Permendagri No.41 2010

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 41 TAHUN 2010 2010 TENTANG ORGANISASI

DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimban g : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 101 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; : 1 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; MEMUTUSKAN: Menetapk an : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN DALAM NEGERI.

Mengingat

2 .

3 . 4 .

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 1 (1) Kementerian Dalam Negeri merupakan unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan dalam negeri. (2) Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh Menteri yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Bagian Kedua Tugas dan Fungsi Pasal 2 Kementerian Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pemerintahan dalam negeri; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas dibidang pemerintahan dalam negeri; dan d. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah. Bagian Ketiga Susunan Organisasi Pasal 4 Susunan Organisasi Kementerian Dalam Negeri, terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik; c. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum; d. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah; e. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah; f. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; g. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil; h. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah; i. Inspektorat Jenderal; j. Badan Penelitian dan Pengembangan; k. Badan Pendidikan dan Pelatihan; dan

3 l. Staf Ahli.

BAB II SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 1. 2. 3. Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. merupakan unsur pembantu pimpinan

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 7 Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Dalam Negeri; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Dalam Negeri; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Dalam Negeri; d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana, kerjasama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal, terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Organisasi; d. Biro Hukum; dan

4 e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 10 Biro Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, menyelenggarakan fungsi: a. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran Kementerian Dalam Negeri; b. perencanaan dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal; c. pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian; dan d. pelaksanaan urusan rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 11 Biro Perencanaan, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan Program; b. Bagian Perencanaan Anggaran; c. Bagian Monitoring dan Evaluasi; dan d. Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Pasal 12 Bagian Perencanaan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan perencanaan program kerja dan program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 13 Bagian Perencanaan Program dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan di lingkungan kementerian; dan d. penyiapan dan penyerasian program antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 14

5 Bagian Perencanaan Program, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Program I; b. Subbagian Penyusunan Program II; dan c. Subbagian Penyusunan Program III. Pasal 15 (1) Subbagian Penyusunan Program I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. (2) Subbagian Penyusunan Program II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah.

(3) Subbagian Penyusunan Program III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja, rencana program dekonsentrasi dan tugas pembantuan, rencana program jangka panjang, jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program unit kerja Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan anggaran kementerian dan anggaran dekonsentrasi serta tugas pembantuan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 17 Bagian Perencanaan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran di lingkungan kementerian; b. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan di lingkungan kementerian; dan c. penyiapan dan penyerasian rencana anggaran antarkomponen di lingkungan kementerian. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran, terdiri atas: a. Subbagian Penyusunan Anggaran I; b. Subbagian Penyusunan Anggaran II; dan c. Subbagian Penyusunan Anggaran III.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. Subbagian Monitoring dan Evaluasi c. Subbagian Monitoring dan Evaluasi atas: I. (3) Subbagian Penyusunan Anggaran III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf c. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Pasal 21 Bagian Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf b. pelaksanaan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. . evaluasi dan penyusunan laporan serta dokumentasi program dan anggaran di lingkungan kementerian. Badan Penelitian dan Pengembangan. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. penyiapan monitoring dan evaluasi perencanaan program dan anggaran. Pasal 23 (1) Subbagian Monitoring dan Evaluasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a. Badan Pendidikan dan Pelatihan. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. b. terdiri a. Subbagian Monitoring dan Evaluasi b. Pasal 22 Bagian Monitoring dan Evaluasi. rencana anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan serta penyerasian anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana anggaran. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. II. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 20 Bagian Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf c. dan III. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum.6 Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a. dan c. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a.

Badan Pendidikan dan Pelatihan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan. penyiapan data dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Subbagian Data. Pasal 25 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program jangka panjang. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaksanaan urusan tata usaha biro. jangka menengah dan tahunan sekretariat jenderal. dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. terdiri atas: a. rencana program jangka panjang. b. dan f. Subbagian Monitoring dan Evaluasi III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran sekretariat jenderal. b.7 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Sekretariat Jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Inspektorat Jenderal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan program dan anggaran sekretariat jenderal. d. rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. (3) . dan c. jangka menengah dan tahunan serta penyerasian program dan anggaran sekretariat jenderal. Pasal 26 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. penyiapan dan penyerasian program dan anggaran antarunit kerja sekretariat jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran unit kerja Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan sekretariat jenderal. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 27 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a. e. (2) Subbagian Monitoring dan Evaluasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b. Monitoring dan Evaluasi. Pasal 24 Bagian Perencanaan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d. dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. c. menyelenggarakan fungsi: a.

mutasi. e.8 (2) Subbagian Data. (3) Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf c. pelaporan. dan d. pelaporan. pelaksanaan mutasi pegawai. penyusunan rencana kebutuhan dan rekruitmen pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. c. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai di lingkungan Kementerian serta pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. pembinaan dan pengembangan karier. Pasal 31 Bagian Perencanaan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. disiplin dan kesejahteraan pegawai. kepegawaian. Bagian Mutasi. penyusunan pengembangan karier. b. menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Pengembangan Karier. Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. dan kesejahteraan pegawai. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b. d. disiplin. Pasal 32 Bagian Perencanaan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. terdiri atas: a. perencanaan dan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. . rumah tangga dan urusan tata usaha biro. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam perencanaan kebutuhan pegawai. penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b. Pasal 30 Biro Kepegawaian. Pasal 29 Biro Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. menyelenggarakan fungsi: a. b. pengembangan kinerja. Bagian Perencanaan Kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. penyelesaian usulan serta keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. dan f. penyusunan program kerja. monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan program dan anggaran sekretariat jenderal.

Subbagian Data Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf b. Subbagian Jabatan Fungsional. penyiapan usulan pengangkatan. b. c. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan serta pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. dan d. penyelenggaraan ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat pegawai serta jabatan struktural dan fungsional. Pasal 37 Bagian Pengembangan Karier. Subbagian Formasi dan Perencanaan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 38 (2) (3) . dan e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan pengembangan karier. b. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan fungsional. pelaksanaan urusan persuratan dan tata usaha Biro. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan dan pelaksanaan rekruitmen pegawai serta penyelesaian usulan dan keputusan pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan data pegawai Kementerian Dalam Negeri dan daerah serta pengembangan sistem informasi kepegawaian. Pasal 35 Bagian Pengembangan Karier sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b. Pasal 33 Bagian Perencanaan Kepegawaian. d. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf c. Subbagian Jabatan Struktural. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbagian Tata Usaha Biro.9 c. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. dan c. kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan ujian dinas. ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. pelaporan. kepegawaian. Pasal 36 Bagian Pengembangan Karier dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan c. penyiapan usulan pengangkatan. terdiri atas: a. Subbagian Data Pegawai. Pasal 34 (1) Subbagian Formasi dan Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 huruf a. Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai.

(3) Subbagian Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 40 Bagian Mutasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemberian uang tunggu dan uang duka tewas. dan ujian penyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat. pemensiunan. pemberhentian. terdiri atas: a. pelaksanaan mutasi kader dan mutasi lain-lain. b. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan struktural. Subbagian Pemindahan. penyiapan usul calon peserta pendidikan dan pelatihan. penyiapan usulan kenaikan pangkat dan mutasi pegawai. dan peninjauan masa kerja. Pasal 39 Bagian Mutasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c. Subbagian Administrasi Kaderisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b. penyiapan ujian dinas. dan mutasi lainnya serta pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Pasal 41 Bagian Mutasi. penyiapan usulan pemberhentian. mutasi kader. pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan fungsional. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan análisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. b. Subbagian Pemindahan. Pemberhentian dan Pensiun. Subbagian Kenaikan Pangkat. dan c. dan pemensiunan. pegawai tugas belajar pada Lembaga Pendidikan Kedinasan Kementerian Dalam Negeri dan Perguruan Tinggi lainnya serta penyelesaian mutasi lainnya yang meliputi inpassing gaji pokok dan kenaikan gaji berkala. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat pegawai. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. pencantuman nama gelar. Subbagian Administrasi Kaderisasi. pemanfaatan alumni pendidikan dan pelatihan. dan c. Pasal 42 (1) Subbagian Kenaikan Pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf a. (2) Subbagian Jabatan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pemindahan pegawai. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan usulan mutasi kenaikan pangkat. Pasal 43 (2) (3) .10 (1) Subbagian Peningkatan Kapasitas Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan pengangkatan. pemindahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan usulan mutasi kepegawaian bagi calon pegawai. Pemberhentian dan Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf c.

penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. terdiri atas: a. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. Subbagian Disiplin. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan disiplin. b. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf a. dan c. penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. b. menyelenggarakan fungsi: (2) (3) . penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum pegawai. Pasal 45 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan. pembinaan disiplin pegawai. pembinaan disiplin pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. pelaksanaan analisis jabatan. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian kedudukan hukum dan sengketa hukum serta penyiapan petunjuk pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. serta fasilitasi dan evaluasi kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Bagian Kelima Biro Organisasi Pasal 47 Biro Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam menyiapkan kebijakan penataan kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Pasal 44 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. tatalaksana dan evaluasi kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. dan administrasi daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) pegawai. pemberian penghargaan dan tanda jasa pegawai. Subbagian Kesejahteraan dan Penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf c.11 Bagian Disiplin dan Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 huruf b. pelaksanaan penegakan peraturan kepegawaian. serta penyiapan usulan kesejahteraan pegawai. Pasal 48 Biro Organisasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.

terdiri atas: a. Pasal 49 Biro Organisasi. Bagian Tatalaksana. c. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. .12 penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. Bagian Analisa Jabatan. penyusunan program kerja. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. e. dan f. Bagian Kinerja. dan c. Bagian Kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b. Pasal 52 Bagian Kelembagaan. a. Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi. d. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 50 Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf a. Pasal 53 (1) Subbagian Kelembagaan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan analisis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. pelaporan. b. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. pemberdayaan kapasitas kelembagaan serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan dan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kementerian dan pemerintah provinsi. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. Pasal 51 Bagian Kelembagaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. dan d. c. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II. b. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penataan ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan kementerian dan pemerintah daerah. b.

Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. Pasal 56 Bagian Analisa Jabatan. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan pemerintah daerah. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi. Pasal 54 Bagian Analisa Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf b. Jawa dan Kalimantan. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Sumatera. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II. terdiri atas: a. Pasal 55 Bagian Analisa Jabatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 57 (1) Subbagian Analisa Jabatan Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan kementerian dan provinsi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi pembinaan analisa jabatan kementerian dan pemerintah daerah. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan.13 (2) Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis. dan c. Subbagian Kelembagaan Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf c. Jawa dan Kalimantan. pelaksanaan pemberdayaan kapasitas kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk (3) (2) (3) . serta fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. Sulawesi. Subbagian Analisa Jabatan Kabupaten dan Kota Wilayah I.

Pasal 62 Bagian Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf d. Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b. Subbagian Sistem dan Prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan sistem dan prosedur serta hubungan kerja pemerintahan. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis sistem. penyiapan bahan fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan tatalaksana kementerian dan pemerintah daerah. dan d. metode. Pasal 59 Bagian Tatalaksana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. b. pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pembinaan analis jabatan Kabupaten dan Kota yang meliputi wilayah Bali. c. Pasal 58 Bagian Tatalaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 huruf c. Subbagian Standardisasi. Sulawesi. Pasal 60 Bagian Tatalaksana. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis standardisasi kementerian dan pemerintah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian.14 teknis pelaksanaan dan pengembangan analisa jabatan. pelaporan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi ketatalaksanaan kementerian dan pemerintah daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis (2) (3) . Pasal 61 (1) Subbagian Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan standardisasi pemerintahan. Subbagian Tata Usaha Biro. Nusa Tenggara. prosedur dan hubungan kerja kementerian dan pemerintah daerah. dan c. Maluku dan Papua. rumah tangga dan urusan tata usaha biro.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan provinsi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi. Pasal 67 .15 serta fasilitasi dan evaluasi penyusunan laporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. dan c. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. (2) (3) Bagian Keenam Biro Hukum Pasal 66 Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. bantuan hukum serta dokumentasi dan publikasi hukum. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf b. penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi dan evaluasi pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Pasal 64 Bagian Kinerja. Pasal 63 Bagian Kinerja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyusunan pelaporan kinerja kementerian dan pemerintah daerah. Sulawesi. Jawa dan Kalimantan. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Bali. Pasal 65 (1) Subbagian Kinerja Kementerian dan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi penyusunan pelaporan kinerja dan evaluasi pelaporan kinerja kabupaten dan kota yang meliputi wilayah Sumatera. dan b. Subbagian Kinerja Kabupaten dan Kota Wilayah II. pelaksanaan pengkajian hukum dan kebijakan daerah serta penyelesaian sengketa hukum.

b. perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan. dan c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum di bidang tugas pokok kementerian. terdiri atas: a. penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. b. b. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. menyelenggarakan fungsi: a. b. d. pelaksanaan inventarisasi. penyusunan program kerja. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf a. Pasal 70 Bagian Peraturan Perundang-undangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat. perumusan peraturan perundang-undangan antarinstansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan. c. Bagian Dokumentasi Hukum. dan c. pelaporan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 68 Biro Hukum. Pasal 72 . dokumentasi dan publikasi hukum serta pengundangan produk hukum yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Bagian Peraturan Perundang-undangan. dan d. Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum. pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang tugas pokok kementerian. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. dan f.16 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat. e. Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. pelaksanaan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum di lingkungan kementerian.

Pasal 73 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang politik dan kesejahteraan rakyat yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Peraturan Kepala Daerah. mempunyai (2) (3) (2) . Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I. dan b. Keputusan DPRD. Keputusan Kepala Daerah. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan pengkajian peraturan daerah dan kebijakan daerah serta fasilitasi penyusunan peraturan daerah. dan produk hukum lainnya. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bidang Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf c. penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Peraturan Kepala Daerah. Pasal 74 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Keputusan DPRD.17 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf a. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan fasilitasi penyusunan produk hukum daerah. dan produk hukum lainnya. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf b. Pasal 75 Bagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum. terdiri atas: a. Keputusan Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. dan c. Pasal 76 (1) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan penyusunan peraturan perundang-undangan antarinstansi di bidang perekonomian dan pembangunan yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III. Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkoordinasian penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengkajian produk hukum Kementerian Dalam Negeri. b.

serta memberikan perlindungan hukum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum.18 tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. Pasal 80 (1) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengkajian dan evaluasi Peraturan Daerah. b. Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf b. (3) Subbagian Pengkajian dan Evaluasi Produk Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 huruf c. dan c. dan produk hukum lainnya. Keputusan Kepala Daerah. Keputusan DPRD. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan upaya bantuan hukum dan penyelesaian sengketa hukum yang menyangkut perkara dalam hubungan kedinasan. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. terdiri atas: Sengketa dan Bantuan Sengketa Sengketa dan dan Bantuan Bantuan Hukum Hukum Hukum (2) . dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan c. Keputusan Kepala Daerah. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Sulawesi. Keputusan DPRD. Peraturan Kepala Daerah. dan produk hukum lainnya. Pasal 77 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf c. Subbagian Penyelesaian Wilayah III. Maluku dan Papua. b. Nusa Tenggara. penyusunan kebijakan serta fasilitasi penyusunan produk hukum daerah yang meliputi Wilayah Jawa dan Bali. Subbagian Penyelesaian Wilayah II. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Peraturan Kepala Daerah. penyiapan dan fasilitasi pemberian bantuan dan perlindungan hukum. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Hukum. Subbagian Penyelesaian Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 79 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan a. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 78 Bagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. penyiapan bahan pelaksanaan inventarisasi. Subbagian Tata Usaha Biro. pelaporan. dan c. terdiri atas: a. Pasal 84 (1) Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf a. penyelesaian sengketa dalam hubungan kedinasan. Pasal 83 Bagian Dokumentasi Hukum. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 (2) (3) . (3) Subbagian Penyelesaian Sengketa dan Bantuan Hukum Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 huruf c. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. b. dan bantuan hukum yang berkaitan dengan tugas Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan fasilitasi penyelesaian masalah-masalah hukum. pendistribusian produk hukum dan kartotik serta penyimpanan dokumen produk hukum. Subbagian Pengundangan dan Autentifikasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan inventarisasi. dan c. penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 81 Bagian Dokumentasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 huruf d. dokumentasi. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf b. dan publikasi hukum serta pengundangan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. informasi dan dokumentasi hukum. informasi.19 Kementerian Dalam Negeri dan penyelenggaraan pemerintah di daerah yang meliputi wilayah Jawa dan Bali. Subbagian Inventarisasi dan Informasi Hukum. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 huruf c . penggandaan. menyelenggarakan fungsi: a. b. kepegawaian.mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. rumah tangga dan urusan tata usaha biro. Pasal 82 Bagian Dokumentasi Hukum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pengundangan peraturan perundang-undangan dan autentifikasi peraturan perundang-undangan Kementerian Dalam Negeri.

mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. dan c. protokol dan keamanan dalam. Bagian Rumah Tangga. Bagian Keamanan Dalam. dan d. b. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. Pasal 87 Biro Umum. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf b. Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Biro Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretaris Jenderal. rumah tangga. pelaksanaan urusan ketatausahaan Staf Ahli Menteri. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam mengelola urusan tata usaha. Pasal 88 Bagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf a. Bagian Protokol. menyelenggarakan fungsi: a. c. c. c. dan d. pembinaan dan pengelolaan urusan rumah tangga dan urusan dalam. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Menteri. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri dan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf a. pelaksanaan urusan persuratan dan ekspedisi. pelaksanaan urusan keprotokolan pimpinan kementerian. Subbagian Persuratan dan Kearsipan. pembinaan dan pelaksanaan urusan tata usaha Menteri. terdiri atas: a. b. (2) .20 Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. terdiri atas: a. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Pimpinan. Sekretaris Jenderal dan Staf Ahli serta pengelolaan surat menyurat dan kearsipan. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri dan Sekretariat Jenderal. b. pembinaan dan pengelolaan keamanan dalam. Bagian Tata Usaha Pimpinan. dan d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan kearsipan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Pasal 89 Bagian Tata Usaha Pimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.

mempunyai tugas melaksanakan urusan keprotokolan dan pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan. b. rumah jabatan. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik dilingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri. penyiapan sarana rapat-rapat. mempunyai tugas melakukan perencanaan dan pengadaan perlengkapan di lingkungan biro umum serta perlengkapan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. Pasal 94 Bagian Rumah Tangga. Pasal 96 Bagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf c. Pasal 95 (1) Subbagian Urusan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf a.21 (3) Subbagian Persuratan dan Kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 huruf c. Pasal 93 Bagian Rumah Tangga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b. perencanaan dan pengadaan inventaris pada biro umum serta perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik di lingkungan kantor pusat Kementerian Dalam Negeri serta rumah dinas pimpinan. dan urusan perjalanan dinas. penyelenggaraan kesehatan pegawai. mempunyai tugas melakukan pengelolaan rumah tangga kantor. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan dalam. mempunyai tugas melakukan inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik kantor pusat dan rumah dinas. c. b. Pasal 92 Bagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf b. pelaksanaan urusan dalam dan kesehatan pegawai. pelaksanaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana fisik rumah dinas pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. kesehatan pegawai. persiapan sarana upacara. pelaksanaan perencanaan dan pengadaan inventaris. Pasal 97 (2) (3) . dan d. Subbagian Urusan Dalam. serta penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengelolaan arsip Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Subbagian Perlengkapan. ekspedisi. perjalanan dinas. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Inventarisasi dan Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf c. dan c.

Subbagian Pengamanan Personil. Subbagian Acara. b. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. b. b. Pasal 100 Bagian Keamanan Dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan dan pengaturan acara pimpinan kementerian dan penyiapan bahan pembinaan teknis keprotokolan. Pasal 101 Bagian Keamanan Dalam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Pasal 102 Bagian Keamanan Dalam. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan koordinasi kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan instansi terkait. Pasal 99 (1) Subbagian Acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Hubungan Keprotokolan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf c. Pasal 98 Bagian Protokol. dan c. pelaksanaan urusan tata usaha biro. pelaksanaan pengamanan kantor pusat dan komplek perumahan. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 103 dan Komplek . penyiapan acara keprotokolan pimpinan kementerian. penyusunan acara keprotokolan tamu pimpinan kementerian. Subbagian Tamu Pimpinan. dan c. mempunyai tugas melaksanakan urusan keamanan dalam di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.22 Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. (2) Subbagian Tamu Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 huruf b. terdiri atas: a. b. pengkoordinasian kegiatan acara keprotokolan pimpinan kementerian dengan Instansi terkait. pelaksanaan pengamanan personil. dan c. Subbagian Hubungan Keprotokolan. Subbagian Pengamanan Kantor Pusat Perumahan. mempunyai tugas melakukan pengaturan acara keprotokolan penerimaan tamu dan kunjungan pimpinan kementerian.

prosedur dan kriteria di bidang kesatuan bangsa dan politik. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesatuan bangsa dan politik.23 (1) Subbagian Pengamanan Kantor Pusat dan Komplek Perumahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a. b. Subbagian Pengamanan Personil sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melakukan pengamanan pegawai dan tamu di lingkungan kerja kementerian. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dipimpin oleh Direktur Jenderal. standar. kepegawaian. Pasal 105 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kesatuan bangsa dan politik. Tugas dan Fungsi Pasal 104 1. d. 3. Bagian Kedua . rumah tangga dan urusan tata usaha biro. perumusan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik. (2) (3) 2. dan e. c. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyusunan norma. BAB III DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf c. mempunyai tugas melakukan pengamanan sarana dan prasarana kantor pusat serta pengamanan komplek perumahan. Pasal 106 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 105. pelaporan. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kesatuan bangsa dan politik.

Pasal 112 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. b. terdiri atas: a. penyusunan program dan anggaran. dan d. Bagian Perencanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 111 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf a. dan f. Budaya. Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal. . Subbagian Data dan Informasi. b. menyelenggarakan fungsi: a. d. c. b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. Bagian Keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. dan c. Direktorat Ketahanan Seni. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf a. Direktorat Ketahanan Ekonomi. urusan tata usaha dan rumah tangga. e. Direktorat Kewaspadaan Nasional. Agama dan Kemasyarakatan. dan d. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 113 Bagian Perencanaan. Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. Pasal 109 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. c. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Direktorat Politik Dalam Negeri. pengelolaan perlengkapan. terdiri atas: a.24 Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. pelaksanaan pengelolaan keuangan.

b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf b. Pasal 116 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. Pasal 119 . Pasal 118 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. dan c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Subbagian Perundang-undangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Sistem dan Prosedur. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf b. penyiapan penyusunan organisasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 115 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 117 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian.25 b. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. dan c. dan c. Pasal 114 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 huruf a.

Pasal 122 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf b. Pasal 123 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf d. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. b. dan c. Pasal 121 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. serta verifikasi dan pembukuan. dan c. . Pasal 125 Bagian Umum. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. b. b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.26 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 huruf c. Pasal 120 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119. pembayaran gaji. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. akuntansi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 124 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 huruf c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji.

dan f. Bagian Keempat Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Pasal 127 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf b. Pasal 129 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan. . mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penghayatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. b. Pasal 128 Direktorat Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf b. dan f. Subbagian Persuratan dan Arsip. d. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pemantauan pelaksanaan ketahanan ideologi negara. e. Subdirektorat Bela Negara. Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 126 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan wawasan kebangsaan. dan c. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 huruf c. Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan pembinaan dan sosialisasi. d. c. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan bela negara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi ketahanan ideologi negara. b. Pasal 130 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf a.27 b. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pembauran dan kewarganegaraan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan. Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. Seksi Penguatan Ideologi Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan. dan c.28 Pasal 131 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan b. Pasal 137 (1) Seksi Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. terdiri atas: a. Seksi Implementasi Ideologi Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 134 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf b. Pasal 133 (1) Seksi Penguatan Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf a. (2) Seksi Implementasi Ideologi Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi ideologi negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan wawasan kebangsaan. Pasal 136 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. pembinaan dan sosialisasi ideologi negara. b. dan c. terdiri atas: a. Pasal 132 Subdirektorat Ketahanan Ideologi Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan. Pasal 135 Subdirektorat Wawasan Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan evaluasi program penguatan ideologi negara. dan b.

Pasal 142 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf d. dan . Seksi Pendidikan Bela Negara. Pasal 141 (1) Seksi Pendidikan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela negara. Pasal 139 Subdirektorat Bela Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 138 Subdirektorat Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf c. serta pembinaan dan sosialisasi wawasan kebangsaan. Pasal 140 Subdirektorat Bela Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Pemberdayaan Bela Negara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi. pembinaan dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi pemberdayaan bela Negara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan sosialisasi bela negara. dan c. serta monitoring dan evaluasi (2) Seksi Implementasi Wawasan Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan bela negara. dan b. Pasal 143 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. pembinaan dan pengembangan nilai-nilai sejarah kebangsaan. terdiri atas: a. (2) Seksi Pemberdayaan Bela Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 huruf b.29 perumusan kebijakan dan fasilitasi penguatan wawasan kebangsaan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan bela negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan bela negara b.

terdiri atas: a.30 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. Pasal 144 Subdirektorat Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. dan b. (2) Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembauran dan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pembauran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Seksi Pembauran. Pasal 146 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 huruf e. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan kewarganegaraan serta pemberian tanda penghargaan. Pasal 147 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasaI 146. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan dan pengembangan serta penguatan nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. Pasal 148 Subdirektorat Pembauran dan Kewarganegaraan. (2) Seksi Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf b. Pasal 149 (1) Seksi Pembauran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 148 huruf a. dan b. Seksi Implementasi Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan. Pasal 145 (1) Seksi Penguatan Nilai-nilai Sejarah Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 huruf a. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi nilai-nilai sejarah kebangsaan. Seksi Kewarganegaraan. menyelenggarakan fungsi: a.

c. Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial. d. Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara. dan f. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. Bagian Kelima Direktorat Kewaspadaan Nasional Pasal 151 Direktorat Kewaspadaan Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf c. terdiri atas: a. Pasal 152 Direktorat Kewaspadaan Nasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. e. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang kewaspadaan nasional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemantapan kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 154 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf a. Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. dan f. dan melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 153 Direktorat Kewaspadaan Nasional. b. Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing.31 Pasal 150 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 155 . penyiapan perumusan kebijakan dan pelaksanaan serta fasilitasi kewaspadaan dini dan kerjasama intelijen keamanan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan. c.

32 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 156 Subdirektorat Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Keamanan, terdiri atas: a. Seksi Kewaspadaan Dini; dan b. Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan. Pasal 157 (1) Seksi Kewaspadaan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kewaspadaan dini. (2) Seksi Kerjasama Intelijen Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemantapan kerjasama intelijen keamanan. Pasal 158 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan dan tenaga kerja. Pasal 159 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat perbatasan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi tenaga kerja perbatasan.

Pasal 160 Subdirektorat Bina Masyarakat Perbatasan Antar Negara, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 161 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

33 (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perkembangan kehidupan masyarakat dan tenaga kerja perbatasan wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 162 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 163 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik pemerintahan. Pasal 164 Subdirektorat Penanganan Konflik Pemerintahan, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 165 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

Pasal 167 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penanganan konflik sosial; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial.

34 Pasal 168 Subdirektorat Penanganan Konflik Sosial, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi WiIayah II. Pasal 169 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 170 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengawasan orang asing dan lembaga asing. Pasal 171 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 172 Subdirektorat Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, terdiri atas: a. Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing; dan b. Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing. Pasal 173 (1) Seksi Pengawasan Kegiatan Orang Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan orang asing. (2) Seksi Pengawasan Kegiatan Lembaga Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengawasan kegiatan lembaga asing. Pasal 174

35 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Keenam Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Pasal 175 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan. Pasal 176 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175, menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan ketahanan seni, budaya, agama dan kemasyarakatan; b. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan; c. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembauran dan akulturasi budaya; d. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan; e. perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan; dan f. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 177 Direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Seni; b. Subdirektorat Ketahanan Budaya; c. Subdirektorat Agama dan Kepercayaan; d. Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan; e. Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan; dan f. Subbagian Tata Usaha. Pasal 178 Subdirektorat Ketahanan Seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian seni dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan. Pasal 179 Subdirektorat Ketahanan Seni dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian; dan

36 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan pengembangan nilai-nilai kesenian. Pasal 180 Subdirektorat Ketahanan Seni, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 181 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kesenian dan pengembangan nilai-nilai kesenian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 182 Subdirektorat Ketahanan Budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 183 Subdirektorat Ketahanan Budaya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Pasal 184 Subdirektorat Ketahanan Budaya, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 185 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelestarian kebudayaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan organisasi masyarakat. Pasal 190 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf d. Pasal 188 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Pasal 192 . (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf b. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Bali. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan dengan organisasi kemasyarakatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan. Sulawesi. Pasal 187 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Jawa dan Kalimantan. Pasal 191 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan agama dan kepercayaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerukunan umat beragama dan kepercayaan serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan di wilayah Sumatera. Pasal 189 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 huruf a. dan b.37 Pasal 186 Subdirektorat Agama dan Kepercayaan. Seksi Wilayah II. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi dan kompilasi organisasi masyarakat. dan b. dan b.

Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan. Jawa dan Kalimantan. Pasal 195 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Pasal 193 (1) Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf a. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi organisasi kemasyarakatan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi bimbingan serta monitoring dan evaluasi organisasi kemasyarakatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera. Seksi Identifikasi Organisasi Kemasyarakatan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Maluku dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah I. penyusunan laporan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan masalah sosial kemasyarakatan. dan melakukan urusan kepegawaian. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya di wilayah Bali. Pasal 196 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainnya. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf b. terdiri atas: a. Nusa Tenggara. dan b. dan b. Pasal 197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 huruf a.38 Subdirektorat Organisasi Kemasyarakatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penanganan penyalahgunaan obat terlarang. Pasal 198 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Seksi Bimbingan dan Evaluasi Organisasi Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192 huruf b. dan b. Pasal 194 Subdirektorat Masalah Sosial Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 huruf e. Sulawesi.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. dan b. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik. Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. c. Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. b. . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi implementasi kebijakan politik. d. Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. Bagian Ketujuh Direktorat Politik Dalam Negeri Pasal 199 Direktorat Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Pasal 203 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum. d. e. Pasal 200 Direktorat Politik Dalam Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.39 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. e. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 201 Direktorat Politik Dalam Negeri. b. Pasal 202 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan politik. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang politik dalam negeri. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pendidikan budaya politik.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. dan b. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik dan politik pemerintahan. Pasal 209 (1) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf a.40 Pasal 204 Subdirektorat Implementasi Kebijakan Politik. Jawa dan Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di pusat. Sulawesi. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Pusat. Pasal 205 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 huruf a. Seksi Wilayah II. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Maluku dan Papua. Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan politik pemerintahan di daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Sumatera. Nusa Tenggara. (2) Seksi Kelembagaan Politik Pemerintahan di Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 huruf b. Pasal 206 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf b. Pasal 210 . terdiri atas: a. Pasal 207 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Pasal 208 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Politik Pemerintahan. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan implementasi kebijakan politik di wilayah Bali. dan b.

41 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik. Pasal 211 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi. Pasal 212 Subdirektorat Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik, terdiri atas: a. Seksi Kelembagaan Partai Politik I; dan b. Seksi Kelembagaan Partai Politik II. Pasal 213 (1) Seksi Kelembagaan Partai Politik I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang memperoleh kursi. (2) Seksi Kelembagaan Partai Politik II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kelembagaan partai politik yang tidak memperoleh kursi.

Pasal 214 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 215 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik. Pasal 216 Subdirektorat Pendidikan Budaya Politik, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 217

42 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan budaya politik di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 218 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 huruf e, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum, pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 219 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 220 Subdirektorat Fasilitasi Pemilihan Umum, terdiri atas: a. Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat; dan b. Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal 221 (1) Seksi Pemilihan Umum Wakil Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum wakil rakyat. (2) Seksi Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Pasal 222 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Bagian Kedelapan Direktorat Ketahanan Ekonomi

43 Pasal 223 Direktorat Ketahanan Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 huruf f, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik di bidang ketahanan ekonomi dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 224 Direktorat Ketahanan Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 223, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan sumber daya alam dan kesenjangan perekonomian; b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perilaku perekonomian masyarakat; d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi; dan e. pelaksana urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 225 Direktorat Ketahanan Ekonomi, terdiri atas: a. Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian; b. Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter; c. Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat; d. Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi; dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 226 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 227 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi ketahanan di bidang sumber daya alam; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi dan monitoring dan evaluasi penanganan kesenjangan perekonomian. Pasal 228 Subdirektorat Ketahanan Sumber Daya Alam dan Kesenjangan Perekonomian, terdiri atas: a. Seksi Wilayah I; dan b. Seksi Wilayah II. Pasal 229 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan

44 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi ketahanan sumber daya alam dan penanganan kesenjangan perekonomian di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Pasal 230 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 231 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi. Pasal 232 Subdirektorat Ketahanan Perdagangan, Investasi, Fiskal dan Moneter, terdiri atas: a. Seksi Identifikasi; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 233 (1) Seksi Identifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan identifikasi ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan di bidang perdagangan, investasi, fiskal dan moneter. Pasal 234 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian dan perilaku masyarakat. Pasal 235

45 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan konsumen. Pasal 236 Subdirektorat Perilaku Perekonomian Masyarakat, terdiri atas: a. Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian; dan b. Seksi Perilaku Masyarakat. Pasal 237 (1) Seksi Organisasi Kemasyarakatan Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi dan kompilasi serta pembinaan organisasi kemasyarakatan perekonomian. (2) Seksi Perilaku Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi cinta produksi dalam negeri dan perlindungan konsumen. Pasal 238 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi ketahanan lembaga usaha ekonomi. Pasal 239 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 238, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan hubungan kerjasama penanganan kejahatan lembaga perekonomian; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi kebijakan lembaga perekonomian. Pasal 240 Subdirektorat Ketahanan Lembaga Usaha Ekonomi, terdiri atas: a. Seksi Kerjasama; dan b. Seksi Monitoring dan Evaluasi. Pasal 241

dan e. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan umum. Pasal 244 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemerintahan umum. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dipimpin oleh Direktur Jenderal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. penyusunan norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Pasal 245 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf b. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemerintahan umum. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. perumusan kebijakan di bidang pemerintahan umum. dan melakukan urusan kepegawaian. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemerintahan umum. Pasal 242 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. . penyusunan laporan. c. Tugas dan Fungsi Pasal 243 1. standar. 2. menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kerjasama lembaga perekonomian dan penanganan kejahatan lembaga perekonomian. d. dan kriteria di bidang pemerintahan umum. 3.46 (1) Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 huruf a.

e. Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Pasal 252 Bagian Perencanaan. b. dan f. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Bagian Keuangan. b. Direktorat Kawasan dan Pertanahan. Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 250 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf a. Pasal 249 Sekretariat Direktorat Jenderal. d. c. Bagian Umum. Pasal 251 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 247 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf a. b. terdiri atas: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. menyelenggarakan fungsi: a. dan . dan d. terdiri atas: a. b.47 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 246 Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. Subbagian Data dan Informasi. c. dan c. urusan tata usaha dan rumah tangga. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. Pasal 248 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. pengelolaan perlengkapan. Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. dan d. penyusunan program dan anggaran. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf c. . penyiapan penyusunan organisasi. dan c. Pasal 257 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. dan c. Pasal 254 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf b. Pasal 255 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Subbagian Sistem dan Prosedur. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 huruf c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. terdiri atas: a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan.48 c. Pasal 258 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf c. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. b. Pasal 253 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf a. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252 huruf b. penatausahaan. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Kepegawaian.

mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Pasal 261 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 262 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249 huruf d. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga.49 Pasal 259 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. . persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 260 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 263 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dan c. Pasal 264 Bagian Umum. b. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260 huruf c. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. b. dan c. pembayaran gaji. Subbagian Perbendaharaan. dan c. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Persuratan dan Arsip.

dan f. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 267 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. . d. Subdirektorat Kerjasama Daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kerjasama daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang dekonsentrasi dan kerjasama. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peran gubernur sebagai wakil pemerintah. b. Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. b. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf c. Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. d. Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. c. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. e. Pasal 269 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf a. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan pelayanan umum. c.50 Pasal 265 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf a. Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. dan f. Pasal 268 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan kecamatan. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bagian Keempat Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama Pasal 266 Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf b.

menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tengah. Riau. Sumatera Barat.51 Pasal 270 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Aceh. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan tugas pembantuan. Jambi. Sulawesi Tenggara. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Tengah. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi perumusan kebijakan dan pembinaan penyelenggaraan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 271 Subdirektorat Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Gorontalo. Kepulauan Riau. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Kalimantan Selatan. Kalimantan Tengah. Pasal 273 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf b. Banten. penyiapan bahan perumusan kebijakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Sulawesi Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf b. Maluku Utara dan Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 272 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 huruf a. Jawa Timur. pembinaan. Jawa Barat. dan b. pemantauan dan evaluasi serta koordinasi pelaksanaan penyelenggaraan dekonsentrasi. Bali. Bengkulu. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. dan b. Sumatera Selatan. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. Maluku dan Papua. Seksi Wilayah II. terdiri atas: a. Lampung. Pasal 274 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pembinaan. Sulawesi Utara.

Seksi Kerjasama II. Sulawesi Tenggara. Pasal 277 Subdirektorat Kerjasama Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf c. Maluku Utara dan Papua Barat. Pasal 278 Subdirektorat Kerjasama Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. terdiri atas: a. Sumatera Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Utara. pembinaan. Jawa Timur. Gorontalo. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerjasama antarpemerintah daerah dan pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Seksi Wilayah I. Sulawesi Barat. Pasal 280 (1) Seksi Kerjasama I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf a. Banten. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Seksi Kerjasama I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 276 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf a. b. Seksi Wilayah II. dan b. Kalimantan Selatan. terdiri atas: a. Sumatera Selatan. c. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kerjasama antar daerah dan daerah dengan pihak ketiga. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 279 Subdirektorat Kerjasama Daerah. Bengkulu. Jambi.52 Pasal 275 Subdirektorat Fasilitasi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah. Bali. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama antar daerah. Kalimantan Barat. Sulawesi Selatan. . Lampung. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama. Nusa Tenggara Barat. Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan koordinasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga. Jawa Tengah. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 275 huruf b. Kepulauan Riau. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama antar pemerintah daerah.

Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama dengan pihak ketiga. Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Banten. Maluku Utara dan Papua Barat. Sumatera Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan monitoring evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Sumatera Selatan.53 (2) Seksi Kerjasama II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. Lampung. Pasal 283 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan. Seksi Wilayah I. Maluku dan Papua. dan b. Pasal 284 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf a. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 huruf b. Jawa Barat. Kalimantan Tengah. serta pemberdayaan kapasitas kelembagaan kerjasama dengan pihak ketiga. Pasal 285 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Bengkulu. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Timur. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Jambi. Pasal 286 . Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 281 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268 huruf d. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. Pasal 282 Subdirektorat Fasilitasi Kecamatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Jawa Tengah. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Barat. Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Selatan. Bali.

Sulawesi Tengah. Maluku dan Papua. Bagian Kelima Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan Pasal 290 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf c. Seksi Wilayah II. penyusunan laporan. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Wilayah I. Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah. Pasal 291 (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Jambi. dan b. Lampung. Kepulauan Riau. Daerah Istimewa Yogyakarta. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kalimantan Selatan. Sulawesi Utara. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan. Kalimantan Barat. koordinasi dengan instansi terkait serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Sulawesi Tenggara. Gorontalo. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Nusa Tenggara Barat. dan b. Jawa Tengah. Pasal 289 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang wilayah administrasi dan perbatasan. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan umum pemerintahan. Jawa Timur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf b. Pasal 288 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 huruf a. Sumatera Selatan. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Riau. terdiri atas: a. Banten. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan.54 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 287 Subdirektorat Fasilitasi Pelayanan Umum. Maluku Utara dan Papua Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu.

dan e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi.55 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. pembakuan nama rupabumi. Sumatera Selatan. Riau. Kepulauan Riau. Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Sulawesi Selatan. Pasal 294 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Lampung. c. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. Sumatera Barat. dan g. terdiri atas: a. d. Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. b. Sumatera Utara. menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 293 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Tengah. Pasal 292 Direktorat Wilayah Administrasi dan Perbatasan. e. b. Kalimantan Timur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 295 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. dan Sulawesi Tenggara. fasilitasi. f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan penataan batas antar negara. c. Kalimantan Selatan. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: . dan f. Kepulauan Bangka Belitung. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. perubahan nama. Subbagian Tata Usaha. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan peta daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penetapan batas antar daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan data wilayah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah I. Kalimantan Barat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyusunan toponimi. e. Jambi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penanganan perselisihan batas antar daerah. pemindahan ibukota daerah. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. d. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. d.

pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Banten. dan Papua. Seksi Wilayah IB. Pasal 298 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 297. pembakuan nama rupabumi. Lampung. b. dan Sulawesi Tenggara. Sumatera Utara. mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. perubahan nama. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Papua Barat. perubahan nama. Pasal 297 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf b. Sumatera Selatan. Bengkulu. menyelenggarakan fungsi: a. pemindahan ibukota daerah. Nusa Tenggara Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. pemindahan ibukota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. dan b. Jambi. Jawa Timur. perubahan nama. pemindahan pusat pemerintahan daerah serta kode dan data wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi Provinsi Banten. Pasal 299 Subdirektorat Toponimi dan Data Wilayah II. Pasal 296 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 295 huruf a. pemindahan ibukota daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Bangka Belitung. Jawa Timur. Sumatera Barat. dan evaluasi kode dan data wilayah administrasi pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Barat. Maluku Utara. perubahan nama. c. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. Maluku. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah IIB. Kalimantan Barat. Gorontalo. Jawa Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembakuan nama rupabumi. dan e. Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur.56 a. pemindahan ibukota daerah. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah IA. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf b. Seksi Wilayah IIA. Sulawesi Selatan. Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a. dan Sulawesi Tengah. Nusa Tenggara Barat. pembakuan nama rupabumi. d. pembakuan nama rupabumi. Pasal 300 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 huruf a. dan Riau. dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perubahan nama. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan . fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan toponimi. pembakuan nama rupabumi. fasilitasi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemindahan ibukota daerah dan pemindahan pusat pemerintahan daerah.

Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Bengkulu. Kalimantan Timur. Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. terdiri atas: a. Maluku Utara. dan Papua. Lampung. (2) Seksi Hubungan Kerjasama Perbatasan Antar Negara.57 fasilitasi serta monitoring dan evaluasi toponimi. perubahan nama. Kalimantan Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan dan penataan batas antar negara. Jambi. pembakuan nama rupabumi. dan Sulawesi Tenggara. Papua Barat. pemindahan pusat pemerintahan daerah dan penyusunan kode dan data wilayah yang meliputi Sulawesi Utara. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 304 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Batas Antar Negara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf a. Pasal 301 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 huruf b. Sumatera Barat. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Pasal 302 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Gorontalo. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negara. Sumatera Utara. Sulawesi Barat. Sumatera Selatan. pemindahan ibukota daerah. dan b. Kepulauan Bangka Belitung. pengembangan sarana dan prasarana pelayanan umum pemerintahan di wilayah perbatasan antar negera. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf c. Riau. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Pasal 305 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf d. Pasal 303 Subdirektorat Pengembangan dan Penataan Batas Antar Negara. Pasal 306 . fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kelembagaan di daerah dan kerjasama internasional antar perbatasan. Kalimantan Tengah.

Daerah Istimewa Yogyakarta. terdiri atas: a.58 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. dan c. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. penanganan perselisihan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Sulawesi Tengah. Jawa Timur. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Sumatera Utara. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. dan b. Jawa Barat. Bengkulu. Kalimantan Selatan. Pasal 307 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah I. Kalimantan Barat. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Pasal 308 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf a. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 310 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Pasal 311 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II. Kalimantan Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Papua Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan pembinaan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. b. terdiri atas: . Maluku. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Pasal 309 Subdirektorat Batas Antar Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 292 huruf e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 307 huruf b. dan c. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Timur. dan Sulawesi Tenggara. dan Riau. Jambi. Gorontalo. Seksi Wilayah IA. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. Seksi Wilayah IB. Bali. Sumatera Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Lampung. Sulawesi Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. dan Papua. menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara.

dan b. penyusunan laporan. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Sulawesi Utara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sistem dan prosedur operasional penyelenggaraan ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. dan Papua. (2) . penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. c. Pasal 315 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf b. pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Banten. Nusa Tenggara Timur. Gorontalo. Daerah Istimewa Yogyakarta.59 a. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat. Jawa Barat. Maluku Utara. Pasal 313 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Papua Barat. Bagian Keenam Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Pasal 314 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. Bali. b. dan melakukan urusan kepegawaian. Jawa Tengah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyelesaian masalah perbatasan antardaerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 312 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 311 huruf a. Maluku. dan Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penetapan batas antardaerah. Seksi Wilayah IIA. Nusa Tenggara Barat. Jawa Timur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan sarana dan prasarana polisi pamong praja. Seksi Wilayah IIB.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 321 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf b. Pasal 319 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf b. d.60 d. dan b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. terdiri atas: a. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. serta standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. b. Seksi Sarana dan Prasarana Polisi Pamong Praja. Pasal 318 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. mempunyai tugas . menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan tata operasional polisi pamong praja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan perlindungan masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan tata operasional. terdiri atas: a. dan b. Pasal 316 Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi sarana prasarana polisi pamong praja. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. dan f. Pasal 317 Subdirektorat Tata Operasional dan Sarana Prasarana Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf a. Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. Pasal 320 (1) Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319 huruf a. e. Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja. e. Seksi Tata Operasional Polisi Pamong Praja. dan f. Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Seksi Program. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyusunan program peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. Pasal 327 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat. (2) Seksi Pengembangan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf b. dan b. Pasal 322 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 321. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 325 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf c. Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat. Pasal 324 (1) Seksi Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a.61 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. dan b. Pasal 326 Subdirektorat Perlindungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. Pasal 328 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan dan Evaluasi. Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan peningkatan kapasitas aparatur polisi pamong praja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan perlindungan masyarakat. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. Pasal 323 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Polisi Pamong Praja.

Pasal 332 (1) Seksi Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perlindungan hak-hak sipil dan hak asasi manusia. dan Seksi Administrasi. (2) Seksi Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331 huruf b. Pasal 331 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. Pasal 329 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf d. fasilitasi. . penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. monitoring dan evaluasi. koordinasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan aparatur dan kelembagaan perlindungan masyarakat. Pasal 330 Subdirektorat Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. (2) Seksi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf b. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pembinaan operasional penyidik pegawai negeri sipil. monitoring dan evaluasi. pembinaan dan administrasi aparatur penyidik pegawai negeri sipil. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyidik pegawai negeri sipil. fasilitasi. dalam a. menyelenggarakan fungsi: a. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: Seksi Operasional.62 (1) Seksi Operasional Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 huruf a. b. Pasal 334 Subdirektorat Perlindungan Hak-hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. fasilitasi dan koordinasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungan masyarakat.

Seksi Hak Asasi Manusia. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. penyusunan laporan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. dan b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya buatan. Seksi Fasilitasi Konvensi Internasional Pasal 336 (1) Seksi Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan sumber daya alam. Pasal 339 Direktorat Kawasan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. b. Pasal 335 Subdirektorat Perlindungan Hak-Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia. Pasal 337 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. industri dan perdagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang penetapan kawasan penyelenggaraan pemerintahan serta koordinasi dan fasilitasi pertanahan. penyiapan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pertanahan dan kawasan khusus.63 melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan ekonomi. dan b. c. dan melakukan urusan kepegawaian. (2) . fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. Bagian Ketujuh Direktorat Kawasan dan Pertanahan Pasal 338 Direktorat Kawasan dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan supervisi hak asasi manusia. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan evaluasi dan fasilitasi konvensi internasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Sulawesi Tenggara. . f. Bali. e. Jambi. terdiri atas: a. terdiri atas: Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Pasal 344 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf a. Gorontalo. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Kepulauan Bangka Belitung. fasilitasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. pertanian dan lingkungan. Jawa Tengah. e. Pasal 342 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. Nusa Tenggara Timur. f. Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan. Nusa Tenggara Barat. Bengkulu. Maluku dan Papua. Pasal 341 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf a. dan Subbagian Tata Usaha. Sulawesi Tengah. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Banten. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelesaian sengketa pertanahan. dan b. Kelautan dan Kedirgantaraan. pertanian yang meliputi Provinsi Aceh. tambang. Sulawesi Selatan. tambang. Kepulauan Riau. Kalimantan Tengah. Subdirektorat Kawasan Perairan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. d. Jawa Barat.64 penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kawasan perairan. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya alam yang mencakup kawasan hutan. Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. koordinasi. Seksi Wilayah II. Kalimantan Barat. pertanian yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Riau. fasilitasi. b. c. Seksi Wilayah I. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. pertanian dan lingkungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Industri dan Perdagangan Bebas. Pasal 343 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Alam. Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Daerah Istimewa Yogyakarta. tambang. dan b. Sumatera Selatan. tambang. Lampung. Maluku Utara dan Papua Barat. koordinasi. Sulawesi Utara. Kalimantan Selatan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343 huruf b. kelautan dan kedirgantaraan. Kawasan dan Pertanahan. dan g. Pasal 340 Direktorat a.

monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perhubungan darat. Kepulauan Bangka Belitung. dan b. Jawa Barat. Kalimantan Barat. fasilitasi. Seksi Wilayah II. Jawa Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Pasal 350 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Gorontalo. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perhubungan darat. koordinasi. Nusa Tenggara Barat. Industri dan Perdagangan Bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf c. Sumatera Selatan. Lampung. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 346 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Sulawesi Tengah. Banten. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan sumber daya buatan. koordinasi. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Timur. fasilitasi. fasilitasi. Jawa Tengah. industri dan perdagangan bebas. Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf b. Maluku Utara dan Papua Barat. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi: Sumatera Utara. Sulawesi Utara. Sulawesi Selatan. Maluku dan Papua. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Seksi Wilayah I. terdiri atas: a. Pasal 349 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. Sumatera Barat. Industri dan Perdagangan Bebas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Kepulauan Riau. laut dan udara. Riau Bengkulu. Laut dan Udara yang meliputi Provinsi Aceh. koordinasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Tengah.65 Pasal 345 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf b. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan Perhubungan Darat. Kalimantan Selatan. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 348 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 347 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. laut dan udara. Pasal 347 Subdirektorat Kawasan Sumber Daya Buatan.

Pasal 351 Subdirektorat Kawasan Ekonomi. dan . Pasal 354 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. Sulawesi Utara. Kalimantan Tengah. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Sulawesi Selatan. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. fasilitasi. Sulawesi Tengah. Gorontalo. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan. Daerah Istimewa Yogyakarta.66 a. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan ekonomi. Sumatera Selatan. Sumatera Barat. Pasal 353 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf d. Maluku Utara dan Papua Barat. fasilitasi. Bali. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jambi. koordinasi. Nusa Tenggara Timur. Jawa Tengah. Maluku dan Papua. Riau Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. terdiri atas: a. Kalimantan Barat. b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Sulawesi Tenggara. (2) Seksi Wilayah II sebagaiman dimaksud dalam Pasal 351 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelesaian sengketa pertanahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kawasan khusus. Banten. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah I. Lampung. Pasal 352 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 huruf a. industri dan perdagangan bebas. Industri dan Perdagangan Bebas. koordinasi serta monitoring dan evaluasi penyelenggaran urusan pertanahan dan kawasan khusus. terdiri atas: a. industri dan perdagangan bebas. Pasal 355 Subdirektorat Pertanahan dan Kawasan Khusus. fasilitasi. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Aceh. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan ekonomi. Kalimantan Selatan. industri dan perdagangan bebas yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Seksi Wilayah I. Kepulauan Bangka Belitung. b. Jawa Barat. Kalimantan Timur. Kepulauan Riau. koordinasi. dan c.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. fasilitasi. Kalimantan Timur. Kalimantan Barat. Lampung. penyelesaian sengketa pertanahan. Seksi Wilayah II. Sulawesi Tenggara. Bali. Pasal 357 Subdirektorat Kawasan Perairan. Gorontalo. Kalimantan Selatan. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Utara. Nusa Tenggara Barat. Banten. Jawa Tengah. Sumatera Selatan. Sumatera Barat. Kepulauan Riau. Kelautan dan Kedirgantaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 huruf e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tenggara. Pasal 358 Subdirektorat Kawasan Perairan. Sulawesi Selatan. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. Jawa Tengah. Jawa Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. koordinasi. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. penyelesaian sengketa pertanahan. Kalimantan Barat. Banten. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kalimantan Timur. Sumatera Selatan. Sulawesi Tengah. Maluku dan . Pasal 356 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf a. kelautan dan kedirgantaraan. koordinasi. Kelautan dan Kedirgantaraan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Kepulauan Bangka Belitung. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. Pasal 360 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf a. Maluku Utara dan Papua Barat. kelautan dan kedirgantaraan.67 b. Seksi Wilayah II. Kalimantan Tengah. fasilitasi. Jambi. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan koordinasi. Sumatera Barat. dan kedirgantaraan. fasilitasi. Jambi. Riau Bengkulu. Jawa Timur. fasilitasi. Daerah Istimewa Yogyakarta. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. Kepulauan Riau. Kelautan dan Kedirgantaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. dan b. kelautan. penataan kawasan khusus. dan b. serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan urusan pertanahan dan penataan kawasan khusus yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Timur. penataan kawasan khusus. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada kawasan perairan. Pasal 359 Subdirektorat Kawasan Perairan.

mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum di bidang pencegahan dan penanggulangan bencana. Bali. dan e. Subdirektorat Sarana dan Prasarana. Bagian Kedelapan Direktorat Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana Pasal 362 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 huruf f. d. penyusunan laporan. Maluku Utara dan Papua Barat. b. Riau Bengkulu. Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. Lampung. Pasal 361 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan melakukan urusan kepegawaian. sistem dan prosedur. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 huruf b. Jawa Barat. Pasal 365 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c.68 Papua. Kalimantan Selatan. Subdirektorat Organisasi. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan e. Sulawesi Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi identifikasi potensi bencana. Subbagian Tata Usaha. Pasal 363 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362. Sulawesi Utara. Gorontalo. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi pembinaan kawasan perairan. c. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Sistem dan Prosedur. kelautan dan kedirgantaraan yang meliputi Provinsi Aceh. Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana. Kalimantan Tengah. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi koordinasi organisasi. Pasal 364 Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana. fasilitasi. Jawa Timur. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Nusa Tenggara Timur. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. koordinasi.

69 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi potensi bencana. Pasal 366 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 367 Subdirektorat Identifikasi Potensi Bencana, terdiri atas: a. Seksi Pencegahan; dan b. Seksi Mitigasi. Pasal 368 (1) Seksi Pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pencegahan bencana. (2) Seksi Mitigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan mitigasi bencana. Pasal 369 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi kelembagaan, sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 370 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 369, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kerjasama kelembagaan serta penanggulangan bencana; b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur penanggulangan bencana; dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 371 Subdirektorat Organisasi, Sistem dan Prosedur, terdiri atas: a. Seksi Organisasi; dan b. Seksi Sistem dan Prosedur. Pasal 372 (1) Seksi Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf a,

70 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dan kerjasama kelembagaan penanggulangan bencana. (2) Seksi Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyusunan sistem dan prosedur serta koordinasi tanggap darurat penanggulangan bencana. Pasal 373 Subdirektorat Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasal 374 Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 373, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 375 Subdirektorat Sarana dan Prasarana, terdiri atas: a. Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan; dan b. Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi.

Pasal 376 (1) Seksi Standardisasi Aplikasi Peralatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi standardisasi aplikasi peralatan penyelenggaraan penanggulangan bencana. (2) Seksi Pengembangan Informasi dan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan informasi dan teknologi penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pasal 377 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 378

71 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 377, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran; dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran. Pasal 379 Subdirektorat Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; dan b. Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur. Pasal 380 (1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Seksi Peningkatan Kapasitas Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas aparatur di bidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pasal 381 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, dan melakukan urusan kepegawaian, rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.

BAB V DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 382 1. 2. Direktorat Jenderal Otonomi Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang otonomi daerah. Direktorat Jenderal Otonomi bertanggung jawab kepada Menteri. Daerah berada di bawah dan

72 3. Direktorat Jenderal. Jenderal Otonomi Daerah dipimpin oleh Direktur

Pasal 383 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang otonomi daerah. Pasal 384 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang otonomi daerah; b. pelaksanaan kebijakan di bidang otonomi daerah; c. perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang otonomi daerah; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang otonomi daerah; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal; b. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I; c. Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II; d. Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah; e. Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga; dan f. Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf a, mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386, menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran; b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. c. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan d. pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha dan rumah tangga.

73 Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal, terdiri atas: a. Bagian Perencanaan; b. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian; c. Bagian Keuangan; dan d. Bagian Umum. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389, menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi; b. penyusunan program dan anggaran; dan c. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan, terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran; dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf a, mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391 huruf c, mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 394 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393, menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum; b. pelaksanaan urusan kepegawaian; dan

Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. usul penunjukan bendaharawan dan pembuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf b. dan c. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf c. b. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. penatausahaan. Subbagian Perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Kepegawaian. Pasal 400 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf a. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. . b. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. dan c. penyiapan penyusunan organisasi. dan c. pembayaran gaji. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf b. b. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Sistem dan Prosedur.74 c.

pelaksanaan urusan persuratan dan arsip.75 (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 huruf c. perencanaan pembangunan. tata ruang. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. usaha kecil dan menengah. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf a. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. pertanahan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. perdagangan. kehutanan. (2) Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: ketahanan pangan. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. dan c. b. lingkungan hidup. b. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf b. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Persuratan dan Arsip. keluarga berencana dan keluarga sejahtera serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. pemberdayaan masyarakat desa. pertanian. koperasi. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388 huruf d. Bagian Keempat Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I Pasal 405 (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf b. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403 huruf c. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. penanaman modal. Pasal 403 Bagian Umum. komunikasi dan .

Pasal 406 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 405. pekerjaan umum serta kependudukan dan pencatatan sipil. prosedur. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang c. Pasal 409 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang e. dan b. terdiri atas: a. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pemberdayaan masyarakat desa. I/1. standar. ketahanan pangan. Seksi Bidang I/1A. menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria pelaksanaan urusan. Subbagian Tata Usaha. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. b. I/2. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. I/3. Pasal 408 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf a. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. I/5. dan c. standar. dan pemberdayaan masyarakat desa. Pasal 410 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/1. b. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang d. perumahan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang I/1B. perindustrian. I/4. dan . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. Pasal 411 (1) Seksi Bidang I/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf a. ketahanan pangan. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal di bidang pertanian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pendidikan. standar. Pasal 407 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah I. menyelenggarakan fungsi: a.76 informasi. Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang f. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. standar. c. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanian.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.77 (2) Seksi Bidang I/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. Pasal 416 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang pertanahan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 415 (1) Seksi Bidang I/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf a. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang koperasi. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. lingkungan hidup. prosedur dan kriteria. menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyusunan norma. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyusunan norma. standar. Pasal 417 . prosedur dan kriteria urusan di bidang perencanaan pembangunan dan kehutanan. terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. (2) Seksi Bidang I/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 huruf b. tata ruang dan kehutanan. dan c. standar. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan tata ruang. perencanaan pembangunan. lingkungan hidup. Pasal 414 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf c. Seksi Bidang I/2B. Pasal 412 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf b. Seksi Bidang I/2A. usaha kecil dan menengah. standar. penanaman modal dan perdagangan. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang pertanahan. Pasal 413 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. standar.

Seksi Bidang I/3A. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. (2) Seksi Bidang I/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf b. terdiri atas: a. pendidikan dan perindustrian. Seksi Bidang I/4A. prosedur dan kriteria urusan di bidang koperasi. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang I/3B. standar. b. prosedur dan kriteria. Pasal 422 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 418 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. b. terdiri atas: a. dan . dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma.78 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Pasal 420 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf d. Pasal 421 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. usaha kecil dan menengah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang komunikasi dan informasi. prosedur dan kriteria urusan di bidang penanaman modal dan perdagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 419 (1) Seksi Bidang I/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 418 huruf a. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perumahan. Seksi Bidang I/5A. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. (2) Seksi Bidang I/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria urusan di bidang perumahan dan pekerjaan umum. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 425 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. prosedur dan kriteria urusan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 424 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. standar. informasi dan perindustrian. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan b. standar. penyusunan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang pendidikan. kependudukan dan pencatatan sipil. terdiri atas: a. standar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan c. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang I/5B. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pekerjaan umum. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang I/4B. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. (2) Seksi Bidang I/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf b. Pasal 423 (1) Seksi Bidang I/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 422 huruf a. prosedur dan kriteria urusan di bidang komunikasi.79 b. b. Pasal 426 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang I/5. Pasal 427 (1) Seksi Bidang I/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426 huruf a. Pasal 428 .

ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. prosedur. dan sosial. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). II/4. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. persandian. perhubungan. penyusunan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. II/5. kelautan dan perikanan.80 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik. energi dan sumberdaya mineral. pemerintahan umum. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang f. pariwisata. perangkat daerah. standar. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang e. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. kepemudaan dan olahraga. kebudayaan. pemerintahan umum. dan d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan norma. Pasal 433 II/1. administrasi keuangan daerah. c. terdiri atas: a. arsip. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang b. II/2. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang c. dan . II/3. Subdirektorat Urusan pemerintahan Daerah Bidang d. dan kepegawaian. perangkat daerah. Lingkup Bidang Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: statistik. kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. otonomi daerah. penyusunan laporan. otonomi daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dan evaluasi penyusunan standar pelayanan minimal. perpustakaan. dan kriteria pelaksanaan urusan. Bagian Kelima Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II Pasal 429 (2) (1) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf c. administrasi keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang urusan pemerintahan daerah. Pasal 431 Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II. menyelenggarakan fungsi: a. kesehatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 432 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf a. Pasal 430 (2) Direktorat Urusan Pemerintahan Daerah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. b.

terdiri atas: a. prosedur dan kriteria. standar. menyelenggarakan fungsi: a. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. dan c. Pasal 434 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 438 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang kesehatan dan sosial. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Seksi Bidang II/2A. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. administrasi keuangan daerah. Seksi Bidang II/ 1A. perangkat daerah. dan c. Pasal 436 (2) Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf b. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Seksi Bidang II/2B. dan b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesatuan bangsa dan politik dan pemerintahan umum. dan kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bidang II/1B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Seksi Bidang II/1B Pasal 435 (1) Seksi Bidang II/1A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434 huruf a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan.81 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/1 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. fasilitasi penyusunan . b. standar. Pasal 439 (1) Seksi Bidang II/2A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. prosedur dan kriteria urusan di bidang otonomi daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. dan b. Pasal 437 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/2 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 436. standar.

Seksi Bidang II/3A. prosedur dan kriteria. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 444 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah.82 standar pelayanan minimal dan norma. Pasal 440 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf c. . prosedur dan kriteria urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. dan c. (2) Seksi Bidang II/3B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf b. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang perhubungan. kepemudaan dan olahraga. standar. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. (2) Seksi Bidang II/2B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. Pasal 442 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 terdiri atas: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang sosial. standar. prosedur dan kriteria urusan di bidang kepemudaan dan olahraga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. standar. Pasal 441 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. standar. dan b. Pasal 443 (1) Seksi Bidang II/3A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442 huruf a. standar. penyusunan norma. b. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. arsip dan perpustakaan. standar. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. arsip dan perpustakaan. penyusunan norma. Seksi Bidang II/3B. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. standar. kebudayaan dan pariwisata. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. prosedur dan kriteria urusan di bidang kesehatan.

dan b. Seksi Bidang II/4B. dan b. b. standar. standar. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. Pasal 449 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan c. standar. kelautan dan perikanan. Seksi Bidang II/4A. prosedur dan kriteria dan standar pelayanan minimal urusan di bidang energi dan sumber daya mineral. standar. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. prosedur dan kriteria. dan persandian dan statistik. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. (2) Seksi Bidang II/4B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf b. Seksi Bidang II/5A. prosedur dan kriteria urusan di bidang kebudayaan dan pariwisata. . penyusunan norma. Pasal 450 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/5 terdiri atas: a. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. Pasal 448 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Bidang II/5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431 huruf e. Seksi Bidang II/5B. Pasal 447 (1) Seksi Bidang II/4A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446 huruf a. prosedur dan kriteria. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma.83 Pasal 445 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. pelaksanaan dan evaluasi standar pelayanan minimal. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan. Pasal 446 Subdirektorat Urusan Pemerintahan Daerah Bidang II/4 terdiri atas: a. prosedur dan kriteria urusan di bidang perhubungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyusunan norma.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf d. Pasal 454 Direktorat Penataan Daerah. standar. b. sumber daya mineral dan persandian. standar. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah terdiri atas: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang penataan daerah. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. prosedur dan kriteria urusan di bidang energi. Bagian Keenam Direktorat Penataan Daerah.84 Pasal 451 (1) Seksi Bidang II/5A sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. dan d. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. prosedur dan kriteria urusan di bidang kelautan. fasilitasi penyusunan standar pelayanan minimal dan norma. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 455 Direktorat Penataan Daerah. Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Pasal 453 Direktorat Penataan Daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). otonomi khusus dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah. (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan urusan pemerintahan daerah. perikanan dan statistik. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. penyusunan laporan. (2) Seksi Bidang II/5B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450 huruf b. c.

Seksi Wilayah IB. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Riau. Seksi Wilayah IA. Pasal 460 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf b. dan b. Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. Pasal 457 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. c. Bengkulu. Kalimantan Timur. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Barat. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Sulawesi Tenggara. d. Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Timur. Pasal 459 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 huruf a. Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I. Bali. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Aceh. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi wilayah Provinsi Aceh. e. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Jawa Tengah. Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. Jawa Timur. Bengkulu. dan b. Kalimantan Tengah. Pasal 456 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf a. Pasal 458 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah I. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi meliputi Provinsi Sumatera Utara. Jambi. Sumatera (2) . Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II. Sulawesi Barat. Maluku Utara. Jambi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bali. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. f. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan daerah. Jawa Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.85 b. Kalimantan Timur.

menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IIA: dan b. Kalimantan Barat. Kepulauan Riau. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf c. Nusa Tenggara Barat.86 Selatan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 461 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IIB. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku. Pasal 464 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I. Pasal 465 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. lampung. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Aceh dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Banten. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Riau. Pasal 467 (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. Pasal 462 Subdirektorat Penataan Daerah Wilayah II. Sulawesi Utara. Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan. Jawa Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Papua. Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan. Kepulauan Riau. Pasal 463 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf a. Sulawesi Utara. dan Papua. Banten. dan b. Gorontalo. pembinaan daerah pemekaran serta monitoring dan evaluasi di wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Pasal 466 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah I terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan daerah. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus. Gorontalo. Lampung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462 huruf b. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan daerah pemekaran. menyelenggarakan fungsi: a. dan Maluku. Seksi Provinsi Aceh. Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat.

menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 471 (1) Seksi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf a. Seksi Provinsi Daerah Jakarta. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Aceh. Pasal 473 Khusus Ibukota . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi dewan pertimbangan otonomi daerah bidang pemerintahan dan perimbangan keuangan.87 (1) Seksi Provinsi Aceh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf a. Pasal 472 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf e. Pasal 470 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Seksi Provinsi Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. Pasal 469 Subdirektorat Otonomi Khusus wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. (2) Seksi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 huruf b. terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Papua. pembinaan. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Papua. pembinaan. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Papua Barat. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 455 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. dan b. monitoring dan evaluasi serta fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2) Seksi Provinsi Papua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470 huruf b. Pasal 468 Subdirektorat Otonomi Khusus Wilayah II. pembinaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi koordinasi instansi terkait dalam pelaksanaan otonomi khusus. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penataan. pembinaan dan evaluasi daerah otonomi khusus.

DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Pasal 477 . dan c.88 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 475 (1) Seksi Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan b. terdiri atas: a. kabupaten dan kota. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masing-masing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. Pasal 474 Subdirektorat Fasilitasi Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah dan penilaian kemampuan daerah provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. kabupaten dan kota. penyusunan laporan. Seksi Bidang Perimbangan Keuangan. meliputi perhitungan bagian masing-masing daerah atas dana bagi hasil pajak dan sumberdaya alam dan formula Perhitungan Dana Alokasi Umum masing-masing daerah berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Umum serta Dana Alokasi Khusus masingmasing daerah untuk setiap tahun anggaran berdasarkan besaran Pagu Dana Alokasi Khusus. Bagian Ketujuh Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian dana perimbangan provinsi. (2) Seksi Bidang Perimbangan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474 huruf b. Seksi Bidang Pemerintahan. kabupaten dan kota. dan melakukan urusan kepegawaian. kabupaten dan kota. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan kajian penataan daerah serta penilaian kemampuan daerah provinsi. serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan tugas dan wewenang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah. b.

Sulawesi Tengah. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. c. Sulawesi Barat dan Papua Barat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 479 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Jawa Tengah. Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 480 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf a. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV. c. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD di bidang pemerintahan. b. Pasal 478 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. dan f. d. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. DPRD dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf e. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD.89 Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. b. Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. Subbagian Tata Usaha. Bali. . Kalimantan Tengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang fasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi kepala daerah. terdiri atas: a. Pasal 481 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480. d. DPRD dan hubungan antar lembaga. dan e.

90 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Maluku. Banten. b. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IB. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Jambi. Pasal 483 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf a. Bali. menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482 huruf b. Jawa Tengah. terdiri atas: a. Sulawesi Selatan. dan . fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Aceh. dan Papua Barat. Pasal 482 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah I. Kabupaten dan Kota. Kalimantan Selatan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi Tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Kabupaten dan Kota. c. Seksi Wilayah IA. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 485 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 484 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. b. Kabupaten dan Kota. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah IIA. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan c. (2)Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf b. Bengkulu. Nusa Tenggara Barat dan Banten. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 490 . Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Tenggara. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Pasal 487 (1)Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 huruf a. Kalimantan Timur. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Pasal 488 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf c. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nusa Tenggara Timur.91 c. Jawa Timur. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kepualauan Riau. Kalimantan Selatan dan Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Seksi Wilayah IIB. terdiri atas: a. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Selatan. Pasal 489 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam Pasal 488. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Pasal 486 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah II. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan Maluku Utara.

Pasal 494 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV.92 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. dan c. Sulawesi Tenggara. Lampung. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 491 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf a. Jawa Barat. dan Kalimantan Timur. dan Maluku Utara. b. dan . Sulawesi Utara. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Wilayah IIIB. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Bengkulu. dan b. terdiri atas: a. Gorontalo. Seksi Wilayah IIIA. dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Jawa Timur. Nusa Tenggara Timur. terdiri atas: a. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490 huruf b. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah serta fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Wilayah IVA. Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. Pasal 493 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah. Pasal 492 Subdirektorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 huruf d. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah.

Pasal 498 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. Jawa Barat. Seksi Wilayah IVB. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 495 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf a. Kalimantan Barat dan Gorontalo. dan b. . Seksi Asosiasi Daerah. dan Papua. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Riau. Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah.93 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan dan koordinasi Pemerintah Daerah dan DPRD. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan hubungan antarlembaga daerah dan asosiasi Pasal 497 Subdirektorat Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Hubungan Antar Lembaga Daerah dan Asosiasi Daerah dimaksud dalam Pasal 479 huruf e. dan (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494 huruf b. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Sulawesi Utara. fasilitasi. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi administrasi Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. Kabupaten dan Kota serta pemberdayaan kapasitas Kepala Daerah dan DPRD Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 496 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi daerah. Pasal 499 (1) Seksi Hubungan Antar Lembaga Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf a. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum Kepala Daerah. dan b. Kabupaten dan Kota di bidang pemerintahan yang meliputi Provinsi Lampung.

fasilitasi. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Bagian Kedelapan Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Pasal 501 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 385 huruf f. Pasal 503 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah. d. c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V. mempunyai tugas . c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. d. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. e. dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi asosiasi daerah. Subbag Tata Usaha. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kapasitas daerah. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan. Pasal 502 Direktorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. Pasal 504 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf a. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaporan dan pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di bidang pengembangan kapasitas dan evaluasi kinerja daerah.94 (2) Seksi Asosiasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498 huruf b. dan e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Aceh. Pasal 508 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. dan Maluku Utara. Seksi Wilayah IB. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah IA. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan b. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 506 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. Sumatera Selatan. Pasal 507 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kalimantan Selatan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Pasal 505 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah I. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. mempunyai tugas . Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Aceh. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sulawesi Selatan. b. dan f. kabupaten dan kota daerah. e. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. d.95 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan Maluku Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Sumatera Utara. kabupaten dan kota daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 511 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf a. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. (2) Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510 huruf b. dan Papua. d. Pasal 510 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II. terdiri atas: a. Pasal 509 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 508. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Jawa Barat. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan b. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. dan f. Bengkulu. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. e. c. Bali.96 melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. Sulawesi Tenggara. dan evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. Pasal 512 . Bali dan Papua. Seksi Wilayah IIA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Seksi Wilayah IIB.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Barat. Pasal 514 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah.97 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf c. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. terdiri atas: a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. (2) Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf b. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. dan pengembangan kapasitas daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Pasal 515 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514 huruf a. dan b. Seksi Wilayah IIIA. Jawa tengah. Sumatera Barat. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. Lampung dan Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah IIIB. d. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. b. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Lampung. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Pasal 516 . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 513 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. dan f. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri daerah.

c. Kalimantan Timur. Sulawesi Utara dan Papua Barat. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Riau. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Pasal 518 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV. Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. dan Papua Barat. . menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IVA. dan b. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. e. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Nusa Tenggara Timur. dan f. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. d. terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf b. b. Banten.98 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf d. Pasal 517 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. kabupaten dan kota daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Seksi Wilayah IVB. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Pasal 519 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 518 huruf a. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Banten. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Kabupaten dan Kota yang di Provinsi Riau. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan Fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi.99 Pasal 520 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 503 huruf e. Pasal 522 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. dan f. Maluku. Kalimantan Barat. Kalimantan Barat. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. Seksi Wilayah VB. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. penyiapan bahan perumusan kebijakan serta monitoring dan evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. c. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Jambi. Jambi. Pasal 521 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas dan Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Sulawesi tengah dan Maluku. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi mandiri daerah. Kabupaten dan Kota yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. dan Sulawesi Barat. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Seksi Wilayah VA. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Jawa Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan laporan. e. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan pengembangan kapasitas daerah di provinsi. kabupaten dan kota daerah. Pasal 524 . dan pengembangan kapasitas daerah di Provinsi. evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. evaluasi kebijakan pemerintah dan kebijakan daerah. Jawa Timur dan Sulawesi Barat. Sulawesi tengah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. evaluasi pelaporan dan evaluasi mandiri. Pasal 523 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf a. dan b. (2) Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 522 huruf b.

3. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 528 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. 2. standar. Tugas dan Fungsi Pasal 525 1. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pembinaan pembangunan daerah. e. terdiri atas: .100 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan daerah. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan penyerasian dan pengendalian di bidang pembinaan pembangunan daerah. penyusunan laporan. Pasal 526 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan daerah. dan f. c. b. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan melakukan urusan kepegawaian. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyusunan norma. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 527 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan daerah.

Pasal 531 Sekretariat Direktorat Jenderal. dan c. Bagian Umum. b. Pasal 533 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 532. dan c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 529 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. b. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. terdiri atas: a. d. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. f. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. c. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Direktorat Pengembangan Wilayah. Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. dan d. Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. b. e. dan d. pengelolaan perlengkapan.101 a. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. terdiri atas: a. dan Direktorat Penataan Perkotaan. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. penyusunan program dan anggaran. Bagian Keuangan. c. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. Bagian Perencanaan. Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 534 Bagian Perencanaan. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 532 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf a. Pasal 535 . urusan tata usaha dan rumah tangga. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 530 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 529.

mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: . (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 537 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 536. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. Pasal 539 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf a. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal.102 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf a. Pasal 540 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf c. b. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538 huruf c. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. dan c. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan. Pasal 541 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 538 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Pasal 536 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf b. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Subbagian Sistem dan Prosedur. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf c. penatausahaan. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534 huruf b. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. b.

pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan.103 a. Pasal 544 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531 huruf d. Pasal 545 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf b. terdiri atas: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pembayaran gaji. b. dan c. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 546 Bagian Umum. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 543 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf a. b. Pasal 542 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. b. Pasal 547 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf a. dan c. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542 huruf c. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. . b. dan c. Subbagian Persuratan dan Arsip. pelaksanaan urusan perbendaharaan. dan c. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan.

penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sulawesi. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Sumatera. Pasal 550 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah. Pasal 552 . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang keserasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III.104 (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546 huruf c. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Kalimantan. dan f. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. Pasal 551 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf a. e. c. c. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V. Pasal 549 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. d. b. e. d. b. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 548 Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf b. Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sumatera. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan wilayah Jawa dan Bali.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 555 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf b. Seksi Wilayah IB. Bangka Belitung. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IIA. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 553 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Jawa dan Bali. Jambi. menyelenggarakan fungsi: a. Riau. dan b. Pasal 554 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Bali. Lampung. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Jawa dan Bali. Seksi Wilayah IIB. dan Kepulauan Riau. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Sumatera Barat. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sumatera. (2) . dan b. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553 huruf b. Pasal 557 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II. dan Bengkulu. Sumatera Utara. Pasal 556 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555.105 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Seksi Wilayah IA. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sumatera.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Jawa Tengah. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IIIB. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Pasal 560 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan. terdiri atas: a. dan Bali. Pasal 559 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf c. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan (2) (2) . dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Banten.106 Pasal 558 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557 huruf a. Jawa Timur. Pasal 562 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561 huruf a. daerah di wilayah Kalimantan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Kalimantan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan. Seksi Wilayah IIIA. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 561 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah III.

Maluku. Pasal 567 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah di wilayah Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan. Pasal 563 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 550 huruf d. Pasal 564 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Sulawesi. Pasal 565 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah IV. Pasal 568 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. dan Papua. dan Sulawesi Barat. dan Gorontalo. Pasal 566 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Sulawesi. terdiri atas: a. Seksi Wilayah IVB. dan b.107 Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah IVA. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. dan b.

fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi Wilayah Nusa Tenggara. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Kabupaten/Kota Wilayah Nusa Tenggara. menyelenggarakan fungsi: (2) . Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Pasal 570 (1) Seksi Wilayah VA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf a. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 569 Subdirektorat Perencanaan Pembangunan Wilayah V terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat. dan Papua. Seksi Wilayah VA. dan b. penyusunan laporan. Seksi Wilayah VB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569 huruf b. dan b. dan Papua. Pasal 573 Direktorat Pengembangan Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. Pasal 571 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Papua dan Papua Barat. Maluku. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian perencanaan pembangunan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang meliputi Provinsi Maluku Utara.108 a. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang keserasian dan pengendalian pengembangan wilayah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Pasal 572 Direktorat Pengembangan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf c. Seksi Wilayah VB. penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Subdirektorat Wilayah Pesisir. Sumatera Utara. Maluku dan Papua. Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah tertinggal. e.109 a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Aceh. c. dan b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Wilayah Tertinggal. Seksi Wilayah IA. Pasal 576 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Pasal 578 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf a. Seksi Wilayah IB. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan kawasan strategis dan andalan. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Jawa. Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. terdiri atas: a. d. Riau. Pasal 574 Direktorat Pengembangan Wilayah. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera dan Kalimantan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Kalimantan. terdiri atas: a. Nusa Tenggara. Bali. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. c. b. penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah Sumatera dan Kalimantan. d. pelaksanaan Urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. . Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan. Laut dan Pulau-pulau Kecil. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sumatera. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. menyelenggarakan fungsi: a. dan f. Pasal 575 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf a. Pasal 577 Subdirektorat Pengembangan Wilayah I. laut dan pulau-pulau kecil. dan b.

Papua dan Papua Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota di wilayah Jawa. Sulawesi Barat.110 Sumatera Barat. Sulawesi Tengah. Maluku. Gorontalo. Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Jambi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan. Maluku Utara. dan b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara. Jawa Timur dan Bali. Bali. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Sulawesi Selatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Jawa Barat. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah IIA. Bengkulu. fasilitasi. Kalimantan Barat. fasilitasi. Sulawesi. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Jawa dan Bali. Seksi Wilayah IIB. terdiri atas: a. Pasal 583 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf c. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota yang meliputi wilayah Banten. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan (2) . Maluku dan Papua. Pasal 579 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf b. Pasal 582 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf a. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581 huruf b. Pasal 580 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Nusa Tenggara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasal 581 Subdirektorat Pengembangan Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577 huruf b. Lampung. Jawa Tengah. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pengembangan wilayah antar provinsi dan antar kabupaten/kota wilayah Sulawesi.

kapasitas kelembagaan. Pasal 589 Subdirektorat Wilayah Tertinggal. bahan perumusan kebijakan. potensi. dan b. terdiri atas: a. penyiapan data. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf b. kapasitas kelembagaan. serta monitoring dan evaluasi percepatan pengembangan kawasan strategis dan andalan. Seksi Pengembangan Kawasan Strategis dan Andalan. Seksi Prasarana dan Sarana. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta monitoring dan evaluasi perencanaan kawasan strategis dan andalan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah tertinggal. Pasal 590 (2) . Pasal 586 (1) Seksi Pengembangan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585 huruf a. Pasal 584 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kawasan strategis dan andalan. Pasal 587 Subdirektorat Wilayah Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf d. mempunyai tugas menyiapkan data. bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Sosial Ekonomi.111 keterpaduan penataan dan pengelolaan serta pengendalian kawasan strategis dan andalan. Pasal 588 Subdirektorat Wilayah Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. dan b. dan b. Seksi Pengembangan Data. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana. Pasal 585 Subdirektorat Kawasan Strategis dan Andalan.

menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir. fasilitasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) (2) (2) . dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Pulau-pulau Kecil. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulau-pulau kecil. Pasal 591 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 595 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan wilayah pesisir dan laut. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 592 Subdirektorat Wilayah Pesisir. laut dan pulau-pulau kecil.112 (1) Seksi Prasarana dan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf a. dan b. terdiri atas: a. Seksi Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf b. Laut dan Pulau-pulau Kecil. dan b. fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 594 (1) Seksi Pesisir dan Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 593 huruf a. Laut dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 574 huruf e. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan sosial ekonomi di wilayah tertinggal. Laut dan Pulau-pulau Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Seksi Sosial Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 589 huruf b. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pesisir dan Laut. fasilitasi dan serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan prasarana dan sarana di wilayah tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pulaupulau kecil. Pasal 593 Subdirektorat Wilayah Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian pembangunan pesisir dan laut.

d. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. dan b. pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyerasian dan pengendalian tata ruang wilayah. Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan konservasi dan rehabilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Pasal 596 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf d. . dan f. Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. f.113 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. c. pemanfaatan tata ruang wilayah. Pasal 597 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. terdiri atas: a. Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pengendalian lingkungan hidup. e. Pasal 598 Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. Subbagian Tata Usaha. Pasal 599 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf a. Pasal 601 a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan. dan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. menyelenggarakan fungsi: penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang wilayah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan ruang dan lingkungan hidup. e. b. Pasal 600 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 599.

pemanfaatan. perencanaan. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan Papua. fasilitasi perencanaan. pemanfaatan. Pasal 606 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf a. Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Wilayah II. perencanaan. Pasal 604 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 603. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Sumatera dan Kalimantan.114 Subdirektorat Penataan Ruang Wilayah. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan dan pengendalian tata ruang kawasan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan tata ruang kawasan. Bali. Maluku. pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang wilayah Jawa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. pemanfaatan. dan b. terdiri atas: a. dan b. pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan. Pasal 607 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf c. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 605 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan. Pasal 603 Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf b. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf b. Sulawesi. Seksi Wilayah I. Pasal 602 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601 huruf a. evaluasi dan pengendalian pemanfaatan serta monitoring dan evaluasi tata ruang kawasan di wilayah Jawa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. dan Papua. Bali. Maluku. pemanfaatan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perencanaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan (2) . perencanaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b.

Pasal 614 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. Seksi Rehabilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 612 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi sumber daya air. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Pasal 610 (1) Seksi Konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 611 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf d. Pasal 609 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi. Seksi Rehabilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 huruf b. bahan perumusan tugas serta serta (2) . pemanfaatan dan pengendalian sumber daya air. dan b. pemanfaatan dan evaluasi konservasi dan rehabilitasi. instrumen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pembinaan pelaksanaan perencanaan. Seksi Konservasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah II. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi. mempunyai tugas menyiapkan data.115 dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perencanaan. terdiri atas: a. Pasal 613 Subdirektorat Perencanaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air. Pasal 608 Subdirektorat Konservasi dan Rehabilitasi dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pemanfaatan sumber daya air. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Seksi Wilayah I. dan b.

perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Sumatera dan Kalimantan. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Jawa. bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Nusa Tenggara. Seksi Wilayah I. pengawasan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan melakukan urusan kepegawaian. fasilitasi dan pengembangan instrumen kelembagaan lingkungan hidup. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf b. Pasal 615 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598 huruf e. instrumen. monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengembangan kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah Sumatera dan Kalimantan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan Papua.116 kebijakan. Bali. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) . dan b. Maluku. Pasal 616 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Pasal 617 Subdirektorat Pengendalian Lingkungan Hidup. Pasal 619 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. potensi. terdiri atas: a. pengawasan. perencanaan dan pengendalian teknis sumber daya air di wilayah Jawa. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). monitoring dan evaluasi serta analisis dan audit pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 huruf b. Nusa Tenggara. Pasal 618 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617 huruf a. Seksi Wilayah II. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Bali. penyusunan laporan. mempunyai tugas menyiapkan data. dan b. Sulawesi. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi. Maluku.

Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Pasal 625 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah. Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. Seksi Identifikasi Produk Unggulan. e. . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal di bidang pembinaan pengembangan ekonomi daerah. dan f. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. Pasal 621 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah.117 Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah Pasal 620 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kemitraan usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Pasal 623 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan produk unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi sarana dan prasarana perekonomian daerah. d. menyelenggarakan fungsi : a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. Pasal 624 Subdirektorat Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. Subdirektorat Kemitraan Usaha. d. dan b. Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan potensi ekonomi daerah. Seksi Pengembangan Produk Unggulan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. terdiri atas: a. e. c. dan b. Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. Pasal 622 Direktorat Pengembangan Ekonomi Daerah. b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi investasi daerah. perumusan kebijakan pengembangan produk daerah. Seksi Promosi. serta monitoring dan evaluasi unggulan dan pemanfaatan potensi ekonomi Pasal 627 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf b. dan b.118 Pasal 626 (1) Seksi Identifikasi Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 625 huruf a. (2) (2) . Seksi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 629 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. serta monitoring dan evaluasi identifikasi produk unggulan dan analisis potensi ekonomi daerah. Pasal 628 Subdirektorat Promosi dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan investasi daerah. Seksi Pengembangan Pasal 625 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian sarana perekonomian daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi promosi dan investasi daerah. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan promosi ekonomi daerah. Produk Unggulan sebagaimana dimaksud dalam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan fasilitasi. Pasal 630 (1) Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a. Pasal 631 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf c. dan b. Seksi Investasi.

Seksi Pengelolaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan perdagangan daerah. Pasal 637 Subdirektorat Kemitraan Usaha. menyelenggarakan fungsi : a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Sulawesi. Seksi Perencanaan dan Pengembangan. terdiri atas: a. Pasal 636 Subdirektorat Kemitraan Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635.119 Pasal 632 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan b. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan kemitraan usaha ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan (2) . Pasal 635 Subdirektorat Kemitraan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf d. Pasal 638 (1) Seksi Perencanaan dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf a. Pasal 633 Subdirektorat Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah. terdiri atas: a. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan kemitraan usaha ekonomi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan perindustrian daerah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. Seksi Wilayah I. dan b. Pasal 634 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 633 huruf a. serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan perdagangan dan perindustrian ekonomi daerah di wilayah Jawa.

dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Pasal 643 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. menyelenggarakan fungsi : a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf b. terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Kelembagaan. serta monitoring dan evaluasi pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Penguatan Kapasitas Kelembagaan. (2) evaluasi Seksi pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 637 huruf b. dan b. Bagian Kedelapan Direktorat Penataan Perkotaan Pasal 644 (2) (2) . dan b. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).120 perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan perencanaan dan pengembangan kemitra usahaan di daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 642 (1) Seksi Pengembangan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 641 huruf a. penyusunan laporan. serta monitoring dan evaluasi penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan kemitrausahaan di daerah. Pasal 641 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pengembangan kelembagaan ekonomi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 639 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 622 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 640 Subdirektorat Kelembagaan Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639.

e. dan f. Subdirektorat Penataan Kota Menengah. Pasal 647 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penataan Kota Kecil. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 650 (1) Seksi Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf a. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota kecil. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. d. Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. Pasal 646 Direktorat Penataan Perkotaan. Pasal 649 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. b. Pasal 645 Direktorat Penataan Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. dan b. terdiri atas: a. Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota besar dan metropolitan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi penataan kota menengah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian perkotaan. b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi kerjasama perkotaan. Seksi Pengendalian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah di bidang penataan perkotaan. Seksi Perencanaan.121 Direktorat Penataan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 528 huruf f. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan perkotaan. d. Pasal 648 Subdirektorat Perencanaan dan Pengendalian Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. dan f. . fasilitasi serta monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengendalian penataan perkotaan. c.

pemeliharaan lingkungan perkotaan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 655 Subdirektorat Penataan Kota Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf c. terdiri atas: a. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. menyelenggarakan fungsi: tugas (2) . Pasal 656 Subdirektorat Penataan Kota Menengah dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. fasilitasi serta monitoring dan evaluasi serta pengendalian penataan perkotaan. fasilitasi. Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 652 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. Seksi Lingkungan Perkotaan. fasilitasi. Pasal 653 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. Pasal 651 Subdirektorat Penataan Kota Besar dan Metropolitan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf b.122 (2) Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 649 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana Prasarana. Pasal 654 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 653 huruf a.

Seksi Lingkungan Perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan. Pasal 660 Subdirektorat Penataan Kota Kecil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. dan b. Seksi Lingkungan Perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. b. fasilitasi. Seksi Sarana Prasarana. Pasal 657 Subdirektorat Penataan Kota Menengah. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 662 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perkotaan. Pasal 658 (1) Seksi Sarana Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf a. fasilitasi pembinaan dan koordinasi serta pengendalian pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana serta lingkungan perkotaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyelenggarakan fungsi: a. . dan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemeliharaan lingkungan perkotaan. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. dan b.123 a. terdiri atas: a. terdiri atas: a. fasilitasi. fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 661 Subdirektorat Penataan Kota Kecil. Pasal 659 Subdirektorat Penataan Kota Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf d. pemeliharaan lingkungan perkotaan. (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 657 huruf b. fasilitasi. Seksi Sarana Prasarana. fasilitasi. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan pemanfaatan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pengendalian kerjasama pembangunan perkotaan. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah. dan melakukan urusan kepegawaian. Tugas dan Fungsi Pasal 668 (2) . Pasal 664 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 663. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan laporan. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar daerah.124 (2) Seksi Lingkungan Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 661 huruf b. Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara. penyiapan bahan perumusan kebijakan. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama dalam pembangunan perkotaan antarnegara. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. koordinasi dan evaluasi serta pengendalian lingkungan perkotaan. Pasal 666 (1) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf a. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Seksi Kerjasama Perkotaan Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan b. Pasal 663 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646 huruf e. Pasal 665 Subdirektorat Kerjasama Perkotaan. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian pelaksanaan kerjasama pembangunan perkotaan antardaerah. fasilitasi. terdiri atas: a. DIREKTORAT JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Bagian Pertama Kedudukan. dan b. fasilitasi dan evaluasi serta pengendalian kerjasama perkotaan antar negara.

dan e. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 672 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf a. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat. Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan kriteria di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Pasal 669 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 671 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. . Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan f. terdiri atas: a. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa. Pasal 673 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 672. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan norma. prosedur. Pasal 670 Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. standar. d. 6. menyelenggarakan fungsi: 5. e. c.125 4.

dan f. e. penyusunan program dan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja.126 e. Pasal 680 . urusan tata usaha dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 676 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 674 Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. dan h. Pasal 677 Bagian Perencanaan. terdiri atas: e. dan f. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan. f. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Pasal 678 (4) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf a. g. (6) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf c. pengelolaan perlengkapan. Pasal 675 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf a. pelaksanaan pengelolaan keuangan. f. g. Pasal 679 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. dan h. (5) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677 huruf b. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. menyelenggarakan fungsi: d. Bagian Umum. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. e. terdiri atas: d.

Pasal 686 (4) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf a. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. terdiri atas: d. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. (5) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf b. Pasal 681 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. e. menyelenggarakan fungsi: d. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. dan f. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: d. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penatausahaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 684 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. (5) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf b. e. Pasal 683 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf c. Subbagian Kepegawaian. pembayaran gaji. Subbagian Perundang-undangan. dan f. . menyelenggarakan fungsi: d. pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. dan f. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. penyiapan penyusunan organisasi. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi.127 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 682 (4) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf a. e. (6) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681 huruf c. e. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. dan f. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. Subbagian Sistem dan Prosedur.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 690 (4) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pasal 691 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf b. persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. dan f. terdiri atas: d. (6) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 685 huruf c. menyelenggarakan fungsi: d. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. dan f. Pasal 689 Bagian Umum. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. (5) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf b. Pasal 692 . pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 688 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687. Subbagian Persuratan dan Arsip. e. (6) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 689 huruf c. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. e. Pasal 687 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 674 huruf d.128 usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga.

perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa serta kelurahan. terdiri atas: a. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Pasal 695 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 694. b. terdiri atas: a. c.129 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Desa. e. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. perumusan kebijakan dan fasilitasi badan perwakilan desa dan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. d. b. Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. (2) Seksi Pengembangan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf b. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kapasitas desa dan kelurahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 694 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf a. Pasal 697 (1) Seksi Pengembangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696 huruf a. Seksi Pengembangan Kelurahan. Pasal 696 Subdirektorat Fasilitasi Pengembangan Desa dan Kelurahan. dan f. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa. dan b. d. Subbagian Tata Usaha. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan desa dan kelurahan. Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 693 Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. e. c. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan kelurahan. .

menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 702 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf c. Seksi Administrasi Pemerintahan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 704 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan Badan Permusyawaratan Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Seksi Penataan Kewenangan. terdiri atas: a. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintah kelurahan. terdiri atas: a. dan b. dan b. Pasal 703 Subdirektorat Fasilitasi Badan Permusyawaratan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. menyelenggarakan fungsi: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa dan kelurahan.130 Pasal 698 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf b. dan b. Seksi Administrasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintah kelurahan. Seksi Penataan Kelembagaan. Pasal 701 (1) Seksi Administrasi Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 700 huruf a. Pasal 700 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan administrasi pemerintahan desa. Pasal 699 Subdirektorat Administrasi Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kelembagaan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 711 . serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan aset desa.131 Pasal 705 (1) Seksi Penataan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf a. dan b. dan b. (2) Seksi Penataan Kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 704 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan aset desa. Pasal 706 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan falisitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 710 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 693 huruf e. Pasal 709 (1) Seksi Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset desa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan kapasitas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) Seksi Aset Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 708 huruf b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penataan kewenangan Badan Permusyawaratan Desa. Pasal 708 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa. Seksi Aset Desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. terdiri atas: a. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan keuangan desa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 707 Subdirektorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Seksi Keuangan Desa.

Pasal 716 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 715. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: (2) . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Bagian Kelima Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat Pasal 715 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf c. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas badan permusyawaratan desa dan masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 714 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 713 (1) Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf a. terdiri atas: a. dan b. dan melakukan urusan kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan kelembagaan dan pelatihan masyarakat.132 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. (2) Seksi Pengembangan Kapasitas Badan Permusyawaratan Desa dan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 712 huruf b. Seksi Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 712 Subdirektorat Pengembangan Kapasitas. serta evaluasi pelaksanaan pengembangan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan.

Pasal 719 Subdirektorat Lembaga Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. Pasal 721 (1) Seksi Penataan Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kawasan perdesaan. b. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat. Pasal 717 Direktorat Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. Pasal 720 Subdirektorat Lembaga Masyarakat. b. Pasal 718 Subdirektorat Lembaga Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf a. d. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan f. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan partisipatif. dan f. Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. pengembangan dan pembinaan penataan lembaga masyarakat di desa. e. Subdirektorat Lembaga Masyarakat. Subdirektorat Pelatihan Masyarakat. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. Seksi Kerjasama. dan b. serta evaluasi pelaksanaan pembentukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan lembaga masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a.133 a. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama lembaga masyarakat di desa. Seksi Penataan Lembaga Masyarakat. terdiri atas: a. d. (2) . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

Pasal 729 (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa. Pasal 727 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 726. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan manajemen pembangunan partisipatif. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi perkembangan masyarakat. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan inventarisasi potensi masyarakat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan metode pembangunan partisipatif. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. Pasal 724 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 726 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf c. Pasal 723 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat. Seksi Evaluasi Kinerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kinerja pembangunan desa.134 Pasal 722 Subdirektorat Pembangunan Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf b. Pasal 725 (1) Seksi Pengembangan Metode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf a. Pasal 728 Subdirektorat Pendataan Potensi Masyarakat. Seksi Pengembangan Metode. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat. Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724 huruf b.

Seksi Penataan Kawasan Perdesaan. Pasal 733 (1) Seksi Identifikasi dan Analisa sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. Seksi Identifikasi dan Analisa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan pengembangan terpadu kawasan perdesaan. Pasal 734 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf e. menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan dan pengembangan kawasan perdesaan. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelatihan masyarakat. Pasal 732 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan. (2) (2) Seksi Penataan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud Pasal 732 huruf b.135 (1) Seksi Inventarisasi Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf a. dan b. Pasal 731 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. Pasal 735 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. Seksi Evaluasi Perkembangan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728 huruf b. Pasal 730 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717 huruf d. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan evaluasi perkembangan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan potensi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan identifikasi dan analisa penataan ruang kawasan perdesaan.

Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. b. Pasal 737 (1) Seksi Pengembangan Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf a. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. Seksi Penyelenggaraan dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736 huruf b. Bagian Keenam Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Pasal 739 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf d. dan b. Pasal 738 (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pemberdayaan adat dan sosial budaya masyarakat. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyelenggaraan dan evaluasi pelatihan masyarakat. (2) Pasal 740 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 739. (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 736 Subdirektorat Pelatihan Masyarakat.136 a. . menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan budaya nusantara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan masyarakat. Seksi Pengembangan Kurikulum.

Pasal 746 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 745 (1) Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf a. e. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. Seksi Pemberdayaan Budaya Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. d. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744 huruf b. serta evaluasi pelaksanaan kerjasama pelestarian adat istiadat. Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. Seksi Kerjasama Pelestarian Adat Istiadat. d. Pasal 741 Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat . dan f. Subdirektorat Budaya Nusantara. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja pedesaan. b. dan b. terdiri atas: a. Pasal 742 Subdirektorat Budaya Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf a. terdiri atas: a. Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. dan f. Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Subbagian Tata Usaha. Pasal 744 Subdirektorat Budaya Nusantara. Pasal 743 Subdirektorat Budaya Nusantara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 742. pelaksanan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemberdayaan perempuan. dan b. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan budaya masyarakat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pembinaan tradisi dan budaya masyarakat nusantara. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . c. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan kesejahteraan sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a.137 c.

serta evaluasi pelaksanaan perlindungan perempuan dari perlakuan ketidaksetaraan gender. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Seksi Pemberdayaan Keluarga. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan peranserta perempuan. serta evaluasi pelaksanaan pembinaan. terdiri atas: a. Seksi Perlindungan Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf b. dan b. Pasal 750 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf c. perlindungan hak-hak perempuan dan ketidaksetaraan gender. Pasal 752 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. dan b.138 Pasal 747 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 749 (1) Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 748 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan pemberdayaan keluarga. terdiri atas: a. Seksi Perlindungan Perempuan. Pasal 748 Subdirektorat Pemberdayaan Perempuan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta evaluasi pelaksanaan peningkatan pemberdayaan perempuan. Seksi Kesejahteraan Keluarga. Seksi Peningkatan Peranserta Perempuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. (2) . dan b. Pasal 753 (1) Seksi Pemberdayaan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf a. Pasal 751 Subdirektorat Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi.

Pasal 757 (1) Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penanganan masalah sosial. Pasal 759 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 758. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. Pasal 755 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. Pasal 754 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf d. Seksi Penanganan Masalah Sosial.139 (2) Seksi Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 752 huruf b. Pasal 758 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 741 huruf e. Pasal 756 Subdirektorat Kesejahteraan Sosial. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan kesejahteraan sosial. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan penanganan masalah sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan perlindungan tenaga kerja perdesaan. terdiri atas: a. (2) Seksi Penanganan Masalah Sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 756 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Seksi Peningkatan Kesejahteraan Sosial. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. .

perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan produksi dan pemasaran. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. b. Bagian Ketujuh Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Pasal 763 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf e. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evalusi pelaksanaan perlindungan tenaga kerja. Pasal 761 (1) Seksi Pengembangan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf a. d. terdiri atas: a. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha ekonomi keluarga. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. dan f.140 Pasal 760 Subdirektorat Tenaga Kerja Perdesaan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha pertanian dan pangan. menyelenggarakan fungsi: a. e. penyusunan laporan. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Perlindungan Tenaga Kerja. Pasal 762 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Seksi Pengembangan Tenaga Kerja. (2) (2) . Seksi Perlindungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang pengembangan usaha ekonomi masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja. Pasal 764 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan. Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. dan Subbagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: (2) . Pasal 767 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 769 (1) Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf a. Pasal 770 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf b. c. Pasal 771 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan lumbung pangan masyarakat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha pertanian dan pangan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan usaha pertanian dan agribisnis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha perkreditan dan simpan pinjam. Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan.141 Pasal 765 Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat. terdiri atas: a.Seksi Usaha Pertanian dan Agribisnis. Pasal 768 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan. Seksi Lumbung Pangan. Pasal 766 Subdirektorat Usaha Pertanian dan Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lumbung Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 768 huruf b. dan b. Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. b.

Pasal 776 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran. Seksi Informasi Pasar. (2) (2) . terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan diversifikasi pasar. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan produksi dan pemasaran. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 777 (1) Seksi Informasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan usaha perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. dan b. Pasal 772 Subdirektorat Usaha Perkreditan dan Simpan Pinjam.142 a. Seksi Diversifikasi Pasar.Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan. Pasal 775 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan fasilitasi. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kerjasama dan permodalan usaha perkreditan dan simpan pinjam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kapasitas kelembagaan perkreditan dan simpan pinjam. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. Pasal 773 (1) Seksi Peningkatan Kerjasama dan Permodalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 772 huruf a. Pasal 774 Subdirektorat Produksi dan Pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf c. Seksi Diversifikasi Pasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 776 huruf b. dan b. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan informasi pasar.

Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 779 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga dalam malaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Pasal 781 (1) Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf a. dan (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi perdesaan dan masyarakat tertinggal. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan usaha ekonomi keluarga. Pasal 780 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. Pasal 782 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf e. Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal. Seksi Pengembangan Usaha Jasa dan Industri Kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. Pasal 783 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 782. terdri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyediaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 784 Subdirektorat Ekonomi Perdesaan dan Masyarakat Tertinggal. Seksi Peningkatan Kewirausahaan dan Perkoperasian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan usaha jasa dan industri kecil. serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan peningkatan kewirausahaan dan perkoperasian. dan b.143 Pasal 778 Subdirektorat Usaha Ekonomi Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765 huruf d.

Pasal 789 (2) . dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. Pasal 785 (1) Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf a. b. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di bidang fasilitasi pengelolaan sumber daya alam dan pendayagunaan teknologi tepat guna perdesaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama teknologi perdesaan. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan identifikasi usaha ekonomi masyarakat tertinggal.144 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan pengembangan usaha ekonomi masyarakat tertinggal. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. d. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal. dan f. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Pasal 787 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671 huruf f. penyusunan laporan. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 788 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pemanfaatan lahan dan pesisir perdesaan. Seksi Identifikasi Masyarakat Tertinggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784 huruf b. dan melakukan urusan kepegawaian. perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan peningkatan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan. Pasal 786 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. terdiri atas: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan. Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan konservasi kawasan perdesaan. Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan. Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan konservasi kawasan. c. Pasal 791 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 790. Pasal 793 (1) Seksi Konservasi Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf a. dan b. Seksi Konservasi Kawasan. b. Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi lingkungan perdesaan. mempunyai tugas penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring pelaksanaan pemanfaatan sumber daya lahan dan pesisir Pasal 795 (2) . Seksi Rehabilitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 792 huruf b. dan f. Pasal 792 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan. d. Pasal 790 Subdirektorat Fasilitasi Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf a. Subbagian Tata Usaha. Pasal 794 Subdirektorat sebagaimana melaksanakan dan evaluasi perdesaan. Seksi Rehabilitasi Lingkungan. menyelenggarakan fungsi: a.145 Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan. dimaksud dalam Pasal 789 huruf b. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi lingkungan perdesaan.

(2) . terdiri atas: a. Pasal 799 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 798. Pasal 801 (1) Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana perdesaan. dan b. Seksi Sumber Daya Pesisir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf b. Pasal 797 (1) Seksi Sumber Daya Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 796 huruf a.146 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 794. Seksi Sumber Daya Pesisir. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. dan b. Pasal 798 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf c. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan perdesaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya pesisir perdesaan. Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman. terdiri atas: a. Pasal 800 Subdirektorat Fasilitasi Prasarana dan Sarana Perdesaan. dan b. Seksi Sumber Daya Lahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan sumber daya lahan. Pasal 796 Subdirektorat Fasilitasi Pemanfaatan Lahan dan Pesisir Perdesaan. Seksi Prasarana Air dan Sanitasi Lingkungan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan prasarana air dan sanitasi lingkungan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman.

Pasal 802 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf d.147 (2) Seksi Prasarana dan Sarana Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 800 huruf b. Pasal 806 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789 huruf e. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengkajian pemanfaatan teknologi perdesaan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan dan pengkajian teknologi perdesaan. Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Pasal 804 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan Perdesaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 (1) Seksi Pemetaan Kebutuhan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemetaan kebutuhan teknologi perdesaan. Pasal 803 Subdirektorat Fasilitasi Pemetaan Kebutuhan dan Pengkajian Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 807 dan Pengkajian Teknologi (2) . Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 804 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan prasarana dan sarana permukiman. dan b. dan b. Seksi Pengkajian Pemanfaatan Teknologi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan dan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. terdiri atas: a. Seksi Kerjasama. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang kependudukan dan pencatatan sipil.148 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan. tugas dan fungsi Pasal 382 1. Seksi Pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 810 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. dan melakukan urusan kepegawaian. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 808 Subdirektorat Pemasyarakatan dan Kerjasama Teknologi Perdesaan. . Pasal 383 (2) 2. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Bagian Pertama Kedudukan. dan b. 3. Seksi Kerjasama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 809 (1) Seksi Pemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 808 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama pengelolaan teknologi perdesaan. penyusunan laporan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasyarakatan teknologi perdesaan.

b. dan f. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. e.149 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendaftaran penduduk. serta fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. b. Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. c. fasilitasi dan penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. serta penyerasian kebijakan perencanaan kuantitas. d. Direktorat Pencatatan Sipil. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 386 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf a. Pasal 384 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 812. kualitas. e. Direktorat Pendaftaran Penduduk. d. Pasal 387 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 815. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. dan mobilitas penduduk. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. perumusan kebijakan di bidang pendaftaran penduduk. pencatatan sipil. penyusunan norma. pencatatan sipil. Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. dan kriteria di bidang pendaftaran penduduk. dan f. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 385 Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. c. prosedur. terdiri atas: a. pencatatan sipil. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran penduduk. . menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan sipil. standar. dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. kualitas dan mobilitas penduduk di daerah. pengelolaan informasi administrasi kependudukan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. pengelolaan perlengkapan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf c. pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. pelaksanaan pengelolaan keuangan. Pasal 389 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. b.150 b. terdiri atas: a. b. dan c. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan program dan anggaran di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 390 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. (2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf b. Pasal 394 . Pasal 393 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Kinerja. Bagian Umum. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan urusan kepegawaian. dan d. urusan tata usaha dan rumah tangga. c. Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. terdiri atas: a. b. c. Bagian Keuangan. Subbagian Data dan Informasi. dan d. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan urusan kepegawaian. Pasal 392 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 820 huruf a. penyusunan program dan anggaran. Bagian Perencanaan. Pasal 388 Sekretariat Direktorat Jenderal. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 391 Bagian Perencanaan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja direktorat jenderal. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 399 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan. b. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Subbagian Kepegawaian. (3) Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf c. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perundang-undangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. penyiapan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pengelolaan dokumentasi hukum. b.151 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 822. dan c. sistem dan prosedur di lingkungan direktorat jenderal. Pasal 395 Bagian Perundang-undangan dan Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan organisasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf b. Pasal 400 . pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 396 (1) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824 huruf a. b. pelaksanaan verifikasi dan akuntansi. penatausahaan. Subbagian Sistem dan Prosedur. Pasal 397 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf c. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. penyiapan penyusunan organisasi. Pasal 398 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 826. b. dan c. mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan dan pengelolaan dokumentasi. terdiri atas: a. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. dan c.

persuratan dan arsip serta perlengkapan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha Pimpinan. mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan persuratan dan arsip. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pembayaran gaji. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c. Pasal 402 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 830. Pasal 404 (1) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf a. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan anggaran dan penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Subbagian Persuratan dan Arsip. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha pimpinan dan penyiapan bahan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan pembinaan ketatausahaan di lingkungan direktorat jenderal. mempunyai tugas melakukan urusan verifikasi dan akuntansi pengelolaan anggaran. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pendaftaran penduduk. terdiri atas: a. b. b. Bagian Keempat Direktorat Pendaftaran Penduduk Pasal 405 Direktorat Pendaftaran Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf b. (2) Subbagian Persuratan dan Arsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf b. dan c.152 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf a. mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan rumah tangga. . mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. Pasal 403 Bagian Umum. (3) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 832 huruf c. Pasal 401 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 817 huruf d. mempunyai tugas melakukan urusan persuratan dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 828 huruf c.

dan f. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi . Subdirektorat Identitas Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelayanan penerbitan identitas penduduk. d. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Monitoring. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pencetakan dan distribusi blangko dokumen kependudukan. Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. Evaluasi dan Dokumentasi. c. penyiapan pemberian nomor kendali kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. b. Pasal 407 Direktorat Pendaftaran Penduduk. Pasal 408 Subdirektorat Identitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf a. evaluasi pelaksanaan program direktorat dan implementasi pendaftaran penduduk di daerah serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. e. Pasal 410 a. Pasal 411 (1) Seksi Biodata. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan biodata dan nomor induk kependudukan. dan f. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan penduduk pelintas batas. c. d.153 Pasal 406 Direktorat Pendaftaran Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 834. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. Pasal 409 Subdirektorat Identitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 837. dan Seksi Kartu Tanda Penduduk. Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga. b. Subdirektorat Identitas Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan penerbitan identitas penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. c. terdiri atas: a. dan d. terdiri atas: Seksi Biodata. b. melaksanakan monitoring. e.

dan b. dan c. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk WNI. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pindah datang penduduk orang asing. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perubahan alamat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk WNI dalam wilayah NKRI. Pasal 412 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf b. Pasal 416 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk orang asing dalam wilayah NKRI. Pasal 413 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 841. Pasal 414 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Dalam Wilayah NKRI. b. (2) Seksi Kartu Tanda Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 839 huruf b.154 pelaksanaan pelayanan biodata. Pasal 415 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk dalam wilayah NKRI serta perubahan alamat. Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk Orang Asing Dalam Wilayah NKRI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 843 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 417 . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk serta advokasi dan sosialisasi serta fasilitasi pelaksanaan penerbitan identitas penduduk. nomor induk kependudukan dan kartu keluarga. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk antarnegara dan pendaftaran penduduk pelintas batas.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan orang terlantar. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang penduduk WNI antarnegara. b. Pasal 418 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara. Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana. Pasal 420 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf d. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran penduduk pelintas batas. dan b. Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran perpindahan penduduk Indonesia ke luar negeri dan WNI dari luar negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk korban bencana. Pasal 421 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 849. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal tetap. terdiri atas: a. dan b. (2) Seksi Pindah Datang Orang Asing dan Pelintas Batas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf b. d. Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran orang asing tinggal terbatas. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan. Pasal 419 (1) Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 847 huruf a. Pasal 422 Subdirektorat Pendataan Penduduk Rentan. dan e. c. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan hubungan antar lembaga dalam rangka pindah datang penduduk antarnegara. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendaftaran pindah datang orang asing dan pelintas batas.155 Subdirektorat Pindah Datang Penduduk Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 845. Seksi Pindah Datang Penduduk WNI Antar Negara. . b.

b. Pasal 425 Subdirektorat Monitoring. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 836 huruf e. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan pendaftaran penduduk. penyusunan laporan. Pasal 426 Subdirektorat Monitoring. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan c. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 853. Evaluasi dan Dokumentasi.156 Pasal 423 (1) Seksi Pendataan Penduduk Korban Bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk akibat bencana alam. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pendataan penduduk daerah terbelakang. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. Seksi Dokumentasi. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian (2) . rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. evaluasi pelaksanaan program pendaftaran penduduk. terdiri atas: a. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dan melakukan urusan kepegawaian. Pasal 424 Subdirektorat Monitoring. monitoring pelaksanaan program pendaftaran penduduk. serta dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program. (2) Seksi Pendataan Penduduk Daerah Terbelakang dan Orang Terlantar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 851 huruf b. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 427 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf a. orang terlantar dan rentan administrasi kependudukan. dan b. Pasal 428 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 855 huruf b mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pendaftaran penduduk.

dan f. menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Monitoring. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. c. Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. c. d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. c. Pasal 430 Direktorat Pencatatan Sipil dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 858. terdiri atas: a. Subdirektorat Pengangkatan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pencatatan sipil. b. Bagian Kelima Direktorat Pencatatan Sipil Pasal 429 Direktorat Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf c. dan . d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian. Pasal 432 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf a. e. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. Pasal 431 Direktorat Pencatatan Sipil. Pasal 433 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. b.157 Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. Evaluasi dan Dokumentasi. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran dan kematian. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pengangkatan. dan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. dan f. Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian. penyiapan advokasi dan sosialisasi penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran pencatatan kelahiran dan kematian. Subdirektorat Kelahiran dan Kematian.

Pasal 439 (1) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kelahiran. Pasal 436 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf b. c. penyiapan advokasi dan sosialisasi perceraian. pencatatan antarlembaga Pasal 438 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam. dan b. Pasal 437 Subdirektorat Perkawinan dan Perceraian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. Pasal 434 Subdirektorat Kelahiran dan Kematian. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. perkawinan dalam dan (2) rangka . dan b. Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Islam. penyiapan pelaksanaan hubungan pencatatan perkawinan dan perceraian.158 d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perkawinan dan perceraian. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama Islam. Pasal 435 (1) Seksi Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf a. Seksi Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 863 huruf b. Seksi Kelahiran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pencatatan kelahiran dan kematian. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian agama islam. Seksi Kematian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kematian serta advokasi dan sosialisasi pencatatan kematian. dan d.

Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf c. penyiapan advokasi dan sosialisasi pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak Perubahan dan Pembatalan Akta. advokasi dan sosialisasi pengangkatan. . dan d. Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta. (2) Seksi Perubahan dan Pembatalan Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf b. Pengakuan dan Pengesahan Anak. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. Pasal 442 Subdirektorat Pengangkatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengangkatan. c. pengakuan dan pengesahan anak. advokasi dan sosialisasi pencatatan perkawinan dan perceraian agama non islam. terdiri atas: a. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. pengakuan dan pengesahan anak. Pengakuan dan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 871 huruf a. Pasal 443 serta (1) Seksi Pengangkatan. Pengakuan dan Pengesahan Anak serta Perubahan dan Pembatalan Akta dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 869.159 (2) Seksi Perkawinan dan Perceraian Agama Non Islam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 867 huruf b. Pasal 441 Subdirektorat Pengangkatan. Pasal 440 Subdirektorat Pengangkatan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pengangkatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan. advokasi dan sosialisasi perubahan dan pembatalan akta. Pasal 444 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan perubahan dan pembatalan akta. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan. pengakuan dan pengesahan anak serta perubahan dan pembatalan akta. Seksi Pengangkatan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. monitoring pelaksanaan program pencatatan sipil. c. Evaluasi dan Dokumentasi. evaluasi pelaksanaan program pencatatan sipil. Pasal 449 Subdirektorat Monitoring. Pasal 446 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. dan b. (2) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf b. permohonan pewarganegaraan. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan direktorat pencatatan sipil. serta dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. Pasal 450 Subdirektorat Monitoring.160 Pasal 445 Subdirektorat Pencatatan Pewarganegaraan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 873. terdiri atas: a. pelaksanaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. dan d. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pencatatan pewarganegaraan. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat non kelahiran. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pencatatan pewarganegaraan kelahiran dan non kelahiran. perkawinan dan lain-lain. yang meliputi pengangkatan. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 877. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran. c. menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pelayanan pencatatan pewarganegaraan akibat kelahiran. terdiri atas: . b. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 860 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Pasal 448 Subdirektorat Monitoring. Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Non Kelahiran. Pasal 447 (1) Seksi Pencatatan Pewarganegaraan Akibat Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 875 huruf a.

Bagian Keenam Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Pasal 453 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf d. b. c. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan pencatatan sipil. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. terdiri atas: (2) . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 451 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf a. (2) Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 879 huruf b. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).161 a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. dan Seksi Dokumentasi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Seksi Monitoring dan Evaluasi. dan f. dan melakukan urusan kepegawaian. dan dokumentasi kebijakan pengelolaan informasi administrasi kependudukan. Pasal 452 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi administrasi kependudukan. e. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Pasal 454 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 882. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan. d. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan Direktorat. Pasal 455 Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan.

Evaluasi dan Dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Pasal 456 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf a.162 a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kelembagaan informasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sumberdaya manusia. Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. dan b. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan pemanfaatan infrastruktur. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem kelembagaan. e. Seksi Infrastruktur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan aplikasi. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi perencanaan pengembangan sistem informasi kependudukan. Subdirektorat Monitoring. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem informasi kependudukan. Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. dan (2) . Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. dan c. Seksi Infrastruktur. Pasal 457 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 885. Pasal 459 (1) Seksi Sistem dan Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 887 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengembangan sistem dan aplikasi. f. b. Seksi Sistem dan Aplikasi. Pasal 461 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 889. Pasal 458 Subdirektorat Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. c. Pasal 460 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf b.

163 c. Pasal 464 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf c. Seksi Sumberdaya Manusia. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf b. Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pelayanan pengelolaan data administrasi kependudukan. Pasal 465 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 893. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan database administrasi kependudukan. c. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengolahan data administrasi kependudukan. Pasal 462 Subdirektorat Kelembagaan Informasi Administrasi Kependudukan. Seksi Pemeliharaan dan Pengamanan Database Administrasi Kependudukan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sumberdaya manusia. Seksi Sumberdaya Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan sistem kelembagaan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pemeliharaan dan pengamanan database administrasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan data administrasi kependudukan. (2) (2) . b. Pasal 463 (1) Seksi Sistem Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 891 huruf a. Pasal 466 Subdirektorat Pengelolaan Data Administrasi Kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengamanan database administrasi kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 467 (1) Seksi Pengolahan Data Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 895 huruf a. Seksi Sistem Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi kelembagaan informasi kependudukan.

Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. pelaksanaan evaluasi program informasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyusunan program. Pasal 469 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 897. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik.164 Pasal 468 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf d. Evaluasi dan Dokumentasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 901. Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan. Evaluasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 884 huruf e. pelaksanaan monitoring informasi kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian dan layanan informasi administrasi kependudukan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. b. pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi penyusunan program dan kegiatan informasi kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. dan d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media elektronik dan media cetak dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan. dan (2) . b. Pasal 470 Subdirektorat Penyajian dan Layanan Informasi Administrasi Kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 471 (1) Seksi Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 472 Subdirektorat Monitoring. dan b. dan dokumentasi informasi kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyajian informasi administrasi kependudukan. Seksi Layanan Informasi Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 899 huruf b. Pasal 473 Subdirektorat Monitoring. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan layanan informasi melalui media cetak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan dan pendayagunaan outlet layanan informasi administrasi kependudukan.

dan b. Pasal 479 informasi (2) . Bagian Ketujuh Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan Pasal 477 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf e. Seksi Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf b. c. dan melakukan urusan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang pengembangan kebijakan kependudukan.165 d. Seksi Monitoring dan Evaluasi. terdiri atas: a. Seksi Dokumentasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi kebijakan sistem informasi kependudukan. pelaksanaan kependudukan. Pasal 478 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 906. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 476 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. b. Evaluasi dan Dokumentasi. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dokumentasi kebijakan pelayanan Pasal 474 Subdirektorat Monitoring. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program dan pelaporan informasi kependudukan. d. Pasal 475 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 903 huruf a. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengembangan kualitas penduduk. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan pengarahan kuantitas penduduk. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. dan f.

dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengendalian vertilitas dan penurunan morbiditas dan mortalitas penduduk. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penyusunan analisis jumlah. Subdirektorat Mobilitas Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis pertumbuhan penduduk. Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. Subdirektorat Kuantitas Penduduk. remaja dan pemuda. . Pasal 485 Subdirektorat Kualitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 913. c. struktur dan komposisi penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penyusunan analisis jumlah. Subdirektorat Kualitas Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia. Pasal 480 Subdirektorat Kuantitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk. Subbagian Tata Usaha. Pasal 484 Subdirektorat Kualitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf b. b. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kualitas penduduk. e. terdiri atas: a. Seksi Analisis Jumlah. Struktur dan Komposisi Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. b. Pasal 482 Subdirektorat Kuantitas Penduduk. dan f. (2) Seksi Analisis Pertumbuhan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf b. terdiri atas: a. Monitoring dan Evaluasi. Pasal 481 Subdirektorat Kuantitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 909. b. Struktur dan Komposisi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 911 huruf a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan kuantitas penduduk.166 Direktorat Pengembangan Kebijakan Kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kuantitas penduduk. Pasal 483 (1) Seksi Analisis Jumlah. struktur dan komposisi penduduk.

b. dan c. Pasal 490 Subdirektorat Mobilitas Penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia anak. Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia. Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan mobilitas penduduk. Pasal 492 . Pasal 487 (1) Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. Remaja dan Pemuda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf a. terdiri atas: a. Remaja dan Pemuda. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi pelaksanaan kebijakan kualitas penduduk usia produktif dan lanjut usia.167 Pasal 486 Subdirektorat Kualitas Penduduk. dan b. Pasal 491 (1)Seksi Penataan Persebaran Penduduk Antar Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf a. (2) Seksi Kualitas Penduduk Usia Produktif dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 915 huruf b. (2) Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 919 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan persebaran penduduk antarwilayah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi penataan urbanisasi dan migrasi non permanen. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan urbanisasi dan migrasi-non permanen. dan b. remaja dan pemuda. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan penataan persebaran penduduk antarwilayah. Pasal 489 Subdirektorat Mobilitas Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 917. Seksi Kualitas Penduduk Usia Anak. menyelenggarakan fungsi: a. kota dan desa. Seksi Penataan Urbanisasi dan Migrasi-Non Permanen. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan mobilitas penduduk. Pasal 488 Subdirektorat Mobilitas Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf c.

Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk. evaluasi dan penyiapan perumusan kebijakan serta fasilitasi pelaksanaan pengembangan wawasan kependudukan. b. dan c. Pasal 496 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. dan b. Monitoring dan Evaluasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 925.168 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf d. Pasal 495 (1)Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf a. Pasal 497 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Pasal 498 . monitoring dan evaluasi kebijakan kependudukan dan pengembangan wawasan kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem perlindungan penduduk. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka kebijakan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. Seksi Pengembangan Sistem Perlindungan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. (2) Seksi Pengembangan Sistem Pemberdayaan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 923 huruf b. dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan sistem pemberdayaan penduduk. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan sistem perlindungan penduduk. Pasal 493 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 921. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka pengembangan wawasan kependudukan. Pasal 494 Subdirektorat Perlindungan dan Pemberdayaan Penduduk. mempunyai tugas melaksanakan monitoring. Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 908 huruf e. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengembangan materi wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan melalui jalur luar sekolah. menyelenggarakan fungsi: a.

Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan. Bagian Kedelapan Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan Pasal 501 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814 huruf f. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyusunan laporan. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan pelaporan direktorat. c. Pasal 503 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan b. terdiri atas: . penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pengembangan wawasan kependudukan melalui jalur sekolah dan jalur luar sekolah. dan f. Pasal 502 Direktorat Penyerasian Kebijakan dan Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 930. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. dan melakukan urusan kepegawaian. Seksi Monitoring dan Evaluasi. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. (2) Seksi Monitoring dan Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. e. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan proyeksi penduduk. b.169 Subdirektorat Pengembangan Wawasan Kependudukan. Monitoring dan Pasal 499 (1) Seksi Pengembangan Wawasan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 927 huruf a. d. Evaluasi. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di bidang penyerasian kebijakan dan perencanaan kependudukan. Pasal 500 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja.

e. Subdirektorat Indikator Kependudukan. Pasal 506 Subdirektorat Indikator Kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis dan penyusunan indikator kependudukan. dan d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan. dan b.170 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. d. f. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. Pasal 507 (1) Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf a. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan indikator kependudukan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penerapan pengembangan indikator kependudukan. Pasal 504 Subdirektorat Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf a. Pasal 508 Subdirektorat Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf b. menyelenggarakan fungsi: a. . Seksi Penyusunan Indikator Kependudukan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis indikator kependudukan. Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan analisis proyeksi penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a. (2) Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 935 huruf b. Seksi Penerapan Pengembangan Indikator Kependudukan. Pasal 509 Subdirektorat Proyeksi Penduduk dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 937. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan indikator kependudukan. c. Subdirektorat Proyeksi Penduduk. dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan indikator statis kependudukan. Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. Pasal 505 Subdirektorat Indikator Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 933. b. penetapan proyeksi dan implikasi proyeksi penduduk. c.

b. Pasal 515 (1) Seksi Analisis Dampak Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyiapan perencanaan kependudukan. Pasal 512 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf c. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan kependudukan. Pasal 511 (1) Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf a. terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Proyeksi Penduduk. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dampak kependudukan.171 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perumusan implikasi proyeksi penduduk. c. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyusunan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Pasal 510 Subdirektorat Proyeksi Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan analisis dampak kependudukan. Seksi Analisis Dampak Kependudukan. penetapan dan perumusan implikasi proyeksi penduduk. (2) Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 939 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pemanfataan proyeksi penduduk. Pasal 514 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan. menyelenggarakan fungsi: a. . dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan perencanaan kependudukan. Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan. dan d. Seksi Pemanfaatan Proyeksi Penduduk. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyusunan proyeksi penduduk. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan analisis dan penyusunan proyeksi penduduk. dan b. dan d. terdiri atas: a. Pasal 513 Subdirektorat Perencanaan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 941.

dan d. Nirlaba dan Usaha Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf b. Pasal 516 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf d. Nirlaba dan Usaha Swasta.172 (2) Seksi Penyiapan Perencanaan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 943 huruf b. Seksi Penyerasian Lembaga Internasional. Pasal 520 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 932 huruf e. (2) Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. Pasal 517 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 945. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. nirlaba dan swasta. Seksi Penyerasian Lembaga Masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat dan nirlaba. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga internasional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Pasal 518 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Non Pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan penyerasian kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. Pasal 521 . menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 519 (1) Seksi Penyerasian Lembaga Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 947 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga masyarakat. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga non pemerintah. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan pengelolaan pemanfaatan hasil perencanaan kependudukan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga usaha swasta. terdiri atas: a. dan b.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi dan kota. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah. Pasal 523 (1) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. dan kabupaten/kota.173 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 949. dan d. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah merupakan unsur pelaksana Kementerian Dalam Negeri di bidang keuangan daerah. (2) Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 951 huruf b. Pasal 522 Subdirektorat Penyerasian Kebijakan Dengan Lembaga Pemerintah. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah kabupaten. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KEUANGAN DAERAH Bagian Pertama Kedudukan. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan pelaksanaan hubungan antarlembaga dalam rangka penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. b. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) . terdiri atas: a. c. Pasal 524 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah. Seksi Penyerasian Kebijakan Lembaga Pemerintah Daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi penyerasian kebijakan kependudukan dengan lembaga pemerintah provinsi. menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 954 4.

terdiri atas: g. pelaksanaan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. dan f. Pasal 959 Sekretariat Direktorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 958. menyelenggarakan fungsi: . mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan kriteria di bidang keuangan daerah. i.174 5. e. akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Direktorat Anggaran Daerah. fasilitasi pelaksanaan perimbangan keuangan. standar. manajemen pajak daerah. Pasal 955 (1)Direktorat Jenderal Keuangan Daerah mempunyai tugas merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang keuangan daerah serta fasilitasi perimbangan keuangan. c. dan k. prosedur. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 957 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. lembaga keuangan daerah dan investasi daerah. penyusunan norma. penatausahaan. j. h. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keuangan daerah. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 956 Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 955. (2)Lingkup bidang tugas keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: anggaran daerah. d. perumusan kebijakan di bidang keuangan daerah. pedoman pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah. fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan daerah. retribusi daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 958 Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf a. pedoman pengelolaan kekayaan daerah. 6. pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah. pinjaman dan hibah daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan.

b. Bagian Umum. penyusunan dan pengolahan sistim informasi keuangan daerah. Bagian Tata Usaha. mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data. mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyusunan Program. c. Pasal 960 Sekretariat Direktorat Jenderal. serta penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program. b. penyusunan rencana program di bidang keuangan daerah. evaluasi dan pelaporan. (2) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf b. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. Pasal 961 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf a. Subbagian Perundang-undangan. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 965 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf b. kepegawaian dan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. Pasal 962 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 961. Pasal 964 (1) Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf a. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.175 koordinasi penyusunan perencanaan program. b. (3) Subbagian Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 963 huruf c. a. pelaksanaan pengelolaan keuangan. c. pengelolaan perlengkapan. dan d. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta penyiapan evaluasi. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 963 Bagian Perencanaan. penyusunan perencanaan program. Subbagian Data dan Informasi. dan c. dan c. penyiapan data dan informasi. dan d. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan. . penatausahaan. evaluasi dan pelaporan atas program dan kegiatan. terdiri atas: a.

(2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja serta penyiapan bahan perhitungan anggaran. Pasal 969 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf c. dan c. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Rumah Tangga. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran belanja dan pemantauan serta evaluasi pelaksanannya. pelaksanaan urusan perbendaharaan. terdiri atas: a. Subbagian Verifikasi dan Pembukuan. perencanaan anggaran. pembayaran gaji.176 Pasal 966 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 965. mempunyai tugas melaksanakan urusan perlengkapan. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 967 Bagian Keuangan. Pasal 968 (1) Subbagian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana . Pasal 970 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 969. dan c. Pasal 971 Bagian Umum. b. rumah tangga dan kepegawaian. pelaksanaan verifikasi dan pembukuan. b. terdiri atas: a. penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan. d. Subbagian Kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Anggaran. dan e. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 972 (1) Subbagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf a. (3) Subbagian Verifikasi dan Pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 967 huruf c. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan c. Subbagian Perlengkapan. c. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pelaksanaan akuntansi. menyelenggarakan fungsi: a.

c. pelaksanaan urusan surat menyurat. (3) Subbagian Arsip dan Ekspedisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf c. serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional. dan e. Subbagian Arsip dan Ekspedisi. dan c. Pasal 974 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 973. (2) Subbagian Tata Usaha Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf b. Bagian Keempat Direktorat Anggaran Daerah Pasal 977 Direktorat Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf b. Pasal 976 (1) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 975 huruf a. b. (2) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf b. . meliputi urusan keamanan dalam. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. melakukan inventarisasi dan penyiapan penghapusan barang inventaris. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan tata usaha Direktorat. ekspedisi dan pengelolaan perpustakaan. perjalanan dinas. mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Direktur Jenderal. d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat. dokumentasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. tata usaha pimpinan dan kearsipan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan pengembangan pegawai. Subbagian Persuratan. mutasi pegawai serta evaluasi kinerja dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Tata Usaha Pimpinan.177 kebutuhan dan pengadaan. pemeliharaan dan pendistribusian barang inventaris. Pasal 975 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan kearsipan dan ekspedisi. b. mempunyai tugas melakukan urusan arsip. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi anggaran daerah. pengelolaan perpustakaan. Pasal 973 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 960 huruf d. penyimpanan. terdiri atas: a. (3) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 971 huruf c.

Subbagian Tata Usaha. dan Papua. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. b. Papua Barat. b. c. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. e. Sulawesi Barat. dan f. penyiapan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. c. Pasal 979 Direktorat Anggaran Daerah. Kalimantan Tengah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat. d. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 980 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf a. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. d. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi.178 Pasal 978 Direktorat Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 977. dan . e. dan f. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah. Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah IA. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Jawa Tengah. Pasal 982 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I. Jambi. serta data dan informasi anggaran daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 981 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 980. terdiri atas: a. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. c. Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III. dan d. dukungan teknis. Gorontalo.

Bengkulu. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Aceh. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Jawa Tengah. dan d. Gorontalo. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Papua Barat dan Papua.179 b. Pasal 983 (1) Seksi Wilayah IA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf a. Sulawesi Tengah. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Kalimantan Timur. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Tengah. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. Seksi Wilayah IIB. Jambi. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Pasal 985 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 984. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah IB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 982 huruf b. Seksi Wilayah IIA. Seksi Wilayah IB. (2) . penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. Pasal 986 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II. Bali. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Jawa Barat. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan Sulawesi Barat. b. dan Maluku. Pasal 984 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf b.

Jawa Barat dan Maluku. Daerah Istimewa Yogyakarta. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. dan Sulawesi Selatan Pasal 989 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 988. Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. dan d. Sulawesi Utara dan Bali. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara. c. Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 988 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf c. Seksi Wilayah IIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. dan b. Sulawesi Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. terdiri atas: a. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Seksi Wilayah IIIB. Seksi Wilayah IIIA. Sulawesi Tenggara. b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Pasal 991 (2) .180 Pasal 987 (1) Seksi Wilayah IIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 986 huruf a. Bengkulu. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kalimantan Timur. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Kalimantan Selatan. Pasal 990 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah III.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Sulawesi Selatan. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. dan d. Seksi Wilayah IIIB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf b. Sumatera Barat. Kalimantan Selatan. Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. Sumatera Selatan. dan Sulawesi Tenggara. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. fasilitasi pelaksanaan standardisasi teknis anggaran daerah. Nusa Tenggara Barat. Pasal 993 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 992. Seksi Wilayah IVB. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran (2) . c. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Banten. penyiapan dan penyusunan evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah.181 (1) Seksi Wilayah IIIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 990 huruf a. Lampung. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. Pasal 994 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV. Kepulauan Bangka Belitung. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 992 Subdirektorat Anggaran Daerah Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf d. Seksi Wilayah IVA. dan b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. terdiri atas: a. Pasal 995 (1) Seksi Wilayah IVA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf a. Kepulauan Riau. dan Maluku Utara. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau.

Pasal 997 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 996. Sumatera Barat. standardisasi teknis dan fasilitasi anggaran daerah. c. penyiapan data dan informasi. dan melakukan urusan kepegawaian. penyusunan tatalaksana anggaran daerah. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pengelolaan anggaran daerah. (2) Seksi Wilayah IVB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 994 huruf b. Pasal 996 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 979 huruf e. . Pasal 999 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf a. informasi dan penyusunan laporan keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dukungan teknis anggaran daerah. b. terdiri atas: a. dan d. evaluasi rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah dan penyusunan tatalaksana anggaran daerah. Seksi Sinkronisasi. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan sinkronisasi kebijakan anggaran daerah. dukungan teknis. Pasal 998 Subdirektorat Dukungan Teknis Anggaran Daerah. Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 998 huruf b. Seksi Dukungan Teknis. Lampung. Pasal 1000 (2) (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. serta penyusunan laporan keuangan daerah. data dan informasi anggaran daerah serta penyusunan laporan keuangan daerah. dan Banten. Sumatera Selatan. penyiapan dukungan teknis anggaran daerah. Kepulauan Bangka Belitung. penyiapan data. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan sinkronisasi kebijakan penyusunan anggaran. penyusunan laporan.182 Pendapatan dan Belanja Daerah dan rancangan peraturan daerah perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi serta pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan anggaran daerah provinsi yang meliputi Provinsi Kepulauan Riau. Kalimantan Barat. dan Maluku Utara.

koordinasi. f. standardisasi. dan l. dan penyertaan modal daerah. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. pengelolaan kekayaan daerah. penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir. k. fasilitasi. pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 1002 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1001. . kerjasama daerah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi pendapatan daerah. fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman/hibah luar negeri yang diteruspinjamkan/ diterushibahkan kepada pemerintah daerah. g. Badan Layanan Umum Daerah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.183 (4) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). badan usaha milik daerah. d. investasi dan kekayaan daerah. koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan di bidang investasi. obligasi daerah dan dana bergulir. terdiri atas: a. pinjaman. penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bagian Kelima Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Pasal 1001 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf c. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. retribusi daerah. Pasal 1003 Direktorat Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan Badan Usaha Milik Daerah Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. j. Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. c. i. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah dan hibah pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah lain kepada pemerintah daerah. dan investasi daerah dan penyertaan modal. h. pemantauan dan evaluasi di bidang Investasi dan Kekayaan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan. hibah. penyiapan perumusan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah yang dananya bersumber dari dalam negeri dan/atau penerusan pinjaman luar negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diteruspinjamkan kepada pemerintah daerah atau Badan Usaha Milik Daerah. b. e. fasilitasi. b. pemantauan dan evaluasi teknis manajemen pajak daerah. standardisasi. koordinasi. penyiapan perumusan kebijakan. pemantauan dan evaluasi di bidang Badan Usaha Milik Daerah. bimbingan teknis. bimbingan teknis.

Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Kepulauan Riau. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. dan Maluku Utara. Papua Barat. Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. penyiapan bahan perumusan bimbingan teknis manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Jawa Timur. Sulawesi Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 1004 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf a. Sulawesi Selatan. dan Subbagian Tata Usaha. Maluku. e. Pasal 1005 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1004. penyiapan bahan perumusan kebijakan fasilitasi pemberian insentif pajak daerah dan retribusi daerah. analisis dan evaluasi. Sulawesi Utara. b. standardisasi teknis. Sumatera Utara. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan. Kalimantan Timur. Seksi Wilayah I. bimbingan teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. Pasal 1007 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf a. Pasal 1006 Subdirektorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Aceh. pemantauan. Kalimantan Tengah. Sumatera Selatan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. standardisasi. Kalimantan Barat. dan evaluasi di bidang badan usaha milik daerah. . koordinasi dan fasilitasi pajak daerah dan retribusi daerah. dan d. bimbingan teknis. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Tengah. pemantauan. standardisasi manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Lampung. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Papua. Bali. Pasal 1008 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf b. pemantauan manajemen pajak daerah dan retribusi daerah. Jawa Barat. bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang manajemen pajak daerah dan retribusi daerah yang meliputi Provinsi Riau. Nusa Tenggara Timur. dan b. Seksi Wilayah II. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1006 huruf b. d. Jambi. c. Kalimantan Selatan. penyiapan bahan perumusan analisis dan evaluasi. Gorontalo. Banten. Sumatera Barat.184 c. Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat.

Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Selatan. Jambi. Sumatera Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Barat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Papua Barat. fasilitasi. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga non keuangan.185 Pasal 1009 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1008. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Kepulauan Bangka Belitung. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Bengkulu. Lampung. dan c. Sulawesi Selatan. Sulawesi Utara. dan b. Kalimantan Tengah. Pasal 1013 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1012. pemantauan dan evaluasi di bidang pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. Jawa Barat. Pasal 1012 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Jawa Tengah. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi badan usaha milik daerah. Sulawesi Barat. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. Pasal 1011 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf a. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. Sumatera Utara. Seksi Wilayah I. analisis. Gorontalo. Jawa Timur. Sumatera Selatan. bimbingan teknis dan fasilitasi badan usaha milik daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. standardisasi teknis. Banten. fasilitasi serta bimbingan teknis. b. Pasal 1010 Subdirektorat Badan Usaha Milik Daerah. Bali. . analisis. menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi Tenggara. dan Papua. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang badan usaha milik daerah lembaga keuangan. bimbingan teknis. dan Maluku Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1010 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Nusa Tenggara Barat.

Gorontalo. Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. pembinaan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. dan Papua. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tenggara. Sumatera Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf b. Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 1017 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1016. Seksi Wilayah II. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan daerah. fasilitasi serta bimbingan teknis investasi daerah. Kalimantan Tengah. Bengkulu. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengelolaan kekayaan dan investasi daerah. prosedur dan kriteria. standardisasi teknis. Sulawesi Barat. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Kalimantan Barat. Papua Barat. menyelenggarakan fungsi: a. Jawa Tengah. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1015 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1014 huruf a. Pasal 1016 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf d. Sumatera Selatan. dalam melaksanakan tugas. Maluku. Sulawesi Utara. dan b. Banten. dan c. terdiri atas: a. Seksi Wilayah I.186 b. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah. b. Sulawesi Selatan. terdiri atas: a. Pasal 1018 Subdirektorat Pengelolaan Kekayaan Daerah. Lampung. . Jawa Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1014 Subdirektorat Badan Layanan Umum Daerah. Seksi Wilayah I. Kepulauan Riau. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jambi. Bali. dan Maluku Utara. dan b. bimbingan teknis dan fasilitasi pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. c. standardisasi teknis. Sumatera Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Seksi Wilayah II. Kalimantan Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sulawesi Tengah. fasilitasi serta bimbingan teknis penerapan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah.

Kepulauan Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf b. dan evaluasi di bidang pinjaman. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis obligasi daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. hibah. obligasi daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan dana bergulir yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jawa Tengah. Bengkulu. Bali. Sulawesi Selatan. Seksi Wilayah I. Kalimantan Selatan. dan e. Pasal 1023 . Jambi. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan pinjaman dan hibah kepada pemerintah daerah dan/atau Badan Usaha Milik Daerah. terdiri atas: a. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Lampung. pemantauan. dan Maluku Utara. menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. dan Papua. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan analisis. d. Seksi Wilayah II.187 Pasal 1019 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1018 huruf a. Papua Barat. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. Pasal 1022 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah. dan dana bergulir. Kepulauan Riau. Banten. Sulawesi Utara. Sumatera Barat. obligasi daerah. dan dana bergulir. c. standardisasi. Pasal 1020 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1003 huruf e. dana bergulir serta penyertaan modal daerah. Jawa Barat. b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Nusa Tenggara Timur. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi pinjaman dan hibah. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. Jawa Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan standardisasi teknis serta bimbingan teknis pengelolaan kekayaan dan investasi daerah serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan obligasi daerah. Gorontalo. dan pernyertaan modal daerah. Pasal 1021 Subdirektorat Pinjaman dan Obligasi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1020. Sulawesi Tenggara. bimbingan teknis.

Sulawesi Barat. Kalimantan Tengah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. e. penyiapan sinkronisasi kebijakan dan dukungan teknis di bidang dana perimbangan. Kepulauan Bangka Belitung. dan Maluku Utara. Pasal 1026 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1025 menyelenggarakan fungsi: a. c. Maluku. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.188 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf a mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1022 huruf b. dan f. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan. d. Sulawesi Selatan. obligasi daerah. Kalimantan Timur. Jawa Timur. hibah. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Papua. Jawa Barat. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tengah. hibah. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Pasal 1027 . Papua Barat. monitoring dan evaluasi penggunaan dana otsus dan dana transfer lainnya. Lampung. Bagian Keenam Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan Pasal 1025 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf d. Bali. b. Sumatera Barat. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang fasilitasi dana perimbangan. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. Sumatera Utara. bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Aceh. penyusunan laporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis bimbingan teknis dan fasilitasi pinjaman. Kalimantan Selatan. Sulawesi Utara. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. obligasi daerah. Pasal 1024 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Banten. Gorontalo. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Jambi. Kalimantan Barat. dana bergulir serta monitoring dan evaluasi yang meliputi Provinsi Riau. Bengkulu. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 1031 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf a. Papua Barat. Banten. Jawa Barat. Sumatera Barat. dan Papua. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus. rekonsialiasi. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. dan b. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Sulawesi Tenggara. Sumatera Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 1030 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1030 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan . Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan c. penyiapan pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. monitoring dan evaluasi dana alokasi umum. Sulawesi Barat.189 Direktorat Fasilitasi Dana Perimbangan. supervisi. Kepulauan Riau. c. Nusa Tenggara Barat. bimbingan teknis. Kalimantan Timur. Lampung. Kalimantan Tengah. Pasal 1028 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf a. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Riau. Maluku. rekonsiliasi. Kepulauan Bangka Belitung. standardisasi teknis. supervisi. rekonsialiasi. Gorontalo. Sumatera Selatan. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. dan Maluku Utara. Bengkulu. Jawa Timur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi umum. standardisasi teknis. d. Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum. Pasal 1032 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf b. Seksi Wilayah II. Jambi. Kalimantan Barat. standardisasi teknis. Sulawesi Tengah. Pasal 1029 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1028. menyelenggarakan fungsi: a. dan Sumber Daya Alam. dan rekonsiliasi dana alokasi umum. supervisi. Kalimantan Selatan. Sulawesi Utara. b. Bali. terdiri atas: a. e. Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah I. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan. b. bimbingan teknis. Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. standardisasi teknis. monitoring dan evaluasi di bidang dana alokasi umum yang meliputi Provinsi Aceh. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. bimbingan teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak.

monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Aceh. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus. Sumatera Selatan. b. Jambi. Sumatera Utara. Pasal 1035 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf a. Sumatera Barat. standardisasi teknis. perencanaan alokasi. dan Maluku Utara. supervisi. penyiapan pelaksanaan monitoring. evaluasi dana alokasi khusus. Banten. Pasal 1036 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Bali. Nusa Tenggara Barat. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa Tengah. dan fasilitasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. standardisasi teknis. dan b. Kalimantan Timur.190 kebijakan. koordinasi. koordinasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana alokasi khusus. Jawa Barat. Kalimantan Selatan. Jawa Timur. Sulawesi Tengah. dan c. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. perencanaan alokasi. dan rekonsiliasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. dan Papua. bimbingan teknis. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Selatan. monitoring dan evaluasi dana alokasi khusus yang meliputi Provinsi Riau. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kepulauan Riau. supervisi. standardisasi teknis. standardisasi teknis. Maluku. Sulawesi Tenggara. Bengkulu. terdiri atas: a. koordinasi. perencanaan alokasi. bimbingan teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Sulawesi Utara. standardisasi teknis. Kalimantan Barat. dan rekonsiliasi dana alokasi khusus. koordinasi penyiapan data dasar penghitungan. Pasal 1033 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1032 menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1037 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1036. Nusa Tenggara Timur. Pasal 1034 Subdirektorat Fasilitasi Dana Alokasi khusus. Sulawesi Barat. bimbingan teknis. Gorontalo. . Lampung. supervisi. Kalimantan Tengah. Seksi Wilayah I. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1034 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Papua Barat. Seksi Wilayah II.

koordinasi perencanaan dasar. Kalimantan Timur. penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Kalimantan Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. standardisasi teknis. Lampung. Sumatera Utara. Jawa Timur. Jambi. c. dan b. Pasal 1040 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf d. bimbingan teknis dan supervisi dana transfer lainnya. Pasal 1041 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1040. supervisi. dan Maluku Utara. dan c. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Riau. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Kepulauan Riau. supervisi. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya. Seksi Wilayah II. . penyiapan bahan perumusan kebijakan standardisasi teknis. Kalimantan Barat. dan penyiapan pelaksanaan monitoring evaluasi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Selatan. Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Timur. standardisasi teknis. penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam. Sulawesi Barat. Pasal 1042 Subdirektorat Dana Otonomi Khusus dan Dana Transfer Lainnya. Jawa Tengah. Seksi Wilayah I. terdiri atas: a. bimbingan teknis dan supervisi dana otonomi khusus. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf b. dan b. Banten. bimbingan teknis. Seksi Wilayah II. monitoring dan evaluasi dana bagi hasil pajak dan SDA yang meliputi Provinsi Aceh. pertimbangan penyaluran. bimbingan teknis. Seksi Wilayah I. b. Pasal 1039 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1038 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Maluku. Sumatera Selatan. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. Papua Barat. Sulawesi Utara. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Papua. Sumatera Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Pasal 1038 Subdirektorat Dana Bagi Hasil Pajak dan Sumber Daya Alam. supervisi. Jawa Barat.191 b. standardisasi teknis.

Sumatera Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf b. Pasal 1047 (1) Seksi Sinkronisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf a. penyiapan dukungan teknis dana perimbangan. penyiapan sinkronisasi kebijakan dana perimbangan. Gorontalo. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Riau. . Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. Banten. standardisasi teknis. Jawa Tengah. (2) Seksi Dukungan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1046 huruf b. Maluku. Jawa Barat. Kepulauan Bangka Belitung. Kepulauan Riau. standardisasi teknis. Seksi Dukungan Teknis. Pasal 1044 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1027 huruf e. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. dan c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan dukungan teknis dan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. Bengkulu. Lampung. supervisi. dana (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Nusa Tenggara Timur. Papua Barat. dan Maluku Utara. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas menyiapkan dukungan teknis dana perimbangan. Sumatera Utara. Nusa Tenggara Barat. supervisi. dan Papua. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan sinkronisasi kebijakan fasilitasi dana perimbangan. monitoring dan evaluasi dana otonomi khusus dan dana transfer lainnya yang meliputi Provinsi Aceh. serta penyusunan laporan dana perimbangan. penyiapan data dan informasi. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Jambi. Kalimantan Barat. Jawa Timur. Sulawesi Utara. Sumatera Selatan. dan melakukan urusan kepegawaian. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan perimbangan. Sulawesi Barat. Bali. bimbingan teknis. bimbingan teknis. Pasal 1045 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. terdiri atas: a. Pasal 1046 Subdirektorat Dukungan Teknis Fasilitasi Dana Perimbangan. Seksi Sinkronisasi.192 Pasal 1043 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1042 huruf a. Sulawesi Tenggara. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Sulawesi Selatan. Pasal 1048 dalam 1044. penyusunan laporan. Sulawesi Tengah.

Pasal 1050 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1049. .f penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah.c Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah.a penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. terdiri atas: . dan penyiapan data dan informasi pertanggunggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah.c penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis serta fasilitasi di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur.d penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah.193 (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).f Subbagian Tata Usaha.g pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Bagian Ketujuh Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Pasal 1049 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 957 huruf e. . dan . . . . penyiapan dukungan teknis. . . mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Keuangan Daerah di bidang pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pasal 1051 Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.a Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.e Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. . . dan . menyelenggarakan fungsi: .b Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah.b penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis dan fasilitasi di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah.d Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. .e penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah.

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Utara. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau.194 Pasal 1052 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf a. Bali. dan Papua. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Sumatera Barat. Jawa Tengah. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf b. Sulawesi Selatan. Kalimantan Barat. Pasal 1057 . fasilitasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Wilayah I. Jambi. Sulawesi Tenggara. Nusa Tenggara Timur. Bengkulu. Pasal 1055 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1054 huruf a. Nusa Tenggara Barat. terdiri atas: a. Kalimantan Tengah. Jawa Barat. Sulawesi Tengah. Lampung. Sulawesi Barat. dan Maluku Utara. Kalimantan Selatan. dan b. dan b. Gorontalo. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi. Maluku. menyelenggarakan fungsi: a. Kepulauan Riau. fasilitasi serta bimbingan teknis akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Papua Barat. dan pertanggungjawaban keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Kalimantan Timur. Banten. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan daerah. Pasal 1056 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf b. Pasal 1054 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. Pasal 1053 Subdirektorat Akuntansi dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1052. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jawa Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Seksi Wilayah II.

. Sulawesi Tengah. dan b. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Pasal 1059 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf a. Nusa Tenggara Timur. Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta. Gorontalo. dan b. Jawa Tengah. Kepulauan Riau. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Papua Barat. Sulawesi Barat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sumatera Selatan. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. Kepulauan Bangka Belitung. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis.195 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1056. bimbingan teknis pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. dan b. Kalimantan Timur. Jawa Barat. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan daerah. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. terdiri atas: a. Sulawesi Utara. Seksi Wilayah I. Sumatera Barat. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Selatan. Lampung. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1058 huruf b. Sumatera Utara. Kalimantan Barat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Pasal 1060 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf c. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Banten. dan Maluku Utara. Bengkulu. dan Papua. Jawa Timur. Kalimantan Selatan. fasilitasi serta bimbingan teknis di bidang pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Maluku. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Jambi. Pasal 1061 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1060 menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Barat. Pasal 1058 Subdirektorat Pembinaan Kinerja dan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah.

fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh. Sulawesi Utara. Gorontalo. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tengah. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan penyiapan bahan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Nusa Tenggara Timur. Jambi. Sumatera Barat. Pasal 1063 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf a. Pasal 1064 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf d. Seksi Wilayah II. Kalimantan Timur. dan b. Maluku. Seksi Wilayah II. Nusa Tenggara Barat. Lampung. dan Maluku Utara. dan b. penyiapan evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli di bidang keuangan daerah. Jawa Timur. Papua Barat. Pasal 1067 . Sulawesi Tenggara. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kalimantan Tengah. terdiri atas: a. Sumatera Utara. Banten. Seksi Wilayah I.196 Pasal 1062 Subdirektorat Pembinaan dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bengkulu. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis. Kalimantan Barat. Kepulauan Riau. Jawa Tengah. Seksi Wilayah I. fasilitasi serta bimbingan teknis pembinaan dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Jawa Barat. Bali. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1065 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1064. Kalimantan Selatan. dan b. terdiri atas: a. Kepulauan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. Sulawesi Barat. Pasal 1066 Subdirektorat Kajian Kebijakan dan Bantuan Keterangan Ahli. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1062 huruf b.

Sumatera Selatan. Banten. Pasal 1068 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1051 huruf e. pengelolaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Jawa Barat. penyiapan sinkronisasi kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Informasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf a. mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi di bidang keuangan daerah. serta melakukan penyiapan bahan perumusan dan bimbingan teknis pelaksanaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Sumatera Barat. menyelenggarakan fungsi: a. serta menyusun dan mengelola sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Papua Barat. Bengkulu. Pasal 1070 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. (2) . penyiapan data dan informasi keuangan daerah. Pasal 1069 Subdirektorat Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1068. dan Maluku Utara. Jawa Tengah. (2) Seksi Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf b. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan b. Jawa Timur. Informasi dan Pelaporan.197 (1) Seksi Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1066 huruf a. Sulawesi Tenggara. Sulawesi Utara. Daerah Istimewa Yogyakarta. mengembangkan aplikasi sesuai dengan regulasi yang terbaru. dan Papua. dan c. mempunyai tugas menyusun dan mengelolan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. Lampung. Bali. b. penyiapan data dan informasi untuk penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah. Jambi. Seksi Data. Kepulauan Riau. Pasal 1071 (1) Seksi Data. Seksi Pengembangan Program Aplikasi. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Barat. terdiri atas: a. Gorontalo. Sulawesi Barat. Sulawesi Selatan. Sumatera Utara. Seksi Pengembangan Program Aplikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1070 huruf b. Kepulauan Bangka Belitung. Maluku. Kalimantan Selatan. Nusa Tenggara Timur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Riau. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. Sulawesi Tengah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kajian kebijakan pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah dan bantuan keterangan ahli serta evaluasi rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban keuangan daerah di bidang keuangan daerah yang meliputi Provinsi Aceh.

Kabupaten/Kota. unsur pengawas fungsional 5. 6. pemantauan. Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.198 Pasal 1072 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. dan melakukan urusan kepegawaian. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal merupakan Kementerian Dalam Negeri. f. d. dan g. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada direktur. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Dalam Negeri. c. koordinasi dan pengawasan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. evaluasi. . b. revieu. dan kegiatan pengawasan lainnya. Tugas dan Fungsi Pasal 1073 4. penyusunan laporan. Kabupaten/Kota. pelaksanaan koordinasi pengawasan penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Kabupaten/Kota. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1076 Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. Pasal 1074 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. e. rumah tangga dan urusan tata usaha direktorat. Kabupaten/Kota. Pasal 1075 Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1074. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: a.

Inspektorat Wilayah II . pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan. pemantauan dan pemutakhiran tindak lanjut hasil pengawasan. .199 b. pengumpulan. Pasal 1080 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf a. penyusunan anggaran. Bagian Umum. Bagian Tata Usaha dan Keuangan. Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. Inspektorat Wilayah I . Inspektorat Khusus. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pengendalian rencana. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknis dan administratif kedalam semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. koordinasi evaluasi pengawasan dan kerjasama. pengelolaan. dan penyajian laporan hasil pengawasan. Bagian Perencanaan dan Anggaran. Pasal 1081 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1080. menyiapkan rancangan peraturan perundangundangan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 1077 Sekretariat Inspektorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf a. terdiri atas: a. c. b. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. pembinaan penyelesaian. Pasal 1079 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 1078 Sekretariat Inspektorat Jenderal dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1077. b. e. pengkoordinasian perumusan rencana program kerja pengawasan. dan d. pengadministrasian tata usaha. c. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. standardisasi dan pedoman fasilitasi serta penyiapan laporan dan statistik Inspektorat Jenderal. penyusunan anggaran Inspektorat Jenderal. pengkoordinasian penyiapan rencana dan program kerja pengawasan dan fasilitasi. menyusun anggaran. Inspektorat Wilayah IV. mengelola perpustakaan. g. program kerja pengawasan dan fasilitasi. d. menyelenggarakan fungsi: a. f. perancangan peraturan perundang-undangan dan laporan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Wilayah III . analisis laporan hasil pengawasan. pengadministrasian perlengkapan dan rumah tangga serta kepegawaian. dan d. c.

pengkajian dan menyusun laporan hasil pengawasan. Pasal 1084 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf b. d. penyiapan laporan Inspektorat Jenderal. Pasal 1087 (1) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf a. . penginventarisasian hasil pengawasan dan tindak lanjut hasil pengawasan. BPKP. mempunyai tugas melaksanakan administrasi. menganalisa data dalam rangka evaluasi. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan I. Peraturan Perundang-undangan dan Laporan. menyelenggarakan fungsi: a. Peraturan Perundang . melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan BPK. dan e. Pasal 1083 (1) Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf a. b. pelaksanaan urusan dokumentasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan standardisasi yang berkaitan dengan pengawasan serta penyusunan pedoman fasilitasi. (2) Subbagian Dokumentasi.200 c. evaluasi. terdiri atas: a. penyusunan laporan hasil evaluasi pengawasan dan kerjasama pengawasan. Inspektorat LPNK dan Inspektorat Khusus Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. dan e.undangan dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1082 huruf b. penyelenggaraan kerjasama pengawasan. pemantauan dan pemutakhiran atas hasil pengawasan. Inspektorat Jenderal Kementerian. terdiri atas: a. mengumpulkan. Subbagian Penyusunan Program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penyusunan laporan serta pengelolaan dokumentasi. koordinasi evaluasi laporan hasil pengawasan. d. Pasal 1082 Bagian Perencanaan dan Anggaran. Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II. Pasal 1085 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1084. Pasal 1086 Bagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan. c. inventarisasi. Subbagian Dokumentasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program dan pengendaliannya serta melakukan pemantauan pelaksanaan program. mempunyai tugas menyiapkan. pengelolaan perpustakaan Inspektorat Jenderal. dan b. dan b. analisa.

mempunyai tugas menyiapkan. Pasal 1090 Bagian Tata Usaha dan Keuangan. Pasal 1088 Bagian Tata Usaha dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. Pasal 1092 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1079 huruf d. Pasal 1089 Bagian Tata Usaha dan Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1088. pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 1091 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf a. menganalisa data dalam rangka evaluasi. mempunyai tugas melaksanakan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. dan (2) . pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1093 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1092. pengelolaan administrasi tata usaha surat menyurat dan kearsipan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan keuangan. Pasal 1094 Bagian Umum. pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional . pengadministrasian dan surat menyurat. pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1090 huruf b. Kabupaten/Kota. melaksanakan pemantauan dan rekonsiliasi data tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan Inspektorat Provinsi. pengelolaan administrasi kepegawaian dan pengelolaan administrasi kelompok jabatan fungsional. dan b. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi tata usaha dan pengelolaan keuangan. dan b. mengumpulkan. Subbagian Keuangan.201 (2) Subbagian Evaluasi Laporan Hasil Pengawasan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1086 huruf b. verifikasi anggaran serta pembukuan dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. b. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan c.

(2) . Bali. Inspektorat Jenderal serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Timur. Badan Pendidikan dan Pelatihan. perencanaan program pengawasan di wilayah II. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kalimantan Tengah. pemeriksaan. Bagian Keempat Inspektorat Wilayah I Pasal 1096 Inspektorat Wilayah I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Sekretariat Jenderal. c. Sulawesi Utara dan Maluku. Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Banten. mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga. pengusutan. Bengkulu. Subbagian Kepegawaian. Bagian Kelima Inspektorat Wilayah II Pasal 1098 Inspektorat Wilayah II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf c. Kalimantan Barat. dan e. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Kepulauan Bangka Belitung. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf b. Daerah Istimewa Yogyakarta. Sulawesi Barat. b. perencanaan program pengawasan di wilayah I. Pasal 1097 Inspektorat Wilayah I dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1096. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. d. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. c. menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara Timur. Lampung. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Pasal 1099 Inspektorat Wilayah II dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1098. b. Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Pasal 1095 (1) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1094 huruf a.202 b. Riau.

Kalimantan Selatan. Sumatera Utara. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. pemeriksaan. . dan e. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. b. pemeriksaan. Jambi. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Kepulauan Riau. d. c. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Badan Penelitian dan Pengembangan serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Tengah. Nusa Tenggara Barat. Sumatera Selatan. Bagian Ketujuh Inspektorat Wilayah IV Pasal 1102 Inspektorat Wilayah IV sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf e. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Direktorat Jenderal Keuangan Daerah serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Jawa Barat. menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Bagian Keenam Inspektorat Wilayah III Pasal 1100 Inspektorat Wilayah III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf d. perencanaan program pengawasan di wilayah IV. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Gorontalo dan Papua. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1101 Inspektorat Wilayah III dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1100. e. Aceh. pengkoordinasian pelaksanaan pengawasan fungsional. mempunyai tugas melaksanakan pengawasan fungsional terhadap pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Pasal 1103 Inspektorat Wilayah IV dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1102.203 d. Sulawesi Tenggara. Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum. pengusutan. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. perencanaan program pengawasan di wilayah III. pengusutan. b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. c. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. Kalimantan Timur. Sumatera Barat.

Pasal 1105 Inspektorat Khusus dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1104. pemeriksaan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. pengusutan. pengkoordinasian pelaksanaan penanganan kasus dan pengaduan. penyusunan laporan dan urusan tata usaha. menyelenggarakan fungsi: a. sesuai yang ditugaskan oleh Inspektur Jenderal. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 1107 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional auditor. dan e. perencanaan program penanganan kasus dan pengaduan. pengujian dan penilaian pengawasan. pengusutan dan pengujian terhadap kasus dan pengaduan yang bersifat khusus dan strategis atas penyelenggaraan tugas pokok Kementerian dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.204 d. mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan. Bagian Kedelapan Inspektorat Khusus Pasal 1104 Inspektorat Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1076 huruf f. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. b. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga (3) (2) . dan d. pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan asas desentralisasi. c. pengusutan. Bagian Kesembilan Subbagian Tata Usaha Pasal 1106 (1) (2) Pada masing-masing Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Khusus dibentuk Subbagian Tata Usaha. perumusan kebijaksanaan dan fasilitasi penanganan kasus dan pengaduan. Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Tata Usaha dan Keuangan pada Sekretariat Inspektorat Jenderal dan secara operasional bertanggungjawab kepada Inspektur. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. fungsional pengawas pemerintahan dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. pemeriksaan.

pemantauan. Badan Penelitian dan Pengembangan dipimpin oleh Kepala Badan. terdiri atas: a. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Bagian Pertama Kedudukan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat.205 fungsional masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Sekretariat Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1111 Badan Penelitian dan Pengembangan. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 1110 Badan Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1109. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan. Pasal 1109 Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan. Tugas dan Fungsi Pasal 1108 (1) (2) (3) Badan Penelitian dan Pengembangan merupakan unsur penunjang Kementerian Dalam Negeri di bidang penelitian dan pengembangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. dan e. d. dan d. Badan Penelitian dan Pengembangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1112 . c. Politik dan Otonomi Daerah. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri. c. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan dalam negeri.

e. penyiapan pelaksanaan pemantauan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. fasilitasi kegiatan. Bagian Umum. Pasal 1118 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf a. terdiri atas: a. penyusunan program dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan. perumusan perencanaan dan program serta penyiapan rancangan dan peraturan perundang-undangan. rumah tangga dan tata usaha. terdiri atas: a. Bagian Keuangan. Pasal 1117 Bagian Perencanaan. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan dokumentasi.206 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dan c. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua unsur di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta fasilitasi lembaga penelitian dan pengembangan daerah. Pasal 1116 Bagian Perencanaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1115. b. b. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. c. Subbagian Hukum dan Perundang-undangan. pengelolaan perpustakaan dan dokumentasi. serta penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. penyusunan anggaran dan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan perlengkapan. b. d. pengelolaan urusan administrasi kepegawaian. mempunyai tugas melakukan penyiapan . Pasal 1115 Bagian Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf a. dan f. dan pengelolaan administrasi peneliti dan perekayasa. Pasal 1114 Sekretariat Badan. pelaksanaan. pengumpulan. dan d. analisa data dan pelaporan dan evaluasi kinerja. penyusunan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja. penilaian. menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Perencanaan. dan c. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 1113 Sekretariat Badan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1112. pengkoordinasian perencanaan. evaluasi kinerja. menyelenggarakan fungsi : a.

rumah tangga. mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. kearsipan. serta pengelolaan aset Pasal 1123 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. Pasal 1124 1114 huruf c. pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan serta evaluasi kinerja. pelaksanaan b. meliputi urusan keamanan dalam. program dan anggaran Badan Penelitian dan (2) Subbagian Data dan Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf b. perjalanan dinas. pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal urusan tata usaha. . mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan pengelolaan urusan rumah tangga. pelaksanaan c. Pasal 1120 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas 1119 menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1122 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf a. kepegawaian. akuntansi serta verifikasi dan pembukuan. b. (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf b. Subbagian Tata Usaha. dan keamanan dalam. Pasal 1119 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf b. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan surat menyurat. mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. dan Subbagian Rumah Tangga. urusan kepegawaian.207 bahan penyusunan Pengembangan. Pasal 1121 Bagian Umum. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. surat menyurat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepegawaian. terdiri atas: a. (3) Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1121 huruf c. Subbagian Kepegawaian. kearsipan dan ekspedisi. (3) Subbagian Hukum dan Perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1117 huruf c. penatausahaan. dan urusan rumah tangga. pengolahan dan penyajian data.

pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa baik pusat maupun daerah.208 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1123. menyelenggarakan fungsi: a. (2)Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf b. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. informasi dan dokumentasi. penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. penyiapan bahan pemeriksaan. usul penunjukan bendaharawan dan membuat daftar gaji. mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan fasilitasi kerjasama penelitian dan pengembangan. Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1127. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 1126 (1)Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. b. dan d. b. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. Pasal 1125 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3)Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1125 huruf c. dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perbendaharaan. Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa. pembayaran gaji. Pasal 1128 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. dan c. serta pengelolaan perpustakaan. mempunyai tugas melakukan akuntansi pengelolaan keuangan serta penyiapan bahan tanggapan atas hasil pemeriksaan laporan keuangan. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa terdiri atas: a. Pasal 1127 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. dan Administrasi Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1114 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi dan pembukuan penggunaan anggaran belanja. c. penyiapan bahan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa pusat dan daerah. dan . penyiapan bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. informasi dan dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1129 Bagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan. penyiapan bahan kerjasama penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan pelaksanaan verifikasi dan pembukuan.

Politik dan Otonomi Daerah terdiri atas : a. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. dan b. Pasal 1134 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf a. Pasal 1130 (1) Subbagian Kerjasama Penelitian dan Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi dan akreditasi pejabat peneliti/perekayasa dalam rangka penetapan dan mutasi jabatan fungsional. Politik dan Otonomi Daerah Pasal 1131 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . dan otonomi daerah. Subbagian Perpustakaan. Bidang Pemerintahan Daerah. informasi dan dokumentasi. dan d. Subbagian Tata Usaha. dan Otonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1131. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. dan otonomi daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1132 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Politik. Informasi dan Dokumentasi. (3) Subbagian Perpustakaan. (2) Subbagian Administrasi dan Akreditasi Pejabat Peneliti/Perekayasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf b. politik dan otonomi daerah. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. penyiapan perumusan pembinaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan urusan kerjasama penelitian dan pengembangan dengan lembaga/instansi di dalam dan di luar negeri. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1129 huruf c. Politik dan Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf b. Bidang Penataan Daerah. c. Pasal 1133 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelenggaraan urusan perpustakaan.209 c. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.

dan b.210 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Subbidang Pemerintahan Provinsi. terdiri atas: a. Pasal 1139 Bidang Pemerintahan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1138. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1135 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1134. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kesatuan bangsa dan politik. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Pemerintahan Daerah. Pasal 1140 Bidang Pemerintahan Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pemerintahan Kabupaten dan Kota. Subbidang Politik. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota. Subbidang Kesatuan Bangsa. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang politik. (2) Subbidang Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf b. Pasal 1136 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik terdiri atas: a. dan b. Pasal 1137 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1136 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 1141 . Pasal 1138 Bidang Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf b.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan.211 (1) Subbidang Pemerintahan Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf a. Pasal 1142 Bidang Penataan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1133 huruf c. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Provinsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan Kabupaten dan Kota. Subbidang Aparatur. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan daerah. Subbidang Kelembagaan. (2) Subbidang Aparatur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kelembagaan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan aparatur. Pasal 1145 (1) Subbidang Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1144 huruf a. Subbidang Pemerintahan Kabupaten dan Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1140 huruf b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyusunan laporan. terdiri atas: a. Pasal 1144 Bidang Penataan Daerah. dan b. Pasal 1146 (2) (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Pasal 1143 Bidang Penataan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1142. . menyelenggarakan fungsi: a.

dan b. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. Politik dan Otonomi Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. Bidang Kependudukan. dan d. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1150 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan terdiri atas: a. b. c. Pasal 1149 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1148. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan umum dan kependudukan.212 Pasal 1147 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesatuan Bangsa. Bidang Kewilayahan. penyiapan perumusan pembinaan. menyelenggarakan fungsi: a. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1151 Bidang Trantib dan Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf a. Subbagian Tata Usaha. Bidang Trantib dan Linmas. menyelenggarakan fungsi: . Pasal 1152 Bidang Trantib dan Linmas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1151. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan Pasal 1148 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas.

Pasal 1156 Bidang Kewilayahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. (2) Subbidang Penataan Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf b.213 a. Subbidang Linmas. Pasal 1155 Bidang Kewilayahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf b. (2) Subbidang Linmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf b. Subbidang Dekonsentrasi Pembantuan. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang linmas. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan Tugas . penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kewilayahan. dan b. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib dan linmas. Pasal 1154 (1) Subbidang Trantib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1153 huruf a. Subbidang Penataan Wilayah. terdiri atas: a. Pasal 1157 Bidang Kewilayahan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang trantib. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 1153 Bidang Trantib dan Linmas. Pasal 1158 (1) Subbidang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1157 huruf a. Subbidang Trantib.

Pasal 1159 Bidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1150 huruf c. penyusunan laporan. Subbidang Administrasi Kependudukan. Pasal 1160 Bidang Kependudukan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1159. Subbidang Perkembangan Penduduk. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1164 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Umum dan Kependudukan ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. dan b. Pasal 1161 Bidang Kependudukan. terdiri atas: a. Pasal 1163 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perkembangan penduduk. . Pasal 1162 (1) Subbidang Administrasi Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang administrasi kependudukan. dan b. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan. (2) Subbidang Perkembangan Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1161 huruf b. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kependudukan.214 kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang penataan wilayah.

fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. . penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. b. penyiapan perumusan pembinaan. terdiri atas: a. menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Pasal 1167 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat. Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 1165 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf d. dan b.215 (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. Pasal 1168 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan kelurahan. Pasal 1166 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1165. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Pasal 1169 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1168. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Pasal 1171 (1) Subbidang Pemerintahan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Pemerintahan Kelurahan. (2) Subbidang Pemerintahan Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1170 huruf b. (2) Subbidang Potensi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf b. Penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Potensi Masyarakat.216 Pasal 1170 Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Pasal 1176 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf c. Subbidang Pemerintahan Desa. Pasal 1172 Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1167 huruf b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang partisipasi masyarakat. terdiri atas: a. dan b. Subbidang Partisipasi Masyarakat. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan . Pasal 1173 Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1172. Pasal 1175 (1) Subbidang Partisipasi Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1174 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemberdayaan masyarakat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan kelurahan. Pasal 1174 Bidang Pemberdayaan Masyarakat. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pemerintahan desa.

Subbidang Keuangan Desa. dan b. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1178 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).217 fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi dan keuangan desa. Pasal 1177 Bidang Ekonomi dan Keuangan Desa dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1176. (2) Subbidang Keuangan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf b. Subbidang Ekonomi Desa. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 1181 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan desa. Pasal 1180 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. Pasal 1179 (1) Subbidang Ekonomi Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1178 huruf a. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi desa. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja.

. Pasal 1185 Bidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf a.218 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah Pasal 1182 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1111 huruf e. menyelenggarakan fungsi: a. c. . Pasal 1186 Bidang Pembangunan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1185. Pasal 1184 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan terdiri atas: a. dan b. Pasal 1188 dan Keuangan Daerah. penyiapan perumusan kebijakan atas hasil pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. dan d. penyiapan perumusan pembinaan. Subbidang Sumber Daya. Bidang Pembangunan Daerah. fasilitasi dan evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah. Pasal 1187 Bidang Pembangunan Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Subbidang Perencanaan Pembangunan. mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan dan keuangan daerah Pasal 1183 Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1182. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan daerah. Subbagian Tata Usaha. dan b. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Keuangan Daerah. Bidang Ekonomi Daerah. b. terdiri atas: a. dan b.

terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.219 (1) Subbidang Perencanaan Pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah Pasal 1194 Bidang Ekonomi Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1193 menyelenggarakan fungsi: . dan b. Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (2) Subbidang Sumber Daya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1187 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi evaluasi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah Pasal 1190 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1189 menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang perencanaan pembangunan. Pasal 1189 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf b. Pasal 1191 Bidang Keuangan Daerah. Pasal 1192 (1) Subbidang Investasi Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Sumberdaya. Pasal 1193 Bidang Ekonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1184 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi kekayaan daerah. (2) Subbidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1191 huruf b. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan daerah. Subbidang Investasi Kekayaan Daerah.

(2) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat.220 penyiapan bahan perumusan fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. Subbidang Investasi Daerah. Pasal 1195 Bidang Ekonomi Daerah. (2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. BAB XII BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Bagian Pertama Kedudukan. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang potensi daerah. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. a. Pasal 1198 (1) Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembangunan dan Keuangan Daerah ditetapkan Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya. . Pasal 1196 (1) Subbidang Investasi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf a. (2) Subbidang Potensi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1195 huruf b. Tugas dan Fungsi Pasal 1199 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan merupakan unsur pendukung tugas Kementerian Dalam Negeri di bidang pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang investasi daerah. Pasal 1197 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. penyusunan laporan. Subbidang Potensi Daerah. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang ekonomi daerah. dan b. rumah tangga dan urusan tata usaha Pusat. dan b.

Sekretariat Badan. Kependudukan dan Keuangan Daerah. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis. mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada semua satuan organisasi di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. (3) Badan Pendidikan dan Pelatihan dipimpin oleh Kepala Badan. pengkoordinasian dan fasilitasi satuan kerja penyelenggara pendidikan dan pelatihan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. e. Pasal 1200 Badan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. d. Pasal 1201 Badan Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1200. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 1203 Sekretariat Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1203. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1204 Sekretariat Badan. penyusunan program pelaksanaan pendidikan dan pelatihan serta penyiapan peraturan perundang-undangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan dalam negeri. pemantauan. dan e. . Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 1202 Badan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan.221 (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. c. c. menyelenggarakan fungsi: a. d. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. dan f. b. b.

Bagian Keuangan. Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. c. b. pengumpulan. serta pengendalian dan pelaporan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan data. (2) Subbagian Data. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program dan Anggaran Badan Pendidikan dan Pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. evaluasi dan pelaporan kinerja program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan urusan rumah tangga. Bagian Umum. Pasal 1209 (1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf a. kepegawaian. Pasal 1207 Bagian Perencanaan dan Anggaran dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1206. dan informasi dan publikasi. dan e. pengumpulan dan pengolahan data serta pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kinerja. Evaluasi dan Pelaporan. pemberian informasi dan publikasi hasil pendidikan dan pelatihan. Subbagian Hukum. d. penyusunan rencana program dan anggaran kegiatan di bidang pendidikan dan pelatihan. pengolahan dan evaluasi data. Informasi dan Publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf c. Pasal 1205 Sekretariat Badan terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Data. d. dan c. Pasal 1208 Bagian Perencanaan dan Anggaran. koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. koordinasi penyusunan data dan informasi pendidikan dan pelatihan. dan d. mempunyai tugas penyusunan program dan anggaran. Bagian Perencanaan dan Anggaran. dan e. Pasal 1206 Bagian Perencanaan dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf a. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1208 huruf b. pemberian informasi dan publikasi di bidang pendidikan dan pelatihan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengumpulan dan pengolahan data. Informasi dan Publikasi.222 c. Pasal 1210 . terdiri atas: a. b. pelaksanaan tata usaha. menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan perlengkapan. (3) Subbagian Hukum.

b. Pasal 1211 Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1210. akuntansi dan pembukuan. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data perkembangan realisasi anggaran. b. mempunyai tugas mengelola sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan data laporan realisasi anggaran. Pasal 1215 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1214. Subbagian Verifikasi dan Akuntansi. terdiri atas: a. rekonsiliasi laporan realisasi keuangan. validasi penerbitan surat perintah membayar. dan pengembangan perpustakaan dan laboratorium. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pengelolaan. bahan tanggapan atas laporan hasil pemeriksaan. reviu laporan keuangan dan asset. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (3) Subbagian Verifikasi dan Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf c. dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. b. dan 1205 huruf b. pelaksanaan anggaran. dan d. pengelolaan dan pendayagunaan asrama dan ruang kelas. laporan realisasi keuangan dan asset. mempunyai tugas melakukan penyiapan penelaahan daftar isian pelaksanaan anggaran. Pasal 1212 Bagian Keuangan. akuntansi dan pembukuan. penyusunan unit akuntansi instansi. . inventarisasi usulan pelaksanaan anggaran.223 Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan. dan c. penyiapan bahan tanggapan atas laporan pemeriksaan keuangan. pendayagunaan. petunjuk operasional kegiatan. bahan pemeriksaan. penyusunan laporan realisasi anggaran. pembayaran gaji. pelaksanaan verifikasi. pelaksanaan urusan perbendaharaan. verifikasi. penatausahaan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 1214 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. usul penunjukkan bendaharawan. revisi anggaran. c. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf b. Pasal 1213 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1212 huruf a. tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

arsip dan ekspedisi. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan surat menyurat. Subbagian Asrama dan Kelas. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 1218 Bagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1205 huruf d. dan c. penyusunan Standar Operasional Prosedur. mengelola dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Semplak Bogor untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf c.224 c. Pasal 1221 (1) Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf a. Pasal 1220 Bagian Umum. mengelola dan mendayagunakan asrama dan kelas untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. terdiri atas: a. Pasal 1219 Bagian Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1218. Subbagian Rumah Tangga. tata usaha. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman. Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium. mengelola dan mengembangkan perpustakaan dan laboratorium untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbagian Asrama dan Kelas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf b. Subbagian Sarana dan Prasarana Kampus Semplak. dan c. surat menyurat. Pasal 1217 (1) Subbagian Perpustakaan dan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1216 huruf a. kearsipan. Bogor. Pasal 1216 Bagian Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan. Subbagian Kepegawaian. dan c. b. pengelolaan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan di Kampus Semplak. . b. kepegawaian. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan Standar Operasional Prosedur. dan keamanan dalam. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga dan administrasi umum sarana dan prasarana. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kepegawaian dan tenaga fungsional. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman.

penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). dan g.225 (2) Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf b. f. Subbagian Tata Usaha. perlengkapan dan perjalanan dinas serta pemeliharaan dan perawatan. Pasal 1224 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Subbagian Rumah Tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1220 huruf c. angkutan. e. terdiri atas: a. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1222. evaluasi hasil pelaksanaan program. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan penatausahaan kepegawaian dan tenaga fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. d. pelaksanaan. pengamanan dan ketertiban di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah Pasal 1222 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf b. perumusan bahan pelajaran di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pemantauan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. b. Bidang Kader dan Kepemimpinan. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. c. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. rencana dan program dan pedoman. penyusunan dan pengembangan kurikulum. (3) . peserta. b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Pasal 1223 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah. mempunyai tugas menyusun Standar Operasional Prosedur dan melaksanakan urusan dalam. c. dan d.

pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pemerintahan umum. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik. menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 1228 (1) Subbidang Otonomi Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. Pasal 1227 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum. penyusunan Standar Operasional Prosedur. Subbidang Pemerintahan Umum. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah. terdiri atas: a. dan f. dan b. penyusunan dan pengembangan kurikulum. perumusan bahan pelajaran. Pasal 1229 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf b. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. b. kualifikasi pengajar. (2) Subbidang Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1227 huruf b. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. kualifikasi pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. program. penyusunan kualifikasi calon peserta. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman. program. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. e. penyusunan kualifikasi peserta. penyiapan fasilitas. penyusunan kualifikasi calon peserta. d. Pasal 1226 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1225. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. . penyiapan fasilitas. serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang otonomi daerah dan pemerintahan umum. Subbidang Otonomi Daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.226 Pasal 1225 Bidang Otonomi Daerah dan Pemerintahan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf a.

d. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyusunan kualifikasi peserta. program. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. c. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa. kualifikasi pengajar. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. penyiapan fasilitas. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. Pasal 1231 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Subbidang Politik Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1233 Bidang Kader dan Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1224 huruf c. b. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. program. dan f. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. terdiri atas: a. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. . pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang politik dalam negeri. perumusan bahan pelajaran. kualifikasi pengajar. e. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Subbidang Kesatuan Bangsa. Pasal 1234 Bidang Kader dan Kepemimpinan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1233. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 1232 (1) Subbidang Kesatuan Bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.227 Pasal 1230 Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1229. penyiapan fasilitas. penyusunan Standar Operasional Prosedur. menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pengembangan kurikulum. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Politik Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1231 huruf b.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyiapan fasilitas. Pasal 1238 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. penyusunan laporan. dan b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Kader. pedoman. d. e. Pasal 1237 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. perumusan bahan pelajaran. rumah tangga. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Pasal 1235 Bidang Kader dan Kepemimpinan. kebutuhan pendidikan dan pelatihan kader melalui jalur pendidikan. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. (2) Subbidang Kepemimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf b. penyusunan kualifikasi calon peserta. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. dan g. program. penyusunan kebutuhan dan koordinasi pelaksanaan seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). kualifikasi pengajar. penyusunan dan pengembangan kurikulum. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. program. .228 b. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f. serta pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. Pasal 1236 (1) Subbidang Kader sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1235 huruf a. terdiri atas: a. Subbidang Kepemimpinan. penyusunan bahan evaluasi serta pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. penyusunan Standar Operasional Prosedur. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kader dan kepemimpinan pemerintahan daerah. c. penyusunan kualifikasi peserta.

perumusan bahan pelajaran di bidang pembangunan. Pasal 1240 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. c. standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. peserta. program dan pedoman. Kependudukan dan Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf c. penyusunan dan pengembangan kurikulum. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Kependudukan dan Keuangan Daerah terdiri atas: a. kependudukan dan keuangan daerah. penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Kependudukan dan Keuangan Daerah Pasal 1239 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. kependudukan dan keuangan daerah. kependudukan dan keuangan daerah. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. Bidang Keuangan Daerah. d. e. b. Pasal 1243 . kependudukan dan keuangan daerah. pemantauan. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. c. kependudukan dan keuangan daerah. dan f. kependudukan dan keuangan daerah. menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. metode. Pasal 1241 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. evaluasi hasil pelaksanaan program. rencana. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Kependudukan dan Keuangan Daerah dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1239. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan. Subbagian Tata Usaha. dan d.229 Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan. Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. kependudukan dan keuangan daerah. Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 1242 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf a. pelaksanaan.

230 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1242, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Pasal 1244 Bidang Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat, terdiri atas: a. Subbidang Pembangunan Daerah; dan b. Subbidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1245 (1)Subbidang Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pembangunan Daerah.

(2)Subbidang Pemberdayaan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1244 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Pasal 1246 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan Sipil. Pasal 1247 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1246, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

231 b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang bidang kependudukan dan pencatatan sipil; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 1248 Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil terdiri atas: a. Subbidang Kependudukan; dan b. Subbidang Pencatatan Sipil. Pasal 1249 (1)Subbidang Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang kependudukan. (2)Subbidang Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1248 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pencatatan sipil. Pasal 1250 Bidang Keuangan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1241 huruf c, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman, serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1251 Bidang Keuangan Daerah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1250, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan daerah. Pasal 1252

232 Bidang Keuangan Daerah, terdiri atas: a. Subbidang Anggaran dan Pendapatan; dan b. Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan. Pasal 1253 (1)Subbidang Anggaran dan Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang anggaran dan pendapatan. (2)Subbidang Pertanggungjawaban dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1252 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang pertanggungjawaban dan pengawasan. Pasal 1254 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja, penyusunan laporan, rumah tangga, urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. Pasal 1255 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pembangunan, Kependudukan dan Keuangan Daerah ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis Pasal 1256 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf d, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, program dan pedoman, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

233 Pasal 1257 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis, dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1256, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, peserta, perumusan bahan pelajaran bidang prajabatan, struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; d. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang struktural, teknis dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan; dan e. evaluasi hasil pelaksanaan program, penyusunan laporan dan dokumentasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan, struktural, teknis, dan profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1258 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis terdiri atas: a. Bidang Prajabatan dan Struktural; b. Bidang Teknis; c. Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan; dan d. Subbagian Tata Usaha. Pasal 1259 Bidang Prajabatan dan Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf a, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1260 Bidang Prajabatan dan Struktural dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1259, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan dan struktural. Pasal 1261 Bidang Prajabatan dan Struktural, terdiri atas: a. Subbidang Prajabatan; dan b. Subbidang Struktural.

234 Pasal 1262 (1)Subbidang Prajabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang prajabatan. (2)Subbidang Struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1261 huruf b, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang struktural. Pasal 1263 Bidang Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf b, mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis. Pasal 1264 Bidang Teknis dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1263, menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; b. penyusunan dan pengembangan kurikulum, metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; c. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar, perumusan bahan pelajaran, dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; d. penyusunan kualifikasi peserta, pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; e. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif; dan f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum dan teknis substantif. Pasal 1265 Bidang Teknis, terdiri atas: a. Subbidang Teknis Umum; dan b. Subbidang Teknis Substantif. Pasal 1266 (1)Subbidang Teknis Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf a, mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, penyusunan kualifikasi calon peserta, kualifikasi pengajar, penyiapan fasilitas, penyusunan Standar Operasional Prosedur, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis umum.

penyiapan fasilitas. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. b. penyusunan dan pengembangan kurikulum.235 (2)Subbidang Teknis Substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1265 huruf b. penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang teknis substantif. perumusan bahan pelajaran. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. dan f. d. program. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1269 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. Pasal 1270 (1)Subbidang Profesionalisme Widyaiswara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf a. program. terdiri atas: a. kualifikasi pengajar. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme Widyaiswara. penyiapan fasilitas. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. program. Subbidang Profesionalisme Widyaiswara. Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyusunan Standar Operasional Prosedur. e. penyusunan kualifikasi peserta. kualifikasi pengajar. Pasal 1267 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1258 huruf c. dan b. penyusunan kualifikasi calon peserta. penyusunan kualifikasi calon peserta. Pasal 1268 Bidang Profesionalisme Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267. penyiapan fasilitas. . c. kualifikasi pengajar. (2) Subbidang Profesionalisme Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1269 huruf b. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme pendidikan dan pelatihan.

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada di bawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. penyusunan kurikulum. evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. pelaksanaan koordinasi pengembangan jabatan fungsional. c. (3)Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditentukan sesuai kebutuhan dan beban kerja. menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan. dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan laporan. (2)Kelompok jabatan fungsional dimaksud dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. rencana. Bagian Ketujuh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan Pasal 1273 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1202 huruf e. metode. pemantauan. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang profesionalisme penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Pasal 1272 (1)Pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Teknis ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. Pasal 1274 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1273. program dan pedoman. rumah tangga. penyusunan rencana program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. .236 penyusunan Standar Operasional Prosedur. pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional serta standardisasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 1271 (1)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. (2)Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1276. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. Pasal 1275 Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan. c. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.237 e. terdiri atas: a. pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional di bidang pemerintahan dalam negeri. penyusunan petunjuk teknis pembinaan jabatan fungsional. terdiri atas: a. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. penyusunan laporan dan dokumentasi di bidang pembinaan jabatan fungsional dan standardisasi pendidikan dan pelatihan. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. dan b. Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. evaluasi hasil pelaksanaan program. Pasal 1277 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. dan i. koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. dan d. b. dan pelaksanaan koordinasi pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha. penyusunan program dan pedoman pembinaan dan pengembangan kapasitas jabatan fungsional. f. penyiapan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. dan e. serta pengembangan jabatan fungsional. Pasal 1276 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf a. . pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. peserta. penyiapan penetapan angka kredit jabatan fungsional. b. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. g. Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. dan d. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan koordinasi. Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional. c. Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional. h. Pasal 1279 (1)Subbidang Pengembangan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf a. program. Pasal 1278 Bidang Pengembangan dan Administrasi Jabatan Fungsional. perumusan bahan pelajaran pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional.

d. Pasal 1281 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1280. kualifikasi pengajar. pendataan dan penataan kualitas tenaga pengajar. Subbidang Keahlian. dan penyediaan alat bantu pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan administrasi pembinaan dan pengembangan kepegawaian jabatan fungsional. penyusunan kualifikasi calon peserta.238 (2)Subbidang Administrasi Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1278 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan . Pasal 1282 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional. kualifikasi pengajar. pendataan peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keahlian. penyiapan fasilitas. penyusunan kualifikasi calon peserta. mempunyai tugas pembinaan dan penyusunan program dan pedoman serta pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. dan g. penyusunan Standar Operasional Prosedur. penyusunan Standar Operasional Prosedur. f. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. metode dan standardisasi pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan fasilitas. perumusan bahan pelajaran. dan b. Pasal 1283 (1)Subbidang Keahlian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf a. penyusunan Standar Operasional Prosedur dan bahan penetapan angka kredit jabatan fungsional Pasal 1280 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. b. Pasal 1284 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1275 huruf c. e. pelaksanaan koordinasi dengan instansi Pembina jabatan fungsional. Subbidang Keterampilan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional. penyusunan kualifikasi peserta. pendataan dan evaluasi terhadap peserta dan alumni pendidikan dan pelatihan di bidang jabatan fungsional keterampilan. (2)Subbidang Keterampilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1282 huruf b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan dan pelaksanaan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. (2)Subbidang Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf b. program. Pasal 1289 (1) Pada Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional dan Standardisasi Pendidikan dan Pelatihan ditetapkan kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional Widyaiswara dan jabatan fungsional lainnya yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang program pendidikan dan pelatihan. dalam melaksanakan tugasnya secara administratif berada dibawah Bagian Umum pada Sekretariat Badan dan secara operasional bertanggungjawab kepada Kepala Pusat. . dan pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. rumah tangga. pelaksanaan standardisasi kediklatan dan sertifikasi kompetensi. Pasal 1287 (1)Subbidang Standardisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1286 huruf a. pedoman dan petunjuk teknis. serta penyusunan Standar Operasional Prosedur. c. penyusunan laporan. Subbidang Kerjasama Luar negeri. d. Pasal 1285 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1284. penyusunan rencana. dan e. penyusunan rencana. dan f. pengembangan dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. urusan tata usaha Pusat dan penyusunan Standar Operasional Prosedur. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 1288 (1) Subbagian Tata usaha mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan program kerja. Subbidang Standardisasi.239 penyusunan program serta pedoman standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. terdiri atas: a. penyusunan rencana kegiatan pembinaan program dan pedoman standardisasi pendidikan dan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. (2) Subbagian Tata usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 1286 Bidang Standardisasi dan Kerjasama Luar Negeri. program dan pedoman analisis kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan standardisasi dan kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan mitra luar negeri. program dan pedoman kerjasama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. menyelenggarakan fungsi: a. dan b. b.

Staf c. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pembangunan dan kemasyarakatan. b. Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Pasal 1291 Pelaksanaan tugas sehari-hari Staf Ahli dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Jumlah tenaga fungsional tersebut dalam ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. Politik. Staf Kependudukan. Pasal 1294 (1) Staf Ahli Bidang Hukum. Staf Ahli Bidang Hukum. terdiri atas: a. (3) Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf c. . (4) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf d. Staf Lembaga. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah hukum. Pasal 1292 Staf Ahli. Pasal 1293 Staf Ahli. mempunyai memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah sumberdaya manusia dan kependudukan. dan e. politik. dan Hubungan Antar Ahli Bidang Pemerintahan. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan. Politik.240 (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah pemerintahan dalam negeri. dan Hubungan Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf a. (2) Staf Ahli Bidang Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf b. dan hubungan antarlembaga. BAB XIII STAF AHLI Pasal 1290 Menteri dibantu Staf Ahli yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri. Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan. Staf d.

b. pengembangan. Informasi. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. informasi. dan Pertanggungjawaban Kepala Pusat melalui Sekretaris Jenderal sebagaimana dimaksud pada ayat (2). d. menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penerangan. pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. terdiri atas: a. b. Pusat Data. PUSAT Bagian Pertama Kedudukan dan Jenis Pusat Pasal 1295 (1) (2) (3) Pusat merupakan unsur pendukung tugas Kementerian. Bagian Kedua Pusat Data. c. pendayagunaan. komunikasi. Informasi. d. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. penyusunan program dan anggaran pusat. Informasi. meliputi pertanggungjawaban teknis administratif dan teknis operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pusat. Komunikasi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1297. Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat yang berada di bawah bertanggungjawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Komunikasi dan Telekomunikasi Pasal 1297 Pusat Data. Komunikasi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf a. Informasi. Pasal 1296 Pusat. Pusat Kajian Kebijakan Strategik. dan e. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri.241 (5) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1293 huruf e. c. dan e. Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. dan telekomunikasi. Pasal 1298 Pusat Data. Pasal 1299 . mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data. Komunikasi dan Telekomunikasi. mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Dalam Negeri mengenai masalah ekonomi dan keuangan.

Pasal 1301 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1300. kepegawaian. Bidang Sandi dan Telekomunikasi. pengoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. d. dan Subbagian Umum. Bidang Pengelolaan Data. dan e. b. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf b. keuangan. Pasal 1302 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan rumah tangga. Komunikasi dan Telekomunikasi. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan surat menyurat. dan perlengkapan. Subbagian Persuratan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1300 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf a. surat menyurat. Subbagian Program. b. Pasal 1304 Bidang Pengelolaan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf b. keuangan dan perlengkapan. Informasi. kepegawaian. dan (2) (3) . mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. menyelenggarakan fungsi: a. perjalanan dinas. dokumentasi dan arsip. mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan penyajian informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dan c. Pasal 1305 Bidang Pengelolaan Data dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1304.242 Pusat Data. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. c. Bagian Tata Usaha. menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan arsip serta rumah tangga pusat. c. terdiri atas: a. dokumentasi dan arsip. Pasal 1303 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1302 huruf a. Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan.

pengembangan. perekaman. b. dan d. Subbidang Pengolahan Data. pendayagunaan. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi. pengembangan. Pasal 1308 Bidang Sandi dan Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf c. serta penyiapan pengelolaan sistem persandian yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. c. pendayagunaan dan pengendalian sandi dan telekomunikasi. pendayagunaan dan pengendalian telekomunikasi serta penyiapan pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. perawatan. dan b. mempunyai tugas melakukan pengumpulan. mempunyai tugas melakukan penyajian informasi. dan penyimpanan data. Pasal 1311 (1) Subbidang Sandi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 1306 Bidang Pengelolaan Data. pengendalian dan pengolahan sistem sandi dan telekomunikasi yang dikecualikan di lingkungan kementerian. terdiri atas: a. Subbidang Telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1310 huruf b. Subbidang Sandi. pengaturan dan pengamanan kelancaran penyelenggaraan sandi.243 b. menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem persandian data dan informasi yang dikecualikan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. pelaksanaan penyajian informasi. Pasal 1309 Bidang Sandi dan Telekomunikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1308. Subbidang Penyajian Informasi. Pasal 1307 (1) Subbidang Pengolahan Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf a. pengolahan. pelaksanaan penyampaian informasi melalui sarana telekomunikasi. Subbidang Telekomunikasi. pengembangan. Pasal 1310 Bidang Sandi dan Telekomunikasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. mempunyai tugas melaksanakan pengembangan. pengolahan. mempunyai tugas melakukan penyiapan pengolahan. dan b. Subbidang Penyajian Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1306 huruf b. (2) (2) . pendayagunaan dan pengendalian sandi.

mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem dan jaringan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. dokumentasi dan penerbitan. c. penyaringan. dan e. mempunyai tugas melakukan pengembangan. b. d. pendayagunaan dan pengendalian sistem dan jaringan. Bagian Ketiga Pusat Penerangan Pasal 1316 Pusat Penerangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf b. terdiri atas: a. dan b. pelaksanaan administrasi dan tata usaha. Pasal 1314 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan. mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. menyelenggarakan fungsi: a. terdiri atas: tugas dan (2) . Pasal 1318 Pusat Penerangan. pengumpulan. Subbidang Pemeliharaan. pelaksanaan pengembangan. pengelolaan urusan perpustakaan Kementerian.244 Pasal 1312 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1299 huruf d. perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat. Pasal 1315 (1) Subbidang Pengembangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf a. dan b. pemeliharaan dan pengamanan sistem dan jaringan. Subbidang Pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1314 huruf b. Subbidang Pengembangan. Pasal 1317 Pusat Penerangan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1316. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam merumuskan dan melaksanakan serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta merumuskan kebijakan fasilitasi pelaksanaan penerangan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pendayagunaan pengendalian sistem dan jaringan. menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pembinaan hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat serta publikasi. Pasal 1313 Bidang Pengelolaan Sistem dan Jaringan dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1312.

penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. pelaksanaan urusan surat menyurat. kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 1322 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf a. c. dan c. keuangan. Bidang Fasilitasi Pengaduan. Bidang Hubungan Masyarakat. keuangan dan perlengkapan. keuangan dan perlengkapan. penerbitan dan dokumentasi serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat. Pasal 1320 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1319. urusan rumah tangga. terdiri atas: a. serta pelaporan. dan Subbagian Umum. Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf b. pelaksanaan urusan rumah tangga. dokumentasi dan arsip. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1321 huruf c. Pasal 1319 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf a. b. Bidang Perpustakaan. d. b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan publikasi. b. dan perlengkapan. dokumentasi dan arsip. Subbagian Program. dokumentasi dan arsip. e. kepegawaian. Bagian Tata Usaha. Pasal 1324 Bidang Hubungan Masyarakat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1323. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. Pasal 1321 Bagian Tata Usaha.245 a. urusan surat menyurat. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. perjalanan dinas. dan (2) (3) . pengetikan dan penggandaan. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1323 Bidang Hubungan Masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf b. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Persuratan. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.

dan b. Pasal 1329 Bidang Fasilitasi Pengaduan terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis pengolahan informasi dan dokumentasi. Pasal 1328 Bidang Fasilitasi Pengaduan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1327. terdiri atas: a. Pasal 1330 (1) Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf a. b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan dan Kemasyarakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1329 huruf b. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan kebijakan dan petunjuk teknis hubungan dengan lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non Kementerian dan daerah. dan c. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1325 Bidang Hubungan Masyarakat. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pemerintahan. Kementerian dan Daerah. Pasal 1327 Bidang Fasilitasi Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf c. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan sumberdaya manusia bidang penerangan. Subbidang Fasilitasi Pengaduan Pembangunan Kemasyarakatan. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf b. Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers. (2) dan (2) . mempunyai tugas melaksanakan penyusunan penanganan pengaduan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang penerangan masyarakat. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis mengenai pers. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pemerintahan. Pasal 1326 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Pers sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1325 huruf a. penyiapan bahan perumusan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan. Subbidang Pengolahan Informasi dan Dokumentasi.246 b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penanganan pengaduan masalah pembangunan dan kemasyarakatan serta peningkatan sumber daya manusia di bidang kehumasan.

Pengembangan dan Pemeliharaan Pasal 1333 huruf b. c. Pasal 1336 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. Pasal 1334 (1) Subbidang Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1333 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. b. mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Subbidang Pelayanan. b. mengendalikan. Subbidang sebagaimana dimaksud dalam melakukan penyiapan bahan perpustakaan. penyiapan bahan perumusan pembinaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelayanan dan kerjasama di bidang perpustakaan. penyiapan bahan perumusan pengelolaan pelayanan dan kerjasama perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. menyelenggarakan fungsi: a. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1335. Pasal 1333 Bidang Perpustakaan terdiri atas: a. pengkoordinasian penyusunan program dan kebijakan strategik pengembangan dan pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesejahteraan rakyat. pelaksanaan supervisi pengembangan dan pelaksanaan otonomi Daerah dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah di bidang . dan perumusan program dan kebijakan strategik Kementerian. dan c. pengkoordinasian dan evaluasi penyusunan program dan kebijakan strategik bidang pemerintahan. pembangunan dan kemasyarakatan. mempunyai tugas pengembangan dan pemeliharaan (2) Bagian Keempat Pusat Kajian Kebijakan Strategik Pasal 1335 Pusat Kajian Kebijakan Strategik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf c. serta perekonomian. Pasal 1332 Bidang Perpustakaan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1331. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan pengelolaan dan pembinaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri. dan b. Subbidang Pengembangan dan Pemeliharaan. politik hukum dan keamanan.247 Pasal 1331 Bidang Perpustakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1318 huruf d. penyiapan bahan perumusan pengembangan dan pemeliharaan perpustakaan Kementerian Dalam Negeri.

arsip. serta urusan rumah tangga. Pasal 1342 (2) (3) . mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. terdiri atas: a. pelaksanaan urusan surat menyurat. pelaksanaan pengembangan dokumentasi. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. politik hukum dan keamanan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. dan e. Pasal 1337 Pusat Kajian Kebijakan Strategik. kepegawaian. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf b. b. keuangan dan perlengkapan. Pasal 1341 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf a. dan d. keuangan dan perlengkapan. kepegawaian. arsip. pengembangan dokumentasi. menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1340 huruf c. Pasal 1340 Bagian Tata Usaha. Subbagian Program. perjalanan dinas. Hukum dan Keamanan. d. dan d. pengembangan dokumentasi kebijakan strategik. c. c. Pasal 1339 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1338. surat menyurat. Bagian Tata Usaha. pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. Subbagian Persuratan dan Dokumentasi. Bidang Analisis Politik. Bidang Analisis Perekonomian. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. keuangan. terdiri atas: a.248 kesejahteraan rakyat. Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1338 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf a. serta perekonomian. kepegawaian. Subbagian Umum. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. dan perlengkapan. dan c. pelaksanaan urusan ketatausahaan. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. serta pelaporan.

hukum dan keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. dan b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. dan b. hukum dan keamanan. Pasal 1348 Bidang Analisis Politik. menyelenggarakan fungsi: a. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang Kesejahteraan Rakyat. Hukum dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf c. terdiri atas: a. Hukum dan Keamanan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1346. hukum dan keamanan. mempunyai tugas melaksanakan analisis kebijakan strategik di bidang politik. Pasal 1347 Bidang Analisis Politik. dan b. Subbidang Pusat. Hukum dan Keamanan. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. dan b.249 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf b. Pasal 1346 Bidang Analisis Politik. Pasal 1349 (2) . Subbidang Daerah. Subbidang Pusat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang Kesejahteraan Rakyat. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang Kesejahteraan Rakyat. Pasal 1343 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1342. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf b. Subbidang Daerah. Pasal 1345 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1344 huruf a. terdiri atas: a. Pasal 1344 Bidang Analisis Kesejahteraan Rakyat.

mempunyai tugas melaksanakan perumusan.250 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf a. Pasal 1352 Bidang Analisis Perekonomian. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1348 huruf b. dan b. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Pasal 1353 (1) Subbidang Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf a. menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 1351 Bidang Analisis Perekonomian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1350. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang politik. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang perekonomian. Pasal 1350 Bidang Analisis Perekonomian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1337 huruf d. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik pusat di bidang politik. penyiapan bahan perumusan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1354. Subbidang Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1352 huruf b. hukum dan keamanan. terdiri atas: a. Subbidang Daerah. hukum dan keamanan. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebijakan strategik daerah di bidang perekonomian. menyelenggarakan fungsi: (2) (2) . Subbidang Pusat. Bagian Kelima Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri Pasal 1354 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf d. dan b. Pasal 1355 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. penetapan kebijakan dan fasilitasi pelaksanaan serta penatausahaan kerjasama Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan luar negeri. mempunyai tugas melakukan analisis kebijakan strategik di bidang perekonomian.

pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1356 Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri. f. Bidang Kerjasama Antar Negara. Pasal 1358 Bagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1357. dan pengkoordinasian pelaksanaan kerjasama luar negeri. dan e.251 a. Subbagian Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf b. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknik kerjasama antarnegara. dokumentasi dan perpustakaan. dan e. pelaksanaan urusan surat menyurat. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional.dan c. Subbagian Umum. b. b. c. Pasal 1357 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf a. terdiri atas: a. d. Bagian Tata Usaha. penyusunan pedoman dan petunjuk teknis serta fasilitasi pelaksanaan administrasi dan teknis kerjasama lembaga asing non pemerintah. urusan kepegawaian. Pasal 1360 (1) Subbagian Pelayanan Administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf a. Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional. dokumentasi serta perpustakaan. penatausahaan pelaksanaan administrasi kerjasama luar negeri. b. d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan administrasi kerjasama luar negeri. d. c. mempunyai tugas melakukan urusan (2) . Subbagian Informasi dan Dokumentasi. terdiri atas: a. pelayanan administrasi dan informasi. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan petunjuk teknis dan penatausahaan pelayanan administrasi perjalanan dinas luar negeri. c. Subbagian Pelayanan Administrasi. pelaksanaan urusan informasi. menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan pelayanan administrasi. pelaksanaan urusan kepegawaian. e. mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. b. Pasal 1359 Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional.

Subbidang Kerjasama Sister. Subbidang Kerjasama Teknik. serta pelaksanaan monitoring. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf b. Pasal 1363 Bidang Kerjasama Antar Negara. dan e. Pasal 1361 Bidang Kerjasama Antar Negara. penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama antarnegara. Pasal 1364 (1) Subbidang Kerjasama Sister sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf a. serta pelaksanaan monitoring. keuangan.252 surat menyurat. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. monitoring dan evaluasi serta pelaporan kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1359 huruf c. c. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama teknik. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama antarnegara. Pasal 1365 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf c. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. Subbidang Kerjasama Teknik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1363 huruf b. fasilitasi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. dan perlengkapan. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. kearsipan dan ekspedisi. pedoman dan petunjuk teknis. pengkoordinasian penyusunan program dan anggaran. monitoring. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama antarnegara. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama antarnegara. terdiri atas: a. informasi dan perpustakaan kerjasama luar negeri. evaluasi dan pelaporan kerjasama antarnegara. Pasal 1362 Bidang Kerjasama Antar Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1361. kepegawaian. pedoman dan petunjuk teknis. d. evaluasi dan pelaporan kerjasama sister. b. (2) .

serta pelaksanaan monitoring. Subbidang Organisasi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf b. penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. . (2) . fasilitasi. . Subbidang Organisasi Internasional. . pedoman dan petunjuk teknis. Pasal 1370 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1369. . terdiri atas: a.253 Pasal 1366 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional dan Organisasi Internasional dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365. serta pelaksanaan monitoring. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan fasilitasi serta pelaksanaan administrasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. Pasal 1369 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1356 huruf d. . penyiapan bahan perumusan kebijakan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. dan b. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. pedoman dan petunjuk teknis. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan organisasi internasional. monitoring. menyelenggarakan fungsi: penyiapan bahan perumusan penyusunan rencana program kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. Subbidang Lembaga Keuangan Internasional. dan Organisasi . Pasal 1367 Bidang Kerjasama Lembaga Keuangan Internasional Internasional. penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional. Pasal 1368 (1) Subbidang Lembaga Keuangan Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1367 huruf a. fasilitasi. . evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi internasional.

Pasal 1372 (1) Subbidang Badan Swasta Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf a. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing. Pasal 1374 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1373. pedoman dan petunjuk teknis. . Pasal 1375 (2) . evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan badan swasta asing. Unit Eselon I dan Kementerian Dalam Negeri. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. b. pelaporan dan pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan keuangan. fasilitasi. dan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan monitoring. serta pelaksanaan monitoring. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. . menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perbendaharaan dan pembinaan pelaksanaan verifikasi. Pasal 1371 Bidang Kerjasama Lembaga Asing Non Pemerintah. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Badan Swasta Asing. pedoman dan petunjuk teknis. pengelolaan aset. terdiri atas: a. penyusunan program kerja. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. dan d. dan b. serta pelaksanaan monitoring.254 penyiapan bahan perumusan pedoman kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat Jenderal dalam penyusunan program kerja. . penyiapan bahan perumusan pelaksanaan fasilitasi kerjasama dengan lembaga asing non pemerintah. pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. evaluasi dan pelaporan kerjasama pemerintah dengan lembaga swadaya masyarakat asing. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana program. pengelolaan keuangan. Bagian Keenam Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Pasal 1373 Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1296 huruf e. c. Subbidang Lembaga Swadaya Masyarakat Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1371 huruf b. dan penyusunan laporan keuangan dilingkungan Sekretaris Jenderal.

pengkoordinasian dan penyusunan rencana program dan anggaran. e. dan Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri atas: Bagian Tata Usaha. dan c. b. terdiri atas: a. b. Subbagian Program. kepegawaian. dan c. b. d. dokumentasi dan arsip. (3) Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf c. keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 1376 Bagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf a. pelaksanaan urusan surat menyurat. Bidang Akuntansi dan Pelaporan. dokumentasi dan arsip. Pasal 1381 . Pasal 1377 Bagian Tata Usaha. Subbagian Umum. Pasal 1380 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf b. Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pembinaan perbendaharaan serta verifikasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. keuangan dan perlengkapan.255 Pusat a. urusan rumah tangga. (2) Subbagian Persuratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf b. urusan surat menyurat. mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. c. Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan anggaran serta pelaporan. dan perlengkapan. perjalanan dinas. Pasal 1378 Bagian Tata Usaha. dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1376. mempunyai tugas melaksanakan penyusunan program dan anggaran. Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal. kepegawaian. menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. dokumentasi dan arsip. serta pelaporan. Pasal 1379 (1) Subbagian Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1378 huruf a. keuangan dan perlengkapan. Subbagian Persuratan.

penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Pasal 1382 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi pengelolaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pembinaan akuntansi. pembinaan perbendaharaan. perhitungan anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi. Subbidang Verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf b. tugas (2) (3) Subbidang Akuntansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf c. terdiri atas: a. penyiapan bahan perhitungan anggaran. Subbidang Akuntansi. Pasal 1383 (1) Subbidang Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1382 huruf a. b. b. pelaksanaan akuntansi. mempunyai tugas melaksanakan penyiapan. Pasal 1384 Bidang Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf c. dan c. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan verifikasi pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbidang Lingkup III. b. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. Pasal 1385 Bidang Akuntansi dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1384. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Sekretariat Jenderal Unit Eselon I. Subbidang Verifikasi. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. b. Subbidang Lingkup II. Subbidang Perbendaharaan. menyelenggarakan fungsi: a. c. penyajian laporan keuangan serta penyusunan rencana tindak di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Lingkup I. Direktorat . dan c. menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan penyusunan laporan keuangan.256 Bidang Keuangan Sekretariat Jenderal dalam melaksanakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1380. Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. dan d. Pasal 1386 Bidang Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 1387 (1) Subbidang Lingkup I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf a. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyelesaian masalah perbendaharaan dan pembinaan bendaharawan. pembinaan verifikasi anggaran. dan c.

penyiapan penghapusan barang milik negara. Pasal 1388 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1375 huruf d. pemeliharaan serta pembinaan pengawasan dan pengendalian barang milik negara. . penggunaan. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. penyiapan penyusunan laporan pengelolaan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri. Subbidang Penatausahaan Barang. penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara. mempunyai tugas melakukan perencanaan kebutuhan. (3) Subbidang Lingkup III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf c. mempunyai tugas melakukan penyusunan akuntansi. (3) Subbidang Penghapusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf c. b. pengamanan. inventarisasi. mempunyai tugas melakukan pemindahan. dan c. Inspektorat Jenderal. pembinaan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Dalam Negeri.257 Jenderal Pemerintahan Umum dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. dan pemanfaatan barang milik negara. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah. Pasal 1390 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara. b. (2) Subbidang Lingkup II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1386 huruf b. Pasal 1389 Bidang Pengelolaan Barang Milik Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1388. Subbidang Penghapusan. terdiri atas: a. penganggaran. Subbidang Pengadaan Barang. pengadaan. penghapusan. Kekayaan Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. (2) Subbidang Penatausahaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf b. mempunyai tugas melakukan pembukuan. perhitungan anggaran. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Badan Pendidikan dan Pelatihan serta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Dalam Negeri. dan c. pelaporan dan penilaian barang milik negera. dan penyusunan rencana tindak dilingkungan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah. Pasal 1391 (1) Subbidang Pengadaan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1390 huruf a. perhitungan anggaran. menyelenggarakan fungsi: a.

Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 1393 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1392. di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional. (2) . (2) KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 1395 Pada masing-masing unit kerja dilingkungan Kementerian Dalam Negeri dapat dibentuk sejumlah kelompok jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan c. Pasal 1396 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.258 KEPEGAWAIAN Pasal 1392 Pengangkatan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural serta jabatan fungsional ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa. Pasal 1397 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Institut Pemerintahan Dalam Negeri. b. pada unit pelaksana diutamakan diisi oleh pejabat fungsional sesuai ketentuan perundang-undangan. UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 1394 (1) Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Dalam Negeri adalah: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Regional.

integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 1404 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 1403 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan. Pasal 1402 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.259 (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja. setiap pimpinan dan unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 1399 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. TATA KERJA Pasal 1398 Dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 1401 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjukpetunjuk dan bertanggungjawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. . Pasal 1400 Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan komponen bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk-petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal 1408 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang tentang Organisasi Subbagian. seksi dan subbidang di lingkungan Kementerian Dalam Negeri diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tersendiri. Pasal 1407 Peraturan Menteri ini mulai dilaksanakan pada saat dilakukan pelantikan pejabat struktural berdasarkan Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 2010 2010 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Lampiran VII. maka: 1. Lampiran III. Lampiran XI.260 KETENTUAN PENUTUP Pasal 1405 Bagan Struktur Organisasi Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Lampiran X. Agar setiap orang mengetahuinya. terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. dan Lampiran XIII Peraturan Menteri ini. Lampiran XII. Lampiran VIII. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. dan 2. Seksi dan Subbidang di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Pasal 1409 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pasal 1406 Pengaturan uraian tugas subbagian. Lampiran II. sebagaimana telah diubah beberapa kali. sebagaimana telah diubah. Lampiran V. Lampiran IV. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 164 Tahun 2004 tentang Organisasi Subbagian. Lampiran IX. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri. tercantum dalam Lampiran I. Lampiran VI. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR . GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 30 Juni 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.261 MENTERI DALAM NEGERI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful