KONSEP DASAR EVALUASI HASIL BELAJAR

Tuesday, August 14th, 2007 | Education Resources Sumber : http://blog.persimpangan.com/blog/2007/08/14/konsep-dasar-evaluasi-hasil-belajar/

A. Pengertian Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Wiersma dan Jurs membedakan antara evaluasi, pengukuran dan testing. Mereka berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Kedua pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada pengukuran dan testing. Ralph W. Tyler, yang dikutif oleh Brinkerhoff dkk. Mendefinisikan evaluasi sedikit berbeda. Ia menyatakan bahwaevaluation as the process of determining to what extent the educational objectives are actually being realized. Sementara Daniel Stufflebeam (1971) yang dikutip oleh Nana Syaodih S., menyatakan bahwa evaluation is the process of delinating, obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. Demikian juga dengan Michael Scriven (1969) menyatakan evaluation is an observed value compared to some standard. Beberapa definisi terakhir ini menyoroti evaluasi sebagai sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data. Sementara itu Asmawi Zainul dan Noehi Nasution mengartikan pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas, sedangkan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto yang membedakan antara pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Arikunto menyatakan bahwa mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif juga dikemukakan oleh Norman E. Gronlund (1971) yang menyatakan Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior Pengertian penilaian yang ditekankan pada penentuan nilai suatu obyek juga dikemukakan oleh Nana Sudjana. Ia menyatakan bahwa penilaian adalah proses menentukan nilai suatu obyek dengan menggunakan ukuran atau kriteria tertentu, seperti Baik , Sedang, Jelek. Seperti juga halnya yang dikemukakan oleh Richard H. Lindeman (1967) The assignment of one or a set of numbers to each of a set of person or objects according to certain established rules

Sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu bahwa evaluasi dilaksanakan dengan berbagai tujuan. Khusus terkait dengan pembelajaran, evaluasi dilaksanakan dengan tujuan: 1. 1. Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa. 2. 2. Mengetahui tingkat keberhasilan PBM 3. 3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian memberikan pertanggung jawaban (accountability) C. Sejalan dengan tujuan evaluasi di atas, evaluasi yang dilakukan juga memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah fungsi: 1. 2. 3. 4. Selektif Diagnostik Penempatan Pengukur keberhasilan

Selain keempat fungsi di atas Asmawi Zainul dan Noehi Nasution menyatakan masih ada fungsi-fungsi lain dari evaluasi pembelajaran, yaitu fungsi: 1. 2. 3. 4. 5. Remedial Umpan balik Memotivasi dan membimbing anak Perbaikan kurikulum dan program pendidikan Pengembangan ilmu

D. Manfaat Evaluasi Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu :
1. Memahami sesuatu : mahasiswa (entry behavior, motivasi, dll), sarana dan prasarana, dan kondisi dosen 2. Membuat keputusan : kelanjutan program, penanganan masalah, dll 3. Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM

Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran, seperti siswa, guru, dan kepala sekolah.
Bagi Siswa

Mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak memuaskan Bagi Guru

Membuat program sekolah 3. dll. Pemenuhan standar E. dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. yaitu . Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. lingkup.1. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. Ketepatan metode yang digunakan Bagi Sekolah 1. 3. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya. tingkat kesulitan. Hasil belajar cermin kualitas sekolah 2. bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan. Macam-macam Evaluasi 1. remedial atau pengayaan 2. agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial. Ketepatan materi yang diberikan : jenis. for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan : melanjutkan. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu.

yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. selama proses. Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan. Dalam hal ini evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal atau pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. Tes Formatif. dan pelaksanaan menentukan suatu unit posisi program kemampuan siswa dibandingkan dengan anggota . Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik. maupun akhir pembelajaran. 2. Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan. sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. 3. Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihankelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. guru telah maupun mengikuti program suatu untuk menilai program. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajarinya. Perbandingan Tes Diagnostik. dan Tes Sumatif Ditinjau dari Fungsinya Tes Diagnostik  Tes Formatif Tes Sumatif  mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuannya menentukan kesulitan belajar yang dialami Umpan balik bagi Memberi tanda siswa.materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas. bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi. baik pada tahap awal.

Karena itulah pemilihan dengan tepat pendekatan yang akan digunakan menjadi penting. diantaranya: 1. Penilaian hasil belajar menjadi bagian integral dalam proses belajar mengajar. Pendekatan Evaluasi Ada dua jenis pendekatan penilaian yang dapat digunakan untuk menafsirkan sekor menjadi nilai. 6. gunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya komprehensif. Sistem penilaian yang digunakan hendaknya jelas bagi siswa dan guru. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan. G. standar dan juga akan menghasilkan nilai yang berbeda. alat penilaian. mental dan perasaan Mengukur semua tujuan instruksional khusus kelompoknya Mengukur tujuan instruksional umum Skoring (cara menyekor) F. Hendaknya disadari betul tujuan penggunaan pendekatan penilaian (PAP dan PAN) 4. Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dengan penilaian (grading) 3. proses. Prinsip Evaluasi menggunakan standar mutlak dan relatif menggunakan standar mutlak menggunakan standar relatif Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi. . 3. 4. Prinsip lain yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto adalah: 1. 2. 2. Kedua pendekatan itu adalah Pendekatan Acuan Norma (PAN) dan Pendekatan Acuan Patokan (PAP).cara memilih tujuan yang dievaluasi    memilih tiap-tiap keterampilan prasarat memilih tujuan setiap program pembelajaran secara berimbang memilih yang berhubungan dengan tingkah laku fisik. Penilaian hendaknya merupakan bagian integral dalam proses belajar mengajar. Agar hasil penilaian obyektif. Penilaian hendaknya didasarkan pada hasil pengukuran yang komprehensif. dan interpretasi hasil penilaian. 5. Penilaian harus bersifat komparabel. patokan : Kurikulum/silabi. agar mendapat informasi yang akurat. Hasilnya hendaknya diikuti tindak lanjut. Dirancang secara jelas abilitas yang harus dinilai. materi penilaian.

referenced to a defined body of learner behaviors. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. maka terlebih dahulu ditentukan kriteria kelulusan dengan batasbatas nilai kelulusan.Sejalan dengan uraian di atas. Criterionreferenced interpretation is an absolut rather than relative interpetation. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperhatikan secara ketat tujuan yang akan diukur tingkat pencapaiannya. Semiawan menyebutnya sebagai standar mutu yang mutlak. maka kemungkinan untuk mendapat nilai A atau B menjadi sangat kecil. Glaser (1963) yang dikutip oleh W. Wiersma menyatakan norm-referenced interpretation is a relative interpretation based on an individuals position with respect to some group. Criterion Reference Test (CRT) Tujuan penggunaan tes acuan patokan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus. Salah satu kelemahan dalam menggunakan standar absolut adalah sekor siswa bergantung pada tingkat kesulitan tes yang mereka terima. Dalam menginterpretasi skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan pendekatan PAP. James Popham menyatakan bahwa terdapat dua strategi pengukuran yang mengarah pada dua perbedaan tujuan substansial. 1. Penilaian Acuan Patokan (PAP). Glaser menggunakan konsep pengukuran acuan norma (Norm Reference Measurement / NRM) untuk menggambarkan tes prestasi siswa dengan menekankan pada tingkat ketajaman suatu pemahaman relatif siswa. Untuk mendapatkan nilai A atau B. standar performan yang digunakan adalah standar absolut. dan sebaliknya apabila tes tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan. Artinya apabila tes yang diterima siswa mudah akan sangat mungkin para siswa mendapatkan nilai A atau B. Sedangkan untuk mengukur tes yang mengidentifikasi ketuntasan / ketidaktuntasan absolut siswa atas perilaku spesifik. Dalam standar ini penentuan tingkatan (grade) didasarkan pada sekor-sekor yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk persentase. seorang siswa harus mendapatkan sekor tertentu sesuai dengan batas yang telah ditetapkan tanpa terpengaruh oleh performan (sekor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya. menggunakan konsep pengukuran acuan kriteria (Criterion Reference Measurement). yaitu pengukuran acuan norma (NRM) yang berusaha menetapkan status relatif. Sejalan dengan pendapat Glaser. Umumnya kriteria nilai yang digunakan dalam bentuk rentang skor berikut: . Dimaksudkan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang performan peserta tes dengan tanpa memperhatikan bagaimana performan tersebut dibandingkan dengan performan yang lain. Dengan kata lain tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan (mengenai) domain perilaku yang ditetapkan / dirumuskan dengan baik. Pada pendekatan acuan patokan. dan pengukuran acuan kriteria (CRM) yang berusaha menetapkan status absolut.

d. Contoh: 7.d. 45. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performans kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes. Dengan kata lain standar pengukuran yang digunakan ialah norma kelompok.d.d. 59% D < 44% E / Tidak lulus 2. (2) standar relatif membuat terjadinya persaingan yang kurang sehat diantara para siswa. 79% B 60% s. Pada pendekatan acuan norma standar performan yang digunakan bersifat relatif. 40. 30 . Kekurangan dari penggunaan standar relatif diantaranya adalah (1) dianggap tidak adil. Penilaian Acuan Norma (PAN). karena bagi mereka yang berada di kelas yang memiliki sekor yang tinggi. 69% C 45% s. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini adalah penempatan sekor (performan) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. 45. karena pada saat seorang atau sekelompok siswa mendapat nilai A akan mengurangi kesempatan pada yang lain untuk mendapatkannya. harus berusaha mendapatkan sekor yang lebih tinggi untuk mendapatkan nilai A atau B. Norm Reference Test (NRT) Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. 40. 40. Tinggi rendahnya performan seorang siswa sangat bergantung pada kondisi performan kelompoknya.Rentang Skor Nilai 80% s. Artinya tingkat performan seorang siswa ditetapkan berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya. Satu kelompok peserta tes terdiri dari 9 orang mendapat skor mentah: 50. 35. 35. 100% A 70% s. Tes acuan kriteria Perbedaan lain yang mendasar antara pendekatan acuan norma dan pendekatan acuan patokan adalah pada standar performan yang digunakan. Situasi seperti ini menjadi baik bagi motivasi beberapa siswa.

0 9. Sekelompok mahasiswa terdiri dari 40 orang dalam satu ujian mendapat nilai mentah sebagai berikut: 55 43 39 38 37 35 34 32 52 43 40 37 36 35 34 30 49 43 40 37 36 35 34 28 48 42 40 37 35 34 33 22 46 39 38 37 36 34 32 21 Penyebaran skor tersebut dapat ditulis sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Skor Mentah 55 52 49 48 46 43 42 40 39 38 37 36 35 34 33 32 30 28 Jumlah Mahasiswa 1 1 1 1 1 3 1 3 2 2 5 4 3 4 2 2 1 1 Jika 55 diberi nilai 10 maka 10.4 6.5 6.2 6.8 5. 7.9 6.4 7. 6 Penentuan nilai dengan skor di atas dapat juga dihitung terlebih dahulu persentase jawaban benar. 8. 7. sedangkan mereka yang mendapat skor di bawahnya akan mendapat nilai secara proporsional.Dengan menggunakan pendekatan PAN. 8. yaitu 9. 8.1 . Kemudian kepada persentase tertinggi diberikan nilai tertinggi.0 8. 8.5 5. maka peserta tes yang mendapat skor tertinggi (50) akan mendapat nilai tertinggi. 9.8 7.1 6. misalnya 10.6 7.7 8.3 7.7 6.0 5.5 9.

59% (60 – 2 S.) adalah 2.14% Begitu juga dengan mahasiswa yang memiliki skor 60 ke bawah.B.) sampai dengan (60 + 2 S. maka untuk memberi nilainya menggunakan statistik sederhana untuk menentukan besarnya skor rata-rata kelompok dan simpangan baku kelompok (mean dan standard deviation) sehingga akan terjadi penyebaran kemampuan menurut kurva normal.) adalah 68.B. Skor rata-rata +1.d.B.B. Skor Mentah Skor rata-rata +2.B.) sampai dengan (60 + 3 S.19 20 22 21 Jumlah Mahasiswa 1 1 40 4. Dengan demikian dapat dibuat tabel konversi skor mentah ke dalam nilai 1-10.) sampai dengan (60 – 3 S.) adalah 13.) adalah 95.B. s.0 dan seterusnya 9.75 S. s.B.59% (60 + 2 S. yang mendapat skor (+2 S.) adalah 34.B.14% Dengan kata lain mahasiswa yang mendapat skor antara (+1 S. sekelompok mahasiswa yang memiliki skor di atas rata-rata 60 dalam kelompok itu adalah: 60 sampai dengan (60 + 2 S.) adalah 34.B.B.5 49 adalah (49/55) x 10 = 9. Bila jumlah pesertanya ratusan.B.) adalah 2. adalah: 60 sampai dengan (60 – 2 S.B.B.8 Jika skor mentah yang paling tinggi (55) diberi nilai 10 maka nilai untuk : 52 adalah (52/55) x 10 = 9.13% (60 – 1 S. Menurut distribusi kurva normal.B. -1 S.B.B. Nilai 1 – 10 10 9 .) sampai dengan (60 – 2 S.25 S.) adalah 13.13% (60 + 1 S.26%.d. -2 S.44%.0 3.

Skor rata-rata +0.B.25 S.25 S. Skor rata-rata -0. Skor rata-rata -1.75 S.25 S.B.B.Skor rata-rata +1.75 S. Skor rata-rata -0.B. Skor rata-rata -2.B.25 S. Skor rata-rata +0. Skor rata-rata -1.B. Catatan: mengacu pada kurikulum 1975 8 7 6 5 4 3 2 1 .25 S.B.75 S.B.

dan evaluasi. Ia menyatakan bahwa evaluation as the process of determining to what extent the educational objectives are actually being realized. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. pengukuran dan testing. Mereka berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing. penilaian. seperti . yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Penilaian dan Evaluasi Wiersma dan Jurs membedakan antara evaluasi. Sedangkan menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Beberapa definisi terakhir ini menyoroti evaluasi sebagai sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto yang membedakan antara pengukuran. Hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif juga dikemukakan oleh Norman E.. Penilaian bersifat kualitatif. sedangkan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Sementara itu Asmawi Zainul dan Noehi Nasution mengartikan pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. Kedua pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada pengukuran dan testing. Mendefinisikan evaluasi sedikit berbeda. Sementara Daniel Stufflebeam (1971) yang dikutip oleh Nana Syaodih S. yang dikutif oleh Brinkerhoff dkk. Ralph W. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif.KONSEP DASAR EVALUASI HASIL BELAJAR Telah dituliskan: November 5. Gronlund (1971) yang menyatakan “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior” Pengertian penilaian yang ditekankan pada penentuan nilai suatu obyek juga dikemukakan oleh Nana Sudjana. Pengukuran bersifat kuantitatif. Arikunto menyatakan bahwa mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. menyatakan bahwa evaluation is the process of delinating. hal. Ia menyatakan bahwa penilaian adalah proses menentukan nilai suatu obyek dengan menggunakan ukuran atau kriteria tertentu. Demikian juga dengan Michael Scriven (1969) menyatakan evaluation is an observed value compared to some standard. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Tyler. 2007 | Penulis: Ade Rusliana | Filed under: 1 | 22 Comments » Pengertian Pengukuran.

Lindeman (1967) “The assignment of one or a set of numbers to each of a set of person or objects according to certain established rules” B. Remedial 2. Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran. Bagi Siswa Mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak memuaskan . Diagnostik 3. Fungsi Evaluasi Sejalan dengan tujuan evaluasi di atas. guru. Jelek. Tujuan Evaluasi Sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu bahwa evaluasi dilaksanakan dengan berbagai tujuan. dll 3. Khusus terkait dengan pembelajaran. dan kondisi dosen 2. dan kepala sekolah. motivasi. menentukan tindak lanjut hasil penilaian 4. diantaranya adalah fungsi: 1. Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa. yaitu : 1. Seperti juga halnya yang dikemukakan oleh Richard H. Pengembangan ilmu D. Pengukur keberhasilan Selain keempat fungsi di atas Asmawi Zainul dan Noehi Nasution menyatakan masih ada fungsi-fungsi lain dari evaluasi pembelajaran. evaluasi dilaksanakan dengan tujuan: 1. dll). Manfaat Evaluasi Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran. sarana dan prasarana. memberikan pertanggung jawaban (accountability) C. Memotivasi dan membimbing anak 4. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan 5. Memahami sesuatu : mahasiswa (entry behavior. seperti siswa. Umpan balik 3. Sedang. Penempatan 4. 2. penanganan “masalah”.Baik . yaitu fungsi: 1. Membuat keputusan : kelanjutan program. mengetahui tingkat keberhasilan PBM 3. Selektif 2. evaluasi yang dilakukan juga memiliki banyak fungsi.

for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik. membuat program sekolah 3. hasil belajar cermin kualitas sekolah 2. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung.Bagi Guru 1. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. tingkat kesulitan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. ketepatan metode yang digunakan Bagi Sekolah 1. ketepatan materi yang diberikan : jenis. remedial atau pengayaan 2. agar siswa dan guru memperoleh informasi(feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. 3. dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan : melanjutkan. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. lingkup. yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami . dll. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. pemenuhan standar E. Macam-macam Evaluasi 1.

Dalam hal ini evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal atau pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. baik pada tahap awal. dan Tes Sumatif Tes Diagnostik Tes Formatif Ditinjau dari Fungsinya mengelompokkan siswa Umpan balik bagi siswa. bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi. selama proses.kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajarinya. Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas. Perbandingan Tes Diagnostik. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu. mental dan perasaan Mengukur semua tujuan instruksional khusus . Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester. bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan. Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan. 3. berdasarkan guru maupun program kemampuannya untuk menilai menentukan kesulitan pelaksanaan suatu unit belajar yang dialami program Tes Sumatif Memberi tanda telah mengikuti suatu program. maupun akhir pembelajaran. Tes Formatif. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik. dan menentukan posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan anggota kelompoknya Mengukur tujuan instruksional umum cara memilih tujuan yang dievaluasi memilih tiap-tiap keterampilan prasarat memilih tujuan setiap program pembelajaran secara berimbang memilih yang berhubungan dengan tingkah laku fisik. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya. 2.

1. Penilaian hendaknya merupakan bagian integral dalam proses belajar mengajar. Wiersma menyatakan norm-referenced interpretation is a relative interpretation based on an individual’s position with respect to some group. materi penilaian. 2. Criterion Reference Test (CRT) . Sistem penilaian yang digunakan hendaknya jelas bagi siswa dan guru. agar mendapat informasi yang akurat. Prinsip Evaluasi menggunakan standar mutlak dan relatif menggunakan standar mutlak menggunakan standar relatif Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi. alat penilaian. Penilaian hendaknya didasarkan pada hasil pengukuran yang komprehensif. Dirancang secara jelas abilitas yang harus dinilai. dan pengukuran acuan kriteria (CRM) yang berusaha menetapkan status absolut. Penilaian hasil belajar menjadi bagian integral dalam proses belajar mengajar. 4. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan. Sejalan dengan pendapat Glaser. Prinsip lain yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto adalah: 1. Glaser menggunakan konsep pengukuran acuan norma (Norm Reference Measurement / NRM) untuk menggambarkan tes prestasi siswa dengan menekankan pada tingkat ketajaman suatu pemahaman relatif siswa. Glaser (1963) yang dikutip oleh W. Hendaknya disadari betul tujuan penggunaan pendekatan penilaian (PAP dan PAN) 4. gunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya komprehensif. proses. Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dengan penilaian (grading) 3. yaitu pengukuran acuan norma (NRM) yang berusaha menetapkan status relatif. dan interpretasi hasil penilaian. 6. 2. Penilaian harus bersifat komparabel. Kedua pendekatan itu adalah Pendekatan Acuan Norma (PAN) dan Pendekatan Acuan Patokan (PAP). Agar hasil penilaian obyektif. Penilaian Acuan Patokan (PAP). Karena itulah pemilihan dengan tepat pendekatan yang akan digunakan menjadi penting. Hasilnya hendaknya diikuti tindak lanjut. standar dan juga akan menghasilkan nilai yang berbeda. James Popham menyatakan bahwa terdapat dua strategi pengukuran yang mengarah pada dua perbedaan tujuan substansial.Skoring (cara menyekor) F. 5. G. Sedangkan untuk mengukur tes yang mengidentifikasi ketuntasan / ketidaktuntasan absolut siswa atas perilaku spesifik. 3.  patokan : Kurikulum/silabi. Sejalan dengan uraian di atas. Pendekatan Evaluasi Ada dua jenis pendekatan penilaian yang dapat digunakan untuk menafsirkan sekor menjadi nilai. diantaranya: 1. menggunakan konsep pengukuran acuan kriteria (Criterion Reference Measurement).

69% C 45% s.Umumnya kriteria nilai yang digunakan dalam bentuk rentang skor berikut: Rentang Skor Nilai 80% s. Tes acuan kriteria Perbedaan lain yang . 59% D < 44% E / Tidak lulus 2. standar performan yang digunakan adalah standar absolut.d. Dimaksudkan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang performan peserta tes dengan tanpa memperhatikan bagaimana performan tersebut dibandingkan dengan performan yang lain. referenced to a defined body of learner behaviors. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperhatikan secara ketat tujuan yang akan diukur tingkat pencapaiannya. seorang siswa harus mendapatkan sekor tertentu sesuai dengan batas yang telah ditetapkan tanpa terpengaruh oleh performan (sekor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya.Tujuan penggunaan tes acuan patokan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus.d. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performans kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes. Dengan kata lain tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan (mengenai) domain perilaku yang ditetapkan / dirumuskan dengan baik.d. Pada pendekatan acuan patokan. 100% A 70% s. maka terlebih dahulu ditentukan kriteria kelulusan dengan batas-batas nilai kelulusan. Penilaian Acuan Norma (PAN). Untuk mendapatkan nilai A atau B. Norm Reference Test (NRT) Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. Criterionreferenced interpretation is an absolut rather than relative interpetation. Artinya apabila tes yang diterima siswa mudah akan sangat mungkin para siswa mendapatkan nilai A atau B. 79% B 60% s. Dalam standar ini penentuan tingkatan (grade) didasarkan pada sekor-sekor yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk persentase. Dalam menginterpretasi skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan pendekatan PAP. Salah satu kelemahan dalam menggunakan standar absolut adalah sekor siswa bergantung pada tingkat kesulitan tes yang mereka terima. Semiawan menyebutnya sebagai standar mutu yang mutlak.d. maka kemungkinan untuk mendapat nilai A atau B menjadi sangat kecil. dan sebaliknya apabila tes tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan.

8. (2) standar relatif membuat terjadinya persaingan yang kurang sehat diantara para siswa. Situasi seperti ini menjadi baik bagi motivasi beberapa siswa. Pada pendekatan acuan norma standar performan yang digunakan bersifat relatif. 35. misalnya 10. karena pada saat seorang atau sekelompok siswa mendapat nilai A akan mengurangi kesempatan pada yang lain untuk mendapatkannya. 40. Kekurangan dari penggunaan standar relatif diantaranya adalah (1) dianggap tidak adil. Tinggi rendahnya performan seorang siswa sangat bergantung pada kondisi performan kelompoknya. 45. 7. Artinya tingkat performan seorang siswa ditetapkan berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya. 6 Penentuan nilai dengan skor di atas dapat juga dihitung terlebih dahulu persentase jawaban benar. maka peserta tes yang mendapat skor tertinggi (50) akan mendapat nilai tertinggi. yaitu 9. 40. Kemudian kepada persentase tertinggi diberikan nilai tertinggi. 45. Contoh: 7. Sekelompok mahasiswa terdiri dari 40 orang dalam satu ujian mendapat nilai mentah sebagai berikut: 55 43 39 38 37 35 34 32 52 43 40 37 36 35 34 30 49 43 40 37 36 35 34 28 48 42 40 37 35 34 33 22 46 39 38 37 36 34 32 21 . 35. 8. 8. karena bagi mereka yang berada di kelas yang memiliki sekor yang tinggi. 8. sedangkan mereka yang mendapat skor di bawahnya akan mendapat nilai secara proporsional. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini adalah penempatan sekor (performan) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. Satu kelompok peserta tes terdiri dari 9 orang mendapat skor mentah: 50. Dengan kata lain standar pengukuran yang digunakan ialah norma kelompok. 9.mendasar antara pendekatan acuan norma dan pendekatan acuan patokan adalah pada standar performan yang digunakan. 30 Dengan menggunakan pendekatan PAN. harus berusaha mendapatkan sekor yang lebih tinggi untuk mendapatkan nilai A atau B. 7. 40.

B.59% (60 – 2 S.0 8.B.14% Begitu juga dengan mahasiswa yang memiliki skor 60 ke bawah.B.) adalah 34.) sampai dengan (60 – 2 S.0 3.1 4.) sampai dengan (60 + 2 S.B.7 8.8 5.7 6.) sampai dengan (60 – 3 S.13% (60 + 1 S.6 7. Menurut distribusi kurva normal.4 7.) adalah 2.3 7.5 6.B. Bila jumlah pesertanya ratusan.0 9.Penyebaran skor tersebut dapat ditulis sebagai berikut: No Skor Mentah Jumlah Mahasiswa 1 55 1 2 52 1 3 49 1 4 48 1 5 46 1 6 43 3 7 42 1 8 40 3 9 39 2 10 38 2 11 37 5 12 36 4 13 35 3 14 34 4 15 33 2 16 32 2 17 30 1 18 28 1 19 22 1 20 21 1 Jumlah Mahasiswa 40 Jika 55 diberi nilai 10 maka 10.) sampai dengan (60 + 3 S. sekelompok mahasiswa yang memiliki skor di atas rata-rata 60 dalam kelompok itu adalah: 60 sampai dengan (60 + 2 S.B.0 dan seterusnya 9. maka untuk memberi nilainya menggunakan statistik sederhana untuk menentukan besarnya skor rata-rata kelompok dan simpangan baku kelompok (mean dan standard deviation) sehingga akan terjadi penyebaran kemampuan menurut kurva normal.14% .4 6.59% (60 + 2 S.B.5 5.8 7.1 6.B.) adalah 34.5 49 adalah (49/55) x 10 = 9.0 5.) adalah 2.B.) adalah 13.8 Jika skor mentah yang paling tinggi (55) diberi nilai 10 maka nilai untuk : 52 adalah (52/55) x 10 = 9. adalah: 60 sampai dengan (60 – 2 S.5 9.B.9 6.2 6.) adalah 13.13% (60 – 1 S.

B.B. s.25 S.B.25 S.B.75 S. Skor rata-rata +0.25 S. -1 S. Skor rata-rata +0.44%. Skor rata-rata -0.d. Skor rata-rata +1.75 S. Skor rata-rata -1.25 S.Dengan kata lain mahasiswa yang mendapat skor antara (+1 S. Skor Mentah Skor rata-rata +2.B.25 S.) adalah 68. Skor rata-rata -2. Nana Sudjana) . -2 S. Dengan demikian dapat dibuat tabel konversi skor mentah ke dalam nilai 1-10. Skor rata-rata -1.B.B.B. Nilai 1 – 10 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Catatan: mengacu pada kurikulum 1975 (Sumber : Prof.26%. s.75 S. Skor rata-rata -0.B.B.d. Skor rata-rata +1.B.) adalah 95. yang mendapat skor (+2 S.25 S.B.B.B.75 S.

pengukuran (measurement). padahal keempatnya memiliki pengertian yang berbeda. Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. kita dapat melihat bahwa esensi dari evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan keputusan. penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik. dan penentuan kenaikan kelas. Pengukuran. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. berharga atau tidak. suatu kebijakan pendidikan.wordpress. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. atau etos kerja guru.com/2008/05/01/penilaian-hasil-belajar/ A.Penilaian Hasil Belajar Siswa Posted on 1 Mei 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Sumber: http://akhmadsudrajat. Tes dan Penilaian (Assessment) Banyak orang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada peserta didik pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas. Dari pandangan Stufflebeam. Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Secara khusus. Melalui penilaian dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar . kita dapat melakukan evaluasi terhadap kurikulum baru. tes. sumber belajar tertentu. Di bidang pendidikan. mendiagnosa kesulitan belajar.and providing useful. Pengertian Evaluasi. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. 1996) memengemukakan bahwa : educational evaluation is the process of delineating. memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar. dan penilaian (assessment). Stufflebeam (Abin Syamsuddin Makmun. dalam konteks pembelajaran di kelas. information for judging decision alternatif . obtaining. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya.Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).

2. fungsi penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu. Peserta didik yang boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. serta proses pembelajaran itu sendiri. penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan. diagnosis. Dalam hal ini. penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. Sebagai alat prediksi. Sebagai alat seleksi. penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. kesulitan peserta didik dan upaya bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikukulum itu sendiri. Berdasarkan informasi itu. dapat dibuat keputusan tentang pembelajaran. diantaranya untuk grading. penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang . seleksi. 6. Karena itu. penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya. pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan. dan prediksi. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. Sebagai grading. baik untuk pemilihan program. Sebagai bimbingan. 5. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang perlu remidiasi atau pengayaan. bimbingan. mengetahui tingkat penguasaan kompetensi. Sebagai alat diagnosis. guru. Tujuan Penilaian Penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran. 4. 3.peserta didik. B. 1. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai kompetensi. fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment).

tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik. penugasan (proyek). Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi. baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya. Pendekatan Penilaian Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan penilaian hasil belajar. Sesuai dengan tujuan tersebut. Kriteria atau patokan itu dirumuskan dalam kompetensi atau hasil belajar dalam kurikulum berbasis kompetensi. dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. dan penilaian tertulis (paper and pencil test). kumpulan hasil kerja siswa (portofolio). Dalam pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. Sedangkan. untuk maksud khusus tertentu . penilaian yang mengacu kepada kriteria atau patokan. Contoh dari penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik.pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. Dari keenam tujuan penilaian tersebut. tujuan untuk melihat tingkat penguasaan kompetensi. hasil karya (produk). Perbedaan kedua pendekatan tersebut terletak pada acuan yang dipakai. dan diagnostik merupakan peranan utama dalam penilaian. Jadi. C. interpretasi hasil penilaian peserta didik dikaitkan dengan hasil penilaian seluruh peserta didik yang dinilai dengan alat penilaian yang sama. pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian yang mengacu kepada kriteria atau patokan. kadang kadang dapat digunakan penilaian acuan norma. tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Jadi hasil seluruh peserta didik digunakan sebagai acuan. Dalam hal ini prestasi peserta didik ditentukan oleh kriteria yang telah ditetapkan untuk penguasaan suatu kompetensi. Pada penilaian yang mengacu kepada norma. bimbingan. interpretasi hasil penilaian bergantung pada apakah atau sejauh mana seorang peserta didik mencapai atau menguasai kriteria atau patokan yang telah ditentukan. seperti unjuk kerja/kinerja (performance). yaitu penilaian yang mengacu kepada norma (Penilaian Acuan Norma atau norm-referenced assessment) dan penilaian yang mengacu kepada kriteria (Penilaian Acuan Kriteria atau criterion referenced assessment). Meskipun demikian. penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran.

dan ilmu-ilmu sosial. Domain ini terutama direfleksikan dalam 4 kelompok mata pelajaran. hal ini terjadi pada domain afektif yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran agama dan kewarganegaraan. dalam praxis pendidikan di Indonesia yang tercermin dalam proses belajar-mengajar dan penilaian. kecerdasan visual-spatial dan kecerdasan musikal yang termasuk dalam domain psikomotor memberikan sumbangannya sebesar 5 % Namun. dan untuk menyeleksi peserta didik yang mewakili sekolah dalam lomba antar-sekolah. untuk mengelompokkan peserta didik dalam kegiatan belajar. Sejauh mana masing-masing domain tersebut memberi sumbangan terhadap sukses seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan ? Data hasil penelitian multi kecerdasan menunjukkan bahwa kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika-matematika yang termasuk dalam domain kognitif memiliki kontribusi hanya sebesar 5 %. D. (2) domain afektif (sikap dan nilai atau yang mencakup kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi. Domain psikomotor yang terutama direfleksikan dalam mata-mata pelajaran pendidikan jasmani. yaitu bahasa. keterampilan. Ruang Lingkup Penilaian Hasil Belajar Hasil belajar peserta didik dapat diklasifikasi ke dalam tiga ranah (domain). . sains. yang amat dominan ditekankan justru domain kognitif. dan kesenian cenderung disepelekan. Agar penekanan dalam pengembangan ketiga domain ini disesuaikan dengan proporsi sumbangan masing-masing domain terhadap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan. para guru perlu memahami pengertian dan tingkatan tiap domain serta bagaimana menerapkannya dalam proses belajar-mengajar dan penilaian. Kecerdasan antarpribadi dan kecerdasan intrapribadi yang termasuk domain afektif memberikan kontribusi yang sangat besar yaitu 80 %.sesuai dengan kegunaannya. dan kecerdasan musikal). seperti untuk memilih peserta didik masuk rombongan belajar yang mana. matematika. kecerdasan visual-spasial. dan (3) domain psikomotor (keterampilan atau yang mencakup kecerdasan kinestetik. Sedangkan kecerdasan kinestetik. Demikian pula. dengan kata lain kecerdasan emosional). yaitu: (1) domain kognitif (pengetahuan atau yang mencakup kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika – matematika).

============ . tetapi mencakup seluruh aspek kepribadian siswa. tetapi juga mempertimbangkan segi proses. perkembangan emosional. dengan apa yang disebut Penilaian Kelas. seperti: perkembangan moral. Untuk itulah. Kesemuanya itu menuntut adanya perubahan dalam pendekatan dan teknik penilaian pembelajaran siswa. perkembangan sosial dan aspek-aspek kepribadian individu lainnya. Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme. penilaian dalam aspek afektif dan psikomotorik kerapkali diabaikan. yang kadang-kadang direduksi sedemikian rupa melalui bentuk tes obyektif. penilaian pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif semata. penilaian pembelajaran lebih ditekankan pada hasil (produk) dan cenderung hanya menilai kemampuan aspek kognitif. Sementara.Perubahan paradigma pendidikan dari behavioristik ke konstruktivistik tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran. Demikian pula. Depdiknas (2006) meluncurkan rambu-rambu penilaian pembelajaran siswa. Dalam paradigma lama. penilaian tidak hanya bertumpu pada penilaian produk. tetapi juga termasuk perubahan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran siswa.

25.. /.3 .3 00-.7./50.:3950.3.:.7 2:9. 203:98:.3489 3 :39: 20309.9 -0753/.7..3 /03..25:..3.3 /..3 905.3489 /..389. /.8 /..349..3809./.2 02.9 31472.7 203/.308:9.3..388.907.7.380.7 8:.3:7::2.5. 3 0.3 0.202 9::.3 /..39079039: .:5:35747.8 8:2.83/507:.9 /.3%08$:2.39.3 203:3..: 93. 5.3 .8.357.7:8/3.3 203039:.3  !.8  . 9./. :7:/.. 574808  2./3.3%08.3908 9085./.3 202.8.32.3:39: 20309.9::39 -0.3-07:-:3.:.3.9: :39 0 :39 -07:93.: 50309.042543./.43 88.3 /. 57385 .94. /.:.3 88.388. 203039:.8.91 %07/.7..9.5.3/...350.38:.7 0.25:..:00-.8.91 /.7 %08....5 9..503:3...9/.9..91 93.3 /:3.9..788.2 5747..9. /-...3 .3/..8..9180-. /..5 .7:8 /507.:.357.7.8-0:2/:.91 02-079.7.9 503:.5 . 9./..380.7. 9.35488 02.5.:.3 002.7:8/:...9 -0-07.  7. 803.  !07-.7.9: 5747..55748080.:.88..7. 0./.91 03::7802:..907..3 :39: 20309.9.8 2029.9503.3/.3 /.32..8 $473 .3489 /.3-.7 2:9.33.3507.90.:.3 3897:843.9202-07-.:5:3 .. 88..5 .-072-.8 80:7: 2. 5.7 70.3. 35:9  .3...8 /.  30 203/0138.:7.:...:.3/.3  -.. // 90.3 507. !.25:.5 .3 3897:843.: $02039.8.:. .7.  80. . :39:203.3  5. 9.8503.3/3..9 2029::...3 907.2 .7.9  .3 50.2 %08$:2.370.7.5.3/3. 803.3 :7:2.8.:18  2039.7.: 02./.3.2..3 0.3/.2 /.3./.508079.3/...5 0907.3/.91 :383.3 -..3489 %08472.8..:.9.907503.8.389:/   .:.-9.:.8. ./03..7.3 :39:20309.3 .9:5074/0503.:802:.38:.5. 80-.8 .2 20.  -07/.0... 203047   !7385. 203:3..339075709./.3489 %08472.3 .8.:.3 002.5..5.8.:2:2 .3-.8 /.5. &25.73.8 ..3/03.8.28../.9 /-07.7 502-0.9: -/.:.:-.39:.2502-0.:.3 .:8:8 203:3.3 80.-.3.7...4088. 2./.389.:/.2 -0-07.5.3 /0.38090.90793. 20304254.8 /.3..390.7. 03::79::.3489.9:80208907 -.5.5.3205:9-0-07.3 ..389.502-.393.9::.5 5747.9 /.78:.3489 ..8008.7.

.7203.33907.2574808-0.8.7203./-..8-0..3./....7  .-   !03.

3:7:   !03/0./:..88.9 /:3.  !03..3.9../.3 ..33.703. 5.9..3!   !03.3:9  !7385.3-07-0/.3 /03..:. #  ./:.473 /03.7/.5.187.9.34-091 :3. 203. ..8.91  /.3.3 .9..3 503/...7   !03.3.303/.3 8. 507-0/.332029::.:.3.9.425700381   .3..3 574808 89..2!:7.3.94.9503././3   03/.3 /. .3:39: 203.7:8-0781.80/ 43 .3 3/....0 0.943 -..8503.3 -07:8.3503:3.3 .7.3203.9 /:..3503.7./.0 39075709. 8 548943 9 70850./8.3.3905. 907/.. 038 503/0..3 /03.3 3472..3-.3 . 70.3/:3.9.943 8 .3 :7.9.303/.3 !!/..3425700381   .3!.8503::7.9.-84:9 $0. 20309.39.0..9..807  0782. 472 #010703./.3:..5.2574808-0.3 89.3/03.3 7907.3503/0.208 !45.3 43805 503::7.3 89.394.3503./.:.207:5./.90 503::7...8:702039.5.5..3 8:-89..-0   $8902503.3 /:95 40   ..3..807   .8..3/.9:8 70.3..9503/0.9.7.9.7.3 . 897..83.3 7./50393 0/:.3203.3!03/0.3.7.:..3 -.:.3/:3.502.381. 20309.3.3 3472.503/0.8-.93.2 203.3..9: 503::7.340.  0/:.39:.8  .3472./ 3.9425.303/. !03/0.. 9:.5.3 9::.0/ 39075709. /:.9 94 8420 74:5  . #  ..807 203:3.3.03/...  ..3.3 503..33907./.7-09:9::.3 503::7.//..3 8047 203.3.3 -07:8.3/02:.33472 7010703..3 !!  $0.35.:.9 .503/0..3 / .3/.. ! /.7:8/-0/.8 /.3-07-.3 203../:993/.7203.9:8 .503847.38.9.

3 70.8 09:39.390857089.3 203/0391.2./03.2-.3 .# :39:203.2.9: 502./..3.93.91 88.888.  $0/.32030.8.3 8:.909.35.3..7.3 :39: 203::7 908 .

3/03.5.3 .5.3!. 09/.3.94.3 . /42.3.2-.3 503:3..9:39. 5071472.3 5071472.3 508079.89 89. .9 .7.3 908 .3 5071472.3 7907.8507. .9.8:702039   !03.32030-:93.343805503::7.3 !! 790743#010703.0%089 #%  %::. 790743 #010703.-84:988.:.8 9039..3 908 . /:3.3 -.00.3.35.3 /03.3 9.7.3:39:203/.3507.:.9..3 :39: 203008 80.3 5..3/.7.3 0.3.3  03.:85081 203:3.3.8.:.5.7/:8:8 2. 908 /03.. 202507./..37907.3 .9.3/3./.:.3 -0714:8 5.3 90780-:9 /-.-0703../03..3//.94..2..8:/./:.3 :8:8  4082.:89.:.3/909.35.8. 04254 507.9:83/.9.7907.3 20303..3 ..: 88.

3 93.370. /. 80-.3 /:3.0/94.3/.3 7..  !. 89.9.3-.-84:97.94.7.9.2 -039: .:.3 .5.3  89.... 790743 7010703.7307-0..3 .3 5.943 8 .3/./.3 2:9../0130/-4/410.3/.3 80-0:23.9079.8. 89.03907509.9.289..3/. 8047 8047 .73 503039:.3 5./0 //. /7:2:8./.7 2:9: .3 .3 90.7 5071472.0/ 39075709.7 .943 7010703.-84:9 $02..3 .478 . /909.3 2030-:93./. 503/0.3/03.

3 /..3$47..38.3/5074088.-84:9 .. 9070- /. .7:8 203/.3  2.39:3 5.8.908.5..3.3/.7.9. /03.99::...2-039:7039. 793. 93.9.90.8 -.92:33 5.3 80-.3908.3/::793.3 203:3.3-.32070.9/.:   /.09..7.2:/.3.5.3/.5078039.3 3.3 3.9: 002.93.  .80  &39: 203/.3/9072.:   8047. .:203./8.5.-..3 /03.7:405071472.3 88./.3 89.3 7907.5. 3.. 7907.-..:: /9039:.3.3202507. .9.35./ 3./.5.5.2 203:3.3..2:3002.3 &2:23. 203.2 0.9.3 8047 9079039: 808:.9.9.7 ..5.9.8 /03.390... 203/./909.3 !!  2.88..3 8047 .  .  . .9.9.3 -.02:33.5.9.3.3847-07:9 #039. 88.33.: 8:9 :39: /8008.8 3.3 503/0.907503.908:9.  $.. 8.. 908 90780-:9 907.5. 0::8...3/.  8 /    8 /   8 /  8 /  ..3 /:3..9503. 8047 88. /03.380.9.9..2 20339075709.8 847 2039.83. -07.9072. 0::8.3:39:203/.39.33/..

91 /.3.747.3 /.3 425700381 /.2 042543.7:8 -07:8.5..3 8047 5071472..3 .39:.38 04254 508079.3 8047 .8:/.3 7907.  /.39...9:8508079.:.!07-0/. %3 703/.770./2.:89.3203/..35.3 5.3.3:7.3 0- 93 :39:203/.2070.35.3/.8-0../.3203:7.. 89..203/.3 .39.7 503::7.3  !.35.3 /:3.39:35. 93.7.3 ..3  88. 04254  $.::8  !03.388.38047.9: 0:39:3.5.5././.7.7..3 202 8047.9.9: 908 80.3.7 5071472.8 .2 :-:3.91/.3.  4394  $..249.9.7 70.9-07.3 93  . 503025./.703.3203/.33472.3.7..98472039.3 3472.3472.9907.3 90.88.7 %08.8.8-0-07.:.8.9.3.43/85071472.93.0%089 #%  %::.3 08:9.:./.908907/7/.3 908 . 5071472.9.5.9.88050793203.33472.3.3. 503/0.94.3 /:3./.3/. /03.3 9. -.91 3 .3.380.703.3.3/.9.3/:3.3 -0781.970..3 ..3 8:./ .59/..3 .9.3/.: $9:.389.7.-.3./.75071472.908 /.   89. 203/.39.: 800425488. 8..9.9:04254508079.9.33.:./3.. /909.5.3 .3.3 -07/.98047.3. ! 472#010703.7.5.. 3472.9.%/.3.7503:3..3:39:20309.7 70. /.:.91202-:.-. .3.5.3042543..3 88.3 205:9 8:.3.389.3 503:3. 03./.9: -/.91  793.7. . 909  0:7. 203:9 908  %08 ./.3 8047.3 -07.../.3503/0.38/..9.5.:.3 3472.8.3/.3/. 5.. 5488 70./..8.../-..3-08.5078.9/.8.33..3.9 5071472.3/. 0- :2:2 /.89.           .503/0.7.7 89.3 5071472. .:.3/..308025.5.33.3:39:203/.3.88.. 202.:.. / 0.

3 !  2.3.. 908 .7 02:/.33.5.9 3.574547843.88.93.80.7 47.                                         .5..3 847 / . 90793  28..5.-07:9 4 $47039. 2.03.90793   $0042542..9 847 / -.5.3 203/.3203/.2039.8090793/-07.9.   80/. .80 ..3 203/. 508079./-073..9::..93. .9:        !03039:.28.907/7/. /03.305../.9 847 90793   ..3 203:3. /9:3 9070- /.80-.9.384790780-:9/...5078039.5.7.5.-.. -07:9               !030-..3/. :2.3 203/.3.3 2070.                                                                 .3 3.3.9 :.3 -03.8 /..9/9:880-.88.:: 5078039.3 503/0..7.3203/.5.

8472039.393  /-073...35. 2. ...3./.     .88.:39: ..:2.

/. ..    .

3 825.   03. 7.9.    $  8.7..88.  ./. $   $477.5.-043.    $  8. $   $477..32.3203/.9. 8004254 2. 7.98980/07...3203.3203/.508079.9.9.  03:7:9/897-:8 :7.7.32.3   $  . 04254 /.9./03..5..9.25../03.9./..389. 7. 7.3 -..39. 7.88.25.3472./03. 847 7..3/.3.88.25:..: 04254 20../03.87.    $  8.:7::2 $:2-07!741 .3..3   $  .  /. .9. 7./03. $477./. .$:/.3.  $   $477.9.203:3.  $   $477..9.25. $   $477.  $   $477.3 -08.:5.3/.3   $  .9.3 907.3 202847/.9.389.7.   .9847./..  $   $477.0788472039.9.0/.9...  $   .9.25./ 5030-.25.9. 7./.3   $  ..3   $  .  8..5. 7.3202847 0-.2042549:.9.              . 7.    .943  803.:2./..99. 7.3 02./.9..9./.. 3472.3/02. $  8 /  $  ./03../.9.9.  09::.3.9.3/.  8.9847 $  8 /  $  .:39: 202-073.23.   $47039.3../03.7/ /0.25.. 7.73.9.3.9/-:..   /.9.  03. $   $477.9.9./.9.3 203:7:9 :7. :39: 203039:. 7..9:8.3./.9.3 2.380907:83.3   $  .  $   $477.    $  8.

7....: :8... .3!03..99079039:8079.!03.3 ..390.3..9 018038 50. .3508079. 907..//5.91/.3 $9:110-0.93.3 3.//90..3 -07-. :39: 20.9. .3 20.5.3 ./703.9.3.3 /.5..503.9. 574808 502-07.3574808503./. 0.8  503::7.33.:. :..3 -07:-:3.3 503//.3 :39: 20309.. .39.8:.920.:.3 508079. ..907899079039:  !03.. // .8907.3/. 0/:.7$8.3 503.3.9.9:93.8 9039.3 :39: 20250740 31472.5.9.3 80.3.9.33 .78:..7.3 3.33. .5.3.2-.7.:.:..5.8 -0.3 503.3. 202 503079.3/.3 02.:...91 -07:5.3. :8:8  /.7.399.943 8 90 574.3 -0.9 5:...:..5. //  !03.2 -3 $..3 20.3 .3..088 41 /030.2:3    2020302:.0..9.3.7.93  4-9./.9.8.9.3 /.8  503.:. 0025.  ..243/8.. /./...8:702039  .3 3.3 :25..3 503079.  .: 2.3 05:9:8. /.8 !03::7.8:39:20..3 . 20250740 /08758 3:207/..7 9079039: ..3/03.3 9025.9.30.9./.9 20./.8  $0.3  508079.9:0-.7  202-07.3 %08/.:503039:. .3 .:.3.9190780-:9  %08.99079039:.3.203.9.3 202-07.3 /..3 203.: -0:2  -07.3 -07.: 02.9 503.8 -0..3/2.: 57089.91 5073.3.3 80-.7.9 93.2 .943 147 :/3 /0..508079.9 -..3 .7.943.. 50307.8 ..3 / 0.3.7..3 /03.348.399.3/ 574.3   -/. .:7:  !03::7..3 203.: 9/.3503//.:094807..880882039  .8 .:. //  203/. :. /.28://3 .9073.9 -07:5.7.320203:8..25:.8 -. ..843 ../.:.5.2  9..: 0907.7./././3 :801:  31472.- 5079.8 .3.9.880882039  5..80.9.25:7.. /./:.9:/.3 05:9:8.9:5747...5.3 9039.3  9. !4890/430 -$&#% $:2-07½ $$f¯f ¾ f©f  ½ ¾¾ n¯$$$$½ °ff° f¾ f©f$  !03079..7: 8:.8047..305.7 8047.2 43908 502-0.3 -.5.390.7 508079.91  .3/.7. 47.3/7.. 0..3 /.3 -.5:7::2-.3 503:3. 050393. !03::7.2 .3 42509038 7. 08:9...:0 :/02039  $9:110-0.3 880882039  .8.. // .3 31472.  /....3./.5....7 0.7 508079.8 -0. 3.3 /0391..9 8..3..2 .:. 08038 /.7 5.3 -07-0/.8 -07:-:3.3 8:2-07-0.30.8:702039  908  /.8 503.

7 /.507-.7..:7.3/..3/..3503039:.3-0..3.5.3502-0.7 .8.3503003.9 /5074031472..303.8 0..7.30-07.30.99039..8.3574808-0..7203.:503.

3 :5.3:7:::29:803/7   %::..:5:3:39:503:7:8.3570/8    $0-.880882039    $0-.38..2-. 503. // /.3 . 8047..3 803.2 50302-.3..3 .7.9 570/8  503. -40  .3 -079::.39.2 /73.. // /. 203:.// :7: 8079.3 502-0.7.....3 0/:/:..3.9 05:9:8.3 -8.3/3.3.: .308:9. -2-3.9079039:    &39: 203.3.3    $0-. 508079..2 .. 808047.2 7.3. -07:93./.3 507:702/. 307. 9079039: .0/ .3  3 . 03.. :39: 502.:.39: :7: 203039:.3. 0- 203. // 90.950393/.3-079::./.5. /02-.3 3472.3 /..7.2.9.:39:7..: 9/.3 !03. 3472 7010703. // /.3 /03.3/3.3 /.0-07.3 /507:.9 05:9:8. // ..3 -40 2.39:803/7 07/.3...3 .3-0.2 ..3 /.8 .:202-0/.. -2-3.508079.3 :39: 203039:.3:39:203039:.9503:.3.2 508079.. 3  1:38 503.:.3 508079. // /-.9/.3 2.3 0/:/:.9.7 .32.3 .3.3 202-.89: /..  202-:.9 202570/8 -.3 :39:7. 9:  1:38 503.3/9::.3 :39: 203/./..3..8 .3.:503.3 9039.3  .703..3 203:3:../33.3203:3:.  !08079.98008 503.8.5.3 5747.3 9/.3 57089.3  503.3 /.8: 804.3 508079./3 503.3/3.9/-:.39.3.:93. . // /.: 2.5.3 /03.9 2.3..39: 508079..03/07:3202-..3  08:9.7.3  !03. 508079.9.3488 503.3 .8..508079.2502-0. 202-.3 8079.3 .3 .3 ..7.3 808047.3 80.3    $0-...8 -0..3 508079.3488 /.3 9039..3 02:33. / 804..8: /.7 508079..9047 9079039: /..5..3 3 ..3..3 .3!03.3 9/.7. // ./3  8008 20309.3. // 5.8 07.3 -079::.9..7. // .  -.3 . // 202../.8 .8: ..342509038 -2-3.3 508079.3 2029::..8.331472./03..3. .7.3 /-.9.5.2 :7:9.3 /.3 31472.3:39:2028.: 05.8.3/9::.3057-.3 :39: 2030..574808502-0..42509038    $0-.

.7..3.3  &39: 203.2 5007..342509038.3/3./.3 /..3:9.3/.88..3 90780-:9  9::. .3 503....203:.503//./02  .3  $08:.3 /..038503./03.3 42509038  -2-3..7 503.9.89.390780-:9 503.3 :39: 20.38:3.8.3 203:39:9:7:...-07.7 003.9 93.3 503.90.3.. ..3 574808 502-0..:2.2503..-07-.39::..3 .33.8.3507: /-07.908-./03.:908549038.3 808:.:9.: /.2..3 -07:93.3489207:5.25: 20.7.3808:..  4394 /.242509038 9039:8.2 9::.9.3.3.. 80.780.9..9 503:...984.8.38:3 2./.2 080:7:.. 805079:3:07.3507.

3.7 508079. /:.9 09.3 502-0.880882039 !07-0/./.880:7:508079.3 203:3.3 .  !. ...9..: 5.5..  /03.88 42509038  503/0.3 .3203.508079.: 80..9. 54794144 /./ . :39:2.3/3.503.0/.3 8:.3203.3.3 90.3808:.9..7.9/:3.8.3 :39: 503:./  9::./.33472. /909.3 503..: 3472 7010703.9.3 -07.9: 503.:05. 5071472.:5:3 /.503.3503.8 .3203.8.5.8842509038  .7...5...3 .. /9039:.3 90...8.9./.// . 8...3.3 ..3  39075709./03. 39075709. 7907..0/ ....3..9.0  503:.2 :7::2 -07-.9..3 -07-.:05.9. ./..3/.9.3.3!03.3 40 7907.3 .3503.3 /.3 503..790743 7010703.2./.503/0..8..9. 9089  .3. .3 /..3 .342509038.38./.507 ..7907.38:3 2../...357089.7 .9 0.3.9.9...30/:..// /9039:...9. //  -.9..94..94.8 80.:5. !03.8 -0.7907.8.3 :7::2 -07-. 503/0..94.8 503.:05.3.7  .3. .3 /.3 9: /7:2:8.9503.3 ...5.3/ 503.8.8 -0. 574/: :25:.///:3.///.. . // 203.8503.3 /03.7..3472.3.9.2.3508079.:..8508079.3 503.3 80:7:508079..:05.:.5.807.5.5.3 .3.:.3 .9 /.3 503.3 .9/./.3503.: 2.3  7907. . 202-07.7 /.3 /.380-.3...: 5.3 5740 . 8047..8503.3 31472.5.8 .//   !03/0.94..3 472.3..3/.: 203:.9 /:3. .88./.3/5.3 508079./.3.3 9079:8 5. . !03.3 $0/. .:.307./03.3 . 425700381 9039.2 50.390780-:990709.8:.880882039 /.8 -0.3 2.39:3 5.9: 42509038  085:3 /02./..3203..3 . /. 3472.3 -07..: 5.3/.:.3 203.: .: 05. .73.:..37907. 7907.5..8:/:8:89079039: .:.3 .3 /:3.503../.7..7.2 20..2 42509038 .

33.2.9.07/.7/.8...8.39. 0.8.07/.3 /03.38./.3 9072.3 2.3 -.39.9.25.3 /.. 80-08.8..07/.2 /42.3 58424947 . /. 50.3.3 2..3 0907.3.9.7 804.1091 .9.   #:..3/.57-.242-.3 9072.2.3 907:9.3 0.0723/.2:3 /.32: 2: 848.9. 85.30803.3 203.3.3 508079. . 2.  2.8: /.3.3 308909  0. /...7 508079.3 2:9 0.5 8:808 808047..7/.3.8.7 203.  $0..07/.9..  42.3/3/4308.9.3503.8..2 2. 2.9. /42.3 .2.39.757-...30:3.35:.7.3  5.3907.3 0/:5.320./.83 2.2 503079. /42.3 .3  ..7 . /.3.7.3 4.8:742-43.3 90780-:9 202-07 8:2-.8. .8.9.3 -0.7    0.7 .5.8.8.9:   /42.8..07/.38 /.8 0 /.3 5745478 8:2-..8.8. 2.: 2.5 /42. .3.5 /.3  .3 4.3  .3 3 /808:.2.7 203. /70108.757-.25.3 93.3 :39: 203008 508079.3 203:3:.3 . :7: 507: 202.3  .804. 8. .2.07/.3.33.8: /.8.3 .3 02.8.2 5007.: .07/..2. /.3.81.3 /./ .8:/42..3.8:.2574808-0.1091 8.358424947 0907..03/07:3/80500./5.3 0.3 /.9.9:  $0/.07/.30.3 0.3  .82.3 0..902..3 308909  0. 20307.07/.5..7.3 -.83 /42.3 907... 805079:39:202508079.07/.3 .9. -.07/.50.9 /423..3 09..3 907:9..3 4391 202 4397-:8 .3 /.: .7.8 -0.:5 0.3 .2 574808-0.8 50309.    /42.3 0.3 3 907:9./.39072.8.3 397.8503//.3 907.5 8:808 /./ /.3 0/:5. 7.07/.80.3 ..3 .9. 2.9-08.:5 0.34397-:8.8.//.  :39: 20304254. 50.07/.3 /.9:-.7.9 /.2 9.358424947202-07.8.  /. 2.3..3  /42.83 2.3 3.3 503//.7  /..3 ./ /.3.3024843.3.3397.3 9.2 /42.2 0.7. // /.3 203.3 .. /42.2 5007./.902.30.32:8.257..1091202-07../03.07/.902..3 4391  42.3 /. /70108.3907.07/.8.3.38:2-.30./ /03.3 /90.9. .//2.57-.33:5!03.3 203.9..808:.2042542.3 2:8..3 0.83 /42.3 -.33. /70108.3 :897: /42. /.8:..:.3 503..2 2.3 . /.07/.3-0.. 85.8..3.3 .3 8079.3.3 4391 50309.3 /.: ..9...7 5030. // /.2 50302-.80-08..:5 0.7.7.3 0.9.3 /.3..

5.5 203. 9: 203:39:9 .850 057-..3 /80-:9 !03.: -039: 908 4-091  $02039..3 502-0.2 .88 43897:9.3 .3.8    20:3.3.9.3024843. 20. /..3 /.25:.././.  02..3 0- /90.3 88.850 .3 . 203:39:9 ./9::.3.3.3 9/.  05/3./.3  .2 20./2.  50702-.20250792-.3.. 50702-.3 503.-.2 503/0.  503. -079:25: 5...3./.3 502-0..3.850057-.3 903 503..5:.5 :..3 .8: 507:-.8 574/:  /./: .30.7.3 88.3 .7.3 58424947 07.7.25:.3 5./.7-0.3.3 /.902.899/..7.3. . 02. . .. 9072.5.03/07:3 .3.7.503//.2 574808 502-0.3 88.3 -07-..33./.8.3/.3 502-0.3 ./.  &39: 9:. 203.3 5:.3 /70/:8 80/02.  503../2.3 247.4789043897:9..3..3 9/.3 /...:5 80:7: .3 /..:7./.9..35.7. .3.7.3 88. 503.3574/: 909. . 507:-.2-: 7.820  503.3848.3 7..3 3/.  ..  805079 50702-.380574808  0802:.3.3:39:203::793.2-: 503. .850 ..7. 909. 507:-.7...7..2 502-0..2 5.3 7:5../.  503.!07:-.3 502-0.1091 /.34391802.850 4391  ..3.8     .3 502-0.3 /.  /03.3  909.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful