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. dan Subbagian Umum. Bidang Perpustakaan. terdiri atas: a. kepegawaian. b. dan (2) (3) . mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan perlengkapan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. e. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Hubungan Masyarakat. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. kepegawaian. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. d. Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. b. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. dokumentasi dan arsip. Subbagian Persuratan. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. dan c. dokumentasi dan arsip. kepegawaian. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. serta pelaporan. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. urusan rumah tangga. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Fasilitasi Pengaduan. keuangan dan perlengkapan. keuangan. Bagian Tata Usaha. c. urusan surat menyurat. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program. perjalanan dinas.245 a.

Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi.246 b. Kementerian dan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. dan b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. terdiri atas: a. b. (2) dan (2) . Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan.

dan c. serta perekonomian. Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Subbidang Pelayanan. politik hukum dan keamanan. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat. pembangunan dan kemasyarakatan. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . b. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. b. mengendalikan. c. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri.

248 kesejahteraan rakyat. serta pelaporan. b. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kepegawaian. surat menyurat. d. b. keuangan dan perlengkapan. Bidang Analisis Politik. terdiri atas: a. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. keuangan. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. pengembangan dokumentasi. pelaksanaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. kepegawaian. terdiri atas: a. c. c. Bidang Analisis Perekonomian. keuangan dan perlengkapan. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. dan d. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. serta perekonomian. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Umum. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. politik hukum dan keamanan. Pasal 1342 (2) (3) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. perjalanan dinas. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. serta urusan rumah tangga. Hukum dan Keamanan. arsip. dan perlengkapan. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. dan e. arsip. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. Subbagian Program. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. dan c.

penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. hukum dan keamanan. terdiri atas: a. Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. dan b. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. menyelenggarakan fungsi: a. Hukum dan Keamanan. Pasal 1349 (2) . Subbidang Pusat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. Subbidang Daerah. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. Pasal 1348 Bidang Analisis Politik. Subbidang Pusat. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. Subbidang Daerah. hukum dan keamanan. terdiri atas: a. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. hukum dan keamanan.

hukum dan keamanan. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b. hukum dan keamanan. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) . penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Subbidang Pusat. Subbidang Daerah. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. dan b. mempunyai tugas melaksanakan perumusan. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a.

d. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. dokumentasi dan perpustakaan. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. Bagian Tata Usaha. Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. dokumentasi serta perpustakaan. pelaksanaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan surat menyurat. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri.dan c.251 a. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan informasi. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Umum. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri. dan e. dan e. b. urusan kepegawaian. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara. e. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. b. d. Subbagian Pelayanan Administrasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri. f. mempunyai tugas melakukan urusan (2) . d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. b. Bidang Kerjasama Antar Negara. pelayanan administrasi dan informasi. terdiri atas: a. c. pelaksanaan urusan kepegawaian. c. urusan surat menyurat. c. Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357. b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. Subbagian Informasi dan Dokumentasi.

Subbidang Kerjasama Sister. keuangan. pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. kepegawaian. serta pelaksanaan monitoring. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. serta pelaksanaan monitoring. pedoman dan petunjuk teknis. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. (2) . fasilitasi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. dan perlengkapan. monitoring. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. dan e. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. dan b. kearsipan dan ekspedisi. d. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. Subbidang Kerjasama Teknik. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. c.252 surat menyurat. terdiri atas: a. Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi.

pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. serta pelaksanaan monitoring. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. fasilitasi. Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d. . . . (2) .253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. . . . penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. terdiri atas: a. Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. dan Organisasi . dan b. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. pedoman dan petunjuk teknis. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. serta pelaksanaan monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. monitoring. Subbidang Organisasi Internasional.

c. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. dan d. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal. . Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. . dan b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. fasilitasi. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. pedoman dan petunjuk teknis. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. . penyusunan program kerja. terdiri atas: a. serta pelaksanaan monitoring. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. pengelolaan aset. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri. pengelolaan keuangan. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. pedoman dan petunjuk teknis. serta pelaksanaan monitoring. Pasal 1375 (2) . pengelolaan keuangan. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. b. Subbidang Badan Swasta Asing. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah.

b. d. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. urusan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan c. (2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. kepegawaian. Subbagian Persuratan. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. keuangan dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. dokumentasi dan arsip. serta pelaporan. Pasal 1381 . Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. urusan surat menyurat. Subbagian Umum. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Subbagian Program. keuangan. dan c. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. keuangan dan perlengkapan. Bidang Akuntansi dan Pelaporan. kepegawaian. dan perlengkapan. b. pelaksanaan urusan rumah tangga. kepegawaian. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. pelaksanaan urusan surat menyurat.255 Pusat a. b. e. perjalanan dinas. dokumentasi dan arsip. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi dan arsip. c. Pasal 1377 Bagian Tata Usaha. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran.

Subbidang Verifikasi. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c. Subbidang Lingkup III. perhitungan anggaran. dan d. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I. b.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. c. dan c. pembinaan akuntansi. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. pelaksanaan akuntansi. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Subbidang Lingkup I. dan c. Subbidang Akuntansi. pembinaan perbendaharaan. Direktorat . mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. b. pembinaan verifikasi anggaran. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. penyiapan bahan perhitungan anggaran. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Lingkup II. b. Subbidang Perbendaharaan. b. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan.

mempunyai tugas melakukan pembukuan. b. penyiapan penghapusan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. Subbidang Penghapusan. mempunyai tugas melakukan pemindahan. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. penghapusan. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. penganggaran. dan pemanfaatan barang milik negara. pengamanan. pengadaan. Subbidang Pengadaan Barang. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c. Subbidang Penatausahaan Barang. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. dan c. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara. dan c. . b. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. terdiri atas: a. inventarisasi. (2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c. penggunaan. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. pelaporan dan penilaian barang milik negera. Inspektorat Jenderal. perhitungan anggaran. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. perhitungan anggaran.

dan c. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan. b. Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional. di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a. (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. (2) . Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. . Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya.259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan. setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.

sebagaimana telah diubah. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Agar setiap orang mengetahuinya. Lampiran VIII. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Lampiran V. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian. maka: 1. Lampiran II. Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Lampiran IV. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . Lampiran VI. Lampiran III. dan 2. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Lampiran VII. seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. Lampiran IX. Lampiran XI. tercantum dalam Lampiran I. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. Lampiran X. sebagaimana telah diubah beberapa kali. Lampiran XII. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri.

261 MENTERI DALAM NEGERI. GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful