Di Mekkah terdapat Ka'bah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Masyarakat jahiliyah Arab dari berbagai suku berziarah ke Ka'bah dalam suatu kegiatan tahunan, dan mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan mereka dalam kunjungan tersebut. Muhammad mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan seruannya ialah sekumpulan orang dari Yathrib (dikemudian hari berganti nama menjadi Madinah). Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabahsecara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi Islam, Rasulullah (Muhammad) dan orang-orang Islam Mekkah. Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Mekkah. Mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yathrib. Muhammad akhirnya setuju untuk berhijrah ke kota itu. Mengetahui bahwa banyak masyarakat Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha menghalang-halanginya, karena beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yathrib, orang-orang Islam akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain. Setelah berlangsung selama kurang lebih dua bulan, masyarakat Islam dari Mekkah pada akhirnya berhasil sampai dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah atau "Madinatun Nabi" (kota Nabi). Di Madinah, pemerintahan (kalifah) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah. Quraish Makkah yang mengetahui hal ini kemudian melancarkan beberapa serangan ke Madinah, akan tetapi semuanya dapat diatasi oleh umat Islam. Satu perjanjian damai kemudian dibuat dengan pihak Quraish. Walaupun demikian, perjanjian itu kemudian diingkari oleh pihak Quraish dengan cara menyerang sekutu umat Islam.

masyarakat Yahudi di Madinah dengan penuh harapan selalu menantikan Nabi Muhammad (SAW). Berhijrah berarti juga memutuskan diri dari ikatan kesukuan yang dimilikinya. Lebih jauh lagi. 1. Inilah pengorbanan terbesar yang telah dipilih oleh Nabi Muhammad (SAW) dan para pengikutnya. Dari generasi ke generasi. Dalam tahun ke-13 Nabawi. selain jaminan keamanan. 75 orang dari Madinah mengundang Nabi (SAW) untuk datang ke Madinah dan memberikan jaminan perlindungan terhadap beliau (SAW) dalam keadaan yang bagaimanapun juga. PENGORBANAN TERBESAR Seorang Arab hanya dapat dikenali melalui ikatan kesukuannya. 3. karena siapapun tidak perlu merasa takut untuk membunuh mereka. bertambah lagi tujuh orang Madinah memeluk Islam.HIJRAH KE MADINAH PENDAHULUAN Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi sebelum hijrah ke Madinah. dimana ummat Muslim mendapatkan „tanah-kelahiran‟ baru untuk memulai pengembangan masyarakat Muslim disana. Didalam musim haji tahun ke-sebelas Nabawi (kenabian). diantara Nabi (SAW) dengan para tamu dari Madinah itu pun terjadi hal terpenting dalam sejarah. . Rasulullah (SAW) mengutus Musaab bin Umair sebagai duta yang pertama sekaligus juru dakwah Islam. Jika ikatannya terputus maka ia pun menjadi „orang-hilang‟ yang tanpa makna sekecil apapun. “Jika Nabi Muhammad (SAW) telah datang maka dengan pertolongannya kami akan meruntuhkan kekuasaan kalian. Maka Rasulullah (SAW) pun memberikan ijin hijrah ke Madinah kepada ummat Muslim.” 2. enam orang suku Khazrij menjumpai Rasulullah (SAW) dan memeluk Islam. 4.Tahun berikutnya. Mereka ini selalu mengatakan kepada suku Aus dan Khazrij yang berkuasa di Madinah. Siapa saja bisa membunuh si „orang-hilang‟ itu tanpa harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Dengan jalan ini mereka berharap dapat menghukum orang-orang Yahudi dengan pertolongan dari beliau (SAW).

ayat 30 berikut ini: Dan (ingatlah). hampir semua Muslim memilih berhijrah ke Madinah. Mengetahui hal ini Rasulullah (SAW) berkata. Mereka bahu-membahu untuk melakukan pembunuhan terhadap beliau ketika keluar rumah di pagi hari. “Suhaib telah melakukan pertukaran yang menguntungkan dirinya. Suku Quraisy di Makkah amat sangat geram mengetahui orang-orang Muslim bersama dengan suku-suku berkuasa di Madinah. Sang Istri menangis berhari-hari karena dipisahkan dari suami dan anaknya. Kini kamu kaya raya. ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu.” Suhaib (RA) menjawab. Orang Quraisy begitu marah melihat kenyataan ini. Suhaib (RA) menyerahkan semua hartanya kepada mereka dan berhijrahlah ia ke Madinah.Mereka melakukan pengorbanan sejauh itu hanya dan hanya demi untuk melaksanakan keIslaman mereka. Orang Quraisy berkata kepadanya. Allah (SWT) memberitahu Rasulullah (SAW) perihal rencana jahat mereka. Meskipun harus menghadapi hal sedemikian. kamu sangat miskin dan tak dipandang sebelah mata. sebagaimana diriwayatkan Ibnu Ishaq. Pada suatu malam. atau mengusirmu. “Jika kuberikan semua kekayaanku kepada kalian. Dengan cara demikian maka suku darimana Nabi SAW berasal takkan dapat menuntut balas terhadap semua suku yang terlibat. “Ketika dulu kamu datang kemari. Salah satu contoh. satu suku mengutus satu orang. sedangkan keluarganya sendiri juga melarikan anaknya. akankah kalian relakan aku pergi?" Mereka menyetujui. Maka ia pun berhijrah seorang diri. Berselang setahun kemudian seorang dari suku si istri menaruh iba kepadanya dan membantunya mendapatkan ijin hijrah ke Madinah bagi istri dan anak Abu Salamah (RA). Kami tak kan relakan kamu pergi membawa kekayaanmu. di sekeliling rumah Rasulullah (SAW). Perhatikan Surah Al-Anfal. Abu Salamah (RA) mencoba untuk hijrah dari Makkah ke Madinah bersama istri dan seorang anak mereka. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu-daya. Maka mereka berbuat segala cara untuk menimpakan penderitaan kepada orang-orang Muslim atas hijrah mereka itu. mereka menempatkan pasukan yang beranggotakan perwakilan masing-masing suku. Maka para iparnya pun mengambil istrinya secara paksa.” Semua muhajirin mengalami hal-hal serupa itu. Sungguh. Ibnu Hisyam meriwayatkan bahwa ketika Suhaib (RA) berusaha hijrah. Suhaib benar-benar telah melakukan pertukaran yang menguntungkan dirinya. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Beliau .

Rasulullah (SAW) pergi menuju rumah Abu Bakar (RA) dan kemudian mereka berdua melompat keluar melalui jendela belakang rumah dan melarikan diri di kegelapan malam sebagaimana telah direncanakan. beliau memastikan terlebih dahulu bahwa barang-barang berharga titipan musuh-musuhnya. Sebelum Rasulullah (SAW) berhijrah. Ali (RA) merasa yakin bahwa ia akan tetap selamat dan sanggup melaksanakan pesan yang sulit itu sebab yang menugaskannya adalah Rasulullah (SAW). 2. dalam keadaan bagaimanapun juga. Nabi Muhammad (SAW) menhargai bakat yang dimiliki oleh Ali (RA) walaupun ketika itu Ali (RA) masih muda belia. musuh-musuh yang haus darah itu paham betul bahwa Muhammad (SAW) adalah seorang yang amat dapat dipercaya. “Tidurlah kamu di tempat tidurku dan berhijrahlah ke Madinah setelah kamu selesaikan pengembalian seluruh hartabenda (deposit) yang telah diamanahkan/dititipkan oleh orang-orang didalam rumahku. harus dikembalikan kepada mereka. PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH (SAW) Dari rumah beliau. SEBUAH MUKJIZAT Rasulullah (SAW) pergi meninggalkan rumah beliau pada malam hari dengan berjalan-kaki melewat musuh-musuh yang mengepung rumah beliau.5 Km menuju sebuah goa yang dikenal .” Beberapa Catatan Penting: 1. 3. Berdua saja mereka menempuh jarak lebih-kurang 7. Maka mereka biasa menitipkan barang-barang berharga yang mereka miliki kepada beliau (SAW) demi alasan keamanan. Bagaimanapun kebencian mereka. Maka Allah (SWT) pun menghalangi penglihatan mereka sehingga mereka tak dapat melihat Rasulullah (SAW) meskipun beliau sempat menaburkan debu keatas kepala setiap anggota pasukan yang mengepung di sekitar rumah beliau.(SAW) kemudian menyampaikan kepada Ali (RA). sambil membaca ayat ke-9 dari Surah Yaa-Siin: Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula). dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. 4.

mereka pasti dapat melihat kita. pertolongan Allah (SWT) menyertai kita. Mereka pun berkesimpulan bahwa Rasulullah (SAW) tidak pernah masuk kedalam goa ini. ayat-40: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua.” Rasulullah pun menjawab. “Janganlah cemas. dan Allah pun menolong mereka berdua dengan pasukan-Nya yang tak terlihat oleh mata manusia. Setiap kali. SATU MUKJIZAT LAGI Sepasukan orang kafir telah sampai di depan goa Tsur. sebab jika hal itu terjadi maka tentulah jaring laba-laba dan sarang burung itu sudah tidak lagi berada pada tempatnya. juga sampai di mulut goa itu dan mendapati sebuah sarang burung lengkap dengan beberapa butir telur burung yang berada tepat di mulut goa Tsur. di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka-cita. Mereka mengumumkan sayembara berhadiah 100 ekor onta bagi siapa saja yang dapat menyerahkan kepala Nabi (SAW). sebab jika beliau (SAW) memasuki goa maka tentu sarang laba-laba itu telah rusak. Abu Bakar (RA) berujar. “Jika saja musuh kita membungkukkan badan. yakni sebuah jaring laba-laba.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. Mereka pun berkesimpulan bahwa Rasulullah (SAW) tidak masuk kedalam goa. Perhatikanlah hal ini. Mereka mendapati adanya sarang laba-laba di mulut goa. Maka hanya atas Kasih-sayang Allah (SWT) sajalah mereka berdua bisa bersikap tenang didalam keadaan yang sedemikian genting. maka pencarian dan pengejaran secara besarbesaran terhadap Rasulullah (SAW) pun mereka lakukan. Surah At-Taubah . Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. . namun Allah (SWT) melindungi Nabi-Nya dengan ciptaan-Nya yang paling rapuh. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Orang-orang kafir amat sangat marah karena ternyata adalah Ali (RA) yang berada di tempat tidur Nabi Muhammad (SAW). musuh sebenarnya hanya kira-kira satu meter dari beliau (SAW).”.dengan sebutan “Goa Tsur”. sesungguhnya Allah beserta kita. Sekelompok yang lain.

Sebelum fajar ia sudah kembali ke Makkah sehingga seolah-olah ia selalu berada di Makkah. Amar menggiring kembali domba-dombanya ke Makkah sebelum fajar selang beberapa waktu setelah Abdullah bin Abu Bakar kembali ke Makkah. seorang kafir yang dapat dipercaya dan bekerja sebagai pemandu yang diupah oleh Abu Bakar (RA) datang ke goa ini. Namun beliau (SAW) memaksa membeli onta itu. membawa dua ekor onta. “Adakah kamu memiliki sesuatu yang boleh kami makan atau minum?” Ia menjawab. 3. maka beliau pun bertanya. Mereka pun bertanya. “Bagaimana dengan domba ini?” Ummu Maabad berkata. setelah hari ke-tiga. “Bolehkah aku coba memerah susunya?” Ia pun mempersilahkan. Abdullah bin Abu Bakar (RA) mendatangi goa pada malam hari dan menyampaikan berita perihal berbagai rencana dan kegiatan orang-orang kafir kepada mereka berdua. Amar bin Fuhairah menggiring domba-domba gembalaannya ke dalam goa pada malam hari sehingga Rasulullah (SAW) dan Abu Bakar (RA) bisa minum susu domba hingga cukup kenyang.” . Amar juga menyertai perjalanan mereka. dan Ahad. Pada waktu itu Abu Bakar (RA) menawarkan satu dari onta itu kepada Nabi (SAW) sebagai hadiah. “Cobalah. mereka berdua memulai perjalanan menuju Madinah. Abdullah bin Ariqat Laitsi. 5. Selama itu. Onta inilah yang kemudian dikenal sebagai onta Rasulullah (SAW) yang dinamai Quswa.” Nabi (SAW) bertanya. Dengan dipandu oleh Abdullah bin Ariqat. Abu Bakar (RA) pun akhirnya bersedia menerima pembayaran sebesar empat ratus dirham untuk onta itu. berlangsung pertolongan bagi mereka berdua. tidak ada susu padanya setetes pun. 2. Sabtu. MUKJIZAT BERIKUTNYA Selama menempuh perjalanan dari makkah ke Madinah rombongan mereka lewat di dekat kemah Ummu Maabad. dengan demikian jejak kaki Abdullah terhapus oleh jejak domba-domba itu. sekiranya bisa mendapatkan susu darinya. 1.” Rasulullah (SAW) melihat seokor domba berada di dekat kemah.DI DALAM GOA TSUR Rasullah (SAW) dan Abu Bakar (RA) tinggal di dalam goa Tsur pada hari Jum‟at. 4. Bahkan domba-domba kami pun sedang digembalakan jauh dari sini oleh suami saya. sudah tidak ada sama sekali. “Maaf. “Domba ini sangat lemah.

Ia berjalan menghampiri Nabi (SAW) dan menyampaikan maksud jahat dengan kehadirannya disitu. Suraqah bin Malik mengejar mereka dengan menunggang kuda dan berharap dapat menangkap dan menyerahkan Nabi (SAW) kepada kaum Quraisy agar dapat memenangkan hadiah seratus ekor onta. Ia telah mengupayakan empat hal dengan hasil yang sama. Ia telah mengetahui posisi rombongan Nabi (SAW) dan iapun mendekat dan berbicara kepada beliau (SAW).Kemudian beliau (SAW) mengelus domba itu seraya memanjatkan doa dan mulai memerah susu domba itu dan ditampung dalam sebuah wadah. Diceritakanlah kepada sang suami bahwa seorang yang sangat mulia akhlaqnya baru saja mengunjunginya. seorang kepala suku. Suraqah memohon agar Rasulullah (SAW) memaafkan dirinya beserta semua warga sukunya. Suraqah menyadari bahwa ia telah berusaha menangkap Rasulullah (SAW). Begitu juga dengan mereka yang menyertai beliau. Ummu Maabad pun diberi minum susu domba itu hingga puas. “Ciri-cirinya serupa benar dengan seseorang yang sedang dicari-cari oleh orang-orang Quraisy. sang raja perdamaian dan keadilan. Semoga saja aku dapat menjadi sahabatnya. Adapun rombongan Rasulullah (SAW) melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Rasulullah (SAW) dengan sangat bijaksana meluluskan permintaan Suraqah. ia pun terperanjat melihat ada sediaan susu. kaki kuda itu terbenam kedalam pasir. diantaranya langsung pada saat itu dan ada juga yang kemudian. begitu ia telah begitu dekat dengan rombongan itu. TIBA DI QUBA’ Penduduk Madinah dan suku-suku di sekitarnya telah berhari-hari menantikan . Buraidah Aslami. Manakala suami Ummu Maabad kembali ke kemahnya. juga ikut melakukan pengejaran dan pencarian terhadap Rasulullah (SAW) demi memenangi sayembara berhadiah yang diadakan oleh kaum Quraisy. sehingga Buraidah berikut tujuh-puluh orang lelaki warganya pun memeluk Islam. Kelak kemudian. (dari kitab Rahmatul„Alamin oleh Mohammad Sulaiman). Sekali lagi beliau memerah susu domba itu sepenuh wadah dan meninggalkannya untuk Ummu Maabad. sedang dalam perjalanan. Sang suami berkata. Namun.” (Zadul Ma'ad). Ia gambarkan juga ciri-ciri tamunya itu. Entah bagaimana. kuda yang ditungganginya terjatuh. Rasulullah. Suraqah pun memeluk Islam. namun pada akhirnya beliaupun dapat menundukkan hati Buraidah. (Zadul Ma‟ad). Ia kibarkan bendera putih yang terbuat dari sorbannya dan kembali pulang ke Makkah sambil mengumumkan dengan suara keras bahwa. dan juga memohon agar beliau (SAW) tidak menuntut balas terhadap mereka kelak pada waktu menaklukan kaum Quraisy. mereka pun minum hingga puas.

TIBA DI MADINAH Setiba Rasulullah (SAW) di Madinah. Maka saat itu juga orang-orang Yahudi menjadi saksi atas terpenuhinya janji Allah (SWT) didalam kitab suci mereka. Abu Bakar (RA) pun segera memayungkan selembar kain alas keatas Nabi (SAW) untuk melindungi beliau dari sengatan sinar matahari. Abu Bakar (RA) menjabat tangan dengan mereka satu-persatu. Dengan demikan mengertilah mereka bahwa itulah Rasulullah (SAW). „Aisyah (RA) dan Ummu Aiman (RA) juga menyusul hijrah ke Madinah dibawah kawalan Abdullah bin Abu Bakar (RA). dan Sang Quddus (insan suci) itu berasal dari pegunungan Faran. Maka. dimana disebutkan didalamnya bahwa datangnya dari arah selatan. mereka duduk berkelompok di sekitar tempat tinggal mereka. dengan suara lantang ia umumkan hal ini kepada orang-orang Arab. Semua Muslim adalah setara dan mereka semua sangat antusias untuk memperoleh balasan dari Allah (SWT). Ummat Muslim Quba‟ pun bergegas keluar rumah berhiaskan pedang di tangan. seorang Yahudi sedang mendaki sebuah bukit kecil bermaksud mencari sesuatu yang bisa berguna. penuh keriangan menyambut kehadiran Nabi Muhammad (SAW). Usamah bin Zaid (RA). Seluruh sahabat bersama-sama Nabi (SAW) juga secara langsung turun tangan dalam pembangunan Masjid Nabawi. istri Nabi (SAW). Manakala telah tengah hari dimana terik matahari sudah tak tertahankan. Saudah (RA). Maka beliau (SAW) pun menetap di tempat itu sampai terselesaikannya pendirian Masjid Nabawi dan sebuah tempat berteduh untuk beliau. Di suatu siang. Rasulullah (SAW) dan para sahabat melanjutkan perjalanan menuju Madinah pada hari Jum‟at dan melaksanakan Shalat Jum‟at di sebuah lahan di lingkungan suku Banu Salim Bin Auf. Sampai sekarang masih dapat kita saksikan sebuah masjid tegak berdiri di tempat itu. onta beliau (Quswa) duduk di lahan terbuka di dekat rumah Abu Ayyub Ansari (RA). dua putri beliau Fatimah (RA) and Ummu Kulsum (RA). Beberapa hari kemudian. Selang beberapa hari kemudian. sebagaimana juga mereka melakukan bersama-sama dalam pembangunan Masjid Quba‟. Nabi (SAW) duduk beristirahat. Ia melihat Nabi (SAW) beserta para sahabat beliau dalam pakaian putihputih sedang berjalan mendekati Quba‟. mereka kembali masuk ke dalam rumah masing-masing. Pada waktu bersamaan. Nabi (SAW) mendirikan masjid di Quba sebagaimana disebutkan didalam Al-Qur‟an. Setelah bermalam beberapa hari. sinar matahari jatuh tepat ke wajah Rasulullah (SAW). . (Bukhari).kedatangan Rasulullah (SAW). Beliau (SAW) dan seluruh sahabat terlibat langsung dalam pembangunan masjid ini. masjid itu dinamakan Masjid Jum‟ah.

4. Rasulullah (SAW) tiba di Quba„ pada tanggal 16 Juli 632 M. terjadi perubahan sosial. Maka sirnalah diskriminasi atas dasar warna kulit. Rasulullah (SAW) memanjatkan doa (yang artinya) sebagai berikut. ARTI PENTING HIJRAH Hijrah telah membawa akibat-akibat yang lebih jauh: 1. (Bukhari).Adapun putri beliau seorang lagi. Di Madinah. dari tulisan ini dapat mengambil kesimpulan bahwa Abu Bakar (RA) telah memiliki peranan yang amat penting dalam peristiwa Hijrah. Setiap orang yang berpola-pikir adil dan terbuka. Menurut para ahli sejarah Muslim. 3. “Wahai Allah. Tambahkanlah keberkahan didalam takaran (shaq dan mud) kami. jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah.” Allah (SWT) mengabulkan doa beliau dan beliaupun menetap di Madinah karena begitu cintanya beliau terhadap kota ini. Zainab (RA). kredo. Ini merupakan penghargaan paling utama bagi Abu Bakar (RA). Surah At-Taubah. dari sinilah dimulainya perhitungan kalender Hijriyah. baru diijinkan hijrah ke Madinah setelah terjadi peperangan Badar. Semua Muslim setara/egaliter. atau bahkan lebih dari itu. beliau memilih Abu Bakar (RA) sebagai teman dalam perjalanan hijrah. Diantara sekian banyak sahabat Nabi (SAW). yang mana berada dalam bulan Muharram. Adalah di Madinah. diletakkan dasar-dasar khilafah (pemerintahan) Islam. Maka sungguh amat menyedihkan bahwasanya sebagian orang masih menilai secara tidak adil terhadap diri sahabat yang demikian dihormati ini. Peristiwa bersejarah berupa perjanjian-perjanjian yang dibuat bersama dengan kelompok Yahudi dan beberapa suku yang lain menjadi panduan bagi generasi-generasi yang kemudian. Kami mohon. Islam sebagai sebuah kelompok/golongan didalam masyarakat telah berkembang menjadi sebuah kesatuan Ummat Islam. . Dari peristiwa ini. 2. 5. dan pindahkanlah panasnya Madinah hingga ke Juhfah. Hal ini di abadikan didalam Al-Quran. jadikanlah iklimnya menyehatkan bagi kami. ataupun kekayaan.

S 3.Cici Alwida 4.Retno Ulvi . Andres Rivaldi .TUGAS KELOMPOK AGAMA Nama Kelompok: 1.Shelli Fitrianda 2.

Firnando Najmi SMA N 1 SIJUNJUNG .5.

/  73.3/4.  %&$ !    ..3/./.  3/708#.2   $$&& .04254  $097. $  .2.  #0934&.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful