MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. Badan Penelitian dan Pengembangan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. . II. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian. dan c. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. dan III. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Badan Pendidikan dan Pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. terdiri a. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b.

Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. d. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. (3) . Monitoring dan Evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. e. rencana program jangka panjang. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Subbagian Data. rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan f. c. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Inspektorat Jenderal. Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Biro. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. b. terdiri atas: a. Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. b.

pelaporan. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. pelaporan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. penyusunan program kerja. kepegawaian. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. pelaksanaan mutasi pegawai. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian.8 (2) Subbagian Data. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 30 Biro Kepegawaian. b. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. dan kesejahteraan pegawai. e. b. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. c. dan d. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. b. Bagian Pengembangan Karier. pembinaan dan pengembangan karier. penyusunan pengembangan karier. terdiri atas: a. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. disiplin. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. d. Bagian Perencanaan Kepegawaian. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengembangan kinerja. disiplin dan kesejahteraan pegawai. . Bagian Mutasi. mutasi. penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai.

b. Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai. Subbagian Data Pegawai. dan c. kepegawaian. d. dan d. b. Subbagian Jabatan Struktural. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. Subbagian Jabatan Fungsional. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. dan e. pelaksanaan ujian dinas. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional. Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pelaporan. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. Subbagian Tata Usaha Biro. b. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. Pasal 38 (2) (3) . terdiri atas: a.9 c. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. c. penyiapan usulan pengangkatan. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. Subbagian Formasi dan Perencanaan. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. penyiapan usulan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural.

penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. Subbagian Kenaikan Pangkat. dan pemensiunan. Subbagian Administrasi Kaderisasi. b. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. pemberhentian. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. pemindahan. (3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. mutasi kader. Pasal 41 Bagian Mutasi. pemensiunan. dan c. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai. dan peninjauan masa kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. pencantuman nama gelar. Pemberhentian dan Pensiun. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai. penyiapan usulan pemberhentian. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. dan c. penyiapan ujian dinas. b. pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. Pasal 43 (2) (3) .10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. terdiri atas: a. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c. Subbagian Pemindahan. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Subbagian Pemindahan. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b.

Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian. pelaksanaan analisis jabatan. terdiri atas: a. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. pembinaan disiplin pegawai. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. dan c. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah.11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. Subbagian Disiplin. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) . dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b. b. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. pembinaan disiplin pegawai. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian.

menyelenggarakan fungsi: a.12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Bagian Kinerja. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II. dan c. Bagian Kelembagaan. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. b. dan d. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. . e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Bagian Tatalaksana. d. Pasal 49 Biro Organisasi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. dan c. c. dan f. terdiri atas: a. penyusunan program kerja. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. b. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. Bagian Analisa Jabatan. pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b. c. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaporan. b. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. a.

Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Jawa dan Kalimantan. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa dan Kalimantan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. terdiri atas: a. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Nusa Tenggara. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. dan b. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. dan c. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Maluku dan Papua.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. b. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah. metode. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaporan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. c. Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. b. Subbagian Tata Usaha Biro. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. Subbagian Sistem dan Prosedur. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . Subbagian Standardisasi. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 60 Bagian Tatalaksana. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Maluku dan Papua. Sulawesi.

Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi. terdiri atas: a. Jawa dan Kalimantan. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62.15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi. Pasal 64 Bagian Kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. Maluku dan Papua. Pasal 67 . dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. Nusa Tenggara. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum. b. Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a. (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. dan c.

perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. dan c. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. dan d. b. e. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. penyusunan program kerja. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. terdiri atas: a. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 72 . Pasal 68 Biro Hukum. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. b. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. dan f. pelaporan. c. Bagian Dokumentasi Hukum. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. d.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. dan c. b. terdiri atas: a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. pelaksanaan inventarisasi. b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian.

dan produk hukum lainnya. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Keputusan Kepala Daerah. Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. Keputusan DPRD. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. Peraturan Kepala Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. mempunyai (2) (3) (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. terdiri atas: a. Keputusan Kepala Daerah.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III. Keputusan DPRD. dan produk hukum lainnya. b. Peraturan Kepala Daerah. dan b. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri.

(3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. dan produk hukum lainnya. Maluku dan Papua. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. serta memberikan perlindungan hukum. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . Nusa Tenggara. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. b. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. dan produk hukum lainnya. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. dan c. Keputusan Kepala Daerah. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Keputusan DPRD. penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Keputusan DPRD. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Keputusan Kepala Daerah. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. Subbagian Penyelesaian Wilayah III. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. dan c.

Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Subbagian Tata Usaha Biro. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. penggandaan. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . b. dan c. informasi. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d. (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. Nusa Tenggara. terdiri atas: a. pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. informasi dan dokumentasi hukum. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. dan c.

mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. b. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. terdiri atas: a. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. protokol dan keamanan dalam. Bagian Rumah Tangga. c. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. rumah tangga. b. c. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. (2) . Bagian Keamanan Dalam. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. dan d. b. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Protokol. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha. dan d. dan c. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal.20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. Pasal 87 Biro Umum. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. c. dan d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan.

mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Pasal 97 (2) (3) . pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. rumah jabatan. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. b. penyelenggaraan kesehatan pegawai. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. ekspedisi. dan c. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris. perjalanan dinas. persiapan sarana upacara. penyiapan sarana rapat-rapat. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. dan urusan perjalanan dinas. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. dan d. Subbagian Perlengkapan. mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. terdiri atas: a. c. Subbagian Urusan Dalam. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a. serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan. kesehatan pegawai. Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b.

Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan. b. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Acara. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 98 Bagian Protokol. b. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. pelaksanaan urusan tata usaha biro. dan c. mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. dan c. terdiri atas: a. terdiri atas: a. dan c. dan c. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. pelaksanaan pengamanan personil. mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian. mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan. Subbagian Pengamanan Personil. Pasal 103 dan Komplek . Subbagian Hubungan Keprotokolan. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. Subbagian Tamu Pimpinan.

Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik. d. kepegawaian. prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik.23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. penyusunan norma. 3. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. b. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. standar. (2) (3) 2. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. c. pelaporan. Bagian Kedua .

terdiri atas: a. dan d. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. terdiri atas: a. c. Direktorat Ketahanan Ekonomi. Bagian Perencanaan. Sekretariat Direktorat Jenderal. . b. Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. terdiri atas: a. dan f. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. d. Direktorat Ketahanan Seni.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. e. Pasal 113 Bagian Perencanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. c. Budaya. b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi. Direktorat Politik Dalam Negeri. penyusunan program dan anggaran. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. urusan tata usaha dan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. Direktorat Kewaspadaan Nasional. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Agama dan Kemasyarakatan. menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. dan d. Bagian Keuangan. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan. dan c. pengelolaan perlengkapan.

mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal.25 b. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. dan c. terdiri atas: a. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. dan c. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Kepegawaian. b. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. Pasal 119 . Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. Subbagian Perundang-undangan. Subbagian Sistem dan Prosedur. penyiapan penyusunan organisasi. b. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b.

persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Perbendaharaan. . pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. dan c. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pembayaran gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. b. penatausahaan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a. dan c. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. akuntansi. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. serta verifikasi dan pembukuan. terdiri atas: a. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c. Pasal 125 Bagian Umum. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a.

e. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. d. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara. b. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. c. d. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. e. dan f. . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Subbagian Persuratan dan Arsip. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. Subdirektorat Bela Negara. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. terdiri atas: a. b.27 b. dan f. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara.

terdiri atas: a. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan.28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan . Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. b. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a. b. Seksi Penguatan Ideologi Negara. Seksi Implementasi Ideologi Negara. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. dan b. Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara.

serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. Seksi Pendidikan Bela Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan . dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. (2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b. Seksi Pemberdayaan Bela Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138.

Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. (2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b. dan b. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e.30 b. dan b. terdiri atas: a. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Seksi Kewarganegaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. terdiri atas: a. Seksi Pembauran.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. e. b. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial. d. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. b. Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. dan f. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subbagian Tata Usaha. Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. d. Pasal 155 . Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. . c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. terdiri atas: a. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a. Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing. c.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. menyelenggarakan fungsi: a.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. dan b. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. Jawa dan Kalimantan. Pasal 192 . menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali. Sulawesi. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. Seksi Wilayah II. dan b. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. menyelenggarakan fungsi: a.

Sulawesi. Nusa Tenggara. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. Maluku dan Papua. Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. Jawa dan Kalimantan. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. penyusunan laporan. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. dan b. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b.

Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. e. d. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. d. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. b. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. dan f. dan b. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. terdiri atas: a. . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik.

terdiri atas: a. Sulawesi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera. dan b. dan b. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. Maluku dan Papua. Pasal 210 . Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b. Nusa Tenggara. Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. Jawa dan Kalimantan. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. dan b. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. Seksi Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a. penyusunan laporan. Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. 2. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. prosedur. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. 3. d. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. Tugas dan Fungsi Pasal 243 1. perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. standar. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. c. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum.

penyusunan program dan anggaran. d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. b. e. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. Pasal 252 Bagian Perencanaan. Bagian Keuangan. b. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan f. dan . terdiri atas: a. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subbagian Data dan Informasi. dan d. b. urusan tata usaha dan rumah tangga. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. pengelolaan perlengkapan. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. terdiri atas: a. Bagian Umum. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. dan c. c. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. b. dan d. c. Bagian Perencanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. b.

(3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. . mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penatausahaan. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b.48 c. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. b. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Kepegawaian. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. dan c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. terdiri atas: a. Pasal 264 Bagian Umum. menyelenggarakan fungsi: a. pembayaran gaji. Subbagian Persuratan dan Arsip. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. dan c. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. b. b. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. dan c. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. .

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. d. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. e. . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. Subdirektorat Kerjasama Daerah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. dan f. dan f. Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. c. b. Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. d. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. c.

Sumatera Barat. Jawa Timur. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Jambi. Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. Banten. Sulawesi Selatan. Sulawesi Barat. dan b. Seksi Wilayah II. Maluku Utara dan Papua Barat. dan b. terdiri atas: a. Gorontalo. Kalimantan Tengah.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a. . pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Bengkulu. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. Lampung. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. pembinaan. Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Jawa Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Sulawesi Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Riau. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tenggara. Sumatera Selatan. pembinaan. Kalimantan Barat.

Maluku Utara dan Papua Barat. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Kalimantan Selatan. Seksi Wilayah II. pembinaan. Kepulauan Riau. Lampung. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. Kalimantan Barat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Selatan.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. terdiri atas: a. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Kerjasama I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. . Riau. dan b. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. Bali. Kalimantan Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah I. Gorontalo. Sulawesi Tenggara. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. Banten. Seksi Kerjasama II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Timur. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah. Sulawesi Utara. dan b. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. Jawa Barat. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. b. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah. Bengkulu. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. Jawa Timur. dan d.

Kalimantan Tengah. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Banten. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Selatan. Maluku dan Papua.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. Riau. Seksi Wilayah I. dan b. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Maluku Utara dan Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Timur. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Jawa Barat. Nusa Tenggara Barat. Gorontalo. dan b. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Sumatera Selatan. Jawa Tengah. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Seksi Wilayah II. Kepulauan Riau. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. Pasal 286 . Lampung. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Bengkulu. terdiri atas: a. Sulawesi Utara. Jambi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Kalimantan Barat. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. Sulawesi Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tenggara. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a.

Kalimantan Timur. Lampung. Seksi Wilayah I. Riau. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. dan b. Banten. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Sulawesi Barat. Seksi Wilayah II. Jawa Tengah. dan b. Gorontalo. Kalimantan Tengah. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Jawa Timur. Maluku dan Papua. Jambi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 291 (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Bali. Sulawesi Tengah.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. penyusunan laporan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Nusa Tenggara Barat. Maluku Utara dan Papua Barat. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Barat. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. Bengkulu. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Kalimantan Barat. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kepulauan Bangka Belitung. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan.

e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemindahan ibukota daerah. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Riau. b. pembakuan nama rupabumi. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Sumatera Selatan. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a. c. terdiri atas: . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Lampung. Sumatera Barat. dan f. Sulawesi Barat. Kalimantan Timur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. Jambi. Bengkulu. c. Kalimantan Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Kalimantan Barat. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan e. Sulawesi Selatan. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Kepulauan Riau. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. d. dan Sulawesi Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. perubahan nama. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. fasilitasi. b. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. dan g. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Sumatera Utara. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I.

fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. pembakuan nama rupabumi. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. dan Sulawesi Tenggara. Sulawesi Utara. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. pemindahan ibukota daerah. Bali. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Selatan. pemindahan ibukota daerah. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. Papua Barat. Seksi Wilayah IB. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. terdiri atas: a. c. Jawa Barat. d. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Riau. Jawa Barat. perubahan nama. Jawa Tengah. Jambi. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah IIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pembakuan nama rupabumi. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan . Sulawesi Tengah.56 a. Bali. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. Gorontalo. fasilitasi. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. Nusa Tenggara Timur. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Utara. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. Bengkulu. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. pemindahan ibukota daerah. perubahan nama. Maluku. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. Sulawesi Barat. Kepulauan Bangka Belitung. perubahan nama. dan b. Lampung. dan Papua. Sumatera Barat. pembakuan nama rupabumi. Kalimantan Selatan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Seksi Wilayah IA. perubahan nama. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IIB. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. dan Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. dan b. dan e. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembakuan nama rupabumi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemindahan ibukota daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi.

Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. dan Papua. Sulawesi Barat. Papua Barat. pemindahan ibukota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sumatera Utara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Jambi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Kalimantan Barat. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. Bengkulu. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. Maluku. perubahan nama. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. Kalimantan Selatan. pembakuan nama rupabumi. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. dan b. dan b. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Pasal 306 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Sulawesi Selatan. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. terdiri atas: a. Riau. Lampung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Maluku Utara. dan Sulawesi Tenggara. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301.

Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Timur. Maluku. Nusa Tenggara Timur. terdiri atas: . Sumatera Selatan. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. Jambi. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. Seksi Wilayah IA. b. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. dan Riau. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. Kalimantan Selatan. Bengkulu. Seksi Wilayah IB. Bali. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. dan Sulawesi Tenggara. Jawa Barat. Sulawesi Utara. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. b. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Sumatera Utara. Papua Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. dan c. dan b. Lampung. dan c. Sulawesi Barat. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Nusa Tenggara Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. Jawa Tengah. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I.

c. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. Papua Barat. Gorontalo. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. (2) . Seksi Wilayah IIB. Maluku Utara. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. dan melakukan urusan kepegawaian. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyusunan laporan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. Seksi Wilayah IIA.59 a. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Maluku. dan b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bali. Jawa Timur. Jawa Tengah. Jawa Barat. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. c. Subbagian Tata Usaha. dan f. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. terdiri atas: a. d. e. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional. e.60 d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. dan b. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. mempunyai tugas . Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. dan b. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil.

penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. dan b.61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. terdiri atas: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. terdiri atas: a. dan b. Seksi Program. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. Pasal 328 . (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b.

Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. monitoring dan evaluasi. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. terdiri atas: Seksi Operasional. koordinasi. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. (2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a. fasilitasi. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. monitoring dan evaluasi. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. b. koordinasi. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . menyelenggarakan fungsi: a. dan Seksi Administrasi. (2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil.

c. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. Seksi Hak Asasi Manusia. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). industri dan perdagangan.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. d. (2) . penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. terdiri atas: a.

pertanian dan lingkungan. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. Kelautan dan Kedirgantaraan. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Sumatera Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. e. Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah I. koordinasi. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. koordinasi. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. fasilitasi. tambang. Sulawesi Utara. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Pasal 340 Direktorat a. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. Kalimantan Tengah. b. Kalimantan Selatan. Riau. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. Maluku Utara dan Papua Barat. fasilitasi. f. Kalimantan Barat. . dan b. Sumatera Selatan. Banten. f. pertanian dan lingkungan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. kelautan dan kedirgantaraan. Industri dan Perdagangan Bebas. Lampung. Nusa Tenggara Timur. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. tambang. c. fasilitasi. tambang. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Kawasan dan Pertanahan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. tambang. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a. Jawa Timur. Bali. dan b. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Jambi. Sulawesi Tengah. e. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Selatan. dan Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Seksi Wilayah II. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku dan Papua. terdiri atas: a. Kepulauan Bangka Belitung. Gorontalo. Jawa Tengah. dan g. Sulawesi Tenggara. Subdirektorat Kawasan Perairan.

laut dan udara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. industri dan perdagangan bebas. Kepulauan Riau. Gorontalo. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Jambi. Sumatera Barat. Banten. Bali. Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: . terdiri atas: a. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. Sumatera Selatan. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Jawa Timur. Lampung. Kalimantan Barat. Jawa Barat. koordinasi. Maluku dan Papua. Jawa Tengah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. koordinasi. Seksi Wilayah II. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. Sulawesi Selatan. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Kepulauan Bangka Belitung. koordinasi. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Maluku Utara dan Papua Barat. fasilitasi. fasilitasi. Nusa Tenggara Timur. laut dan udara. Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. dan b. Seksi Wilayah I. Kalimantan Tengah. Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. fasilitasi. Riau Bengkulu. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b.

Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Kepulauan Riau. fasilitasi. industri dan perdagangan bebas. b.66 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. Kalimantan Selatan. Jawa Barat. Bali. Kalimantan Tengah. Banten. fasilitasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Jawa Tengah. koordinasi. Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. Jawa Timur. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tenggara. Industri dan Perdagangan Bebas. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. koordinasi. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Sumatera Barat. terdiri atas: a. fasilitasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. koordinasi. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah I. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. Maluku Utara dan Papua Barat. dan c. Lampung. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Riau Bengkulu. Kepulauan Bangka Belitung. Gorontalo. Maluku dan Papua. Sulawesi Selatan. fasilitasi. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. industri dan perdagangan bebas. Jambi. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nusa Tenggara Barat. dan . monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah I. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d.

terdiri atas: a. dan b. Kelautan dan Kedirgantaraan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. koordinasi. Sumatera Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah I. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Kalimantan Timur. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. Banten. Seksi Wilayah II. Jambi. Sulawesi Selatan. kelautan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Sulawesi Utara. kelautan dan kedirgantaraan. fasilitasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Kalimantan Selatan. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. Bali. Maluku dan Papua. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e. Maluku dan . Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. penataan kawasan khusus. Jawa Tengah. kelautan dan kedirgantaraan. penataan kawasan khusus. Sulawesi Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. Kalimantan Barat. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Jawa Timur. Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. Lampung. Maluku Utara dan Papua Barat. Kalimantan Timur. Banten. Sumatera Selatan. Riau Bengkulu.67 b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. fasilitasi. dan b. Jambi. Jawa Barat. Gorontalo. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara. penyelesaian sengketa pertanahan. Jawa Tengah. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. dan kedirgantaraan. Daerah Istimewa Yogyakarta. fasilitasi. penyelesaian sengketa pertanahan. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. Seksi Wilayah II. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan.

kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. Bali. Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Organisasi. Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. sistem dan prosedur. Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a. Jawa Timur. Sistem dan Prosedur. Riau Bengkulu. dan e. fasilitasi. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Sulawesi Tengah. penyusunan laporan. Kalimantan Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. b. Maluku Utara dan Papua Barat. Lampung. d. dan e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Jawa Barat. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. dan melakukan urusan kepegawaian. c. Sulawesi Utara. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 365 . d. koordinasi. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat.68 Papua. Kalimantan Selatan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perundang-undangan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.74 c. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. pelaksanaan urusan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Subbagian Kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. terdiri atas: a. Subbagian Sistem dan Prosedur. b. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. . b. dan c. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. pembayaran gaji. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c. b. penatausahaan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. penyiapan penyusunan organisasi. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal.

Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. perencanaan pembangunan. koperasi. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. penanaman modal. dan c. b. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. b. perdagangan. pemberdayaan masyarakat desa. terdiri atas: a. pertanian. tata ruang.75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. dan c. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. usaha kecil dan menengah. komunikasi dan . mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. kehutanan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. lingkungan hidup. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Persuratan dan Arsip. pertanahan. Pasal 403 Bagian Umum.

Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. terdiri atas: a. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a. standar. dan c. I/3. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. menyelenggarakan fungsi: a. I/4. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. standar. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. b. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. ketahanan pangan. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. pendidikan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.76 informasi. I/5. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang I/1B. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. standar. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e. menyelenggarakan fungsi: a. perumahan. dan . perindustrian. penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. ketahanan pangan. dan pemberdayaan masyarakat desa. dan b. Subbagian Tata Usaha. prosedur dan kriteria. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. terdiri atas: a. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. b. dan kriteria pelaksanaan urusan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Seksi Bidang I/1A. prosedur. I/2. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. I/1.

terdiri atas: a. standar. standar. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. lingkungan hidup. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan b. lingkungan hidup. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Seksi Bidang I/2A. prosedur dan kriteria. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Seksi Bidang I/2B. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. standar. menyelenggarakan fungsi: a. usaha kecil dan menengah. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penanaman modal dan perdagangan. tata ruang dan kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. penyusunan norma. Pasal 417 . dan tata ruang. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. perencanaan pembangunan. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3.

dan . terdiri atas: a. dan c. b. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. terdiri atas: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. usaha kecil dan menengah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. standar. penyusunan norma. Seksi Bidang I/4A. standar. standar. Seksi Bidang I/3A. (2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. b. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Seksi Bidang I/3B. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. prosedur dan kriteria. pendidikan dan perindustrian. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. b. informasi dan perindustrian. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang I/5B. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.79 b. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. Pasal 428 . prosedur dan kriteria. pekerjaan umum. Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. standar. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. terdiri atas: a. standar. penyusunan norma. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang I/5A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a. standar. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang I/4B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. kependudukan dan pencatatan sipil. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5.

perangkat daerah. Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. energi dan sumberdaya mineral. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. II/5. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyusunan norma. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. prosedur. otonomi daerah. b. dan sosial. Subbagian Tata Usaha. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. pemerintahan umum. kelautan dan perikanan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. dan kepegawaian. perhubungan. dan kriteria pelaksanaan urusan. II/2. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. arsip. II/3. kebudayaan. perpustakaan.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pemerintahan umum. perangkat daerah. persandian. pariwisata. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. Pasal 433 II/1. otonomi daerah. administrasi keuangan daerah. administrasi keuangan daerah. standar. dan d. kepegawaian. II/4. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. standar. kepemudaan dan olahraga. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. dan .

administrasi keuangan daerah. Seksi Bidang II/2B.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. standar. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. standar. perangkat daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan b. dan c. standar. Seksi Bidang II/ 1A. penyusunan norma. Seksi Bidang II/2A. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. fasilitasi penyusunan . dan c. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. standar. b. prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. terdiri atas: a. dan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan.

prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial. Seksi Bidang II/3B. prosedur dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan. standar. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. b. standar. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. penyusunan norma. kebudayaan dan pariwisata. arsip dan perpustakaan. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga.82 standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. arsip dan perpustakaan. kepemudaan dan olahraga. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. dan b. Seksi Bidang II/3A. dan c.

menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. prosedur dan kriteria. standar. b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. b. dan c. standar. Seksi Bidang II/4A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. dan persandian dan statistik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/4B. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. kelautan dan perikanan. Seksi Bidang II/5A. dan c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria. Seksi Bidang II/5B. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. standar. dan b. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. . Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. standar. dan b. penyusunan norma.

Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. sumber daya mineral dan persandian. c. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. (2) . dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyusunan laporan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. standar. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. standar. perikanan dan statistik. menyelenggarakan fungsi: a.84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. b. otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. dan d.

Bengkulu. Kalimantan Timur. Bali. f. Seksi Wilayah IA. Jambi. Seksi Wilayah IB. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. Riau. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Tengah. Bali. Kalimantan Timur. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. Jawa Timur. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. dan Subbagian Tata Usaha. Sulawesi Barat. Sulawesi Tenggara. e.85 b. Sulawesi Tengah. Sumatera (2) . Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Nusa Tenggara Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. d. c. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Timur. Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. terdiri atas: a. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Papua Barat. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Jawa Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. dan b. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. Jambi. Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. dan b. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Jawa Barat. dan Papua. Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Maluku. Banten. Seksi Wilayah IIB. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. Lampung. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah IIA: dan b. Pasal 467 (2) . pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. Sulawesi Utara.86 Selatan. Kalimantan Selatan. dan Maluku. Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. terdiri atas: a. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. Sulawesi Utara. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Kalimantan Barat. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. Kalimantan Selatan. Jawa Barat. Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Banten. Gorontalo. Nusa Tenggara Barat. dan Papua. Kepulauan Riau. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Seksi Provinsi Aceh. lampung. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Gorontalo. Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. pembinaan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. pembinaan. Pasal 473 Khusus Ibukota . Seksi Provinsi Daerah Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Seksi Provinsi Papua. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. pembinaan. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. dan b. dan b. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh.

DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. kabupaten dan kota. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. kabupaten dan kota. Seksi Bidang Pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. dan c. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a. Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. terdiri atas: a. kabupaten dan kota. kabupaten dan kota. dan b. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah.

terdiri atas: a. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah. e.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. DPRD dan hubungan antar lembaga. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. Jawa Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. dan e. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. c. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. b. Kepulauan Bangka Belitung. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. dan f. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. d. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. b. Kalimantan Tengah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. Sulawesi Barat dan Papua Barat. Bali. Subbagian Tata Usaha. d. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. Kabupaten dan Kota. Kalimantan Selatan. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. c. b. Sumatera Selatan. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tengah. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. Nusa Tenggara Barat. dan . Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi.90 b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Seksi Wilayah IA. Seksi Wilayah IB. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kepulauan Bangka Belitung. Bali. Kabupaten dan Kota. Kepulauan Riau. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. dan Papua Barat. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. Sulawesi Selatan. dan Maluku. Jawa Tengah. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Banten.

Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Kalimantan Timur. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. Kalimantan Selatan dan Maluku. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tenggara. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kepualauan Riau. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Nusa Tenggara Barat dan Banten. dan b. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Maluku Utara. Nusa Tenggara Timur. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Seksi Wilayah IIB. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. terdiri atas: a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. Jawa Timur. Bengkulu. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. b.91 c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 490 . Seksi Wilayah IIA. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Selatan. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan.

monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. Seksi Wilayah IVA. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. dan .92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Nusa Tenggara Timur. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Utara. Gorontalo. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IIIB. b. dan b. Seksi Wilayah IIIA. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Lampung. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Maluku Utara. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. Kalimantan Barat. dan c. Kabupaten dan Kota. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Papua. Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. Jawa Barat. dan Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d. terdiri atas: a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan.

dan Papua.93 b. Sulawesi Utara. . dan b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Barat dan Gorontalo. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Barat. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. fasilitasi. Seksi Wilayah IVB. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. terdiri atas: a. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah. Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. Seksi Asosiasi Daerah. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah.

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. mempunyai tugas . menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. terdiri atas: a. d. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. c. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Subbag Tata Usaha. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan f. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. penyusunan laporan. Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. e. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. dan e.

e. dan f. Seksi Wilayah IA. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. Daerah Istimewa Yogyakarta. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. b. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. dan b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Sumatera Selatan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan Maluku Utara. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Maluku Utara. d. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan. mempunyai tugas . Seksi Wilayah IB. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Selatan. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. kabupaten dan kota daerah.

dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. d. Seksi Wilayah IIB. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. Pasal 512 . evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. terdiri atas: a.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. e. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. b. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Jawa Barat. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. dan f. dan b. Seksi Wilayah IIA. kabupaten dan kota daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Bengkulu. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Bali. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Bali dan Papua. Sulawesi Tenggara. dan Papua.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. terdiri atas: a. b. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. Pasal 516 . Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. dan b. e. Sumatera Barat. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Lampung. Seksi Wilayah IIIA. Seksi Wilayah IIIB. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jawa tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Lampung dan Kalimantan Tengah. d. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.

Sulawesi Utara. Banten. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan Papua Barat. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. terdiri atas: a. Banten. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. e. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. Sulawesi Utara dan Papua Barat. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. b. dan b. Seksi Wilayah IVB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. . Seksi Wilayah IVA. Kalimantan Timur. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. dan f. Kepulauan Bangka Belitung. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri.

kabupaten dan kota daerah. c. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Sulawesi tengah dan Maluku. d. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Jambi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. Pasal 524 . dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. Maluku. b. Kalimantan Barat. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Seksi Wilayah VA. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b. Seksi Wilayah VB. Kalimantan Barat. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. dan Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan b. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Sulawesi tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. c. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan laporan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. 2. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. terdiri atas: . penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 3. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. dan f. d. b. dan melakukan urusan kepegawaian. standar. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah.

terdiri atas: a. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. dan Direktorat Penataan Perkotaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. b. Subbagian Data dan Informasi. dan c. b. f. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Umum. Direktorat Pengembangan Wilayah. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. e. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. Pasal 535 . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. pengelolaan perlengkapan. Bagian Keuangan. c. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529. Pasal 534 Bagian Perencanaan. c. b. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. d. urusan tata usaha dan rumah tangga. penyusunan program dan anggaran. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Bagian Perencanaan. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup.101 a. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. b. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja.

terdiri atas: a. b. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. Subbagian Perundang-undangan.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. b. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan penyusunan organisasi. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. dan c. Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. penatausahaan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. Subbagian Sistem dan Prosedur.

Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. b. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. Pasal 546 Bagian Umum. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. . menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. pelaksanaan urusan perbendaharaan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. b. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544.103 a. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. b. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d. Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pembayaran gaji. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. dan c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan c. Subbagian Persuratan dan Arsip. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. terdiri atas: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali. Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. dan f. d. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. Subbagian Tata Usaha. Maluku dan Papua. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. Pasal 552 . Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. dan f. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. b. b. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi.

terdiri atas: a. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IIB. Sumatera Barat. dan b. dan b. Seksi Wilayah IB. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. Jambi. terdiri atas: a. Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Bangka Belitung. Seksi Wilayah IA. dan b. dan b.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Lampung. dan Kepulauan Riau. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh. (2) . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera. dan Bengkulu. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a.

Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. Seksi Wilayah IIIB. dan Bali. dan b. Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III. Seksi Wilayah IIIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. terdiri atas: a. daerah di wilayah Kalimantan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan. Jawa Timur. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) .

dan Gorontalo.107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. Sulawesi Tengah. dan Sulawesi Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah IVA. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. dan Papua. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. Sulawesi Utara. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. terdiri atas: a. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. menyelenggarakan fungsi: (2) . Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. Seksi Wilayah IVB. menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. dan b. dan Papua. dan Papua. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. Papua dan Papua Barat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c. Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. Seksi Wilayah VB. dan melakukan urusan kepegawaian. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara.108 a. Maluku. Seksi Wilayah VA. menyelenggarakan fungsi: (2) . Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Maluku.

c. Nusa Tenggara. b. dan f. fasilitasi. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. terdiri atas: a. . menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Laut dan Pulau-pulau Kecil. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. Subdirektorat Wilayah Tertinggal. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. b. c. d. Seksi Wilayah IA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. terdiri atas: a. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. Subdirektorat Wilayah Pesisir. d. Subbagian Tata Usaha. e. Sumatera Utara.109 a. Seksi Wilayah IB. dan f. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan. e. Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. laut dan pulau-pulau kecil. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. Sulawesi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. Bali. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II.

Gorontalo. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah IIB. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. Seksi Wilayah IIA. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. fasilitasi. Sumatera Selatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. Bali. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . Bengkulu. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara. Jawa Timur dan Bali. Maluku Utara. dan b. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Maluku. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. Maluku dan Papua. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. dan b. Sulawesi Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. Kalimantan Barat. terdiri atas: a. Sulawesi.110 Sumatera Barat. Lampung. Sulawesi Tenggara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Sulawesi Barat. Jawa Tengah. Papua dan Papua Barat.

Pasal 590 (2) . Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Prasarana dan Sarana. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. terdiri atas: a. Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. kapasitas kelembagaan. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. kapasitas kelembagaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. dan b. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. penyiapan data. serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. Seksi Sosial Ekonomi. potensi. Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. mempunyai tugas menyiapkan data. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Seksi Pengembangan Data. dan b. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal.

Seksi Pulau-pulau Kecil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . fasilitasi. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. menyelenggarakan fungsi: a.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. laut dan pulau-pulau kecil. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut. dan b. Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. Seksi Pesisir dan Laut. Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b. Laut dan Pulau-pulau Kecil. dan b.

b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. f.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599. terdiri atas: a. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. pemanfaatan tata ruang wilayah. e. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Pasal 601 a. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. c. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. b. d. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. dan f. e. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d.

terdiri atas: a. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. Bali. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. Maluku. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan. pemanfaatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. perencanaan.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. dan b. Seksi Wilayah II. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa. fasilitasi perencanaan. Nusa Tenggara. perencanaan. dan Papua. perencanaan. dan Papua. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. Sulawesi. pemanfaatan. perencanaan. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. dan b. pemanfaatan. Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. Maluku. Seksi Wilayah I. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Bali. Seksi Wilayah I. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Konservasi. Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. dan b. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. terdiri atas: a.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Rehabilitasi. bahan perumusan tugas serta serta (2) . fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. instrumen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. mempunyai tugas menyiapkan data.

Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. dan Papua. Maluku. Nusa Tenggara. dan b. Nusa Tenggara. Bali. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. instrumen. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. Seksi Wilayah I. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. penyusunan laporan. Seksi Wilayah II. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan melakukan urusan kepegawaian. pengawasan. (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. menyelenggarakan fungsi: a. potensi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Papua. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas menyiapkan data.116 kebijakan. Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. Sulawesi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. terdiri atas: a. Maluku. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. pengawasan.

Seksi Identifikasi Produk Unggulan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. d. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. dan f. . Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. dan b. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. Seksi Pengembangan Produk Unggulan. Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. d. b. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah. menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. terdiri atas: a. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kemitraan Usaha. e. b. dan b.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. dan b. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. Seksi Investasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. terdiri atas: a. Seksi Promosi. serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a. Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. (2) (2) . serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi.

Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. dan b. Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. menyelenggarakan fungsi : a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. Maluku. terdiri atas: a. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. Sulawesi. Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. Seksi Pengelolaan. dan b. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Bali. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah I. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) .

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b. menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. Seksi Pengembangan Kelembagaan. Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. penyusunan laporan.120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan. dan b.

Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. b. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. Seksi Pengendalian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. dan f. e. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Perencanaan. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. dan f. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan b. . terdiri atas: a.121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. terdiri atas: a. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. e. d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan.

pemeliharaan lingkungan perkotaan. fasilitasi. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. penyiapan bahan perumusan kebijakan.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. Seksi Lingkungan Perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b. dan b. Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c. terdiri atas: a.

fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. dan b. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. . koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. dan b.123 a. Seksi Sarana Prasarana. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. fasilitasi. pemeliharaan lingkungan perkotaan. fasilitasi. Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. dan b. Seksi Lingkungan Perkotaan. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lingkungan Perkotaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Seksi Sarana Prasarana. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan b. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan melakukan urusan kepegawaian. fasilitasi.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. prosedur. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a. 6. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. penyusunan norma. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. standar. terdiri atas: a. b. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. e. . mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. dan f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. d. d. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. c. c. menyelenggarakan fungsi: 5.125 4. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. b.

Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal. urusan tata usaha dan rumah tangga. dan f. dan h. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b. menyelenggarakan fungsi: d. f. pengelolaan perlengkapan. e. Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. Pasal 677 Bagian Perencanaan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. g. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b. penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: d. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. terdiri atas: e. Bagian Umum. Subbagian Data dan Informasi. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. dan f. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. Pasal 680 . Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja.126 e. dan h. f. Bagian Keuangan. g.

mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. e. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. pelaksanaan urusan perbendaharaan. terdiri atas: d. dan f. Subbagian Sistem dan Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. pembayaran gaji. . dan f. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. menyelenggarakan fungsi: d. Subbagian Perundang-undangan.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. dan f. Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. e. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. penatausahaan. e. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. e. menyelenggarakan fungsi: d. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan.

e. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 692 . dan f. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d. e. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. menyelenggarakan fungsi: d. Subbagian Persuratan dan Arsip. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. Pasal 689 Bagian Umum. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. terdiri atas: d. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan.

Seksi Pengembangan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. d. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. e. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. e. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. b. c. terdiri atas: a. c. d. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. . dan f. b. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. Seksi Pengembangan Kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. dan b. dan f. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa.

serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. Seksi Penataan Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. Seksi Penataan Kewenangan. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. dan b.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa. dan b. terdiri atas: a. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan.

serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas. Pasal 711 . Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. Seksi Keuangan Desa. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Seksi Aset Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa.

Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. menyelenggarakan fungsi: (2) . serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c. dan b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat. terdiri atas: a.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. d. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. c. (2) . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. b. Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. dan b. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. e. Seksi Kerjasama. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. c. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat.133 a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. dan b. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. terdiri atas: a. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b.134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. dan b. Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. Pasal 729 (2) . Seksi Evaluasi Kinerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. Seksi Pengembangan Metode. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. dan b. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat.

Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. Seksi Identifikasi dan Analisa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. dan b. Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan. (2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b. Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. terdiri atas: a. Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. Seksi Penataan Kawasan Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a.135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b.

dan b. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. terdiri atas: a.136 a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. . Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Seksi Pengembangan Kurikulum. dan b. Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. b. menyelenggarakan fungsi: a. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan.

Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. terdiri atas: a. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan. Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subbagian Tata Usaha. d. b. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. (2) . c. e. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat . Subdirektorat Budaya Nusantara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial. e. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan.137 c. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan b. terdiri atas: a.

perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. dan b. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. terdiri atas: a. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. Seksi Pemberdayaan Keluarga. serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Perlindungan Perempuan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. Seksi Kesejahteraan Keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b. terdiri atas: a. (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. dan b. menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. terdiri atas: a. dan b. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Seksi Penanganan Masalah Sosial. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan b. penyusunan laporan. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. c. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a. e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. dan melakukan urusan kepegawaian. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. (2) (2) . dan f. terdiri atas: a. Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat.140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. dan Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. terdiri atas: a.Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a.141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Seksi Lumbung Pangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. dan b. Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. b. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. c. menyelenggarakan fungsi: (2) .

Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b. terdiri atas: a. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. Seksi Informasi Pasar. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. dan b. (2) (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. dan b. Seksi Diversifikasi Pasar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a.142 a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi.

Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. dan b. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. dan (2) . menyelenggarakan fungsi: a. terdri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga. terdiri atas: a. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. e. c. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. b. penyusunan laporan. Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d.144 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 789 (2) . dan f. menyelenggarakan fungsi: a.

Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. b. Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. dan f. terdiri atas: a.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. Seksi Rehabilitasi Lingkungan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan. Subbagian Tata Usaha. terdiri atas: a. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. d. c. e. dan b. Seksi Konservasi Kawasan. Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. dan b. Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. Seksi Sumber Daya Lahan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. terdiri atas: a.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan. terdiri atas: a. Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. dan b. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. Seksi Sumber Daya Pesisir. dan b. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c. Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. (2) . Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a. Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b.

dan b. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b. Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) . Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e. Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a. dan b.147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan.

dan b. Pasal 383 (2) 2. terdiri atas: a. Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Seksi Kerjasama. Seksi Pemasyarakatan. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. penyusunan laporan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. menyelenggarakan fungsi: a. . tugas dan fungsi Pasal 382 1. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. 3. Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan.

d. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. standar. dan f. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. . Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. pencatatan sipil. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. e. terdiri atas: a. d. c. pengelolaan informasi administrasi kependudukan. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. b. prosedur. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Direktorat Pencatatan Sipil. penyusunan norma. pencatatan sipil. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. pencatatan sipil. b. Direktorat Pendaftaran Penduduk. dan mobilitas penduduk. c. pencatatan sipil. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. kualitas. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a. e. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan.

c. Subbagian Data dan Informasi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. terdiri atas: a.150 b. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan program dan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Pasal 391 Bagian Perencanaan. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. dan c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Bagian Keuangan. dan c. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. b. urusan tata usaha dan rumah tangga. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Bagian Umum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. dan d. b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Perencanaan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 394 . Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. b. pengelolaan perlengkapan. dan d. pelaksanaan pengelolaan keuangan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian.

Subbagian Perundang-undangan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. penatausahaan. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan. b. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a. dan c. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. dan c. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. b. Pasal 400 . akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. b. terdiri atas: a.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Kepegawaian. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. dan c. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Sistem dan Prosedur. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi.

. pembayaran gaji. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b. Subbagian Persuratan dan Arsip. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. dan c. terdiri atas: a. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. b. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. Pasal 403 Bagian Umum. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip.

dan f. e. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan.153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. terdiri atas: Seksi Biodata. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. c. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. b. b. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. e. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. b. Subdirektorat Identitas Penduduk. Subdirektorat Monitoring. b. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. melaksanakan monitoring. Evaluasi dan Dokumentasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi . Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. d. Pasal 411 (1) Seksi Biodata. Subdirektorat Identitas Penduduk. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. Pasal 410 a. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. dan f.

154 pelaksanaan pelayanan biodata. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas. nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b. Pasal 417 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI. Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. terdiri atas: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI. (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. dan c. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat. b. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI.

dan b. d. (2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. b. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. dan e. c. terdiri atas: a. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. dan b. Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas.

Seksi Dokumentasi. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring. terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. dan b. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. b. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk.156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) . rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. penyusunan laporan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Evaluasi dan Dokumentasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam. Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk.

Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a.157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. b. Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. c. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. e. Subdirektorat Monitoring. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. b. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil. c. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. dan f. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Evaluasi dan Dokumentasi. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. d. dan . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. dan f.

Seksi Kelahiran.158 d. perkawinan dalam dan (2) rangka . penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran. dan d. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. c. dan b. Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a. dan b. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. terdiri atas: a. terdiri atas: a. pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Seksi Kematian. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian. menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. pengakuan dan pengesahan anak. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. Seksi Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. c. pengakuan dan pengesahan anak. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. b.

Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil. monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. Evaluasi dan Dokumentasi. yang meliputi pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. terdiri atas: . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. perkawinan dan lain-lain. Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. c. menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran. b. c. b. permohonan pewarganegaraan. terdiri atas: a.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.161 a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. e. penyusunan laporan. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: (2) . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan Seksi Dokumentasi. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b. Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. dan melakukan urusan kepegawaian. b. Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. b.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. c. e. d. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Evaluasi dan Dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. b.162 a. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. dan (2) . Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Seksi Infrastruktur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan. f. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a. dan Subbagian Tata Usaha. dan b. Subdirektorat Monitoring. Seksi Sistem dan Aplikasi. b. dan c. b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan. Seksi Sistem Kelembagaan. dan b. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. Seksi Sumberdaya Manusia. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan. (2) (2) . Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. dan d. terdiri atas: a. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan.163 c. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b. b.

dan d. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. dan dokumentasi informasi kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. menyelenggarakan fungsi: a. c.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. c. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring. Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. b. dan b. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. dan (2) . Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. terdiri atas: a. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan. Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Evaluasi dan Dokumentasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. d. c. dan melakukan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. Pasal 479 informasi (2) . b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. dan f. pelaksanaan kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk.165 d. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. e. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan. penyusunan laporan. Seksi Monitoring dan Evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. Seksi Dokumentasi.

dan b. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. terdiri atas: a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. terdiri atas: a. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. d. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. Subdirektorat Kualitas Penduduk. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. . Monitoring dan Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. struktur dan komposisi penduduk. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. c. b. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk. remaja dan pemuda. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. e. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. Seksi Analisis Jumlah. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b.166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. dan c. struktur dan komposisi penduduk. Struktur dan Komposisi Penduduk.

167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. dan c. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. kota dan desa. remaja dan pemuda. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. Pasal 492 . Remaja dan Pemuda. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a. dan b. (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. terdiri atas: a. terdiri atas: a. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk.

168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk. dan c. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. b. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 498 . Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. dan b. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk.

terdiri atas: a. d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. Evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. b. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. terdiri atas: . Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930.169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. c. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. dan b. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah.

d. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. (2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. b. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. . Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. e. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a.170 a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. dan b. f. Subdirektorat Proyeksi Penduduk. Subdirektorat Indikator Kependudukan. c.

Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. dan d. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan.171 b. terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan. dan d. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941. dan b. dan b. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. . c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan.

Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. c. Nirlaba dan Usaha Swasta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan b. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. b. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyerasian Lembaga Internasional. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. Pasal 521 . Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. dan d. nirlaba dan swasta.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. b. dan b. dan kabupaten/kota. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. terdiri atas: a. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. Tugas dan Fungsi Pasal 954 4. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. dan d. menyelenggarakan fungsi: a. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) . Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a.

6. penatausahaan. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. h. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan. dan k. Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. d. pedoman pengelolaan kekayaan daerah. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. j. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. i. Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. b. prosedur. Direktorat Anggaran Daerah. c. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. dan kriteria di bidang keuangan daerah. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah.174 5. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. pelaksanaan. e. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. menyelenggarakan fungsi: . dan f. lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. terdiri atas: g. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. manajemen pajak daerah. standar. pinjaman dan hibah daerah.

Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. penyiapan data dan informasi. terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. dan c. dan d. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. dan d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. c. b. . b. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Data dan Informasi. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. b. dan c. penatausahaan. Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. a. pengelolaan perlengkapan. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. Bagian Keuangan. c. evaluasi dan pelaporan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penyusunan Program. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. b. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. kepegawaian dan urusan rumah tangga. Pasal 963 Bagian Perencanaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Perencanaan. penyusunan perencanaan program. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana . Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. pelaksanaan akuntansi. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. Pasal 967 Bagian Keuangan. pembayaran gaji. menyelenggarakan fungsi: a. b. dan e.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. pelaksanaan urusan rumah tangga. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. c. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. dan c. perencanaan anggaran. terdiri atas: a. terdiri atas: a. b. Subbagian Anggaran. d. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. b. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan c. Subbagian Perlengkapan. rumah tangga dan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. dan c. b. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. Pasal 971 Bagian Umum. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. pembinaan tata usaha Direktorat. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. c. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. (2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b. d. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. penyimpanan. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris. pelaksanaan urusan surat menyurat. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan ketatausahaan. meliputi urusan keamanan dalam. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. Pasal 975 Bagian Tata Usaha.177 kebutuhan dan pengadaan. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. dokumentasi. (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c. terdiri atas: a. dan e. b. dan c. pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. perjalanan dinas. . mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. Subbagian Persuratan. pengelolaan perpustakaan. b. mempunyai tugas melakukan urusan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha pimpinan dan kearsipan.

pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. c. d. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan . dan f. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. b. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. terdiri atas: a. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. Sulawesi Barat. dan d. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. c. e. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Gorontalo. dukungan teknis. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I.178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. e. dan f. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Jambi. dan Papua. Papua Barat. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. Seksi Wilayah IA. serta data dan informasi anggaran daerah. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. d.

terdiri atas: a. Jambi. (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Bali. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. c. dan d. Jawa Tengah. Bengkulu. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Seksi Wilayah IB. Seksi Wilayah IIA.179 b. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Sulawesi Utara. dan Maluku. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. Gorontalo. b. Papua Barat dan Papua. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. Seksi Wilayah IIB. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. dan Sulawesi Barat. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi.

standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan b. b. dan d. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. Pasal 991 (2) . Seksi Wilayah IIIA. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Seksi Wilayah IIIB. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Sulawesi Utara dan Bali. Jawa Barat dan Maluku. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara.180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. c. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Sulawesi Tengah. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b. Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. Jawa Timur. b. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Seksi Wilayah IVB. dan Maluku Utara. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. menyelenggarakan fungsi: a. c. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Banten. Seksi Wilayah IVA. Nusa Tenggara Timur. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan b. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. Kalimantan Barat. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Selatan. terdiri atas: a. dan Sulawesi Tenggara. Sumatera Barat. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Lampung. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah.

penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. penyusunan laporan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. Seksi Sinkronisasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. dukungan teknis. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. dan Maluku Utara. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. c. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. dan Banten. serta penyusunan laporan keuangan daerah. penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. penyusunan tatalaksana anggaran daerah. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur. Sumatera Barat. Lampung. Kalimantan Barat. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. penyiapan data dan informasi. penyiapan data. terdiri atas: a. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. Seksi Dukungan Teknis. dan b. . Sumatera Selatan.

penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. bimbingan teknis. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. kerjasama daerah. pengelolaan kekayaan daerah. koordinasi. bimbingan teknis. pinjaman. k. . penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. dan penyertaan modal daerah. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. koordinasi. obligasi daerah dan dana bergulir. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. Badan Layanan Umum Daerah. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. c. badan usaha milik daerah. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. d. penyiapan perumusan kebijakan. h. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. investasi dan kekayaan daerah. fasilitasi. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. i. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. standardisasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. standardisasi. pelaksanaan bimbingan teknis. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. g. hibah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi. dan l. dan investasi daerah dan penyertaan modal. retribusi daerah. terdiri atas: a. b. j. b. penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. Kepulauan Riau. bimbingan teknis. Sulawesi Utara. . Gorontalo. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Utara. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Papua Barat. Jawa Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. dan Maluku Utara. Sulawesi Tenggara. d. standardisasi teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Daerah Istimewa Yogyakarta. e. Sulawesi Selatan. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Jawa Barat. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. Seksi Wilayah I. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. Bali. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. Lampung. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Tengah. dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Nusa Tenggara Barat. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. Maluku. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah II. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. pemantauan. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. pemantauan. c. Kepulauan Bangka Belitung. analisis dan evaluasi. Sulawesi Tengah. fasilitasi. Sumatera Barat. bimbingan teknis. dan d.184 c. Sumatera Selatan. terdiri atas: a. dan Papua. Jambi. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Kalimantan Barat. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. Jawa Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. f. koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. Kalimantan Timur. standardisasi. dan b.

bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. bimbingan teknis. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Selatan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Selatan. dan c. standardisasi teknis. terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. analisis. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jambi. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan. Banten. Sulawesi Barat. Sumatera Utara. Bengkulu. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. Sulawesi Tenggara. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi teknis. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. dan Papua. . dan Maluku Utara. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. dan b. Jawa Barat. Lampung. Maluku. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c. Bali. analisis. Kalimantan Tengah. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Seksi Wilayah II. fasilitasi serta bimbingan teknis.185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. Gorontalo. Jawa Timur. Sulawesi Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah I. Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara. Papua Barat. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. Sumatera Barat.

b. Seksi Wilayah I. terdiri atas: a. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Sumatera Utara. Kepulauan Riau. Maluku. prosedur dan kriteria. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Selatan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. c. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. Nusa Tenggara Barat. dan Papua. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. pembinaan pelaksanaan kebijakan. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. dan c. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. . standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tenggara. Gorontalo. dalam melaksanakan tugas. Jambi. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Bali. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Seksi Wilayah II. Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a. Nusa Tenggara Barat. dan b. Sulawesi Utara. Lampung. Kalimantan Timur. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. dan Maluku Utara. dan b. Jawa Timur. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. Kalimantan Barat. Bengkulu. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Banten. Sulawesi Tengah. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. Daerah Istimewa Yogyakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. terdiri atas: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah.186 b. Jawa Barat. Papua Barat. standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a.

Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. Maluku. terdiri atas: a. obligasi daerah. Bali. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Jawa Barat. Bengkulu. dan b. Kepulauan Riau. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. Sulawesi Utara. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. Sumatera Selatan. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. Jawa Tengah. standardisasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah II. dan e. Sulawesi Barat. dan Papua. Lampung. Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. d. pemantauan. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. obligasi daerah. Kalimantan Selatan. b. Pasal 1023 . Sulawesi Tenggara. dan dana bergulir. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Selatan. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. bimbingan teknis. dan dana bergulir. menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi di bidang pinjaman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumatera Barat. Banten. dan Maluku Utara. Sulawesi Tengah. hibah. Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. Jambi. dan pernyertaan modal daerah. Papua Barat. Kepulauan Bangka Belitung.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. Kalimantan Tengah. Sumatera Utara. Kalimantan Barat. Seksi Wilayah I. c.

Kepulauan Riau. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. obligasi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. dan melakukan urusan kepegawaian. monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya. Kalimantan Timur. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. Sumatera Selatan. Papua Barat. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. d. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. b. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Sulawesi Tengah. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1027 . Maluku. dan Maluku Utara. dan Papua. Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. Lampung. Daerah Istimewa Yogyakarta. obligasi daerah. c. Bali. e. Sumatera Utara. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Tenggara. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Jawa Timur. Banten. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Barat. hibah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. hibah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. dan f. Sulawesi Barat. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Kalimantan Tengah.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Barat. Gorontalo. Bengkulu. Kalimantan Barat. Kepulauan Bangka Belitung. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Jambi. Sulawesi Selatan.

koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. bimbingan teknis. Kalimantan Barat. Banten. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Maluku. Kepulauan Riau. dan Maluku Utara. Sulawesi Tengah. Sulawesi Selatan. b. b. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. standardisasi teknis. bimbingan teknis. bimbingan teknis. rekonsialiasi. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Sumatera Barat. standardisasi teknis. supervisi. dan Papua. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. rekonsiliasi. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . Seksi Wilayah I.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. Bengkulu. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. Gorontalo. standardisasi teknis. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Lampung. e. Sumatera Utara. Subbagian Tata Usaha. Jawa Tengah. Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. Bali. Sulawesi Barat. supervisi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Kepulauan Bangka Belitung. dan f. Sulawesi Utara. supervisi. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. d. Seksi Wilayah II. Sumatera Selatan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. dan Sumber Daya Alam. dan b. Jambi. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. c. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. Jawa Timur. standardisasi teknis. Kalimantan Tengah. rekonsialiasi. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat.

Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. koordinasi. evaluasi dana alokasi khusus. Jawa Barat. Sumatera Selatan. dan Papua. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. b. dan Maluku Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. supervisi. dan b. bimbingan teknis. dan rekonsiliasi dana alokasi khusus. Kepulauan Bangka Belitung. standardisasi teknis. bimbingan teknis. standardisasi teknis. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. penyiapan pelaksanaan monitoring. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. perencanaan alokasi. supervisi. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Banten. koordinasi. Kepulauan Riau. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. Sulawesi Utara. Jawa Tengah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus. Bali. dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Bengkulu. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. perencanaan alokasi. perencanaan alokasi. Maluku. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. standardisasi teknis. Jambi. Seksi Wilayah I. Papua Barat. Sumatera Barat. dan c. Gorontalo. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. Sulawesi Tenggara. supervisi. Jawa Timur. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah. bimbingan teknis.190 kebijakan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Utara. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus. standardisasi teknis. . standardisasi teknis. Sulawesi Selatan. koordinasi. Daerah Istimewa Yogyakarta.

dan b. supervisi. Kalimantan Timur. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Barat. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. b. Kalimantan Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. standardisasi teknis. Jawa Timur. Sulawesi Barat. Jambi. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Gorontalo. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya. Banten. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Papua Barat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. koordinasi perencanaan dasar. Sumatera Utara. Sumatera Barat. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Jawa Tengah. standardisasi teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. penyiapan bahan perumusan kebijakan. supervisi. Seksi Wilayah II. bimbingan teknis. Sulawesi Utara. Kalimantan Tengah. bimbingan teknis. dan Papua. c. supervisi. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. dan Maluku Utara. bimbingan teknis. standardisasi teknis. Jawa Barat.191 b. Daerah Istimewa Yogyakarta. . Seksi Wilayah II. Seksi Wilayah I. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. Seksi Wilayah I. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. Maluku. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. pertimbangan penyaluran. Sulawesi Tenggara. dan c. terdiri atas: a. Lampung. Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Timur. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. Bengkulu. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. penyiapan data dan informasi. Papua Barat. Sulawesi Tengah. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. Kalimantan Selatan. serta penyusunan laporan dana perimbangan. dan Papua. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. standardisasi teknis. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. Lampung. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. Seksi Sinkronisasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Sumatera Selatan. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. supervisi. bimbingan teknis. Seksi Dukungan Teknis. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. Jambi. Kalimantan Barat. dan Maluku Utara. . penyusunan laporan. terdiri atas: a. bimbingan teknis. Banten. Bali. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. Jawa Timur. Gorontalo. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. b. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh. Sumatera Barat. Sulawesi Selatan. supervisi.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. dan b. Maluku. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. Pasal 1048 dalam 1044. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. dan c. Sumatera Utara. Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Barat. standardisasi teknis.

terdiri atas: . Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e. menyelenggarakan fungsi: . dan . dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah.f Subbagian Tata Usaha.f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah.a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. . . . . .193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. .c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah.e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. penyiapan dukungan teknis.a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah.g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah.e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. . . . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan . . Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049.c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah.

fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. Sumatera Utara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan b. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Lampung. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Riau. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Tengah. Pasal 1057 . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. Kalimantan Tengah. Bali. Sumatera Selatan. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Barat. dan Maluku Utara. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. terdiri atas: a. Maluku. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Timur. dan Papua. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Gorontalo. Seksi Wilayah II. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. Kalimantan Selatan. Jawa Barat.194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. Sulawesi Barat. Banten. Jawa Timur. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah I. Papua Barat. Bengkulu. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b.

Bali. Papua Barat. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Sulawesi Tengah. dan b. Maluku. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. Sumatera Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepulauan Riau. Sulawesi Utara. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. dan Maluku Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jawa Tengah. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Wilayah I. Kalimantan Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Jambi. Seksi Wilayah II. dan b. . Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Barat. Banten. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. Sulawesi Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Selatan. Jawa Barat. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah. dan b. Lampung. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. Sulawesi Selatan. terdiri atas: a.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. dan Papua. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Bengkulu. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Barat.

menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. dan b. Pasal 1067 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. Seksi Wilayah II. Jawa Barat. Sulawesi Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Gorontalo. Sumatera Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah I. terdiri atas: a. Jambi. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Banten. Nusa Tenggara Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b. Seksi Wilayah I. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tenggara. Seksi Wilayah II. dan b. Kalimantan Timur. dan Papua. Bengkulu. Sumatera Utara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. Kalimantan Barat. Maluku. Jawa Tengah. Lampung. Sulawesi Barat. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. dan b. Kalimantan Tengah.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Papua Barat. Jawa Timur. Sulawesi Selatan. Sumatera Selatan. dan Maluku Utara. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. Sulawesi Utara. Kepulauan Riau.

Lampung. Gorontalo. dan Maluku Utara. Kepulauan Riau. Informasi dan Pelaporan. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. dan c. Sulawesi Barat. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Jawa Timur. Banten. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Papua Barat. Kalimantan Selatan. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. Sumatera Barat. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 1071 (1) Seksi Data. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. (2) . serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. Bali. terdiri atas: a. Sumatera Utara. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. Jawa Barat. penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Nusa Tenggara Timur. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Sulawesi Selatan. Seksi Data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Timur. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Tengah. Jawa Tengah.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. b. Bengkulu. Jambi. dan b. Sulawesi Utara. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. Maluku. Kepulauan Bangka Belitung. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. Sumatera Selatan. Sulawesi Tenggara. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah.

f. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Kabupaten/Kota. d. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri. penyusunan laporan. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. 6. Sekretariat Inspektorat Jenderal. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. dan g. terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. evaluasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. pemantauan. dan kegiatan pengawasan lainnya. menyelenggarakan fungsi: a. e. b. Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Kabupaten/Kota. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. dan melakukan urusan kepegawaian. . (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kabupaten/Kota. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Kabupaten/Kota. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. revieu. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. unsur pengawas fungsional 5. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. c.

koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. mengelola perpustakaan. f. pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. dan d. dan d. penyusunan anggaran. b. e. pengelolaan. b. menyelenggarakan fungsi: a. program kerja pengawasan dan fasilitasi. b. terdiri atas: a. Inspektorat Khusus. pembinaan penyelesaian. Inspektorat Wilayah I . pengadministrasian tata usaha. Inspektorat Wilayah III . Inspektorat Wilayah II . c.199 b. Bagian Perencanaan dan Anggaran. Inspektorat Wilayah IV. pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. . d. c. pengumpulan. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. c. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. pengelolaan. analisis laporan hasil pengawasan. menyusun anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. dan penyajian laporan hasil pengawasan. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a. g. penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal.

koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. dan e. terdiri atas: a. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Subbagian Dokumentasi. dan b.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. dan b. dan e. . Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran. BPKP. b. Peraturan Perundang . penyelenggaraan kerjasama pengawasan. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. analisa. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. menganalisa data dalam rangka evaluasi. evaluasi. inventarisasi. c. Subbagian Penyusunan Program. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. Inspektorat Jenderal Kementerian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi. mempunyai tugas menyiapkan. mengumpulkan. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a. Subbagian Dokumentasi. terdiri atas: a. Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I.200 c. d.

melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. mempunyai tugas menyiapkan. mengumpulkan. Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Keuangan. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan. pengelolaan administrasi keuangan. dan (2) . Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1094 Bagian Umum. pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. dan b. pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional. dan c. menganalisa data dalam rangka evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c. pengelolaan administrasi kepegawaian. pengadministrasian dan surat menyurat. verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. terdiri atas: a. Kabupaten/Kota. terdiri atas: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. Badan Pendidikan dan Pelatihan. Kalimantan Barat. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. b. Lampung. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a.202 b. Daerah Istimewa Yogyakarta. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. c. d. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. Riau. Sulawesi Barat. pemeriksaan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. dan e. Nusa Tenggara Timur. c. Bali. perencanaan program pengawasan di wilayah II. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. Bengkulu. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Kalimantan Tengah. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. pengusutan. (2) . perencanaan program pengawasan di wilayah I. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a. Sulawesi Utara dan Maluku. Kepulauan Bangka Belitung. b.

pemeriksaan. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102. menyelenggarakan fungsi: a. c. pemeriksaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. perencanaan program pengawasan di wilayah IV.203 d. dan e. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. c. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. b. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sumatera Barat. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. d. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Kepulauan Riau. e. perencanaan program pengawasan di wilayah III. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. b. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Jambi. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. pengusutan. Aceh. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. . Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. pengusutan. Nusa Tenggara Barat. Gorontalo dan Papua. Sumatera Utara. Kalimantan Timur.

pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal. c. pemeriksaan. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor. penyusunan laporan dan urusan tata usaha. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. pengujian dan penilaian pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. pemeriksaan. pengusutan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan d. dan e.204 d. pengusutan. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Politik dan Otonomi Daerah. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan. penyusunan kebijakan teknis. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. d. dan d. Sekretariat Badan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . b. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. dan e. terdiri atas: a. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. c. pemantauan. Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. menyelenggarakan fungsi: a.

b. dan c. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi. analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a. terdiri atas: a. dan d.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. b. menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. pengkoordinasian perencanaan. pelaksanaan. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. d. pengelolaan perlengkapan. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. c. penyiapan pelaksanaan pemantauan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. penilaian. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. mempunyai tugas melakukan penyiapan . penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. pengumpulan. evaluasi kinerja. dan f. Pasal 1114 Sekretariat Badan. Bagian Keuangan. rumah tangga dan tata usaha. e. Bagian Perencanaan. b. Bagian Umum. fasilitasi kegiatan. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. b. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. terdiri atas: a. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c.

. pelaksanaan b. Pasal 1124 1114 huruf c. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. Pasal 1121 Bagian Umum. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. perjalanan dinas. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. pengolahan dan penyajian data. dan Subbagian Rumah Tangga. rumah tangga. c. surat menyurat. kearsipan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. pelaksanaan c.207 bahan penyusunan Pengembangan. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. dan keamanan dalam. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. dan urusan rumah tangga. kepegawaian. pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b. penatausahaan. kearsipan dan ekspedisi. meliputi urusan keamanan dalam. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.

Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. c. dan . Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. informasi dan dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. menyelenggarakan fungsi: a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. dan c. informasi dan dokumentasi. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. dan c. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. b. Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pembayaran gaji. penyiapan bahan pemeriksaan. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. dan d.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan.

penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b.209 c. (3) Subbagian Perpustakaan. b. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. penyiapan perumusan pembinaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . Bidang Penataan Daerah. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri. Politik. informasi dan dokumentasi. politik dan otonomi daerah. dan otonomi daerah. Informasi dan Dokumentasi. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. dan otonomi daerah. Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. dan d. dan b. Bidang Pemerintahan Daerah. Subbagian Perpustakaan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi. dan b. dan b. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. dan b. Subbidang Kesatuan Bangsa. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. Subbidang Politik. Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b. terdiri atas: a. dan b. (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. Subbidang Pemerintahan Provinsi. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. Pasal 1141 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c.211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. penyusunan laporan. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Subbidang Aparatur. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah. dan b. Subbidang Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. .

Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. dan b. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Bidang Kependudukan. c. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bidang Kewilayahan. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. penyiapan perumusan pembinaan. b. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. dan d. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Bidang Trantib dan Linmas. Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a.

Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b. dan b.213 a. (2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. (2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b. dan b. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. Subbidang Linmas. Subbidang Trantib. dan b. terdiri atas: a. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan. dan b. terdiri atas: a. Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Subbidang Penataan Wilayah.

penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. dan b. penyusunan laporan. Pasal 1161 Bidang Kependudukan. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a. (2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. Subbidang Administrasi Kependudukan. Subbidang Perkembangan Penduduk. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya.

Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. terdiri atas: a. . Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Subbagian Tata Usaha. b. c. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. penyiapan perumusan pembinaan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . Subbidang Pemerintahan Desa. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa. terdiri atas: a. Subbidang Partisipasi Masyarakat. dan b. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. dan b. Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b. dan b. Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. Subbidang Potensi Masyarakat.216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat.

Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. penyusunan laporan. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. Subbidang Keuangan Desa. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b. Subbidang Ekonomi Desa. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. dan b. . terdiri atas: a. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a. dan b. Bidang Pembangunan Daerah. penyiapan perumusan pembinaan. Bidang Keuangan Daerah. b. Subbagian Tata Usaha. Subbidang Perencanaan Pembangunan. Subbidang Sumber Daya. dan b. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. c.. dan b. dan d. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. terdiri atas: a. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Ekonomi Daerah. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah.

(2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah. Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. dan b. (2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan. Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. dan b. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Subbidang Investasi Daerah. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. dan b. dan b. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah. Subbidang Potensi Daerah.220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. terdiri atas: a. . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). a. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan.

menyelenggarakan fungsi: a. d.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. . dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. Pasal 1204 Sekretariat Badan. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. Sekretariat Badan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. d. pemantauan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. b. c. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. b. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan. b. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. c. pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. dan e. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a. dan f. rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan fungsi: a. e. Kependudukan dan Keuangan Daerah.

Bagian Perencanaan dan Anggaran. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. d. koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. c. dan c. dan e. Bagian Keuangan. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran. Pasal 1210 . Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbagian Data. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. b. dan urusan rumah tangga. Informasi dan Publikasi. dan d. b. b. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. dan e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengumpulan. Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. d. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Hukum. evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan informasi dan publikasi. Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Data. pengelolaan perlengkapan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. Subbagian Hukum. Bagian Umum. pengumpulan dan pengolahan data. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. pengolahan dan evaluasi data. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. pelaksanaan tata usaha. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. c. serta pengendalian dan pelaporan. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. kepegawaian.222 c.

laporan realisasi keuangan dan asset. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. c. terdiri atas: a. Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. validasi penerbitan surat perintah membayar. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. penatausahaan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. petunjuk operasional kegiatan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. bahan pemeriksaan. penyusunan unit akuntansi instansi. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan verifikasi. . akuntansi dan pembukuan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan urusan perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. verifikasi. pendayagunaan. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan anggaran. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. dan d. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. dan 1205 huruf b. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. pengelolaan. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. reviu laporan keuangan dan asset. revisi anggaran. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pembayaran gaji. b. Pasal 1212 Bagian Keuangan. inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran. akuntansi dan pembukuan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. penyusunan laporan realisasi anggaran. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas. usul penunjukkan bendaharawan. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan.

mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. tata usaha. Bogor. pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. Pasal 1220 Bagian Umum. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. dan c. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Asrama dan Kelas. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. Subbagian Kepegawaian. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. terdiri atas: a. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan Standar Operasional Prosedur. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. arsip dan ekspedisi. Subbagian Tata Usaha. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak.224 c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak. dan keamanan dalam. kearsipan. b. pelaksanaan urusan tata usaha. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. surat menyurat. kepegawaian. . terdiri atas: a. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. dan c. Subbagian Rumah Tangga.

perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dan d. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. e. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. evaluasi hasil pelaksanaan program. Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). terdiri atas: a. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. rencana dan program dan pedoman. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. peserta. b. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. f. penyusunan dan pengembangan kurikulum. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. c. pemantauan. Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dan g. d. c. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. (3) . pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. angkutan. pelaksanaan. Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. Bidang Kader dan Kepemimpinan. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah.

menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengembangan kurikulum. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. penyiapan fasilitas. d. kualifikasi pengajar. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. e. Subbidang Otonomi Daerah. penyusunan kualifikasi peserta. perumusan bahan pelajaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyiapan fasilitas. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. kualifikasi pengajar. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. program. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. Subbidang Pemerintahan Umum. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. dan f. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. penyusunan kualifikasi calon peserta. dan b. . pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a. b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. program.

pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. program. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan b. b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c. penyusunan dan pengembangan kurikulum. terdiri atas: a. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Kesatuan Bangsa. dan f. penyusunan kualifikasi peserta. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. . d. c. penyiapan fasilitas. Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Subbidang Politik Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. kualifikasi pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan Standar Operasional Prosedur. program. perumusan bahan pelajaran. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan fasilitas. e. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. kualifikasi pengajar.

c. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). penyiapan fasilitas. (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b. Subbidang Kepemimpinan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. program. f. program. dan g. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Kader. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. perumusan bahan pelajaran. pedoman. Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. penyusunan kualifikasi peserta. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah.228 b. d. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan laporan. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kualifikasi pengajar. . dan b. e. rumah tangga. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah.

Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. pelaksanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. c. Pasal 1243 . Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. kependudukan dan keuangan daerah. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. e. b. c. b. kependudukan dan keuangan daerah. program dan pedoman. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. evaluasi hasil pelaksanaan program. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Bidang Keuangan Daerah. kependudukan dan keuangan daerah. standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. d. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. peserta. pemantauan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. kependudukan dan keuangan daerah. metode. kependudukan dan keuangan daerah. rencana. dan f.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. b. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. dan b. penyiapan fasilitas. penyusunan Standar Operasional Prosedur. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. dan f. program. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif. program. penyusunan dan pengembangan kurikulum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. d. kualifikasi pengajar. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. perumusan bahan pelajaran. kualifikasi pengajar. penyiapan fasilitas. penyusunan kualifikasi peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi calon peserta. terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. c. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan kualifikasi calon peserta. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara. e. . penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyiapan fasilitas. kualifikasi pengajar. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. program.

(2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. b. pelaksanaan. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. rumah tangga. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. rencana. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyusunan laporan. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273.236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional. metode. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. penyusunan kurikulum. c. Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e. . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. program dan pedoman. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

program. serta pengembangan jabatan fungsional. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. peserta. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. h. c. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. . penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional.237 e. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. b. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. dan d. Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. c. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. b. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. f. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan e. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. dan b. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. g. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. evaluasi hasil pelaksanaan program. terdiri atas: a. dan i. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. dan g. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. dan b. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. kualifikasi pengajar. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. e. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . menyelenggarakan fungsi: a. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. program.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. Subbidang Keterampilan. d. penyusunan kualifikasi peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian. f. b. perumusan bahan pelajaran. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyiapan fasilitas. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. Subbidang Keahlian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi calon peserta. kualifikasi pengajar. Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. program. penyiapan fasilitas. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. terdiri atas: a. penyusunan dan pengembangan kurikulum.

dan b. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Kerjasama Luar negeri. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. dan e. penyusunan rencana. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. . d. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. rumah tangga. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. program. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. pedoman dan petunjuk teknis. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Standardisasi. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. penyusunan laporan. terdiri atas: a. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. penyusunan rencana. c.

dan hubungan antarlembaga. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. b. Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf d. Pasal 1293 Staf Ahli. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. . mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. politik. Staf Ahli Bidang Hukum. Pasal 1292 Staf Ahli. Staf Kependudukan. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Politik. Staf c. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. Staf Lembaga. (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. (4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum. BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. dan e. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Politik. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a. dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan.

Komunikasi dan Telekomunikasi. Bagian Kedua Pusat Data. dan telekomunikasi. Pusat Data. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. Pusat Kajian Kebijakan Strategik. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. Informasi. dan e. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Pasal 1299 . Pasal 1298 Pusat Data. dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2). b. Informasi. penyusunan program dan anggaran pusat. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. c. komunikasi. dan e. Informasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297. Informasi. pendayagunaan. terdiri atas: a. d. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. informasi. menyelenggarakan fungsi: a.241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. b. pengembangan. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. Pusat Penerangan. c. d. Pasal 1296 Pusat.

pelaksanaan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. kepegawaian. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. menyelenggarakan fungsi: a. Informasi. terdiri atas: a. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. b. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Program. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304. dan (2) (3) . Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. c. kepegawaian. perjalanan dinas. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. Subbagian Persuratan. dan perlengkapan. dan Subbagian Umum. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat.242 Pusat Data. c. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengelolaan Data. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. terdiri atas: a. dan c. Bidang Sandi dan Telekomunikasi. Komunikasi dan Telekomunikasi. keuangan. surat menyurat. menyelenggarakan fungsi: a. keuangan dan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. d. dokumentasi dan arsip. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. b. b.

perekaman. pendayagunaan dan pengendalian sandi. Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. pengembangan. mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. Subbidang Telekomunikasi. pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Pengolahan Data. dan b. pengolahan. pengolahan. Subbidang Penyajian Informasi. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. dan d. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. pengembangan. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi.243 b. perawatan. dan b. pengembangan. Subbidang Sandi. pelaksanaan penyajian informasi. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. c. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. pendayagunaan. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c. (2) (2) . dan penyimpanan data.

pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b. terdiri atas: a. pelaksanaan pengembangan. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. dan b. terdiri atas: tugas dan (2) . c. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subbidang Pengembangan. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengembangan. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pengumpulan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. b. pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. Pasal 1318 Pusat Penerangan. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. penyaringan. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. d.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. dokumentasi dan penerbitan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pemeliharaan. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b. dan e. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan.

dokumentasi dan arsip. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha. dan perlengkapan. b. Bagian Tata Usaha. Bidang Fasilitasi Pengaduan. dokumentasi dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. keuangan dan perlengkapan. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. b. Bidang Hubungan Masyarakat. kepegawaian. kepegawaian.245 a. Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. d. serta pelaporan. keuangan. pelaksanaan urusan surat menyurat. urusan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. dan Subbagian Umum. urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. kepegawaian. perjalanan dinas. b. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. Bidang Perpustakaan. pengetikan dan penggandaan. terdiri atas: a. c. keuangan dan perlengkapan. Subbagian Program. e. dan c. penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. Subbagian Persuratan. menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan arsip. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. c. dan (2) (3) .

Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi. Kementerian dan Daerah. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a. dan b. b. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi.246 b. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. terdiri atas: a. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. (2) dan (2) . Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan.

c. penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. dan b. mengendalikan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. b. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . mempunyai tugas melaksanakan koordinasi.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. politik hukum dan keamanan. b. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. serta perekonomian. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. pembangunan dan kemasyarakatan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. Subbidang Pelayanan. dan c. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a.

menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a. dan perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bidang Analisis Politik. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. keuangan dan perlengkapan. dan c.248 kesejahteraan rakyat. pengembangan dokumentasi. keuangan. perjalanan dinas. arsip. terdiri atas: a. politik hukum dan keamanan. arsip. b. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. dan d. kepegawaian. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. dan e. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. d. serta urusan rumah tangga. Hukum dan Keamanan. serta pelaporan. surat menyurat. kepegawaian. kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. b. keuangan dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Subbagian Umum. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. Pasal 1342 (2) (3) . b. dan d. serta perekonomian. c. Bidang Analisis Perekonomian. terdiri atas: a. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Subbagian Program. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. pelaksanaan urusan ketatausahaan. c. pelaksanaan urusan surat menyurat.

mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik. Subbidang Pusat. Pasal 1349 (2) . Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. dan b. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. dan b. hukum dan keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. terdiri atas: a. terdiri atas: a. Hukum dan Keamanan. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. dan b. Subbidang Daerah. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. dan b. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. Subbidang Pusat. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1348 Bidang Analisis Politik.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. hukum dan keamanan. hukum dan keamanan. Subbidang Daerah. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat.

dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a. dan b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. Subbidang Pusat. hukum dan keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Subbidang Daerah. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. hukum dan keamanan. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan perumusan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d. Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) .

mempunyai tugas melakukan urusan (2) . penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. terdiri atas: a. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. Subbagian Informasi dan Dokumentasi. dan e. dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. Subbagian Umum. Subbagian Pelayanan Administrasi. d. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri.dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. Bidang Kerjasama Antar Negara. Bagian Tata Usaha. c. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. dan e. pelaksanaan urusan surat menyurat. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri. c. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. pelaksanaan urusan informasi. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. pelayanan administrasi dan informasi. e. Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357.251 a. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. b. terdiri atas: a. b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian. d. dokumentasi serta perpustakaan. f. urusan kepegawaian. d. urusan surat menyurat.

fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. b. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. keuangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. kepegawaian. Subbidang Kerjasama Teknik. pedoman dan petunjuk teknis. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. serta pelaksanaan monitoring.252 surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. serta pelaksanaan monitoring. dan b. dan e. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. Subbidang Kerjasama Sister. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. c. dan perlengkapan. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. kearsipan dan ekspedisi. (2) . pedoman dan petunjuk teknis. Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. terdiri atas: a. d. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring.

terdiri atas: a. . Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. . penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. monitoring. fasilitasi. Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. pedoman dan petunjuk teknis. . dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d. (2) . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. dan b. serta pelaksanaan monitoring.253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. Subbidang Organisasi Internasional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. serta pelaksanaan monitoring. . fasilitasi. . Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. dan Organisasi .

dan d. . b. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal. pengelolaan aset. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. dan b. pengelolaan keuangan. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. Subbidang Badan Swasta Asing. Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. pedoman dan petunjuk teknis. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. serta pelaksanaan monitoring. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. c. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. serta pelaksanaan monitoring. . fasilitasi. Pasal 1375 (2) . pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. penyusunan program kerja. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. . Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373.

(2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. d. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. b. Subbagian Program. b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. dokumentasi dan arsip. keuangan dan perlengkapan. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. Subbagian Persuratan. e. Pasal 1377 Bagian Tata Usaha. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. perjalanan dinas. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. Subbagian Umum. kepegawaian. keuangan dan perlengkapan. dokumentasi dan arsip. pelaksanaan urusan surat menyurat. dokumentasi dan arsip. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. Pasal 1381 . Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a. Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan c. urusan surat menyurat.255 Pusat a. serta pelaporan. c. kepegawaian. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. keuangan. b. urusan rumah tangga. Bidang Akuntansi dan Pelaporan.

Direktorat . pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. penyiapan bahan perhitungan anggaran. b. pembinaan perbendaharaan. dan c. pembinaan dan penyusunan laporan keuangan. b. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I. dan d. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. Subbidang Verifikasi. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. Subbidang Lingkup II.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. perhitungan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. Subbidang Lingkup III. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. terdiri atas: a. Subbidang Perbendaharaan. Subbidang Lingkup I. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. Subbidang Akuntansi. pelaksanaan akuntansi. pembinaan akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan verifikasi anggaran. b. c. b. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan c. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c. dan c.

penggunaan. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. dan c. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. (2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. pelaporan dan penilaian barang milik negera. penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Subbidang Penghapusan.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penganggaran. mempunyai tugas melakukan pembukuan. penghapusan. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. pengadaan. . perhitungan anggaran. penyiapan penghapusan barang milik negara. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. dan pemanfaatan barang milik negara. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. Subbidang Pengadaan Barang. Inspektorat Jenderal. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. mempunyai tugas melakukan pemindahan. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. perhitungan anggaran. dan c. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c. b. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Penatausahaan Barang. inventarisasi. b. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. pengamanan.

Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa. b. dan c. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392. Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. (2) . di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional. (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a.

Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya. . Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi.

Lampiran VI. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Lampiran X. Lampiran VIII. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. sebagaimana telah diubah. Lampiran IX. dan 2. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . Lampiran VII. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. tercantum dalam Lampiran I. maka: 1. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. Lampiran II.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. sebagaimana telah diubah beberapa kali. Lampiran V. Lampiran IV. Lampiran XII. Lampiran III. seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. Lampiran XI. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian.

GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.261 MENTERI DALAM NEGERI. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful