MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. . Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. terdiri a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan III. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. dan c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. II. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran.

rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. b. terdiri atas: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. e. (3) . Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. b. Subbagian Data. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. Monitoring dan Evaluasi. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. rencana program jangka panjang. Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. Inspektorat Jenderal. d. pelaksanaan urusan tata usaha biro. c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. dan f. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal.

pembinaan dan pengembangan karier. pelaporan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. kepegawaian. Bagian Perencanaan Kepegawaian. pelaporan. c. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bagian Pengembangan Karier. dan f.8 (2) Subbagian Data. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. pelaksanaan mutasi pegawai. e. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. c. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan kesejahteraan pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pengembangan kinerja. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. . b. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 30 Biro Kepegawaian. terdiri atas: a. penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. dan d. disiplin. penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. Bagian Mutasi. b. penyusunan pengembangan karier. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. penyusunan program kerja. mutasi. d. b. disiplin dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan urusan tata usaha biro.

b. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai. kepegawaian. d. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. penyiapan usulan pengangkatan. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan.9 c. penyiapan usulan pengangkatan. pelaporan. Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan e. Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. pelaksanaan ujian dinas. Subbagian Jabatan Struktural. dan c. Subbagian Formasi dan Perencanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. terdiri atas: a. Subbagian Data Pegawai. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Jabatan Fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 38 (2) (3) . Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. b. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. c. dan c. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro. terdiri atas: a.

Subbagian Pemindahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. penyiapan usulan pemberhentian. pemensiunan. pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. Pasal 41 Bagian Mutasi. pemberhentian. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c. dan c. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. Subbagian Pemindahan. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. dan pemensiunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. menyelenggarakan fungsi: a. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. Pemberhentian dan Pensiun. dan c. pencantuman nama gelar. terdiri atas: a. dan peninjauan masa kerja. Pasal 43 (2) (3) . penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. (3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. b. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b. penyiapan ujian dinas. pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. Subbagian Kenaikan Pangkat. mutasi kader. pemindahan. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. b. Subbagian Administrasi Kaderisasi. penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai.10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a.

pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. Subbagian Disiplin. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. terdiri atas: a. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. pembinaan disiplin pegawai. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. pembinaan disiplin pegawai. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. dan c.11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. dan c. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. pelaksanaan analisis jabatan. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah.

b. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. e. b. terdiri atas: a. dan c. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. dan d. Pasal 49 Biro Organisasi. a. c. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Analisa Jabatan. menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Tatalaksana. penyusunan program kerja. Bagian Kelembagaan. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I.12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Kinerja. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. dan c. b. pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. dan f. . pelaporan. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. d. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II.

Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Maluku dan Papua. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. Jawa dan Kalimantan. Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . Nusa Tenggara. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. dan c. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Jawa dan Kalimantan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. terdiri atas: a. Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a.

c. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Maluku dan Papua. dan c. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. Subbagian Sistem dan Prosedur. dan d. b. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. Subbagian Standardisasi.14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Biro. metode. pelaporan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. b. Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. kepegawaian. Nusa Tenggara. Pasal 60 Bagian Tatalaksana. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

dan b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Nusa Tenggara. dan c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. Pasal 67 . (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. Sulawesi. terdiri atas: a.15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 64 Bagian Kinerja. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi. Maluku dan Papua. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Jawa dan Kalimantan. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a.

b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. b. dan c. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. b.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat. c. Pasal 68 Biro Hukum. pelaksanaan inventarisasi. dan f. penyusunan program kerja. dan c. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. pelaporan. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 72 . Bagian Dokumentasi Hukum. Bagian Peraturan Perundang-undangan. b. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian. d. dan d. terdiri atas: a. terdiri atas: a.

penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b. Peraturan Kepala Daerah. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. dan produk hukum lainnya. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. Peraturan Kepala Daerah. Keputusan DPRD. Keputusan Kepala Daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. Keputusan DPRD. Keputusan Kepala Daerah. dan b. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. dan produk hukum lainnya. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai (2) (3) (2) . Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan c.

Keputusan DPRD. penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. b. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. Keputusan DPRD. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Nusa Tenggara. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. dan produk hukum lainnya. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. dan produk hukum lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. menyelenggarakan fungsi: a. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. dan c. Keputusan Kepala Daerah. Peraturan Kepala Daerah. dan c. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. serta memberikan perlindungan hukum. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. (3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. Subbagian Penyelesaian Wilayah III.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. dan c. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . kepegawaian. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a. pelaporan. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . dokumentasi. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d. dan c. penggandaan. Maluku dan Papua. informasi dan dokumentasi hukum. b. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum. terdiri atas: a. pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. informasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. dan c. b. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal. Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a. c. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan. b. Bagian Rumah Tangga. c. Bagian Keamanan Dalam. protokol dan keamanan dalam. Pasal 87 Biro Umum. dan d. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. Bagian Tata Usaha Pimpinan. b.20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. Bagian Protokol. terdiri atas: a. b. dan d. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. rumah tangga. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. (2) .

penyelenggaraan kesehatan pegawai. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a. serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. rumah jabatan. mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b. kesehatan pegawai. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. dan urusan perjalanan dinas.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c. ekspedisi. Pasal 97 (2) (3) . b. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan. Subbagian Urusan Dalam. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. penyiapan sarana rapat-rapat. dan d. mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. c. Subbagian Perlengkapan. perjalanan dinas. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. persiapan sarana upacara. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. terdiri atas: a.

dan c.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. terdiri atas: a. Subbagian Acara. Subbagian Pengamanan Personil. dan c. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. Subbagian Hubungan Keprotokolan. mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. b. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. Subbagian Tata Usaha Biro. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Subbagian Tamu Pimpinan. terdiri atas: a. pelaksanaan pengamanan personil. penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. b. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. b. Pasal 98 Bagian Protokol. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha biro. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. b. Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. dan c. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian. Pasal 103 dan Komplek . mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan.

Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. d. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. kepegawaian. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. (2) (3) 2. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. dan e. c. Bagian Kedua . penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik.23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. 3. menyelenggarakan fungsi: a. b. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. pelaporan. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik.

Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. . Subbagian Data dan Informasi. c. terdiri atas: a. Agama dan Kemasyarakatan. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. dan f. pengelolaan perlengkapan. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Pasal 113 Bagian Perencanaan. Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Direktorat Ketahanan Seni. b. pelaksanaan pengelolaan keuangan. dan d. Bagian Keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Ketahanan Ekonomi. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Bagian Perencanaan. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Budaya. Direktorat Kewaspadaan Nasional. terdiri atas: a. c. Bagian Umum. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. urusan tata usaha dan rumah tangga. c. Direktorat Politik Dalam Negeri. penyusunan program dan anggaran. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri atas: a. d. dan c. b.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan d.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal.25 b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. b. Subbagian Kepegawaian. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b. penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Subbagian Perundang-undangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. dan c. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 119 . Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115.

Pasal 125 Bagian Umum. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. akuntansi. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. penatausahaan. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. dan c. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pembayaran gaji. b. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. . mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. b.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Subdirektorat Bela Negara. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. . terdiri atas: a. c.27 b. e. b. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. d. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan. Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. dan f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. e. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. dan c. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. c. b. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. dan b.28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan c. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b. Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan. b. dan b. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan . terdiri atas: a. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. Seksi Implementasi Ideologi Negara. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Seksi Penguatan Ideologi Negara. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. terdiri atas: a. Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a. Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b. serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. dan c. (2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Seksi Pendidikan Bela Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. dan . Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. Seksi Pemberdayaan Bela Negara. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d.

Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. dan b. Seksi Pembauran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. terdiri atas: a. dan b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. Seksi Kewarganegaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a.30 b. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. (2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. e. Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. Pasal 155 . Subbagian Tata Usaha. b. d. e. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. d. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. c. Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. . c. dan melakukan urusan kepegawaian. dan f. b. Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. terdiri atas: a. Sulawesi. dan b. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali. Jawa dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. dan b. Maluku dan Papua.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 192 . dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. Seksi Wilayah II. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. Seksi Wilayah I. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190.

Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a. Sulawesi. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan. terdiri atas: a. Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a. Jawa dan Kalimantan. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. dan b. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II. dan melakukan urusan kepegawaian.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. dan b. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. d. e. d. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. . c. Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. Subbagian Tata Usaha. Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. terdiri atas: a. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. b. c. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. b.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Nusa Tenggara. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. Seksi Wilayah I. Jawa dan Kalimantan. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. Seksi Wilayah II. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a. Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah. Pasal 210 . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. Maluku dan Papua. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. dan b. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. dan b.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

(2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. . prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan e.46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. b. 3. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Tugas dan Fungsi Pasal 243 1. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. 2. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum. standar. d. Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. c.

Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. urusan tata usaha dan rumah tangga. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. c. pengelolaan perlengkapan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Umum. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: a. b.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. b. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. c. Bagian Perencanaan. d. Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. dan d. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: a. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. b. b. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Pasal 252 Bagian Perencanaan. dan c. Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. terdiri atas: a. b. e. c. Bagian Keuangan. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. dan f. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan . menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal.

b. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b.48 c. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a. b. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. penatausahaan. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan penyusunan organisasi. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. . Subbagian Kepegawaian. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi.

persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. b. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pembayaran gaji. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Pasal 264 Bagian Umum. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. b. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. dan c. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. . terdiri atas: a. dan c.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c. Subbagian Persuratan dan Arsip. dan c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. b.

mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. c. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b. Subbagian Tata Usaha. e. d. Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. d. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. b. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. e. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kerjasama Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan f. Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Banten. Kalimantan Tengah. Sulawesi Selatan. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. Sulawesi Barat. Sulawesi Tenggara. pembinaan. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a. Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. Maluku dan Papua. Jambi. Kepulauan Riau. Maluku Utara dan Papua Barat. Gorontalo. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pembinaan. dan b. Sulawesi Utara. Bali. Jawa Barat. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Lampung.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. Riau. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. Kalimantan Timur. Seksi Wilayah I. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Sulawesi Tengah. dan b.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah II. dan d.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kepulauan Bangka Belitung. dan b. Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Riau. Kalimantan Selatan. Bali. . Sulawesi Selatan. terdiri atas: a. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. terdiri atas: a. Jawa Timur. c. Jawa Barat. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Barat. Maluku Utara dan Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah. pembinaan. Seksi Kerjasama I. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Sumatera Barat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. Sumatera Selatan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Banten. Lampung. Sulawesi Tengah. dan b. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah. Sulawesi Barat. Gorontalo. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku dan Papua. Kalimantan Timur. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. Kepulauan Riau. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. Kalimantan Tengah. Seksi Kerjasama II.

Jawa Timur. dan b. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Kalimantan Selatan. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Maluku Utara dan Papua Barat. Gorontalo. Pasal 286 . koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Selatan.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. Bengkulu. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Jawa Tengah. Riau. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a. Lampung. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bali. Sulawesi Tengah. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. Kalimantan Tengah. Jawa Barat. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. dan b. Seksi Wilayah I. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Banten. Nusa Tenggara Timur. Jambi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tenggara. Maluku dan Papua. Kalimantan Timur. Kepulauan Bangka Belitung. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara.

Seksi Wilayah I. Gorontalo. Sulawesi Tengah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 291 (2) . Bali. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan melakukan urusan kepegawaian. Kalimantan Timur. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. Sulawesi Tenggara. Jambi. Maluku Utara dan Papua Barat. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Jawa Timur. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Sumatera Selatan. Kepulauan Riau. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Jawa Tengah. Maluku dan Papua. Banten. dan b. terdiri atas: a. Bengkulu. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Riau. Jawa Barat.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Sumatera Barat. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. Kalimantan Barat. Lampung. penyusunan laporan. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. Sulawesi Barat.

fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sumatera Selatan. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. e. Sumatera Utara. dan e. Bengkulu. pemindahan ibukota daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah. Lampung. Riau. Kalimantan Barat. d. Kalimantan Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Sumatera Barat. Kepulauan Bangka Belitung. pembakuan nama rupabumi. Kalimantan Timur. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. perubahan nama. d.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. b. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. terdiri atas: . dan Sulawesi Tenggara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. Kepulauan Riau. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. fasilitasi. dan f. c. e. d. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Sulawesi Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. f. terdiri atas: a. Kalimantan Selatan. dan g. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. b. Sulawesi Selatan. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.

pembakuan nama rupabumi. dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Barat. dan Riau. pemindahan ibukota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Seksi Wilayah IA. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Jambi. perubahan nama. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. Jawa Tengah. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Utara. Sumatera Utara. Jawa Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Gorontalo. Seksi Wilayah IIB. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. perubahan nama. Nusa Tenggara Barat. dan b. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. d. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pemindahan ibukota daerah. Jawa Timur. Kalimantan Timur. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. Maluku Utara. pemindahan ibukota daerah.56 a. dan Sulawesi Tenggara. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Papua Barat. mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. Seksi Wilayah IB. fasilitasi. Sumatera Barat. Seksi Wilayah IIA. Sulawesi Barat. Lampung. dan Sulawesi Tengah. Sulawesi Selatan. perubahan nama. dan Papua. Sulawesi Tengah. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. Nusa Tenggara Timur. c. Bali. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Kalimantan Tengah. pembakuan nama rupabumi. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan . penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembakuan nama rupabumi. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. Kalimantan Selatan. Jawa Timur. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Barat. pemindahan ibukota daerah. dan b. pembakuan nama rupabumi. Nusa Tenggara Timur. perubahan nama.

Lampung. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. perubahan nama. Kalimantan Timur. dan Papua. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Barat. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. Gorontalo. Maluku Utara. Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. Sumatera Utara. pembakuan nama rupabumi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. Jambi. dan b. Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. pemindahan ibukota daerah. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. Kalimantan Tengah. Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. Riau. Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 306 . dan Sulawesi Tenggara. terdiri atas: a. Sulawesi Barat. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. Bengkulu. Sulawesi Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Papua Barat.

Bali. b. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Seksi Wilayah IA. Jambi. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. Kepulauan Bangka Belitung. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. Jawa Timur. Sulawesi Tengah. terdiri atas: . Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Barat. dan b. Kalimantan Selatan. Maluku. Sumatera Selatan. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. b. Sulawesi Utara. Sumatera Utara. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat. Maluku Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Barat. dan Riau. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. Gorontalo. terdiri atas: a. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Papua Barat. Kalimantan Tengah. dan c. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Sumatera Barat. dan c. Seksi Wilayah IB. Bengkulu. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Sulawesi Selatan. dan Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat. Seksi Wilayah IIA. Maluku. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Jawa Tengah. Seksi Wilayah IIB. b. Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. dan Sulawesi Tengah. dan melakukan urusan kepegawaian. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara. c. Jawa Barat. Papua Barat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) .59 a. Gorontalo. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. Nusa Tenggara Barat. dan Papua. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Maluku Utara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Nusa Tenggara Timur. Jawa Timur.

Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. dan b. e. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. d.60 d. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. terdiri atas: a. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional. mempunyai tugas . e. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan b. c. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. b. Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja.

Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. Pasal 328 . fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan.61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. Seksi Program. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b. terdiri atas: a. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. dan b. Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. dan b. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325.

(2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. monitoring dan evaluasi. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. dan Seksi Administrasi. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. dalam a. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e. terdiri atas: Seksi Operasional. monitoring dan evaluasi. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan b. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. fasilitasi. Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. (2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hak Asasi Manusia. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. industri dan perdagangan. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. (2) . (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. terdiri atas: a. dan b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. Gorontalo. fasilitasi. f. Kelautan dan Kedirgantaraan. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Sulawesi Selatan. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. . b. koordinasi. f. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Kalimantan Tengah. Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Jawa Barat. c. Industri dan Perdagangan Bebas. Nusa Tenggara Timur. dan b. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. Subdirektorat Kawasan Perairan. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: a. d. dan Subbagian Tata Usaha. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. Maluku dan Papua. Kalimantan Timur. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Seksi Wilayah II. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Maluku Utara dan Papua Barat. Bengkulu. Kawasan dan Pertanahan. Bali. Jambi. dan b. Seksi Wilayah I.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. fasilitasi. kelautan dan kedirgantaraan. Sumatera Selatan. e. tambang. Nusa Tenggara Barat. Riau. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pertanian dan lingkungan. Kalimantan Barat. pertanian dan lingkungan. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. tambang. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. dan g. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. tambang. Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Lampung. Pasal 340 Direktorat a. fasilitasi. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a. Jawa Tengah. tambang. Banten. Sumatera Barat. koordinasi.

Jawa Timur. Jawa Tengah. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Maluku dan Papua. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. Jawa Barat. laut dan udara. dan b. laut dan udara. terdiri atas: a. Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. fasilitasi. Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Banten. Jambi.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. koordinasi. Kalimantan Barat. Lampung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Sulawesi Tengah. koordinasi. dan b. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Sulawesi Utara. Sumatera Selatan. Gorontalo. Sulawesi Selatan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Nusa Tenggara Timur. industri dan perdagangan bebas. Sumatera Barat. Maluku Utara dan Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. koordinasi. Nusa Tenggara Barat. menyelenggarakan fungsi: . (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Bali. Riau Bengkulu. Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. fasilitasi. Kalimantan Timur. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349.

industri dan perdagangan bebas. Kalimantan Selatan. koordinasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. fasilitasi. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. fasilitasi. Gorontalo. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat.66 a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. Seksi Wilayah I. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Seksi Wilayah II. Kalimantan Timur. industri dan perdagangan bebas. koordinasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Kalimantan Barat. fasilitasi. Riau Bengkulu. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Sumatera Selatan. Jambi. Sulawesi Tengah. Bali. Jawa Timur. dan . Maluku Utara dan Papua Barat. Lampung. Sumatera Barat. Banten. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. b. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. Industri dan Perdagangan Bebas. dan c. Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. terdiri atas: a.

Kalimantan Selatan. fasilitasi. kelautan dan kedirgantaraan. Kalimantan Barat. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelautan dan Kedirgantaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. dan b. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. Sulawesi Selatan. koordinasi. dan b. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku dan . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. fasilitasi. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. penyelesaian sengketa pertanahan. Sulawesi Tengah. Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. Bali. Seksi Wilayah II. penyelesaian sengketa pertanahan. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Timur.67 b. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan kedirgantaraan. Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Riau. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. kelautan. Jawa Barat. penataan kawasan khusus. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah I. Sulawesi Tenggara. Jambi. Banten. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat. Jawa Tengah. Sumatera Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. Banten. fasilitasi. koordinasi. Kalimantan Barat. Jambi. Lampung. kelautan dan kedirgantaraan. Sumatera Selatan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. terdiri atas: a. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. Gorontalo. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e. penataan kawasan khusus. Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Riau Bengkulu. Seksi Wilayah II. Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur. Maluku Utara dan Papua Barat. Maluku dan Papua.

koordinasi. Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. Subdirektorat Organisasi. Subbagian Tata Usaha. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. d. Jawa Timur. Nusa Tenggara Timur.68 Papua. Kalimantan Selatan. dan e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. Lampung. Riau Bengkulu. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bali. Pasal 365 . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. fasilitasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. Sulawesi Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. sistem dan prosedur. b. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. Jawa Barat. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana. Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana. Sistem dan Prosedur. Daerah Istimewa Yogyakarta. c. Gorontalo. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. c. terdiri atas: a. Sulawesi Utara. Maluku Utara dan Papua Barat. dan e. d. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. b. Subbagian Perundang-undangan. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. b. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. penatausahaan. . Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. terdiri atas: a. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. dan c.74 c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. pembayaran gaji. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan penyusunan organisasi. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. Subbagian Sistem dan Prosedur. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397.

Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Persuratan dan Arsip. lingkungan hidup. b. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. usaha kecil dan menengah. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip.75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. b. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. pertanahan. tata ruang. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. kehutanan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. koperasi. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. komunikasi dan . perdagangan. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. perencanaan pembangunan. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. Pasal 403 Bagian Umum. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. penanaman modal. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. pemberdayaan masyarakat desa. pertanian. dan c.

standar. terdiri atas: a. perumahan. I/4. I/2. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar.76 informasi. ketahanan pangan. standar. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. standar. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. penyusunan norma. I/5. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. b. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. ketahanan pangan. Seksi Bidang I/1A. b. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan . prosedur dan kriteria. dan d. I/3. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. I/1. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. perindustrian. dan pemberdayaan masyarakat desa. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. pendidikan. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. prosedur. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Bidang I/1B. dan kriteria pelaksanaan urusan. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. dan c.

Pasal 417 . standar. lingkungan hidup. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. tata ruang dan kehutanan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. Seksi Bidang I/2A. penanaman modal dan perdagangan. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. dan b. penyusunan norma. prosedur dan kriteria. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. terdiri atas: a. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi. penyusunan norma. usaha kecil dan menengah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. dan tata ruang. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang I/2B. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. dan c. perencanaan pembangunan. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. lingkungan hidup. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal.

dan c. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. Seksi Bidang I/3A. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Seksi Bidang I/3B. Seksi Bidang I/4A. prosedur dan kriteria. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. standar. dan . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. usaha kecil dan menengah. standar. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyusunan norma. dan b. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. b. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. terdiri atas: a. standar. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan dan perindustrian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. dan c. (2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b.

Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.79 b. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5. Seksi Bidang I/5B. prosedur dan kriteria. pekerjaan umum. penyusunan norma. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang I/5A. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. kependudukan dan pencatatan sipil. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. standar. dan c. Pasal 428 . Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. terdiri atas: a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Seksi Bidang I/4B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi. Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. informasi dan perindustrian.

dan kriteria pelaksanaan urusan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. kesehatan. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. dan kepegawaian.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pemerintahan umum. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. penyusunan norma. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. arsip. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. otonomi daerah. perangkat daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. prosedur. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. b. kelautan dan perikanan. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. perpustakaan. c. Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. administrasi keuangan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. II/3. Subbagian Tata Usaha. otonomi daerah. energi dan sumberdaya mineral. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. II/5. pemerintahan umum. persandian. perangkat daerah. administrasi keuangan daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. kepemudaan dan olahraga. pariwisata. dan sosial. Pasal 433 II/1. kepegawaian. standar. II/2. II/4. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. penyusunan laporan. terdiri atas: a. perhubungan. standar. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. menyelenggarakan fungsi: a. dan . kebudayaan.

dan b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. administrasi keuangan daerah. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. prosedur dan kriteria. Seksi Bidang II/2A. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. prosedur dan kriteria. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. standar. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. Seksi Bidang II/ 1A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. perangkat daerah. dan b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. dan c. fasilitasi penyusunan . dan kepegawaian. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. penyusunan norma. Seksi Bidang II/2B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.

standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. b. . kepemudaan dan olahraga. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. arsip dan perpustakaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan. prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. dan c. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyusunan norma. dan b. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial.82 standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang II/3B. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. arsip dan perpustakaan. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. prosedur dan kriteria. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. kebudayaan dan pariwisata. Seksi Bidang II/3A.

pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang II/4B. menyelenggarakan fungsi: a. dan persandian dan statistik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. kelautan dan perikanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. dan c. standar. standar. dan b. dan b. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/5B. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a. . penyusunan norma. Seksi Bidang II/4A. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. Seksi Bidang II/5A. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. prosedur dan kriteria. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. b. standar.

84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi. Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. b. sumber daya mineral dan persandian. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. dan d. Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) . Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. standar. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. perikanan dan statistik. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.

Nusa Tenggara Timur. Bali. Bali. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. terdiri atas: a. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Bengkulu. Jawa Timur. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. Maluku Utara. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Nusa Tenggara Timur. dan Subbagian Tata Usaha. Jawa Tengah. f. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. Kepulauan Bangka Belitung. d. Seksi Wilayah IA. Kalimantan Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. Jambi. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. c. Bengkulu. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Sumatera Barat. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Jawa Tengah. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.85 b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. e. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Timur. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. dan b. Papua Barat. Jambi. Kalimantan Tengah. Sumatera (2) . Kalimantan Timur. dan b. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. Riau. Sulawesi Tengah. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a. Seksi Wilayah IB. Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456.

pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. Nusa Tenggara Barat. Banten. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. Kalimantan Selatan. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. lampung. Maluku. dan b. Seksi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Barat. dan Papua. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 467 (2) . Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a. Kalimantan Selatan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Sulawesi Selatan. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. Gorontalo. Sumatera Selatan. Sulawesi Utara. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. dan b. Kalimantan Barat. menyelenggarakan fungsi: a.86 Selatan. Lampung. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Jawa Barat. Jawa Barat. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Seksi Wilayah IIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Kepulauan Riau. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. dan Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah IIA: dan b. Gorontalo. Banten. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. terdiri atas: a.

monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan. pembinaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. Seksi Provinsi Daerah Jakarta. Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. Pasal 473 Khusus Ibukota . Seksi Provinsi Papua. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. pembinaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. dan b.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. pembinaan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus.

Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Seksi Bidang Pemerintahan. kabupaten dan kota. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. b. dan c. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. terdiri atas: a. kabupaten dan kota. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. dan b. kabupaten dan kota. kabupaten dan kota.

monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan e. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Subbagian Tata Usaha. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. c. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD. Jambi. e. b. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. . terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. Kalimantan Tengah. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. d. b. Sulawesi Tengah. c. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. DPRD dan hubungan antar lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Bali. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. dan f. Sulawesi Barat dan Papua Barat.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Tengah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh.

c. Seksi Wilayah IB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan b. Kalimantan Selatan. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kabupaten dan Kota. Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. dan Papua Barat. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Selatan. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Bali. dan Maluku. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. Jawa Tengah.90 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IA. Nusa Tenggara Barat. b. Kepulauan Bangka Belitung. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. terdiri atas: a. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan . menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Banten.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. dan c. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. b. Seksi Wilayah IIA. Sulawesi Selatan.91 c. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. dan Maluku Utara. Kepualauan Riau. Nusa Tenggara Barat dan Banten. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. Seksi Wilayah IIB. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Pasal 490 . Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Bengkulu. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Selatan dan Maluku. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara.

Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Gorontalo. Kabupaten dan Kota. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi.92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. dan Papua. Lampung. dan b. terdiri atas: a. Jawa Barat. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan c. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Kalimantan Timur. Jawa Timur. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IVA. dan Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tenggara. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IIIB. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan . Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Nusa Tenggara Timur. b. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IIIA. Sulawesi Utara. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492.

menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Barat dan Gorontalo. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. Sulawesi Utara. dan b. Jawa Barat. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah. Seksi Wilayah IVB. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan Papua. terdiri atas: a. Seksi Asosiasi Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b.93 b. Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. fasilitasi. . penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. dan b.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. dan e. Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. c. mempunyai tugas . Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f.94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. d. b. Subbag Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan f. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. b. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah.

dan Maluku Utara. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. dan Maluku Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. b. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. d. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. Seksi Wilayah IA. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sumatera Selatan. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan f. Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. kabupaten dan kota daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. mempunyai tugas . penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. c. Seksi Wilayah IB. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kalimantan Selatan. Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b.

dan f. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Jawa Barat. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 512 . Bengkulu. Bali.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Bali dan Papua. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. Sulawesi Tenggara. b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. e. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Seksi Wilayah IIB. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan Papua. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. kabupaten dan kota daerah. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

Sumatera Barat. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 516 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IIIA. b. menyelenggarakan fungsi: a. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. c. Lampung. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. dan b.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Lampung dan Kalimantan Tengah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Jawa tengah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. d. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Seksi Wilayah IIIB. terdiri atas: a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. c. Banten. Seksi Wilayah IVB. dan Papua Barat. kabupaten dan kota daerah. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Sulawesi Utara dan Papua Barat. . Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Banten. b. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Timur. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. e. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IVA. dan b. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Jambi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. b.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan f. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. e. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Jawa Timur. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. d. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Maluku. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan b. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. Pasal 524 . Seksi Wilayah VA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Sulawesi tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. c. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. dan Sulawesi Barat. kabupaten dan kota daerah. Sulawesi tengah dan Maluku. Seksi Wilayah VB. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a. Kalimantan Barat. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan f. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. c. d. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah. b. pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan norma. standar. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. penyusunan laporan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terdiri atas: . Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. 2. Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah.100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. 3. menyelenggarakan fungsi: a.

dan c. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. b. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. e. terdiri atas: a. b. urusan tata usaha dan rumah tangga. Bagian Umum. b. pengelolaan perlengkapan. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Direktorat Pengembangan Wilayah. terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. d. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Bagian Perencanaan. penyusunan program dan anggaran. Pasal 535 . Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. c. Pasal 534 Bagian Perencanaan. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. Subbagian Data dan Informasi. dan c. dan d. dan Direktorat Penataan Perkotaan.101 a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. f. Bagian Keuangan. Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. c. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. c.

Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. penatausahaan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. penyiapan penyusunan organisasi. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. b. menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. b. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c.

Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. Pasal 546 Bagian Umum. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Persuratan dan Arsip. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. . (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. dan c. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi.103 a. b. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. pembayaran gaji. dan c. Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. dan c. dan c. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. terdiri atas: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. d. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. terdiri atas: a. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. e. Maluku dan Papua. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali. b. Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 552 . Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. c.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Wilayah IA. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. dan Bengkulu. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Utara. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. dan b. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. Seksi Wilayah IIB. dan b. dan b. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. Jambi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. dan b. Riau. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IB. Sumatera Barat. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan Kepulauan Riau. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. Bangka Belitung.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Seksi Wilayah IIA.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan. Jawa Timur.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. daerah di wilayah Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. dan b. Seksi Wilayah IIIB. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. Jawa Barat. Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. Seksi Wilayah IIIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) . Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Bali. Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan.

dan Gorontalo. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. Sulawesi Tengah. terdiri atas: a. Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. dan Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b. Seksi Wilayah IVA. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. dan b. Sulawesi Utara.107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. Seksi Wilayah IVB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara. dan Papua. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: (2) . dan b.

fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara. Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. Maluku. Papua dan Papua Barat. Seksi Wilayah VA. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan Papua. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).108 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara. dan Papua. Seksi Wilayah VB. Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. menyelenggarakan fungsi: (2) . Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. Maluku. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. dan b.

b. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. e. terdiri atas: a. d. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. Subdirektorat Wilayah Tertinggal. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan.109 a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. c. laut dan pulau-pulau kecil. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. dan b. Sumatera Utara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan. Seksi Wilayah IB. dan b. Riau. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Maluku dan Papua. c. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. d. Seksi Wilayah IA. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. Bali. fasilitasi. dan f. Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a. Laut dan Pulau-pulau Kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. . e. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. Nusa Tenggara. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. b. Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. Subdirektorat Wilayah Pesisir. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

Nusa Tenggara. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Sulawesi. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Bengkulu. dan b.110 Sumatera Barat. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. Sulawesi Utara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Gorontalo. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. Bali. Maluku. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. Seksi Wilayah IIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Lampung. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. fasilitasi. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. Jambi. Jawa Barat. Jawa Tengah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku Utara. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. Papua dan Papua Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Selatan. Maluku dan Papua. Jawa Timur dan Bali. Sulawesi Tengah. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b.

Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. mempunyai tugas menyiapkan data. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal. dan b. Seksi Sosial Ekonomi. kapasitas kelembagaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. terdiri atas: a. bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. Seksi Prasarana dan Sarana. dan b. Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. dan b. potensi. dan b. terdiri atas: a. Pasal 590 (2) . kapasitas kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. penyusunan laporan. laut dan pulau-pulau kecil. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut. Seksi Pulau-pulau Kecil. Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. Seksi Pesisir dan Laut. Laut dan Pulau-pulau Kecil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. dan melakukan urusan kepegawaian. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e.

f. Pasal 601 a. e. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. dan f. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. d.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pemanfaatan tata ruang wilayah. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. menyelenggarakan fungsi: a. c. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. b. dan b. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d. . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan.

Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. Maluku. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. pemanfaatan. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. Bali. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. dan b. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. fasilitasi perencanaan. Seksi Wilayah II. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. Seksi Wilayah I. perencanaan. Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Papua. Seksi Wilayah II. dan Papua. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . pemanfaatan. pemanfaatan. dan b. Nusa Tenggara. Sulawesi. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. Maluku. perencanaan. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan. perencanaan. perencanaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan. pemanfaatan. terdiri atas: a. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa.

mempunyai tugas menyiapkan data. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. Seksi Konservasi. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. Seksi Rehabilitasi. Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. bahan perumusan tugas serta serta (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. instrumen. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. dan b.

potensi. instrumen. Bali. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. dan b. Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. Nusa Tenggara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. pengawasan. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah II. Bali. mempunyai tugas menyiapkan data. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Sulawesi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup.116 kebijakan. Maluku. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. bahan perumusan kebijakan. penyusunan laporan. (2) . Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. Seksi Wilayah I. dan Papua. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. pengawasan. Sulawesi. dan melakukan urusan kepegawaian. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. Subbagian Tata Usaha. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. terdiri atas: a. Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. Seksi Identifikasi Produk Unggulan. d. Seksi Pengembangan Produk Unggulan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. d. Subdirektorat Kemitraan Usaha. c. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. dan f. terdiri atas: a. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. dan f. e. b. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. c. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. menyelenggarakan fungsi : a.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. Seksi Investasi. Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b. Seksi Promosi.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. Nusa Tenggara. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa. terdiri atas: a. dan b. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. Seksi Wilayah I. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Seksi Pengelolaan. Maluku. Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d. Seksi Wilayah II. dan Papua. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) . Bali. menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. dan b. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. Seksi Perencanaan dan Pengembangan.

Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. dan b. Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan b. Seksi Pengembangan Kelembagaan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. menyelenggarakan fungsi : a.120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. penyusunan laporan. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a. terdiri atas: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan.121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. e. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan f. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. . Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. dan b. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. Seksi Pengendalian. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. dan b. Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. e. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. b. menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. pemeliharaan lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . Seksi Sarana Prasarana. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. terdiri atas: a. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. fasilitasi. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. dan b. fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. Seksi Lingkungan Perkotaan. Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a.

koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. . Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lingkungan Perkotaan. Seksi Sarana Prasarana. Seksi Sarana Prasarana. fasilitasi. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lingkungan Perkotaan. pemeliharaan lingkungan perkotaan.123 a. dan b. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b. fasilitasi. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. terdiri atas: a. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. b. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. terdiri atas: a. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. terdiri atas: a. Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. dan b. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. penyusunan laporan.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara. Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. fasilitasi. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. menyelenggarakan fungsi: a.

e. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. d. c. b.125 4. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. c. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. b. Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. terdiri atas: a. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. . dan f. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a. prosedur. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dan e. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: 5. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. 6. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. standar. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. d.

terdiri atas: d. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b. e. Pasal 680 .126 e. dan f. f. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. menyelenggarakan fungsi: d. dan h. penyusunan program dan anggaran. pengelolaan perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. terdiri atas: e. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. f. Bagian Perencanaan. Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. g. dan h. urusan tata usaha dan rumah tangga. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. g. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. dan f. Bagian Umum. e. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a. Pasal 677 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal.

sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. penatausahaan. pembayaran gaji. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Perbendaharaan. dan f. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. e. e. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Perundang-undangan. terdiri atas: d. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan f. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. . pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. pelaksanaan urusan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: d. e. pelaksanaan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: d. Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. dan f. penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. e. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Kepegawaian. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. Subbagian Sistem dan Prosedur. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679.

mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 692 . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. terdiri atas: d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan f. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. Pasal 689 Bagian Umum. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: d. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. e. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. e. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d.

dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. e. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. d. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. . dan b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. c. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Seksi Pengembangan Desa. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. Seksi Pengembangan Kelurahan. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. b. dan b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. c. d. terdiri atas: a. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. terdiri atas: a. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a.

(2) . Seksi Penataan Kewenangan. dan b. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. dan b. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. Seksi Penataan Kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a. Seksi Keuangan Desa. Pasal 711 . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Aset Desa. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. dan b. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. (2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa. Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa.

dan b. dan melakukan urusan kepegawaian.132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. menyelenggarakan fungsi: (2) . Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat. Subbagian Tata Usaha. dan f. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. dan b. terdiri atas: a. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. c. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat.133 a. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. c. b. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. (2) . d. Seksi Kerjasama. e. dan b. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. e.

Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. dan b. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. dan b. Pasal 729 (2) .134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. Seksi Pengembangan Metode. dan b. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Kinerja.

Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: . Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e. dan b.135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. Seksi Penataan Kawasan Perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. Seksi Identifikasi dan Analisa. Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan. terdiri atas: a. dan b. Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. (2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.136 a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b. dan b. dan b. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. Seksi Pengembangan Kurikulum. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. terdiri atas: a. Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. b.

serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. dan f. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial. Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. terdiri atas: a. e. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. e. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b.137 c. Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. (2) . Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Budaya Nusantara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. b. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. dan b. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. dan f. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat .

Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. (2) . serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. dan b. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. Seksi Pemberdayaan Keluarga. Seksi Kesejahteraan Keluarga. dan b. Seksi Perlindungan Perempuan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. terdiri atas: a. Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. dan b. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. Seksi Penanganan Masalah Sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. dan b. menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. e. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. (2) (2) . dan melakukan urusan kepegawaian.140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat. c. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. d. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. dan b. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. Seksi Lumbung Pangan.Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. menyelenggarakan fungsi: (2) . terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. dan Subbagian Tata Usaha.141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. b. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. dan b. c.

Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. dan b. dan b. Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. Seksi Informasi Pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi. (2) (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar.142 a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. terdiri atas: a. Seksi Diversifikasi Pasar.

dan b. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdri atas: a. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. dan (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga.

perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 789 (2) . Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.144 b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. c. penyusunan laporan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. dan melakukan urusan kepegawaian. b. dan f.

Seksi Rehabilitasi Lingkungan. Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. b. Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. Seksi Konservasi Kawasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. d.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. dan f. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan. Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. dan b. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan. terdiri atas: a. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan.

Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan. Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. dan b. Seksi Sumber Daya Lahan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. terdiri atas: a. Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Seksi Sumber Daya Pesisir. (2) . Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. dan b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. dan b.147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan. Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d. Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) . Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b.

(2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. tugas dan fungsi Pasal 382 1. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. Seksi Kerjasama. penyusunan laporan.148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b. dan b. Seksi Pemasyarakatan. dan b. Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. . Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. terdiri atas: a. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. Pasal 383 (2) 2. 3. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a.

pencatatan sipil. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. e. Direktorat Pencatatan Sipil. prosedur. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. pencatatan sipil. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a. c.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. Direktorat Pendaftaran Penduduk. dan f. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. pengelolaan informasi administrasi kependudukan. d. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. d. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. . koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. e. pencatatan sipil. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. menyelenggarakan fungsi: a. c. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. dan f. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. Sekretariat Direktorat Jenderal. standar. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. penyusunan norma. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. pencatatan sipil. b. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. kualitas. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. terdiri atas: a. dan mobilitas penduduk. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk.

Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. Bagian Umum. c. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pelaksanaan pengelolaan keuangan. dan d. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan program dan anggaran. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c. Bagian Perencanaan. dan c. Pasal 394 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. b. urusan tata usaha dan rumah tangga. Pasal 391 Bagian Perencanaan.150 b. Bagian Keuangan. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. b. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. b. terdiri atas: a. dan c. pengelolaan perlengkapan.

Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Sistem dan Prosedur. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan c.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. b. dan c. Pasal 400 . penyiapan penyusunan organisasi. b. dan c. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. b. penatausahaan. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. Subbagian Perundang-undangan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c.

terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subbagian Persuratan dan Arsip. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. dan c. b. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. Pasal 403 Bagian Umum. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c. pembayaran gaji. . mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. dan c.

c. Pasal 410 a. c. dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. terdiri atas: a. dan d. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas. Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. e. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Subdirektorat Monitoring. dan f. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI.153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi . Pasal 411 (1) Seksi Biodata. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. d. Subdirektorat Identitas Penduduk. b. Subdirektorat Identitas Penduduk. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. melaksanakan monitoring. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. e. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. terdiri atas: Seksi Biodata.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas. Pasal 417 . nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. dan c. (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI.154 pelaksanaan pelayanan biodata. Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. dan b. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat. Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas. d. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas. c. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. dan b. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. (2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. b. b. Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. dan b. Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. c. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring.156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. Seksi Monitoring dan Evaluasi. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. dan melakukan urusan kepegawaian. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. dan c. Seksi Dokumentasi. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. penyusunan laporan. terdiri atas: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) . monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. e. e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengangkatan. dan f. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. c.157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri atas: a. d. menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. Evaluasi dan Dokumentasi. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. dan f. dan . Subdirektorat Monitoring. b.

pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a. terdiri atas: a. dan b. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. terdiri atas: a. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. perkawinan dalam dan (2) rangka . Seksi Kelahiran. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. b. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian. penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865.158 d. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. Seksi Kematian.

dan d. pengakuan dan pengesahan anak. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. b. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. . penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d. Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. terdiri atas: a. pengakuan dan pengesahan anak. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. dan b. Seksi Pengangkatan. c.

monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: . b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan. permohonan pewarganegaraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. dan b. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. yang meliputi pengangkatan. terdiri atas: a. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. c. serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. c. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. perkawinan dan lain-lain. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring. dan d. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. b. Evaluasi dan Dokumentasi. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. terdiri atas: (2) . Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. dan Seksi Dokumentasi. b. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d.161 a. dan melakukan urusan kepegawaian. e. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. c. d. Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyusunan laporan. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan. b. dan f.

Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. Evaluasi dan Dokumentasi. f. Subdirektorat Monitoring. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. dan c. dan Subbagian Tata Usaha.162 a. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b. b. b. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Infrastruktur. dan (2) . dan b. Seksi Sistem dan Aplikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur. c. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a. b. menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan.

penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan.163 c. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. c. dan d. (2) (2) . Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. Seksi Sumberdaya Manusia. b. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. dan b. Seksi Sistem Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan. terdiri atas: a. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan. Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b.

Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. b. dan (2) . c. c. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. b. dan b. Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. dan dokumentasi informasi kependudukan. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.

Seksi Dokumentasi. dan melakukan urusan kepegawaian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c. dan f. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. pelaksanaan kependudukan. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan. dan b. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan.165 d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi. Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. Pasal 479 informasi (2) . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. b. Monitoring dan Evaluasi. Subdirektorat Kualitas Penduduk. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. . struktur dan komposisi penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. terdiri atas: a. Seksi Analisis Jumlah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia.166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. d. Struktur dan Komposisi Penduduk. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a. c. dan b. b. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. struktur dan komposisi penduduk. dan f. e. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. remaja dan pemuda. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah.

Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. terdiri atas: a. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. b. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. kota dan desa. Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c. remaja dan pemuda. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. dan b. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk. terdiri atas: a. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk.167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. Remaja dan Pemuda. dan c. Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. Pasal 492 .

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. b. Pasal 498 . terdiri atas: a. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. b. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b. Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan. dan c. evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. dan b. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. dan c. monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan.168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a.

c. terdiri atas: . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. Evaluasi. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. dan f. dan melakukan urusan kepegawaian.169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. penyusunan laporan. Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat. Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan b. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930. terdiri atas: a. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. Subdirektorat Indikator Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan. e. (2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b. dan d. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. f. Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. dan b. dan Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a.170 a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. d. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Proyeksi Penduduk.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan. dan d. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. dan d. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. b. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. dan b. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. terdiri atas: a. c.171 b. c. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. nirlaba dan swasta. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a. Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. dan b. Nirlaba dan Usaha Swasta. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. c. Pasal 521 . penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. Seksi Penyerasian Lembaga Internasional.

penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. terdiri atas: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. (2) . Tugas dan Fungsi Pasal 954 4. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. dan kabupaten/kota. c. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. dan b.

Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. j. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. prosedur. Direktorat Anggaran Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. dan kriteria di bidang keuangan daerah. c. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. h. Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955.174 5. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: . standar. pedoman pengelolaan kekayaan daerah. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. pelaksanaan. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. dan f. Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. d. terdiri atas: g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. e. b. manajemen pajak daerah. lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah. pinjaman dan hibah daerah. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan. penatausahaan. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. 6. dan k. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah. i. Sekretariat Direktorat Jenderal.

c. Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. kepegawaian dan urusan rumah tangga. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. Subbagian Penyusunan Program. Bagian Umum. a. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. penyiapan data dan informasi. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. b. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan. Bagian Perencanaan. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. b. dan d. Bagian Keuangan.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. terdiri atas: a. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 963 Bagian Perencanaan. b. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. pengelolaan perlengkapan. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. b. Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. terdiri atas: a. dan c. penyusunan perencanaan program. dan c. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. . c. Subbagian Data dan Informasi.

dan e. pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Anggaran. perencanaan anggaran. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. terdiri atas: a. b. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. dan c. Pasal 967 Bagian Keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b. d. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. dan c. pelaksanaan akuntansi. c. terdiri atas: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. rumah tangga dan kepegawaian. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pembayaran gaji. Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 971 Bagian Umum. b. b. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana . dan c. b. Subbagian Perbendaharaan.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan.

menyelenggarakan fungsi: a. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. pengelolaan perpustakaan. perjalanan dinas. d. (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. b. terdiri atas: a. . mempunyai tugas melakukan urusan arsip. pembinaan tata usaha Direktorat. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. pelaksanaan urusan surat menyurat. Subbagian Persuratan. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. tata usaha pimpinan dan kearsipan.177 kebutuhan dan pengadaan. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 975 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris. c. dan e. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. dokumentasi. penyimpanan. meliputi urusan keamanan dalam. (2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c.

Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. b. Kalimantan Tengah. dan Papua. Subbagian Tata Usaha. b. dukungan teknis. Gorontalo. d. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. c. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. terdiri atas: a. c. e. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Seksi Wilayah IA. Jawa Tengah. Sulawesi Barat. serta data dan informasi anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. dan f. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. menyelenggarakan fungsi: a. Papua Barat. dan d. b. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. d. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. dan .178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Jambi. terdiri atas: a. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. e.

Bengkulu. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIB. Jawa Barat. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. (2) . pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. dan Sulawesi Barat. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. Seksi Wilayah IB. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Bali. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. dan Maluku. b. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah.179 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Gorontalo. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. Jambi. dan b. c. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan d. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. Papua Barat dan Papua. Kalimantan Timur. Seksi Wilayah IIA.

serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Jawa Barat dan Maluku. b. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Timur. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur. Seksi Wilayah IIIA. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 991 (2) . Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah IIIB. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan b. c.180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Bengkulu. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Sulawesi Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Kalimantan Selatan. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Sulawesi Utara dan Bali. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988.

penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b. Nusa Tenggara Timur. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. Kalimantan Barat. Lampung. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Seksi Wilayah IVB. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. dan d. dan b. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. Jawa Timur. dan Maluku Utara. b. Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Seksi Wilayah IVA. Sumatera Barat. Banten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Sulawesi Selatan. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah.

penyusunan tatalaksana anggaran daerah. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. . penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. dan d. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. Kalimantan Barat. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Dukungan Teknis. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. serta penyusunan laporan keuangan daerah. dan b. Seksi Sinkronisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur. penyiapan data dan informasi. Sumatera Barat. dan Banten. Lampung. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. Kepulauan Bangka Belitung. penyusunan laporan. penyiapan data. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. dan Maluku Utara. b. dukungan teknis. c. penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.

Badan Layanan Umum Daerah. terdiri atas: a. standardisasi. k. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah. kerjasama daerah. dan l. hibah. retribusi daerah. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. f. bimbingan teknis. pinjaman. fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. dan penyertaan modal daerah. standardisasi. h. obligasi daerah dan dana bergulir. c. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pengelolaan kekayaan daerah. dan investasi daerah dan penyertaan modal. pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. koordinasi. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. investasi dan kekayaan daerah. pelaksanaan bimbingan teknis. fasilitasi. penyiapan perumusan kebijakan. badan usaha milik daerah. d. bimbingan teknis. b. i. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. koordinasi. b. penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. menyelenggarakan fungsi: a. j. g. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. .

menyelenggarakan fungsi: a. Lampung. Kepulauan Riau. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. e. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. Kepulauan Bangka Belitung. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah. standardisasi teknis. Daerah Istimewa Yogyakarta. f. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. dan Papua. Maluku. bimbingan teknis. Papua Barat. Bali. Seksi Wilayah II. pemantauan. Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah.184 c. terdiri atas: a. Nusa Tenggara Barat. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. Seksi Wilayah I. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. bimbingan teknis. . bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. Jambi. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tengah. Sulawesi Utara. Sumatera Selatan. Jawa Barat. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sumatera Utara. standardisasi. analisis dan evaluasi. Banten. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Selatan. Kalimantan Barat. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. dan Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. dan Maluku Utara. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. dan b. c. Bengkulu. Gorontalo.

Banten.185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Bali. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Barat. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Selatan. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Papua Barat. dan Maluku Utara. dan c. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. Seksi Wilayah I. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Selatan. Sulawesi Utara. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. Jambi. standardisasi teknis. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. Gorontalo. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. Nusa Tenggara Barat. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Sumatera Barat. Kalimantan Timur. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. Bengkulu. Seksi Wilayah II. Kepulauan Bangka Belitung. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Utara. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan. dan Papua. . fasilitasi. analisis. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Tenggara. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. analisis. standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c.

dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Maluku. standardisasi teknis. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. b. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Tengah. Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tengah. Banten. c. Kepulauan Bangka Belitung. dan Papua. dan b. Jawa Timur. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. prosedur dan kriteria. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah II. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. dalam melaksanakan tugas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan b. Jawa Tengah. Lampung. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. terdiri atas: a. Sulawesi Barat. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. Jambi. dan c. pembinaan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Timur. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Jawa Barat. Sumatera Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. Bali.186 b. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. Kalimantan Selatan. Bengkulu. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Utara. . Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. Sumatera Barat. Seksi Wilayah I.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sulawesi Tengah. dan dana bergulir. Kalimantan Selatan. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Barat. pemantauan. Jawa Barat. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. b. Bengkulu. Maluku.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. c. bimbingan teknis. Daerah Istimewa Yogyakarta. Lampung. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Nusa Tenggara Barat. Banten. dan evaluasi di bidang pinjaman. Seksi Wilayah II. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. dan Papua. Jambi. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. Bali. Sulawesi Selatan. dan pernyertaan modal daerah. Gorontalo. Papua Barat. dan dana bergulir. standardisasi. Sumatera Selatan. d. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. hibah. Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. Kalimantan Timur. Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. obligasi daerah. Pasal 1023 . Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Maluku Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. Sumatera Utara. dan b. obligasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Timur. Seksi Wilayah I. dan e. Sulawesi Utara.

Lampung. Bali. Jambi. dan Maluku Utara. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Kepulauan Riau. Bengkulu. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. Gorontalo. Sulawesi Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. obligasi daerah. Sulawesi Selatan. Kalimantan Timur. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Timur. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. obligasi daerah. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. c. e. Pasal 1027 . hibah. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. dan f. Jawa Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Selatan. monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Selatan. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. d. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Sumatera Barat. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. dan melakukan urusan kepegawaian. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. hibah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Banten. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. Papua Barat. Jawa Tengah. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jawa Timur. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dan Papua. penyusunan laporan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Maluku.

Sumatera Utara.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. rekonsialiasi. standardisasi teknis. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Maluku. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Selatan. Lampung. dan b. Gorontalo. Seksi Wilayah II. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. bimbingan teknis. rekonsiliasi. Sulawesi Barat. supervisi. Nusa Tenggara Barat. bimbingan teknis. Kepulauan Riau. Sulawesi Utara. standardisasi teknis. Nusa Tenggara Timur. Jambi. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. dan f. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bengkulu. dan Sumber Daya Alam. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. supervisi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. terdiri atas: a. Sulawesi Tenggara. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. d. Sumatera Selatan. dan c. Bali. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. b. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. standardisasi teknis. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. e. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. dan Maluku Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. b. Kepulauan Bangka Belitung. c. Seksi Wilayah I. Kalimantan Timur. bimbingan teknis. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. Banten. dan Papua. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. supervisi. standardisasi teknis. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. Jawa Barat. Kalimantan Selatan. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. Jawa Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . rekonsialiasi. Papua Barat.

Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. supervisi. koordinasi. Jambi. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Kalimantan Tengah. Papua Barat. Jawa Timur. perencanaan alokasi. Kalimantan Timur. Bali. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan. standardisasi teknis. b. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Maluku. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Timur. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. perencanaan alokasi. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. Sumatera Utara. Lampung.190 kebijakan. standardisasi teknis. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus. supervisi. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. bimbingan teknis. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau. evaluasi dana alokasi khusus. bimbingan teknis. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. supervisi. standardisasi teknis. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. koordinasi. Bengkulu. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Barat. Jawa Barat. koordinasi. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Banten. terdiri atas: a. dan Maluku Utara. dan b. . standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara Barat. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. dan Papua. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. dan c. bimbingan teknis. Daerah Istimewa Yogyakarta. standardisasi teknis. dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus. penyiapan pelaksanaan monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perencanaan alokasi. Kalimantan Selatan. dan rekonsiliasi dana alokasi khusus.

Jambi. Lampung. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. Daerah Istimewa Yogyakarta. supervisi. Kepulauan Bangka Belitung. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Kepulauan Riau. Kalimantan Selatan. Papua Barat. dan Papua. Seksi Wilayah II. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. Kalimantan Timur. bimbingan teknis. Banten. dan b. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a. dan c. bimbingan teknis. dan b. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. supervisi. bimbingan teknis. Sumatera Selatan. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Sulawesi Utara. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. koordinasi perencanaan dasar. Sulawesi Tenggara. standardisasi teknis. dan Maluku Utara. supervisi. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. standardisasi teknis. c. Jawa Tengah. pertimbangan penyaluran. Bengkulu. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. Jawa Barat. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah II. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. Seksi Wilayah I. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya.191 b. Gorontalo. Bali. Maluku. b. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Jawa Timur. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya.

Seksi Sinkronisasi. penyusunan laporan. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. dan Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. Sumatera Barat. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. supervisi. serta penyusunan laporan dana perimbangan. dan c. Lampung. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. standardisasi teknis. Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Sumatera Selatan. Jawa Tengah. Pasal 1048 dalam 1044. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. supervisi. Kalimantan Barat. Jambi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan. Sumatera Utara. Maluku. Jawa Barat. bimbingan teknis. Sulawesi Utara. Bali. dan Papua. standardisasi teknis. Banten.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Selatan. Bengkulu. Kepulauan Riau. Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. Gorontalo. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Jawa Timur. penyiapan data dan informasi. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Timur. . bimbingan teknis. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. b. Sulawesi Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dukungan Teknis. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh.

193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli.f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah.d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. . . dan .g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah.b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049. . penyiapan dukungan teknis. . Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e. . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. .c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah.e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. menyelenggarakan fungsi: .a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. .f Subbagian Tata Usaha. . dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. . dan .c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. terdiri atas: .b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.

194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. Pasal 1057 . Sulawesi Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. Sumatera Selatan. Seksi Wilayah II. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Barat. Banten. Sumatera Barat. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Maluku. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Utara. Kalimantan Barat. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Jambi. Lampung. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Bangka Belitung. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Kepulauan Riau. fasilitasi. Kalimantan Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. Bengkulu. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. dan b. Bali. Jawa Timur. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah I. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b. Sulawesi Selatan. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. terdiri atas: a. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Maluku Utara. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Barat. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. Kalimantan Tengah.

penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Banten. Seksi Wilayah I. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. Nusa Tenggara Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. terdiri atas: a. Bali. Sumatera Utara. Kalimantan Selatan. Jawa Timur. Bengkulu. Sulawesi Tengah. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Papua Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Barat. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Timur. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Sumatera Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b. Lampung. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Tengah. Maluku. Kalimantan Barat. Jambi. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan b. Sulawesi Selatan. Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan b. Sulawesi Utara. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Sulawesi Barat. dan Maluku Utara. Sumatera Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Gorontalo. Kepulauan Riau.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a.

Nusa Tenggara Barat. Sumatera Selatan. Gorontalo. Jawa Timur. Seksi Wilayah II. Bengkulu. Sulawesi Barat. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. dan b.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. dan Papua. Kepulauan Riau. Banten. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Bali. Jawa Tengah. Pasal 1067 . Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. dan b. Lampung. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Barat. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. Sulawesi Tenggara. Jawa Barat. dan b. Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah I. Jambi. dan Maluku Utara. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Papua Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Seksi Wilayah II. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Data. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Barat. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. dan b. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. Sumatera Utara. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. Sumatera Selatan. serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. Sulawesi Utara. dan Papua. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Sulawesi Tenggara. Lampung. penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Kalimantan Barat. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Banten. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) . Nusa Tenggara Timur. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. Bali. Bengkulu. Nusa Tenggara Barat. Jambi. Kalimantan Timur. Jawa Timur. Jawa Tengah. Papua Barat. Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. Maluku. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. terdiri atas: a. Pasal 1071 (1) Seksi Data. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. dan Maluku Utara. Gorontalo. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. Informasi dan Pelaporan. dan c. Sumatera Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Sulawesi Selatan.

198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pemantauan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kabupaten/Kota. . Kabupaten/Kota. c. unsur pengawas fungsional 5. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. 6. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. revieu. d. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4. dan kegiatan pengawasan lainnya. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. terdiri atas: a. penyusunan laporan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. dan g. Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. Kabupaten/Kota. pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. evaluasi. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. f. Kabupaten/Kota.

pengumpulan. Inspektorat Khusus. c. menyelenggarakan fungsi: a. . b. analisis laporan hasil pengawasan. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077. c. menyusun anggaran. pengelolaan. pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian.199 b. d. menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Wilayah IV. program kerja pengawasan dan fasilitasi. dan d. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. e. b. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a. dan d. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Anggaran. g. pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. terdiri atas: a. pembinaan penyelesaian. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. pengadministrasian tata usaha. c. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. f. Inspektorat Wilayah III . b. Inspektorat Wilayah I . Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. pengelolaan. dan penyajian laporan hasil pengawasan. penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. Inspektorat Wilayah II . penyusunan anggaran. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. mengelola perpustakaan.

200 c. Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. mempunyai tugas menyiapkan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. c. Subbagian Dokumentasi. koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I. Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a. dan b. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. mengumpulkan. penyelenggaraan kerjasama pengawasan. BPKP. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. terdiri atas: a. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. Peraturan Perundang . dan e. menganalisa data dalam rangka evaluasi. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. dan e. Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. d. pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi. inventarisasi. evaluasi. d. dan b.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal Kementerian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. Subbagian Penyusunan Program. (2) Subbagian Dokumentasi. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan. terdiri atas: a. b. penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. . melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. menyelenggarakan fungsi: a. analisa. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal.

Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. terdiri atas: a. terdiri atas: a. pengadministrasian dan surat menyurat. dan c. pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c. Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. mempunyai tugas menyiapkan. Kabupaten/Kota. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. dan b. menganalisa data dalam rangka evaluasi. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan. Pasal 1094 Bagian Umum.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. b. pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbagian Keuangan. mengumpulkan. dan (2) . dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional.

Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Kepulauan Bangka Belitung. c. Sulawesi Utara dan Maluku. Badan Pendidikan dan Pelatihan. (2) . perencanaan program pengawasan di wilayah I. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Subbagian Kepegawaian. Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. c. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Bengkulu. perencanaan program pengawasan di wilayah II. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. dan e. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. b. Daerah Istimewa Yogyakarta.202 b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. pemeriksaan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. menyelenggarakan fungsi: a. Bali. Riau. Lampung. Sulawesi Barat. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. b. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. d. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b. pengusutan.

. Jambi. Aceh. perencanaan program pengawasan di wilayah III. Sulawesi Tenggara. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. pengusutan. c. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. e. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Kalimantan Timur. b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sumatera Barat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kepulauan Riau. Sumatera Utara. pengusutan. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. b. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. perencanaan program pengawasan di wilayah IV.203 d. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan e. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Barat. pemeriksaan. Sumatera Selatan. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Gorontalo dan Papua. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pemeriksaan.

pemeriksaan. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. pengusutan. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.204 d. b. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. dan d. pengujian dan penilaian pengawasan. pengusutan. Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. penyusunan laporan dan urusan tata usaha. c. dan e. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal. pemeriksaan. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan.

pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. dan e. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan kebijakan teknis. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. menyelenggarakan fungsi: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. c. c. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemantauan.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. d. Politik dan Otonomi Daerah. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. dan d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. Sekretariat Badan.

dan f. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. e. Bagian Umum. penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. pengumpulan dan pengolahan data. b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pengkoordinasian perencanaan. rumah tangga dan tata usaha. penyiapan pelaksanaan pemantauan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. b. Pasal 1114 Sekretariat Badan. terdiri atas: a. evaluasi kinerja. dan d. Bagian Perencanaan. Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. fasilitasi kegiatan. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan. c. b. c. Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. pengelolaan perlengkapan. analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan . d. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. penilaian. b. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. menyelenggarakan fungsi : a. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. pengumpulan. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. dan c. dan c.

b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. Pasal 1124 1114 huruf c. kearsipan. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Tata Usaha. penatausahaan. pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. dan keamanan dalam. . kearsipan dan ekspedisi. pengolahan dan penyajian data. dan Subbagian Rumah Tangga. rumah tangga. Pasal 1121 Bagian Umum. urusan kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. pelaksanaan c. meliputi urusan keamanan dalam. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian.207 bahan penyusunan Pengembangan. surat menyurat. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. Subbagian Kepegawaian. perjalanan dinas. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. c. dan urusan rumah tangga. serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. pelaksanaan b.

penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. serta pengelolaan perpustakaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. penyiapan bahan pemeriksaan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. pembayaran gaji. informasi dan dokumentasi. b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. informasi dan dokumentasi. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan . b. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. Subbagian Perbendaharaan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. b. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. c.

Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. informasi dan dokumentasi. Subbagian Perpustakaan. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pemerintahan Daerah. Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan otonomi daerah. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . (3) Subbagian Perpustakaan. Subbagian Tata Usaha. c. dan b. Bidang Penataan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan. politik dan otonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. penyiapan perumusan pembinaan. Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. b. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Politik. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa.209 c. Informasi dan Dokumentasi. dan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. dan d.

menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pemerintahan Provinsi. dan b. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi. dan b. dan b. (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b. Pasal 1141 . dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Subbidang Kesatuan Bangsa. Subbidang Politik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a. terdiri atas: a.

terdiri atas: a.211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. dan b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Subbidang Kelembagaan. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Subbidang Aparatur. penyusunan laporan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan.

Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. dan b. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. b. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: . dan d. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Bidang Trantib dan Linmas. penyiapan perumusan pembinaan. Bidang Kewilayahan. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. c. Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Bidang Kependudukan.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a.

Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas. dan b.213 a. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. (2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. dan b. terdiri atas: a. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . Subbidang Penataan Wilayah. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. Subbidang Linmas. dan b. Subbidang Trantib. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. terdiri atas: a. Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. (2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a. Pasal 1161 Bidang Kependudukan. terdiri atas: a. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. . dan b. Subbidang Perkembangan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan.214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah. Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. Subbidang Administrasi Kependudukan. penyusunan laporan. (2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. dan b. Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. Subbagian Tata Usaha. b. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan perumusan pembinaan. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. terdiri atas: a. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. . dan b. c. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional.

216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . terdiri atas: a. dan b. Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Pemerintahan Desa. (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan. Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a. Subbidang Potensi Masyarakat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. Subbidang Partisipasi Masyarakat. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c.

Subbidang Keuangan Desa. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. penyusunan laporan. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. . menyelenggarakan fungsi: a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa.217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. Subbidang Ekonomi Desa.

menyelenggarakan fungsi: a. dan b.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. c. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Bidang Ekonomi Daerah. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Keuangan Daerah. Subbagian Tata Usaha. dan b. dan b. Bidang Pembangunan Daerah. dan d. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Subbidang Perencanaan Pembangunan. .. penyiapan perumusan pembinaan. Subbidang Sumber Daya. b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah.

Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan. (2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. (2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b.

dan b. Subbidang Investasi Daerah. dan b. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. terdiri atas: a. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah.220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Potensi Daerah. penyusunan laporan. a. Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat.

pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. b. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. Kependudukan dan Keuangan Daerah. . Pasal 1204 Sekretariat Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. dan f. e.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. c. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. menyelenggarakan fungsi: a. c. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. Sekretariat Badan. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. d. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. dan e. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. b. pemantauan. b. penyusunan kebijakan teknis.

koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pengelolaan perlengkapan. Pasal 1210 . evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. dan informasi dan publikasi. dan d. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. Subbagian Data. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. pengumpulan dan pengolahan data. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. d. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran. b. dan c. dan urusan rumah tangga. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. dan e. c. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. Bagian Perencanaan dan Anggaran. Informasi dan Publikasi. Bagian Umum. Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. dan e. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. Subbagian Hukum. b. pengumpulan. c. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Data. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. serta pengendalian dan pelaporan. (3) Subbagian Hukum. d. b. pengolahan dan evaluasi data. pelaksanaan tata usaha. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Bagian Keuangan. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a.222 c.

penatausahaan. akuntansi dan pembukuan. dan c. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran. pembayaran gaji. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. petunjuk operasional kegiatan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. penyusunan laporan realisasi anggaran.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 1212 Bagian Keuangan. validasi penerbitan surat perintah membayar. . revisi anggaran. pelaksanaan verifikasi. dan d. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. terdiri atas: a. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium. usul penunjukkan bendaharawan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. bahan pemeriksaan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. laporan realisasi keuangan dan asset. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. pengelolaan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan unit akuntansi instansi. pelaksanaan anggaran. akuntansi dan pembukuan. b. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan. c. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. pendayagunaan. reviu laporan keuangan dan asset. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. verifikasi. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan 1205 huruf b.

pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. kearsipan. b. dan c. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. b. Subbagian Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Bogor. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. tata usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. dan c. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. terdiri atas: a. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. Pasal 1220 Bagian Umum.224 c. b. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. dan keamanan dalam. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. kepegawaian. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. Subbagian Asrama dan Kelas. surat menyurat. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak. arsip dan ekspedisi. mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c. penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan c. .

Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. evaluasi hasil pelaksanaan program. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. f. dan d. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. b. peserta. c. pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. angkutan. d. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. rencana dan program dan pedoman. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). terdiri atas: a. Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. c. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan dan pengembangan kurikulum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. e. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dan g. Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. b. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. (3) . pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. pelaksanaan. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Kader dan Kepemimpinan.

pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. dan f. d. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. b. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. dan b. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan Standar Operasional Prosedur. c. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi peserta. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. kualifikasi pengajar. e. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Subbidang Otonomi Daerah. . pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. kualifikasi pengajar. penyiapan fasilitas. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. program. penyusunan kualifikasi calon peserta. terdiri atas: a.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a. Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyiapan fasilitas. Subbidang Pemerintahan Umum. program. perumusan bahan pelajaran. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum.

penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyiapan fasilitas. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyusunan kualifikasi calon peserta.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan bahan pelajaran. menyelenggarakan fungsi: a. b. kualifikasi pengajar. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. e. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. Subbidang Politik Dalam Negeri. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. program. c. Subbidang Kesatuan Bangsa. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. . penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan kualifikasi peserta. terdiri atas: a. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyusunan dan pengembangan kurikulum. kualifikasi pengajar. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. dan b. d. penyiapan fasilitas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program. dan f.

serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. kualifikasi pengajar. program. dan b. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. Subbidang Kepemimpinan. terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan fasilitas. pedoman.228 b. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. d. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. penyusunan kualifikasi calon peserta. rumah tangga. dan g. program. penyusunan kualifikasi peserta. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). c. penyusunan laporan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Subbidang Kader. . Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. f. perumusan bahan pelajaran. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. penyusunan dan pengembangan kurikulum. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b.

standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. pelaksanaan. b. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. kependudukan dan keuangan daerah. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. Pasal 1243 . pemantauan. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. peserta. d. c. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. metode. Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. c. kependudukan dan keuangan daerah. kependudukan dan keuangan daerah. evaluasi hasil pelaksanaan program. kependudukan dan keuangan daerah. e. kependudukan dan keuangan daerah. dan d. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. dan f. rencana. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. program dan pedoman. Bidang Keuangan Daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. b. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

b. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. menyelenggarakan fungsi: a. program. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. d. c. dan f. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyiapan fasilitas. kualifikasi pengajar. penyusunan kualifikasi calon peserta.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. kualifikasi pengajar. program. penyusunan kualifikasi peserta. . (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. dan b. penyiapan fasilitas. kualifikasi pengajar. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. terdiri atas: a. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. perumusan bahan pelajaran. e. penyiapan fasilitas. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif.

. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. d. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional.236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. rencana. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. pelaksanaan. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. penyusunan kurikulum. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. penyusunan laporan. rumah tangga. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273. Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. program dan pedoman. pemantauan. b. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. metode. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. c.

Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. serta pengembangan jabatan fungsional. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. b. Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan d. Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. peserta. terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. evaluasi hasil pelaksanaan program. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi. g. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. h. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. c. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. dan d. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. terdiri atas: a. . dan b. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. dan i. c. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan e. f. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. b.237 e. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Keahlian. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. program. e. Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. kualifikasi pengajar. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian. dan g. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. perumusan bahan pelajaran. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyiapan fasilitas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b. penyiapan fasilitas. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. penyusunan kualifikasi calon peserta. program. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. b. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. f. dan b. terdiri atas: a. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan kualifikasi peserta. d. c. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan kualifikasi calon peserta. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . menyelenggarakan fungsi: a. kualifikasi pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Keterampilan.

urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan rencana. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. dan e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyusunan laporan. dan b. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. program. dan f. Subbidang Standardisasi. dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. d. penyusunan rencana. Subbidang Kerjasama Luar negeri. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. . (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. b.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. rumah tangga. pedoman dan petunjuk teknis. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

(4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. Staf Lembaga. (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Kependudukan. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum. Staf d. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a. Politik. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. Politik. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan. Staf Ahli Bidang Hukum. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri. terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. dan hubungan antarlembaga. b.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1292 Staf Ahli. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Staf c. dan e. Pasal 1293 Staf Ahli. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan. politik. BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. .

241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2). meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Informasi. Pusat Kajian Kebijakan Strategik. pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. dan e. Pasal 1298 Pusat Data. Pusat Penerangan. pelaksanaan urusan surat menyurat. Bagian Kedua Pusat Data. dan e. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. Pusat Data. dan telekomunikasi. Informasi. Informasi. Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. b. Pasal 1299 . d. d. terdiri atas: a. Komunikasi dan Telekomunikasi. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. Pasal 1296 Pusat. pendayagunaan. b. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. penyusunan program dan anggaran pusat. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Informasi. komunikasi. c. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. informasi. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. c. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297.

keuangan. b. keuangan dan perlengkapan. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. Komunikasi dan Telekomunikasi. dan (2) (3) . Kelompok Jabatan Fungsional. Informasi. pelaksanaan urusan rumah tangga. Subbagian Program. Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Bidang Pengelolaan Data. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. b. pelaksanaan urusan surat menyurat. dokumentasi dan arsip. dan c. dan Subbagian Umum. b. c. terdiri atas: a. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. menyelenggarakan fungsi: a. d.242 Pusat Data. Bidang Sandi dan Telekomunikasi. kepegawaian. dan e. perjalanan dinas. Bagian Tata Usaha. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. Subbagian Persuratan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan perlengkapan. kepegawaian. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. surat menyurat. c. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat.

Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. Subbidang Penyajian Informasi. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan.243 b. pengembangan. pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi. pendayagunaan. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. pengembangan. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. pengolahan. pengembangan. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c. (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. dan b. dan penyimpanan data. Subbidang Sandi. perekaman. c. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Pengolahan Data. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. pengolahan. perawatan. terdiri atas: a. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. pendayagunaan dan pengendalian sandi. pelaksanaan penyajian informasi. b. Subbidang Telekomunikasi. terdiri atas: a. dan b.

Pasal 1318 Pusat Penerangan. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. dokumentasi dan penerbitan. dan b. terdiri atas: a. penyaringan. pelaksanaan pengembangan. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b. b. mempunyai tugas melakukan pengembangan. Subbidang Pemeliharaan. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. dan e. d. pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. pengumpulan. Subbidang Pengembangan. terdiri atas: tugas dan (2) . c. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a.

dokumentasi dan arsip. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dan (2) (3) . kepegawaian. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. keuangan dan perlengkapan. Bidang Fasilitasi Pengaduan. pelaksanaan urusan surat menyurat. urusan surat menyurat. keuangan. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. d. terdiri atas: a. kepegawaian. urusan rumah tangga. b. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan rumah tangga. kepegawaian. c. Bagian Tata Usaha. dan c. dan Subbagian Umum. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. Bidang Perpustakaan. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. Subbagian Program. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319.245 a. dokumentasi dan arsip. b. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. perjalanan dinas. keuangan dan perlengkapan. pengetikan dan penggandaan. c. dokumentasi dan arsip. penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. Bidang Hubungan Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. dan perlengkapan. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. serta pelaporan. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Persuratan.

Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. Kementerian dan Daerah. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. dan b. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi. (2) dan (2) . penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. b. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b. dan b. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers.246 b.

politik hukum dan keamanan. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. serta perekonomian. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. c. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Pelayanan. dan b. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. pembangunan dan kemasyarakatan.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . menyelenggarakan fungsi: a. b. dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. mengendalikan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. dan c. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat.

dan d. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. dan c. pengembangan dokumentasi. Kelompok Jabatan Fungsional. arsip. b. dan d. serta pelaporan. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. dan perlengkapan. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. arsip.248 kesejahteraan rakyat. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Bidang Analisis Politik. serta urusan rumah tangga. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. kepegawaian. serta perekonomian. politik hukum dan keamanan. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. Subbagian Umum. terdiri atas: a. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. d. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. c. Subbagian Program. Bidang Analisis Perekonomian. Bagian Tata Usaha. kepegawaian. b. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1342 (2) (3) . surat menyurat. pelaksanaan urusan surat menyurat. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. b. pelaksanaan urusan ketatausahaan. terdiri atas: a. perjalanan dinas. pelaksanaan urusan rumah tangga. Hukum dan Keamanan. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. keuangan. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a. c. keuangan dan perlengkapan. dan e.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. hukum dan keamanan. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. menyelenggarakan fungsi: a. hukum dan keamanan. Pasal 1349 (2) . penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. Subbidang Daerah. hukum dan keamanan. Subbidang Pusat. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. Subbidang Daerah. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. Hukum dan Keamanan. Subbidang Pusat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. dan b. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. terdiri atas: a. dan b. dan b. Pasal 1348 Bidang Analisis Politik. dan b.

mempunyai tugas melaksanakan perumusan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d. Subbidang Pusat. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. hukum dan keamanan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) . Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Subbidang Daerah. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. hukum dan keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350. dan b. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. dan b. menyelenggarakan fungsi: a.

d. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. e. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. d. urusan surat menyurat. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri. b. Subbagian Pelayanan Administrasi.dan c. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Informasi dan Dokumentasi.251 a. pelayanan administrasi dan informasi. dokumentasi serta perpustakaan. mempunyai tugas melakukan urusan (2) . Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum. terdiri atas: a. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. urusan kepegawaian. f. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri. dan e. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. dan e. c. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. b. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Bidang Kerjasama Antar Negara. c. pelaksanaan urusan informasi. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. b. d.

mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. serta pelaksanaan monitoring. (2) . monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional.252 surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. serta pelaksanaan monitoring. terdiri atas: a. pedoman dan petunjuk teknis. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. dan b. d. pedoman dan petunjuk teknis. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. keuangan. fasilitasi. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361. b. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. dan perlengkapan. monitoring. c. Subbidang Kerjasama Sister. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. kepegawaian. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. kearsipan dan ekspedisi. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. Subbidang Kerjasama Teknik. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b.

Subbidang Organisasi Internasional. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. . menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. serta pelaksanaan monitoring. . terdiri atas: a. Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. serta pelaksanaan monitoring. dan b. Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. dan Organisasi . dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring.253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. pedoman dan petunjuk teknis. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d. . monitoring. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. pedoman dan petunjuk teknis. (2) . .

. pengelolaan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja. dan d. Pasal 1375 (2) . . dan b. b. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b. Subbidang Badan Swasta Asing. pedoman dan petunjuk teknis. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. serta pelaksanaan monitoring. pengelolaan aset. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. serta pelaksanaan monitoring. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. terdiri atas: a. pengelolaan keuangan. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. fasilitasi. penyusunan program kerja. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pedoman dan petunjuk teknis. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah.

Subbagian Persuratan. urusan surat menyurat. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. e. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. dokumentasi dan arsip. kepegawaian. terdiri atas: a. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. serta pelaporan. keuangan dan perlengkapan. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. b. keuangan dan perlengkapan. b. (2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. Subbagian Umum. Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. b. dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.255 Pusat a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dokumentasi dan arsip. Pasal 1377 Bagian Tata Usaha. Bidang Akuntansi dan Pelaporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. kepegawaian. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. pelaksanaan urusan surat menyurat. Pasal 1381 . pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. keuangan. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a. c. urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. Subbagian Program. d. dan c. dokumentasi dan arsip. perjalanan dinas.

Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. Subbidang Akuntansi. dan c. dan d. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Lingkup III. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. Subbidang Lingkup II. pelaksanaan akuntansi. Subbidang Perbendaharaan. Subbidang Verifikasi. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat . menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. penyiapan bahan perhitungan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. b. penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbidang Lingkup I. pembinaan akuntansi. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. b. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. pembinaan perbendaharaan. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. pembinaan verifikasi anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c. perhitungan anggaran. c. b. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. b.

penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengadaan Barang. inventarisasi. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. b. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. mempunyai tugas melakukan pemindahan. penganggaran. dan c. pelaporan dan penilaian barang milik negera. b. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c. penyiapan penghapusan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. pengadaan. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. Subbidang Penghapusan. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. dan pemanfaatan barang milik negara. (2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b. pengamanan. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. perhitungan anggaran. Subbidang Penatausahaan Barang. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. . Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. perhitungan anggaran. mempunyai tugas melakukan pembukuan. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penggunaan. penghapusan. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. Inspektorat Jenderal. terdiri atas: a. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara.

Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392. di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan. dan c. Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. b. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional. (2) . UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. . wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan. Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian. Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. Lampiran IX. Lampiran IV. tercantum dalam Lampiran I. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. sebagaimana telah diubah beberapa kali. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Lampiran III. Lampiran X. Lampiran VII. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Lampiran II. maka: 1. Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian. Lampiran XI. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. dan 2. Lampiran V. sebagaimana telah diubah. Lampiran XII.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Lampiran VIII. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya. seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . Lampiran VI.

PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR . GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.261 MENTERI DALAM NEGERI.