P. 1
Makalah

Makalah

|Views: 1,216|Likes:
Published by Dwi Cahyaningg

More info:

Published by: Dwi Cahyaningg on Sep 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin modern dan canggih serta proses pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan cepat, terlebih dalam proses pembiayaan, maka dibutuhkan beberapa solusi yang tepat untuk menangani kebutuhan manusia ini. Oleh karena itu, dewasa ini telah banyak berkembang beberapa lembaga pembiayaan sebagai alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pembiayaan yang dibutuhkan oleh manusia. Sekilas mengenai sejarah lembaga pembiayaan, yaitu dimulai sejak tahun 1974, berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, yaitu: Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan RI tanggal 7 Februari 1974, tentang “Perizinan Usaha Leasing”. Selain itu, tahun 1984 Perusahaan Leasing berjumlah 48 perusahaan, serta tahun 1988 Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 menjelaskan Pengertian mengenai Lembaga Pembiayaan. Kaitan “Pembiayaan” dalam lingkup yang lebih luas dikenal dengan istilah umum”Perkreditan” dimana pada awal timbulnya kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu “CREDERE” yang mempunyai arti “KEPERCAYAAN”. Hal itu disebabkan karena pada awalnya kredit ini dilakukan berdasarkan kepercayaan dari pemilik dana pada pihak yang memerlukan dana. Terdapat dua dasar hukum beserta definisi tentang lembaga pembiayaan, yaitu menurut •  Keputusan Presiden No. 61 tahun 1988 Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan

pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat.  Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha di luar Bank dan Lembaga

Keuangan Bukan Bank yang Khusus didirikan untuk melakukan kegiatan termasuk dalam bidang usaha Lembaga Pembiayaan. • Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006,

1 Lembaga-lembaga Pembiayaan

“Perusahaan Pembiayaan adalah suatu badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha Lembaga Pembiayaan – dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara masyarakat.” langsung dari

Adapun yang termasuk lembaga pembiayaan yaitu : • Sewa Guna Usaha (Leasing) yaitu perjanjian antara lessor (perusahaan leasing) dengan lesse (Nasabah) dimana pihak lessor menyediakan barang dengan hak penggunaan oleh lesse dengan imbalan pembayaran sewa dengan jangka waktu tertentu. • Anjak Piutang (factoring) yaitu perusahaan yang kegiatannya adalah melakukan penaghanatau pembelian, atau pengambilalihan ataupengelolaan utang pitang suatu perusahaan dengan imbalanatau pembayaran tertentu milik perusahaan. • Modal Ventura yaitu suatu badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan. • Kartu Plastik atau kartu kredit yaitu suatu badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit. • Lembaga pembiayaan konsumen (consumers finance) adalah suatu lembaga yang dalam melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dilakukan dengan system pembayaran secara angsuran.

1.2 Rumusan Masalah Dengan melihat latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut mengenai lembaga-lembaga pembiayaan : 1. Bagaimana uraian penjelasan mengenai Sewa Usaha (leasing)?

2 Lembaga-lembaga Pembiayaan

2. Bagaimana uraian penjelasan mengenai Anjak Piutang (factoring)? 3. Bagaimana uraian penjelasan mengenai Modal Ventura? 4. Bagaimana uraian penjelasan mengenai Kartu Plastik? 5. Bagaimana uraian penjelasan mengenai Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance) ?

1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui detail dari uraian mengenai Sewa Usaha (leasing) 2. Mengetahui detail dari uraian mengenai Anjak Piutang 3. Mengetahui detail dari uraian mengenai Modal Ventura 4. Mengetahui detail dari uraian mengenai Kartu Plastik 5. Mengetahui detail dari uraian mengenai Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance)

1.4 Manfaat 1. Dengan mengetahui macam-macam lembaga pembiayaan para pebisnis dapat dengan bijak memilih lembaga pembiayaan yang mana yang sesuai dengan kebutuhannya. 2. Untuk semua pembaca diharapkan agar makalah ini dapat memberikan pemahan mengenai pentingnya lembaga pembiayaan ini serta apa keuntungan dan kerugian serta masalah yang mungkin saja bisa muncul. 3. Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan kerangka dalam melakukan penelitian terutama yang berkaitan dengan Lembag-lembaga pembiayaan.

3 Lembaga-lembaga Pembiayaan

1. dimana lebih ditujukan dalam penyelesian sengketa. Perlindungan Hukum Preventif : dimana kepada rakyat diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitive. 2.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 4 Lembaga-lembaga Pembiayaan .1 Deskriptif Analisis 2.1 Teori Perlindungan Hukum Dalam Melihat Peran Lembaga Pembiayaan Perlindungan hukum menurut Hadjon meliputi dua macam perlindungan hukum bagi rakyat meliputi: 1. Perlindungan Hukum Represif.

Kepentingan umum (public interests) 2. Berdasarkan elemen-elemen tersebut. Usaha-usaha untuk menyelesaikan sengketa antara pemerintah dan rakyat dengan cara musyawarah. Usaha-usaha untuk mencegah terjadinya sengketa atau sedapat mungkin mengurangi terjadinya sengketa. Hubungan fungsional yang proporsional antara kekuasaan-kekuasaan negara 3. Penyelesaian sengketa melalui peradilan merupakan jalan terakhir. Prinsip penyelesian sengketa secara musyawarah dan peradilan merupakan sarana terakhir. 2. Keserasian hubungan antara pemerintah dengan rakyat berdasarkan asas kerukunan.2 Pemikiran Roscoe Pound Mengenai Penerapan Sistem Hukum Dalam Pembangunan Demokrasi Ekonomi Terkait Dengan Adanya Lembaga Pembiayaan Pemikiran selanjutnya oleh Roscoe Pound dalam mendefinisikan fungsi hukum sebagai social engineering yang menyumbangkan pemikiran tentang kepentingan manusia yang dilindungi oleh hukum yang meliputi 1.1. 2. peradilan hendaklah merupakan ultimum remedium dan peradilan bukan forum konfrontasi sehingga peradilan harus mencerminkan suasana damai dan tentram terutama melalui hubungan acaranya.Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia adalah prinsip pengakuan dan perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia yang bersumber pada Pancasila dan prinsip Negara Hukum yang berdasarkan Pancasila. perlindungan hukum bagi rakyat terhadap pemerintah diarahkan kepada: 1. 3. 4. Kepentingan kemasyarakatan (social interests) 3. dalam hubungan ini sarana perlindungan hukum preventif patut diutamakan daripada sarana perlindungan represif. Adapun elemen dan cirriciri Negara Hukum Pancasila ialah: 1. kepentingan-kepentingan pribadi (private interests) 5 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Keseimbangan antara hak dan kewajiban. 2.

Pemikiran Pound ini terkait dengan penerapan sistem hukum dalam pembangunan demokrasi ekonomi ialah bahwa suatu sistem hukum haruslah memperhitungkan dan mendahulukan kepentingan umum terlebih dahulu. prinsip-prinsip tersebut menghadirkan sebuah keadilan dan kesamarataan dalam ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi disertai dengan prinsip tanggungjawab dalam arti tidak merugikan kepentingan pihak lain.01/1991 adalah “kegiatan 6 Lembaga-lembaga Pembiayaan .1 Sewa Guna Usaha (leasing) Kata leasing sebenarnya berasal dari kata to lease yang berarti menyewakan. Dalam kaitannya dengan penerapan pembangunan demokrasi ekonomi ini. Kebebasan untuk berdagang dan perlindungan terhadap monopoli 3. Roscoe Pound lebih lanjut mengulas tentang kepentingan-kepentingan masyarakat yang lebih rinci terkait kemajuan umum yang ingin diraih yaitu: 1. Jika dicermati. 2. Prinsip kebebasan.2. dorongan untuk menemukan penemuan-penemuan. 1169/KMK.2. Keputusan Menteri Keuangan No. baru kemudian kepentingan-kepentingan pribadi yang lebih kepada hak-hak yang diberikan dalam kegiatan perekonomian. kebebasan untuk mengusahakan usaha industri 4. Kebebasan untuk memiliki sesuatu 2. Tinjauan Teoritis 2. pemikiran pound inilah yang dapat penulis katakan sebagai tujuan dari dibentuknya Lembaga Pembiayaan. keadilan kemudian kesamarataan yang Pound katakan merupakan tujuan akhir dari adanya lembaga ini. segala macam kebebasan yang diungkapkan Pound tersebut merupakan essensi dasar dari adanya demokrasi. lalu kemudian kepentingan masyarakat yang terakomodiir. Setiap pelaku usaha akan dapat mengoptimalkan usahanya tanpa harus takut akan adanya kemungkinan itikad tidak baik dari debitur sehingga tercapai suatu pengutamaan kepentingan umum dan kepentingan masyarakat dari suatu kepentingan pribadi.

2. menteri perindustrian dan menteri perdagangan Nomor Kep. artinya perusahaan anjak piutang dapat mengelola kegiatan administrasi kredit suatu perusahaan sesuai kesepakatan.2. Kegiatan perusahaan Anjak Putang di Indonesia diatur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.2. 122/MK/IV/2/1974. Nomor 32/M/SK/2/74 dan Nomor 30/Kpb/I/74 tanggal 07 Februari 1974tentang Perizinan Usaha Leasing di Indonesia.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri. pembelian piutang perusahaan dalam suatu transaksi perdagangan dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan dan.3 Modal Ventura Pengertian Perusahaan Modal ventura sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 adalah “Badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan”. mengelola usaha penjualan kredit suatu perusahaan. Ketentuan mengenai leasing secara resmi telah diperbolehkan beroperasi di Indonesia setelah keluar surat keputusan bersama antara menteri keuangan. 2. baik secara sewa guna usaha dengan opsi (finance lesse) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lesse) untuk digunakan oleh lesse selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala”.2 Anjak Piutang (factoring) Pengertian anjak piutang menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 yang dapat disimpulkan bahwa kegiatan anjak piutang meliputi: pengambilalihan tagihan sutu perusahaan dengan fee tertentu. 7 Lembaga-lembaga Pembiayaan .pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal. Wewenang untuk memberikan usaha leasing dikeluarkan oleh menteri keuangan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 649/MK/IV/5/1974 Tanggal 06 Mei 1974 yang mengatur mengenai ketentuan tata cara perizinan dan kegiatan usaha leasing di Indonesia.

pihak bank cukup memandang siapa konsumen yang akan mendapat bantuan dana.2. tetapi dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.4 Kartu Plastik Kartu plastik merupakan kartu yang dikeluarkan oleh Bank maupun Non Bank yang kegunaannya sebagai pengganti uang dan dapat dipergunakan diberbagai tempat serta dapat juga diuangkan. sebagai bagian resmi sector jasa keuangan.4 Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance) Kehadiran lembaga pembiayaan konsumen ini sebenarnya secara informal sudah tumbuh sejak lama sebagai bagian dari aktifitas trading.2.013/1988 tanggal 20 Desember telah mengubah peta penyebaran kartu plastik semakin luas. 2. walaupun kedua-duanya merupakan sumber dana yang diperlukan seseorang. 8 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Berdasarkan Surat Keputusan tersebut bisnis kartu plastik digolongkan sebagai kelompok usaha jasa pembiayaan. Namun secara normal baru diakui sejak tahun 1988 melalui SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK. yaitu sekitar tahun 80-an. Penggunaan kartu kredit masih relative baru di Indonesia.Pengaturan kegiatan modal ventura lebih lanjut diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK/17/1995 Tanggal 3 Oktober 1995 tentang pendirian dan pemberian modal ventura. 2. Bila pembiayaan konsumen akan melihat barng-barang apa saja yang dibiayai. Lembaga pembiayaan ini berbeda dengan bank. Kedua lembaga ini mempunyai kesamaan seperti objeknya sama yaitu barangbarang konsumsi dan mengenakan bunga sebagai biaya. maka pada kredit bank.013/1988 yang secara formal mengangkat kegiatan usaha pembayaran ke permukaan.

3. Lessor. Asuransi. yaitu pedagang yang menyediakanbarang yang akan di leasing sesuai perjanjian antara Lessor dengan Lessedan dalam hal ini Supplier juga dapat bertindak sebagai Lessor. 2.1Sewa Guna Usaha (leasing) A. Supplier. 4. merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap perjanjian antara lessor dengan lesse. Lesse. merupakan nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk memperoleh barang modal yang diinginkan. Pihak-pihak yang terlibat dalam leasing: 1. Dalam hal ini lesse dikenakan biaya 9 Lembaga-lembaga Pembiayaan . merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabah untuk memperoleh barang-barang modal.BAB III PEMBAHASAN 3.

Nama dan alamat lessee 10 Lembaga-lembaga Pembiayaan . merupakan perusahaan leasing yang berdiri sendiri dapat sekaligus supplier atau membeli barang-barang modal dari supplier lain untuk dileasekan. kerjanya hanyalah mempertemukan keinginan lesse untuk memperoleh barang modal kepada pihak lessor untuk dileasekan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan penjualan sehingga mengurangi penumpukan barang di gudang atau took. 2. 3. Captive lessor. C. produsen atau supplier mendirikan perusahaan leasing dan yang mereka lessekan adalah barangbarang mereka sendiri. maka perusahaan akan menanggung resiko sebesar sesuai dengan perjanjian terhadap barang yang dileasingkan. B. Jenis-Jenis Perusahaan Leasing 1. Perjanjian Leasing Perjanjian leasing atau “lease agreement” memuat kontrak kerja bersyarat antara kedua belah pihak. Melakukan sewa guna usaha dengan tanpa hak opsi bagi lesse {operating lesse). Adapun sis kontrak secara umum memuat antara lain: 1. Kegiatan Leasing Kegiatan Leasing dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: 1. dalam perusahaan jenis ini. Independent leasing. Melakukan sewa guna usaha dengan menggunakan hak opsi bagi lesse (financial lesse). 2. Jadi dalam hal ini lesse broker hanya sebagai perantara antar pihak lessor dengan pihak lesse. D. Lesse Broker.asuransi dan apabila terjadi sesuatu.

Biaya administrasi yang besarnya dihitung per tahun. Syarat-syarat pembayaran 5. 2. yang berisi antara lain maksud dan tujuan mengajukan leasing serta cara pembayarannya. a. 2. Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pihak leasing.2. Biaya-biaya yang dikenakan 7. Dan lain-lainnya Jika seluruh persyaratan sudah disetujui maka pihak lessor akan menghubungi supplier untuk negosiasi barang dan menghubungi pihak asuransi untuk menanggung resiko kemacetan pembayaran oleh lessee. Pihak lessor akan meneliti maksud dan tujuan permohonan lessee. Premi asuransi yang disetor kepada pihak asuransi. E. Biaya bunga terhadap barang yang dileasekan. F. Biaya materai untuk perjanjian. Pihak lessee mengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas suatu barang modal baik secara lisan maupun tertulis. Syarat-syarat pemilikan atau syarat lainnya 6. Sanksi-sanksi apabila lessee ingkar janji 8. Prosedur Permohonan Leasing 1. 3. Biaya-biaya yang dikeluarkan Adapun biaya-biaya yang dibebankan kepada lessee biasanya terdiri dari: 1. Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan 4. 11 Lembaga-lembaga Pembiayaan . 4. Jenis barang modal yang diinginkan 3.

Penelitian dilakukan untuk mengukur kemampuan nasabah membayar dan kemauan untuk membayar dengan disertai kebenaran informasi data yang ada dilapangan. 4. c.b. Dari hasil penelitian dapatlah ditarik tiga kesimpulan. 12 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Slip gaji dan bukti penghasilan lainnya jika lessee berbentuk perorangan. b. e. yaitu: a. KTP dan Kartu Keluarga jika lessee berbentuk perseorangan. b. Pihak lessor akan mengadakan penelitian dan analisis terhadap informasi dan data yang diberikan lessee dengan cara: a. 5. Laporan Keuangan 3 tahun terakhir jika lessee berbentuk PT. Akte pendirian perusahaan jika lessee bebbentuk Perseroan Terbatas atau yayasan. Jika dokumen sudah lengkap. Menerima permohonan lessee. f. Meneliti langsung ke lokasi lessee berada. Jika permohonan lessee diterima. 3. Meneliti ke lokasi dimana lessee punya hubungan. 6. tentang persyaratan yang harus dipenuhi antara lain penandatanganan surat perjanjian serta biaya-biaya yang harus dibayar oleh lessee. c. NPWP baik untuk perorangan maupun PT. termasuk hak dan kewajiban masing-masing pihak. d. maka pihak lessor mengadakan pertemuan dengan pihak lessee. Masih mempertimbangkan dengan catatan ditunda atau permohonan belum dapat diproses sampai jangka waktu tertentu. maka pihak lessor akan memberikan informasi tentang persyaratan dalam perjanjian kontrak. Menolak permohonan lessee. Penelitian data untuk mengukur kemampuan dan kemauan lessee membayar kembali. c.

Keuntungan Transaksi • Fleksibilitas • Fee yang Relatif Murah • Penghematan pajak • Tidak terlalu complicated • Kriteria yang cukup longgar 13 Lembaga-lembaga Pembiayaan . H. Penyitaan barang yang dipegang oleh lesse 5. Sanksi-sanksi 1. Dikenakan denda sesuai perjanjian 4. Pihak lessor melakukan pemesanan kepada supplier sesuai dengan barang yang diinginkan pihak lessee dan membayar sesuai dengan perjanjian dengan pihak supplier.Pihak lessor juga mengirimkan polis asuransi kepada lesse setelah diterbitkan oleh pihak lessor atas nama lessee. 11. Pihak lessor juga menghubungi serta membayar premi asuransi yang sudah disetor lessee sebelumnya kepada pihak lessor. Jika teguran lisan tidak digubri maka akan diberikan teguran tertulis. 8. 3. Pengalihan jalur hukum perdata.7.Pihak supplier mengirimkan barang sesuai dengan pesanan dan surat bukti pembayaran. 10. G. Berupa teguran lisan supaya segera melunasi. 2. Pihak lessee membayar sejumlah kewajibannya dan menandatangani surat perjanjian. 9.

2Anjak Piutang (factoring) A.• Proses Cepat I. 14 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Beberapa manfaat yang dapat diberikan lembaga anjak piutang dalam rangka mengatasi masalah dunia usaha adalah sebagai berikut: • Penggunaan jasa anjak piutang akan menurunkan biaya produksi dan biaya penjualan. Masalah masalah tersebut pada prinsipnya berkaitan antara lain: kurang kemampuan dan terbatasnya sumbersumber permodalan. Kondisi seperti ini mengancam kontinuitas usaha yang pada gilirannya akan menyulitkan perusahaan dalam memperoleh sumber pembiayaan dari lembaga keuangan. Kelemahan Transaksi • Biaya Bunga Cukup Tinggi • Kurangnya Perlindungan Hukum • Proses Eksekusi Leasing Macet yang cukup sulit 3. Disamping itu perusahaan hanya terkonsentrasi pada usaha peningkatan produksi dan penjualan sedangkan administrasi penjualan termasuk penjualan secara kredit (Piutang) masih terabaikan. Peran Lembaga Keuangan Anjak Piutang Dalam Ekonomi Kenyataan selama ini banyak sektor usaha yang menghadapi berbagai masalah dalam menjalankan kegiatan usahanya. Kelemahan dibidang manajemen/ pengelolaan piutang menyebabkan semakin meningkatnya kredit macet. lemahnya pemasaran sehingga target penjualan tidak tercapai.

Pihak – pihak yang terlibat dan Fasilitas Yang di Berikan Dalam kegiatan transaksi perusahaan anjak piutang terdapat tiga pihak yang saling berkepentingan.  Debitur. maka kegiatan perusahaan anjak piutang tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. meningkatkan pendapatan nasional.  Perusahaan anjak piutang ( Factoring ). Berdasarkan Pemberitahuan 15 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan transaksi anjak piutang adalah sebagai berikut :  Kreditor atau Klien yang menyerahkan tagihannya kepada pihak anjak piutang untuk di tagih atau di kelola atau di ambil alih dengan di kelola atau di beli sesuai perjanjian dan kesepakatan yang telah di buat. resiko kredit macet ini dapat diambil alih oleh lembaga anjak piutang. yaitu perusahaan yang akan mengambil alih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debiturnya. Tanpa keterlibatan ketiga pihak tersebut. • • • Meningkatkan kemampuan klien dalam memperoleh laba melalui Menghilangkan risiko kerugian akibat terjadinya kredit macet karena Kegiatan anjak piutang dapat mempercepat proses ekonomi dan peningkatan perputaran modal kerja. • Kegiatan anjak piutang dapat meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan klien karena klien dapat mengadakan transaksi perdagangan secara bebas baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan internasional. Kemudian fasilitas yang dapat di berikan perusahaan anjak piutang dalam penagihan atau pengelolaan penjualan kreditnya kepada kreditor (kliennya). B. yaitu nasabah yang mempunyai masalah (utang) kepada kreditor (Klien). Dilihat dari berbagai sisi sebagai berikut : 1.• Anjak piutang dapat memberikan fasilitas pembiayaan dalam bentuk pembayaran dimuka (Advanced Payment) sehingga akan meningkatkan Crediet standing perusahaan .

3. Resource Factoring 16 Lembaga-lembaga Pembiayaan . kecuali jika ada pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah di buat dan atau oleh perusahaan anjak piutang mengandung suatu resiko. c) Without recourse Dalam fasilitas ini apabila semua resiko yang tidak terbayar dalam suatu penagihan piutang menjadi tanggung jawab pihak anjak piutang sepenuhnya dan bukan tanggung jawab si kreditor.a) Disclosed Yaitu fasilitas yang di berikan kepada perusahaan anjak piutang dalam penagihan piutangnya dengan sepengetahuan debitur. b) Undisclosed Merupakan fasilitas yang di berikan kepada perusahaan anjak piutang tanpa sepengetahuan si debitur. Berdasarkan Tanggung Jawab b) Withrecourse Dalam hal ini apabila si debitur tidak mampu melunasi segala kewajibannya. maka resiko kredit tersebut menjadi tanggung jawab pihak si kreditur dan pihak anjak piutang mengembalikan tanggung jawab penagihannya. termasuk fasilitas untuk menanggung resiko terhadap kredit yang macet. Berdasarkan Pelanggan 2. 2. 3. Full Service Factoring Merupakan perusahaan anjak piutang yang memebrikan semua jenis fasilitas jasa anjak piutang baik dalam jasa pembiayaan maupun nonpembiayaan.

Bulk Factoring Jasa yang di berikan kepada kreditor hanyalah fasilitas jasa pembiayaan dan pemberitahuan jatuh tempo pada debitor. 6. Undisclosed Factoring Dalam fasilitas ini perusahaan anjak piutang memberikan proteksi terhadap kemacetan pelunasan piutang sampai dengan presentase tertentu dari jumlah faktur yang telah di setujui. Berdasarkan Wilayah a) Domestic Factoring 17 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Invoice Discounting Pemberian fasilitas jasa hanyalah untuk yang berbentuk pembiayaan anjak piutang. penagihan dari debitur dan perlindungan atas piutang dan dalam jenis ini jasa yang di berikan adalah tanpa pembiayaan.Jasa yang di berikan oleh perusahaan anjak piutang meliputi hampir fasilitas semua jasa anjak piutang kecuali proteksi terhadap resiko tidak terbayar tagihannya. Maturity Factoring Dalam perusahaan jenis ini fasilitas yang di berikan kepada kreditor adalah perlindungan kredit yang meliputi pengurusan atas penjualan. 7. 4. 4. Advanced Payment Yaitu transaksi pengalihan piutang di mana pembayarannya di lakukan pada saat jatuh tempo dan besarnya sekitar 80% dari nilai faktur. Dalam hal ini resiko kredit tetap berada pada kreditor. 8. 5.

Mekanisme transaksi ini bisa dijelaskan sebagai berikut : 1. C. Pada saat jatuh tempo lembaga anjak piutang melakukan penagihan kepada debitur. b) International Factoring Merupakan kegiatan anjak piutang yang kegiatannya dapat di lakukan antarnegara seperti pembiayaan fasilitas ekspor impor. Lembaga anjak piutang menyerahkan sisa dan (20% Nilai faktur) kepada perusahaan (klien) setelah sebelumnya dikurangi biaya administrasi. Pelanggan (debitur) membayar tagihan kepada anjak piutang. Apabila perusahaan sudah mengetahui kebutuhannya sejak awal maka akan lebih mempermudah dan mempercepat transaksi anjak piutang. Negosiasi dan kontrak factoring antara perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang dimana perusahaan menyerahkan faktur penagihan dan dokumen terkait lainnya (dokumen asli). 7. 4. Lembaga anjak piutang memberikan pembiayaan maksimum 80% dari nilai faktur. 5. 3. Dalam transaksi anjak piutang terdapat beberapa risiko yang mungkin timbul diantaranya: 18 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Terjadi penjualan secara kredit kepada pelanggan (klien) 2. 6. Mekanisme Pembiayaan Lembaga Keuangan Anjak Piutang (Factoring) Transaksi anjak piutang biasanya diawali dengan negosiasi antara perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang (factoring) yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan dengan fasilitas yang disediakan perusahaan anjak piutang. Perusahaan memberitahu kepada debitur kalau piutang dan penagihan sudah dialihkan ke lembaga anjak piutang.Merupakan perusahaan anjak piutang yang hanya beroperasi di wilayah Indonesia.

3. Namun demikian lembaga anjak piutang juga memberikan jasa dibidang non pembiayaan (non financing service). 2. Investigasi kredit (credit investigation) atau analisis kredit yaitu lembaga anjak piutang membantu perusahaan untuk menilai calon customer/debitur. Pada Undisclosed Factoring ada kemungkinan perusahaan (klien) ingkar janji (wanprestasi) yaitu tidak mengembalikan pinjaman/pembiayaan kepada factoring walaupun perusahaan sudah menerima pembayaran dari debitur sehingga anjak piutang mengalami kerugian. ternyata usaha anjak piutang lebih dominan kepada pemberian jasa pembiayaan (financing service) atas pengalihan piutang dari klien (perusahaan). Pelanggan/debitur yang ingkar janji yaitu tidak membayar hutangnya pada saat jatuh tempo sehingga kemungkinan perusahaan atau lembaga anjak piutang yang mengalami kerugian. 2. Mengelola administrasi penjualan secara kredit (sales ledger administration/sales accounting).1. Produk jasa non pembiayaan ini diantaranya : 1. Dengan memanfaatkan jasa anjak piutang maka perusahaan (klien) tidak perlu membentuk bagian kredit tersendiri dalam organisasi. Jika melihat fasilitas-fasilitas yang disediakan lembaga anjak piutang. 4. Mengawasi/ memonitor penjualan yang dilakukan klien termasuk menetapkan prosedur penagihan. Untuk mengatasi risiko tersebut. Jika debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya dan yang menanggung resiko tersebut perusahaan (klien) maka perjanjiannya dinamakan with recourse factoring sedangkan jika lembaga anjak piutang yang menanggung risiko kerugiaannya maka perjanjiannya dinamakan without recourse factoring. pada saat kontrak/ perjanjian dibuat maka perlu ditetapkan pihak yang bertanggung jawab atas penanggungan resiko. Memberikan masukan atau mengusahakan cara pengamanan terhadap risiko piutang terutama jika transaksi perdagangan secara internasional (export financing) yang rentan terhadap risiko terjadinya fluktuasi kurs valuta asing. Jasa non pembiayaan ini pada dasarnya untuk melayani pengelolaan piutang (kredit) perusahaan klien. Lembaga anjak 19 Lembaga-lembaga Pembiayaan .

Manfaat Lembaga Keuangan Anjak Piutang: Bagi Klien Manfaat yang diterima melalui jasa pembiayaan antara lain adalah:  Peningkatan penjualan. Besarnya biaya berkisar antara 0.  Pengurangan resiko tidak skema without recourse tertagihnya piutang.  Kelancaran modal kerja. Besarnya biaya discount charge antara 2% – 3%. Biaya ini terdiri dari: • Service charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien menggunakan jasa untuk pengelolaan/ pembukuan penjualan (sales ledger) dari transaksi penjualan yang dilakukan klien. Biaya ini juga ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. D. • Discount charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien memperoleh pembiayaan (dana tunai) dari lembaga anjak piutang. Manfaat yang diterima melalui jasa non-pembayaran antara lain: 20 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Manfaat dan Keuntungan Lembaga Keuangan Anjak Piutang Bagi Pihakpihak yang Terlibat a.piutang sudah secara otomatis telah melaksanakan fungsi bagian crediet (credit departement) dimana lembaga anjak piutang akan memberikan laporan hasil kerjanya secara periodik kepada perusahaan (klien) Atas pemanfaatan jasa anjak piutang timbul suatu kewajiban bagi perusahaan (klien) yaitu membayar biaya anjak piutang. pembiayaan adanya pengalihan dengan sebagian memungkinkan resiko tidak tertagihnya piutang kepada factor. jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengkonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan prosedur yang relatif mudah dan cepat.5% – 2.5% tergantung kesepakatan antara anjak piutang dan klien. adanya jasa pembiayaan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan cara kredit.

Bagi factor Berupa penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Fee ini dibayarkan oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa pembiayaan (uang muka) atas piutang yang diberikan oleh factor. 21 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Kesempatan untuk melakukan pembelian dengan cara kredit. Semakin sulit penagihan piutang. b. Fee tersebut terdiri dari : a. jasa administrasi penjualan memungkinkan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara selektif. Bagi Customer Customer memperoleh manfaat berupa: a. Memudahkan penagihan piutang. Discount fee diperhitungkan sebesar persentase tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar:    Resiko tertagihnya Jangka waktu Rata-rata tingkat bunga perbankan b.  Peningkatan kualitas piutang. Discount fee/charge.  Efisiensi usaha. Pelayanan penjualan yang lebih baik. Service fee/charge Fee ini dibayarkan oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa non-pembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang akan dilakukan oleh factor. Semakin besar volume penjualan maka fee ini juga semakin besar. karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah lebih berpengalaman. memungkinkan klien melakukan perkiraan waktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih. maka fee ini juga semakin besar. jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang pada customer.  Memudahkan perencanaan cash flow.

kreditor maupun debitur. c. Memperlancar kegiatan usaha. 3. karena ada rasa malu sehingga berusaha sekuat tenaga untuk segera membayar dengan berbagai cara. Dengan di tagihnya piutang oleh perusahaan anjak piutang. Bagi Debitur Memberikan motivasi kepada debitur untuk segera membayar secepatnya. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK. Keuntungan yang diperoleh masing-masing pihak adalah sebagai berikut: Bagi Perusahaan Anjak Piutang a. baik perusahaan anjak piutang.017/1995 Tanggal 3 oktober 1995 tentang Pendirian dan Pembinaan Perusahaan Modal Ventura.b. Bagi Kreditor a. Mengurangi resiko kerugian dengan tertagihnya piutang. b.3 Modal Ventura A. Memperbaiki sistem administrasi yang semrawut. Keuntungan Lembaga Keuangan Anjak Piutang Keterlibatan berbagai pihak dalan kegiatan anjak piutang akan memberikan atau memperoleh keuntungan bagi masing-masing pihak yang terlibat. Landasan Hukum untuk Mendirikan Modal Ventura 1. kreditor dapat berkonsentrasi ke usaha lainnya. Membantu menyelesaikan pertikaian di antara kreditur dan debitur. c. 22 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Memperoleh keuntungan berupa fee dan biaya administrasi. Membantu manajemen pihak kreditor dalam penyelenggaraan kredit. b. d.

6. Alih teknologi yang dilakukan ke perusahaan yang masih menggunakan teknologi lama sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mutu produknya. B. 6.01/1994 Tanggal 9 Juni 1994 tentang Sektor-sektor usaha Perusahaan Pasangan Usaha dari Perusahaan Modal Ventura.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan. Keppres Nomor 61 Tahun 1988 Tentang Lembaga Pembiayaan. Membantu perusahaan yang sedang kekurangan likuiditas. 23 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Pembiayaan untuk usaha ini baru memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Peraturan Pemerintah Nomor 62 tahun 1992 Tentang Sektor-sektor usaha perusahaan Pasangan Usaha (PPU) Perusahaan Modal Ventura. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1995 tentang Pajak Penghasilan bagi Perusahaan Modal Ventura.2. 2. 5. Tujuan pembiayaan dengan pengambilalihan kepemilikan usaha perusahaan lain banyak diarahkan untuk mencari keuntungan. 4. Tujuan Pendirian Modal Ventura 1. Kemitraan dalam rangka pengentasan kemiskinan. 5. Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK. dengan tujuan untuk membantu para pengusaha lemah yang kekurangan modal tetapi tidak punya jaminan materiil sehingga sulit memperoleh pinjaman. Untuk mengembangkan suatu proyek tertentu. Pengembangan suatu teknologi baru atau pengembangan produk bary. 3. 4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.

Equity Financing Merupakan jenis pembiayaan langsung dimana perusahaan Modal Ventura melalukan penyertaan pada PPU dengan cara mengambil bagian dari sejumlah saham PPU. Semi equity Financial 24 Lembaga-lembaga Pembiayaan . b. c. Membantu penambahan modal usaha bagi perusahaan yang sedang mengalami kekurangan modal (likuiditas). Memperoleh keuntungan berupadeviden dari penyertaan modalnya dalam bentuk saham. b. Membantu pendirian perusahaan baru.7. D. Memperoleh keuntungan berupa capital gain dari hasil selisih dari transaksi penjualan dan pembelian surat-surat berharga. Memperbaiki teknologi melalui pengalihan dari teknologi lama ke teknologi baru sehingga dapat membantu peningkatan kapasitas produksi dan peningkatan mutu produknya. Bagi Perusahaan Modal Ventura a. Membantu pengembangan usaha melalui perluasan pasar dan pengembangan usaha baru seperti melalui diversifikasi usaha. Keuntungan Yang Diperoleh 1. C. Mengurangi resiko kerugian. d. Jenis-jenis Pembiayaan 1. c. Bagi Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) a. 2. dimana tingkat resiko kerugiannya sangat besar. 2. Memperoleh keuntungan berupa bagi hasil untuk usaha tertentu sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuatnya.

Dari dalam Perusahaan Setoran modal dari para pemegang saham Cadangan laba yang belum dipakai Laba yang ditahan b.4 Kartu Plastik A. Mendirikan Perusahaan Baru Dimana Perusahaan Modal Ventura dan PPU mendirikan usah yang baru bersama-sama. Bank atau perusahaan pembiayaan baik secara penerbit dan pembayar b. Sumber-sumber Dana Modal Ventura a.Merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh PPU. B. 3. Pedagang c. Pihak-pihak yang Terlibat a. E. Pemegang Kartu adalah nasabah yang namanya tertera dalam kartu tersebut dan yang berhak menggunakannya. Dari luar perusahaan Investor Pinjaman dari bank Pinjaman dari perusahaan Asuransi Penjaman dana dari perusahaan dana pension. Sistem Kerja Kartu Plastik 25 Lembaga-lembaga Pembiayaan . 3.

Charge card Merupakan kartu kredit dimana pemegang kartu harus melunasi semua penagihan yang terjadi atas dirinya sekaligus pada saat jatuh tempo. kemudian diserahkan ke nasabah. Pemegang kartu akan membayar sejumlah nominal yang tertera sampai batas waktu yang telah ditentukan dan apabila terjadi keterlambatan. Credit Card 26 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Pihak pedagang akan menagihkan ke bang atau lembaga pembiayaan berdasarkan bukti trnasaksinya dengan nasabah. 3. 1. 5. C. Bank atau lembaga penerbit akan membayar kembali pada pedagang sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati. maka nasabah akan dikenakan bunga dan denda. Jenis-jenis Kartu Kredit 1. Selanjutnya apabila nasabah pemegang kartu melakukan transaksi maka system kerja penagihannya sebagai berikut. Dilihat dari segi fungsi a. Bank atau lembaga penerbit akan menerbitkan kartu apabila disetujui setelah melakukan penelitian terhadap kredibilitas dan kapabilitas bagi calon nasbah. Bank atau lembaga penerbit akan menagihkan kepada nasabah berdasarkan bukti pembelian sampai batas waktu tertentu. Pemegang kartu melaukukan transaksi dengan menunjukan kartu dan menandatangani bukti transaksinya. 3. 4. 2. Dengan kartu yang sudah disetujui pemegang kartu telah dapat menggunakannya. Nasabah mengajukan permohonan sebagai pemegang kartu dengan memenuhi segala peraturan yang telah dibuat. 2. b.1.

c. d. b. Check Guarantee Merupakan kartu yang digunakan sebagai jaminan dalam penarikan cek dan dapat pula digunakan untuk menarik uang tunai. Cash Card Merupakan kartu yang berfungsi sebagai alat penarikan tunai pada ATM maupun langsung di teller bank. Nasabah melengkapi persyaratan yang disyaratkan. Nasabah mengajukan permohonan dengan mengisi formulir permohonan yang sudah disiapkan oleh penerbit. 2. Berdasarkan Wilayah a. 2. Debit Card Merupakan kartu kredit yang pembayaran atas oenagihan nasabah melalui pendebitan atas rekening yang ada di bank dimana pada saat membuka kartu.Suatu system dimana pemegang kartu dapat melunasi penagihan yan terjadi atas dirinya sekaligus atau secara angsuran pada saat jatuh tempo. Persyaratan Pemegang Kartu 1. D. Kartu Internasional Kartu kredit yang dapat digunakan lintas Negara atau dapat digunakan di seluruh Negara. Kartu Lokal Merupakan kartu kredit yang hanya dapat dilakukan dalam suatu wilayah tertentu. e. 27 Lembaga-lembaga Pembiayaan .

Fidusia adalah suatu pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda (secara khusus telah diterbitkan pengaturan Jaminan Fidusia melalui Undang-undang RI No. Dalam kegiatan usaha Pembiayaan Konsumen ini. Sumber dana formal lainnya kurang fleksibel. secara umum Perusahaan Pembiayaan dalam mengelola risiko pembiayaan salah satunya melalui pengaturan Jaminan Fidusia atas barang yang dimiliki konsumen. Lahirnya Pembiayaan Konsumen    Bank Kurang tertarik untuk menyediakan kredit berukuran kecil. 4. 3. contoh pegadaian. B.42 Tahun 1999). Pengertian Pengertian Pembiayaan Konsumen sebagaimana yang didefinisikan dalam ketentuan yang berlaku adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen.5Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance) A. Sistem pendanaan Informal seperti tengkulak / lintah darat sudah ditinggalkan 28 Lembaga-lembaga Pembiayaan .3. Tidak terdapat pengaturan atau kriterian khusus untuk suatu transaksi dapat di kategorikan sebagai Pembiayaan konsumen banyak digunakan untuk membiayai barang modal/barang umum. Pihak Bank atau lembaga penerbit akan menyetujuipenerbitan kartu jika dari hasil penelitian dianggap layak dan mengirimkan kartu tersebut pada nasabah. Pihak bank atau lembaga penerbit akan melakukan penelitian langsung kealamat calon pemegang kartu dan lewat telepon.

b. E. Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (usaha Patungan). Giro 29 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Tidak berorientasi pada jaminan. Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia b. F. c. Alasan Debitur Memilih Transaksi Pembiayaan Konsumen      Tidak terlalu banyak persyaratan. Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Perusahaan Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan berbentuk Perseroat Terbatas (PT). Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) Kegiatan pembiayaan konsumen dilakukan dalam bentuk penyedia dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen. D. saham Perusahaan Pembiayaan yang berbentuk PT dapat dimiliki oleh : a. Proses Cepat dan Tidak berbelit. Pembayaran dan jangka waktu bisa disesuaikan dengan kemampuan konsumen. Pembatasan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan dilarang menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk : a. Tidak mengganggu keuangan konsumen.C. Pendirian dan Perizinan Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh : a.

b.1 Kesimpulan A. Tabungan d.01/1991 adalah “kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal. baik secara sewa guna usaha dengan opsi (finance lesse) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lesse) untuk digunakan oleh lesse selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala”. Keputusan Menteri Keuangan No. Surat Sanggup Bayar (Promissory Nota) Perusahaan Pembiayaan dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas hutang kepada bank yang menjadi krediturnya. 30 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Leasing Kata leasing sebenarnya berasal dari kata to lease yang berarti menyewakan. Deposito c. 1169/KMK. BAB III PENUTUP 3.

013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri. 122/MK/IV/2/1974. C. mengelola usaha penjualan kredit suatu perusahaan. pembelian piutang perusahaan dalam suatu transaksi perdagangan dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan dan. Nomor 32/M/SK/2/74 dan Nomor 30/Kpb/I/74 tanggal 07 Februari 1974tentang Perizinan Usaha Leasing di Indonesia. B. Pengaturan kegiatan modal ventura lebih lanjut diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 469/KMK/17/1995 Tanggal 3 Oktober 1995 tentang pendirian dan pemberian modal ventura.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 yang dapat disimpulkan bahwa kegiatan anjak piutang meliputi: pengambilalihan tagihan sutu perusahaan dengan fee tertentu. artinya perusahaan anjak piutang dapat mengelola kegiatan administrasi kredit suatu perusahaan sesuai kesepakatan. menteri perindustrian dan menteri perdagangan Nomor Kep. Modal Ventura Pengertian Perusahaan Modal ventura sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 adalah “Badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan”. Wewenang untuk memberikan usaha leasing dikeluarkan oleh menteri keuangan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 649/MK/IV/5/1974 Tanggal 06 Mei 1974 yang mengatur mengenai ketentuan tata cara perizinan dan kegiatan usaha leasing di Indonesia. 31 Lembaga-lembaga Pembiayaan .Ketentuan mengenai leasing secara resmi telah diperbolehkan beroperasi di Indonesia setelah keluar surat keputusan bersama antara menteri keuangan. Factoring Pengertian anjak piutang menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK. Kegiatan perusahaan Anjak Putang di Indonesia diatur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.

Kartu Plastik Kartu plastik merupakan kartu yang dikeluarkan oleh Bank maupun Non Bank yang kegunaannya sebagai pengganti uang dan dapat dipergunakan diberbagai tempat serta dapat juga diuangkan. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut bisnis kartu plastik digolongkan sebagai kelompok usaha jasa pembiayaan. 3. Kehadiran lembaga pembiayaan konsumen ini sebenarnya secara informal sudah tumbuh sejak lama sebagai bagian dari aktifitas trading. Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance) Lembaga pembiayaan konsumen (consumers finance) adalah suatu lembaga yang dalam melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dilakukan dengan system pembayaran secara angsuran.013/1988 yang secara formal mengangkat kegiatan usaha pembayaran ke permukaan. Namun secara normal baru diakui sejak tahun 1988 melalui SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK. Penggunaan kartu kredit masih relative baru di Indonesia. E. Lembaga Pembiayaan yang ada di Indonesia semuanya masih relative baru sehingga masih kurang maksimal kinerjanya sehingga masih perlu dilakukan berbagai penelitian-penelitian lebih lanjut tentang efektifitas dari lembaga-lembaga pembiayaan tersebut. sebagai bagian resmi sector jasa keuangan.2 Saran 1. tetapi dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.D. 32 Lembaga-lembaga Pembiayaan .013/1988 tanggal 20 Desember telah mengubah peta penyebaran kartu plastik semakin luas. yaitu sekitar tahun 80an.

sehingga dibutuhkannya penelitian lebih lanjut untuk menambah khasanah keilmuan dalam hal materi lembaga pembiayaan ini.Pradnya Paramita. Bank dan lembaga keuangan lainnya. Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia. Diktat Mata Kuliah Hukum Pembiayaan. 1988 Kasmir. M.Jakarta. Dalam makalah ini belum membahas secara terperinci. Grafindo. 1981 33 Lembaga-lembaga Pembiayaan . Jakarta: 2002 Sihabuddin. Bina Ilmu. 2006 Soetiksno. DAFTAR PUSTAKA Hadjon.2. Philippus. Filsafat Hukum. Surabaya. Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya.

Diktat mata kuliah Aspek Hukum Bisnis dan Pajak.01/1991 1251/KMK. http://www. SH.co.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 1251/KMK.com/2010/01/modal-usaha-dari-kartu-kredit.html.blogspot. 2005 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG LEMBAGA PEMBIAYAAN Keputusan Menteri Keuangan No. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri gorontalo. diakses 17 Juni 2011 34 Lembaga-lembaga Pembiayaan .MH.com/kompas- cetak/03/08/22/finansial Website : http://www.google.kompas.id/prospek+perusahaan+pembiayaan.. 1169/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember Artikel : Melirik Pembiayaan Anjak Piutang.Zamroni Abdussamad. diakses 17 Juni 2011 http://bang-aan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->