Penyusun

Prot. Dr. H. Prayitno , M.Sc. Ed Drs. Atit Zamzami ,M,Psi Drs. Amdani Sarjun Ora. Hj.

tsioniatun, M. Pd

Ora. Retno Widajati

Kata Pengantar
Sesuai dengan amanat Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999-2004 di bidang pendidikan, salah satu kebijakan dan program Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) adalah menyempurnakan Kurikulum 1994 menjadi Kurikulum 2004 yang dikembangkan. Mengingat pemberlakuan Undang-Undang No.2 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2000 tentang Otonomi Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memiliki kewenangan dalam mengembangkan Standar Nasional mencakup Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok. Standar Nasional yang dimaksud dituangkan dalam dokumen Kurikulum 2004 yang terdiri dari Kerangka Dasar, Standar Kompetensi, Lintas Kurikulum dan Bahan Kajian, dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran. Dokumen Kurikulum 2004 tidak dilengkapi dengan Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Untuk mendukung kegiatan pembelajaran, sekolah dan daerah harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang mencakup antara lain: silabus, perangkat pembelajaran termasuk bahan ajar, dan rancangan/perangkat penilaian. Pembelajaran berbasis kompetensi menerapkan pendekatan pembelajaran tuntas (mastery learning) dan penilaian berkelanjutan yang mencakup 3 aspek penilaian, yaitu pengetahuan dan pemahaman konsep (kognitif), praktik (psikomotor), dan sikap (afektif). Agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat terlaksana sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2004, diperlukan adanya upaya, kemauan, dan dukungan dari seluruh pengelola dan stakeholder sekolah untuk secara bersama-sama melakukan reformasi dan inovasi dalam proses pembelajaran dan penilaiannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa, sekolah, dan lingkungan setempat. Untuk itu, sekolah sebagai pusat pembelajaran diharapkan mampu memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia (yang mencakup SDM, fasilitas pendidikan,

Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada:
(1) (2) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan keberagaman kondisi individu potensi dan kebutuhannya. yang dimanifestasikan didik sesuai dengan

Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling

. JABARAN KEGIATAN DAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. khususnya Prof. . Buku Pedoman ini disusun berdasarkan dokumen Kurikulum 2004. Ph.D beserta Tim dari Universitas Negeri Yogyakarta.pembiayaan. Wawasan Bimbingan dan Konseling B. baik yang berada di dalam maupun di luar sekolah secara optimal. Program Bimbingan dan Konseling C. Untuk membantu sekolah dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. POKOK-POKOK BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH A. .. JABARAN KOMPETENSI DAN MATERI SASARAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. Arah Kegiatan Bimbingan dan Konseling C. Pengawas. Kompetensi yang Diharapkan II. dll). guru dan sekolah dalam Daftar lsi Kata Pengantar Daftar lsi I. Bidang Bimbingan C. Kurikulum Berbasis Kompetensi B. V. baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan pedoman ini. Pedoman Umum. Personil Pelaksana 37 37 38 ii Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling iii . . Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. dan Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian yang telah dikembangkan oleh Direktorat Dikmenum dengan memperhatikan kaidah akademik dan melalui proses validasi yang dilakukan oleh para Pakar Pendidikan dan Ahli Materi (Dosen. Tugas Perkembangan B.. Djemari Mardapi. dll). Kompetensi dan Sasaran Layanan Bimbingan dan Konseling . Kegiatan Layanan dan Kegiatan Pendukung B. Semoga pedoman ini dapat membantu melaksanakan Kurikulum 2004. 2 iii 5 5 12 14 19 19 20 22 Direktur Pendidikan Menengah Umum .. . disampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih. PENDAHULUAN A. Direktorat Pendidikan Menengah Umum menyiapkan sejumlah buku pedoman/panduan dengan tujuan memberi acuan secara teknis bagi guru dan sekolah dalam menyiapkan perangkat dan melaksanakan pembelajaran dan penilaian secara mandiri sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. Organisasi B. Penilaian Program Bimbingan dan Konseling 25 25 28 35 PENGELOLAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELlNG A. Kegiatan Pokok Bimbingan dan Konseling III. . IV. sesuai dengan prinsip Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Guru. .

dan sikap dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang bersifat dinamis. adat istiadat. 2. Akuntabilitas F. dan kehidupan berbangsa dan bernegara. nilai. Pendanaan H. sosial. dalam arti memiliki pengetahuan. keterampilan. aturan keilmuan. dan SMK serta guru kelas di SD dan sederajat. baik dalam kehidupan pribadi. serta personil sekolah lainnya di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah mempunyai peran masingmasing untuk memberdayakan pelayanan bimbingan dan konseling. Budi pekerti luhur itu sesuai dengan kaidah-kaidah agama. sosial. guru mata pelajaran dan guru praktik di SMP. dan SMK serta guru kelas di SD dan sederajat. 3. 5.C. Pembinaan G. hukum perundangan. dan karir mereka. PENDAHULUAN A. guru pembimbing dan guru mata pelajaran di SMP. 58 iv Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . Fasilitas D. Selain guru pembimbing. SMA. Kurikulum Berbasis Kompetensi LAMPIRAN 1. dan kebiasaan yang berlaku. Kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. dan dapat diraih setiap waktu. nilai. Dalam kaitan itu. Laporan kegiatan harian dan/mingguan laporan layanan konseling individu Silabus layanan bimbingan dan konseling kurikulum 2004 Satuan kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan konseling Gambar ruang pelayanan bimbingan dan konseling (Standar Unit Sekolah Baru) DAFTARACUAN 51 52 53 54 55 56 Kompetensi merupakan pengetahuan. Kebiasaan berpikir dan bertindak itu didasari oleh budi pekerti luhur. belajar. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus-menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten. kemasyarakatan. PENGEMBANGAN 43 45 46 46 47 47 50 I. keterampilan. serta personil sekolah lainnya diharapkan senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama secara rutin dan berkesinambungan dalam mewujudkan peranannya itu. 4. Mekanisme Kerja Pelayanan Bimbingan dan Konseling VI. berkembang. Sekolah berkewajiban menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap siswa berkenaan dengan perkembangan pribadi. Pengawasan E.SMA. keberagamaan. dan sikapsikap dasar dalam melakukan sesuatu. dan (2) keberagaman kondisi individu yang dimanifestasikan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.

f. bugar. mengembangkan pola hidup berdasarkan nilai-nilai kebersihan. membiasakan hidup bersih. dan memiliki pemahaman dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan tinggi/lanjut dan mampu memilih jenis jurusan serta fakultas yang diinginkan sesuai kemampuan. 2. memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. meyakini. c. serta berkomunikasi melalui berbagai media. dan sederajat diharapkan memiliki kompetensi: a. berpikir logis. menyenangi keindahan. dan internasional. beretos belajar berkarya. b. dan berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air. dan sederajat agama 3. menyenangi dan menghargai seni. bersih. dan kebugaran jasmani. Tamatan Sekolah Dasar. h. kritis. dan memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air. e. menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan ajaran akademik serta untuk melanj utkan pendidikan dan atau mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri. regional. rasa c. diharapkan memiliki kompetensi: a. berpikir e. serta peduli terhadap lingkungan dan masa depan. b. memecahkan masalah. dan kreatif serta berkomunikasi berbagai media terutama dengan kelompok mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan berkarya untuk hidup berkeluarga di masyarakat lokal. f.B. menghargai dan berekspresi seni. dan mengamalkan yang dianut dalam kehidupan. nasional. dan minat yang dimilikinya. kritis. secara garis besar perlu kita ingatkan kompetensi pada jenjang pendidikan sebelumnya sebagai berikut. belajar dan beraktivitas sehari-hari. Kompetensi yang Diharapkan Kompetensi yang dibinakan terhadap peserta didik melalui kurikulum berbasis kompetensi. kreatif inovatif. 1. dan sederajat diharapkan memiliki kompetensi: a. untuk menerapkan c. berbangsa. Madrasah Tsanawiyah. serta sehat rohani dan jasmani. f. mengenal dan berperilaku yang dianutnya. Tamatan Sekolah Menengah Pertama. d. b. menjalankan pola hidup mandiri dan sosial yang sehat. melalui sebaya. ajaran agama memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk belajar dan mempersiapkan karir. g. bugar. Madrasah Ibtidaiyah. serta memanfaatkan dan memelihara lingkungan secara bertanggung jawab. dan sehat. Tamatan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. e. bakat. memiliki nilai dasar humaniora kebersamaan dalam kehidupan. memahami. d. 2 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 3 . dan bernegara secara demokratis. berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. d. kesehatan rohani. Madrasah Aliyah. logis.

Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui jenis-jenis layanan tertentu. Pengertian Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. Ada empat bidang bimbingan. e. Lebih jauh isi panduan khusus itu dijabarkan untuk di laksanakan pada setiap jenjang persekolahan. Wawasan Bimbingan dan Konseling 1. melalui c. Pelayanan bimbingan dan konseling harus didasarkan pada norma-norma yang berlaku. dan karir. tersebut tersimpul hal-hal pokok sebagai Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan bantuan. d. ditunjang sejumlah kegiatan pendukung. belajar. POKOK-POKOK BIMBINGAN DAN KONSELING DISEKOLAH Uraian dan arahan yang termuat di dalam Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi memuat hal-hal pokok sebagai berikut. Pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan kegiatan secara perorangan dan kelompok. b. dan bimbingan karir. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. dalam bimbingan pribadi. sosial. bimbingan sosial. Arah kegiatan bimbingan dan konseling ialah membantu peserta didik untuk dapat melaksanakan kehidupan seharihari secara mandiri dan berkembang secara optimal. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 5 . A. baik secara perorangan maupun kelompok. a. Dalam pengertian berikut. f.II. bimbingan belajar. yaitu bimbingan pribadi. berdasarkan norma-norma yang berlaku. agar mandiri dan berkembang secara optimal.

2. dan Guru Pembimbing/Konselor. pengentasan termasuk ke dalam fungsi advokasi. c. sehingga program pelayanan BK diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri klien. tujuan-tujuan dalam bentukkompetensi. orang tua. (2) timbulnya masalah pada individu oleh karena adanya kesenjangan sosial. (2) Program pelayanan BK harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan klien maupun lingkungan. khusus lagi. jenis kelamin. Fungsi Pengentasan: Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan: terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik/siswa dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. (3) permasalahan individu dilayani oleh tenaga ahli I profesional yang relevan dengan permasalahan individu. permasalahan yang dialami individu. c. 3) lingkungan yang lebih luas. Tujuan Bimbingan dan Konseling a. tersebut dirumuskan b. dan pemeliharaan dan pengembangan. ekonomi. Lebih 3. jabatan/pekerjaan dan sosial budaya/nilai-nilai terutama oleh peserta didik/siswa. Fungsi Bimbingan dan Konseling Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban pemahaman. 2) lingkungan peserta didik/siswa termasuk di dalamnya lingkungan sekolah (peserta didikl siswa dan Guru Pembimbing/Konselor) dan keluarga peserta didik/siswa dan orang tua). agama dan status sosial ekonomi. Program pelayanan BK: (1) BK bagian integral dari upaya b. Prinsip Bimbingan dan Konseling Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling berkenaan dengan sasaran layanan. tujuan dan pelaksanaan pelayanan. Fungsi Pencegahan: menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik/siswa dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat proses perkembangannya. suku. a. Sasaran layanan: (1) melayani semua individu tanpa memandang usia (SMAlMA) . (4) perlu adanya kerja sama dengan personil sekolah dan orang tua peserta didik/siswa dan bila perlu dengan pihak lain yang berkewenangan dengan permasalahan individu. Tujuan umum bimbingan dan konseling ialah memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi mereka secara optimal. 4. a. (5) proses pelayanan BK melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan. (3) perhatian adanya perbedaan individu. teratasinya didik/siswa. menghasilkan terentaskannya atau berbagai permasalahan yang dialami peserta c. Tujuan umum tersebut dijabarkan ke dalam tujuan yang mengarah kepada keefektifan hidup sehari-bari dengan memperhatikan potensi peserta didik. program pelayanan BK. informasi pendidikan. d. 6 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling T . sekolah. dan budaya. pendidikan dan pengembangan individu. (4) program pelayanan BK perlu diadakan penilaian hasillayanan. dan masyarakat sekitar. (3) Program pelayanan BK untuk SMA/MA disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu. Fungsi Pemahaman: menghasilkan pemahaman pihakpihak tertentu untuk pengembangan dan pemecahan masalah peserta didik/siswa meliputi: 1) pemahaman diri dan kondisi peserta didik/siswa. b. pencegahan. (2) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri. Tujuan dan pelaksanaan pelayanan: (1) diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri. (2) memperhatikan tahapan perkembangan individu. d. Permasalahan yang dialami individu (klien): (1) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan baik di rumah. "individual differencies" dalam layanan.

c. e. baik dalam layanan maupun penegakkan kode etik. nilai dan norma agama. mengembangkan keteladanan. merencanakan masa depan. dorongan serta kesempatan yang seluasluasnya kepada peserta didik/siswa untuk maju. Azas Kekinian: menghendaki dalam kondisi sekarang. mampu mengambil keputusan dan mengarahkan diri serta mewujudkan diri secara mandiri. Azas Kedinamisan: menghendaki isi layanan dan sasaran layanan (klien) sama-sama bergerak maju dan berkembang dari waktu ke waktu. Azas Alih Tangan Kasus: menghendaki supaya pihak-pihak yang tidak berkewenangan dan tidak mampu oleh karena permasalahan klien dialihtangankan kepada pihak yang berkewenangan dan mampu. Azas Bimbingan dan Konseling Di dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Azas Keterpaduan: menghendaki adanya keharmonisan. berbudi pekerti luhur serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Azas Kerahasiaan: menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan tentang diri klien. h. i. Guru Pembimbing/Konselor berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. d. a. g. Azas Keahlian: menghendaki supaya layanan yang diberikan kepada klien berdasarkan atas kaidah-kaidah profesional. ilmu pengetahuan.5. dalam perlu 6. k. Azas Kesukarelaan: menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan klien menjalani layanan yang diperuntukkan bagi dirinya. dan kebiasaan yang berlaku. Azas Kegiatan: menghendaki agar klien aktif kegiatan layanan dan Guru Pembimbing/Konselor mendorong klien beraktivitas dalam layanan. Visi dan Misi a. Azas Kenormatifan: menghendaki kesesuaian antara layanan yang diberikan dengan norma-norma yang ada. Azas Keterbukaan: menghendaki klien bersikap terbuka dan tidak berpura-pura dalam mengemukakanl memberikan keterangan dan dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luaryang berguna bagi pengembangan dirinya. diperlukan adanya azas-azas sebagai dasar/fundamen layanan. sehingga klien memperoleh bantuan yang tepat dan tuntas. Ada dua belas (12) azas yang harus diperhatikan dan pemakaiannya disesuaikan dengan kegiatan layanan. j. Guru Pembimbingl Konselor berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dari keterangan itu terjaga kerahasiaannya. pengambilan keputusan dan pengarahan diri. b. saling menunjang dan terpadu dalam kerja sama pihakpihak yang berperan dalam memberikan layanan. berkembang. permasalahan klien barul f. Azas Kemandirian: klien menjadi individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Misi bimbingan dan konseling di sekolah memberikan pelayanan bantuan agar peserta didik berkehidupan seharihari yang efektif dan mandiri berkembang secara optimal melalui dimilikinya berbagai kompetensi berkenaan dengan pengembangan diri. Azas Tut Wuri Handayani: menghendaki secara keseluruhan rangkaian layanan dapat menciptakan suasana yang dapat memberikan rasa aman. Paradigma Bimbingan dan Konseling Profesi Bimbingan dan Konseling merupakan keahlian pelayanan dengan paradigma layanan bantuan yang dapat 8 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 9 . pemahaman lingkungan. bimbingan dan konseling membantu individu untuk mampu mandiri. adat istiadat. b. 7. l. Visi bimbingan dan konseling mengacu kepada kehidupan manusia yang membahagiakan. dan berbahagia.

10 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling II . (g) mengembangkan karir. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu khusus. Landasan. dapat dilakukan kapan saja dengan bekerja sama dengan guru mata pelajaran. Sebutan predikat Konselor secara eksplisit di dalam Undang-Undang No. bila diperlukan kerja sama dengan pihak terkait. bertindak dan bersikap di dalam pengambilan keputusan dari pemecahan masalahnya. prinsip-prinsip BK harus sejalan dengan konsep pendidikan. fungsi pencegahan terhadap gangguan mental spiritual dan lingkungan yang menghambat proses perkembangan hidup klien. sehingga Guru Pembimbing/Konselor perlu memberikan bantuan kepada siswa hingga mampu memahami diri. berpikir kritis dan kreatif. bimbingan dan konseling adalah bagian integral dari pendidikan.bersifat paedagogies. dan bentuk bimbingan berupa pelatihan dengan materi pengembangan dinamika kelompok. psychotherapy. 5). sehingga tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh para Guru Pembimbing/Konselor dan Guru Mata Pelajaran yang alih fungsi pada BK. (d) komitmen. juga belajar menjadi (learning to be). 2012003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan pengakuan formal terhadap eksistensi profesi Konselor sebagai tenaga pendidik lainnya seperti guru (Sunaryo Kartadinata. pelaksanaannya didasari dengan berbagai disiplin ilmu seprti kesehatan mental. (b) intrapersonal. fungsi. repressif/kuratif terhadap penyakit mental dan spiritual klien dengan meruj uk kepada ahli (psikiater. yaitu tujuan pendidikan adalah juga menjadi tujuan BK. mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin. memahami lingkungannya dalam tata kehidupan dan mengembangkan rencana dan kemampuannya untuk mengambil keputusan tentang masa depannya. psikolog. teknologi dan seni. (e) dayajuang. (f) kematangan/ketahanlamaan (adversity). (c) pengembangan motivasi. sedangkan pada konseling. Dari pendekatan paedagogis. Pelayanan Bimbingan dan Konseling bersifat Psikologis Pendekatan Psikologis pada bimbingan dan konseling ialah pada bimbingan. dan religius/spiritual individu yang dilayani dan unsur budaya/etnis yang melatar belakangi individu sebagai peserta didik/siswa. Fungsi bimbingan dan konseling sebagai fasilitator dan motivator klien dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. perlu dievaluasi kembali. melibatkan orang tua dan seluruh guru. b. yang dilakukan pada awal memasuk SMAI MA. Pelayanan Bimbingan dan Konseling bersifat Paedagogis Materi pelayanan BK dikemas dengan memperhatikan perkembangan ilmu. Pelayanan Religius Bimbingan dan Konseling bersifat Spirituall Adanya counseling spiritual yang diprogramkan secara formal dengan dasar-dasar ilmiah pada program bimbingan dan konseling bidang kesehatan mental dan penyembuhan penyakit jiwa. pengetahuan. Dengan paradigmal contoh perubahan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada upaya pendidikan dengan memperhatikan faktorfaktor psikologis. Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan proses bantuan bagi siswa dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang adanya kesulitan siswa untuk mencapai perkembangan yang optimal. Dari sudut pandang paedagogis atau pendidikan. faith healing (penyembuhan melalui keimanan) dan prinsipprinsip religio psychotherapy dijadikan pegangan dalam pendekatan keimanan. siswa tidak hanya belajar melakukan melalui latihan dan belajar melalui pengajaran. psikiologis dan religius/spiritual. c. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada siswa agar dapat memahami dirinya. mengarahkan diri. dan mengembangkan diri menjadi manusia seutuhnya serta menyentuh hal-hal yang berurusan dengan (a) pengembangan hubungan interpersonal. a.dsb). 1996.

Karakteristik manusia mempunyai hubungan baik dengan Tuhan. sosial. Pada kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya konseling yang berfundasikan spiritual atau religi. kegiatan Penerapan langkah-langkah tersebut untuk peserta didik di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan dan Madrasah Aliyah serta sederajat adalah sebagaimana diuraikan pada III. 12 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 13 . dan masa depan. Bimbingan dan Konseling 2. Dalam proses konseling. Bimbingan Pribadi Bimbingan Sosial Bimbingan Belajar Bimbingan Karir Materi Bimbingan Konseling Kegiatan bimbingan dan konseling diarahkan kepada: a. dan karir. sesama manusia dan alam semesta. mengembangkan diri dan sikap positif. Kompetensi yang akan dikembangkan itu dirumuskan melalui langkah-langkah sebagaimana tergambar dalam diagram berikut. dan bimbingan dan konseling pribadi. belajar. berdampak terpisahnya nilainilai spiritual. baik dengan Tuhan. B. bilamana kondisi hubungan terputus. Dalam kaitan ini Stanard dkk (2000) mengusulkan agar spiritualitas ini dijadikan sebagai angkatan kelima dalam konseling dan psikoterapi. diperlukan konseling. Arah Kegiatan 1. b. terpenuhinya tugas-tugas perkembangan dalam setiap tahap usia perkembangan.Kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami kini. dan alam semesta. Pada dekade 2000 ini dipandang perlu adanya pendekatan kecerdasan emosi (ESQ) atau disebut pendekatan spirituall religi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. meliputi bimbingan c. peserta didik dalam upaya mewujudkan tugas-tugas perkembangan itu. kegiatan bimbingan dan konseling mendorong peserta didik mengenal diri dan lingkungan. Charlene E. sesama manusia. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah secara konkrit diarahkan kepada pengembangan berbagai kompetensi peserta didik. Westgate (1996) menyebutkan kondisi seperti ini sebagai "spiritual wellness" suatu keadaan yang tercermin dalam keterbukaan terhadap dimensi spiritual. Guru Pembimbing/Konselor menjalin hubungan dengan klien dan klien memperbaiki hubungannya. mengembangkan arah karir.

yang masingmasing dapat dilaksanakan. dan konseling kelompok. Alokasi Waktu dan Jadwal Kegiatan a. c. pengolahan hasil instrumentasi. serta perkiraan penggunaan dana/prasarana. konseling perorangan. Tahap-tahap d. dan tindak lanj ut. kunjungan rumah. Fokus penilaian hasil layanan adalah diperolehnya pemahaman baru. jangka pendek. Kegiatan Pendukung Ada sejumlah kegiatan yang dapat mendukung kelancaran dan keberhasilan layanan bimbingan dan konseling. baik melalui format lisan maupun tertulis. jenis layanan dan kegiatan pendukung. 3. kunjungan rumah. Penilaian dalam Bimbingan dan Konseling Hasil layanan bimbingan dan konseling perlu dinilai untuk mengetahui efektifitas layanan dan dampak positif yang diperoleh siswa yang dilayani. Program Bimbingan dan Konseling a. 14 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 15 . selain terjadwal pada jam pelajaran guru pembimbing memiliki hak panggil terhadap siswa asuh yang menjadi tanggung jawabnya yang pelaksanaannya tidak merugikan siswa dalam mengikuti pelajarannya. Kegiatan kontak untuk pelaksanaan layanan dapat digunakan waktu di luar jam pelajaran di sekolah. penilaian. c.c. bimbingan kelompok. Selain penilaian hasillayanan. Penjelasan tentang kegiatan pendukung bimbingan dan konseling akan diuraikan pada Bab IV. penilaian proses juga perlu dilaksanakan yang hasilnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses layanan tersebut. 2. termasuk alih tangan kasus. a. yaitu aplikasi instrumentasi. volume dan frekuensi layanan. waktu (kapan dan lamanya) kegiatan. jumlah siswa yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing. kebutuhan peserta didik. Penjelasan tentang kegiatan layanan bimbingan dan konseling akan diuraikan pada BabiV. b. seperti pengelolaan himpunan data. pelaksanaan. konferensi kasus. Penilaian hasil layanan meliputi tiga jenis. b. informasi. Laporan bulanan mencakup rekap agenda mingguan yang selanjutnya dijabarkan menjadi agenda kegiatan harian. adalah tahap analisis hasil 5. 4. dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan demi terentaskannya masalah secara tuntas. pembelajaran. b. pelaksanaan perencanaan. Untuk kegiatan yang memerlukan kontak langsung dengan siswa. program penilaian. konferensi kasus. berkembangnya perasaan positi]. d. bidang-bidang bimbingan. Program bimbingan dan konseling di sekolah yang perlu disusun adalah program tahunan yang mencakup program semesteran dan laporan bulanan. penempatan dan penyaluran. himpunan data. Unsur-unsur program bimbingan dan konseling meliputi. dan alihtangan kasus. Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan dalam suasana (1) kontak langsung dan (2) tanpa kontak langsung dengan siswa. yaitu penilaian segera. langsung dengan siswa secara klasikal perlu dialokasikan waktu terjadwal1-2 jam pelajaran per kelas per minggu. Volume kegiatan di luar jam pelajaran sekolah ini dimungkinkan sampai 50 % dari seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. pengelolaan kegiatan bimbingan dan konseling pada umumnya. Pada kegiatan kontak langsung guru pembimbing membuat penilaian yang dapat menjadi sajian utama laporan individu. c. dan jangka panjang. Kegiatan Layanan Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan melalui layanan orientasi. Kegiatan bimbingan dan konseling tanpa kontak langsung dapat dilaksanakan oleh guru pembimbing pada jam-jam pelajaran sekolah. Kegiatan Pokok Bimbingan dan Konseling 1. Untuk kegiatan melalui kontak e.

7. guru mata pelajaran. koordinator bimbingan dan konseling. ada pula pimpinan sekolah. c. pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah harus menjadi teladan bagi peserta didiknya. berupa suasana yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan suasana normatif dalam proses pelayanan. dan sarana pendukung lainnya. Program bimbingan dan konseling mengadopsi materi pendidikan budi pekerti sebagaimana dituntut dalam pencapaian tugas-tugas perkembangan peserta didik. dan staf administrasi yang masing-masing memiliki perannya sendiri. serta beragama. a. Budi pekerti diperlukan dalam semua bidang kehidupan. Budi dalam laporan individu setiap c. di dalamnya materi pendidikan budi pekerti. wali kelas. b. Dalam pengelolaan bimbingan dan konseling. peralatan administrasi. Hasil penilaian dilaporkan akhir semester. akuntabilitas Pengelolaan yang efektif diarahkan kepada terwujudnya yang tinggi dari kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh dan pengembangannya. Di samping itu. layanan tertentu dalam bimbingan dan konseling dapat dimuati secara khusus materi pendidikan budi pekerti yang dikehendaki.f. Dalam organisasi tersebut selain ada guru pembimbing/guru kelas. sosial. 16 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling IT . peralatan instrumentasi. Muatan Pendidikan Konseling Pekerti dalam Bimbingan dan Secara langsung pelayanan bimbingan dan konseling memuat materi pendidikan budi pekerti sebagai berikut. dan SMA ) dan guru kelas (di SD) sebagai pelaksana utamanya. Setiap layanan bimbingan dan konseling mengintegrasikan b. Pengelolaan Bimbingan dan Konseling a. e. kegiatan kepengawasan secara khusus diselenggarakan oleh pengawas sekolah bidang bimbingan dan konseling. berbangsa dan bernegara. Karena bimbingan dan konseling merupakan sumber/bank data yang mendukung semua kegiatan pembelajaran kolah. maka dapat dibantu tenaga administratif. bermasyarakat. Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan oleh suatu organisasi dengan guru pembimbing ( di SMP. d. Pengelolaan bimbingan dan konseling dilengkapi fasilitas yang diperlukan. Lebih jauh. yaitu ruang kerja. yaitu kehidupan pribadi. di se- 6.

dan moral. Mengembangkan kemampuan intelektual.III. dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi. sosial. dan bernegara. 9. 2. MadrasahAliyah. 3. teknologi. intelektual. dalam beriman dan bertaqwa Kepada Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya. A. dan sederajat adalah sebagai berikut. komunikasi sosial dan 5. bermasyarakat. nilai kehidupan. Tugas Perkembangan Tugas-tugas perkembangan siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. serta apresiasi seni. Mencapai kematangan dalam sistem etika. dan ekonomi. berbangsa. Mengembangkan penguasaan ilmu. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 19 . 8. 4. 7. 1. Mencapai kematangan Tuhan Yang Maha Esa. kompetensi yang menjadi sasaran pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dijabarkan dari tugastugas perkembangan peserta didik pada jenjang persekolahan tertentu dengan memperhatikan bidang-bidang bimbingan untuk jenjang persekolahan. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat. serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional. serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau wanita. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga. JABARAN KOMPETENSI DAN MATERI SASARAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Sebagaimana diuraikan di dalam Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi. 6. Mencapai kematangan dalam pilihan karir.

Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha 20 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 21 . berbangsa. sopan santun. Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat. Pemantapan sikap. e. serta apresiasi seni. dan kebiasaan yang berlaku. 3. di luar sekolah. khususnya kariryang hendak dipilih dan dikembangkan. serta masyarakat untuk pengembangan diri. nilai kehidupan dan moral. Orientasi belajar untuk pendidikan pendidikan yang lebih tinggi. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatankegiatan yang kreatif dan produktif. Bimbingan Sosial a. Pemantapan pemahaman ten tang potensi diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif. dan produktif dengan teman sebaya. harmonis. kebiasaan. 1. Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial. Orientasi tentang kehidupan berkeluarga. serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab. di sekolah lain. ilmu. dan atau alam sekitar. tambahan dan d. dan produktif. kondisi rumah. Pemantapan pemahaman tentang usaha-usaha penanggulangannya. di tempat latihanl kerja/unit produksi maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama. e. baik secara rohaniah maupun jasmaniah. baik di rumah. b. c. kelemahan diri dan d. dan keterampilan belajar yang efektif dan efisien serta produktif. baik di sekolah yang sama. MadrasahAliyah. Bimbingan Karir a. di sekolah. d. memperoleh penghasilan yang baik dan halal untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup berkeluarga. baik maupun tulisan secara efektif. dan bernegara. bermasyarakat. Pemantapan kemampuan berkomunikasi. b. Pemantapan hubungan yang dinamis. dan berlatih. Pemantapan penguasaan materi program belajar keilmuan. berbangsa. c. dan lingkungan. serta nilainilai agama. hukum. c. 2. termasuk perencanaan hidup berkeluarga. dengan sumber belajaryang lebih bervariasi dan kaya. Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik. f. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pemantapan pemahaman ten tang peraturan. b. f. b. Bimbingan Pribadi a. Bidang Bimbingan Bidang-bidang bimbingan di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat serta berargumentasi secara dinamis dan kreatif. efisien. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya dimasa depan. Pemantapan disiplin belajar mandiri maupun berkelompok. sosial dan budaya di lingkungan sekolah. e. Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karir yang hendak dipilih dan dikembangkan. teknologi dan atau seni di Sekolah Menengah Atas dan sebagai persiapan untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. sekolah. Bimbingan Belajar a. dan sederajat adalah sebagai berikut.B. dan bernegara. Pemantapan kemampuan mengambil keputusan dan mengarahkan diri secara mandiri sesuai dengan sistem etika. baik secara c. maupun di masyarakat pada umumnya. adat istiadat. Pemantapan orientasi dan informasi karir pada umumnya. bermasyarakat. lisan 4.

Keempat. dan bimbingan karir). dan sederajat. butir-butir tugas perkembangan tersebut diorientasikan ke dalam empat bidang bimbingan dan konseling (bimbingan pribadi. atau dapat pula dengan pola asuh untuk kelas 1 Ing karso sung tulodo. C. butir-butir 5. 22 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 23 . bimbingan belajar. kegiatan layanan dan pendukung serta penilaian untuk mewujudkan kompetensi yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut. uraian materi. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar merupakan keseragaman target yang ditentukan pusat. Dalam membuat materi pelayanan dapat mengacu ke pola asuh tugas perkembangan dengan bantuan landasan berpikir. industri) sesuai dengan program kurikulum sekolah menengah kejuruan yang bersangkutan. penilaian. indikator. tugas perkembangan yang sudah diorientasikan ke dalam kelompok bidang bimbingan tertentu selanjutnya dijabarkan ke dalam kompetensi-kompetensi yang relevan. dan kelas 3 lebih dominan pada materi yang berkaitan dengan follow upltindak lanjut. dan tugas siswa. khususnya sesuai dengan karir yang hendak dikembangkan. Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan: pelatihan diri untuk keterampilan kejuruan khusus pada lembaga kerja (instansi. sebanding dengan indikator. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi. MadrasahAliyah dan sederajat. Ketiga. perhatikan masing-masing butir tugas perkembangan untuk setiap jenjang satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. 2.d. Daerah dapat mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam bentuk. Kompetensi dan Sasaran Layanan Bimbingan dan Konseling Langkah-langkah penjabaran kompetensi yang hendak dikembangkan melalui kegiatan bimbingan dan konseling yang selanjutnya diikuti perumusan materi pengembangan masing-masing kompetensi tersebut. Kedua. daerah tidak diperkenankan untuk mengubah. dimana jumlah uraian materi sebanding dengan jumlah pengalaman bimbingan. perusahaan. Pertama. ditetapkanlah kegiatan (layanan dan pendukung) bimbingan dan konseling yang perlu dilaksanakan. pengalaman bimbingan dan konseling. disertai proses peni laiannya. tertentu. Catatan: 1. Laijapen adalah penilaian yang dilakukan setiap akhir semester. bisa f. kelas 2 menyangkut materi lebih dominan pelaksanaan/pemecahan masalah. Laijapen adalah penilaian saat jangka waktu berupa pengamatan/observasi partisipasi. Laiseg adalah penilaian yang dilakukan setiap saat. kelas 1 menyangkut materi lebih dominan pemahaman/penanaman wawasan. MadrasahAliyah. kompetensi-kompetensi yang dimaksudkan pada langkah ketiga tersebut selanjutnya dijadikan acuan untuk menentukan materi yang akan menjadi isi layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. kelas 2 ing madyo mangun karso. 6. khususnya saat bertatap muka dengan siswa. Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki tamatan SLTA. sama untuk seluruh Indonesia. 4. berdasarkan materi yang ditetapkan pada langkah keempat. materi pelayanan. kelas 3 tut wuri handayani. Hasil penerapan langkah-langkah tersebut merupakan silabus kegiatan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. 3. Materi kompetensi yang hendak dikembangkan melalui kegiatan bimbingan dan konseling sekaligus memuat materi pendidikan budi pekerti. Kelima. Untuk materi pelayanan dengan uraian materi dan indikator satu garts merah. e. bimbingan sosial. satuan layanan. 7.

Layanan-layanan tersebut adalah sebagai berikut. pendidikan lanjutan). jurusanl b. pergaulan.. A. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 25 . Layanan Penempatan dan Penyaluran. dan secara langsung berkenaan dengan permasalahan ataupun kebutuhan tertentu yang dirasakan siswa. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya siswa di lingkungan yang baru itu. karir/jabatan. Kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada kondisi dan kebutuhan peserta didik. Layanan Orient asi . c. kelompok belajar. JABARAN KEGIATAN DAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Kegiatan layanan itu difokuskan kepada salah satu atau beberapa kompetensi yang hendaknya dicapai/dikuasai siswa. Layanan Bimbingan dan Konseling Layanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui kontak langsung dengan siswa.IV. merupakan layanan yang memungkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas. Madrasah Aliyah. merupakan layanan yang memungkinkan siswa menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi belajar. terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. Layanan Informas. Pelaksananya adalah Guru Pembimbing yang sehari-hari bertugas melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling untuk sejumlah siswa yang menjadi tanggung jawabnya. dan sederajat didasarkan pada tingkatan perkembangan peserta didik yang berada pada taraf remaja akhir. Kegiatan Layanan dan Pendukung 1. a. merupakan layanan yang memungkinkan siswa memahami lingkungan baru.

Layanan Bimbingan Keiompok. d. a. merupakan kegiatan untuk membahas permasalahan siswa dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa itu. e. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan.program studi. merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan siswa. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. c. Kegiatan layanan dan pendukung bimbingan dan konseling tersebut semuanya saling terkait dan saling menunjang. Kegiatan ini pada umumnya dapat dilaksanakan tanpa kontak langsung dengan siswa. keterangan. latihan. d. program ekstra kurikuler). sistematik. merupakan layanan yang memungkinkan siswa (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen. sesuai dengan permasalahan siswa. Kunjungan Rumah. Himpunan Data. Penyelenggaraan jenis-jenis layanan itu dibantu oleh kegiatan pendukung. merupakan layanan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. Guru pembimbing wajib menyelenggarakan jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling tersebut dengan penyesuaian sepenuhnya terhadap karakteristik siswa yang dilayani. kemudahan. 2. Layanan Pembeiajaran. merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang siswa. f. Konferensi Kasus. magang. komprehensif. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. g. Kerja sarna dengan orang tua diperiukan. kegiatan ko/ b. misalnya kepada guru mata pelajaran atau konselor. terpadu. keterangan tentang lingkungan siswa dan lingkungan lainnya. dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa melalui kunjungan ke rumahnya. baik langsung maupun tidak langsung. Perlu diingatkan bahwa kegiatan pendukung hanyalah sekedar pendukung. Kegiatan Pendukung Kegiatan layanan tersebut di atas akan dipermudah dan ditingkatkan kelancaran dan keberhasilannya oleh kegiatan pendukung. dan sifatnya tertutup. merupakan layanan yang memungkinkan siswa mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapi dan perkembangan dirinya. merupakan kegiatan pendukung untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami siswa dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain. Layanan Konseling Keiompok. yang ketidakterlaksanaannya tidak boleh mengurangi pelaksanaan jenis-jenis layanan yang sifatnya lebih utama. e. 26 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 27 . merupakan kegiatan untuk memperoleh data. lnstrumentasi. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. ApUkas. AUh Tangan Kasus. baik tes maupun non-tes. Kegiatan pendukung yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut. Layanan Konseling Perorangan. merupakan layanan yang memungkinkan siswa mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya.

Kegiatan ini semua tergantung permasalahan yang muncul. yang di dalamnya meliputi agenda mingguan dan agenda harian. bimbingan kelompok. yang di dalamnya meliputi program semesteran dan laporan bulanan. Layanan konseling perorangan. konferensi kasus. himpunan data. Himpunan data *). Laporan ini mengumpulkan seluruh kegiatan selama satu bulan untuk kurun bulan yang sama dengan tahuntahun sebelumnya dengan modifikasi sesuai dengan kebutuhan siswa. c. Program Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling merupakan rencana kegiatan layanan dan kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan pada periode tertentu. Jenis Layanan a. Laporan bulanan merupakan jabaran dari program semesteran. Kunjungan rumah. kelompok. 28 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 29 . Jenis-jenis penempatan perorangan. Agenda harian merupakan jabaran dari rekap agenda mingguan untuk guru pembimbing pada kelas asuhnya. b. sedangkan rekap agenda mingguan merupakan jabaran dari laporan bulanan. Unsur-unsur Program Bimbingan dan Konseling Program bimbingan dan konseling untuk setiap periode disusun dengan memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut a. Layanan pembelajaran. pada kondisi sekolah dan antara 4% s.B. dan karir). Layanan konseling kelompok. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Layanan orientasi. Aplikasi instrumentasi. yaitu program yang dilaksanakan selama satu bulan dalam unit mingguan dan harian. dan program semesteran dipecah menjadi laporan bulanan. b. Layanan bimbingan kelompok. Agenda ini dibuat secara tertulis pad a buku agenda dana satuan layanan (satlan) dan atau kegiatan pendukung (satkung) bimbingan dan konseling. Program tahunan dipecah menjadi program semesteran. Konferensi kasus. Agenda harian. Program Tahunan. kunjungan rumah. konseling konseling e. Layanan informasi. dan informasi. Alih tangan kasus **). d. 2. yaitu agenda yang akan dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. yaitu program yang akan dilaksanakan selama satu tahun pelajaran dalam unit semesteran dan bulanan. Kegiatan pendukung: aplikasi instrumentasi. sosial. Kebutuhan siswa yang diketahui melalui pengungkapan masalah dan data yang terdapat di dalam himpunan data. dan alih tangan kasus. Layanan penempatan dan penyaluran.d. Program ini mengumpulkan seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas. c. layanan: layanan orientasi. 1. Bidang-bidang bimbingan belajar. dan penyaluran. 25% f. Volume kegiatan yang diperkirakan pada kegiatan berikut ini. Laporan Bulanan. Jumlah siswa asuh yangwajib (1) Guru Pembimbing dari Guru Pembimbing (3) Wakil Kepala Sekolah yang berasal dari Guru Pembimbing dibimbing : 150 orang (maksimal) : 40 orang (2) Kepala Sekolah yang berasal : 80 orang (bimbingan pribadi. pembelajaran.

j. Frekuensi layanan: setiap siswa mendapatkan berbagai layanan minimal delapan kali dalam setiap semester. Materi-materi tersebut yang meliputi juga materi pendidikan budi pekerti. yang sesuai dengan 1) jam pelajaran sekolah. Materi sejalan dengan topik permasalahan. yang h. dan di luar jam pelajaran sekolah. i. bisa guru pembimbingl fasilitator. kelompok. skenario yang ditinjau dari aktivitas guru dan aktivitas siswa. sebagaimana tertera pada silabus terlampir. Kegiatan khusus: pada semester pertama setiap tahun ajaran baru diselenggarakan layanan orientasi kelasl sekolah dan himpunan data bagi siswa baru. konseling. baik layanan dalam format perorangan. Agenda harian dirumuskan dalam bentuk buku agenda dan satuan layanan (satlan) dan satuan kegiatan pendukung (satkung) yang masing-masingnya memuat sebagai berikut. serta pengembangan diri dan arah karir siswa. Jenis-jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan b. Strategi penyajian dengan multi metode. tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang diharapkan dari siswa. 2) 3) program semesteran dirinci menjadi program bulanan. Program untuk periode yang lebih besar dijabarkan menjadi program-program yang lebih kecil: 1) program tahunan dirinci menjadi program semesteran. b. sampai 50 % dari seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Bidang-bidang bimbingan. Materi Program Program bimbingan dan konseling untuk setiap periode berisikan materi yang merupakan sinkronisasi dari unsur-unsur sebagai berikut. Rincian Program a. 9) Tempat penyelenggaraan 10) Waktu 11) Setting dan pengalaman belajar 12) Penyelenggara layanan 13) Pihak yang disertakan individu atau instansi yang dimungkinkan terlibat. mencakup tujuh jenis layanan. disesuaikan dengan topik masalah. mengarah kepada pemahaman diri siswa dan lingkungannya. pendukung mencakup empat bidang BK yang ada. 1) Topik 2) 3) 4) 5) Bidang BK Kompetensi dasar Jenis layanan Fungsi layanan permasalahan pokok dijadikan materi layanan. 30 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 31 . 4. a. Lama kegiatan: setiap kegiatan (kegiatan pendukung)bertangsungse~tarduajam. dan program bulanan dirinci menjadi rekap agenda mingguan yang kemudian dirinci menjadi agenda harian. dimana layanan diberikan. Waktu kegiatan: dilaksanakan pada: 2) kegiatan layanan dan layanan dan b.g. 6) Tujuan 3. disesuaikan dengan jadwal yang disepakati. maupun klasikal. siswa yang akan diberi bantuanl layanan a. 7) 8) Sasaranlayanan Uraian kegiatan c. Tugas perkembangan siswa yang mendapatkan layanan. kompetensi topik.

2) Kegiatan aplikasi intrumentasi. Kegiatan siswa yang memerlukan kontak langsung dengan 15) Rencana tindak lanjut 1) Semua kegiatan layanan memerlukan kontak langsung dengan siswa. Tahap-tahap yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut. yaitu kegiatan layanan dan kegiatan pendukung merupakan ujung tombak kegiatan bimbingan dan konseling secara keseluruhan. a. jam pelajaran yang disediakan itu digunakan untuk antara lain melaksanakan: • • • • • kegiatan aplikasi intrumentasi. tempat. seperti pengisian angket atau inventori. dan layanan penempatan/penyaluran 5. Tahap-tahap Pelaksanaan Program Satuan Kegiatan Pelaksanaan program satuan kegiatan. layanan pembelajaran klasikal. evaluasi klasikal kegiatan bimbingan dan konseling minggu sebelumnya serta perencanaan kegiatan minggu berikutnya. klasikal. layanan informasi klasikal. konseling perorangan. Alokasi Waktu dan Jadwal Kegiatan Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam suasana (a) kontak langsung dengan siswa (kegiatan terjadwal dalam KBM kelas) dan (b) tanpa kontak langsung dengan siswa (kegiatan tidak terjadwal). a. Kegiatan di luar jam pelajaran sekolah ini dapat mencapai 50 % dari seluruh kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. 6. testing. baik kontak secara perorangan. perlu dialokasikan waktu tersendiri minimum satu jam dan maksimum dua jam pelajaran satu minggu per kelas. c. penyiapan 32 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 33 .14) Alat dan perlengkapan semua alat yang akan digunakan dalam pelaksanaan layanan. hasil kegiatan diukur dan dinilai. kelompok maupun klasikal. dengan catatan siswa tidak boleh dirugikan dalam kegiatan belajarnya dengan guru mata pelajaran. 3) b. Tahap tindak lanjut: hasil kegiatan ditindaklanjuti berdasarkan hasil analisis yang dilakukan sebelumnya. Untuk kegiatan melalui kontak langsung dengan siswa diperlukan waktu tersendiri. pengolahan hasil aplikasi instrumentasi. 4) e. Tahap analisis hasil: hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Kegiatan layanan orientasi. dan rencana penilaian. materi. sosiometri. tujuan. waktu. metode. Tahap pelaksanaan: program tertulis satuan kegiatan (layanan atau pendukung) dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya. Untuk ini. b. Kegiatan tanpa kontak langsung dengan siswa 1) Kegiatan seperti pengelolaan himpunan data. Kegiatan tersebut perlu dijadwalkan. melalui layanan atau kegiatan pendukungyang relevan. Tahap perencanaan: program satuan layanan atau kegiatan pendukung direncanakan secara tertulis dengan memuat sasaran. dan juga observasi memerlukan kontak langsung dengan siswa. dan konseling kelompok dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah. Tahap penilaian: d. bimbingan kelompok. keinginan atau kesepakatan yang akan atau disetujui dengan siswa.

dan 2) perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa. serta penyusunan rencana dan laporan kegiatan bimbingan dan konseling sehari-hari dilaksanakan tanpa kontak langsung dengan siswa. baik melalui penilaian terhadap hasillayanan maupun proses pelaksanaannya. d. Penilaian Program Bimbingan dan Konseling Sebagai upaya pendidikan. Secara khusus berkembangnya: fokus penilaian diarahkan kepada e. 2) Kegiatan di dalam dan di luar jam pelajaran sekolah diatur sedemikian rupa dengan memperhatikan: a) jam wajib bekerja guru pembimbing. khususnya dalam rangka pengembangan kompetensi siswa. termasuk pengelolaan alih tangan kasus. seperti sikap. b. Kegiatan kontak dan non kontak serta rencana-rencana kegiatannya disampaikan oleh guru pembimbing kepada para siswa secara jelas serta diketahui dan mendapat peneguhan dari Kepala Sekolah. 34 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 35 . kreativitas. konferensi kasus. hal itu semua diketahui/disetujui Kepala Sekolah.alat/bahan bimbingan. 1) pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan. penitaian. c. dengan catatan siswa yang dipanggil tidak boleh dirugikan dalam mengikuti mata pelajarannya. pengelolaan administrasi bimbingan dan konseling. apresiasi terhadap nilai dan moral. hasil-hasil layanan bimbingan dan konseling harus dinilai. motivasi. konsep diri. dan b) keseimbangan kehadiran guru pembimbing di sekolah pada jam pelajaran sekolah dan luar jam pelajaran sekolah. Perolehan ini diorientasikan pada: 1) pengentasan masalah siswa: sejauh manakah perolehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya? Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif. Dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. dan sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangannya di sisi lain. 2) perasaan positi] sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan. dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas. Hak panggil Untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling guru pembimbing memiliki hak panggil terhadap siswa asuh yang menjadi tanggung jawabnya. 1. dan 3) rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. kemampuan berkomunikasi. Penilaian Hasil Layanan a. Untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan c. keterampilan dan keberhasilan belajar. kunjungan rumah. 2) Kegiatan non kontak itu dapat dilaksanakan pada jamjam pelajaran di sekolah. Penilaian ini selanjutnya dapat dipakai untuk melihat keefektifan layanan di satu sisi. pengolahan hasil belajar siswa sebagai bahan bimbingan. c. kebiasaan. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan. Jadwal kegiatan 1) Kegiatan kontak baik di luar maupun di dalam jam pelajaran sekolah dan kegiatan non kontak di dalam maupun di luar jam pelajaran sekolah oleh guru pembimbing dijadwalkan dan rencana kegiatannya disusun secara tertulis. khususnya berkenaan dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa.

dan/atau klasikal. mekanisme dan instrumentasi kegiatan. merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau le bih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. PENGELOLAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. Pengawas Sekolah Bidang BK Wakasek Koordinator BK Kepala Tata Usaha 2. Penilaian Proses Kegiatan a. Organisasi Organisasi pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. v. khususnya rencana kegiatan secara jelas mengacu kepada kompetensi yang diaplikasikan siswa untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif. dapatdUakukan melalui: 1) format individual. 2) 3) 4) b. Madrasah Aliyah dan sederajat meliputi berbagai unsur dengan organigram berikut: media lisan dan/atau tulisan. Penilaian dalam bimbingan dan konseling dilakukan juga terhadap proses kegiatan dan pengelolaannya. dan yang digunakan dalam Keterangan 1. adalah personil yang bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. 2) penilaian jangka pendek (laijapen). 36 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 37 . d. seperti satu semester. merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu. yaitu terhadap: 1) kegiatan layanan bimbingan dan konseling. merupakan penilaian tahap awal. dan penggunaan panduan dan/atau instrumen baku dan/ atau yang disusun sendiri oleh guru pembimbing. Hasil penilaian proses digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. kelompok.Semua fokus penilaian itu. Peniiaian 2) 3) e. Tahap-tahap penilaian meliputi: 1) penilaian segera (laiseg}. SIS WA pengelolaan dan administrasi kegiatan. : Unsur Kantor Dinas Pendidikan (Tingkat II dan Kecamatan). dan 3) Penilaian jangka panjang (laijapang). yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud.

khususnya pelayanan bimbingan dan konseling. Uraian tugas masingmasing personil tersebut. laporan bulanan. Melakukan 5. adalah guru yang ditugasi secara khusus mengelola satu kelas siswa tertentu. harmonis. dan personil sekolah lainnya). 6. dan tahunan). dan dinamis. dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan yang efektif dan efisien. d. pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program. latihan. 2) menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program satuan layanan dan kegiatan pendukung. guru. Koordinator Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan Konselingadalah sebagai Tugas Koordinator berikut. Wakil Kepala Sekolah Sebagai pembantu Kepala Sekolah. 9. Guru Mata Pelajaran. melaksanakan program bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah kepada Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya. adalah peserta didik yang menerima pelayanan pengajaran. program semesteran. orang tua siswa. adalah berdasarkan kurikulum yang berlaku. Menyediakan fasilitas. 4. e. Kepala Sekolah (bersama Wakil Kepala Sekolah). a. bimbingan dan konseling b. Wakil Kepala Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas Kepala Sekolah. mengadministrasikan konseling. penilaian dan upaya tindak lanj ut pelayanan bimbingan dan konseling. khusus dalam kaitannya dengan pelayanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. 1. sehingga pelayanan pengajaran. Wali Kelas. Siswa. dengan Koordinator dan Guru Pembimbing sebagai pelaksana utamanya. agenda mingguan. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah. Tata Usaha. kesempatan. dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu. program kegiatan bimbingan dan 3) 4) 38 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 39 . termasuk pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh. Pengawas Sekolah Bidang BK. 8. dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Sekolah Bidang BK. pelaksana pengajaran a. Koordinator Bimbingan dan Konseling (bersama para Guru Pembimbing). Personil Pelaksana Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang terkait di dalam organigram pelayanan bimbingan dan konseling. Komite Sekolah adalah badan yang secara khusus dibentuk untuk menjadi mitra sekolah dalam pembinaan dan pengembangan sekolah. Mengkoordinasikan para Guru Pembimbing dalam: 1) memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga sekolah (siswa. 3. dan masyarakat. c. Menyediakan prasarana. adalah pembantu kepala sekolah dalam penyelenggaraan administrasi dan ketatausahaan sekolah. latihan. dan bimbingan dan konseling di sekolah. Tugas Kepala Sekolah adalah sebagai berikut. adalah pejabat fungsional yang bertugas menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. adalah penanggung jawab pendidikan di sekolah secara keseluruhan. 2. B.2. 3. 7. adalah pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. tenaga.

Menerima siswa alih tangan dari Guru Pembimbing. Mempertanggungjawabkan d. pelayanan bimbingan dan Mengatur keikutsertaan guru pembimbing MGP (Musyawarah Guru Pembimbing). e. tenaga Pembimbing bertugas sebagai berikut. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu. dan tahunan. Membantu memasyarakatkan konseling kepada siswa. agenda mingguan. dan konseling. h. rekap bulanan. hubungan gurusiswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. dan pelaksanaan bimbingan hasil g. Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya. kepengawasan oleh 5. dan berpartisipasi aktif oleh Pengawas Sekolah memberikan tindak lanjut terhadap penilaian bimbingan dan konseling. i. Guru Mata Pelajaran Sebagai tenaga ahli pengajaran dan/atau praktik dalam bidang studi atau program latihan tertentu. c. dan sebagai personil yang sehari-hari langsung berhubungan dengan siswa. menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling. a. program semesteran. Menganalisis hasil penilaian layanan pendukung bimbingan dan konseling. Menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. yaitu siswa yang menurut Guru Pembimbing memerlukan pelayanan pengajaran/latihan khusus (seperti pengajaranl latihan perbaikan. Guru Pembimbing Sebagai pelaksana utama.5) 6) 7) b. Melaksanakan segenap program satuan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. b. Programprogram tersebut dikemas dalam agenda harian. siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada Guru Pembimbing. menerima dalam kegiatan kepengawasan Bidang BK. menganalisis hasil penilaian dan konseling. f. alat dan perlengkapan pelayanan bimbingan dan konseling. Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada Koordinator BKserta Kepala Sekolah. pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling kepada Kepala Sekolah. serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut. k. prasana dan sarana. peranan Guru Mata Pelajaran dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. c. j. Merencanakan program bimbingan dan konseling (terutama program-program satuan layanan dan satuan kegiatan pendukung) untuk satuan-satuan waktu tertentu. Mengalihtangankan d. 40 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 41 . Membantu mengembangkan suasana kelas. b. inti dan ahli. e. Melaksanakan segenap program satuan layanan bimbingan d. a. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan MGP. Membantu Guru Pembimbing mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. program pengayaan). Guru Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling. c. Mempersiapkan diri. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pengawas Sekolah Bidang BK. e. dalam kegiatan 4. analisis Mengusulkan kepada Kepala Sekolah dan mengusahakan bagi terpenuhinya tenaga. dan kegiatan f.

dan c. Ruangan im. Layanan konseling perorangan dapat dilakukan di ruang kerja Guru Pembimbing (yang merupakan ruang kerja tersendiri*). Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya. informasi pendidikan dan pekerjaan. h. terutama asas kesurakarelaan. (a) membuat siswa senang dan betul-betul dilayani. Secara umum hendaknya: (1) dapat disimpan berbagai bimbingan dan konseling: perlengkapan (a) himpunan data siswa (individual dan kelompok). membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi 2) (b) memungkinkan dilaksanakannya azas-azas bimbingan dan konseling. Wali Kelas berperan: a. Fasilitas Fasilitas pokok yang diperlukan dalam kegiatan layanan dan pendukung bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut. 42 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 43 . membantu Guru Pembimbing melaksanakan tugastugasnya. Masing-masing Guru Pembimbing perlu memiliki ruang kerja tersendiri dalam kesatuan ruang pelayanan bimbingan dan konseling yang ada di sekolah. c. dan mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada Guru Pembimbing. 1. pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah juga memanfaatkan peran orang tua siswa. Ruang pelayanan (1) Ruang tempat hendaknya: memberikan pelayanan kepada siswa merasa 6. para pejabat pada Dinas Pendidikan. berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling. Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) dan organisasi profesi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) untuk lebih meningkatkan relevansi. seperti (b) himpunan data dan informasi umum. dan d) format-format pelaksanaan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling. b. b. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. c.g. khususnya di kelas yang menjadi tanggungjawabnya. membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. e. c) instrumen BK. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa. apabila memang ada. khususnya di kelas yang menjadi tanggungjawabnya. Wali Kelas Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling. d. Untuk layanan dan kegiatan pendukung dengan format kelompok dan klasikal dapat digunakan ruangan khusus yang tersedia dan/atau ruangan kelas yang luang. dipakai bersama. siswa. dan kerahasiaan. efektivitas dan efisiensi pelayanan bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus. Tempat Kegiatan a. keterbukaan. dalam ruang bimbingan dan konseling kegiatan 3) Selain diberdayakannya personalia sekolah. untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling. seperti konferensi kasus.

program-program layanan khusus bimbingan dan konseling melalui komputer. baik berupa tes dan inventori standar maupun instrumen yang dapat disusun sendiri oleh Guru Pembimbing. 3. a. dan konseling meliputi kelengkapan b. surat-surat keputusan dan peraturan bimbingan dan konseling di sekolah. D. pertanyaan untuk sosiometri format penilaian dan format. 118/1995 dan Petunjuk Pelaksanaannya. Kegiatan pengawasan bimbingan dan konseling di sekolah melibatkan Guru Pembimbing dan pengawas sekolah dengan koordinasi oleh Kepala Sekolah: a. c. seperti berbagai jenis angket dan daftar isian. dan efisien. laporan. panduan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Tesstandar. skala minat. tes bakat. 2. Instrumen 2. dan Kepala Sekolah mendorong dan memberikan fasilitas bagi terlaksananya kegiatan pengawasan secara obyektif dan dinamis demi meningkatnya mutu bimbingan dan konseling. panduan tentang tentang kegiatan penampilan berbagai informasi aktual tentang kesempatan pendidikan. Instrumen Bimbingan dan Konseling Untuk mengungkapkan berbagai data diperlukan berbagai instrumen. yang dapat disusun sendiri. lowongan pekerjaan. angket dan instrumen lainnya. 5. b. Perangkat Elektronik Kelengkapan bimbingan elektronik. dilengkapi dengan manual yang memuat karakteristik instrumen. hasil instrumentasi komputer untuk mengolah data hasil aplikasi instrumentasi. kegiatan ekstrakurikuler. seperti: a. c. panduan penggunaan dan norma untuk menafsirkan hasil-hasilnya. panduan kegiatan kepengawasan bimbingan dan konseling Kelengkapan Administrasi Untuk kegiatan bimbingan dan konseling perlu disediakan kelengkapan administrasi. guru Pembimbing menyiapkan diri dan bahan-bahan secukupnya untuk kegiatan pengawasan. terutama untuk format satuan layanan dan pendukung. seperti tes inteligensi. dan diri 4. dan sebagainya. terutama yang bersifat standar. Buku-buku Panduan Di sekolah hendaknya tersedia berbagai kegiatan bimbingan dan konseling. 44 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 45 . Pengawasan 1. d. seperti alat ungkap masalah. dan guru Pembimbing mengikuti dengan cermat penilaian dan pembinaan dalam kegiatan pengawasan. instrumen itu juga disertai dengan program komputer untuk mengolah lembaran jawabannya sehingga penggunaan instrumen itu menjadi mudah. Untuk kondisi yang lebih maju. seperti: a. himpunan data. berita hangat. b. dan skala penilaian diri. b. c. Pengawasan bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan oleh pengawas sekolah sesuai SK Menpan No.format lainnya. Inventori standar. serta surat-menyurat. skala sikap.2) Dapat disediakan untuk siswa berbagai bahan seperti: a) b) c) buku-buku rujukan untuk pengembangan (dalam rangka "terapi kepustakaan"). koordinator BK mengkoordinasikan Guru-guru Pembimbing dalam menyiapkan diri untuk kegiatan kepengawasan. dan di sekolah. program-program khusus pengolahan melalui komputer. efektif. Instrumen diagnostik untuk berbagai bidang studi Berbagai instrumen tersebut di atas. seperti "bimbingan belajar melalui program komputer".

baik di dalam kelas maupun di luar kelas baik sifatnya akademis maupun nonakademis oleh personel sekolah terutama guru mata pelajaran. kemampuan guru pembimbing. Pendanaan Kegiatan Bimbingan dan Konseling akan berjalan dengan baik bila didukung dengan dana yang memadai sesuai program yang dibuat Guru Pembimbing. (a) Perencanaan. (e) Tindak Lanjut. termasuk organisasi profesi (ABKIN). d. 46 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 47 . keikutsertaan dalam organisasi profesi BK ( dalam hal ini ABKIN atau Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia). maka Guru Pembimbing/Konselor memberikan layanan kepada individul siswa. kegiatan pengawasan oleh pengawas sekolah bidang BK. (b) Pelaksanaan. Tahap pelaksanaan program terdiri dari. kerja sama antarpersonil sekolah. personil sekolah. orang tua siswa. c. penataran. Program ini mengumpulkan seluruh kegiatan satu tahun dan dipecah menjadi program semesteran. Akuntabilitas Melalui penilaian hasillayanan dan penilaian proses. masyarakat. dengan indikator meningkatnya: a. G. 5. Pembinaan dilaksanakan melalui: a. fasilitas untuk pelayanan. e. siswa yang dipanggil tidak dirugikan dalam mengikuti pelajaran Ada alur mekanisme yang diawali dengan ditemukannya kasusl permasalahan individu/siswa. konfirmasi kepada wali kelas. Bulan. bilamana belum terselesaikan permasalahannya dan membutuhkan peran Bimbingan dan Konseling. dan jumlah guru pembimbing (bagi masih memerlukan penambahan). dan Semester serta Tahun. dihimpun dari agenda harian dalam Mingguan. b. H. dan pemerintah. 2. 2. yaitu: 1. dan studi lanjutan. F. e. dan pertemuan kesejawatan profesional. b. Pembinaan 1. (d) Analisis Hasil. siswa. sekolah-sekolah yang c. kerja sama antarguru pembimbing. lokakarya. 4. pemanfaatan pelayanan oleh siswa. kembali bersama wali kelas dan sepengetahuan Kepala Sekolah dalam hal ini dapat dibantu oleh para wakil kepala sekolah. Untuk itu pimpinan sekolah bersama komite sekolah perlu mengalokasikan hal tersebut di dalam RAPBS. pertemuan ilmiah. ada hak panggil terhadap siswa asuh yang menjadi tanggung jawabnya (dengan catatan. dalam Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). Selain itu dana dapat diupayakan dari kerja sama dengan lembaga lain di luar komite sekolah. Untuk tindak lanjut dari layanan. Pembinaan diarahkan kepada semakin meningkatnya mutu pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.E. serta program pengawasan keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling dipertanggung-jawabkan kepada "pemilik" (stakeholders) pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Mekanisme Kerja Pelayanan Bimbingan dan Konseling Program Pelayanan BK merupakan rencana kegiatan layanan dan kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan pada periode tertentu. pengembangan fasilitas layanan. Dalam pelayanan BK. Untuk pelaporan. kerja sama antarpersonil sekolah. 3. (c) Penilaian. d.

d. Konseling Individu. dsb. dan layanan. Di luarsekolah. Bagan Mekanisme Kerja Pelayanan Bimbingan dan Konseling Guru Mata Pelajaran 1 Nilai siswa 1. bimbingan dan konseling. Informasi. Himpunan Data. konflikl berhantam. Konseling Kelompok. minggu 2 dan tingkat wilayah. Kepribadian 2. Diinventaris dan di tanganil di selesaikan - - Aplikasi Instrumentasi Bimbingan 1. sifatnya kegiatan pendukung. -_ keluar. Instrumentasi Bimbingan. Mengetahui dan menyetujui IT Bersama Guru pembimbin~f. dan reguler). wali kelas. sering mengantuk. ialah: 1) layanan untuk konseling konseling spirituall religius. Himpunan 2 Nilai ---+ . Tes (10. Di dalam ruangan administrasi. Afeksi Menemukan kasusl permasalahan siswa 1) di dalam kelas * kehadiran mengikuti pelajaran * sikap menolakl tidak interest (misal. Buku Pribadi Siswa 2.. Hasil psikotes 4. Penempatan dan Penyaluran. ~ c. Bakat. Belajar. yaitu: 1) melaksanakan kunjungan rumah kasus/rujukan ke instansi terkait. Di dalam kelas. konseling individul mengamati afeksi siswa) (satuan layanan untuk kunjungan rumah.1. disertai silabi pelayanan BK. 2) individu maupun layanan _ . 48 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 2) melaksanakan kegiatan MGP tingkat keeamatan. Pribadi. Non tes/angket . Kognisi 2. Sosial.. dan lainnya).masuk kelas. dan Konferensi Kasus. dan alih tangan Keterangan: Alur Mekanisme Kerja Pelayanan BK(No: 1 23-4 ) Alur kinerja pelayanan Bimbingan dan Konseling. Pembelajaran. meskipun ada berbagai pertimbangan karakteristik peserta didikl siswa maupun personil sekolah lainnya dan spesifikasi sekolah (misal sekolah unggulan. Di dalam ruangan bimbingan dan konseling sifatnya layanan individual. instansi terkait.. Kreativitas.~ keberhasilan kognisi 3. 1) Anekdotl kejadian 2) Siswa yang memerluka~ remidi Wali Kelas Bimbingan dan Konselinq 3 Himpunan Data 1. Catatan. guru mata pelajaran. konsullasi OT/layanan dan kegialan pendukung 5) Laporan Tahunan (program Bimbingan dan Konselinq) menemui orang tua siswa. pas if. Hasil Konseling Individu Kepala Sekolah 4 Pengadaan Sarana (Wakasek Sarpra) 2. dan melaksanakan MGPsekolah (misalnya Selasa. dan layanan Konseling Kelompok dan kegiatan pendukung Konferensi kasus (di ruangan yang tersedia untuk pertemuan keeil). Pelayanan dibedakan 4 jenis kegiatan sebagai berikut. Konselor menemui OT siswa 1) hadir di sekolah untuk keperluan konsultasi 2) kunjungan rumah ---+ 3) konferensi kasus Catatan. sifatnya dan 3) J b. dan Karir serta Kepribadian. Mengetahui 1) agenda harian kegiatan (L. konseling. alih tangan kasus) 2) laporan Konseling 3) Laporan Bulanan dan Semesleran ( program B~ semesleran. 2) 3) instrumentasi bimbingan melaksanakan evaluasi/pelaporan (kegiatan harian danl atau mingguan. rekapilulasi presensi kehadiran. ialah: ~ 1) melaksanakan aplikasi himpunan data. sifatnya fleksibel menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di sekolah. Menerima informasi kasus/permasalahan siswa. Psikomotor 3. pendamping unggulan. minggu 1). ialah memberikan materi pelayanan bimbingan dan konseling. dan tingkat provinsi. dsb 2) di luar kelas * hubungan teman sebaya. 3) Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 49 . dan kegiatan lain -lainnya. a. Pola Pelayanan dalam Mekanisme Kerja Bimbingan dan Konseling Pola Pelayanan yang terdiri dari Bidang-bidang . mengganggu PBM. minggu 3. minggu ke4. Orientasi. konferensi kasus. Kunjungan Rumah. konseling individu. Prediksi . Konseling spiritual dan Bimbingan Kelompok dan kegiatan pendukung.

Pengembangan para pelaksana itu perlu diikuti oleh pengembangan sarana dan prasarana. Terselenggaranya semua layanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan baik perlu didukung oleh pengenalan dan pemahaman akan pentingnya layanan bimbingan dan konseling oleh berbagai pihak yang terkait (Kepala Dinas Pendidikan. Pengembangan tenaga pelaksana itu dapat dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan prajabatan bimbingan dan konseling (di LPTK). Peningkatan tersebut akan ditunjang lagi oleh berkembangnya kerja sama dan suasana profesional. dan organisasi profesi bimbingan dan konseling (ABKIN beserta divisi-divisinya) dapat memberikan peranan yang besar. Dalam hal ini.VI. akan menjadi kendala yang cukup berat bagi gerak langkah para pelaksana. meskipun mutu dan kemampuan mereka sudah ditingkatkan. Apabila mutu para pelaksana sudah lebih berkembang. Pengawas. penataran. kerja sama dan dukungan moril dan materiil dari Kepala Sekolah dalam suasana kerjanya. lembaga pendidikan prajabatan. prasana dan sarananya. sarana dan dananya. seperti: Musyawarah Guru Pembimbing dan seminar/ lokakarya bimbingan dan konseling. baik dalam pengetahuan. demikian pula prasarana. Pengembangan para pelaksana. pemahaman dan mutunya. Karena itu semua pihak bertanggung jawab atas pengembangan dan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. apalagi dibarengi dana yang langka. Kepala Sekolah dan Guru-guru). bertujuan agar penanganan pelayanan bimbingan dan konseling dapat ditingkatkan keefektifan dan keefisienannya. maupun kegiatankegiatan lain. Kepala Cabang. penataran (pendidikan dalam jabatan). 50 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . Prasarana dan sarana yang sangat terbatas. maka program pelayanan pun akan lebih mudah ditingkatkan. program-programnya. PENGEMBANGAN Pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan dan sederajat dapat lebih ditingkatkan dengan mengembangkan para pelaksananya (Guru Pembimbing).

.. Paraf GPI Konselor Haril Tanggal Tahun ..... 52 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 53 .. ... Bulan LAPORAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU Semester .... Nama Guru Pembimbing/Konselor No.. NIP: .. Kepala Mengetahui SMA ...... Nama Siswa Permasalahan Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu .. .. Mengetahui Kepala SMA .. Jenis Kegiatan Semester Kelas..... . Tindak Lanjut Paraf GP Kelas Tahun .. 200 . Koordinator Bimbingan dan Konseling NIP: ......Lampiran 1 Lampiran 2 LAPORAN KEGIATAN HARlAN DAN/MINGGUAN Minggu ke Bulan Nama GP/Konselor Haril Tanggal Senin No.......... Guru Pembimbing/Konselor 200 .

... . I:: 0 2 C) 10 :::I ""' ... NIP: .. ca I:: ca >ca "¢ "* D D I:: Metode Tempat Penyelenggaran Penyelenggara Layanan :!!! ~ D.0 Cl '0.. .:: ~ 0.._ -" VI C.. Perencana Kegiatan Layanan 200.:: ""' ~ ~ Z Qi 0.. .. ... i~ EO ~ I:: Keterkaitan Layanan ini dengan kegiatan pendukung : D D Catatan khusus ca D Cl :is E I:: *) coret yang tidak perlu c... -< ~ ca ..... :.. ~I- 54 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 55 . *) . '" E en Mengetahui Koordinator BKI Kepala SMA . 0 Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut: M ... I:: ca Q) ..... :::I :::1<0 I:: Q) ~ :is Q) I'@ "C ~ D D D ca-" E :.J I:: I~ ca Sasaran Layanan Uraian kegiatan dan materi Layanan : .. f- E ca "Co..l g Sl g Z Z Z D D J9 I::lg 0... NIP: .s Q) E I~ Qi Lampiran 4 SATUAN KEGIATAN LAYANAN/PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING ~ I:: *J ca "'" <:> <:> ~I'I:: Q) :s '" o I:: I:: Judul/spesifikasi Layanan Bidang bimbingan Jenis layanan Fungsi layanan Tujuan layanan/hasil yang ingin dicapai : . ca I:: >-ca .. ~ D D ~ I:: III D D D ~ Z ""' ~ :... 0..l 00 Cl D D D Pihak...J E iii Q) "C ca ~ 0. ''::... ..... .0 E 0..l ~ ~ ""' . -< .pihak yang disertakan : .... iii D M I:: I:: N '" g> .l 00 ....I:: ca I:: Cl 00 ... 00 -< .. iii '" g> fe0.

KETERANGAN GAMBAR DENAH RUANGAN r: u 0 ~ ~ 0 ~ -00 r-. Meja Koordinator BK. eatatan kegiatan.:9 N D 0 0 0 M - \D - 9. Meja Guru Pembimbing/Konselor (ruangan ada pembatas setinggi 150em). Meja Konseling kegiatan). 5. Almari pendek tertutup. 11. XII. ~.:9 I I t 0 0 0 0 D 0 DD ~ D '-- D r-- o Qo o Qo . Map berisi daftar hadir siswa kelas X. Meja Guru Pembimbing/Konselor (ruangan ada pembatas setinggi 150em). Ruang Konselingl di sampingnya dibatasi dengan setinggi 2 meter untuk relaksasi . 15. E III . diatasnya ada rak untuk tempat file (eatatan konseling. dll). 19. Tanaman hidup yang tahan di dalam ruangan untuk 6 hari. dll yang sejenis) .I c: 0 0:::: 0\ ~G: I~ I ~C)0 o 0 o 13. Rakfile (sifatnya rahasia. agak tinggi (1 meter). meditasi. 8.. 3. 16. dll yangsejenis).5. 0 14. Meja Guru Pembimbing/Konselor (ruangan ada pembatas setinggi 150em). Mekanisme Pelayanan BK. Komputer dan printer (dalam ruangan khusus. XI.. Rak Buku Referensi/Panduan untuk Pelayanan Bimbingan dan Konseling/perpustakaan buku-buku berkaitan dengan BK. Meja Guru Pembimbing/Konselor (ruangan ada pembatas setinggi 150em). sholat. Kelompok (dapat juga berfungsi untuk 1=------1 ~ Lt'I +- ~ . dll yang sejenis). ~ 10. masing-masing dibatasi dengan sekat setinggi 150em). pembatas \ 4. Data dinding (grafik. misal buku pribadi. Data dinding (Struktur Organisasi BK.. Meja Konferensi Kasus. - D 1M r 0 - BIMBINGAN DAN KONSELING I 1. Qo . 17. ada pembatas setinggi 150em). Meja menerima tamu orang tua siswa dan tamu dari instansi terkait (Biro Konsultasi tes psikologi. 18. 12. 6. 7. dll yang sejenis). Papan whiteboard untuk agenda kegiatan BK yang berkaitan dengan tugas-tugas GP IKonselor maupun kegiatan sekolah. Bunga setinggi 50 em diletakkan di at as meja I almari setinggi 125 em dan panjang kurang lebih 2 meter berfungsi pembatas. o 0 0 56 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling 57 . 2.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Arga. Konvensi Nasional ABKIN. Kebijakan. 2003. Prayitno. Balai Pustaka. Konvensi NasionalABKIN. Jakarta: Balai Pustaka. ________ Cetakan 7. 1985.1999. Jakarta: Depdiknas. 1995. Jakarta: Balitbang Depdiknas. 2003.DAFTARACUAN Ary Ginanjar Agustian. Jakarta: Arga. ABKIN. 2001. 1997. Jakarta. Bandung. Bandung: Konvensi NasionalABKIN. . Cetakan 1. ______ 2004 (Draft}. 2003. Sunaryo 58 Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling . Depdikbud. . Peluang dan Tantangan Global bag! Protest Bimbingan dan Konseling: Implikasinya bag! Strategi Organisasi dan Standardisasi Bimbingan dan Konseling. Pemantapan Projesionalisasi Konselitig. Kartadinata. dan Strategi Pengembangan Protest Bimbingan dan Konseling di Indonesia. ESQPower. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Arah. Kerangka Kurikulum Retno Widajati. 2003. Mohamad Surya. Jakarta: Depdikbud. 2003.2003. Bandung: Kovensi Nasional. Djawad Dahlan. 2003. Bandung. Puskur. Mungin Eddy Wibowo. Konvensi ESQ dalam Konseling. Bandung. Pendekatan Nasional ABKIN. 2004. Protest dan Konseling SMU. Bandung. Emotional Spiritual Quotient. Bandung. 2004.S. Buku III Pelayanan Bimbingan Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi.J. W. 2003. Kegiatan Pendukung Pelayanan Bimbingan dan Konseiing. Puskur. Perspekti] Profesi Bimbingan dan Konseling Berbasis Values dalam Pengembangan Fitrah Manusia. 2003. Poerwodarminto. Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Konvensi NasionalABKIN. Konseling dalam Sistem Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful